Wednesday, 25 July 2012

Kekuasaan dan Agama



Kekuasaan sudah menjadi wajah dunia baru dalam mengeja sebuah perjalanan tentang kehidupan, walau terkadang sebuah kekuasaan tak sesuai dengan harapan, tetapi tak sedikit manusia mengejar kekuasaan sebagai jalan menuju tentang sebuah makna kepastian hidup.

Eksistensi sebuah kekuasaan sudah melebur dalam setiap dada nafsu angkara murka disaat seseorang mencari jalan kemenangan. Bahkan tak memperdulikan tentang sebuah Nilai-nilai agama terus mereka terjang, tentu dengan tujuan atas nama kekuasaan yang menjadi sebuah akhir perjuangan.

Manusia tak jarang mempunyai hasrat terpendam dalam mencari sebuah kekuasaan. Sehingga terkadang atas nama kekuasaan yang telah menghinggapi dalam watak manusia, mereka tak memperdulikan saudara seiman atau bukan, untuk terus mereka terjang dengan tujuan memuluskan sebuah jalan menuju singgasana kekuasaan.

Memang kekuasaan sudah menjadi raja kehidupan dalam benak seseorang yang tenggelam akan haus hasrat berkuasa. Sehingga seorang insan manusia sebagian ada yang mempunyai hasrat berkuasa begitu keras, untuk mendapatkan sebuah singgasana kekuasaan. Karena kekuasaan sudah menjadi hasrat paling indah dalam benak insan yang terlena atas nama kenikmatan sesaat.

Kekuasaan dialam semesta sudah tidak menjadi barang baru dalam kehidupan bagi hasrat nafsu manusia, untuk mencapai kekuasaan sejati. Sehingga untuk mendapatkan kekuasaan dengan segala cara akan ditempuh, walau berat dan begitu besar halangan dalam mencapai sebuah singgasana kekuasaan.

Manusia dalam menggapai kekuasaan sudah semestinya tidak melalaikan sebuah Nilai-nilai agama. Karena agama sudah mengajarkan tentang suri tauladan dalam menjalankan sebuah pekerjaan dengan amanah dan jujur disetiap detak perjalanan hidup, agar manusia terarah dalam menggapai sebuah kekuasaan secara tepat dalam melakukan sebuah kinerja tentang tata cara kehidupan.

Melalaikan agama dalam menjalankan sebuah roda kekuasaan, tentu sebuah realita yang harus dihindarkan, apabila menginginkan sebuah kebenaran secara haqiqi dalam hidup, untuk mencapai kemaslahatan secara universal dalam perjalanan hidup manusia.

Kekuasaan merupakan sebuah amanah besar yang harus diemban bagi para pemegang tampuk roda pemerintahan, agar dalam menggapai sebuah kebijakan dapat menemukan titik kebenaran.

Nah! berangkat dari sinilah sudah seharusnya para pemegang kekuasaan memberikan sebuah amanah tentang keadilan dan kesejahteraan dalam memberikan sebuah pembelajaran tentang makna kekuasaan sejati dalam naungan sang maha pencipta segala.

Penguasa melalaikan ajaran agama, berarti sebuah kekuasaan dengan nilai semu belaka. Karena yang ada hanya sebatas mencari pembenaran diri, tanpa melihat kebenaran sesungguhnya dalam kehidupan.

Belajar agama dengan cara mengamalkan ditengah-tengah masyarakat secara luas, untuk mencapai sebuah jalan kehidupan secara damai dan sesuai dengan Nilai-nilai ajaran agama secara tepat.

Berangkat dari tulisan diatas sudah semestinya, agama diletakkan dalam dada setiap para insan yang memegang tampuk kekuasaan, agar dapat mencapai kemaslahatan secara utuh ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Dan semoga Allah SWT memberi sebuah jalan terbaik buat kita semua, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Thursday, 12 July 2012

Membongkar Lembaga Kementerian Agama



Sungguh ironis nasib negeri Indonesia yang sering dirundung duka lara, akibat dari berbagai tindak kecerobohan sampai tindak korupsi yang tidak pernah mati. Sehingga mengakibatkan masyarakat Indonesia hidup dalam gemilang kemiskinan, padahal masyarakat Indonesia hidup dinegeri yang kaya raya dikawasan Asia Tenggara.

