Showing posts with label Penurunan Persamaan. Show all posts
Showing posts with label Penurunan Persamaan. Show all posts

Thursday, 24 May 2018

Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

dhkl =
- jarak interplanar diantara bidang (hkl) berturut-turut
- jarak antara titik asal dan bidang (hkl) terdekat



 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

dhkl dari kristal dengan sumbu orthogonal (α = β = r = 90°)
Orthogonal menunjukkan bahwa 2 vektor saling tegak lurus satu sama lain (dalam hal ini 3 vektor yaitu x,y,z)

 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

kebalikan atau reciprocal dari titik potong hkl adalah bidang xyz

Titik potong di titik A adalah h, sehingga OA bernilai a/h dengan a adalah besar vektor OA
Titik potong di titik B adalah k, sehingga OB bernilai b/h dengan b adalah besar vektor OB
Titik potong di titik C adalah l, sehingga OC bernilai c/h dengan c adalah besar vektor OC

 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

Untuk pembuktian variasi aturan cosinus dapat dilihat disini


dhkl pada kubus (a=b=c)
 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

dhkl pada tetragonal (a=b≠c)
 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

dhkl pada orthorhombic (a≠b≠c)
 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal

2d sin θ = n λ
keterangan : 
d = dhkl = jarak antar bidang atau celah (m)
n = 1,2,3, ..... = menunjukkan orde pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya ...
λ = panjang gelombang (m)
θ = sudut sinar datang atau sudut sinar pantul (hamburan/ difraksi)

dapat disubstitusikan ke persamaan dhkl, misalnya dhkl pada kubus :
 vektor saling tegak lurus satu sama lain  Penurunan Persamaan d(hkl) pada kristal




Sumber https://www.hajarfisika.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 22 May 2018

Penurunan Persamaan Hukum Bragg

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

www.IndoINT.com
Penurunan Persamaan Hukum Bragg


Hukum bragg adalah sebuah hukum yang diciptakan oleh seorang ilmuwan inggris bernama Sir W.H Bragg dan anaknya Sir W.L. Bragg pada tahun 1913, yang mendeteksi bahwa terjadinya difraksi Sinar-X pada susunan sebuah kristal

 Hukum bragg adalah sebuah hukum yang diciptakan oleh seorang ilmuwan inggris bernama Penurunan Persamaan Hukum Bragg

Bragg mendapatkan penghargaan nobel pada bidang fisika pada tahun 1915 karena kerjanya dalam menentukan struktur kristal, dimulai dari NaCl, ZnS, dan diamond. Meskipun Hukum Bragg hanya digunakan untuk menjelaskan pola interferensi dari hamburan Sinar-X pada kristal, difraksi ini telah dikembangkan untuk mempelajari struktur semua keadaan materi dengan beberapa sinar seperti ion-ion, elektron, neutron dan proton, dengan panjang gelombang yang sama dengan jarak antara atom atau struktur molekul pada materi

Catatan : 
Salah satu ciri-ciri kristal adalah susunan atomnya teratur
Lawannya adalah amorf, susunan atomnya tidak teratur

Perhatikan ilustrasi dibawah ini !
Sebuah kristal ditembakkan oleh 2 sinar yang sudut datangnya sama dengan sudut pantulnya yaitu θ
Sinar datang yang paling atas akan menumbuk titik Z dan kemudian sinar dipantulkan
Begitu juga dengan sinar datang yang paling bawah akan menumbuk titik C, tetapi dengan tambahan jarak AC + CB (karena jarak tempuh sinar atas = jarak tempuh sinar bawah, jarak yang sama ditunjukkan oleh batas ZA = ZB)
Jarak tambahan ini haruslah sama dengan sebuah integral (penjumlahan) n dikalikan Î» agar kedua fasa sinar menjadi tetap sama :
n λ = AC + CB ..........(1)

 Hukum bragg adalah sebuah hukum yang diciptakan oleh seorang ilmuwan inggris bernama Penurunan Persamaan Hukum Bragg

Demikian didapatkan Persamaan Hukum Bragg (kotak merah), dengan : 
d = jarak antar bidang atau celah (m)
n = 1,2,3, ..... = menunjukkan orde pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya ...
λ = panjang gelombang (m)
θ = sudut sinar datang atau sudut sinar pantul (hamburan/ difraksi)

Untuk penentuan dhkl pada kristal dapat dilihat di Penurunan Persamaan dhkl pada kristal




Sumber https://www.hajarfisika.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.