Sunday, 13 October 2019

Intraday Trading - Trading Harian Profit Maksimal

Intraday trading saham bisa menjadi alternatif strategi trading cepat (trading harian) untuk anda yang ingin mendapatkan profit jangka pendek, dengan cara beli-jual saham dengan waktu yang relatif singkat (tidak hold saham terlalu lama). 

Dalam intraday trading, anda membeli dan menjual (take profit) saham di hari yang sama, sampai tiga harian trading. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore. Sehingga dengan time frame trading yang pendek ini, anda bisa memperoleh profit dalam waktu lebih singkat. 

Untuk mendapatkan profit maksimal dalam intraday trading, anda harus menggunakan strategi dan analisa trading. Walaupun trading cepat, anda tidak disarankan untuk gambling dalam memilih saham, karena setiap saham dalam time frame apapun, ada pola2 pergerakan dan momentumnya.   

Kunci utama untuk mendapatkan profit dalam intraday trading, anda harus mempraktikkan cara-cara:
  • Memilih saham2 yang risikonya kecil untuk trading harian
  • Menetapkan target profit yang realistis 
  • Menggunakan analisa teknikal untuk trading harian 
  • Menggunakan momentum trading 
  • Analisa tape reading (bid-offer) saham
  • Memilih saham2 yang mudah naik stabil dalam jangka waktu harian 
  • Memilih saham2 yang lincah dan punya fluktuatif bagus 
  • Memilih saham2 yang mudah dianalisa untuk intraday trading 
  • Manajemen modal yang layak untuk trading cepat 
Di Saham Gain ini, anda bisa mempelajari full praktik memilih saham-saham yang layak (saham2 yang mudah naik dalam waktu harian) untuk intraday trading. 

Anda bisa pelajari praktik2 dan strategi intraday langsung disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). Jadi di ebook intraday trading, anda langsung praktik memilih saham untuk intraday trading, beserta analisa2 untuk trading harian, momentum trading dan analisa2 tape reading.  
Ebokk Intraday Trading & One Day Trading Saham
Trading harian bisa menghasilkan profit asalkan anda memahami strategi untuk trading, dan tentunya juga penguasaan psikologis, pengalaman dan jam terbang trading.

Jadi jika anda ingin melakukan intraday trading dan mendapatkan profit maksimal, gunakanlah strategi yang benar (cara memilih saham, analisa teknikal). Jangan hanya melihat 'arah angin' yang ada di market.

Dan kunci utamanya, tentu anda harus mempraktikkan sendiri trading harian. Karena dengan mengamati market dan pergerakan saham secara intraday, anda bisa mengetahui pola2 saham yang cocok / sesuai dengak karakter trading anda. 

Anda yang ingin memiliki ebook intraday trading, berikut langkah-langkahnya: 


1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)
- BCA = 440 - 1315378
- BRI = 0172 - 01 - 044985 - 50 - 8
Atas nama: El Hezekiah Sabbat
Harga Ebook = Rp148.000

2. Setelah transfer, konfirmasi kembali via email: suksesbelajarsaham@gmail.com atau melalui WA atau Telegram: 087859520042 untuk proses pengiriman ebook. 

Jika anda ingin bertanya tentang ebook intraday trading, anda bisa bertanya melalui: 

1. Email saya: Suksesbelajarsaham@gmail.com
2. WA: 087859520042
3. Telegram: 087859520042
4. Melalui kolom komentar

Friday, 11 October 2019

waspada Salah Pakai Tinta Bisa Berakibat Begini

Jangan lupa membaca artikel kami sebelumnya, mengenai > Panduan Bisnis Online bagi Pemula.

Jika kita membahas mengenai printer, tentunya kita tidak lepas dengan yang namanya tinta, tinta memiliki peranan terpenting dalam hal cetak mencetak, Tinta yang memiliki kualitas tentunya akan menjamin pula kualitas pencetakan yang akan anda hasilkan nantinya. Namun di thread kali ini kita tidak akan menitik beratkan pembahasan tentang bagaimana memilih tinta yang baik/berkualitas untuk printer, atau mencetak dengan kualitas tinggi.

