Showing posts with label Video Puisi. Show all posts
Showing posts with label Video Puisi. Show all posts

Sunday, 8 December 2024

Video Puisi: Sabda Cinta




Karya: Khoirul Taqwim


Langit bergemuruh syahdu

Saat sabda cinta berkumandang disemesta raya

Menggugah seluruh pancaran jiwa

Saat sabda cinta dibaca melalui celah-celah kalbu raga

Seluruh hati gemetar rasa

Terasa terbang melayang diawan-awan nan jauh tak terkira

Bersama merpati-merpati tinggi membumbung diatas lautan samudra

Menari dibalik mendung yang menggumpal hitam

Sungguh indah sabda cinta

Saat membisikkan kata-kata cinta direlung hati rindu asmara


Sabda cinta

Cerita perjuangan suci bermandikan bunga-bunga mekar

Menghias diseluruh sanubari terdalam

Memberikan cahaya semangat

Saat mengejar sebuah harapan atas nama cinta

Semua terlukis dicelah-celah jantung sanubari

Saat insan manusia dilanda asmara cinta

Sejuta perasaan menjadi satu nafas kehidupan

Saat gubahan sabda cinta berkumandang disemesta alam


Sabda cinta

Sebuah kisah asmara cinta

Penuh sabda perjuangan suci

Suka duka memberi warna sabda cinta

Bahkan antara darah dan air mata

Telah menjadi satu jalan asmara jiwa

Saat gubahan cinta dibaca ditengah-tengah gubuk kehidupan

Sungguh sabda cinta telah merasuk tuk menjadi bisikan hati

Para pemuja atas nama penguasa cinta

Hingga kian hari semakin kuat terasa dalam detakan asmara jiwa


Saat sabda cinta berkumandang

Seantera semesta alam diam sejenak

Karena sabda cinta memberi warna baru jiwa

Bersama kelembutan kalbu disertai keindahan semesta alam

Sungguh menyentuh disepanjang jalan nafas kehidupan

Terasa penuh dengan kesyahduhan alam

Terpancar disetiap detakan rasa jiwa

Hingga kian hari mulai mendekat rasa kalbu

Penuh dengan keindahan asmara rasa


Saat sabda cinta dibaca

Seluruh jagad raya berhenti sejenak

Menyambut disetiap ketukan cahaya jiwa

Saat sabda cinta terdengar kembali

Seluruh nafas kehidupan berhenti sejenak

Menghayati kata-perkata dalam bait-bait sabda cinta

Karena sabda cinta telah berkumandang dijantung sanubari terdalam

Sungguh seluruh nafas jiwa

Merasakan keindahan senandung sabda cinta

Penuh dengan air mata kebahagiaan

Semua terlukis didasar samudra asmara jiwa

Hingga masuk dicelah-celah kalbu

Bahagia rasa tersirat dalam pancaran sabda cinta

Thursday, 5 December 2024

Video Puisi: Jujur Aku Terluka

 


Karya: Khoirul Taqwim

Saat hujan air mata
Masih menggenangi alam naluriku
Jujur aku terluka
Melihat engkau bersanding dengannya

Perjuangan yang sudah berkeringat udara
Menyaksikan duka yang teramat dalam
Hingga membuat hatiku terluka sembilu
Aku tak pernah menyadari tentangmu
Memilih hati yang berbeda
Namun semua sudah terlanjur bersama awan kedukaan
Hingga membuat aku tak berdaya
Melihat engkau bersamanya

Semua terasa musnah
Semua harapan yang ada di dalam hatiku
Hati tentangmu yang ku bangun lewat hati dan raga
Namun kini semua sia-sia
Bersama air mata yang mengalir deras
Menyusuri subuh dan sajadah
Saat pagi masih menggumpal dalam pekat embun pagi

Jujur aku terluka
Melihat pilihanmu yang berbeda
Karena antara hati dan jiwaku
Tak sesuai harapan yang kubangun sejak mengenalmu

