Showing posts with label Indeks Saham. Show all posts
Showing posts with label Indeks Saham. Show all posts

Wednesday, 4 March 2020

Analisis Teknikal Sektor Saham

Beberapa waktu lalu ada rekan trader yang bertanya melalui email. Pertanyaanya sebagai berikut: 

"Selamat sore pak Heze. Pak apakah kita bisa mengetahui analisis teknikal sektor-sektor saham? Kalau saham kita bisa melihat analisis teknikalnya. Apakah sektor, misalnya sektor finance, apakah ada analisis teknikalnya karena tidak ada kodenya?"

Banyak rekan-rekan yang ingin mengamati analisa teknikal dari satu sektor saham tertentu namun belum memahami caranya. Sebenarnya melalui software online trading, anda bisa melihat analisa teknikal seluruh sektor saham. 

Untuk bisa melihat analisis teknikal sektor saham, pertama-tama anda harus memahami kode setiap sektor saham. Di pasar saham Indonesia, ada 10 sektor saham utama.  

Saya sudah pernah menuliskan kode sektoral saham lengkap (10 sektor utama di Bursa Efek Indonesia) pada pos berikut ini: 10 Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Jadi kalau anda ingin melihat analisis teknikal seluruh perusahaan di sektor keuangan, anda tinggal ketikkan kode saham sektoralnya yaitu FINANCE. Kalau anda ingin melihat analisis teknikal di sektor manufaktur, ketikkan kode sektoralnya yaitu MANUFACTUR. Lalu akan muncul analisis grafiknya. Contohnya seperti berikut ini: 

Grafik saham sektor Finance

Grafik saham sektor manufaktur
PENTINGNYA ANALISIS TEKNIKAL SEKTOR SAHAM 

Tidak semua trader melihat analisa teknikal sektor saham. Biasanya kalau kita trading, kita akan melihat langsung saham-saham spesifik yang akan kita incar.

Namun sebagian trader / investor mungkin membutuhkan analisis sektor saham. Analisis sektor saham berguna untuk MELIHAT ANALISA TREN SEKTOR SAHAM TERTENTU. 

Sektor saham yang sedang lesu, biasanya memiliki tren turun yang tajam dan diikuti dengan saham2 di sektor tersebut yang downtrend dalam jangka pendek-menengah. Hal ini pernah terjadi pada sektor pertambangan (Kode saham sektoralnya: MINING). 

Sehingga kalau anda ingin melihat lesu tidaknya suatu sektor saham melalui analisis teknikalnya, sebagai dasar untuk membeli saham di sektor tersebut (untuk disimpan selama 1 bulan lebih), anda bisa melihatnya melalui cara-cara yang sudah saya sebutkan diatas tadi.  

Selain itu, kalau mayoritas saham di sektor tertentu harganya pada turun terus, atau pergerakannya tidak seperti biasanya, maka ada baiknya anda lihat tren sektoralnya seperti apa dan berita-berita yang ada di sektor tersebut, sehingga anda bisa memutuskan apakah modal trading anda, akan anda tradingkan lebih banyak di sektor tersebut atau tidak. 

Tuesday, 3 March 2020

10 Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 10 sektor saham, dan di dalam 10 sektor saham tersebut masih dibagi lagi menjadi berbagai macam sub sektor saham. Kalau anda ingin mencari sub sektor saham, anda bisa pelajari caranya di pos berikut: Cara Mencari Sektor dan Sub Sektor Saham. 

Banyak rekan-rekan yang belum memahami sektor saham yang ada di BEI. Oleh karena itu, di pos ini saya ingin memberikan penjelasan detail mengenai daftar 10 sektor saham di BEISektor saham di BEI sering disebut sebagai INDEKS SEKTORAL saham. Berikut daftar-daftarnya:

1. Indeks sektor pertanian (AGRI)
2. Indeks sektor pertambangan (MINING)
3. Indeks manufaktur (MANUFACTUR) 
4. Indeks sektor aneka industri (MISC-IND)
5. Indeks sektor industri barang konsumsi (CONSUMER)
6. Indeks sektor porperti (PROPERTY) 
7. Indeks sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi (INFRASTRUC)
8. Indeks sektor keuangan (FINANCE)
9. Indeks sektor perdagangan, jasa dan investasi (TRADE)
10. Indeks sektor industri dasar dan kimia (BASIC-IND) 

Itulah 10 sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan yang saya tulis pakai huruf besar merupakan kode sektor saham masing-masing. Kode sektor saham ini cukup penting anda perhatikan terutama kalau anda ingin menganalisa grafik (chart) dari setiap sektor. 

Kebanyakan para trader / investor pemula tidak mengetahui kode setiap sektor saham, sehingga tidak paham cara menampilkan grafik saham sektoral. Oleh karena itu, kode sektoral saham perlu anda pahami juga. 

Sebagai contoh, jika saya ingin menampilkan grafik saham khusus sektor keuangan dan sektor manufaktur, maka saya bisa ketikkan kode FINANCE (sektor keuangan), lalu untuk sektor manufaktur ketikkan kode (MANUFACTUR) pada chart saham di software online trading. Kemudian akan muncul grafik setiap sektor sebagai berikut:    

Sektor saham BEI - grafik sektor finance

Sektor saham BEI - grafik sektor manufaktur
Anda bisa menampilkan grafik sektor saham pada software online trading anda masing2. Anda hanya perlu ketikkan kode sektoralnya, sama seperti ketika anda ketikkan kode saham. 