Namun disini  kita akan coba memaparkan tentang betapa pentingnya kejelian ketika kita akan menggunakan tinta pada sebuah printer, So, jangan asal memakai tinta pada printer anda jika tak ingin hasi cetak anda seperti ini




Saya rasa dengan adanya gambar d atas, anda sudah tahu di mana letak persoalannya, betul sekali, di atas sangat jelas bawa terdapat guratan tinta yang tidak kita inginkan berwarna biru tepat pada sisi-sisi gmbar objek. tapi pada dasarnya tinta  tersebut sebenarnya memenuhi ruang cetak pada foto keseluruhan, sehingga juga ikut mempengaruhi gambar objek di atas, dan mau kita setting bagaimanapun, hasil gambarnya tidak sesuai dengan gambar yang ada dimonitor, di sebabkan adanya masalah pada tinta Cyan.

jangan Lupa Baca :

Dan setelah saya coba bagian sisi lainya, hasilnya juga tetap sama, selalu ada coretan tinta yang melebihi gambar objek pencetakan



nah dimana letak permasalahannya, Setelah kita telaah lebih teliti, akhirnya problem bisa kita atasi, ternyata tak lain hal tersebut di sebabkan karena faktor Tinta yang di pakai, bukan karena tintanya tidak berkualitas atau murah,melainkan karena usia tinta sudah tidak layak pakai, teralu lama gak di gunakan, kemungkinan besar si empunya printer juga kurang memperhatikan tanggal expired,tinta tersebut. silahkan baca  Cara Memilih Tinta yang baik Dan Berkualitas

Nah, Bagaimana mengatasi hal semacam ini? solusi terbaik yang perlu di ambil adalah dengan cara menguras habis tinta (Cyan) yang sudah terlanjur kita isi pada printer, caranya harus kita bongkar casing printer lalu kita buang tinta yang bersangkutan, karena otomatis tinta sudah ada yang masuk pada cartridge.

Disini Kasusnya terjadi pada printer Epson L120. Jadi, Untuk Epson Tipe yang lain bisa anda search dulu cara melepas Cassing sesuai dengan Tipe printer yang anda gunakan.Langsung saja kita lepas casingnya.







Kemudian Pada Bagian tabung, lakukan penyedotan, bisa menggunakan suntik bekas pengisian tinta, sedot dan buang semua tinta tersebut., Karena disini yang bermasalah pada Biru (Cyan) jadi yang di sedot itu yang Cyannya saja





Lepaskan cassing Pada Body, Nah tahap selanjutnya lepas cartridge yang berwarna Cyan dari Carriage Head,




setelah itu, sedot lagi tinta yang ada pada bagian dalam Cartridge, sedot secara menyeluruh, kemudian buang .




selanjutnya silahkan anda isi ulang tinta yang di kuras tadi dengan tinta yang baru, kemudian lakukan penyedotan seperti gambar di atas, sampai seluruh ruang cartridge terisi penuh,

Pasang kembali cartridge pada Head Printer,  anda juga bisa ambil kuas untuk proses bersih-bersih jika memang di perlukan




Nah, Proses pengurasan dan pengisian telah kita lakukan, tahap akhir tinggal pasang kembali casing seperti semula, lalu lakukan pengisian tinta dengan tinta yang baru yang telah kita kuras tadi,
selanjutnya kita hanya perlu lakukan Deep Cleaning terlebih dahulu agar suplay tinta yang baru bisa memenuhi ruang head, juga membuang seluruh tinta yang Expired tadi menjadi tinta yang fresh dan baru.

SEtelah melakukan tahap ini, Printer kembali normal, hasil cetak sudah tidak beleptan lagi, jika anda juga menemukan kendala yang demikian semoga cara di atas bisa membantu, atau jika ada yang ingin dipertanyakan terkait artikel ini anda bisa meninggalkan pertanyaan di kolom komentar yang teah di sediakan, sebisa mungkin kami akan bantu.

sekian wassalam !!!

Selain sebagai media informasi teknologi, kami juga berbagi artikel tentang bisnis online.

Simulasi Trading Saham Modal 10 Juta

Di pos ini: Modal Ideal Trading Saham, saya pernah menjelaskan bahwa modal trading untuk pemula sebaiknya mulai dahulu dengan Rp1-3 juta. Setelah level trading anda naik, barulah anda bisa menambah modal. Baca juga: Trading Saham dengan Modal Rp5 Juta. 