Video Puisi: Ayah yang Telah Tiada

 


Karya: Khoirul Taqwim

Saat aku menginjakkan kaki di Jogja
Ayah engkau meninggalkan semesta
Saat aku butuh kasih sayangmu
Saat aku butuh begitu banyak darimu
Engkau meninggalkanku
Saat aku dalam suasana batin yang penuh duka

Ayah yang telah tiada
Aku berjuang dalam penantian yang panjang
Antara kuliahku berlanjut atau cukup sampai disini
Saat waktu di kala itu
Semua ku pasrahkan kepada pemilik langit dan bumi

Ayah yang telah tiada
Saat aku membutuhkan perhatianmu yang lebih
Engkau yang memberi semangat
Aku menuju Jogja
Namun engkau meninggalkan aku dalam sepi dan sunyi
Bahkan jiwaku kala itu
Kujalani antara kuliah berlanjut atau cukup sampai disini
Tamat atau tidak tamat
Ku serahkan kepada Dia Sang maha pemilik hati
Karena Dia tempatku mengadu dan tempatku bersandar

Ayah yang telah tiada
Engkau adalah: cahaya hati
Engkau penenang segala jiwa
Hingga aku merasa damai
Saat mengingatmu di kala aku masih kecil
Engkau membimbingku
Sampai engkau menutup mata selama-lamanya

Wednesday, 4 December 2024

Video Puisi: Percayalah Cinta



Karya; Khoirul Taqwim Duhai cinta yang masih ada air mata Menggenangi di ujung Subuh Percayalah cinta akan menyambut Walaupun ini hari engkau mengeluarkan air mata Namun kelak air mata itu Kan menjadi tasbih cinta Mari cinta kita awali Melalui bahasa bismillah Supaya langit Tuhan Mendengar bisikan hati Karena hati tetap cinta Walaupun jutaan rintangan menghadang Jangankan hanya air mata Samudra darah pun Kan kita lewati Bersama cinta yang sudah masuk Menuju hati kecil yang sudah kita genggam Melalui cinta yang telah kita bangun bersama Percayalah cinta Usap lah air mata Genggam tanganku Kan ku bawa engkau dalam peluk cinta Menuju samudra cinta suci Bersama garis Tuhan Menuju hati dan raga kita Percayalah cinta Usap air matamu Kan ku bawa engkau menuju bahagia Bahagia bersama tanah dan udara biru

Video Puisi: Air Mata Langit Pengharapan



Karya: Khoirul Taqwim Air Mata Langit Saat kau memberi jawaban tentang cinta Besar harapanku tentangmu Engkau dapat menerima segala cinta yang ku bangun di tahta jiwamu Namun harapanku sirna Kala tanah tak menyambut cinta hujan Karena hujan membanjiri semesta hati Hingga berujung air mata jatuh dipangkuan tanah-tanah yang menjadi longsor Sebab hujan begitu deras Hingga menjadi bencana yang tak diharapkan keadaannya Kisahmu dan kisahku Paduan antara cinta yang patah hati Selaksa aku memberi api cinta Namun api cinta kau bakar di hati dan jiwaku Karena harapanku tentangmu Telah kau campakkan dalam benih-benih kebencian Hingga dendam cinta menyeruak di angkasa hati Namun ku coba dengan sekuat angin hati Bahwa segala peristiwa tuk selalu dijadikan hujan yang damai Tanpa ada air mata yang jatuh di sanubari atma Namun nyatanya Air mata tetap jatuh di langit pengharapan Semua menjadi luka di semesta hati dan jiwa Air mata langit pengharapan Luka api cinta yang menjadi amarah dan dendam Hingga amarah dan dendam membinasakan segala hati Hati terkotori akan sebuah kisah yang penuh luka Sarungkan! Segala amarah dan dendam Lihatlah! Matahari walaupun di bakar berjuta-juta tahun Matahari tetap tegak menerangi semesta alam Matahari adalah: cinta yang penuh keikhlasan kepada bumi Matahari adalah: cinta yang penuh ketulusan kepada bumi Matahari adalah: Keteladan cinta yang mengorbankan diri tuk kekasihnya Dia matahari adalah: cinta kepada bumi Sampai terompet kiyamat berbunyi Hingga akhir di hayat nanti Matahari tetap cinta kepada bumi Sampai akhir mati nanti Air mata langit pengharapan Sebuah kisah api cinta yang membakar segala jiwa dan hati Karena cinta telah menjadi luka yang berdarah-darah Menuju celah-celah segala rasa cinta Menuju pengharapan yang kosong Hingga tersungkur dan tak dapat bangun kembali Karena luka sudah terlalu dalam Membuat di sukujur tubuh bunga-bunga yang berguguran di taman luka Luka yang memenuhi segala rindu dan dendam Hingga terjatuh dan tak dapat bangun kembali Sampai menutup mata di akhir nanti