Grafik saham sektoral menampilkan pergerakan chart dari seluruh saham di sektor termasuk sub sektornya. Jadi katakanlah anda ingin melihat grafik sektor FINANCE, maka grafik yang muncul bukan hanya grafik sektor perbankan, tetapi juga termasuk seluruh sub sektor yang ada di finance yaitu sub sektor asuransi, perusahaan sekurita, institusi keuangan dan lain2. 

Semoga pos ini bisa membantu rekan-rekan yang sedang mencari sektor saham di BEI, beserta kode setiap sektoral untuk analisa chart. 

Thursday, 10 October 2019

Cara Analisa Indeks Saham Amerika

Indeks saham Amerika Serikat (AS) utama adalah Indeks Dow Jones, Indeks Nasdaq dan Indeks S&P500. Baca juga: Mengenal Indeks Saham Amerika. Indeks saham AS seringkali menjadi acuan bursa-bursa saham dunia, termasuk Indonesia (IHSG). 

Anda mungkin sering mendengar ulasan2 dari broker, analis mengenai pergerakan indeks saham AS dan kemungkinan pengaruhnya ke IHSG. Saya sendiri beberapa kali juga sempat membahas pergerakan indeks2 AS di halaman: Rekomendasi Saham. 

Update pergerakan indeks saham AS dan indeks2 lainnya seringkali kita temukan juga melalui pesan2 yang di broadcast, entah di grup WA, Telegram, Facebook dan lain2. Contohnya seperti tampilan dibawah ini: 

Indeks saham dunia
Jadi gimana cara menganalisa indeks saham AS dan pengaruhnya ke IHSG? Mari kita bahas 

1. Indeks AS turun tajam

Apabila indeks AS ditutup turun tajam semalam (misalnya hari Rabu tiga indeks AS koreksi sampai 1% lebih), maka besok paginya (Kamis) saat pasar saham Indonesia (IHSG) buka, IHSG kemungkinan akan cenderung ikut turun.

Apalagi kalau IHSG sebelumnya sudah naik, maka inilah waktunya IHSG punya potensi untuk koreksi. Demikian juga, kalau IHSG masih lesu (banyak sentimen negatif) ditambah berita indeks AS turun tajam semalam, maka kemungkinan IHSG akan mengalami koreksi lanjutan. 

Kalau di sesi pre-open IHSG sudah pada merah (dan semalam Indeks AS pada melemah tajam), maka ada baiknya anda mencari support2 lanjutan saham2 anda, atau anda bisa mencari saham2 yang penurunannya tidak terlalu signifikan /masih punya potensi rebound saat IHSG sedang turun. 

Biasanya kalau Indeks Dow Jones turun atau sebaliknya, maka akkan diikuti juga dengan pergerakan saham2 Nasdaq dan SP500.

2. Indeks AS naik signifikan (rally or rebound)  

Kalau semalam indeks AS ditutup menguat signifikan, entah karena Indeks AS rally atau sekedar rebound setelah koreksi, maka kemungkinan akan diikuti oleh kenaikan IHSG keesokan hari. 

Jika IHSG ijo, anda bisa mulai memilih saham2 yang sudah di support. Anda harus tetap memperhatikan analisa teknikal masing2 saham, jangan mengandalkan emosi dalam trading. 

Indeks AS dikatakan naik / turun signifikan sebenarnya cukup relatif. Namun kalau naik / turunnya mendekati 1% atau bahkan sudah diatas 1% dan ketiga indeks bergerak kompak searah, maka IHSG bisa dikatakan bergerak naik/turun secarea signifikan, dan hal ini bisa memberikan dampak ke IHSG juga. 

3. Indeks AS bergerak stabil 

Jika Indeks AS bergerak stabil, dalam arti naik atau turunnya tidak terlalu signifikan, atau bergerak variatif (misalnya indeks Dow Jones naik tapi dua indeks lainnya turun), maka biasanya pergerakan Indeks AS ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan ke IHSG. 

Itulah cara menganalisa indeks saham AS dan kemungkinan pengaruhnya ke IHSG. Perlu anda pahami juga bahwa pergerakan indeks AS TIDAK SELALU memberikan dampak ke IHSG. Maka dari itu, saya selalu menambahkan dengan kata-kata "cenderung", "kemungkinan". 

Memang ketika indeks saham AS turun tajam semalam, ini juga harus jadi perhatian anda untuk lebih berhati-hati dalam membeli saham apalagi kalau IHSG ikutan turun tajam, demikian sebaiknya kalau indeks saham AS naik signifikan. 

Namun tetap saja jangan menjadikan indeks AS sebagai patokan utama trading. Karena biar bagaimanapun juga, kita semua harus trading dengan kembali pada melakukan analisa teknikal pada saham pilihan anda masing-masing, right?

Boleh saya katakan bahwa pergerakan indeks AS ini sifatnya sebagai tambahan / pelengkap analisa market, namun bukan acuan utama untuk beli / jual saham. 

"Tapi memangnya apa pengaruh secara fundamental indeks saham AS ke IHSG? Kan satunya pasar saham AS, satunya Indonesia. Kok bisa kalau indeks saham AS naik, IHSG bisa ikutan naik dan sebaliknya?" Tanya anda penasaran

Pertama, sisi psikologis. Karena indeks saham AS adalah indeks saham utama yang sering menjadi acuan para trader dunia, maka ketika bursa saham AS melemah signifikan, hal ini bisa dijadikan sebagai 'acuan' atau 'alasan' pelaku pasar untuk take profit. Jadi hal ini lebih ke sisi / alasan psikologis saja. 