Beberapa waktu lalu ada trader bertanya ke saya: "Pak saya udah top up modal trading, dari modal awal Rp4-5 juta, sekarang modal trading saya sudah di kisaran Rp10 juta. Kalau modal Rp10 juta, bagaimana cara memilih sahamnya buat trading?" 

Terkadang setelah menambah modal, trader bingung harus mengalokasikan dan memilih saham apa untuk trading. Jadi, di pos ini kita coba simulasi trading saham dengan modal Rp10 juta. 

[Untuk anda yang ingin belajar saham, mempelajari praktik, strategi analisa teknikal, menyusun manajemen modal (MM) & trading plan, anda bisa disarankan mempelajari praktik2 analisa trading berikut: Buku Saham Pemula - Expert].  

Kalau modal anda sudah berkembang sampai Rp10 juta, itu artinya trading anda sudah berkembang lebih baik. Maka, dengan modal Rp10 juta, anda bisa melakukan salah satu dari dua strategi trading berikut: 

1. Menambah diversifikasi saham

Anda bisa menambah jumlah saham anda (diversifikasi). Misalnya dengan modal anda sebelumnya anda hanya beli 2 saham, maka saat modal anda sudah bertambah jadi Rp10 juta, anda bisa diversifikasi menjadi 3-4 saham. 

Dengan modal Rp10 juta, anda bisa mencoba diversifikasi ke saham2 yang risikonya agak tinggi (saham lapis tiga) kalau anda ingin mempelajari pergerakan saham2 gorengan. 

Tapi saran saya, anda harus tetap memprioritaskan saham2 yang risikonya rendah untuk trading. Jadi anda bisa membeli 3 saham, di mana anda membeli 2 saham yang risikonya rendah (misalnya saham2 lapis satu atau lapis dua) dan 1 saham lapis tiga. 

Dengan alokasi modal 10% untuk saham lapis tiga, 90% untuk saham2 lapis satu dan lapis dua. Berikut contoh diversifikasi saham dengan modal Rp10 juta. 

Trading saham modal 10 juta - 3 saham
Trading saham modal Rp 10 juta - 4 saham
Tabel diatas adalah simulasi trading saham modal 10 juta. Anda bisa memilih 3 saham, di mana alokasi terbesar adalah untuk saham2 lapis satu dan dua (TLKM dan BBRI). Kemudian kalau anda mau beli saham gorengan, pakailah modal kecil. Alokasiknya 45% TLKM, 45% BBRI, 10% HOME dan 10% tetap di cash balance. 

Anda juga bisa diversifikasi 4 saham, di mana 3 saham anda prioritaskan untuk saham2 lapis satu dan dua, dan sisanya untuk saham lapis tiga.

Bagaimana kalau anda cuma mau diversifikasi dua saham saja? Bagaimana kalau anda cuma mau beli saham2 lapis satu dan LQ45 tanpa beli saham gorengan? 

Jawabannya boleh semua. Tabel diatas adalah contoh simulasi trading kalau modal anda Rp10 juta. Kalau anda mau beli 2 saham saja tidak masalah. Asalkan anda merasa cocok dengan saham2 yang anda beli. Dan jangan pernah lupa menganalisa.  

2. Menambah jumlah lot tanpa menambah diversifikasi 

Strategi kedua, anda bisa menambah jumlah lot untuk trading, tanpa menambah diversifikasi saham. Misalnya, ketika modal anda masih Rp3 juta anda hanya membeli dua saham. 

Setelah modal anda Rp10 juta, anda tidak menambah diversifikasi, dan anda tetap membeli maksimal 2 saham di portofolio, hanya lot-nya saja yang anda tambah. Jadi profit yang anda dapatkan akan lebih terasa. 

Contoh trading saham saat modal anda Rp3 juta. Anda hanya beli 2 saham

Contoh trading saham saat modal anda sudah Rp10 juta. Anda tetap beli dua saham (tanpa diversifikasi). Hanya menambah jumlah lot saja

Kalau anda merasa cocok dengan saham2 yang sudah anda beli sebelumnya (dengan modal lebih kecil), tidak ada salahnya anda membeli saham2 yang sama ketika modal anda sudah bertambah jadi Rp10 juta. Anda bisa menambah jumah lot (size)-nya. 

