Showing posts with label Madkhol. Show all posts
Showing posts with label Madkhol. Show all posts

Tuesday, 25 August 2015

Cabang Sosiologi dan Pengertiannya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Cabang Sosiologi dan Pengertiannya- Sosiologi mempelajari struktur dan proses sosial, termasuk di dalamnya perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur pokok dalam masyarakat. Unsur-unsur pokok dalam masyarakat itu meliputi kaidah-kaidah (norma-norma kemasyarakatan), lembagalembaga, kelompok-kelompok, serta lapisan-lapisan dalam masyarakat. Proses sosialadalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan politik, antara hukum dengan kehidupan beragama, antara aspek kehidupan beragama dengan masalah ekonomi, dan sebagainya.

Sebuah konsep pemikiran lain yang lebih rinci, sehingga membuat kajian sosiologi bersinggungan dengan berbagai cabang ilmu lain disampaikan oleh Hassan Shadily dalam bukunya yang berjudul
Sosiologi Masyarakat Indonesia.

Di dalam bukunya,  Shadily menjelaskan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antarmanusia yang menguasai kehidupan; dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh; serta berubahnya perserikatan-perserikatan, kepercayaan dan keyakinan. Untuk menganalisis cara
hidup dan bergaul manusia perlu dipelajari sifat-sifat biologi manusia, seperti perasaan lapar, sakit, takut, dan kebutuhan seks yang lebih banyak diatur oleh peradaban masyarakat. Analisis seperti ini, akhirnya melahirkan cabang-cabang sosiologi sebagai berikut:

  1. Kriminologi, mengkaji tindak kriminal dan penyebabnya serta usaha-usaha pengembangan berbagai metode pencegahan kejahatan;
  2. Demografi, mempelajari bentuk, komposisi dan persebaran populasi manusia;
  3. Ekologi Manusia, mempelajari struktur lingkungan perkotaan dan pola-pola penempatan dan pertumbuhan penduduknya;
  4. Ekologi Politik, mempelajaricara-cara seseorang mendapatkan dan menggunakan kekuasaan dalam suatu sistem politik, termasuk munculnya berbagai gerakan politik;
  5. Psikologi sosial, mempelajari tingkah laku sosial yang dilakukan oleh individu dan hubungannya dengan individu lain dalam suatu masyarakat;
  6. Sosiolinguistik, mempelajari cara manusia menggunakan bahasa dalam berbagai situasi masyarakat;
  7. Sosiologi Pendidikan, mempelajari dan memahami bagaimana lembaga pendidikan mentransformasikan perilaku budaya dan tradisi masyarakat;
  8. Sosiologi Ilmu Pengetahuan, mempelajari mitos yang ada dalam masyarakat,pandangan hidup, ilmu pengetahuan dan pengaruhnya terhadap sikap dan tingkah laku;
  9. Sosiologi Hukum, mempelajari hubungan antara hukum formal yang ada di masyarakat dan berbagai pola sosial seperti ekonomi, tradisi budaya dan hubungan keluarga;
  10. Sosiometri, berhubungan dengan pengukuran secara ilmiah mengenai hubungan antara anggota-anggota kelompok. Alat ukurnya disebut sosiogram, yaitu sebuah diagram yang digunakan untuk menunjukkan keluasan dan kedalaman hubungan masing-masing anggota kelompok;
  11. Sosiologi Urban, mempelajari kondisi dan masalah sosial yang terjadi di kota-kota. Cabang ilmu ini juga mempelajari hubungan ras dan perencanaan kota.
Demikian beberapa cabang ilmu Sosiologi yang juga sekaligus memuat pengertian kriminologi, pengertian demografi, pengertian ekologi manusia, pengertianekologi politik, pengertian Psikologi Sosial, pengertian Sosiolinguistik, pengertian Sosiologi Pendidikan, pengertian Sosiologi Imu Pengetahuan, pengertian Sosiologi Hukum, pengertian Sosiometri dan pengertian Sosiologi urban.



Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari Masa ke Masa

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sebagaimana pada artikel Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi yang kami terbitkan sebelumnya. Kita memahami bahwa Ilmu Sosiologi tidak muncul begitu saja. Namun ada latar belakang dan persoaalan tertentu yang mendorong para ilmuan meletakkan dasar-dasar ilmu yang termasuk dalam rumpun ilmu pengetahuan sosial ini.