Video Puisi: Terakhir Menggenggam Tanganmu



Karya: Khoirul Taqwim Menggenggam tanganmu yang terakhir Ku baca matamu Bahwa engkau berat melepaskan tangan ini Karena ini genggaman terakhir Sebelum engkau berpisah denganku Engkau pergi menemui lelaki yang di restui orang tuamu Maafkan! Jika aku tak mampu berjuang menuju cinta dan ketulusan Kubiarkan engkau di jaga lelaki pilihan orang tuamu Anggap saja kisahku denganmu Sebuah kisah ombak yang menyapa mendung Namun mendung tak pernah merasakan deburan ombak itu datang Seperti kisahku Tak pernah mereguk cinta Walaupun aku menyapamu berulang kali di pintu jiwamu Terakhir menggenggam tanganmu Sebuah kisah yang penuh dengan luka dan air mata Namun ini kisah Kan menjadi sebuah jalan hidup kita Bahwa kita pernah mengukir Kisah yang penuh tawa dan kisah yang penuh dengan air mata Terakhir menggenggam tanganmu Sebuah kisah yang penuh dengan haru biru Kisah kita kan teringat selalu Sampai masa tua Bahwa kita pernah punya kisah yang menyentuh jiwa Bahwa cerita antara luka dan bahagia Menjadi satu warna Menghias di setiap detakan nafas kita berjalan Menuju jalan hidup yang penuh arti dan makna kehidupan

Video puisi: Air Mata Membanjiri Seluruh Kota



Karya: Khoirul Taqwim Air mata ini tumpah Saat luka tak terobati sudah Luka ini menjadi aliran air mata kedukaan Mengerang rasa sakit yang perih Kala engkau telah menjatuhkan hati Kepada dia yang kau anggap nyaman Biarlah air mata ini Membanjiri seluruh kota Mengerang dan meradang Memenuhi samudra kecewa Hingga sampai titik akhir tetesan air mata ini jatuh Menjadi aliran sungai yang teduh Namun menyayat dinding-dinding hati ini yang peluh Jangan kau halangi Biarkan luka ini menganga tanpa ada obatnya Biarkan air mata ini membanjiri seluruh kota duka Hati yang malang Jiwa yang kelam Ingin sekali melihat hujan Lalu berteduh Sembari menenangkan jiwa yang penuh luka dan air mata Air mata membanjiri seluruh kota Debu sementara tak terbang Udara sementara senyap Angin sementara diam sejenak Aliran darah mengalir jauh Menuju pengasingan dan kematian jiwa Jika air mata membanjiri seluruh kota Awan akan nampak terdiam saja Jika hati sudah luka membara Hidup atau mati itu sama saja

Video Puisi: GunungMu

 


