Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Sunday, 16 September 2018

Tafsir Al-Qur'an Online Bahasa Indonesia Lengkap

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

- Al-Qur'an merupakan kitab suci umat muslim diseluruh dunia. Kita suci ini menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalankan kehidupan di dunia agar tetap dalam Jalan Allah SWT yang tentunya menuntun kita untuk kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini.

Seperti yang kita ketahui, bahwasanya Kitab Suci Al-Qur'an menggunakan bahasa arab, sehingga banyak diantara kita bisa membaca Al-Qur'an namun tidak mengetahui dan memahami seluruh arti atau tafsir dari Al-Qur'an. Padahal, jika kita membaca Al-Qur'an dengan mengetahui dan memahami maknanya (tafsirnya) tentu hal ini sangat bagus untuk kita semua.

Nah, untuk mempelajari Tafsir Al-Qur'an tidaklah susah. Kita dapat mempelajarinya dengan memiliki Al-Qur'an yang dilengkapi dengan tarsifrannya secara lengkap. Seiring perkembangan zaman, Tafsir Al-Qur'an tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi saat ini juga tersedia dalam digital online. Ya, Tafsir Al-Qur'an Online Bahasa Indonesia kini lebih memudahkan kita untuk mempelajarinya. Namun yang paling penting dan ini merupakan saran dari kami yaitu ketika kita mempelajari tafsir Al-Qur'an tentu harus didampingi oleh seorang kyai, seorang ustadz dan/atau orang-orang yang paham ilmu agama islam. Hal ini dilakukan agar kita tidak menafsirkan Al-Qur'an secara kontekstual, tetapi justru kita akan memahami lebih dalam tentang tafsir Al-Qur'an tersebut.


Salah satu Tafsir Al-Qur'an Online Bahasa Indonesia yang rekomended adalah TafsirWeb.com. Yaitu sebuah website yang menyajikan kumpulan tafsir Al-Qur'an 30 Juz Lengkap Bahasa Indonesia yang diambil dari sumber-sumber tafsir terpercaya dan kitab-kitab para ulama populer. Beberapa referensi dari tafsirweb.com yaitu:
  1. Tafsir Ibnu Katsir karya Imam Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas oleh Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al., wafat 1427 H
  2. Tafsir al-Muyassar karya sekumpulan ulama di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih Alu Syaikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Saudi Arabia sejak tahun 1420 H sampai dengan tahun 1436 H.
  3. Tafsir as-Sa’di karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di, pakar tafsir Saudi Arabia, wafat 1376 H. Kitab ini sering dikaji di Masjid Nabawi.
  4. Tafsir al-Aisar karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pakar tafsir Kota Madinah, pengajar di Masjid Nabawi, wafat 1439 H.
  5. Tafsir Juz ‘Amma karya Syaikh Prof. Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan, anggota Komite Fatwa Majelis

Jika teman-teman ingin mengetahuinya secara detail dan mempelajari Tafsir-tafsir Al-Quran Bahasa Indonesia secara Online, silakan langsung saja kunjungi tafsirweb.com. Namun kami tetap tegaskan, untuk memaksimalkan hasil pembelajaran khususnya dalam belajar tafsir Al-Qur'an kiranya tetap didampingi oleh seorang ahli agama islam, seperti kyai dan/atau seorang ustadz/ustadzah. Demikian yang dapat kami share pada kesempatan ini, semoga bermanfaat.



Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 7 August 2018

Bahaya Dunia Akhirat bagi Orang yang Memutus Tali Sailturahmi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Menjalin dan menjaga tali silaturahmi itu sangat penting, bahkan semua agama di muka bumi ini sangat menganjurkan untuk silaturahmi. Karena banyak sekali manfaat yang di dapatkan ketika kita saling menjalin silaturrahmi.

Dalam agama islam, salah satu hikmah keutamaan bagi orang-orang yang menjaga dan menjalin tali silaturahmi yaitu akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Hal ini sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya:
Barang siapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, lantas bagaimana pandangan islam mengenai orang-orang yang memutus tali silaturahmi?

Ternyata, memutus tali silaturahmi sangat tidak dianjurkan, karena ini sangat merugikan diri sendiri (berbahaya). Siapa saja yang memutus silaturahmi akan merugi (bahaya) di dunia dan bahaya di akhirat. Bahaya atau kerugian di dunia yang akan dialami oleh orang-orang yang memutus tali sailaturahmi yaitu, Allah SWT tidak akan menerima amal ibadahnya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad berikut ini:
إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ
Artinya : “Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi” (HR Ahmad)
Naudzubillah mindaalik, apabila ibadah kita hanya sia-sia belaka. Seperti kita ketahui, bahwa amal ibadah yang kita lakukan selama hidup di dunia ini adalah untuk bekal di akhirat nanti. Tapi apalah artinya jika amal ibadah ditolak oleh Allah SWT hanya gara-gara memutus tali silaturahmi. Maka dari itu, marilah kita selalu menjaga dan menjalin tali silaturahmi.

Selain itu, memutus tali silaturahmi juga dapat memutus Rahmat Allah SWT. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat muslim berikut ini:
لاَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ
Artinya :
“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi” (HR Muslim)
Naudzubillah Tsumma Naudzubillah. Padahal, kita semua tentu setiap saat menginginkan Rahmat dari Allah SWT dalam mengarungi kehidupan di dunia ini agar selalu dalam lindungan-Nya baik di dunia maupun di akhirat.

Dan lebih berbahaya lagi, bagi orang-orang yang memutus tali silaturahmi kelak di akhirat tidak akan masuk surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini :
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Artinya :
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari beberapa hadits diatas, dapat kita simpulkan bahwa memutus tali silaturahmi dapat menyebabkan amal ibadah tidak diterima, menjadi sebab terputusnya Rahmat Allah SWT serta menjadi penyebab tidak masuk surga. Sungguh ini sangat merugikan (berbahaya) bagi setiap diri manusia, baik ketika masih di dunia maupun kelak di akhirat. Wallahu A'lam.

Pelajari juga: Hadtis Tentang Silaturahmi Lengkap

Sekali lagi kami mengingatkan, jangan sekali-kali kita memutus tali silaturahmi. Ayo kita rajut dan jalin silaturahmi antar sesama. Insya Allah banyak keberkahan yang akan kita rasakan. Demikian yang dapat kami share pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 29 April 2018

Malam Nisfu Sya'ban: Membaca Yasin 3 Kali

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

- Malam nisfu sya'ban 2018 jatuh tanggal berapa? Inya Allah malam nisfu sya'ban tahun ini jatuh pada tanggal 30 April 2018 atau Hari senin Malem Selasa - 1 Mei 2018.

Ketika datang malam nisfu sya'ban, biasanya kita membaca surat yasin sebanyak 3x (tiga kali) yang dilakukan secara berjama'ah dimasjid atau mushola selepas shalat magrib. Tapi mungkin tidak semua umat muslim mengamalkan membaca surat yasin 3 kali dimalam nisfu sya'ban. Alhamdulillah penulis sendiri termasuk yang mengamalkan baca yasin 3x ketika malam nisfu sya'ban.