Pada mulanya sosiologi masih dianggap sebagai rumpun ilmu filsafat atau lebih dikenal dengan filsafat sosial. Pada saat itu materi filsafat sosial masih mengandung unsur etika yang membahas tentang bagaimana seharusnya masyarakat itu (das solen) sehingga belum dapat disenut sebagai ilmu Sosiologi seperti yang kita kenal sekarang. Yang lebih cenderung membahas realita yang ada pada masyarakat (das sein).

Akhirnya pada pertengahan abad ke-18 Sosiologi benar-benar menjadi cabang ilmu pengetahuan. Hal
ini berkat jasa seorang filosoft ternama berkebangsaan Prancis Auguste Comte (1798-1857) melalui bukunya "Course de Philosophie Positive" yang memuat pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat.

Adapun Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia bisa kita rangkumkan dalam beberapa poin, di antaranya:

  • Secara perorangan, pemikiran sosiologi mulai nampak pada pemikiran para sastrawan dan tokoh Indonesia masa lalu. Sri Pasuka Mangkunegoro IV melalui dengan karyanya Wulung Reh dan Ki Hajar Dewan Tara dengan organisasi pendidikan Taman Siswanya merupakan segelintir tokoh yang telah mempraktikan konsep-konsep sosiologi dalam karya-karyanya.
  • Pada masa penjajahan Belanda. Para ilmuan dan penulis Belanda juga banyak menjadikan masyarakat Indonesia sebagai objek penelitian sosiologi sebagai langkah untuk memperkuat kuku-kuku kolonialis di bumu pertiwi. Nama-nama seperti Snouck Hurgronje, van Vollenhoven, dan Ter Haar merupakan contoh orang Belanda yang telah menulis keadaan sosial di Indonesia.
    Pada masa ini, Sosiologi secara formal diajarkan di sekolah tinggi hukum (Rechts Shoge School) di jakarta sebelum akhirnya ditiadakan mulai tahun 1934-1935.
  • Pada tahun 1948, Prof, Mr. Soenario Kolopaking menjadi dosen pertama yang memberikan kuliah sosiologi di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta atau sekarang dikenal dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Beliau juga menjadi dosen pertama yang menyampaikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia. Karena pada masa sebelumnya, sosiologi selalu diajarkan dalam bahasa Belanda.
  • Tidak jauh dari kemerdekaan Indonesia, mulai bermunculan buku-buku sosiologi karangan orang Indonesia. Antaralain; Sosiologi Indonesia oleh Mr. Djody Gondokusumo (1946), Diklat Sosiologi oleh Bardosono (1950). Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia oleh Hasan Shadily, M.A, Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas dan Pengantar Sosiologi Pengetahuan Hukum dan Politik oleh Major Palok (1967) dll.
  • Pada awalnya Sosiologi hanya diajarkan di Perguruan tinggi sebagai ilmu pengetahuan muri, namun semenjak terjadi berbagai ganjalan sosial yang menghambat keberlangsungan pembangunan, sosiologi mulai diajarkan sebagai ilmu terapan untuk membantu menanggulangi masalah tersebut. Dan pada akhirnya sosiologi sejak itu mulai diajarkan tidak hanya pada mahasiswa saja, namun siswa bangku sokolah menengahpun sudah dikenalkan pada sosiologi.
Demikian beberapa poin terkait  Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia. Baca juga 20 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli untuk menambah wawasan anda tentang ilmu sosiologi. Terimakasih, selamat belajar !


Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 24 August 2015

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sejarah Perkembangan Sosiologi.Jika kita bicara tentang kapan sosiologi itu ada, maka jawabannya sosiologi itu telah lahir sejak ratusan tahun sebelum Masehi tepatnya saat manusia mulai bertanya tentang masyarakat dan perubahan yang ada di dalamnya.

Namun sebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi lahir lebih belakangan dibandingkan ilmu-ilmu sosial lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu pengetahuan alam. Hal ini karena para ilmuan pada zaman dahulu lebih banyak mencurahkan perhatiannya terhadap gejala-gejala alam dan manusia seperti yang mereka selidiki tentang sejarah, geografi, ekonomi, biologi dan ilmu kedokteran.

