Showing posts with label Aliran Sesat. Show all posts
Showing posts with label Aliran Sesat. Show all posts

Wednesday, 20 February 2013

Agama Babisme (Babiyah) & Baha'i (Baha'iyah)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Al-Babiyah(Babism) dan al-Bahaiyah(Baha'ism) adalah sebuah gerakan yang lahir dari aliran Syi’ah pada tahun 1260 H -1844 M dibawah pengayoman penjajah Rusia, Yahudi internasional dan penjajah Inggris dengan tujuan merusak akidah Islam dan memecah belah barisan kaum muslimin.

Pendirinya adalah Mirza Ali Muhammad Ridha asy-Syirazi, 1235-1266/ 1819-1850 M, belajar dari para syaikh aliran Syaikhiyah, sebuah sekte Syi’ah, pada saat berusia enam tahun, lalu dia berhenti dan menyibukkan diri dengan berdagang.

Dalam umur enam belas dia kembali belajar, menyibukkan diri mempelajari kitab-kitab aliran sufi sambil melakukan latihan-latihan rohani serta amalan-amalan kebatinan yang melelahkan.

Pada tahun 1259 H, dia pergi ke Baghdad dan dia mulai rajin menghadiri majlis seorang imam aliran Syaikhiyah di zamannya seperti Kazhim ar-Rasyati, dia mempelajari pemikiran-pemikirannya dan pemikiran-pemikiran aliran Syaikhiyah. Di majlis ar-Rasyati, seorang intelejen Rusia Keynazd Ghorky mengenalnya, orang ini berpura-pura masuk Islam dengan nama Isa an-Nukarani, selanjutnya orang ini mulai mempengaruhi hadirin di majlis ar-Rasyati bahwa Mirza Ali Muhammad asy-Syirazi ini adalah Imam Mahdi yang ditungg-tunggu dan dia merupakan Bab (pintu) –dari sini maka aliran ini disebut dengan Babiyah- yang menghubungkan kepada hakikat ilahiyah, sang intelejen ini berbuat demikian karena dia melihat bahwa Mirza asy-Syirazi ini mempunyai kapasitas untuk mewujudkan strateginya yaitu memecah belah kaum muslimin.

Akhirnya pada malam Kamis, 5 Jumadil Ula 1260, Maret 1844 M, Mirza asy-Syirazi ini mengumumkan dirinya sebagai sang Bab, pintu penghubung dengan Tuhan seperti apa yang diyakini oleh Syi’ah Syaikhiyah bahwa dia memang akan lahir setelah wafatnya ar-Rasyati, dia juga mengumukan dirinya sebagai seorang rasul seperti Musa dan Isa bahkan lebih unggul dari keduanya.

Maka murid-murid ar-Rasyati beriman kepadanya, orang-orang awam tertipu dengannya, lalu dia mengangkat delapan belas pembawa berita gembira yang bertugas menyebarkan dakwahnya. Namun pada tahun 1261 H dia tertangkap dan dia mengaku bertaubat di masjid al-Wakil setelah sebelumnya dia dan para pengikutnya membuat kerusakan besar di muka bumi berupa pembunuhan terhadap kaum muslimin.

Pada tahun 1266 Mirza asy-Syirazi ini mengaku bahwa Tuhan bersemayam pada dirinya, namun akhirnya dia berpura-pura bertaubat setelah para ulama mengecamnya dan membuka kedoknya, namun para ulama tersebut tidak mempercayai taubatnya, karena dia terkenal penakut dan tidak berani berhadapan langsung, akhirnya dia dihukum mati pada 27 Sya’ban tahun 1266 H.

Tokoh kedua adalah Qurratul Ain, nama aslinya adalah Ummu Salma, lahir di Qazwin tahun 1233 H dari bapak bernama Mulla Muhammad Shalih al-Qazwini, salah seorang ulama Syi’ah di masanya. Qurratul Ain ini belajar ilmu-ilmu kepada bapaknya dan dia cenderung kepada akidah Syaikhiyah karena pengaruh pamannya Mulla Ali asy-Syaikhi, sehingga dia menjadi pengagum akidah dan pemikirannya. Wanita ini berkawan dengan Mirza asy-Syirazi selama belajar kepada Kazhim ar-Rasyati di Karbala, sampai ada yang berkata bahwa wanita ini adalah perancang pemikiran-pemikiran Mirza, karena dia adalah wanita orator yang berpengaruh, dia seorang satrawan dan berlisan fasih di samping dia memang sangat cantik dan menarik, namun dia seorang wanita fajir, pengagum kehidupan seks bebas, sehingga suaminya berlepas diri darinya termasuk anak-anaknya.

