Thursday, 10 May 2012

Islam dan Barat Dalam Tatanan Masyarakat



Islam Merupakan agama wahyu dan menjadi sebuah pedoman masyarakat di alam semesta dalam pengejawantahan Nilai-nilai luhur tentang kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran tanpa di ragukan kebenarannya. Islam mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan berbagai macam nilai positif dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Substansi Islam tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber hukum dalam tatanan kemasyarakatan. Namun perjalanan Islam tidak semulus yang di bayangkan pada umumnya, sebab hambatan Islam terbesar berasal dari Idiologi barat yang masuk dalam ranah kehidupan masyarakat tanpa di sadari maupun tidak di sadari. Sehingga mengakibatkan masyarakat Islam selalu menjadi obyek bangsa barat, baik dari mulai sederhana sampai ketingkat yang paling sulit dalam ranah jiwa maupun nalar masyarakat.

Bangsa barat sering menghembuskan sebuah ajaran yang terlihat indah dan enak dalam dinamika wacana, tetapi padahal ketika belajar tentang gagasan barat tentang sosialisme, kapitalisme dan berbagai Isme-isme yang lain dari barat, ternyata merupakan bentuk paham materialis dalam menerjemahkan sebuah kehidupan tentang kemasyarakatan.

Kehidupan masyarakat tidak sebatas dalam nilai hitungan Angka-angka berdasarkan rasio, tetapi butuh pendalaman dari berbagai sisi yang lain. Nah! dari situlah masyarakat tidak cukup mengenai masalah olah pikir, tetapi masyarakat di hadapkan dengan olah jiwa dan olah rasa dalam menggapai hidup sesungguhnya.

Keberadaan Islam dalam tatanan masyarakat sangat urgen sebagai penyeimbang antara kehidupan alam jiwa maupun dalam ranah kehidupan alam pikir, sebab kalau hanya sebatas olah pikir akan terjadi sebuah kekacauan dalam jiwa, sebaliknya kalau hanya mengandalkan olah jiwa, tentu akan terjadi kekacauan dalam ranah kebenaran fakta di lapangan. Sehingga kedua faktor antara olah pikir dan olah jiwa harus di sesuaikan secara seimbang dalam wilayah kehidupan masyarakat, agar terjadi sebuah kebutuhan yang bersifat mutualisme antara yang satu dengan yang lain.

Masyarakat merupakan kumpulan dari berbagai individu manusia dan menjadi sebuah kelompok dan mempunyai sebuah tatanan kehidupan. Sedangkan Islam merupakan ajaran dalam memberikan sebuah petunjuk tentang kebenaran, Nah! dari sinilah antara Islam dan masyarakat sangat berhubungan dalam kehidupan sebagai pedoman di Tengah-tengah masyarakat. Dengan tujuan, agar tercipta kemaslahatan masyarakat secara universal.

Idiologi produk barat cenderung mengarah pada pengejawantahan tentang Nilai-nilai materialis dalam kehidupan masyarakat, padahal masyarakat tidak hanya sebatas terpacu pada Nilai-nilai materialis dalam kehidupan. Berangkat dari situlah ajaran produk barat sangat tidak cocok dalam membangun masyarakat secara universal, sebab barat cenderung terjebak dalam kenikmatan semu belaka.

Memang ajaran materialis nampak indah saat melihat garis besarnya, bahwa antara kehidupan nyata harus di pisahkan dengan kehidupan profan, tetapi kalau di selami secara seksama ternyata ajaran barat tentang materialis cenderung mengarah pada kompetisi keduniaan, tanpa memperdulikan sisi kemanusiaan, seperti ajaran kapitalisme, bahwa kehidupan merupakan sebuah kompetisi dalam mengejar sebuah kekuasaan tentang keduniaan. Sehingga ajaran kapitalisme mengarah kepada persaingan individu tanpa melihat nasib masyararakat secara luas.