Lembaga kementerian agama merupakan gerbang akhir sebagai suri tauladan anak bangsa, tetapi fakta dilapangan sejumlah kecerobohan lembaga kementerian agama, mulai dari dugaan dalam menilep pengadaan Al-Qur'an, dan baru saja terbongkar kecerobahan setengah juta Al-Quran teronggok digudang. Berangkat dari dua peristiwa besar ini dapat dijadikan sebuah bukti. Bahwa lembaga kementerian agama masih jauh dari harapan khalayak umum sebagai lembaga bebas dari tindak penyimpangan, baik penyimpangan disengaja maupun tidak disengaja.

Keprihatinan anak bangsa saat melihat berbagai peristiwa kasus yang terjadi dinegeri Indonesia, hingga sampai detik ini terus berkelanjutan, dan belum mencapai titik temu dalam menghilangkan budaya penyimpangan dalam menilep uang negara. Bahkan kian hari semakin mewabah dalam kehidupan denyut nadi sebuah bangsa.

Keberadaan KPK sangat diharapkan sebagai pencari solusi dalam menjerat oknum sang penilep uang negara, tetapi kinerja KPK sampai detik ini masih jauh dari harapan masyarakat sebagai pintu gerang menghilangkan budaya menilep uang negara. Karena fakta dilapangan masih banyak kasus yang sampai detik ini belum terselesaikan dengan tuntas.

Berangkat dari tulisan diatas, ternyata menimbulkan sebuah pertanyaan sederhana, mampukah KPK bekerja optimal dalam memberantas budaya korupsi dan menindak para pelaku penilep uang negara dengan tepat? Inilah pertanyaan sederhana, untuk ditujukan kepada lembaga KPK sebagai pintu gerbang dalam memberantas sebuah penyimpangan yang dilakukan para petinggi dinegeri Indonesia.

Sangat ironis sekali disaat melihat lembaga kementerian agama sebagai pintu terakhir dalam menjaga moral bangsa, tetapi realita dilapangan dalam tubuh lembaga kementerian agama terdapat sebuah kasus besar, dan membuat gempar anak bangsa tentang dugaan penilepan uang negara dalam pengadaan Al-Qur'an. Bahkan baru saja ada dugaan penyimpangan setengah juta Al-Quran teronggok digudang.

Dua dugaan penyimpangan dalam tubuh lembaga kementerian agama yang saat ini masih dalam pengusutan dapat dijadikan sebuah cermin akhir. Bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan degradasi moral yang sangat memprihatinkan sebagai bangsa terbesar dikawasan ASEAN. Inilah tantangan berat sebuah bangsa dalam menghilangkan sebuah budaya menilep uang negara.

Lembaga kementerian agama sebagai penanggung jawab penuh dalam kasus penyimpangan pengadaan Al-Qur'an, ternyata membuat telinga anak bangsa memerah, bagaimana tidak? Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam mereka berani mempermainkan dalam mencari keuntungan pribadi, apalagi proyek selain pengadaan Al-Qur'an, tentu mereka lebih berani lagi dalam bermain dilembah hitam yang penuh dengan syahwat rupiah saat melihat proyek tersebut.

Keberadaan lembaga kementerian agama sebagai pintu gerbang akhir dalam membangun sebuah bangunan moral, telah mengalami destruktif yang sungguh luar biasa. apabila dugaan kasus pengadaan Al-Qur'an memang Benar-benar terjadi. Maka tidak ada kata lain, selain merekonstruksi ulang dalam tubuh lembaga kementerian agama saat ini, agar Indonesia kedepan mampu menjadi bangsa dan negara yang lebih beradab dan bermartabat. Semoga Allah mengampuni Dosa-dosa kita semua, Amiin..........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)...........