Ilustrasi: Membaca Surat Yasin

Uniknya, setiap 1 kali baca yasin kita berdoa dengan permohonan yang berbeda-beda. Diantanya adalah :
  1. Pertama, Mohon Panjang Umur
    Setelah selesai membaca Surat Yasin yang pertama, maka kita berdoa kepada Allah SWT agar diberi umur panjang untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
    Silakan Pelajari : Bacaan Doa Mohon Panjang Umur dan Sehat Selalu
  2. Kedua, Mohon Dijaga dari Bala' (Penyakit) dan mohon Dikabulkan segala Hajatnya
    Setelah selesai berdoa pada pembacaan surat yasin yang pertama, kemudian dilanjutkan membaca surat yasin yang kedua sampai selesai dan kembali berdoa. Pada doa yang kedua ini memohon kepada Allah SWT agar kita semua dijaga dan dijauhkan dari macam bala' atau penyakit.
    Silakan pelajari : Bacaan Doa Mohon Agar Terhindar dari Bahaya
    selain itu, kita juga berdoa kepada Allah SWT agar dikabulkan segala hajat kita. Silakan pelajari : Lafadz Doa Agar Dikabulkan Maksud dan Keinginan (Hajat) Kita
  3. Ketiga, Memohon kekayaan hati kepada Allah serta husnul Khotimah.
    Pada bacaan yasin yang terakhir (ketiga) setelah selesai membacanya kita berdoa kepada Allah SWT dengan memohon agar diberi kekayaan hati serta khusnul khotimah. Silakan pelajari : Bacaan Doa Khusnul Khotimah

Setelah membaca surat yasin 3x, kemudian dilanjutkan membaca doa. Berikut bacaannya.

Doa Nisfu Sya'ban

اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَ اَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ . اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اِقْتَارَ رِزْقِي وَ اَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ اْلحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ. اِلهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَ مَا لا اَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . اَمِيْنَ
Artinya :
Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisiMu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrahMu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisimu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sunguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.” Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin.

Dilansir ngaji.web.id, dasar hukum amaliyah diatas merupakan hasil ijtihad para ulama.
وَأَمَّا قِرَاءَةُ سُوْرَةِ يس لَيْلَتَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَالدُعَاءِ الْمَشْهُوْرِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضِ أهْلِ الصَّلاَحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ الْبُوْنِى وَلَا بَأْسَ بِمِثْلِ ذَلِكَ
Artinya :
“Pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk”.
(Asná al-Mathálib, 234)

(وَمِنْ خَوَاصِ سُوْرَةِ يس) كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ أنْ تَقْرَأَهَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ الأُوْلَى بِنِيَّةِ طُوْلِ اْلعُمْرِ وَالثَّانِيَةُ بِنيَّةِ دَفْعِ الْبَلاَءِ وَالثَّالِثَةُ بِنِيَّةِ اْلإسْتِغْنَاءِ عَنِ النَّاسِ.
Artinya :
“Diantara keistimewaan surat Yasin, sebagaimana menurut sebagian para Ulama, adalah dibaca pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak 3 kali. Yang pertama dengan niat meminta panjang umur, kedua niat terhindar dari bencana dan ketiga niat agar tidak bergantung kepada orang lain”.
(Fathu al-Malik al-Majíd, 19)

(مَسْئَلَةٌ) حَدِيْثُ يس لِمَا قُرِئَتْ لَهُ لاَ أَصْلَ لَهُ وَلَمْ أَرَ مَنْ عَبَّرَ بِأَنَّهُ مَوْضُوْعٌ فَيَحْتَمِلُ أنَهُ لاَ أصْلَ لَهُ فِى الصِّحَّةِ وَالَّذِىْ أعْتَقِدُهُ جَوَازُ رِوَايَتِهِ بِصِيْغَةِ التَّمْرِيْضِ نَحْوُ بَلَغَنَا كَمَا يَفْعَلُهُ أصْحَابُ الشَّيْخِ اِسْمَعيِلَ اْلَجْبَرِتى اهـ.
Artinya :
“Hadits yang berbunyi “Surat Yasin dapat dibaca sesuai dengan niat tujuannya” merupakan hadits yang tidak ada dasarnya, tetapi saya tidak menemui ulama yang mengatakannya sebagai hadits palsu. Bisa jadi yang dimaksud adalah hadits tersebut tidak shahih. Saya meyakini bahwa boleh meriwayatkan hadits tersebut dengan redaksi riwayat yang tidak tegas, seperti telah sampai pada kami sebagaimana yang dilakukan oleh murid-murid Syeikh Ismail Al Jabraty dari Yaman.”
(Talkhísh Fatáwá Ibnu Ziyád, 301)

Selain membaca surat yasin pada malam nisfu sya'ban, kita juga dianjurkan puasa sunnah di bulan sya'ban. Beberapa hikmah puasa sunnah bulan sya'ban ini, teman-teman bisa pelajari pada artikel kami yang berjudul "Hikmah Puasa Sunah Bulan Sya'ban"

Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 3 October 2017

Kisah Wanita Mustajab, Doanya Langsung Didengar Allah dan Para Malaikat Hingga Langit Ketujuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Berdoa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara terbaik untuk kita mendekatkan diri kepada Sang Kholik, serta jalan kita memohon kepada Allah agar hajat kita terkabulkan. Tentu kita semua berharap doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT segera terkabul, tapi ternyata tidak semua doa-doa hambaNya langsung dikabulkan oleh Allah SWT.

Lain halnya dengan wanita yang luar biasa berikut ini, doa beliau seketika didengar Allah SWT dan para Malaikat. Kisah tentang kemulian seorang wanita pernah dikisahkan semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Salah seorang wanita dengan tingkat keimanan tinggi datang menemui Nabi. Ia menghadapi suatu kondisi yang mengharuskannya mendapatkan pencerahan.

Namun ternyata, kala itu Nabi belum bisa menjawab karena belum ada wahyu yang diturunkan Allah terkait hal tersebut. Namun, ini tak lantas membuat si wanita menyerah. Ia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberi jalan keluar atas permasalahan hidupnya.

Ternyata doa ini langsung diijabah Allah. Seketika Nabi menerima wahyu Surat Al-Mujadalah sehingga bisa menjawab permasalahan wanita tersebut. Siapa dia sebenarnya? Mengapa doanya dapat menembus langit ke tujuh dengan demikian cepat?

Nama lengkap wanita ini adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf. Ia merupakan istri dari Aus bin Shamit bin Qais dan dari pernikahan mereka lahir seorang putra yang diberi nama Rabi’.

Kisah saat doanya yang mampu menembus langit ini bermula ketika terjadi permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dalam kondisi marah, sang suami kemudian mengeluarkan kalimat yang membuatnya merasa cemas dan perlu memperjelasnya kepada Nabi.

Kalimat yang dilontarkan suaminya tersebut adalah “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku”. Meski setelah itu suaminya berlalu pergi bersama sahabat-sahabatnya, namun tidak serta merta membuat Khaulah melupakan perkataan tersebut begitu saja.

Baginya perkataan tersebut seperti talak dari sang suami kepada dirinya. Sepulangnya dari berkumpul dari sahabatnya, sang suami kemudian menginginkan hubungan suami istri dengan Khaulah.

Namun, Khaulah menolak karena perasaannya yang begitu tidak bisa menerima atas ucapan Aus sang suami. Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”

Setelah peristiwa tersebut, Khaulah kemudian menemui Rasulullah SAW. Ia pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang Nabi. Ia berharap Nabi memberikan pencerahan terhadap apa yang sudah dialami. Namun, Ia harus kecewa, pasalnya pada masa itu, belum ada kejadian yang dihadapi umat dan baru Khaulah yang mengalaminya. Sehingga belum turun firman Allah yang menjelaskan tentang hal ini.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut … aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Ini artinya, hubungan mereka sudah tidak diperbolehkan lagi. Namun, hati kecil Khaulah pun masih bergejolak, mengingat jika Ia berpisah dengan sang suami, maka akan sulit baginya menghidupi diri dan anaknya Rabi’. Namun Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya.”

Setelah peristiwa ini, wanita tersebut terus berdoa memohon kepada Allah agar memberi petunjuk terkait permasalahannya. Kedua matanya meneteskan air mata dan perasaan menyesal. Tiada henti-hentinya Ia berdoa ini berdo’a yang kemudian dikabulkan Allah.

“Yaa Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku.”.