Dia berperan besar dalam persekutuan rahasia untuk membunuh Syah Nashiruddin al-Qajari, maka dia ditangkap dan pengadilan menetapkan hukuman bakar hidup-hidup atasnya, akan tetapi para algojo terlanjur mencekiknya sebelum dibakar pada awal Dzul Qa’dah tahun 1268 H.

Mirza Yahya Ali, saudara Mirza yang bergelar Shubh Azal, Mirza menyerahkan kepemimpinan setelahnya kepadanya, kawan-kawannya disebut dengan Azaliyin, tetapi saudaranya yang lain Mirza Husain al-Baha tidak menerima hal itu, dia berusaha merebut kepemimpinan, kerasulan dan ketuhanan darinya, sehingga kedua orang ini berusaha untuk meracuni yang lain. Pertengkaran antara para pengikut Azal dengan al-Baha terus berlangsung, sehingga pemerintah Khilafah Usmaniyah membuang al-Baha dengan para pengikutnya ke Akka, sedangkan Shubh Azal bersama para pengikutnya dibuang ke Qubrus, di sanalah dia mati dalam usia delapan dua tahun pada 28 April 1012 M, sebelum dia telah mengangkat anaknya untuk menggantikannya, namun anaknya ini masuk Kristen sehingga para pengikutnya meninggalkannya.

Mirza Husain Ali yang berjuluk Bahaullah, lahir tahun 1817 M, orang ini bersaing dengan saudaranya Shubh Azal memperebutkan kepemimpinan aliran. Dia mengumukan di Baghdad di depan para pengikutnya bahwa dia adalah utusan Allah di mana ruh ilahi bersemayam pada dirinya.

Mirza Husain ini berusaha membunuh saudaranya, Shubh Azal, dia mempunyai jalinan erat dengan orang-orang Yahudi di Turki. Pada tahun 1892 M, sebagian Azaliyin membunuhnya dan dia dikubur di Akka, dia meninggalkan buku berjudul al-Aqdas yang menyerukan agar kaum Yahudi Zionis bersatu di Palestina.

Abbas Afandi yang bergelar Abdul Baha, lahir tahun 1844 H, bapaknya al-Baha mewasiatkannya sebagai penerusnya, Abbas ini adalah orang yang berkepribadian gigih, sehingga sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa kalau bukan karena Abbas ini niscaya Babiyah tidak akan tegak dan bertahan. Para pengikut aliran ini mengakuinya ma’shum (terjaga dari dosa), dia memberikan gelar rububiyah kepada bapaknya sehingga dia mampu mencipta.

Dia menjalin hubungan akrab dengan Zionis, dia hadir dalam muktamar Yahudi tahun 1911 M, dia berusaha membentuk kekuatan baru di tengah-tengah bangsa Arab untuk mendukung kaum Zionis, karena upaya-upayanya dalam mendukung Yahudi di Palestina, pemerintah Inggris memberinya gelar Sir di samping gelar-gelar kehormatan lainnya.

Orang ini aktif berkeliling, dia mengunjungi London, Amerika, Jerman, Iskandariyah dan kota-kota lainnya untuk berdakwah, dia mendirikan pusat terbesar bagi aliran ini di Chicago, sebelum akhirnya dia mati di Kairo Mesir pada tahun 1340 H atau 1921 M.

Syauqi Afandi, dia penerus kakeknya Abdul Baha dalam usia dua puluh empat tahun pada tahun 1340 H/1921 M. Dia meneruskan perjuangan kakeknya dalam menyusun kembali para pengikut di seluruh dunia, dia mati di London karena serangan jantung dan dia dimakamkan di sebuah wilayah khusus hadiah dari pemerintah Inggris kepada aliran Bahaiyah ini.

Keyakinan dan Pemikiran

1- Pengikut aliran ini meyakini bahwa Mirza Ali Muhammad Ridha asy-Syirazi yang berjuluk al-Bab adalah pencipta segala sesuatu dengan kalimatnya, dialah awal dari segala sesuatu.

2- Mereka meyakini akidah hulul, ittihad dan reinkarnasi, bahwa azab hanya berlaku untuk arwah mirip dengan khayalan.

3- Meyakini Budha adalah yang benar, Konghucu adalah agama langit, Zeroaster adalah agama yang lurus, para tokoh India, Cina dan Persia adalah para nabi.

4- Meyakini bahwa Isa al-Masih disalib.