Sedangkan falsafah Islam dalam tatanan masyarakat merupakan sebuah keseimbangan antara kehidupan individu maupun sosial dalam membangun sebuah pegangan dan pengejawantahan dalam kehidupan masyarakat. Sehingga ajaran Islam merupakan sebuah nilai kesimbangan antara kehidupan keduniaan yang berpangkal kepada akal dengan kehidupan rohani yang berpangkal pada jiwa. Inilah kelebihan Islam dalam tatanan kehidupan masyarakat secara luas di banding ajaran bangsa barat. Sehingga menghasilkan sebuah bangunan peradaban religius dalam kemajuan masyarakat yang sesuai dengan hukum keadilan dan kebenaran. Dan Allah maha suci maha tinggi yang mengetahui isi langit maupun bumi.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.........

Kampus Dalam Sasaran Barat



Kampus merupakan sasaran utama bangsa barat dalam merubah pola pikir masyarakat Islam, agar menjadi penganut gagasan bangsa barat dalam menerjemahkan di setiap persoalan yang datang maupun pergi. Sehingga banyak dari kalangan intelektual Islam mengikuti pola pikir dari bangsa barat dan kita kenal dengan istilah Islam liberal, Islam Inklusif, Islam sekuler dan masih banyak lagi istlah paham Islam yang berkiblat dari bangsa barat.

Keberadaan kampus telah di jadikan alat bangsa barat dalam memasukkan idiologi maupun budaya yang berkiblat pada pola pikir mereka. Sehingga wajar kalau para mahasiswa banyak yang terpengaruh dengan pola berpikir bangsa barat dalam menerjemahkan di setiap persoalan. Bahkan sebagian ada yang di bungkus dengan bentuk ilmiah maupun rasional, padahal hanya sebatas tipuan dengan bungkusan yang rapi dengan ilmu pengetahuan maupun dalam bentuk ilmu lainnya.

Memang kampus sangat rentan sebagai tempat sasaran dalam menyebarkan gagasan maupun ide dari bangsa barat. Nah! dari sinilah timbul sebuah realita, bahwa kampus telah di jadikan sebuah penyebaran sebagai wadah bangsa barat dalam merubah pola pikir para mahasiswa dengan memberikan sebuah ajaran tentang kandungan materialisme, Bahkan tak jarang atheis di masukkan dalam sebuah diskusi kecil dengan dalih membuka wacana para mahasiswa.

Perkembangan pola pikir bangsa barat justru tumbuh berkembang di dunia kampus. Sebab kampus merupakan tempat transformasi berbagai sumber ilmu pengetahuan dalam menjelaskan berbagai permasalahan purbakala maupun kontemporer.

Bangsa barat selalu melakukan berbagai manuver politis melalui kampus. Karena kampus salah satu tempat yang tepat dalam mengubah cara pandang masyarakat Islam. Sehingga selama kampus di kuasai pola pikir bangsa barat dengan kedok ilmiah dan rasional. Maka tidak heran kalau mendiskreditkan Islam akan semakin gencar di lakukan.

Kampus merupakan tempat yang tepat dalam menyebarkan gagasan kepada para mahasiswa. Sebab kalau para intektual muda telah di rasuki pola pikir bangsa barat yang cenderung materialis dan sekuler, berarti merusak Nilai-nilai dalam tubuh masyarakat Islam akan semakin mudah. Sehingga jangan heran kalau masyarakat Islam saat ini terpecah belah dengan stigma negatif berupa bentuk teroris, fundamentalis, konservatif maupun dalam bentuk miring lainnya.

Nah! dari sinilah kampus telah di jadikan sebagai alat bangsa barat dalam menyebarluaskan gagasan dan ide mereka. Sehingga kampus di dunia dan khususnya kampus di kawasan asia tenggara tak lepas dari serangan pola pikir bangsa barat dengan jurus ampuh materialisme maupun sekuler dalam memberikan suntikan terhadap para mahasiswa.

Bangsa barat merupakan bentuk dari berbagai wajah. Sehingga jangan heran di segala cara bangsa barat pandai dalam memainkan peran dan tak terkecuali dalam pusaran ilmu pengetahuan antara rasional dan Nilai-nilai keilmiahan.

Sudah tak asing lagi bangsa barat selalu bermain dengan kedok ilmiah maupun dalam bentuk rasional dalam membangun sebuah argumen, agar dapat di terima gagasan dan ide dalam otaknya, padahal semua itu hanya sebatas polesan wacana dan mengarah kepalsuan kebenaran. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk kebenaran kepada para mahasiswa dari kesesatan dalam mencari secercah Ilmu, Amiin.......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...................