Saturday, 30 June 2012

Turki Dan Suriah Pintu Gerbang Perang: Blok Barat Vs Blok Timur



Masalah Suriah atas pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad, telah mengundang beragam opini yang berkembang dalam kehidupan masyarakat secara luas, apalagi blok barat yang dipimpin Amerika Serikat dianggap Ikut campur masalah dalam negeri di Suriah. Sehingga kondisi Suriah semakin memanas. Karena Suriah menganggap pemberontakan didalam negerinya tak lepas dari campur tangan blok barat.

Keberanian Suriah tidak hanya sebatas slogan terhadap blok barat yang ikut campur memperkeruh persoalan dalam negerinya. Bahkan Suriah menganggap Amerika Serikat dan Negara-negara NATO sebagai biang keladi masalah yang semakin runyam dinegeri Suriah saat ini.

Perkembangan terkini masalah Suriah dengan Negara-negara NATO, ternyata tidak mengalami sebuah titik temu perdamaian, tetapi malah semakin memanas keadaan tersebut. Sehingga kondisi ini dapat memicu perang antar Blok barat Vs Blok Timur semakin memanas.

Kabar tentang jatuhnya pesawat Turki yang ditembak oleh Suriah, ternyata menambah kondisi yang semakin memperkeruh keadaan di daerah konfliks tersebut, apalagi Presiden Suriah Bashar al Assad telah mengatakan negara itu dalam keadaan perang dan harus menggunakan segala cara untuk menang dalam perang.

Konstelasi politik dan keamanan dua negara bertetangga Suriah dan Turki kian hari semakin memanas, apalagi perkembangan berita tentang kedua negara ini, telah mendapatkan dukungan yang berbeda. Suriah didukung blok timur dan dimotori negara Iran, Rusia, Cina, sedangkan Turki dimotori negara Amerika Serikat dan NATO.

Masalah Suriah dan Turki dapat mengakibatkan sebuah pintu gerbang pecahnya sebuah perang antar blok barat Vs blok timur. Kalau blok barat dan blok timur sudah mengarah atas perang berdarah, tentu akan menghasilkan sebuah kekuatan perang yang maha dahsyat, dan tidak menutup kemungkin perang dunia ketiga dengan persenjataan nuklir dapat meletus dalam peristiwa perang yang semakin nyata mengarah antar blok barat Vs blok timur.

Turki dan Suriah merupakan sebuah skenario perang besar yang dapat menghasilkan sebuah perang antar blok barat Vs blok timur, dan akan mengarah dari perang dingin menuju perang nuklir, tentu peristiwa ini akan menambah kondisi situasi yang semakin gawat dan berbahaya bagi keberlangsungan spesies manusia, apabila perang nuklir Benar-benar terjadi antar kedua blok yang semakin menuju mengarah perang sesungguhnya.

Keberadaan perang dingin yang dulu sering kita kenal, telah berganti dengan sebutan perang dunia ketiga, apabila perang antar blok Benar-benar terjadi. Lalu kalau perang dingin berakhir dan menuju perang yang sesungguhnya, dimana letak posisi Indonesia dan Malaysia dalam perang antar blok? apakah Indonesia tetap non blok? padahal Malaysia sudah masuk dalam pintu gerbang blok barat, semua tinggal menunggu bom waktu yang tepat dalam menunjukkan siapa yang paling kuat dalam lingkaran blok tersebut.

Dari tulisan sederhana ini dapat diambil sebuah kesimpulan kecil. Bahwa perang yang melibatkan antar dua negara, ternyata dapat memicu perang yang lebih jauh lagi, tentu sebuah perang yang kita kenal dengan istilah perang dunia ketiga. Dan semoga Allah memberi rahmat dan berkah kepada para pembaca tulisan singkat ini, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...................

