Thursday, 11 November 2010

MERAIH VISI MISI

by: Khoirul Taqwim

Pagi cerah
Mentari mulai bersinar hangatkan tubuh alam
Anak kecil berjalan dipinggir jalan
Buku di pegang erat-erat
Wajah semangat penuh impian segar
Sekolah harapan disandarkan
Cita-cita didepan
Menggenggam dalam hati dalam

Jalan mimpi masih jauh melangit
Setapak kaki tujuan mulai dengan pelan-pelan ditancapkan
Meraih tujuan harus segera diselesaikan
Bentuk amanat jiwa suci
Meraih mimpi nyata kehidupan
Dicari mulai dini

Pagi hari cerah
Meniti arah visi
Menggapai misi
Sejak kecil hingga membumi jasad

SUDAHLAH SUDAH

by: Khoirul Taqwim

Hilang sudah
Indah sawah di kala kecil
Kicauan burung-burung nan warna
Tinggal jadi sisa-sisa alam kenangan

Hilanglah sudah
Air jernih mengalir
Tinggal sampah limbah
Semua tinggal sudah
Alamku
Nyanyianku
Kehidupanku
Memoriku
Tinggal sisa-sisa nafas

Sudahlah sudah
Memory tinggal sudah
Semua serba sudah
Biarlah semua jadi sudah
Ini kebenaran sudah
Habislah semua sudah

MENUNGGU JAWABAN CINTA

by: Khoirul Taqwim

Kukirim bahasa sederhana
Tertulis untuk sahabat tercinta
Rasa bergejolak penuh Tanya
Saat bahasa terbalas

Hari kehari berlalu kabut rasa
Bahasa berkunjung setiap waktu
Dulu sahabat
Kenapa hati kurasa ada rasa
Cintakah ini semua
Tanya’ dalam hati kecilku
Aku tak mau tahu
Aku tak harus gegabah
Menentukan arah jiwa

Aku harus berani nyatakan rasa
Aku harus mengirim bahasa sederhana
Lima huruf tertera
Cinta
Itu bahasa yang kuungkap untuk sahabat
Status berubah bahasa
Sahabat menjadi cinta
Tinggal menunggu kapan kan kau jawab
Hari ini
Besok lusa
Kutunggu jawabanmu
Kunanti bahasa sederhanamu
Didepan facebook baruku

BUNGA MALAM

by: Khoirul Taqwim

Mimpiku hadir
Pertanda bunga malamku telah tiba
Kau menjemputku dengan peluk kesah
Matamu berlinang embun pagi mengenang
Budimu ingatkan laku kedamaian samudra membentang

Batinku berdetak seiring langkah kuda
Mimpi malam hampiri saat dahaga rasa membedah dalam gelap jiwa
Hati dalam bicara lewat media udara
Rasa ini tumbuh terasingkan dalam jiwa
Hingga hadir seizin rasa

KABAR PETANI SAWAH

by: Khoirul Taqwim

Petani sawah mengering
Kulit menghitam keruh
Selimuti wajah nan bisu
Nasib petani menuggu kabar alam
Pohon pisang mengitari langkah kaki pematang sawah

Petani
Tanah subur harapan hati
Walau nasib tak hilang ratapan
Paling tidak ada harapan jiwa
Sebab terkadang alam bicara lain dalam mimpi
Desas-desus hari nan sendu
Air mengalir disungai tak kunjung jua
Sudah lama tak kunjung hujan
Udara panas menyayat batin
Hingga masuk dalam rongga kehidupan

Hari petani kerja
Wajah petani semangat dipagi buta
Cangkul ditangan siap menghantam ladang
Meniti harapan menyambung nafas esok tiba

Kabar petani sawah
Menunggu nyanyian alam berpesta

DO'A MALAM DI UJUNG SHUBUH

by: Khoirul Taqwim

Do'aku lirih dimalam buta
Suara angin sayup-sayup mengiringi bisikan hatiku
Kuhembuskan kalimat suci sebagai rasa puja-pujiku
Kutadahkan tanganku dilangit
Sebagai simbol baktiku atas kekuasaannya
Tak terasa hati gemetar
Saat kalimat suci ditangan
Kubaca perkata
Menggigil seluruh tubuhku
Ingatkan betapa kecilku
Dihadapan sang ILahi

Takbir dari mulutku mulai melantun
Isakan suara hatiku kambuh dimalam menjelang pagi
Air mata tak terasa iringi langkah menuju pagi
Suara adzan shubuh terdengar nyaring
Kuterperanjat
Kuharus lekas sujud
Sebab hari sudah shubuh
Lima waktu telah tiba
Menjemput langkah penyucian dalam jiwa rasa

PUTUS CINTA

Oleh: Khoirul Taqwim

Rasa hati sakit melilit
Saat tertulis kata putus dalam kertas
Hati menyayat pilu
Saat kubaca kata perkata
Seketika Mata memerah
Hati robek tak terkira

Cinta putus
Buat air mata mengalir banjir
Sedih selimuti hari yang tak menentu
Kusesalkan bukan putus cinta
Tetapi kenapa harus ada cinta
Itu sesal terdalam
Hingga masuk dalam jantung penuh durian

Rasa putus
Merasuk sanubari dalam
Kapan obat kan datang
Pertanyaan yang tak pernah terjawab tuntas
Sebab sisa-sisa derita putus masih berlanjut
Saat ini dan besok lusa tak ada akhir rasa

Putus cinta
Tak ada dalam kamus
Putus hubungan bercinta
Itu sering ada dalam nyata