Islam Vs Barat




Masyarakat Islam dengan bangsa barat sudah terlahir sejak dahulu kala sebagai wadah antara pro dan kontra dalam menyikapi beragam realita kehidupan. Sehingga Islam tak jarang berseberangan dengan pola pikir bangsa barat yang cenderung mencari kelemahan masyarakat Islam di segala aspek kehidupan. Bahkan bangsa barat dalam catatan sejarah sampai saat ini tak jarang menggunakan senjata dalam melawan masyarakat Islam.

Benturan Islam dengan bangsa barat sudah terjadi sejak masa silam. Bahkan cenderung pertarungan warisan yang sampai saat ini masih berlanjut. Sehingga wajar informasi bangsa barat sering menyudutkan masyarakat Islam dalam pemberitaan. Inilah fakta lapangan yang sudah semestinya masyarakat Islam terus waspada dalam menghadapi serangkaian tipu daya bangsa barat.

Pertarungan Islam dengan bangsa barat tidak hanya sebatas masalah pemberitaan. Namun telah mewabah menjadi suatu benturan budaya yang terkadang bertentangan dengan masyarakat Islam. Nah! dari sinilah perlu sebuah perhatian khusus dari kalangan masyarakat Islam, agar dalam mencerna budaya dan informasi dari bangsa sekuler barat perlu di cerna dengan seksama dan berhati jernih dalam menyikapi persoalan yang datang dari bangsa barat.

Islam Vs Barat merupakan sebuah pertarungan yang sampai saat ini terus berlanjut dalam memberikan sebuah argumen tentang makna nilai sosial, budaya, negara dan masih banyak lagi dalam menerjemahkan di setiap persoalan yang datang dan pergi di Tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia.

Keberadaan Islam di anggap ancaman bagi bangsa barat, sebab sejarah regresi bangsa barat tak lepas dari kondisi masyarakat Islam pada waktu zaman Bani Umayyah, Abbasiyah dan zaman keemasan Islam lainnya telah mengalami kemajuan pesat. Sehingga bangsa barat sampai hari ini berusaha keras menutup kemajuan masyarakat Islam dengan cara halus maupun dengan segala cara dalam bertindak.

Serangan bangsa barat terhadap Islam di zaman masa kini begitu gencar dengan cara menghembuskan sebuah informasi dengan mendiskreditkan masyarakat Islam. Sehingga masyarakat Islam terus mengalami perpecahan sampai menimbulkan kekacauan dalam tubuh masyarakat Islam.

Berangkat dari tulisan di atas perlu ada sebuah kebijakan masyarakat Islam dalam memfilter segala budaya, berita, idiologi dan segala produk dari bangsa barat, agar masyarakat Islam tidak terjebak dalam dogma negatif bangsa barat.

Keberadaan Islam Vs Barat merupakan sebuah tantangan besar bagi masyarakat Islam, agar terus menerus belajar di segala aspek kehidupan. Sehingga kedepan masyarakat Islam mampu kembali menguasai tongkat estafet atas kemajuan para pemimpin Islam, seperti: Shalahuddin Al-Ayyubi dan tokoh besar Islam lainnya dalam memenangkan di setiap pertarungan melawan bangsa barat. Dan Allah maha pemberi kemenangan terhadap orang yang sabar dan berjuang di jalan-NYA.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
........

Islam Membendung Informasi Barat




Informasi dalam kehidupan manusia bah perang melanda dalam menerjemahkan di setiap berbagai kejadian dalam realita masyarakat. Bahkan tak Segan-segan ada istilah siapa yang menguasai informasi, berarti dia telah menguasai dunia. Inilah pokok penting dari istilah informasi yang punya peran urgen dalam mengubah cara pandang masyarakat di alam semesta.

Masyarakat Islam dalam kehidupan informasi sering di benturkan dengan beragam istilah miring dengan label penuh makna negatif, bahwa masyarakat Islam merupakan kumpulan teroris, konservatif, fundamentalis dan masih banyak lagi stigma negatif yang di alamatkan masyarakat Islam, tetapi uniknya ada yang mengamini stigma negatif yang diberikan bangsa barat terhadap masyarakat Islam tersebut.