Tuesday, 26 June 2012

Sejarah Besar Jejaring Sosial Kiber




Sejarah besar jejaring sosial kiber tak lepas dari putaran arus asal muasal perkembangan jejaring sosial dijagat maya. Maka berangkat dari sinilah perlu mengetahui bagaimana sejarah besar jejaring sosial muncul di jagat maya? agar mampu menganalisa perkembangan jejaring sosial di jagat maya yang saat ini melaju dengan pesat dan semakin terarah keberadaannya. Karena sejarah besar jejaring sosial kiber tak lepas dari sebuah pusaran munculnya sebuah jejaring sosial di jagat maya saat ini.

Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung.

Berangkat dari dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 dengan berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com.

Perkembangan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan, telah dipakai pada beberapa situs UK regional di antara tahun 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan.

Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook. Inilah pesaing yang tumbuh dengan cepat dalam perkembangannya.

Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.

Sedangkan Jejaring sosial kiber asal muasal pertemuan Fahrul Amrullah dengan dunia Informatika. Sehingga mampu menggabungkan berbagai elemen dalam merekonstruksi sebuah jejaring sosial yang saat ini hadir ditengah-tengah masyarakat dalam kehidupan dijagat maya.

Fahrul Amrullah lahir dari Nganjuk Jawa Timur dan hijrah ke-Ibu Kota Jakarta, untuk melanjutkan kuliah setelah selesai menamatkan diri dari MAN Nglawak Kertosono. Dan pilihan Fahrul Amrullah dalam melanjutkan kuliahnya jatuh pada kampus BSI sebagai tempat memperdalam ilmu tentang manajemen Informatika.

Kehadiran jejaring sosial kiber merupakan pertemuan Fahrul Amrullah pada masa menuntut ilmu yang bergejolak dengan berbagai dunia Ilmu Informatika. Sehingga menghasilkan sebuah karya besar jejaring sosial kiber yang dapat dinikmati saat ini, walaupun kiber sampai hari ini masih dalam kondisi kekurangan, tetapi Fahrul Amrullah bertekad membangun sebuah jejaring sosial kiber sebagai salah satu alat komunikasi dan informasi, baik ditingkat lokal maupun internasional.

Sang kreator kiber sering dijuluki oleh teman-temannya dengan sebutan nama, yaitu: Fahrul Cyber Freedom. Entah nama ini asal muasalnya dari mana? tetapi nama ini sudah tak asing lagi di kalangan para pengguna aktif dijejaring sosial kiber.

Fahrul Amrullah merupakan sosok yang mampu menggambarkan beragam permasalahan tentang jejaring sosial kiber. Namun sejarah besar jejaring sosial kiber dalam keberlanjutannya, ternyata tak lepas dari dukungan berbagai teman maupun kerabat, baik teman sekampus maupun teman yang bergerak seprofesi sebagai penggiat jejaring sosial di Indonesia.

Kelahiran jejaring sosial kiber berangkat dari kebiasaan Fahrul Amrullah bermain facebook dan forum. Sehingga memunculkan gagasan cemerlang dalam menggabungkan facebook dan forum. Berangkat dari sinilah sebuah terobosan jejaring sosial kiber hadir di Tengah-tengah gencarnya serangan jejaring sosial dari luar negeri. Sehingga keberadaan jejaring sosial kiber diharapkan mampu bersaing dengan jejaring sosial yang sudah populer dan membahana dijagat maya saat ini.

Dari uraian diatas dapat dikerucut sejarah besar jejaring sosial kiber tak lepas dari sang kreator Fahrul Amrullah dan dibantu teman maupun kerabat dalam mengembangkan jejaring sosial kiber dalam keberlanjutannya. Inilah sekilas sejarah besar jejaring sosial kiber dalam mengarungi keberlangsungannya dalam membangun informasi dan komunikasi di jagat maya. Semoga tulisan kecil ini dapat menambah informasi tentang sejarah besar jejaring sosial kiber, Amiin............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.................

Friday, 1 June 2012

Indonesia Dalam Tiga Wajah ke-Islaman



Indonesia telah dijadikan alat pertarungan berbagai aliran masuk dengan segenap teori maupun sebuah praktisi, tentu dengan tujuan memasukkan sebuah gagasan ke-Islaman dengan berbagai sumber dalam menelaah tentang realita kehidupan.