Dua strategi ini sama-sama bisa memberikan profit untuk anda. Anda hanya perlu mengatur strategi yang sesuai dan cocok untuk anda. 

Tips dari saya, saat modal anda bertambah jadi Rp10 juta, anda harus tetap trading dengan strategi yang taktis. Jangan gegabah memilih saham. Tetap prioritaskan saham2 yang bagus, saham2 yang terbukti cocok dengan karakter anda. Dan tetap sisakan modal 5-10% di cash balance. 

Thursday, 10 October 2019

Cara Analisa Indeks Saham Amerika

Indeks saham Amerika Serikat (AS) utama adalah Indeks Dow Jones, Indeks Nasdaq dan Indeks S&P500. Baca juga: Mengenal Indeks Saham Amerika. Indeks saham AS seringkali menjadi acuan bursa-bursa saham dunia, termasuk Indonesia (IHSG). 

Anda mungkin sering mendengar ulasan2 dari broker, analis mengenai pergerakan indeks saham AS dan kemungkinan pengaruhnya ke IHSG. Saya sendiri beberapa kali juga sempat membahas pergerakan indeks2 AS di halaman: Rekomendasi Saham. 

Update pergerakan indeks saham AS dan indeks2 lainnya seringkali kita temukan juga melalui pesan2 yang di broadcast, entah di grup WA, Telegram, Facebook dan lain2. Contohnya seperti tampilan dibawah ini: 

Indeks saham dunia
Jadi gimana cara menganalisa indeks saham AS dan pengaruhnya ke IHSG? Mari kita bahas 

1. Indeks AS turun tajam

Apabila indeks AS ditutup turun tajam semalam (misalnya hari Rabu tiga indeks AS koreksi sampai 1% lebih), maka besok paginya (Kamis) saat pasar saham Indonesia (IHSG) buka, IHSG kemungkinan akan cenderung ikut turun.

Apalagi kalau IHSG sebelumnya sudah naik, maka inilah waktunya IHSG punya potensi untuk koreksi. Demikian juga, kalau IHSG masih lesu (banyak sentimen negatif) ditambah berita indeks AS turun tajam semalam, maka kemungkinan IHSG akan mengalami koreksi lanjutan. 

Kalau di sesi pre-open IHSG sudah pada merah (dan semalam Indeks AS pada melemah tajam), maka ada baiknya anda mencari support2 lanjutan saham2 anda, atau anda bisa mencari saham2 yang penurunannya tidak terlalu signifikan /masih punya potensi rebound saat IHSG sedang turun. 

Biasanya kalau Indeks Dow Jones turun atau sebaliknya, maka akkan diikuti juga dengan pergerakan saham2 Nasdaq dan SP500.

2. Indeks AS naik signifikan (rally or rebound)  

Kalau semalam indeks AS ditutup menguat signifikan, entah karena Indeks AS rally atau sekedar rebound setelah koreksi, maka kemungkinan akan diikuti oleh kenaikan IHSG keesokan hari. 

Jika IHSG ijo, anda bisa mulai memilih saham2 yang sudah di support. Anda harus tetap memperhatikan analisa teknikal masing2 saham, jangan mengandalkan emosi dalam trading. 

Indeks AS dikatakan naik / turun signifikan sebenarnya cukup relatif. Namun kalau naik / turunnya mendekati 1% atau bahkan sudah diatas 1% dan ketiga indeks bergerak kompak searah, maka IHSG bisa dikatakan bergerak naik/turun secarea signifikan, dan hal ini bisa memberikan dampak ke IHSG juga. 

3. Indeks AS bergerak stabil 

Jika Indeks AS bergerak stabil, dalam arti naik atau turunnya tidak terlalu signifikan, atau bergerak variatif (misalnya indeks Dow Jones naik tapi dua indeks lainnya turun), maka biasanya pergerakan Indeks AS ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan ke IHSG. 