5- Mentakwilkan al-Qur`an dengan takwil-takwil kebatinan agar sejalan dengan hawa nafsu mereka.

6- Mengingkari mukjizat para nabi, para malaikat, jin, surga dan neraka.

7- Mengharamkan hijab atas wanita, menghalalkan nikah mut’ah, meyakini bahwa harta dan wanita adalah milik bersama.

8- Agama Mirza Ali Muhammad menasakh agama Muhammad saw.

9- Shalat dengan sembilan rakaat sebanyak tiga kali, wudhu dengan air kembang, jika tidak ada maka bismilahnya dengan mengucapkan, Bismillah al-Athhar al-Athar lima kali. Tidak ada shalat jamaah selain shalat janazah dengan enam takbir, setiap takbir mengucapkan Allah Abha.

10- Jihad dan mengangkat senjata haram hukumnya, hal ini karena aliran ini merupakan pelayan penjajah barat.

11- Tidak mengakui bahwa Muhammad saw adalah nabi penutup, meyakini bahwa wahyu belum terputus, mereka menulis kitab-kitab yang menentang al-Qur`an yang penuh dengan kekeliruan dan bahasa yang rendah dan menggelikan.

12- Haji bukan ke Makkah akan tetapi ke kuburan Bahaullah di Akka Palestina.

Aliran ini berakar kepada Rafidhah Imamiyah, Syaikhiyah para pengkut Syaikh Ahmad al-Ihsa`i, Zionisme dan Yahudi internasional.

Mayoritas Bahaiyin hidup di Iran, sebagian dari mereka juga ada di negeri-negeri Arab lainnya seperti Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina, di negara yang terakhir inilah markas mereka berada dibawah naungan Zionis Yahudi.

Mereka juga mempunyai pengikut di Mesir, namun pemerintah Mesir membubarkan mereka dengan keputusan presiden no. 263 tahun 1960 M.

Mereka juga mempunyai beberapa cabang di Afrika: di Ethiopia, Adis Ababa, Kampala Uganda, Lusaka Zambia, di kota terakhir ini dilangsungkan muktamar tahunan mereka, dari 23 Mei sampi 13 Juni 1989 M. Aliran ini juga mempunyai cabang di Karachi Pakistan.

Di Eropa: London, Wina dan Frankfrut terdapat cabang-cabang mereka, di Sidney Australia juga ada.

Di Amerika, di Chichago terdapat tempat ibadah terbesar milik mereka, di kalangan mereka dikenal dengan Musyriq al-Adzkar, dari sini majalah Najm al-Gharb diterbitkan. Mereka juga mempunyai perkumpulan-perkumpulan besar di kota-kota besar Amerika seperti Los Angles, Brooklyn, New York. Di Amerika sendiri terdapat kurang lebih enam ratus organisasi Baha`i dengan dua juta anggota.

Aliran ini juga berhasil menyusupkan orang-orangnya di PBB, mereka mempunyai wakil di markas PBB di Jenewa, mereka mempunyai orang di badan sosial dan ekonomi PBB dan di Unicef, duta PBB untuk Afrika adalah orang mereka.

Kesimpulan

Bahaiyah atau Babiyah termasuk gerakan sesat yang keluar dari Islam karena penyimpangan keyakinan dan pemikiran mereka sudah sedemikain jauh, sama sekali tidak berhubungan dengan Islam, di samping permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin dan konspirasi mereka dengan musuh-musuh Islam untuk memerangi Islam.

Dar al-Ifta` Mesir telah mengeluarkan fatwa bahwa Baha`iyah adalah aliran yang keluar dari syariat Islam dan memerangi Islam, para pengikutnya adalah orang-orang kafir. Fatwa yang sama dikeluarkan oleh Majma’ al-Fiqhi al-Islami yang menginduk kepada Rabithah al-Alam al-Islami.

Dari al-Mausu’ah al-Muyassarah, isyraf Dr. Mani’ al-Juhani.
http://www.alsofwa.com

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 17 February 2013

'Amr Bin Luhayyi, Tokoh Pertama Kali Membawa Berhala ke Makkah dan Merusak Ajaran Nabi Ibrahim

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


'Amr bin Luhay (Arab:عمرو بن لحي, 'Amru bin Luhayyi) adalah seseorang yang pertama kali membawa ajaran paganisme ke Mekkah. Ia juga sebagai pemimpin Bani Khuza’ah.

Di Jazirah Arab, mayoritas bangsa Arab sudah semenjak lama mengikuti dakwah Ismail, yaitu tatkala ia menyeru kepada agama bapaknya Ibrahim, yang intinya menyembah kepada Allah, mengesakan Nya dan memeluk agama Nya, yang dikenal Millah Ibrahim Hanifa (Agama Hanifiyah).

