Showing posts with label Media Pembelajaran Geografi. Show all posts
Showing posts with label Media Pembelajaran Geografi. Show all posts

Wednesday, 8 February 2017

Membuat Peta Berdasarkan Hasil Pengukuran Jarak dan Arah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pada umumnya, peta dibuat berdasarkan hasil interpretasi citra, pengukuran di lapangan, atau keduanya. Citra adalah jiasil perekaman gambar muka bumi Secara umum, terdapat dua jenis citra yaitu citra foto (foto udara) dan citra satelit. Peta dapat dibuat dengan mengidentifikasi ataupun menginterpretasi data yang ada pada citra.

Kemudian, data tersebut diubah ke dalam bentuk gambar menjadi sebuah peta.

Peta juga dapat dibuat berdasarkan hasil pengukuran di lapangan. Pengukuran itu biasanya dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang canggih, seperti theodolite dan Global Positioning System GPS. Alat-alat tersebut umumnya digunakan untuk pemetaan yang rumit dan mencakup wilayah yang luas. Sayangnya, harga peralatan tersebut cukup mahal dan untuk menggunakannya diperlukan keterampilan khusus. Walaupun demikian, peta dapat juga dibuat menggunakan alat bantu sederhana yang terdiri atas pita ukur dan kompas.

Prinsip keija pita ukur dan kompas hampir sama dengan alat-alat canggih tadi, yaitu untuk menentukan arah dan jarak. Pada bagian ini, kita akan mempelajari cara membuat peta dengan menggunakan pita ukur dan kompas. Sebelumnya, kita perlu mengenali alat-alatnya terlebih dahulu.

Pita ukur merupakan peralatan sederhana yang digunakan untuk mengukur jarak tempat.

Umumnya, panjang pita ukur bisa mencapai 20 meter. Satuan ukuran yang digunakan oleh pita ukur umumnya adalah cm dan inci.
 peta dibuat berdasarkan hasil interpretasi citra Membuat Peta Berdasarkan Hasil Pengukuran Jarak dan Arah
3 Macam arah pada kompas

Kompas merupakan alat penentu arah yang sangat sederhana. Kompas terdiri atas beberapa bagian, yaitu jarum kompas, piringan derajat, skala piringan derajat, dan rumah kompas. Prinsip kerja kompas dalam menentukan arah mengikuti hukum dasar magnet. Hukum tersebut menyatakan bahwa dua kutub magnet yang sama bila didekatkan akan tolak menolak. Sebaliknya, jika dua kutub magnet yang berbeda didekatkan akan tarik menarik.

Jarum kompas adalah bagian terpenting dari kompas. Jarum kompas terbuat dari magnet. Akibatnya, jarum kompas dipengaruhi oleh medan magnet. Karena itu, dalam penggunaannya, agar menghasilkan pengukuran yang tepat, kompas harus dijauhkan dari magnet ataupun benda-benda bermagnet. Jarum kompas juga periu dijaga agar tidak berkarat.

Piringan derajat adalah piringan berbentuk iingkaran (mempunyai sudut 360 derajat) yang terletak di bawah jarum kompas. Pada piringan ini digambarkan skala piringan derajat. Skala piringan derajat adalah pembagian piringan ke dalam derajat-derajat. Pada umumnya, skala pembagian derajat pada kompas ada dua jenis. Ada yang membaginya dari 0 sampai 360 derajat. Ada pula yang membaginya menjadi 2 x (0 sampai 180) derajat. Cara membaca skala derajat ini dimulai dari arah utara magnetis searah dengan perputaran jarum jam.

Rumah kompas adalah wadah bagi semua bagian-bagian kompas. Selain jarum dan piringan derajat, bagian dalam rumah kompas juga diisi dengan minyak bening sebagai tempat jarum kompas mengapung. Minyak bening ini juga berfungsi untuk menjaga agar jarum tidak berkarat. Selain itu, serta melindungi kompas terhadap suhu antara -4° sampai 50°C. Dengan demikian, kompas dapat bekerja normal. Gambar: disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 30 September 2016

Miniatur Belajar Geografi 3 Dimensi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Guys, belajar geografi tentunya sangat membosankan dan bikin ngantuk jika hanya mendengarkan ceramah, baca buku yang hitam putih ga ada warnanya atau cuma ngerjain latihan teori saja. Geografi adalah pembelajaran tentang bagaimana cara memahami sebuah fenomena di permukaan bumi. Tentu saja idealnya adalah siswa langsung terjun ke lapangan untuk melihat fenomena tersebut (kontekstual). Tapi tentu tidak bisa kita selalu terjun ke lapangan melihat gejala tersebut.
 belajar geografi tentunya sangat membosankan dan bikin ngantuk jika hanya mendengarkan ce Miniatur Belajar Geografi 3 Dimensi
Contoh Peta Topografi 3D,pic:https://s-media-cache-ak0.pinimg.com
Salah satu alternatif cara untuk membawa fenomena tersebut ke kelas adalah dengan membuat miniatur fenomena tersebut seperti gunung api, sungai atau lainnya. Selama hampir 6 tahun menjadi guru geografi saya belajar mencari cara bagaimana membuat kelas geografi semakin menarik, berwarna dan tidak membosankan. Dan salah satu caranya adalah dengan membuat anak aktif membuat sesuatu. 

Kita bisa mengkombinasikan keterampilan kerajinan tangan dengan materi geografi. Banyak sekali web luar negeri yang menyediakan template 3D geografi secara gratis. Kita hanya download saja, lalu print di kertas karton dan serahkan pada siswa untuk merangkai dan berdiskusi tentang fenomena tersebut. Berikut ini contoh model 3D geografi tentang volcano dan longsor yang saya dapat dari googling di internet. Bagi rekan guru lain yang punya ide tentang belajar geografi kreatif, bisa memberikan sarannya di bawah untuk kemajuan pembelajaran geografi di sekolah. Baca juga: Cara Membuat Morfologi Sungai Dari Kardus Bekas

Sumber: 3dgeography 

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.