Masyarakat Islam Indonesia dengan segenap multi real kehidupan telah dijadikan sebuah kajian tentang ke-Islaman. Sehingga kajian tersebut, ternyata telah mempengaruhi corak pandang masyarakat Islam dalam membangun berbagai aktivitas tentang dunia ke-Islaman.

Keberadaan Islam di negara Indonesia telah dipengaruhi tiga wajah bangsa dalam meletakkan pondasi budaya maupun dalam segala tingkah laku dan pola pikir. Sebab bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa dengan penduduk terbesar yang beragama Islam. Sehingga wajar ke-Islaman dalam bentuk berbagai wajah tumbuh subur di negeri Indonesia.

Ketiga wajah ke-Islaman di Indonesia tertuang dalam gagasan dan tata cara dalam menelaah tentang ajaran Islam. Sehingga sumber ke-Islaman di Indonesia begitu kompleks dalam berbagai kajian tentang kondisi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara universal.

Indonesia dalam tiga wajah ke-Islaman dapat di lihat dibawah ini:

Pertama: Islam liberal merupakan ke-Islaman dengan wajah bangsa Barat dalam menggagas ke-Islaman dan cenderung mengandalkan konteks dalam menganalisa sebuah peristiwa yang menyangkut agama Islam di banding aspek tekstual. Sehingga wajah Islam liberal cenderung mengarah para gagasan ke-Islaman ala barat dalam menganalisa tentang ajaran Islam.

Kedua: Islam Khilafah merupakan sebuah idiologi ke-Islaman yang menggagas tentang berbagai aspek kehidupan dengan sudut pandang tekstual. Sehingga model Islam Khilafah cenderung di pengaruhi bangsa Timur Tengah dalam menerjemahkan tentang kehidupan ke-Islaman.

Ketiga: Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara teks dan konteks, agar kedua hal ini dapat terjadi sinergi yang saling berkaitan secara utuh. Karena Islam tradisonal merupakan wajah ke-Islaman dengan mengambil Nilai-nilai yang terdapat dalam kawasan Nusantara, untuk di gali dalam khazanah ke-Islaman yang lebih membumi dalam kehidupan secara kaffah.

Berangkat dari gambaran di atas tentang wajah ke-Islaman di Indonesia, ternyata di pengaruhi tiga wajah bangsa besar, yaitu: Bangsa Barat, Bangsa Timur Tengah dan Bangsa Pribumi atau kita kenal dengan istilah Bangsa Nusantara. Sehingga ketiga wajah ini terus menghiasi dalam corak pandang dalam membangun sebuah karakter dan kepribadian masyarakat Islam di Indonesia.

Semoga Allah menjadikan kami sebagai hamba yang selalu menjalankan perintah-NYA, dan menjauhi segala larangan-NYA, Amiin.............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Indonesia Dalam Tiga Wajah ke-Islaman



Indonesia telah dijadikan alat pertarungan berbagai aliran masuk dengan segenap teori maupun sebuah praktisi, tentu dengan tujuan memasukkan sebuah gagasan ke-Islaman dengan berbagai sumber dalam menelaah tentang realita kehidupan.

Masyarakat Islam Indonesia dengan segenap multi real kehidupan telah dijadikan sebuah kajian tentang ke-Islaman. Sehingga kajian tersebut, ternyata telah mempengaruhi corak pandang masyarakat Islam dalam membangun berbagai aktivitas tentang dunia ke-Islaman.

Keberadaan Islam di negara Indonesia telah dipengaruhi tiga wajah bangsa dalam meletakkan pondasi budaya maupun dalam segala tingkah laku dan pola pikir. Sebab bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa dengan penduduk terbesar yang beragama Islam. Sehingga wajar ke-Islaman dalam bentuk berbagai wajah tumbuh subur di negeri Indonesia.

Ketiga wajah ke-Islaman di Indonesia tertuang dalam gagasan dan tata cara dalam menelaah tentang ajaran Islam. Sehingga sumber ke-Islaman di Indonesia begitu kompleks dalam berbagai kajian tentang kondisi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara universal.