Hasil stigma negatif yang di gagas bangsa barat, untuk di alamatkan terhadap masyarakat Islam, ternyata ada sebagian umat Islam sendiri yang mengamini tentang stigma tersebut. Sehingga masyarakat Islam terjadi sebuah perpecahan dan membawa dampak saling curiga satu sama lain, di sebabkan berita menyesatkan yang di hembuskan bangsa barat terhadap masyarakat Islam.

Muncul sebuah stigma negatif dari bangsa barat yang di alamatkan masyarakat Islam, tak lepas dari kondisi istilah perang informasi antara Islam Vs barat dalam memberikan sebuah gambaran tentang mencari celah bangsa barat dalam menjatuhkan masyarakat Islam. Bahkan banyak masyarakat dunia percaya dengan stigma negatif dari bangsa barat terhadap masyarakat Islam. Sehingga mereka semakin membenci keberadaan masyarakat Islam. Bahkan lebih ironis lagi banyak masyarakat Islam sendiri yang terjebak berita miring dari bangsa barat yang di alamatkan terhadap masyarakat Islam.

Perang Informasi bangsa barat dengan masyarakat Islam semakin terlihat nyata, maka sebagai masyarakat Islam sudah sepatutnya menjawab tantangan bangsa barat dalam memberikan sebuah jawaban, bahwa tuduhan bangsa barat tidaklah benar. Karena bangsa barat hanya mengambil satu sisi, tanpa melihat sisi yang lain. Sehingga pemberitaan bangsa barat tidak menyentuh secara universal masyarakat Islam. Berangkat dari situlah sudah dapat di tebak, bahwa kesimpulan bangsa barat terhadap masyarakat Islam hanya mengambil sisi negatif belaka, tanpa melihat secara universal masyarakat Islam.

Pengambilan berita dari bangsa barat terhadap masyarakat Islam hanya sebagian kecil. lalu menyimpulkan dan memberikan stigma negatif terhadap masyarakat Islam. Lalu apa tujuan bangsa barat mengambil kesimpulan negatif terhadap masyarakat Islam? tidak lain dan tidak bukan, bahwa inilah bagian dari skenario propaganda dalam memecah belah masyarakat Islam, Sehingga perlu ada sebuah gagasan penyeimbang terhadap informasi barat, agar masyarakat Islam tidak terhakimi secara terus menerus.

Melihat sebuah zaman terus bergulir bersama berbagai informasi yang penuh dengan unsur politis. Sehingga informasi yang ada sering di sertai Bumbu-bumbu penyedap dalam menjatuhkan golongan tertertu. Sehingga wajar masyarakat Islam sering menjadi obyek negatif bangsa barat dalam pemberitaan, tentu bangsa barat mempunyai sebuah tujuan dalam membangun sebuah argumen yang kokoh dan meyakinkan, bahwa informasi yang di bawa bangsa barat tentang berita miring yang di tujukan masyarakat Islam adalah sebuah kebenaran.

Melihat dan mengalisa tuisan di atas perlu ada sebuah penyeimbang terhadap informasi dari bangsa barat yang saat ini mendominasi alam pemberitaan. Sehingga masyarakat Islam sudah saatnya bangkit dan mengambil sebuah pena dan memberikan jawaban terhadap informasi barat yang menyesatkan. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan tulis terhadap masyarakat Islam, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
........

Wednesday, 4 April 2012

Gerakan Islam Membendung Gagasan Barat




Kebencian barat terhadap dunia Islam sangat memperihatinkan bagi seluruh umat muslim. Sehingga memunculkan gerakan Islam dalam melawan segala tindak terhadap oknum pembenci Islam. Mengingat Islam merupakan wadah pemersatu umat manusia, kalau Islam di usik dalam kehidupan manusia, tentu akan menimbulkan gejolak umat muslim melakukan tindak perlawanan terhadap para pembenci Islam.

Keberadaan Islam saat ini, mulai di uji dengan keberagaman dan kebebasan berpikir manusia. Sehingga dengan kebebasan berpikir manusia, telah di jadikan alat barat dalam membenci Islam, tentu dengan memberi stigma, bahwa Islam merupakan negatif bagi umat manusia. Melihat kondisi sedemikian buruk bagi keutuhan Islam, sudah sepatutnya umat muslim membendung atas tuduhan negatif yang di lontarkan dari lawan Islam. Karena siapa lagi, kalau bukan umat musim sendiri yang membendung atas serangan para penghujat Islam ?.......