Itulah cara menganalisa indeks saham AS dan kemungkinan pengaruhnya ke IHSG. Perlu anda pahami juga bahwa pergerakan indeks AS TIDAK SELALU memberikan dampak ke IHSG. Maka dari itu, saya selalu menambahkan dengan kata-kata "cenderung", "kemungkinan". 

Memang ketika indeks saham AS turun tajam semalam, ini juga harus jadi perhatian anda untuk lebih berhati-hati dalam membeli saham apalagi kalau IHSG ikutan turun tajam, demikian sebaiknya kalau indeks saham AS naik signifikan. 

Namun tetap saja jangan menjadikan indeks AS sebagai patokan utama trading. Karena biar bagaimanapun juga, kita semua harus trading dengan kembali pada melakukan analisa teknikal pada saham pilihan anda masing-masing, right?

Boleh saya katakan bahwa pergerakan indeks AS ini sifatnya sebagai tambahan / pelengkap analisa market, namun bukan acuan utama untuk beli / jual saham. 

"Tapi memangnya apa pengaruh secara fundamental indeks saham AS ke IHSG? Kan satunya pasar saham AS, satunya Indonesia. Kok bisa kalau indeks saham AS naik, IHSG bisa ikutan naik dan sebaliknya?" Tanya anda penasaran

Pertama, sisi psikologis. Karena indeks saham AS adalah indeks saham utama yang sering menjadi acuan para trader dunia, maka ketika bursa saham AS melemah signifikan, hal ini bisa dijadikan sebagai 'acuan' atau 'alasan' pelaku pasar untuk take profit. Jadi hal ini lebih ke sisi / alasan psikologis saja. 

Kedua, market itu latah. Market bisa menjadi latah dengan berita2 tertentu yang sebenarnya tidak memiliki dampak signifikan atau jangka panjang. Saya rasa hal ini adalah hal yang biasa. Sehingga, berita2 tentang kenaikan/penurunan signifikan indeks saham AS, sangat mungkin berpengaruh ke IHSG.

Ketiga, kekhawatiran / euforia market. Terkadang penurunan signifikan bursa saham AS bisa dikarenakan sentimen2 negatif, misalnya perang dagang, pertumbuhan ekonomi AS yang melambat, sehingga indeks Dow dkk langsung jatuh ketika ada berita2 tersebut. 

Market akan khawatir kalau pelemahan2 dalam ekonomi AS ini akan berpengaruh pada Indonesia juga, karena Indonesia juga memiliki kerja sama dengan AS (misalnya dalam hal ekspor-impor). 

Alasan ketiga ini sebenarnya juga ada kaitan dengan alasan psikologis. Tapi setelah IHSG koreksi, pada akhirnya IHSG bakalan rebound lagi kan? Semua itu harusnya kembali ke fundamental Indonesia sendiri, bukan fundamental negara lain. 

Jadi sebenarnya ya memang nggak ada pengaruh secara langsung kenaikan / penurunan indeks AS terhadap pasar saham Indonesia, terutama terkait dengan fundamental jangka panjang. 

Tapi karena faktor2 itu tadi, maka IHSG bisa cenderung (walaupun tidak selalu) bergerak mengikuti pergerakan indeks AS. Di pos ini: Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham, saya sudah menjelaskan pentingnya indeks saham untuk trader. 

Wednesday, 9 October 2019

Analisis Saham: Beli Saham Apa?

Kalau saya mau trading, saham apa yang sebaiknya saya beli? Saya ingin investasi, saham apa yang bagus buat jangka panjang? Saham apa yang bagus dibeli buat hari ini? 

Di dalam trading ataupun investasi, anda harus bisa menjawab pertanyaan2 diatas itu tadi, yang kalau kita rangkum pertanyaan adalah: BELI SAHAM APA. Karena tujuan anda dan saya membeli saham adalah untuk mendapatkan profit, maka anda harus bisa menjawab pertanyaan tersebut.  

Hal ini juga merupakan bagian dari trading plan, di mana trading plan adalah salah satu analisa paling penting dalam bisnis saham. Baca juga: Panduan Menyusun dan Menjalankan Trading Plan Saham.   