Setelah waktu bergulir sekian lama, hingga banyak di antara mereka yang melalaikan ajaran tauhid yang pernah disampaikan kepada mereka. Sekalipun begitu, masih ada sisa ajaran tauhid dan beberapa syiar dari agama Ibrahim, hingga muncul 'Amr bin Luhay, peminpin bani Khuza’ah. Dia tumbuh sebagai orang yang suka berbuat bijak, mengeluarkan shadaqah dan hormat terhadap urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir mereka menganggapnya sebagai salah seorang ulama besar dan wali yang disegani.

Kemudian dia mengadakan perjalanan ke Syam. Disana dia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik serta benar. Sebab menurutnya, Syam adalah tempat lahirnya para nabi, rasul dan turunnya kitab-kitab suci. Maka dia pulang sambil membawa berhala Hubal (Dewa Bulan) dan meletakannya di dalam Ka’bah. Setelah itu dia mengajak penduduk Mekkah untuk menyembah Hubal tersebut. Orang-orang Hijaz pun banyak yang mengikuti penduduk tanah suci.

Berhala mereka yang terdahulu adalah Manāt, yang ditempatkan di Musyallal di tepi Laut Merah di dekat Qudaid. Kemudian mereka membuat Latta di Tha’if dan ‘Uzzá di Wadi Nakhlah. Ketiga berhala itulah yang paling besar. Setelah itu kemusyrikan semakin merebak dan berhala-berhala yang lebih kecil bertebaran di setiap tempat di Hijaz.

Dikisahkan bahwa 'Amr bin Luhay mempunyai pembantu dari jenis jin. Jin ini memberitahukan kepadanya bahwa berhala-berhala kaum Nuh yaitu Wadd, Suwaa, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr terpendam di Jiddah. Maka dia datang kesana dan mengangkatnya, lalu membawanya ke Tihamah. Setelah tiba musim haji, dia menyerahkan berhala-berhala itu kepada berbagai kabilah akhirnya berhala-berhala itu kembali ke tempat asalnya masing-masing, sehingga di setiap kabilah dan di setiap rumah hampir pasti ada berhalanya. Mereka juga memenuhi Ka'bah dengan berbagai macam berhala dan patung.

Tatkala Nabi Muhammad menaklukan Mekkah, disekitar Ka'bah ada tiga ratus enam puluh berhala. Ia menghancurkan berhala-berhala itu hingga runtuh semua, lalu memerintahkan agar berhala-berhala tersebut dikeluarkan dari masjid dan dibakar.

Ibnu Hisyam berkata bahwa salah seorang dari orang berilmu berkata kepadaku bahwa: 'Amr bin Luhay pergi dari Makkah ke Syam untuk satu keperluan. Ketika tiba di Ma'arib, daerah di Balqa'. Ketika itu, Ma'arib didiami Al Amaliq - anak keturunan Imlaq (ada yang mengatakan Amliq) bin Lawudz Sam bin Nuh. Di sana, Amr bin Luhai melihat mereka menyembah berhala. la berkata kepada mereka, "Berhala-berhala apa yang kalian sembah seperti yang aku lihat ini?" Mereka berkata kepada Amr bin Luhay, "Kami menyembah berhala-berhala ini guna meminta hujan kepadanya, kemudian ia memberi kami hujan. Kami meminta pertolongan kepadanya kemudian ia memberikan pertolongan kepada kami." Amr bin Luhai berkata kepada mereka, "Apakah kalian mau memberiku satu berhala untuk aku bawa ke jazirah Arab kemudian mereka menyembahnya?" Mereka memberi Amr bin Luhai satu berhala yang bernama Hubal. Amr bin Luhay tiba di Makkah dengan membawa berhala Hubal. Ia memasangnya, kemudian memerintahkan manusia menyembahnya dan mendewa-dewakannya.

Dalam beberapa hadits yang shahih yang ditulis oleh Imam Bukhari, Muhammad membuat ramalan bahwa 'Amr bin Luhay akan masuk neraka dan sembari menyeret usus-ususnya. Kisah ini diceritakan oleh Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm berkata kepadaku dari ayahnya yang berkata bahwa aku beritahu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku melihat Amr bin Luhay menyeret usus-ususnya di neraka. Aku bertanya kepadanya tentang manusia (yang hidup) antara aku dengannya, ia menjawab, Mereka telah binasa."

Sumber

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.