Memang harus di akui zaman sudah mulai mengalami perubahan besar di banding zaman dahulu kala. Sehingga Islam di uji sedemikian rupa, tetapi, walau Islam di hujat secara terus menerus oleh bangsa barat dan para pendukungnya, Islam akan tetap bangkit di bumi alam semesta. Karena itu para cendekiawan muslim, mari terus menggalang perlawanan terhadap para penghujat Islam, melalui jalan merombak pemikiran ilmu pengetahuan dari barat yang telah menghunus serangan terhadap dunia Islam.

Bangsa barat juga tidak Segan-segan menuduh Islam sebagai sarang teroris. Lalu timbul sebuah pertanyaan tentang korban Islam di Afghanistan, Libya, Palestina, Irak dan lainnya. Apakah itu bukan tindakan barat? Lalu siapa yang berhak dengan stigma teroris ? Melihat pertanyaan ini sudah di pastikan bangsa baratlah yang mengakibatkan kerusakan di dunia Islam. Sehingga sudah semestinya umat muslim di dunia harus serentak melawan stigma negatif yang di lontarkan bangsa barat.

Pertarungan bangsa barat dan Islam terus menuai kontroversi. Sehingga umat muslim di seluruh alam semesta sudah semestinya membangun kerukunan dalam melawan segala bentuk gagasan destruktif dari bangsa barat. Maka sudah semestinya umat muslim melakukan mosi tidak percaya terhadap bangsa barat dan para pendukungnya, agar bangsa barat dapat di minimalisir dalam melakukan penyuntikan gagasan sepihak.

Bangsa barat tidak akan berhenti sedikitpun melakukan serangan dalam menyudutkan Islam. Bahkan Islam di pecah belah dengan istilah ormas maupun sekte, agar umat muslim tidak bersatu padu melawan kekuatan barat dan para Konco-konconya.

Guncangan terhadap Islam sangat keras di rasakan dalam kehidupan masyarakat Islam. Sehingga kewaspadaan umat Islam di segala arah sangat di butuhkan, agar mampu mencapai keberhasilan dalam membangun kekuatan umat muslim di seluruh dunia.

Kekuatan umat Islam di seluruh alam semesta sangat di butuhkan dalam membendung pemikiran bangsa barat. Mengingat bangsa barat selalu bermain dalam memecah umat muslim dengan segudang teori yang terkadang umat muslim tidak menyadari hal tersebut.

Berangkat dari tulisan singkat ini, tentu dapat di jadikan salah satu penyadar bagi umat muslim, bahwa seluruh umat muslim di alam semesta adalah saudara. Nah! dari situlah mari satukan barisan dan bendung segala pemikiran bangsa barat yang merusak umat muslim di alam semesta. Sungguh, Allah maha tahu segala.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Monday, 19 March 2012

Indonesia Negeri Kaum PNS


PNS mulai beberapa hari ini mendapatkan sorotan tajam di berbagai media. Mengingat PNS merupakan abdi negara yang sudah semestinya memberikan yang terbaik bagi masyarakat pada umumnya, tetapi fakta di lapangan para kaum PNS jauh dari harapan masyarakat. Sehingga kaum PNS tak ubahnya sebatas pemakan uang APBN secara buta, kalau ini terus berlanjut dari waktu kewaktu, kemungkinan besar keberadaan kaum PNS tak jauh beda dengan hanya istilah parasit negara.

Keberadaan kaum PNS tak ubahnya sebatas pelengkap adminstrasi negara tanpa kerja sesuai hati masyarakat. Sehingga wajar kalau kaum PNS punya etos kerja minim, tetapi gaji tetap terbayar tiap bulan. Nah! kalau kaum PNS dianggap memiliki kemampuan rendah, apalagi punya etos kerja yang sangat minim, tentu ini bisa di bilang bahwa keberadaan kaum PNS tak lebih hanya sebatas makan gaji buta.