Kedua, market itu latah. Market bisa menjadi latah dengan berita2 tertentu yang sebenarnya tidak memiliki dampak signifikan atau jangka panjang. Saya rasa hal ini adalah hal yang biasa. Sehingga, berita2 tentang kenaikan/penurunan signifikan indeks saham AS, sangat mungkin berpengaruh ke IHSG.

Ketiga, kekhawatiran / euforia market. Terkadang penurunan signifikan bursa saham AS bisa dikarenakan sentimen2 negatif, misalnya perang dagang, pertumbuhan ekonomi AS yang melambat, sehingga indeks Dow dkk langsung jatuh ketika ada berita2 tersebut. 

Market akan khawatir kalau pelemahan2 dalam ekonomi AS ini akan berpengaruh pada Indonesia juga, karena Indonesia juga memiliki kerja sama dengan AS (misalnya dalam hal ekspor-impor). 

Alasan ketiga ini sebenarnya juga ada kaitan dengan alasan psikologis. Tapi setelah IHSG koreksi, pada akhirnya IHSG bakalan rebound lagi kan? Semua itu harusnya kembali ke fundamental Indonesia sendiri, bukan fundamental negara lain. 

Jadi sebenarnya ya memang nggak ada pengaruh secara langsung kenaikan / penurunan indeks AS terhadap pasar saham Indonesia, terutama terkait dengan fundamental jangka panjang. 

Tapi karena faktor2 itu tadi, maka IHSG bisa cenderung (walaupun tidak selalu) bergerak mengikuti pergerakan indeks AS. Di pos ini: Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham, saya sudah menjelaskan pentingnya indeks saham untuk trader. 

Thursday, 5 September 2019

Mengenal Indeks Saham Amerika: Dow Jones, S&P 500, Nasdaq

Jika anda sering membaca ulasan-ulasan market, indeks-indeks saham Amerika seperti Indeks Dow Jones S&P 500 dan Nasdaq sering sekali dibahas pergerakannya dan bahwa terkadang menjadi tolok ukur / potensi pergerakan IHSG di hari berikutnya. 

Katakanlah semalam ketiga indeks ini pada anjlok, maka banyak analis, broker yang akan mengatakan kalau IHSG akan cenderung koreksi, karena bisa mengikut pergerakan ketiga indeks tersebut. 

Apa maksud ketiga indeks tesebut? Mengapa tiga indeks itu sering dijadikan acuan di Bursa Amerika? Sebelum saya membahas lebih lanjut, di Indonesia kita mengenal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

IHSG inilah yang menjadi acuan indeks Indonesia. Kalau di AS, tiga indeks inilah yang sering dijadikan acuan / indikator trading. Jadi sederhananya, indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq adalah "IHSG"-nya Amerika. 

1. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow Jones merupakan indeks tertua di AS yang dibentuk tanggal 16 Februari 1885. Indeks Dow Jones berisi 30 saham perusahaan yang paling besar dan berpengaruh di AS. 

Saham2 yang masuk di DJIA adalah saham2 besar yang punya kinerja baik, rajin membagi dividen, pemimpin di sektor industrinya dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Indeks Dow Jones memiliki pengaruh hampir seperempat nilai transaksi di pasar saham Amerika. 

Boleh dikatakan bahwa DJIA ini adalah kumpulan saham2 blue chip di Amerika Serikat. Sama seperti saham2 blue chip di Indonesia misalnya BBRI, UNVR, INDF, BBCA, TLKM dan lain2, di mana saham2 blue chip memiliki pengaruh yang paling besar terhadap IHSG. 

Contoh saham2 di indeks Dow Jones adalah Mircosoft Corporation, Apple Inc, Coca-Cola, Intel Corporation dan lain2. 

2. Indeks (Standard & Poor's) S&P 500 

Indeks S&P 500 merupakan indeks yang berisi 500 saham perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar dan paling banyak ditradingkan di Bursa saham Amerika Serikat. S&P 500 pertama kali diperkenalkan tahun 1923. 

S&P 500 mewakili kurang lebih 70% nilai total pasar saham di Amerika. S&P 500 ini kalau di Indonesia adalah indeks LQ45. Kalau di Indonesia ada 45 saham paling likuid, di Amerika ada S&P500 yang merupakan daftar 500 saham paling likuid.  

S&P 500 merupakan indeks di Bursa saham Amerika yang paling populer setelah DJIA. Bedanya dengan DJIA, saham2 di S&P 500 memiliki jumlah saham yang lebih banyak dan variatif dibandingkan DJIA. 

Dalam praktikknya, pergerakan S&P 500 seringkali sejalan dengan pergerakan DJIA. Artinya, ketika DJIA menguat, maka hal ini akan diikuti juga dengan indeks S&P 500 dan sebaliknya. 

Komposisi indeks S&P 500 ini diambil dari berbagai sektor perusahaan seperti keuangan, energi, IT, consumer goods, properti dan lain2. Beberapa contoh saham2 di indeks ini adalah Google, Amazon, Boeing Company, Adobe System Inc, Chevron, Coca-Cola, Citigroup Inc, Berkshire Hathaway, Analog Devices dan lain2. 

3. Indeks National Association of Securities Dealers Automated Quotation (Nasdaq)

Indeks Nasdaq berisi mayoritas saham2 perusahaan teknologi di Amerika Serikat. Kalau anda ingin melihat perkembangan sektor teknologi di AS, indeks Nasdaq ini bisa jadi acuan. 

Nasdaq dibentuk sejak 5 Februari 1971, di mana saham2 nasdaq ini berisi saham-saham perusahaan teknologi dan Bio teknologi Amerika. Contohnya adalah saham Tesla Inc, Amaon, Intel dan lain2. Nasdaq terdiri dari 3.000 saham teknologi, bioteknologi kecuali perusahaan2 keuangan. 