Ternyata doa ini dihijabah Allah. Rasulullah SAW seketika pingsan seperti biasa saat menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sadar kembali, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu, kemudian beliau membaca firman QS. Al-Mujadalah: 1-4, yang artinya:
Orang-orang yang menzhihar (menganggap isterinya sebagai ibunya, atau menyamakan istrinya dengan ibunya sebagaimana ucapan Aus di alinea kedua di atas, Red) isterinya di antara kamu padahal tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.
Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih. (QS. Al-Mujadilah : 1-4)

Setelah turun ayat ini, barulah Rasulullah SAW bisa menjelaskan perihal permasalahan yang dihadapi Khaulah. Baginda Rasulullah SAW kemudian menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:

Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya (suami Khaulah) untuk memerdekakan seorang budak!”

Khaulah: “Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.”

Nabi SAW: “Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut.”

Khaulah: “Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.”

Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin.”

Khaulah: “Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.”

Nabi SAW: “Aku bantu dengan separuhnya.”

Khaulah: “Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.”

Nabi SAW: “Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaullah dengan anak pamanmu itu secara baik.”

Itulah Kisah Khaulah Bin Tsa'labah, Wanita Mustajabah Doanya Langsung Didengar Allah dan Para Malaikat Hingga Langit Ketujuh. Semoga kisah ini mampu menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam beribadah. Amin. Wanita diciptakan dengan ribuan kemuliaan. Saking mulianya, Allah memerintahkan kita untuk senantiasa mendahulukan wanita daripada yang lain. Bahkan, pernah disebutkan jika doa kaum wanita bisa terdengar hingga lapis langit ke-7.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 14 September 2017

Subhanallah! Inilah Sangat Istimewanya Istri yang Shalehah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Istri Sholehah adalah sebaik-baiknya kenikmatan dunia, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah perempuan (istri yang shalihah),” (HR. Muslim dan Ahmad).

Maka tidak heran jika semua laki-laki menginginkan istrinya shalehah, bahkan perempuan itu sendiri juga ingin menjadi istri yang sholehah. Mengenai bagaimana menjadi istri yang shalehah, teman-teman bisa pelajari artikel kami yang berjudul "10 Tips dan Cara Agar Menjadi Istri yang Shalihah"

Lantas, apa sajakah keistimewaan menjadi istri yang sholehah atau memiliki istri yang sholehah? Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasannya berikut ini sebagaimana dilansir dari laman Republika Online.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa putera Abu Tholhah sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar, lalu puteranya tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh puteraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan kabar meninggalnya puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Tholhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang hal itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.”

Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dg meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan Abdullah. (HR Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).

Apa mutiara hikmah yang bisa kita petik dari hadits di atas? Banyak sekali, yang intinya adalah menunjukkan keistimewaan wanita salehah. Istri salehah sangat kuat aqidahnya sehingga tidak rapuh cengeng walau anak kesayangan wafat.

Istri salehah itu "muthiiah", taatnya pada suaminya karena Allah sangat sangat mengagumkan.

Istri salehah itu tidak mudah berkeluh kesah dari hal yang kecil kecil sampai peristiwa wafat sekalipun.

Istri salehah berbuat terbaik dan terindah untuk membahagiakan suaminya. Mungkin tidak terbayangkan, anak meninggal namun ia masih bisa berdandan tau berhias untuk melayani suaminya.

Istri salehah itu pantang menjadi beban suaminya, dari sekedar berkata, keluh kesah apalagi sampai sikap yang tidak menyenangkan.

Istri salehah itu "afiifah", perawat terbaik bentuk tubuhnya dan pesolek yang hebat.

Istri salehah "gholimah" pelayan dan penggoda hebat suaminya, bahkan aktif menawarkan diri terkebih dulu dengan rayuan dan pakaiannya.

Istri salehah itu koki, juru masak yang pintar untuk suami.

Istri salehah itu berjihad dengan menyembunyikan lelah diri di hadapan suaminya.

Istri salehah sangat tahu persis hak kewajiban dirinya kepada suaminya tercinta fillah.

Istri salelah itu "muskinah", penenang jiwa, pelipur lara dan pembangkit semangat suami berjuang di jalan Allah.

Allhahumma ya Allah berkahi kami dengan suami ayah iman teladan dalam ketakwaan, para istri yang semua para bidadari salehah, dan anak cucu keturunan saleh salehah. Aamiin.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan teman-teman bisa share artikel ini orang-orang yang dicintai, agar mereka juga mengerti tentang keistimewaan istri sholehah. Semoga bermanfaat.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 24 August 2017

Astaghfirullah! 3 Tanda Sakaratul Maut ini Sangat Mengerikan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

- Kematian adalah kejadian yang pasti tidak ingin dialami oleh manusia. Namun Allah SWT telah menjanjikan bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Lamanya seseorang menuju kematian bervariasi. Namun ada satu momen menyakitkan yang disebut sakaratul maut yang pasti dirasakan sama oleh semua orang. Sakaratul maut disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pengalaman yang sangat menyakitkan. Menurut sebuah hadis, sakitnya sakaratul maut itu sama seperti tusukan tiga ratus pedang.

Berikut adalah beberapa tanda kematian atau sakaratul maut secara medis, seperti dilansir dari laman dream. Yang pertama adalah yang paling umum terjadi di mana pasien akan mengalami kesulitan menelan ludah dan makanan.

Istilah dalam dunia medis untuk kasus ini disebut dengan death rattle (derik kematian). Saat mengalami sakaratul maut seperti ini, pasien mengeluarkan suara menakutkan seperti orang yang sedang mengorok.

Suara Mengorok

Fenomena ini disebabkan telah hilangnya kemampuan seseorang yang sedang sekarat untuk menelan cairan atau makanan yang akhirnya terkumpul di dalam tenggorokan dan dada bagian atas. Akibatnya, pasien akan mengalami kesulitan untuk bernapas. Biasanya, jarak antara saat mengalami death rattle dengan waktu kematian adalah sekitar 16 jam atau kurang.

Normalnya, lidah terangkat ke atas saat orang menelan ludah dan makanan. Katup tenggorok tertutup untuk mencegah bahan apapun masuk saluran pernafasan. Namun pada orang yang ajalnya telah dekat, lidah gagal mendorong ludah ke belakang.

Sebenarnya, suara mengorok ini adalah gejala normal bagi orang yang sudah mendekati ajal. Meski terdengar menakutkan, dunia medis menyebut pasien yang sakaratul maut seperti ini tidak merasakan sakit. Penyedotan, pemberian obat anti nyeri dan anti-kecemasan biasanya diberikan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada pasien.

Sulit Bernapas

Sakaratul maut yang kedua adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Gejala kematian ini terasa menyakitkan bagi orang yang mendekati ajal. Namun anehnya dokter akan memberikan opiat berupa morfin untuk meredakan sesak napas yang dialami pasien. Mengapa orang sesak napas malah diberikan morfin?

Pada orang yang akan mati, kesulitan bernapas terjadi karena tidak sinkronnya kemauan otak untuk mendapatkan akan udara dengan kemampuan paru-paru dalam menyediakannya. Sementara obat bisa meredakan karena mampu membuat otak 'merasa kenyang' dengan udara yang dibutuhkan tubuh.

Alami Pergolakan

Sakaratul maut yang ketiga adalah ketika si calon mayat tiba-tiba mengalami pergolakan (agitasi) akhir. Pernah melihat seseorang yang akan meninggal tiba-tiba marah-marah atau menangis tersedu-sedu? Mereka ingin pulang dan tidak betah di tempat tidur? Itulah gejala kematian yang ketiga.

Penyebab fisik dari pergolakan akhir ini bisa berupa retensi urin, napas pendek, rasa sakit, atau metabolisme yang tidak normal. Dokter biasanya punya obat untuk menguranginya. Meskipun demikian, agak sulit untuk mengabaikan peran non fisik dan spiritual.

Sebagian orang percaya, pergolakan akhir jelang kematian adalah respons eksistensial dari mereka yang sakaratul maut. Saat lahir, manusia menangis dengan keras. Sehingga ketika meninggal pun manusia akan melakukan hal yang sama.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 17 May 2017

3 Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajjud

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Sholat tahajud memang perlu diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena banyak sekali Fadhillah dan Keutamaan Sholat Tahajjud. Lantas, Adakah waktu terbaik untuk menjalankan sholat tahajud?.

