Tuesday, 23 June 2026

Lagu - Novel Setenang Embun Pagi Tiba, Karya: Khoirul Taqwim

 

Di kota riuh nalar mati terbunuh Langkah pulang ke desa yang sunyi Sujud di batu kali sepertiga malam Mencari Tuhan di antara hening yang nyata Kau Arumi telaga penuh rahasia Surat-surat tua di lemari usang Kau pilih aku di antara dua cinta Kini aku belajar mencintaimu dengan sungguh Para pemecah batu di kaki gunung Keringat darah untuk keluarga tercinta Musuh datang dengan niat jahat Aku berdiri melawan meskipun takut Gerimis malam membawa Rayya kembali Cinta pertama yang pernah hancurkan hati "Maafkan aku," katanya dengan sesal Namun masa lalu takkan kembali lagi Di tepi sungai kau dan aku berdiri Antara dua dunia yang berbeda Aku menatap matamu yang basah "Cintaku telah pulang," kataku lirih Maret tiba dengan hujan yang deras Kebersamaan di warung kopi desa Kau Arumi dan Alif kecilku Adalah pelabuhan terakhir jiwaku Setenang embun pagi yang tiba Menyegarkan hati yang gundah Kepasrahan pada Sang Maha Kuasa Keluarga adalah cinta sejati kita Pulanglah, pulanglah kau jiwa Kepada cinta yang tak pernah dusta Setenang embun pagi tiba Membawa damai dari-Nya

0 comments:

Post a Comment