Nah, untuk menjawab pertanyaan beli saham apa, anda harus bisa menjawab berdasarkan analisa2 berikut: 

1. Beli saham berdasarkan analisa teknikal 

Untuk mengetahui saham apa yang mau anda beli, anda harus paham dengan ANALISA TEKNIKALNYA (terutama buat trader saham). Analisa teknikal berarti anda harus paham bagaimana pergerakan grafiknya, support-resisten, apakah momentumnya sudah bagus atau belum untuk dibeli. 

Anda bisa melengkapi skill trading untuk memilih saham bagus dengan mempelajari analisa-analisa teknikal untuk trading disini: Buku Saham Pemula - Expert. 

Mengapa anda harus paham analisa teknikal? 

Pergerakan naik-turunnya saham dalam jangka pendek sangat bergantung dari analisa teknikal, yaitu titik-titik harga yang terbentuk, yang menjadi acuan trader dan 'pemain besar'. 

Oleh karena itu, setiap grafik saham pasti memiliki pola, support-resisten yang bisa anda jadikan acuan momentum untuk trading.  

Memahami grafik saham juga perlu karena tidak semua saham punya grafik dan likuiditas volume yang bagus. Oleh karena itu, kalau anda tidak memahami analisa teknikal, anda sangat rentan terjebak membeli saham2 yang berisiko. 

2. Beli saham berdasarkan analisa fundamental 

Membeli saham artinya anda harus paham: Apa produk perusahaan (saham) tersebut? Bagaimana kinerjanya? Bagaimana prospeknya? Bagaimana tren labanya? 

Artinya, anda harus mempelajari analisa fundamental saham: Membaca laporan keuangan, memahami produk2 perusahaan, memahami valuasi saham, prospek perusahaan, kinerja perusahaan di sektornya. Baca juga: Analisis Fundamental Saham. Hal ini sangat diperlukan terutama kalau anda adalah seorang investor. 

Jangan sampai anda membeli saham untuk investasi, tetapi anda tidak paham kinerja keuangan perusahaan tersebut. Anda tidak paham perusahaannya bergerak di bidang apa. 

3. Analisis teknikal + fundamental  

Menggabungkan analisa teknikal dan fundamental juga merupakan bagian dari trading plan untuk menjawab pertanyaan: Beli saham apa. 

Walaupun anda seorang trader saham, anda juga perlu memahami analisa fundamental, meskipun mungkin analisa fundamental "hanya" sebagai pelengkap. Di pos ini: Perlukah Analisis Fundamental untuk Seorang Trader? Saya juga sudah menjelaskannya. 

Sekarang coba anda bayangkan: Anda membeli saham, dan saham tersebut sudah masuk di portofolio anda. Tapi anda tidak tahu produk dari perusahaan tersebut. Anda juga tidak paham dengan pola dan pergerakan grafik sahamnya. Anda tidak paham secara analisa kenapa saham tersebut harus anda beli. 

Maka ini ibarat anda membeli sebuah barang tapi anda tidak tahu kenapa anda membeli barang. Anda tidak tahu kegunaan barang tersebut. Dan tentu saja, anda tidak akan mendapat manfaat dari barang yang anda beli. Justru anda hanya akan membuang duit saja.
Membeli saham itu sama seperti ketika anda membeli barang. Anda harus tahu barang apa yang anda beli. Apa manfaat barang tersebut untuk anda. Kenapa anda membeli? Kenapa anda butuh? 
Jadi kalau anda mengerti kenapa anda membeli barang tersebut, barang yang anda beli akan memberikan manfaat untuk anda. Demikian juga dengan saham. Kalau anda tahu saham apa yang anda beli, anda akan mendapatkan manfaat dari saham anda (capital gain, dividen). 

Di pasar saham, ada buanyaak sekali saham yang bisa anda beli. Tapi anda harus tahu saham apa yang anda beli. Bukan hanya sekedar tahu kode sahamnya saja. 

Nah, untuk mengetahui saham yang anda beli, maka gunakanlah analisa teknikal (chart, momentum) terutama untuk seorang trader, dan analisa fundamental (kinerja, laporan keuangan, produk) untuk seorang investor dan trader (sebagai pelengkap). 