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan dalam Al-quran dan Sunnah, menunjukkan bahwa ada beberapa waktu yang terbaik untuk sholat tahajud. Di malam hari setelah tidur dan bangun kembali dari tempat tidur merupakan tanda mulainya atau mengerjakan sholat tahajud. Bahkan dari waktu-waktu malam tersebut, ada  jam-jam tertentu yang paling utama untuk menjalankan sholat tahajud ini. Sehingga selain kita melakukan shalat tahajud dengan istiqomah, penuh keikhlasan, serta ke-khusyu’an, alangkah baiknya jika kita memilih waktu yang lebih utama dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut.

Allah SWT berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Artinya :
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji". (QS. Al-Israa' : 79)

Berikut adalah beberapa runtutan waktu-waktu pilihan terbaik yang bisa kita terapkan untuk menjalankan sholat tahajud.

Sholat Tahajjud di Sepertiga Malam Yang Pertama

Sholat tahajud bisa dikerjakan pada waktu sepertiga malam yang pertama, dan waktu tersebut juga termasuk salah satu waktu yang utama, yakni setelah sholat Isya’ sampai pukul 10.00 malam, dan harus tidur terlebih dahulu walaupun sejenak. Sehingga pada waktu-waktu tersebut, kita bisa menjalankan sholat tahajud sedikitnya dua rakaat. Untuk batasan mengenai banyaknya rakaat menjalankan sholat tahajud juga tidak terbatas. Dan lebih baik dalam menjalankan sholat tahajud, hendaknya dibarengi dengan ke-istiqomahan. Agar semua fadhilah yang terdapat di dalamnya mampu kita raih, dan menjadikan hidup bisa lebih berkah di dunia dan akhirat.

(Pelajari juga: Bacaan Niat Sholat TAhajud Bahasa Arab, Latin Lengkap dengan Artinya)

Sholat Tahajjud di Sepertiga Malam Yang Kedua

Yang lebih utama lagi yakni menjalankan sholat tahajud pada sepertiga malam yang kedua, Yaitu antara pukul 10.00 malam hingga 01.00 dini hari. Di mana sholat tahajud di waktu tersebut dengan terlebih dahulu tidur sejenak, memang sudah sepatutnya kita terapkan.  Dan biasanya bagi kebanyakan orang memang sedikit terasa kesulitan untuk bangun di jam-jam tersebut. Namun menghiasi waktu-waktu tersebut dengan ibadah sholat malam, maka banyak fadhilah dan keistimewaan besar yang akan didapatkan.

Sholat Tahajjud di Sepertiga Malam Yang Terakhir

Menjalankan sholat sunnah tahajud pada sepertiga malam yang terakhir memang merupakan waktu yang paling utama. Yang mana waktu tersebut terletak antara jam 01.00  dini hari sampai dengan sebelum masuk waktu subuh. Oleh sebab itu waktu sepertiga malam yang terakhir itulah, yang mana biasa disebut-sebut dalam Al-quran dan Sunnah  sebagai waktu paling afdhal untuk mengerjakan ibadah sunnah di malam hari. Terlebih lagi dalam menjalankan sholat tahajud.

Hal demikian memang berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim. Yang mana di dalam hadits tersebut menjelaskan :

“Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, “ Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang ia minta?, Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya?, Adakah hamba-Ku yang ber-istighfar sehingga Aku ampuni dosanya? ”.

Oleh sebab itu, Waktu sepertiga malam inilah yang menjadi waktu-waktu terbaik dan paling utama untuk mengerjakan ibadah sunnah sholat tahajud. Sehingga dengan cara memilih waktu yang paling utama ini, semoga seluruh fadhilah yang terdapat di dalamnya mampu untuk diraih dan menjadikan kualitas hidup lebih baik.

(Pelajari juga: Fadhillah dan Keutamaan Sholat Tahajjud)

Selain itu, menghiasi malam dengan sholat tahajud, akan bisa menghantarkan diri untuk selalu mendekat kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta alam semesta. Bahkan dengan menjalankan sholat tahajud ini juga dipenuhi dengan beragam fadhilah yang cukup luar biasa. Di mana dengan menerapkan ibadah Sunah Mu’akkad yang satu ini, tidak sedikit pula orang yang sudah menggapai keistimewaan yang terdapat di dalamnya.

(Pelajari juga: Lafad Doa Sholat Tahajjud Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya)

Misalnya diberikan oleh Allah sebuah jalan yang terang di dunia maupun di akhirat, Termasuk menjadi golongan orang-orang sholeh yang senantiasa dibersihkan jiwa mereka dari hal-hal buruk. Selain itu juga menjadi golongan yang selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Sang Ilahi, dan masih banyak sekali fadhilah yang akan didapatkan.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa terbangun di tengah malam untuk mengamalkan ibadah sunnah sholat tahajjud. Amin.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 15 December 2016

Banyak Berdzikir Meningkatkan Kecerdasan Otak?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Perbanyak dzikir merupakan salah satu cara kita untuk mengingat dan/atau mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga hati kita menjadi tenang, tentram dan damai. Selain itu, seseorang yang banyak berdzikir Insya Allah akan mendapatkan banyak pahala yang tentunya untuk bekal kelak di akhirat. Mudah-mudahan amal ibadah kita, baik amalan sholat, puasa, amal jariah serta dzikir kita diterima oleh Allah SWT. Amin.

Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya :
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan zikrullah, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah itu, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28)

Dan tentunya masih banyak lagi hikmah dan keutamaan berdzikir kepada Allah SWT. Maka dari itu, marilah kita semua memperbanyak dzikir agar hati selalu tenang dan tentram, minimal setelah selesai sholat fardhu atau sholat sunnah.
(Pelajari juga: Bacaan Wirid dan Dzikir setelah Sholat Fardhu/Sunah Lengkap)

Dari sedikit uraian diatas mungkin teman-teman sudah pada tahu sebelumnya. Akan tetapi jika berdzikir mampu mencerdaskan otak kita, ini sepertinya masih jarang yang pada tahu. Betul? Untuk mengetahui jawabannya, apakah berdzikir mampu mencerdaskan otak, silakan disimak penjelasannya berikut ini sebagaimana kami lansir dari laman islampos.com.

Otak hanyalah aktivitas-aktivitas bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu untuk memungkinkan ia bekerja dengan sempurna. Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain.

Semua aktivitas yang kita lakukan dan pemahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah dari aliran interaksi bio-listrik yang tidak terbatas. Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan satu aliran bio-listrik di wilayah saraf otak tersebut.

Bila zikir disebut berulang-ulang kali, aktivitas saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-listrik. Lama-kelamaan kelompok saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kelompok saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan.

Otak mulai memahami hal baru, melihat dari sudut perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan fit secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap subjek ini dimuat dalam majalah Scientific American, edisi Desember 1993. Satu penelitian yang dilakukan di Universitas Washington dan tes ini dilakukan melalui tes pemindaian PET yang mengukur kadar aktivitas otak manusia secara tidak sadar.

Dalam penelitian ini, sukarelawan diberikan satu daftar kata benda. Mereka diharuskan membaca setiap kata tersebut satu persatu dan menghubungkan kata-kata dengan kata kerja yang terkait. Ketika sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan aktivitas saraf, termasuk di bagian depan otak dan korteks.

Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi daftar kata yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Ketika daftar kata baru diberikan kepada mereka, aktivitas saraf kembali meningkat di daerah pertama. Ini sekaligus membuktikan secara ilmiah bahwa kata yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kebugaran otak dan menambah kemampuannya.