Perkembangan Sosiologi dari Masa ke Masa

Secara singkat, ilmu sosiologi dikembangkan oleh Auguste Comte dari Perancis pada pertengahan abad ke 18. Adapun secara detail  Sejarah Perkembangan Sosiologi adalah sebagai berikut:

1. Perkembangan Awal Ilmu Sosiologi

Para pemikir Yunani Kuno, seperti sosok Sokrates, Plato, dan Aristoteles, memiliki persepsi bahwa masyarakat terbentuk begitu saja. Masyarakat mengalami kemajuan dan kemunduran secara alami tanpa ada yang bisa mencegah.Sehingga mereka beranggapan bahwa kemakmuran dan krisis dalam masyarakat  merupakan masalah yang tidak terelakkan. Anggapan tersebut terus dianut semasa Abad Pertengahan (abad V Masehi sampai akhir abad XIV Masehi). Pada masa itu para pemikir, seperti Agustinus, Avicenna (Ibnu Sina), dan Thomas Aquinas menegaskan bahwa nasib masyarakat harus diterima sebagai bagian dari kehendak Ilahi. Sebagai makhluk yang fana manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi pada masyarakat. Adapun pertanyaan dan pemikiran ilmiah tentang sebab akibat terjadinya perubahan tatanan kemasyarakatan sama sekali belum muncul ke permukaan.

2. Abad Pencerahan: Rintisan Kelahiran Sosiologi

Abad XVII Masehi menjadi abad pencerahan yang memunculkan para ilmuan yang merintis cikal bakal ilmu Sosiologi modern. Abad itu ditandai oleh beraneka ragam penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan secara tidak langsung membawa pengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat.Sebagaimana ilmu pengetahuan yang lain, pandangan tentang perubahan masyarakat juga dituntut memiliki ciri ilmiah. Artinya perubahan yang terjadi dalam masyarakat harus dapat dijelaskan secara masuk akal (rasional); berpedoman pada akal budi manusia.

Untuk itu, semua pandangan mengenai masyarakat ini, haruslah dilontarkan dengan menggunakan metode ilmiah. Francis Bacon dari Inggris, Rene Descartes dari Prancis, dan Wilhelm Leibnitz dari Jerman merupakan sejumlah pemikir yang menekankan pentingnya metode ilmiah untuk mengamati masyarakat.

3. Abad Revolusi: Pemicu Lahirnya Sosiologi

Perkembangan ilmu pengetahuan pada Abad Pencerahan memicu perubahan revolusioner sepanjang abad XVIII Masehi. Perubahan itu dikatakan revolusioner disebabkan adanya perubahan struktur atau tatanan masyarakat dengan begitu cepatnya dan digantikan dengan tatanan dunia baru.Revolusi sosial yang terlihat paling jelas tampak pada Revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Prancis.

Revolusi-revolusi ini menyebabkan berbagai perubahan dan gejolak dalam masyarakat. Tatanan yang telah berusia ratusan tahun dalam masyarakat diobrak-abrik dan dijungkirbalikkan. Perubahan ini tidak jarang disertai peperangan, pemberontakan, dan kerusuhan yang membawa kemiskinan dan kekacauan. Karena itulah, para ilmuwan terdorong untuk mencari metode yang tepat dalam menganalisis perubahan tatanan hidup bermasyarakat secara rasional dan ilmiah sehingga dapat diketahui sebab dan akibatnya. Tujuannya, agar bencana yang terjadi akibat perubahan dalam masyarakat bisa diantisipasi dan dihindari.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari Masa ke Masa

Nah begitu kurang lebih sejarah  perembangan  ilmu sosiologi. Pada intinya, ilmu sosiologi ini diciptakan untuk mengetahui gejolak sosial yang terjadi di suatu komunitas atau masyarakat. Yang tentu saja gejolak tersebut memiliki hukum sebab akibat yang dapat dipelajari oleh manusia.

Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 23 August 2015

Makna dan Hakikat Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bicara tentang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan,  Soerjono Soekanto berpendapat bahwa Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi – segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola – pola umum kehidupan masyarakat. Sedangkan ilmu dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan – pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika). Pengetahuan muncul karena ada rasa ingin tahu manusia tentang hal – hal tertentu. Namun hanya pengetahuan yang secara sistematis dan teruji kebenarannya yang termasuk ilmu. 

Sosiologi dapat dikatakan sibagai ilmu selama sosiologi mendaasarkan penelaahannya pada bukti – bukti ilmiah dan metode – metode ilmiah. Suatu ilmu sekurang – kurangnya dapat dirumuskna dengan 2 cara, yaitu :
  1. Suatu ilmu adalah suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang diperoleh melalui suatu penelitian ilmiah
  2. Suatu ilmu adalah suatu metode untuk menemukan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji.
Sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu karena didukung beberapa syarat, antara lain :
  1. Bersifat empiris, artinya sosiologi didasarkan pada observasi (pengamatan) terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif (memperkirakan) tetapi objektif
  2. Bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun observsasi dari hasil – hasil observasi, yang merupakan unsur – unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan antar hubungan dan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  3. Bersifat komulatif artinya teori – teori sosiologi telah ada sebelumnya, dalam arti memperbaiki, diperluas dan diperluas teori – teori tersebut
  4. Bersifat non etis yang artinya sosiologi menjelaskan fakta – fakta secara analitis dalam masyarakat.

Konsep Dasar Sosiologi Masyarakat

 Soerjono Soekanto berpendapat bahwa Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada  Makna dan Hakikat Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antar manusia dalam hidup bermasyarakat. Secara singkat sosiologi bisa diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubungan, jaringan interlasi, serta sebagai kompleks lembaga/pranata. Sosiologi juga melihat individu – individu yang saling berhubungan dan membentuk kelompok – kelompok yang pengaruhnya besar terhadap kelakuan dan pola kelakuan bagi individunya. Secara singkat konsep – konsep dasar sosiologi di masyarakat antara lain:

  • Perubahan sosial
  • Ketertiban dan pengendalian sosial
  • Sosialisasi
  • Organisasi sosial
  • Mobilitas sosial
  • Masalah – masalah sosial
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai sifat hakikat antara lain sebagai berikut :
  • Sosiologi merupakan ilmu sosial (bukan ilmu alam atau ilmu kerohanian)
  • Sosiologi bersifat ketegoris artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi di masyarakat.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni bukan ilmu terapan
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak artinya yang diperhatikan adalah pola dari peristiwa yang terjadi dalam masyarakat
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian – pengertian dan pola – pola umum. Sosiologi meneliti dan mencaria apa yang menjadi prinsip/hukum – hukum dari interaksi manusia dan perilaku sifat, hakikat isi dan struktur masyarakat
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum bukan ilmu pengetahuan khusus yang artinya sosiologi mengamati dan mempelajari gejala – gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan untuk mengungkapkan realitas sosial budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh sebab itu dalam pengetahuan sosiologi menggunakan metode ilmiah dalam penalaran/observasinya.
Menurut Paul B. Horton teknik riser sosiologi antara lain :
  1. Studi cros-sectional dan longitudinal, yaitu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan jangka waktu tertentu. Sedangkan studi longitudinal yaitu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.
  2. Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan, yang kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan
  3. Penelitian pengamatan, dalam penelitian ini tidak mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.
  4. Menurut Soerjono Soekanto, metode sosiologi yang digunakan adalah :
  5. Metode kualitatif yaitu suatu metode yang cara kerjanya adalah dengan mendeskripsikan hasil penelitian dan tidak dapat diukur dengan angka. Yang termasuk metode kualitatif adalah metode historis, metode komperatif dan metode studi kasus.
  6. Metode kuantitatif, yaitu metode yang mengutamakan keterangan dengan angka atau gejala – gejala yang teliti dan dapat diukur dengan skala, indeks, tabel, dan formula. Yang termasuk metode kuantitatif adalah metode statistik dimana gejala – gejalan masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu.
Baca Juga :
Demikianlah sedikit ulasan mengenai sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Semoga bermanfaat dan selamat belajar.


Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.