Dengan demikian, anda pasti bisa menjawab pertanyaan: Beli saham apa? Di mana anda bisa menjawabnya berdasarkan analisa-analisa saham, bukan hanya sekedar spekulasi.

Tuesday, 8 October 2019

Analisis IHSG: Arah IHSG Selanjutnya?

Tidak terasa tinggal 3 bulan lagi sudah memasuki akhir tahun. Setiap hari, pasar saham selalu mengalami fluktuatif, dan untuk anda yang sudah berpengalaman di market, anda pasti selalu menghadapi fluktuatif market ini. 

Untuk saat ini, kita semua menghadapi kondisi market yang cenderung turun / donwtrend, di mana kondisi perekonomian dunia, kondisi politik dalam negeri semuanya serba tidak pasti. 

Kita bisa lihat contoh-contohnya di mana harga komoditas cenderung turun, perang dagang, politik yang masih belum kondusif, plus indeks-indeks utama dunia seperti Dow Jones, Nasdaq yang cenderung downtrend dalam setahun terakhir. 

Hal inipun tentu berimbas ke IHSG. Oke sekarang kita coba lihat chart IHSG selama 6 bulan. 

Analisis IHSG: IHSG 6 bulan
Selama 6 bulan, kita bisa lihat IHSG sempat downteend, di 1-2 bulan, namun ada tekanan rebound dan akhirnya IHSG rally dan sempat kembali ke 6.400-an. Tapi kemudian IHSG sideways, dan akhirnya turun lagi. 

Kenaikan IHSG ini nggak bertahan lama karena banyak sentimen2 negatif seperti yang sudah kita bahas di paragraf kedua pos ini.  

Dan karena sekarang IHSG sudah sempat jatuh dibawah 6.000, maka IHSG secara teknikal maupun fundamental cukup rawan. Karena support-support penting IHSG sudah jatuh. Pertama adalah support 6.025 (tanda lingkaran kedua, ditengah). 

Kedua adalah support psikologis 6.000 (lingkaran ketiga). Namun untuk support psikologis 6.000 ini terkesan masih ditahan supaya nggak jatuh lebih dalam. Karena setelah mencapai upport 5.990, IHSG selalu berhasil rebound lagi diatas 6.000. 

Tapi kalau memang sentimen2 negatif seperti politik, perang dagang masih berlanjut, maka bukan tidak mungkin IHSG benar-benar jatuh dibawah support 6.000. 

Kalau kita chart diatas yaitu chart 6 bulan, sebenarnya masih ada satu support terendah (tanda lingkaran pertama), lebih tepatnya itu ada di angka 5.770, di mana support 5.770 ini berbalik menjadi fase rebound. Jadi kalau IHSG turun dibawah 6.000, 5.900, maka IHSG akan menguji support 5.770 ini.  

Oke, sekarang kita coba perpanjang chart IHSG menjadi 1 tahun. Perhatikan analisis chart IHSG berikut: 

Analisis IHSG - 1 tahun
Sedangkan kalau kita perpanjang chartnya menjadi 1 tahun, maka tampak bahwa IHSG masih ada support lanjutan lagi di 5.500-5.600, di mana boleh saya katakan support ini sebagai strong support karena support ini cukup sering tersentuh (tanda persegi). 

Jadi jika IHSG ternyata turun dibawah 5.770, maka support selanjutnya adlaa 5.500-5.600. Apakah IHSG bakal turun sampai di support2 itu? Kita semua tidak bisa memastikan. Namun kalau kita lihat data-data sentimen negatif yang sedang terjadi: 

  • Perang dagang
  • Kondisi politik belum stabil 
  • Pertumbuhan ekonomi dunia melambat 
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II melambat (meskipun data ini masih jauh lebih bagus dibandingkan tahun 2008, 1998)
  • Harga-harga komoditas jatuh 
  • Kepanikan terhadap potensi resesi

Maka IHSG sangat rawan turun lagi dari support 6.000. Apalagi kita lihat secara, support2 pentingnya 6.025, 6.000 sudah jatuh. Namun, tetap saja ada data-data pendukung yang membuat IHSG masih ada potensi tertahan: 

  • Menjelang akhir tahun (window dressing)
  • IHSG yang sudah jenuh jual (secara teknikal)

Karena ini sudah mulai menjelang akhir tahun, maka ada kemungkinan IHSG juga ada momentum rebound, karena biasanya di akhir tahun IHSG cenderung naik atau setidaknya tertahan dari koreksi. Di satu sisi, IHSG yang sudah mulai jenuh jual secara teknikal, juga membuat IHSG bisa tertahan. 

