Langkah kaki tegap di atas sajadah Memandang dunia dengan tatapan rendah Merasa paling suci, paling tak bernoda Menghitung dosa orang dengan jemari yang ada Kau sebut dirimu pemegang kunci gerbang Menghakimi yang sesat, menilai yang bimbang Siapa masuk neraka, siapa yang mulia Seolah kau ketua dari segala panitia Namun ingatkah kau pada kisah yang lama? Sebelum bumi riuh oleh anak cucu Adam Ada yang paling taat di antara para malaikat Berdiri di saf depan, memimpin segala berkat Iblis terusir bukan karena dia mabuk Bukan karena judi yang membuatnya terpuruk Bukan pula zina yang meruntuhkan tahta Tapi satu penyakit yang tak kasat mata Dia keluar dari indahnya surga Bukan karena maksiat lahiriah yang nyata Namun karena setitik ego di dalam dada "Aku lebih baik dari dia yang dari tanah!" Maksiat raga mungkin berujung tangis tobat Namun sombongnya hati membuat hidayah tersumbat Merasa lebih mulia dari sesama manusia Adalah warisan nyata dari sang pendosa pertama Maka turunkan sedikit dagumu yang mendongak Jangan jadi panitia surga yang suka berteriak Sebab penentu akhir bukanlah jubah dan gelar Melainkan hati yang bersih saat dunia mulai pudar






0 comments:
Post a Comment