Itulah penjelasan mengenai tiga indeks saham Amerika yang paling besar dan menjadi indeks acuan dunia. Lalu apa pengruh indeks2 tersebut terhadap IHSG? Anda bisa baca pos saya disini: Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham.

Tuesday, 13 August 2019

Indeks IDX Value30 dan IDX Growth30

Untuk anda yang sedang mencari saham-saham yang memiliki fundamental bagus disertai likuiditas saham yang baik, atau anda yang sedang mencari saham2 yang memiliki valuasi saham yang murah (rendah), maka Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah meresmikan indeks IDX Value30 (IDXV30) dan indeks IDX Growth30 (IDXG30)

Indeks IDX Value30 (IDXV30) memuat 30 saham yang memiliki valuasi harga rendah disertai likuiditas dan kinerja keuangan yang baik. 

Jadi poinnya, IDX Value30 akan menekankan pada penilaian saham2 yang punya price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang paling rendah, dengan mempertimbangkan likuiditas saham (dilihat dari jumlah saham beredar) dan kinerja keuangan.

Indeks IDX Growth30 (IDXG30) memuat 30 saham yang mempunyai tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang baik terhadap harga saham, dan likuiditas yang baik serta kinerja keuangan yang sehat

Jadi perbedaan antara indeks IDXV30 dengan IDXG30 adalah terletak pada penilaian valuasi saham. Indeks IDXV30 memperhitungkan saham2 yang punya valuasi murah dan kinerja yang bagus. 

Tetapi kalau indeks IDXG30, tidak memperhitungkan mahal murahnya valuasi saham, namun lebih kepada tren pertumbuhan kinerja yang dilihat dari laba bersih pendapatan, karena sesuai namanya IDX Growth. 

Oke, terus gimana cara lihat daftar saham apa saja yang ada di kedua indeks tersebut? Anda bisa mencarinya melalui situs idx.co.id. Berikut langkah2nya: 

1. Buka situs www.idx.co.id

2. Buka menu Data Pasar --> Data Saham --> Indeks Saham


3. Dari banyak indeks saham yang diterbitkan BEI, anda bisa pilih kode IDXV30 untuk IDX Value30 dan IDXG30 untuk IDX Growth30. Perhatikan tampilannya dibawah ini:


4. Jika anda memilih Indeks IDXG30 misalnya, maka tampilannya seperti dibawah ini:


Anda bisa memilih tahun yang anda inginkan (tahun terbaru), lalu klik 'Cari'. Dan anda akan menemukan daftar indeks yang anda pilih. Lalu di sisi kanan, klik 'Unduh'. Yang paling atas adalah indeks yang terbaru. 

5. Setelah anda unduh /download, maka filenya akan tampil bentuk file RAR File


Maka dari itu, supaya anda bisa membuka file-nya, anda harus extract dulu file-nya. Caranya klik kanan RAR file yang anda download tadi --> 7-Zip --> Extract here. Lalu anda akan menemukan dua file dalam bentuk Excel dan PDF yang isinya daftar 30 saham yang dimaksud. Seperti ini tampilannya:

6. Lalu anda bisa buka salah satu file-nya, file excel or PDF terserah anda. Kemudian disitulah anda akan menemukan daftar 30 saham yang dimaksud, yang sudah diolah oleh Bursa Efek. 

Anda bisa melihat juga rasio free float dan jumlah saham beredar untuk setiap saham yang masuk di indeks melalui file PDF dan Excelnya. Kalau anda belum tahu apa itu free float, anda bisa baca2 disini: Perubahan Bobot Indeks Saham: Free Float Adjusted Index. Anda bisa lihat dibawah ini:


Itulah penjelasan dan cara mencari daftar saham indeks IDX Value IDX 30 dan IDX Growth 30. Buat anda yang tipe-tipe 'investor sibuk' dan tidak punya banyak waktu menganalisa fundamental saham, anda bisa melakukan screening saham2 dari kedua indeks tersebut. 

Kalau tujuan anda mau cari saham2 valuasi murah, anda bisa cari saham di indeks IDX Value30. Kalau anda mau cari perusahaan2 yang sedang bertumbuh, anda bisa cari saham2 di indeks IDX Growth 30. 

Thursday, 8 August 2019

Cara Melihat Indeks Saham Dunia

Bursa atau indeks saham dunia merupakan salah satu ukuran penting yang perlu anda perhatikan ketika trading. Pergerakan indeks saham dunia utama seperti Dow Jones terkadang dapat mempengaruhi arah pergerakan IHSG keesokan harinya.  

Meskipun indeks saham dunia bukanlah analisa utama untuk memutuskan apakah anda harus beli dan jual saham (karena analisa trading harus kembali lagi ke faktor analisa teknikal), tetapi para trader di Indonesia dan dunia terkadang menjadikan pergerakan indeks saham dunia sebagai acuan untuk membeli saham atau menahan posisi pada saat itu. 

Terutama ketika Indeks Dow Jones dan mayoritas indeks dunia lain lagi drop malam harinya, maka anda harus lebih waspada dan berhati-hati dalam trading, karena jika indeks dunia lagi drop, kemungkinan besar hal ini akan berpengaruh ke IHSG juga. Anda bisa baca pos saya disini: Strategi Beli Saham Saat Turun

Tetapi untuk banyak kasus lain, kalau indeks Dow Jones, Nasdaq hanya koreksi biasa, kemungkinan besar hal ini tidak akan memberikan banyak pengaruh ke IHSG. Baca juga: Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham. 