Satu hal lagi, laporan keuangan kuartal III juga bisa mempengaruhi arah IHSG. Kalau ternyata hasil laporan keuangan emiten banyak yang memuaskan (labanya pada naik), setidaknya IHSG bisa terdongkrak. 

Tapi yang lebih penting, anda juga harus melihat kondisi2 terdekat seperti yang saya sebutkan tadi, misalnya politik (misalnya demo), perang dagang, penurunan harga komoditas. Kalau dalam waktu dekat, ada isu2 yang negatif lagi (tentu kita tidak berharap), maka tidak ada alasan IHSG turun lagi. 

Sejauh ini, IHSG dan mayoritas saham ketika rebound juga masih nanggung, di mana saham2 yang rebound hanya terjadi sebentar. Misalnya, sesi 1 pada naik, tapi sesi 2 balik turun lagi. 

Jadi strategi trading saat ini, untuk para trader, anda harus lebih banyak wait and see dulu, terutama kalau saham-saham sudah jatuh di support2 penting dan strong support-nya, maka amati support2 selanjutnya, dan jangan terburu masuk. 

Trading jangka pendek lebih bagus untuk diterapkan dalam kondisi market saat ini. Artinya, kalau anda sudah profit, jangan hold saham terlalu lama, terutama untuk saham2 komoditas. 

Mengingat tren IHSG yang masih nggak jelas, naik sebentar turun banyak. Dan saya pribadi juga dapat banyak pertanyaan dari rekan2 untuk membahas tentang ulasan dan analisa IHSG ini.  

Semoga pos ini bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan tentang analisis dan ulasan IHSG, dan membantu anda untuk menyusun strategi trading secara otodidak berdasarkan kondisi riil market saat ini. 

Monday, 7 October 2019

Contoh dan Daftar Perusahaan Go Private

Perusahaan go private adalah perusahaan yang memutuskan untuk tidak melakukan go public di pasar saham. Ada banyak motif perusahaan memilih untuk go private. Anda bisa baca kembali tulisan saya disini: Mengapa Perusahaan Memilih Go Private? 

Ada juga perusahaan yang awalnya pernah melakukan go public, namun akhirnya memilih untuk melakukan go private alias delisting dari Bursa Efek. Baca juga: Delisting dan Relisting di Bursa Saham. 

Delisting ini bisa dilakukan secara sukarela (keinginan perusahaan sendiri) atau karena force delisting (delisting paksa oleh Bursa Efek karena perusahaan tidak menyampaikan kewajiban pelaporan, keterbukaan informasi dan lain2).

Untuk anda yang ingin mencari contoh perusahaan2 yang go private,  di pos ini, saya akan memberikan contoh dan daftar perusahaan go private di Indonesia, khususnya perusahaan2 yang dahulu pernah go public namun akhirnya memutuskan untuk menjadi perusahaan tertutup / go private dan delisting dari Bursa.




Itulah contoh dan daftar perusahaan go private di Indonesia. Kalau anda perhatikan, mayoritas saham yang delisting ini memiliki pergerakan harga (teknikal) maupun fundamental yang kurang bagus. 

Contohnya, saham2 seperti SIAP, NAGA, BBNP, CPGT, DAJK adalah saham2 yang pernah "booming" karena harganya naik puluhan persen dalam waktu yang singkat, tetapi ternyata saham2 ini tidaklah likuid dan naik-turunnya lebih banyak dikendalikan bandar saham. 

Oleh karena itu, dalam memilih saham, baik trading maupun investasi, anda harus menganalisa saham baik secara teknikal maupun fundamental. 

Jika ada saham2 yang pergerakannya tidak sehat secara teknikal apalagi fundamental, maka perusahaan tersebut berisiko untuk delisting (go private), dan tentu saja saham2 seperti ini tidak menguntungkan untuk para pebisnis saham.