Indonesia dalam tiga wajah ke-Islaman dapat di lihat dibawah ini:

Pertama: Islam liberal merupakan ke-Islaman dengan wajah bangsa Barat dalam menggagas ke-Islaman dan cenderung mengandalkan konteks dalam menganalisa sebuah peristiwa yang menyangkut agama Islam di banding aspek tekstual. Sehingga wajah Islam liberal cenderung mengarah para gagasan ke-Islaman ala barat dalam menganalisa tentang ajaran Islam.

Kedua: Islam Khilafah merupakan sebuah idiologi ke-Islaman yang menggagas tentang berbagai aspek kehidupan dengan sudut pandang tekstual. Sehingga model Islam Khilafah cenderung di pengaruhi bangsa Timur Tengah dalam menerjemahkan tentang kehidupan ke-Islaman.

Ketiga: Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara teks dan konteks, agar kedua hal ini dapat terjadi sinergi yang saling berkaitan secara utuh. Karena Islam tradisonal merupakan wajah ke-Islaman dengan mengambil Nilai-nilai yang terdapat dalam kawasan Nusantara, untuk di gali dalam khazanah ke-Islaman yang lebih membumi dalam kehidupan secara kaffah.

Berangkat dari gambaran di atas tentang wajah ke-Islaman di Indonesia, ternyata di pengaruhi tiga wajah bangsa besar, yaitu: Bangsa Barat, Bangsa Timur Tengah dan Bangsa Pribumi atau kita kenal dengan istilah Bangsa Nusantara. Sehingga ketiga wajah ini terus menghiasi dalam corak pandang dalam membangun sebuah karakter dan kepribadian masyarakat Islam di Indonesia.

Semoga Allah menjadikan kami sebagai hamba yang selalu menjalankan perintah-NYA, dan menjauhi segala larangan-NYA, Amiin.............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Islam Tradisional Menggugat



Islam tradisional menggugat merupakan sebuah bentuk ketidak-sepahaman dengan para pemikir barat dalam menggagas tentang realita kehidupan. Sebab para pemikir barat cenderung sepihak dalam memberikan gambaran tentang Islam tradisional. Sehingga memunculkan sebuah gagasan dari Islam tradisional dalam menggugat paradigma para pemikir barat.

Pemikiran Islam tradisional dengan proses menggugat berusaha memberikan sebuah pemahaman secara berimbang, agar pemahaman dari para pemikir barat tidak diambil secara Mentah-mentah, tetapi dikaji ulang dan di filters tentang paradigma para pemikir barat dalam menggagas masalah kehidupan masyarakat Islam tradisional.

Keberadaan Islam tradisional sering di identikkan dengan berbagai macam pendapat miring dari para pemikir barat. Mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit di labelkan dalam Islam tradisional, tentu dengan tujuan menginginkan sebuah perubahan sesuai kehendak para pemikir barat.

Paradigma para pemikir barat tak jarang memberikan sebuah stigma negatif terhadap masyarakat Islam tradisional dengan istilah masyarakat tertutup tanpa melihat kemajuan zaman, dan masih banyak lagi yang dialamatkan miring terhadap masyarakat Islam tradisional, padahal segala bentuk dalam kehidupan masyarakat mempunyai kebebasan dan ketertutupan Masing-masing, begitu juga dalam kehidupan bangsa barat. Berangkat dari sinilah dapat dikerucut, bahwa pembeda antara bangsa barat dengan masyarakat Islam tradisional tentang ketertutupan dan kebebasan disebabkan dalam bentuk karakter dan kepribadian dalam diri Masing-masing.

Eksistensi Islam tradisional merupakan sebuah bentuk bangunan kepribadian dan watak masyarakat nusantara dengan istilah sederhana dan bersahaja dalam menatap sebuah kehidupan. Sehingga wajar paradigma bangsa barat dengan masyarakat tadisional berbeda dalam menyikapi sebuah realita. Sebab corak pandang dalam kehidupan para pemikir barat dengan masyarakat tradisional juga mengalami sebuah perbedaan yang begitu kompleks.