Nah, cara melihat / mengetahui indeks saham dunia ada banyak. Anda bisa lihat melalui media2 masa online, atau terkadang ada rekan2 yang suka share posisi indeks saham dunia di grup2 saham. 

Pergerakan indeks saham dunia juga bisa dilihat melalui software online trading anda. buat anda yang sering mengamati pergerakan market seperti saya, maka pekerjaan trader akan lebih banyak fokus melihat layar 

Berikut cara melihat indeks saham dunia. Disini saya memberikan contoh software online trading Danareksa Sekuritas: 

1. Untuk bisa melihat indeks saham dunia, anda bisa lihat di menu 'Market' --> Market Indices

Di software trading lain, kurang lebih sama. Anda bisa melihat di menu market atau indeks. 

2. Anda bisa cari menu indeks global / global indices. Kemudian akan muncul tampilan indeks saham dunia seperti dibawah ini: 

Indeks saham dunia
Disitu anda bisa melihat kenaikan / penurunan bursa-bursa saham dunia seperti indeks DJIA, S&P index, Nasdaq yang sering dijadikan acuan dunia. Anda bisa lihat indeks2 saham Asia seperti Strait Times, Shanghai Composite dan lain2. 

Itulah cara yang lebih mudah dan simpel kalau anda mau melihat indeks saham dunia melalui software online trading anda. 

Tuesday, 9 July 2019

Cara Mencari Sektor dan Sub Sektor Saham

Saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek dapat dibagi / diklasifikasikan ke dalam sektor-sektor saham / usaha. Sebagai contoh, saham SMGR masuk di sektor industri dasar dan kimia. Saham BBCA masuk di sektor finance. Saham UNVR masuk di sektor manufaktur sub sektor consumer goods dan lain2. 

Jenis2 sektor saham di BEI sudah pernah saya bahas juga disini: Daftar Indeks Sektoral Saham di Indonesia. Kalau anda sedang melakukan analisa2 saham, khususnya analisa yang berkaitan dengan membandingkan satu saham dengan saham lain, maka anda harus paham dengan klasifikasi sektor saham. 

Misalnya, anda ingin menganalisa apakah PER saham TKIM sudah murah atau masih mahal, maka anda harus mengetahui TKIM masuk di sektor mana dan saham2 apa saja yang ada di satu sektor yang sama dengan TKIM untuk dijadikan perbandingan analisa.  

Jadi di pos ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara mencari sektor saham, sub sektor saham beserta daftar2 sahamnya. 

Cara Mencari Sektor dan Sub Sektor Saham 

1. Mencari sektor dan sub sektor saham beserta daftar2 saham yang ada di dalamnya bisa anda cari dengan mudah melalui situs: idnfinancial.com/id. Anda bisa buka situsnya. 

2. Untuk mencari sektor saham di BEI beserta daftar2 sahamnya, anda bisa buka menu Perusahaan. Tampilannya seperti dibawah ini: 

Sektor Saham
Yang saya beri tanda warna biru adalah sektor sahamnya, sedangkan tanda kuning adalah sub sektor saham. Jadi katakanlah meskipun saham CPIN dan saham SMGR masuk di satu serktor yang sama yaitu industri dasar dan kimia, tetapi kedua saham tersebut berada di sub sektor yang berbeda. 

Itu artinya, kalau anda mau melakukan analisa perbandingan PER, PBV atau analisa2 yang membandingkan saham2 di satu sektor yang sama, maka anda harus melakukan perbandingan berdasarkan sub sektor-nya, bukan berdasarkan sektornya saja. Anda harus membandingkan secara apple to apple. 

Seperti contoh analisa valuasi saham yang saya tulis disini: Cara Mengetahui Saham yang Undervalue (Valuasi Saham), maka kita membandingkan PER berdasarkan sub sektor saham, bukan berdasarkan sektor utamanya. 

3. Sekarang kita coba buka salah satu sub sektor saham. Disini saya akan melihat saham2 apa saja yang ada di sektor pertanian sub sektor perkebunan. 


Itulah saham2 yang masuk dalam daftar sub sektor perkebunan. Jadi kalau anda mau menganalisa perbandingan saham secara apple to apple, kelompokkan saham berdasarkan sub sektornya seperti langkah2 yang saya sebutkan diatas. 

Saturday, 15 June 2019

Daftar Saham MSCI Indonesia

Di pasar saham, anda bisa memilih saham-saham dengan mengacu pada indeks saham tertentu. Indeks saham tertentu terkadang mengelompokkan saham kedalam daftar saham2 yang likuiditasnya bagus (seperti Indeks LQ45), kinerja fundamental (seperti Indeks Kompas 100 dan Indeks IDX30). 

Sehingga daftar indeks saham tertentu bisa menjadi acuan anda dalam memilah saham, karena jumlah saham di Bursa Efek ada banyak sekali. Terutama buat pemula yang bingung memilih saham, anda bisa menjadikan saham-saham yang ada di indeks tertentu seperti LQ45 untuk dimasukkan dalam daftar saham trading anda. Baca juga: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus. 

Salah satu daftar indeks saham di Indonesia yaitu Indeks MSCI Indonesia. Kalau anda belum apa itu indeks MSCI, anda bisa baca pos saya disini: Mengenal Indeks MSCI dan Pengaruhnya ke Harga Saham. 