Memang harus diakui rencana kenaikan BBM tak lepas dari negara yang sudah tidak sanggup membayar para kaum PNS. Sehingga pemerintah mengambil seribu alasan, bahwa BBM harus di naikkan sesuai dengan harga di pasar, tetapi kalau kita meninjau lebih jauh lagi, ternyata kenaikan BBM di sebabkan membengkaknya uang negara di karenakan pemerintah tidak sanggup membayar gaji para kaum PNS, apalagi gaji kaum PNS sesegera mungkin dinaikkan, agar sesuai dengan standar nilai ekonomi nasional

Nah! kalau di cermati secara cerdas tentang kenaikan BBM yang sebentar lagi di laksanakan, ternyata tak ubahnya salah satu kegagalan pemerintah dalam mengelola hasil kekayaan alam dan sumber pajak yang ada, tentu untuk keberlangsungan hajat masyarakat banyak, tetapi malah yang terjadi kekayaan negara hanya di nikmati para pegawai pemerintahan. Sedangkan masyarakat kecil di biarkan terlelap dalam lamunan atas nama kesejahteraan Indonesia semu.

Menanggapi rencana Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bahwa akan menggelontorkan dana sekitar Rp3 hingga 4 triliun, untuk biaya pelatihan bagi PNS yang dianggap memiliki kemampuan rendah, tentu mendapatkan sorotan tajam di tengah Hingar-bingar kemiskinan masyarakat Indonesia, tetapi pemerintah malah memanjakan PNS dengan segudang alasan. Sungguh ironis memang hidup di negeri Indonesia, semua aliran dana pemerintahan hanya di gelontorkan, untuk kesejahteraan para pegawai pemerintahan atau di sebut dengan istilah pegawai negeri sipil, tetapi masyarakat kecil tidak pernah di hiraukan keberadaan mereka. Inilah catatan buram sebagai bangsa besar di kawasan asia tenggara yang harus di perhatikan pemerintah, untuk melakukan pembenahan diri membangun negara dengan lebih memperhatikan kehidupan hajat masyarakat banyak.

Kebijakan pemerintah yang selalu menganak-emaskan para kaum PNS, tetapi lupa bagaimana dengan nasib tukang becak, buruh tani, buruh pabrik, nelayan, gelandangan, pedagang kaki lima? tentu tak lebih para kaum marginal hanya melihat kekayaan alam berlimpah dan sumber pajak besar hanya di nikmati para kaum PNS. Bahkan lebih ironis lagi kekayaan negara hanya di nikmati para kaum penilep uang negara, kalau ini terus di biarkan di negeri Indonesia, kemungkinan besar pemerataan, keadilan, kesejahteraan hanya mimpi bagi kaum marginal secara terus menerus. Nah! mulai saat ini mari gelorakan semangat membangun pemerintahan milik semua masyarakat bangsa Indonesia, bukan sekedar negeri para kaum PNS dan para pejabat aparatur negara. Dan Allah maha bijaksana.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)................... ..... .

Friday, 2 March 2012

Astaghfirullah, Politik BBM Menuju PilPres 2014



BBM merupakan permainan tidak sekedar berbentuk ekonomi, tetapi BBM sangat berpengaruh dalam mendulang suara PilPres di tahun 2014 nanti, Sehingga bermain dalam pusaran politik BBM mengandung unsur antara jatuh atau malah tinggi dengan dukungan masyarakat luas dikarenakan politik BBM yang sangat manjur dalam menggunakan kepentingan sebuah politis. Nah! saat ini rezim SBY dihadapkan antara menaikkan BBM atau tetap dengan harga semula? Ingat kenaikan BBM tidak selamanya merugikan sebuah politis. Mengingat pada pemilu 2009 SBY kembali terpilih sebagai presiden dikarenakan mampu mengolah politik BBM dengan cerdas dan tepat.

Kecerdasan SBY dan Konco-konconya mampu memberikan permainan politis dengan mencitrakan diri sebagai pengawal masyarakat kecil dari ketertindasan, Bahkan SBY tak Tanggung-tanggung mencitrakan, bahwa subsidi BBM salah sasaran. Inilah kampanye indah yang dimainkan rezim SBY dalam mengelola sebuah politis BBM dengan cerdas. Nah! ternyata di tahun 2009 SBY tetap menang dalam pemilihan presiden hanya dalam satu putaran (sungguh luar biasa).