Sebuah slogan Islam tradisional menggugat merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap para pemikir barat dalam menggambarkan tentang kehidupan masyarakat secara luas. Sebab para pemikir barat sering terjebak dengan cara pembenaran diri tanpa melihat realita secara dalam. Inilah sebuah realita tentang berbagai pandangan para pemikir barat dalam memberikan sebuah makna tentang Islam tradisional.

Para pemikir barat tak jarang memberikan sebuah istilah tentang Islam tradisional dengan sebutan sebuah bangunan konsevatif yang tertutup, padahal ketertutupan yang di berikan para pemikir barat, tentu mempunyai sebuah tujuan, agar masyarakat tradisional membuka diri sesuai dengan kehendak para pemikir barat, padahal bangsa barat sendiri juga tidak mau membuka diri terhadap kepentingan masyarakat tradisional.

Bangsa barat sejak dahulu kala sering melakukan segala tipu daya dalam memberikan sebuah gambaran terhadap realita kehidupan masyarakat tradisional. Bahkan bangsa barat Berabad-abad telah menjajah bangsa nusantara, tentu semua tak lepas dari corak pandang paradigma barat dalam memberikan gambaran tentang sosial, budaya, politik, pendidikan dan masih banyak lagi gambaran para pemikir barat dalam menggagas masyarakat tradisional secara parsial.

Gagasan para pemikir barat tentang masyarakat Islam tradisional tak lepas dari cara menghakimi sepihak dalam memberikan sebuah argumen. Sehingga masyarakat Islam tradisional selalu dicirikan dengan stagnasi sebuah peradaban, padahal masyarakat Islam tradisional mempunyai peradaban dan kemajuan dalam dirinya sendiri, walau berbeda dengan peradaban dan kemajuan bangsa barat.

Masyarakat Islam tradisional merupakan sebuah kepribadian dalam mensinergikan antara teks dan konteks dalam menggali berbagai khazanah Nusantara maupun khazanah ke-Islaman, tentu berusaha membangun sebuah paradigma yang cerdas dalam menempatkan sebuah ajaran agama dengan realita kehidupan.

Keberadaan adat istiadat dengan bentuk kearifan lokal selalu menjadi incaran para pemikir barat, agar masyarakat Islam tradisional membuka diri sesuai dengan kepentingan mereka. Sehingga dengan berbagai wacana para pemikir barat berusaha menggagas masalah tersebut.

Sebenarnya, Kalau menuju perubahan masyarakat dalam ranah positif, tentu masih dapat di terima, tetapi dalam multi real kehidupan sejak dahulu kala sampai sekarang, ternyata bangsa barat tak jarang malah melakukan tindak eksploitasi kekayaan sumber daya alam Nusantara secara berlebihan. Berangkat dari sinilah keterbukaan dan kebebasan yang di gagas bangsa barat tak lepas berpangkal pada kepentingan bangsa barat secara sepihak.

Lebih ironis lagi, para pemikir barat melakukan sebuah kajian tentang keagamaan dengan paradigma liberal dalam kajian agama Islam. Sehingga dalam tafsir agama Islam disesuaikan dengan paradigma barat tentang ke-Islaman, tetapi fakta dilapangan tidak mensinergikan antara teks dan konteks secara utuh. Sebab bangsa barat dalam menggagas ke-Islaman lebih cenderung dengan istilah kebebasan ala bangsa barat sendiri dan menegasikan kepribadian dan karakter masyarakat Islam tradisional.

Islam tradisional menggugat terhadap tindakan bangsa barat dalam melakukan berbagai manuver politis dengan cara menghakimi sepihak terhadap masyarakat Islam tradisional, begitu juga menggugat bangsa barat dalam melakukan sebuah bentuk ekspansi secara berlebihan di berbagai aspek kehidupan. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan berkah kepada para pemikir Islam tradisional, Amiin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........