Apa saja yang termasuk dalam saham-saham MSCI Indonesia? MSCI Indonesia terdiri dari 28 saham yang diterbitkan oleh Morgan Stanley Capital Indeks. Berikut adalah daftar saham MSCI Indonesia:   

1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
2. PT Astra International Tbk (ASII)
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
6. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 
7. PT Bank Danamon Tbk (BDMN)'
8. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
9. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 
10. PT Charoend Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN)
11. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
12. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
13. PT Indofood CBP Tbk (ICBP)
14. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
15. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
16. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
17. PT Jasamarga (Persero) Tbk (JSMR)
18. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
19. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
20. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
21. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
22. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
23. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
24. PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) 
25. PT Pabrik Kertas Twiji Kimia Tbk (TKIM) 
26. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero Tbk (TLKM)
27. PT United Tractors Tbk (UNTR)
28. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 

Itulah daftar indeks saham MSCI Indonesia. Indeks MSCI Indonesia ini penting karena digunakan untuk mengukur performa market saham di Indonesia. Jadi saham2 yang masuk di MSCI Indonesia ini adalah saham2 yang punya pergerakan saham serta kapitalisasi pasar yang baik. 

Memang bukan berarti trading di saham MSCI pasti akan profit. AN

Buat 

Sunday, 21 April 2019

Harga Indeks Saham Dunia

Indeks saham dunia seringkali menjadi acuan bagi para trader Indonesia untuk memutuskan apakah trader akan membeli saham atau menahan dulu, atau bahkan menjual saham. Kalau anda ingin tahu indeks saham dunia, anda bisa baca pos saya disini: Kumpulan Indeks Saham Dunia. 

Walaupun bukan acuan utama, namun seringkali indeks saham dunia (yang punya pengaruh besar) memiliki pengaruh terhadap indeks saham kita (IHSG) dan tentunya terhadap mayoritas pergerakan saham. 

Beberapa indeks saham dunia utama seperti Dow Jones, dan indeks saham Asia, seringkali menjadi acuan pergerakan IHSG pada keesokan harinya. Jadi kalau misalnya indeks Dow Jones semalem ditutup anjlok, maka kemungkinan besar IHSG paginya akan koreksi.

Banyak trader yang ingin melihat informasi harga indeks saham dunia, tetapi trader terkadang nggak menemukan informasi tersebut. Di beberapa software online trading, terkadang tidak menampilkan update indeks saham dunia. 

Maka dari itu, anda sebenarnya nggak harus repot cari informasi yang update mengenai harga indeks saham dunia. Anda bisa mencarinya melalui dua situs berikut: Trading View dan Investing. Berikut langkah2nya:

MENCARI HARGA INDEKS SAHAM DUNIA DI SITUS TRADING VIEW

1. Buka situs id.tradingview.com

2. Di halaman beranda sebelah kanan, anda akan menemukan menu ringkasan pasar, sebagai berikut: 


Disitu anda sudah bisa melihat beberapa harga indeks saham dunia. Kalau anda ingin klik lebih banyak informasi indeks saham, anda bisa klik menu "Lebih banyak indeks" (tanda lingkaran hijau). Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini: 


Itulah pergerakan indeks saham dunia, dan bisa anda lihat naik turunnya indeks tersebut di hari itu (kalau hijau berarti naik, kalau merah berarti turun). Anda bisa melihat informasi indeks2 acuan penting seperti DJI, dan bursa saham Asia seperti indeks HSI, STI dan lain2.  



MENCARI HARGA INDEKS SAHAM DUNIA DI SITUS INVESTING 

1. Buka situs: id.investing.com --> pilih menu Indeks Utama


2. Kemudian akan tampil Indeks Dunia Utama sebagai berikut: 

Klik gambar untuk memperbesar

Anda bisa melihat informasi2 harga indeks saham dunia yang update melalui menu tersebut, baik indeks Amerika, IHSG, Asia dan lain2. Sebenarnya anda bisa juga lihat di situs Investing menu sebelah kanan (yang saya beri tanda lingkaran). Namun jika anda ingin melihat tampilan yang lebih lengkap, anda bisa ikuti langkah2 diatas itu tadi. 

So, anda yang ingin cari informasi tentang update indeks saham dunia, anda bisa cari melalui dua situs tersebut. Informasi tentang pergerakan indeks dunia, terutama Dow Jones dan pergerakan mayoritas Bursa Asia, terkadang juga "menentukan" pergerakan IHSG. Baca juga: Makna Indeks Saham Bagi Pemain Saham.       

Saturday, 30 March 2019

Memilih Saham: Indeks IDX High Dividend 20

Analis saham, broker, maupun trader seringkali membagikan tentang daftar saham pemberi dividen tertinggi di Bursa Efek. Yang saya maksud adalah saham2 yang terdaftar dalam indeks IDX High Dividend 20.  

Sesuai namanya, IDX High Dividend 20 (IDX HDIV 20) adalah indeks yang berisi 20 saham yang paling rajin membagikan dividen, dan juga nilai dividennya paling tinggi (berdasarkan dividend per share dan dividend yield-nya).   

Tujuan dibentuknya indeks IDX High Dividend 20 sudah jelas, yaitu untuk memberikan kemudahan bagi investor / trader yang mau mengincar keuntungan dari dividen, supaya bisa lebih mudah memetakan saham2 mana di Bursa Efek yang dividennya paling menguntungkan.  

Harus diakui, banyak sekali emiten yang membagi dividen (hampir) tiap tahun, bahkan tiap tahun ada ratusan saham yang bagi dividen. Tapi apakah semua saham tersebut layak diincar? 

Tentu saja tidak. Nah, banyak kita temui saham2 yang meskipun hampir tiap tahun bagi dividen, tapi nilai dividennya sangat kecil, dan sahamnya juga nggak likuid. 