Dari penjelasan diatas sudah sangat jelas, bahwa berdasarkan dari penelitian ternyata mengulang-ulang kata seperti halnya berdzikir mampu meningkatkan kebugaran dan kemampuan otak kita. Lalu masihkah kita malas untuk berdzikir?
(Pelajari juga: Ebook Dzikir dan Doa Sehari-hari Lengkap Audio MP3)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mengamalkan dzikir, selain mendapatkan pahala, otak kita juga diberi kemampuan yang lebih luar biasa. Amin.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 28 September 2016

Tidur setelah Sholat Subuh Hukumnya Haram?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

- Mungkin sebagian dari kita pernah dan bahkan sering tidur setelah melakukan sholat subuh, terlebih jika hari-hari libur. Saya pribadi sering melakukannya :D. Namun setiap kali melakukan hal tersebut, orang tua zaman dulu sering kali tidak mengizinkan kita untuk tidur setelah sholat subuh, yang mana dulu mereka sering memberi alasan kalo setelah sholat subuh tidur lagi, maka akan jadi orang bodoh atau menjadi pelupa.

Entah dasar apa orang tua terdahulu mengatakan alasan tersebut, namun yang pasti niat mereka baik dan positif. Lantas bagaimana pandangan para ulama mengenai tidur setelah sholat subuh? Apakah hal itu haram atau dilarang dan atau di perbolehkan?. Untuk lebih jelasnya, marilakah kita bersama-sama simak dan pelajari ulasan berikut ini tentang fatwa tidur setelah sholat subuh, sebagaimana dilansir dari laman Republika.

Ada dua pendapat menyikapi hukum tidur segera setelah shalat shubuh. Pandangan yang pertama mengatakan bahwa, tidur pada jam tersebut diperbolehkan. Menurut pendapat ini, tak ada dalil yang secara tegas melarang tidur usai shalat shubuh. Bahkan menurut Syeh Muhammad Shalih al-Munjid, sebagian kecil sahabat dan tabiin mempunyai kebiasaan ini.

Tidur sehabis shubuh, menurut pendapat ini juga, boleh dilakukan selama memang kebutuhannya menuntut demikian. Misal mereka yang terkena serangan susah tidur (imsonia) atau para pekerja yang mendapatkan shift malam.

Catatan pengecualian ini seperti pernah disampaikan oleh Imam Ibn al-Qayyim dalam Kitab Zaad al-Ma’ad.

Sementara dinukilkan dari Kitab al-Fawakih ad-Dawani, Imam Malik pernah ditanya soal hukum tidur bakda shalat Shubuh. Ia berpendapat aktivitas ini tidak haram.

Namun, kembali menurut Syekh al-Munjid, sebagian ulama menghukumi makruh tidur tepat setelah menunaikan shalat shubuh. Ini karena, pada waktu itulah, Allah SWT membagikan rezeki bagi para hamba-Nya.

Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Hibban, suatu saat Rasulullah SAW mendapati Fatimah tengah tiduran usai shalat shubuh.

Lalu Rasul berkata,’ Wahai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan sampai masuk golongan orang lalai, karena sesungguhnya Allah membagi rezeki hamba-Nya sejak habis munculnya waktu fajar hingga terbit matahari.”

Atas dasar inilah sejumlah ulama memandang hukum tidur setelah shalat shubuh makruh. Dalam Kitab Ghidza al-Albab’ Syarh Manzhumat al-Albab, Imam as-Sifaraini mengatakan hendaknya seorang Muslim tidak tidur pada waktu-waktu tersebut.

Imam as-Suyuthi, dalam Kitab Tadzkirahnya menjelaskan tidur pada waktu usai shalat Shubuh adalah salah satu pertanda kefakiran seseorang. Sebab, seperti hadis riwayat Ahmad, Dawud, dan lainnya, keberkahan umat Muhammad SAW, terletak di awal pagi.

Tidur sehabis shalat Shubuh, memang sudah lazim dilakukan oleh sebagian orang, tak hanya di dalam negeri, kegiatan serupa juga kerap dijumpai di luar negeri. Namun tidak ada keterangan atau dalil yang menyatakan bahwa tidur setelah sholat subuh itu haram, sebagaimana yang sudah kami paparkan diatas.

Alangkah lebih baiknya, jika memang setelah selesai sholat subuh dan belum ada kegiatan, sebaiknya manfaatkan waktu tersebut untuk mengaji, membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dan/atau melakukan hal-hal yang positif lainnya daripada memilih untuk tidur lagi. Semoga sedikit artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 23 August 2016

Bingung? Mau Pilihan Diberkahi? Makanya Minta Pilihin sama Allah! Istikhoroh!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

بسم الله وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه وسلم


Dalam menjalani hidupnya, seorang muslim tentu telah melewati banyak pilihan dan masih akan terus memilih hingga akhir hayatnya. Ada banyak hal yang dapat dipilih dengan mudah, namun juga tak sedikit hal yang sulit untuk dipilih, karena harus mempertimbangkan berbagai maslahat dan dampak dari pilihannya.

Sebut saja misalnya memilih untuk melamar akhwat A atau akhwat B yang keduanya terlihat sholehah di mata dan sepengetahuannya? Atau memilih untuk berangkat haji dulu atau bangun rumah dulu? Atau umroh dulu atau modalin usaha dulu?

Atau pilihannya cuma satu, jadi melamar akhwat A atau tidak ya? Benarkah dia calon yang sesuai? Contoh lain: beli motornya besok apa nunggu warna lain saja ya? Atau belinya nunggu gajian bulan depan saja?

Kadangkala seseorang yang sudah terlalu pusing untuk menentukan pilihan malah akhirnya sembarangan dalam memilih, atau justru minta saran kepada orang yang salah lalu mengikuti pilihannya.

Padahal Allah Subhaanahu wa Ta’ala sudah memerintahkan untuk bertanya pada ahlinya jika tak mengerti. Sebagaimana firman-Nya:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
yang artinya: Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan (ahlinya) jika kalian tak mengetahui. (QS. An-Nahl/16 : 43 dan QS. Al-Anbiya/21 : 7)

Pada ayat lain Allah juga memerintahkan untuk bermusyawarah:
...وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ...
yang artinya: …Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu… (QS. Ali Imron/3 : 159)

Selain bertanya pada orang yang sudah ahli atau berpengalaman dan bermusyawarah, Allah juga mensyari’atkan melalui Nabi-Nya Rasulullah Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam untuk sholat dan berdoa istikhoroh saat bingung dalam menentukan suatu urusan.

Dari Sahabat Jabir bin Abdullah Rodhoiallaahu ‘anhuma beliau berkata: Dulu Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami istikhoroh dalam segala urusan sebagaimana beliau mengajari kami suatu surah dalam Al-Qur’an, beliau bersabda: Jika salah seorang dari kalian bingung dalam suatu urusan maka ruku’lah (sholatlah) dua rakaat yang bukan (sholat) fardhu kemudian ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ ، وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ ، وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي ، أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي ، أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ
Artinya: Ya Allah.. Sesungguhnya aku memohon pilihan terbaik-Mu menurut ilmu-Mu, aku mohon kepada-Mu kekuatan dengan kuasa-Mu, aku memohon karunia-Mu Yang Agung karena Engkau Kuasa sedangkan aku tak kuasa, Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku tak mengetahui, Engkau Maha Mengetahui perkara ghaib. Ya Allah.. Jika Engkau ketahui bahwa urusan ini baik bagiku, bagi agamaku, penghidupanku, dan akibat urusanku, atau segeranya dan tertundanya, maka takdirkanlah ia bagiku dan mudahkanlah bagiku kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. Dan jika Engkau ketahui bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, penghidupanku, dan akibat urusanku, atau segeranya dan tertundanya, maka hindarkanlah ia dariku dan hindarkan aku darinya. Dan takdirkanlah bagiku kebaikan dimana saja aku berada, kemudian buatlah hatiku ridho dengannya. (Shahih Bukhari No. 1166, 6382, dan 7390 dengan sedikit perbedaan redaksi di setiap hadits)

Setelah berdoa istikhoroh di atas, sebutkan hajat atau keinginan yang dibingungkan untuk diadukan mohon petunjuk dan pilihan terbaik dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan segala permohonan hamba-Nya.

