Sunday 12 December 2010

Memahami Bahasa Iman


Iman merupakan getaran jiwa seseorang dalam memahami dan meraba sesuatu yang sulit di terka lewat akal, walaupun bisa itupun cuma sedikit kita bisa meraba tentang apa yang bernama iman tersebut, sehingga iman saya ibaratkan keyakinan dalam jiwa seseorang atas apa yang yang menjadi sumber inspirasi tentang kesempurnaan.

Iman kepada Allah SWT adalah satu kalimat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun demikian, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan iman kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa tersebut? Beriman kepada Allah subhanhu wa ta’alaa adalah membenarkan dengan yakin akan adanya Allah subhanhu wa ta’alaa, membenarkan dengan yakin akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluk-Nya, kemudian juga membenarkan dengan yakin, bahwa Allah swt memiliki sifat sempurna, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segala yang baru (makhluk). Sebuah pembenaran yang terealisir dalam hati, lisan, dan amal perbuatan.

Dalil-Dalil Tentang Iman Kepada Allah

Firman Allah SWT:

Wahai orang yang beriman; berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad SAW), kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Barangsiapa kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat-Nya. kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan Hari Akhirat, maka sesungguhnya orang itu sangat jauh tersesat. QS. an-Nisaa' (4): 136.

Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. QS. al-Baqarah (2): 163.

Allah itu tunggal, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup tidak berkehendak kepada selain-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya lah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Bukankah tidak ada orang yang memberikan syafaat di hadapan-Nya jika tidak dengan seizin-Nya? Ia mengetahui apa yang di hadapan manusia dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sedikit jua pun tentang ilmu-Nya, kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Pengetahuannya meliputi langit dan bumi. Memelihara kedua makhluk itu tidak berat bagi-Nya. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. al-Baqarah (2): 255.


Rukun Iman yaitu:

1. Beriman kepada Allah swt.
2. Beriman kepada Malakat-malaikat Allah.
3. Beriman kepada Kitab-kitab Allah.
4. Beriman kepada Rasul-rasul Allah.
5. Beriman kepada hari kiamat.
6. Beriman kepada takdir.

Iman kepada Allah ialah:

1. Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah;
2. Membenarkan dengan yakin akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluk-Nya;
3. Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segala yang baharu (makhluk).


Dari uraian di atas berarti wujud iman merupakan sebuah keyakinan dalam jiwa seseorang tentang maha sempurna bahwa Allah SWT adalah sang maha pencipta dan maha segala yang ada.

Iman di wujudkan dalam perilaku sehari-hari sebagai bentuk cinta kita pada sang maha pencipta, dengan sadar bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT.

Mewujudkan iman merupakan kewajiban kita sebagai manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga dengan kekuatan iman hati dan jiwa kita dapat tentram dalam menjalankan kehidupan yang semakin kompleks ini.

Memahami bahasa iman merupakan sesuatu yang punya nilai dalam jiwa seseorang, sehingga barang siapa yang mendapatkan hidayah, maka orang tersebut akan mendapatkan iman dalam makna yang sesungguhnya, tetapi apabila tidak mendapatkan petunjuk, maka orang tersebut akan tetap dalam jalan kesesatan.

Wallahu a'lam bisshowab..............

0 comments:

Post a Comment