Karya: Khoirul Taqwim GunungMu Seanggun bak Bidadari Menyusun yang lembah dan berair Saat ku daki gunung Mu Aku terjatuh di muara yang penuh dengan pohon rimba Hingga aku tak sanggup lagi berdiri Karena tetesan air mengguyur kepalaku GunungMu Saat memancarkan air semesta Selaksa hujan tanpa stasiun pemberhentian Nampak menggunung dan lemas Saat aku di dalam pendakian GunungMu Kehidupan para bayi Dari gunung Mu Terdapat keberkahan Ilahi Karena gunungMu Tersusun rapi Memenuhi ruang kehangatan yang abadi GunungMu Memberi arti tentang sawah dan ladang GunungMu Tumbuh kembang susu-susu kehidupan Memenuhi ruang rinduku Kepada gunungMu Anggun dan mempesona tuk dipandang mata GunungMu Gunung keberkahan Saat kumendaki Keindahan gunungMu Melebihi samudra dan lautan Karena gunungMu Ciptaan Tuhan Terpancar dalam nilai-nilai keindahan Nampak indah di hati dan jiwaku

Video Puisi: Siang Hari di Pedesaan



Karya: Khoirul Taqwim Siang hari nampak matahari Masih bersinar terang Menerangi alam semesta Sementara para petani masih sibuk Menanam padi dan jagung Sedangkan anak-anak desa Masih sibuk memancing di dekat persawahan Udara nampak semilir indah Mewarna di sepanjang nafas ini bergerak Siang hari di pedesaan Membuat hati bahagia rasa Mewarna di sepanjang rona-rona alam Udara yang begitu bahagia rasa Memberi arti kehidupan Bahwa kehidupan siang hari di pedesaan Membuat hati bahagia di segenap raga dan jiwa Siang hari di pedesaan Mewarna sepanjang nafas ini bergerak Udara yang begitu segar Bersama matahari tepat di atas kepala Memberi arti tentang rasa sebuah kehidupan Siang hari di pedesaan Memberi arti tentang sebuah kehidupan Bahwa kehidupan adalah: bagian seni rasa Memberi arti tentang sebuah ketenangan Menjadi sebuah hidup bahagia di sepanjang nafas ini ada

VIDEO PUISI: LAKI-LAKI PENDAMBA WANITA SURGA

 


Karya: Khoirul Taqwim


Ku sapa lewat sms dari jauh

Pukul tiga tepat dini hari waktu itu

Di saat dia sibuk bergelut dengan sajadah

Di waktu Kalung tasbih masih melingkar diantara jari-jemari

Khusuk hening dalam sholat lailmu

Menghiasi malammu yang sepi merajuk

Keikhlasan bukti kesetiaanmu pada-NYA

Tangan mengadah penuh Do'a-do'a gaib

Menunduk kepala sampai kamu tak bangun dari sujudmu

Karena jiwamu hanya untuk-NYa


Bila saya dihadapkan dengan wanita itu

Sungguh aku tak mampu berucap sepatah kata

Dia adalah wanita surga menjelma manusia

Aku ingin selalu sms di setiap sepertiga malam

Agar aku dapat belajar dari kesetianmu pada-NYA

Biar sayap malaikat pembawa rahmat malam itu

Hiasi seluruh ruang hatimu dan juga jiwaku

Tak ada kata bimbang maupun ragu dalam dada

Semua terasa kau ada dalam kesempurnaan


Wanita surga yang ada disana

Bolehkah aku tulis pesan untukmu

Ajarkan padaku tentang Ilmu yang kamu raih

Hingga aku mampu duduk tenang di alam raya

Di kala air matamu menetes di atas sajadah

Aku hanya berucap subhanallah

Wanita mulia berbudi luhur


Setiap jengkal nafas laki-laki

Pasti akan mendambakan wanita penghuni surga

Bila itu jadi harapanku amatlah keterlaluan diriku

Seperti keinginan bulan memeluk matahari

Jika di bumi masih ada kembaranmu

Sejuta kebajikan akan bertebaran di udara terang itu


Aku laki-laki pendamba wanita surga

Tak mungkin kan jadi pendampingmu di bumi

Walau ada itu hanya ilusi waktu tidur

Tapi aku cukup sehelai do'a

Agar setelah mati aku dipertemukan denganmu

Karena kau tak pernah jadi takdirku