Apakah hasil istikhoroh nantinya lewat mimpi?

Para Ulama menjelaskan bahwa hasil istikhoroh itu tidak harus lewat mimpi, karena mimpi itu sendiri adalah bunga tidur yang dapat muncul dari apa yang dipikirkan atau dibayang-bayangkan sebelum tidur. Jadi mimpi itu sifatnya relatif dan tidak pasti, karena apa yang muncul padanya dapat dipengaruhi oleh pikiran sebelum tidur.

Yang merupakan hasil istikhoroh menurut para ulama adalah berupa kemantapan hati pada suatu pilihan. Jika belum mantap ya sholat lagi dan do’a istikhoroh lagi sampai hati terasa mantap dalam memilih.

Ada kok yang tidak istikhoroh urusannya lancar jaya saja, hayo?

Bisa jadi beliau sholat 5 waktunya khusu’ sekali, hati beliau selalu hadir saat minta petunjuk dalam bacaan surah Al-Faatihah ketika sholat. Jadi tak heran Allah tuntun pilihan beliau dan diberkahi-Nya, nah kita apakah kualitas sholat 5 waktu kita cukup untuk dibanggakan pada Allah?

Tapi ada lho yang sudah istikhoroh berkali-kali juga gagal, misalnya yang melamar malah ditolak, gimana tuh padahal sudah istikhoroh?

Ikhwaanii wa Akhwaatii fillaah.. Istikhoroh itu memang tidak menjamin urusan sukses dan lancar. Tapi dengan kita mengikuti syari’at Allah dan tuntunan indah Rasulullaah Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam itu bernilai ibadah dan mendapat pahala, perkara Allah mau menguji kita setelah mantap memilih itu urusan lain. Bukankah pada doa istikhoroh kita minta jauhkan darinya jika memang tak baik bagi kita? Lalu salahkan Allah jika menjauhkan dia yang tak cocok bagimu?

Setelah bertanya pada ahlinya, bermusyawarah, dan istikhoroh dilakukan, maka tinggallah kita bertawakkal pada Allah, berserah pada ketentuan-Nya. Ingat lanjutan ayat surah Ali Imron ayat 159 di atas, setelah memerintahkan bermusyawarah Allah berfirman:
...فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
yang artinya: … Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imron/3 : 159)

Apapun urusannya, kita usahakan untuk libatkan Allah dalam memilih perkara yang kecil apalagi perkara yang besar, atau minimal ingatlah Allah! Selama kita taat pada Allah, usaha untuk bertanya pendapat orang yang berpengalaman, bermusyawarah dengan keluarga, serta istikhoroh in syaa Allah segala urusan akan diberkahi dan dimudahkan-Nya Subhaanahu wa Ta’la.

Palangka Raya, 23 Agustus 2016 M / 20 Dzulqo’dah 1437 H
Copyright @ SantriNabawi.Com

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 20 August 2016

Doa Yang Diajarkan Rasulullah Agar Mati Dalam Keadaan Fitrah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

بسم الله وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه وسلم


Sebagai hamba Allah Subhaahanahu wa Ta’ala yang tak lepas dari dosa dan kesalahan, sudah sepantasnya seorang muslim berusaha semampunya untuk bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam perjalanan hidupnya seorang muslim akan terus berhadapan dengan nafsunya sendiri dan dengan setan la’natullah ‘alaih, hingga tak jarang seorang muslim terjatuh dalam maksiat dan dosa.

Sebagai muslim yang tahu dan sadar akan tujuan diciptakannya adalah untuk beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala ia pun segera bangkit dan memohon ampun kepada Allah. Tak lama kemudian ia terjatuh lagi dalam dosa dan maksiat, mohon ampun lagi, terjatuh lagi, mohon ampun lagi, hingga sampailah seorang muslim pada ajalnya. Entah Allah wafatkan dalam iman, dalam dosa, maksiat, atau bahkan dalam keadaan kafir kepada Allah. Na’uudzu billaah min dzalik..

Karena seorang muslim tak pernah tahu bagaimana akhir kehidupannya, selain berusaha untuk terus bertaqwa kepada Allah maka ada hal lain yang cukup ringan yang dapat ia lakukan untuk memperoleh jaminan husnul khotimah atau mati dalam keadaan beriman.

Diantaranya adalah dengan mengamalkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam agar dibaca sebelum tidur, lebih utama dalam keadaan suci (wudhu) berikut:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْك، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

yang artinya:
Ya Allah kuserahkan jiwaku pada-Mu, kuhadapkan wajahku pada-Mu,
kuserahkan urusanku pada-Mu, kusandarkan punggungku pada-Mu, dalam keadaan sangat ingin dan takut pada-Mu, tak ada tempat berlindung dan tak ada tempat peristirahatan dari-Mu kecuali pada-Mu, aku beriman dengan kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan aku beriman dengan Nabi-Mu yang telah Engkau utus.


Doa di atas diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari sebanyak 4 hadits dan dalam kitab Shahih Muslim sebanyak 1 hadits. Do'a ini juga bisa ditemukan dalam Kitab Riyadhus Sholihin dan Kitab Hisnul Muslim. Berikut perinciannya:

Hadits Shahih Bukhari No. 6311:
Al-Barra bin ‘Aazib Rodhiallaahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika engkau hendak mendatangi tempat berbaringmu maka berwudhu’lah sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas lambung kananmu, dan katakanlah (doa di atas dengan tanpa lafazh وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ dan mendahulukan lafazh رَهْبَةً dari رَغْبَةً)! Jika engkau mati, maka engkau mati atas fitrah. Maka jadikanlah (doa itu) akhir yang kau katakan!

Hadits Shahih Bukhari No. 6313:
Dari Al-Barra bin ‘Aazib Rodhiallaahu ‘anhuma bahwasanya Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada seseorang dengan berkata: Jika engkau hendak berbaring maka katakanlah (doa di atas dengan mendahulukan وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ sebelum وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ)! Jika engkau mati, maka engkau mati atas fitrah.

Hadits Shahih Bukhari No. 6315:
Dari Al-Barra bin ‘Aazib Rodhiallaahu ‘anhuma berkata Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam jika pergi ke tempat tidurnya, beliau tidur di atas lambung kanannya, kemudian berkata (doa di atas). Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengucapkannya dan mati pada malam itu, maka ia mati atas fitrah.

Hadits Shahih Bukhari No. 7488:
Dari Al-Barra bin ‘Aazib Rodhiallaahu ‘anhuma berkata Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Wahai Fulan.. Jika engkau pergi ke tempat tidurmu maka katakanlah: (doa di atas)! Jika engkau mati pada malam itu, maka engkau mati atas fitrah. Jika engkau masih bangun besok pagi, maka engkau bangun dalam keadaan diberi pahala.

Hadits Shahih Muslim No. 7059:
Dari Al-Barra bin ‘Aazib Rodhiallaahu ‘anhuma bahwasanya Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada seseorang jika menuju tempat berbaringnya di malam hari agar mengucapkan (doa di atas dengan mendahulukan وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ sebelum وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ dan pada akhir lafazh وَبِرَسُولِكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ bukan وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ). Jika mati, maka mati atas fitrah.

Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dalam Kitab Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari menyebutkan beberapa makna fitroh, antara lain: at-Tauhid, agama Ibrahim ‘alaihis salam yang lurus, dan agama Islam. Inti kesemuanya adalah sama, yaitu Tidak Mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Jadi, disamping keutamaannya yang sangat besar agar mati dalam keadaan fitrah dan karena ada 5 riwayat hadits shahih maka tak perlu ragu lagi untuk mengamalkannya!

Demikianlah doa yang diajarkan Rasulullah agar mati dalam keadaan fitrah. Indahnya jika Allah wafatkan kita dalam keadaan suci dan atas tauhid.. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberi kita taufiq untuk bisa mengamalkannya. Aamiin..