Saya sering dapat pertanyaan dari para trader saham: "Pak Heze, saham apa yang bagi dividen rutin, yang harga sahamnya juga bagus? Soalnya saya sering terjebak beli saham yang rajin bagi dividen, tapi sahamnya ternyata tidak likuid"

Di pos ini anda sudah menemukan jawabannya. Anda bisa mengacu pada saham2 yang masuk di IDX High Dividend 20 tersebut. Apa saja saham2nya? Anda bisa cari di Google. Banyak kok yang menyediakan informasi tentang daftar IDX High Dividend 20 ini. 

Umumnya, saham2 yang masuk di indeks ini adalah saham2 blue chip, yang kinerjanya mapan, sehingga saham2 yang masuk di IDX High Dividend 20 mayoritas merupakan saham2 yang juga layak untuk trading. 

Beberapa contoh saham yang rutin ada di indeks ini adalah ITMG, BBRI, HMSP, GGRM, BBCA dan lain2. Yup, saham2 tersebut kalau anda perhatikan, secara technical analysis juga bagus buat trading. 

Dengan adanya IDX High Dividend 20, anda para dividend seeker, bisa lebih mudah 'mempersempit' target anda untuk mencari dividen. 

Sama seperti indeks2 saham yang dibuat oleh Bursa Efek, misalnya Indeks LQ45, Indeks IDX80, indeks IDX High Dividend 20 ini juga diperbaharui tiap beberapa bulan (6 bulan). Jadi bisa saja, saham yang masuk di IDX High Dividend 20 periode ini, tidak masuk di periode mendatang. 

O iya, untuk strategi membeli dividen ini, tentu tidak oleh dilakukan asal-asalan, terutama anda yang orientasi main sahamnya jangka pendek (trader saham). Karena ada yang namanya dividend trap di saham. Anda bisa baca-baca lagi tulisan saya disini: Dividend trap Saham dan Cara Mengatasinya. 

Oke itu saja mungkin yang bisa saya share pada anda tentang dividen. Anda sekarang nggak perlu repot-repot memetakan saham2 mana yang bagi dividen, soalnya anda bisa 'mencontek' indeks ini. 

Saham2 di indeks IDX High Dividend 20 bisa anda jadikan juga untuk acuan trading (dengan melihat momentum tentunya) maupun untuk nabung saham, karena saham2 ini memiliki kinerja yang mapan dalam jangka panjang (kalau nggak mapan, nggak mungkin bisa bagi dividen gede, apalagi rutin), kapitalisasi pasarnya gede, dan likuiditasnya juga bagus.  

Thursday, 7 February 2019

Trading Indeks IDX80 vs Indeks LQ45

Saham2 yang masuk dalam Indeks LQ45 seringkali menjadi acuan para trader untuk memilih saham2 yang cenderung likuid, karena saham2 yang masuk dalam Indeks LQ45 ini memiliki pengaruh / menjadi motor penggerak IHSG. Baca juga: Daftar Saham Indeks LQ45 terbaru. 

Nah, sekarang ini Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah meluncurkan saham2 Indeks IDX80. Apa itu indeks IDX80? Di pos sebelumnya, kita sudah membahas bersama. Anda bisa baca lagi disini: Saham-saham Indeks IDX80.

Jadi mana yang lebih baik dijadikan sebagai acuan trading: Indeks LQ45 atau IDX80? Sebelum saya menjawab mana yang lebih bagus, saya akan memaparkan kelebihan dan kekurangan masing2 indeks. 

Indeks LQ45 kelebihannya adalah: Saham2 yang terdaftar di indeks ini, lebih disaring secara ketat untuk menghasilkan saham2 likuid yang mampu menjadi penggerak pasar atau yang bisa mewakili IHSG. Jadi anda yang biasanya trading dengan mengikuti dan mencermati arah pasar, indeks LQ45 ini sudah sangat cukup untuk anda jadikan benchmark trading anda.  

Namun kekurangannya, tentu saja kalau anda tradingnya cuma di 45 saham ini, pilihan anda akan sedikit. Karena di pasar saham, saham2 yang likuid sebenarnya nggak hanya LQ45. Tapi banyak juga saham2 lapis dua yang masih likuid dan bagus untuk trading. 

Nah, kelemahan di LQ45 ini ditutup dengan adanya indeks IDX80, di mana pada IDX80: Anda punya pilihan saham yang lebih banyak, karena IDX80 bukan hanya memasukkan 45 saham likuid, tapi ditambah lagi menjadi totalnya 80 saham yang disaring berdasarkan penilaian fundamental, free float dan likuiditasnya. 

Tapi setelah saya pelajari saham2 yang ada di IDX80, saya melihat beberapa saham yang secara likuiditas dan fundamental sebenarnya nggak bagus2 amat. Contohnya saham2 yang masuk IDX80 seperti BKSL, WOOD, HOKI, BEST. 

Beberapa saham seperti BKSL dan BEST ini juga rentan digoreng bandar. Dan sebagai informasi, BKSL ini juga sudah keluar dari LQ45 baru-baru ini, tapi dimasukkan dalam IDX80. Dan pergerakan BKSL sebelum keluar dari LQ45 juga mulai meragukan sekali, karena sahamnya (meskipun terkesan likuid) tapi banyak digoreng. 

Kesimpulannya: Semua indeks baik indeks LQ45 maupun IDX80 sebenarnya sama2 bisa dijadikan acuan untuk trading, khususnya anda yang sering menjadikan indeks sebagai acuan trading anda. 

Hanya yang perlu anda analisa lebih lanjut adalah: Kalau anda adalah tipikal trader yang benar2 memiliki profil toleransi risiko yang rendah (cenderung menghindari risiko), anda bisa pilih saham2 indeks LQ45 saja. Sedangkan untuk pemula, saya juga menyarankan anda untuk memulai dengan menjadikan indeks LQ45 sebagai acuan trading. 