Kenaikan BBM sudah menjadi pembicaraan hangat bagi para pejabat negara. Bahkan kampanye salah subsidi sudah mulai di gerakkan dalam mengambil pencitraan pemerintah, untuk menekan para politisi yang melawan kebijakan kenaikan BBM. Sehingga genderang oposisi pro kenaikan BBM mulai di minimalisir dengan cara kampanye Besar-besaran, bahwa subsidi BBM hanya dinikmati para pemilik motor dan mobil, padahal BBM sudah menjadi bahan pokok dalam kehidupan masyarakat, tentu kalau BBM naik sudah dipastikan akan memicu kenaikan barang pokok lainnya.

Genderang politik BBM sangat menentukan langkah kemenangan PilPres 2014. Sehingga kalau rezim SBY tidak mampu mencitrakan diri dan membangun sebuah opini. Bahwa subsidi BBM salah sasaran, kemungkinan besar gelombang aksi menentang kenaikan BBM akan sangat besar dan berpengaruh kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin berkurang. Inilah faktor yang menjadi bahasan ulasan tentang kenaikan BBM tidak sekedar masalah ekonomi masyarakat, tetapi lebih jauh lagi masalah politik yang sangat rawan konflik sosial.

Mengolah politik BBM kalau tidak cerdas dapat mengakibatkan sebuah tragedi berdarah, seperti era 65, 98 tak lepas dari kegagalan mengelola kenaikan BBM, sehingga memicu kenaikan Harga-harga lain. Nah! disaat ekonomi masyarakat lemah, maka sangat rentan konflik berdarah. Berangkat dari situlah rezim SBY harus pandai mengelola politik BBM, agar tidak menjadi bola liar politik yang sangat membahayakan sebuah bentuk konflik sosial.

Kalau melihat dari kesuksessan SBY dan JK saat menaikkan BBM pada waktu itu tak lepas dari pendekatan yang sangat cantik, bagaimana tidak? pada saat BBM naik melambung tinggi, pemerintah mencanangkan program BLT sebagai subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin, agar mampu memenuhi kebutuhan pokok. Sehingga kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat dan mampu menyeimbangkan kebutuhan masyarakat miskin antara pemasukan dan pengeluaran.

Lalu ada pertanyaan sederhana, bahwa pemerintah merasa negara mensubsidi masyarakat, tetapi kalau melihat sebuah permasalahan sesungguhnya. Apakah benar negara mensubsidi masyarakat atau malah masyarakat mensubsidi negara? pemerintah mengklaim bahwa negara telah memberikan subsidi kepada masyarakat dengan memberikan harga BBM super murah di banding harga pasar dunia. Sehingga disaat negara mencabut subsidi BBM, maka pemerintah mempunyai alasan, bahwa mencabut subsidi BBM dikarenakan telah terjadi pembengkakan anggaran APBN. Nah! dari situ harga BBM dinaikkan sebagai salah satu menutup pembengkakan APBN.

Lepas dari masalah subsidi mensubsidi, bahwa masyarakat telah membayar pajak kepada pemerintah. Nah! kalau pajak dan alam nusantara Indonesia di kelola dengan tepat, kemungkinan besar kesejahteraan masyarakat akan tercapai tanpa menaikkan harga BBM. Inilah kewajiban pemerintah sebagai pengelola negara dalam memberikan yang terbaik buat masyarakat, bukan malah uang pajak dan alam nusantara Indonesia di korup para oknum secara berjama'ah. Sungguh tragis nasib bangsa kalau penyimpangan pajak diwariskan dari generasi kegenerasi..

Nah! uraian diatas dapat menjadi sebuah indikasi, bahwa kenaikan BBM sebagai salah satu proses menuju Pilpres 2014, apabila rezim SBY berhasil menaikkan taraf hidup masyarakat dengan menaikkan harga BBM dan mengalihkan subsidi BBM dengan program tepat sasaran, tentu keberhasilan rezim SBY akan berlangsung hingga 2014 mendatang, namun kalau mengelola kenaikan harga BBM mengalami kegagalan, karena di sebabkan malah masyarakat semakin menderita, berarti rezim SBY akan tumbang dalam PilPres 2014 nanti. Mari kita tunggu politik BBM menuju Pilpres 2014, siapa pemenang dan siapa yang tumbang? Dan Allah maha pemurah lagi maha penyayang.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)................... ...