Palangka Raya, 20 Agustus 2016 M / 17 Dzulqo'dah 1437 H
Copyright @ SantriNabawi.Com

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 16 February 2016

5 Golongan Manusia yang Mendapat Petunjuk Allah SWT

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Allah SWT menjelaskan golongan yang mendapat petunjuk dalam Alquran. Mereka yang mendapat petunjuk sebagai nikmat Allah yang besar, akan selamat, bahagia, dan mendapat ridha-Nya di dunia dan akhirat.
(Pelajari juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap)

Pertama, para nabi dan rasul Allah. Dengan petunjuk Allah, mereka mampu menepis dan menolak godaan setan yang mengajak pada perbuatan yang dilarang Allah.
Allah SWT berfirman :
''Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak pula seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'' (QS 22: 52).

Kedua, orang-orang yang tiada ragu beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS 49: 15).

Ketiga, mereka yang mati syahid karena menegakkan agama Allah. Mereka mendapat gelar syuhada. Mereka mendapat kedudukan tinggi dan ganjaran yang baik dari Allah.
Ini dikuak lewat firman-Nya:
''Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.'' (QS 3: 169-171).

Keempat, orang yang melakukan amal saleh karena didorong iman yang mereka miliki. Allah berfirman:
''Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.'' (QS 29: 9).

Mereka pun menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, seperti firman Allah:
''Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebaikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.'' (QS 3: 114).

Kelima, orang-orang yang menaati petunjuk dan perintah Allah dengan ikhlas serta hati yang takut kepada siksa-Nya. Mereka digelari Allah dengan mukhlisin. Firman Allah SWT:
''Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.'' (QS 23: 57-61).

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

7 Amal Jariyah yang Pahalanya Terus Mengalir Sampai Kiamat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya. Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
(Pelajari juga: 16 Syarat Agar Amal Sedekah Kita Diterima Oleh Allah SWT)

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).


Dilansir dari laman Republika, dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah, diantaranya :
  1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.
  2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.
  3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.
  4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW :
    ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.
  5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.
  6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

    Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda :
    "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).
  7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 15 February 2016

10 Tips dan Cara Agar Menjadi Istri yang Shalihah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Setiap laki-laki tentunya sangaat mendambakan istri yang sholehah, begitu juga bagi perempuan itu sendiri, pasti ingin juga menjadi istri yang shalihah. Sebagai seorang suami pasti menginginkan istri yang shalihah yang mampu menjalankan segala kewajibannya dan memenuhi segala hak suami terhadap istrinya.

Memiliki istri yang shalihah bagaikan memperoleh kenikmatan di dunia, sebagaimana dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah perempuan (istri yang shalihah),” (HR. Muslim dan Ahmad).

Agar seorang wanita bisa dikategorikan dan termasuk sebagai istri yang shalihah, berikut akan dijelaskan apa saja perkara yang harus dipenuhi. Silakan simak ulasan selengkapnya berikut ini :

  1. Selalu mendahulukan hak suaminya daripada hak orang lain termasuk hak dirinya sendiri.
  2. Senantiasa bersedia memberikan kenikmatan (termasuk kenikmatan seksualitas) kepada sang suami, terutama jika suami menginginkannya, terkecuali jika sedang haid dan mengalami nifas. Apabila istri menolak keinginan suami tanpa sebab dan alasan yang diperbolehkan dalam ajaran Islam, maka saat itu juga istri berdosa, bahkan dilaknat oleh malaikat. Sabda Rasulullah SAW mengatakan:
    “Apabila suami mengajak istrinya berhubungan, lalu istrinya menolak (tanpa alasan yang dibenarkan), lalu suaminya marah, maka istri itu dilaknat oleh malaikat,” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Rasul juga mengatakan, “Apabila diajak oleh suaminya untuk berhubungan intim, maka istri harus memenuhi ajakan itu, meskipun ia sibuk di dapur,” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).

    Selain itu, Rasulullah juga mengatakan pada haditsnya yang lain bahwasanya, “Apabila seorang istri tidur menjauh dari tempat tidur suaminya (karena menghindari suami dsb), maka istri itu dilaknat oleh malaikat hingga pagi,” (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Tidak diperkenankan bagi istri untuk menjalankan puasa sunat tanpa seizin suaminya. Saat sang istri sedang berpuasa, sudah tentu suami dilarang untuk menggaulinya, padahal hak bergaul adalah hak suami terhadap istrinya, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
    “Tidak halal (tidak boleh) seorang istri berpuasa padahal suaminya ada di rumah, kecuali atas izinnya,” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Tidak diperkenankan untuk seorang istri memberikan sesuatu dari dalam rumahnya atau mengeluarkan sesuatu dari dalam rumahnya tanpa izin dan sepengetahuan suaminya. Apabila ia melakukan hal tersebut, maka dosa yang akan didapat, sedangkan sang suami mendapatkan pahala. Tentunya yang menyangkut tentang hal-hal yang memang bernilai dan harus sepengetahuan suami.
  5. Sebagai seorang istri tidak diperbolehkan bepergian meninggalkan rumah, dan mencari nafkah (kerja) di luar rumah kecuali dengan izin suaminya.
  6. Sebagai seorang istri, harus memiliki sifat qana’ah yaitu menerima apa adanya segala kemampuan suami dalam hal mencari nafkah. Ia tidak boleh menuntut suaminya melebihi kadar kemampuan yang suami punya. Seorang istri yang shalihah harus senantiasa mengingatkan suaminya untuk mencari nafkah dari sumber yang halal jangan sampai terjerumus dan terjebak ke dalam pekerjaan yang haram. Kita dapat mencontoh dari perkataan para istri salafusshaleh yang selalu mengatakan seperti ini ketika suaminya hendak meninggalkan rumah untuk mencari rezeki, “Hati-hati dan jauhi sumber-sumber rezeki yang haram, karena sesungguhnya kami bisa bersabar menahan lapar, tetapi kami tidak akan sanggup menahan api neraka.”
  7. Seorang istri diwajibkan untuk selalu menutup auratnya dan tidak memperlihatkan kecantikannya kepada orang lain yang tidak berhak melihatnya. Membuka aurat, memakai pakaian mini (minim) dan memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang indah sangat jelaslah hukumnya haram. Diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata:
    “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh bagi seorang perempuan membuka pakaiannya di rumah yang bukan milik suaminya, sebab apabila ia lakukan maka berarti ia membongkar auratnya sendiri serta menginjak-injak kemuliaan dan kehormatannya sebagai perempuan (istri),” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).
    Hal ini berlaku pula bagi perempuan yang mempertontonkan aurat dan bagian tubuhnya yang tidak boleh dilihat orang lain di kolam-kolam renang, tempat disko, dan sebagainya.
  8. Tidak diperkenankan seorang istri berkenalan dengan lawan jenis terutama teman dari suami. Lebih baik hal seperti ini dihindari sebagai tindakan antisipatif dan sikap kehati-hatian agar tidak munculnya fitnah serta tidak membawa pada dosa kemaksiatan.
  9. Seorang istri yang shalehah tidak boleh bersikap sombong dengan membanggakan diri dengan kecantikannya kepada suaminya, atau menghina kejelekan suaminya (kalau fakta suaminya kebetulan jelek secara fisik). Tidak boleh pula berbangga dengan harta dan kekayaannya di hadapan suaminya. Mau bagaimanapun kondisi suami, ia tetap harus dihormati, dihargai, dijaga perasaannya, dilayani dengan sepenuh hati, dijaga kewibawaan dan kehormatannya.
  10. Istri yang shalehah harus memiliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap semua anak-anaknya. Mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan perasaan tanpa melakukan kekerasan yang kerap terjadi sekarang ini. Berusaha mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam yang baik. Tidak mengajarkan anak-anaknya dengan perkataan kasar dan kotor. Orang tua yang baik hendaknya jika sedang ada masalah, jangan membicarakan permasalahan apalagi sampai bertengkar di depan anak-anaknya. Hal ini akan berpengaruh buruk pada anak-anak kelak sudah besar nanti. Ia akan mengikuti apa yang dulu orang tuanya lakukan.