Yap, karena indeks LQ45 ini memang jauh lebih populer dibandingkan IDX80, dan selain itu, alasan2 yang saya sebutkan tadi beberapa saham tambahan di indeks IDX80 adalah saham2 yang cukup berisiko untuk pemula.  

Sedangkan jika anda sudah biasa coba saham2 LQ45, anda baru bisa bandingkan dengan saham2 yang ada di IDX80, atau anda bisa trading langsung di saham2 yang masuk di IDX80. Anda yang ingin punya lebih banyak pilihan saham untuk acuan trading, anda bisa melirik saham2 di IDX80 ini. 

Tapi yang pertama harus anda kuasai dulu adalah saham2 di indeks LQ45-nya itu sendiri, karena LQ45 sampai saat ini tetap merupakan indeks yang paling populer dan mayoritas saham LQ45 adalah saham2 penggerak Bursa. Hal ini berbeda dengan saham2 IDX80, di mana ada banyak saham yang kapitalitasi pasarnya tidak terlalu besar.

Wednesday, 6 February 2019

Saham-saham Indeks IDX80, Baguskah Buat Trading?

Selama ini anda mungkin lebih populer dan familiar dengan istilah indeks LQ45. Yap, indeks LQ45 ini seringkali dijadikan sebagai benchmark trader untuk melihat acuan saham2 yang likuid di pasar saham.

Saham2 LQ45 ini adalah saham2 yang menjadi motor utama penggerak IHSG. Jika mayoritas saham LQ45 turun, IHSG akan ikut turun dan juga sebaliknya. Baca juga: Daftar Saham LQ45. 

Nah, Bursa Efek sekarang juga telah meluncurkan indeks saham baru, yaitu Indeks IDX80. Apakah itu indeks IDX80? 

Sesuai namanya, indeks IDX80 berarti terdiri dari daftar 80 saham di Bursa Efek. Jadi sebenarnya saham yang ada di indeks LQ45 ini masuk juga di indeks IDX80. Bedanya, indeks IDX80 memasukkan lebih banyak pilihan saham ketimbang LQ45. 

Tujuan dibentuknya indeks IDX80 adalah agar Manajer Investasi (MI) reksa dana memiliki pilihan2 saham yang lebih banyak untuk dimasukkan ke dalam portofolio reksa dananya. Jadi dengan indeks IDX80, diharapkan para MI ini bisa menjadi IDX80 sebagai salah satu benchmark untuk memilih saham untuk produk reksa dananya.  

Di satu sisi, IDX80 dibentuk agar anda para trader yang biasanya menggunakan acuan indeks untuk trading, juga punya pilihan saham yang lebih variatif. Karena sejatinya jumlah saham di BEI itu kan banyak sekali. 

Kalau hanya diambil 45 saham likuid, maka sebenarnya jika anda telaah lebih dalam, masih banyak kok saham2 likuid lainnya. Dengan adanya IDX80, maka saham2 likuid ini bisa menjadi acuan trading untuk anda. 

Penilaian yang digunakan untuk memasukkan saham2 IDX80 adalah sebagai berikut: 

1. Perhitungan free float

Perhitungan indeks IDX80 menggunakan perhitungan free float adjusted market capitalization weighting, yaitu dengan melihat 150 saham yang memiliki free float yang paling tinggi persentasenya. Kalau anda belum tahu apa itu free float, anda bisa baca tulisan saya disini: Perubahan Bobot Indeks Saham: Free Float Adjusted Index. 

2. Likuiditas dan fundamental sahamnya 

Dari 150 saham ini tadi, akan dipilih 80 saham yang paling likuid di Bursa Efek. Selain likuiditas, dinilai pula kinerja fundamental saham2 tersebut. Fundamental dinilai dari kepatuhan perusahaan, GCG, kinerja keuangan serta faktor2 lainnya. 

3. IDX80 diperbaharui setiap 6 bulan sekali yaitu setiap Januari dan Juli, sama seperti saham indeks LQ45. 

Jadi sebenarnya perhitungan saham2 yang masuk di IDX80 ini (hampir) sama dengan saham2 yang ada di indeks LQ45. Yap, hanya saja IDX80 memberikan pilihan saham yang lebih banyak ketimbang LQ45, dengan harapan2 itu tadi (seperti yang saya tulis diatas). IDX80 ini bisa dikatakan sebagai indeks "besarnya" LQ45 dan indeks IDX30. 

Anda yang ingin tahu saham2 apa saja yang ada dalam daftar IDX80, anda bisa tanya ke Mbah Google. Banyak yang menyediakan informasi tentang saham2 yang masuk di IDX80 ini. 

Saat IDX80 diluncurkan, saya mendapatkan pertanyaan dari beberapa trader: "Bung Heze, BEI meluncurkan indeks baru nih, IDX80. Katanya mirip2 sama LQ45 ya, cuma sahamnya lebih banyak. Apakah saya harus trading mengacu ke LQ45 atau ke IDX80 aja soalnya pilihan sahamnya lebih banyak?"

Saya sendiri sudah membandingkan indeks IDX80 dengan LQ45, terutama saham2 yang tidak ada di LQ45, tetapi masuk di IDX80. Jadi saya akan memaparkan tentang perbandingan kedua indeks ini, dan kira2 mana yang lebih baik untuk jadi benchmark anda. Anda bisa baca tulisan saya disini: Trading Indeks IDX80 vs Indeks LQ45 (belum terbit.. Coming soon)..