Istri yang shalihah pula selalu ingat akan perjuangan dan kerja keras suami selama ini, jangan melupakan kebaikan suami dikarenakan sebuah kesalahan kecil yang dilakukan suaminya, apalagi sampai melaknat suami. Hal ini sangat tidak baik dan dilarang. Karena hal ini, penghuni neraka lebih banyak dari kaum perempuan. Ketika Rasulullah SAW menjalankan perintah isra’ dan mikraj, beliau melihat dan menyaksikan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kaum perempuan. Lalu beliau ditanya apa sebabnya, maka beliau menjawab:
“Karena perempuan sering (suka) melaknat dan melupakan kebaikan suaminya,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Maksiat Berbungkus Hari Kasih Sayang (Sejarah Valentine Day)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah tentang Valentine Day selalu didengungkan tiap bulan Februari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman salah tentang Valentine’s Day.

Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua. Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. “Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja….” begitu kata mereka.

Tanggal 14 Pebruari dikatakan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya berikut ini seperti dilansir dari laman Islam Post

Siapakah Valentine?

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

PERTAMA, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II(265-270).Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

KEDUA, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius IIdengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

KETIGA, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be MyValentine”

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata“Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be myValentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Tradisi Penyembah Berhala

Sebelum masa kekristenan, masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka memiliki perayaan/pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari yang sudah menjadi tradisi budaya mereka. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.

Di zaman Athena Kuno, tersebut disebut sebagai bulan GAMELION.Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Pebruari, yang berpuncak pada tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini menjadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja makadiadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. MakaPaus Gelasius Ipada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine’s Day.

Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine sebagai sosok suci lambang cinta.

Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan dalam tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14Pebruari di tahun 498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakatsetempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini StValentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan secara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakatdi zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya StValentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.

Hari Valentin di Indonesia

Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata ‘LOVE’. Padahal kalau kita mau jeli, kata‘kasih sayang’ dalam bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, menggunakan istilah Hari Kasih Sayang. Ini penyesatan.

Makna ‘love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah LUPERCALIA pada masa masyarakat penyembah berhala, yakni sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day adalah HARI SEKS BEBAS.

Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam.

Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang Kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 12 February 2016

Inilah Cara-cara Syetan Menelanjangi Wanita

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Syetan sangat tidak suka kalau ada manusia yang taat kepada Allah. Karena itulah syetan selalu berusaha menggoda manusia agar tergelincir dari jalan Allah. Dalam menggoda manusia, syetan memiliki berbagai cara dan strategi. Dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su’). Setan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah.

Salah satu sebab kehancuran umat manusia adalah karena hubungan lawan jenis yang tidak sah (zina). Dan sebelum terjadinya hubungan ini, biasanya didahului dengan saling memandang, saling tertarik, lalu saling bertemu, dan selanjutnya saling bermaksiat. Untuk menyukseskan terjadinya proses kemaksiatan inilah syetan berusaha melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Lepasnya hijab muslimah merupakan jalan licin yang mudah menggelincirkan manusia dari ketaatan kepada Allah.

Dilansir dari laman Islam Pos, berikut adalah tahap-tahap yang digunakan oleh syetan dalam melepas pakaian muslimah, membuat si wanita tidak memiliki rasa malu sama sekali.

Menghilangkan Definisi Hijab

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian. Yang ada hanyalah budaya dalam berpakaian, atau berpakaian ala budaya tertentu.


Akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai. Inilah bahayanya ketika hijab dianggap sebagai budaya, berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekadar mode (fashion). Hidup kapan pun, dan di mana pun, maka hijab syar’i tetap dipertahankan. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya, bagaimana?
  1. Membuka Bagian Tangan
    Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit meningkatkan model yakni membuka bagian hasta (antara siku hingga telapak tangan). “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang?” Begitu bisikan setan. Dan benar si wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka setan berbisik, “Tuh, tidak apa-apa kan?”
  2. Membuka Leher dan Dada
    Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal yang baru lagi. “Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni angkatlah ujung jilbab yang menjulur ke bawah itu dan lilitkan ke leher. Atau angkat ujung jilbab dan letakkan di kepala.” Ketika seorang wanita menurutinya ada dua hal yang mulai terbuka, yakni leher bagian bawah dan dada bagian atas. Eit, tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Kata syetan, “Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebagian kecil saja yang terbuka.”
  3. Mempersempit ukuran pakaian
    Syetan berbisik lagi, “Pakaianmu hanya gitu-gitu saja, kayak ndak punya selera aja?” Kemudian si wanita berpikir, “Tapi apa ya?” tuturnya. “Banyak kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih indah dipandang mata,” syetan memberi ide baru.

    Maka tergodalah si wanita, dicarilah mode pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Mungkin tak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modenya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambah. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan. Bahkan saking mininya pakaian itu kadang-kadang bagian pinggang atau perut terbuka, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita berpakaian tetapi telanjang.
  4. Celana panjang ketat
    Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syetan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang tampak trendy. Dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya dibelah sedikit ke atas? Dengan itu kamu akan lebih santai, lebih kelihatan lincah dan energik.” Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bagian bawah hingga lutut atau tak jarang yang diganti dengan celana panjang nan ketat. Ternyata benar, terasa lebih leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik kendaraan. “Yah tersingkap sedikit tak apa-apalah, yang penting enjoy,” katanya.
Inilah tahapan awal syetan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya mode, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah syetan pada tahap berikutnya.

Membuka Sedikit Demi Sedikit

Keberhasilan pada tahap pertama membuat syetan melangkah lagi, dengan tipu daya lain yang lebih ‘gila-gilaan’, tujuannya agar para wanita menampakkan bagian aurat tubuhnya.
  1. Membuka Telapak Kaki dan Tumit
    Syetan berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar tidak nyaman, kalau hanya dengan membelah sedikit masih kurang leluasa, lebih baik kalau dipotong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar.

    “Oh ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju yang seperti itu, maka jilbab yang besar tidak seimbang lagi dengan pakaianmu, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi. Yang penting orang tetap menamakannya dengan jilbab.” Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari mode pakaian yang dimaksudkan.
  2. Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
    Terbukanya telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syetan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak ada reaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang kampungan yang kolot. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari mode lain yang lebih menarik, bukankah kini banyak bawahan separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu khawatir, hanya terlihat kira-kira 10 cm saja.”

    Benar-benar bisikan syetan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat pribadinya, sehingga apa saja yang dibisikkan syetan dalam jiwanya dia turutkan. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.
  3. Terbuka Seluruh Betis
    Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, syetan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang si wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun bisikan syetan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas tidak, kan sekarang zaman sudah berubah.”

    “Tetapi, apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki?” pikir wanita. “Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum lelaki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum lelaki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan wow. Bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja mode pakaian di mana-mana, dari pasar malam hingga mall, semuanya memperagakan mode yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikutinya, akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis akhirnya menjadi kebiasaan, apalagi banyak orang yang memakainya. Sementara itu, yang mempermasalahkan sedikit sekali.

Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari tipu dayanya untuk melucuti hijab wanita.

Serba Mini

Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan syetan yang lain. “Pakaian memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja, sekarang ini mode rok mini. Dan agar sepadan rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian punggungnya dan berbagai mode lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian untuk berpesta, bersosial, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, petang, musim panas, musim sejuk dan lain-lain, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia. Hingga suatu ketika, muncul ide untuk berjalan-jalan di kolam renang atau ke pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian yang paling sensitif saja yang ditutupi. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan ‘bikini’.

Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzubillah bisikan syetan berhasil, tujuannya tercapai.”Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan lelaki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu,” kata syetan yang tak ingin ikut menanggung risiko.

Kesimpulan:
Betapa halus cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka akan menjadi sukar bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah. Kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bisshawab.
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.