Sunday, 7 December 2025

Lagu Duet: Menari Dalam Aksara, Karya: Khoirul Taqwim

 



Sudah seminggu kau menghilang di balik pintu sepi Mengurung diri mencari arti dalam bahasa sendiri Kutatap lembaran yang kupahat dengan luka dan tawa Seratus halaman lahir dalam satu malam yang gila Tolong… jangan ganggu, biarkan aku menari dalam aksara Aku lelah menulis buku, tapi hatiku tak bisa berhenti Kamar menjadi dunia, kata-kata menjadi peluk yang abadi Kau bilang kehidupan nyata membuatmu jenuh dan lelah Dalam aksara kau hidup, meski tubuhmu hampir rebah Biarkan kau menari, biarkan kata memeluk ragamu yang resah Kau gores bait-bait yang lahir dari pikiran berantakan Tapi justru dari kacau itu, terasa hidup kau tuliskan Karena penulis tanpa luka, tanpa gemuruh di dada Takkan pernah bisa menulis dengan nyawa di setiap kata Greget itu lahir dari detak jantung yang berperang di dalam dada Aku masih di kamar ini, berteman sunyi dan pena Mengurung diri, menyulam kisah dari letih dan asa Sesekali kau menengok jendela dengan mata yang kosong Tapi batinmu berkelana jauh, menembus batas langit yang agung Tubuhmu di sini, namun jiwamu terbang ke alam yang tak terduga Peluhmu menetes di kamar, namun pikiranmu terus berjalan Menyeberangi imajinasi yang tak pernah bisa ditahan Setiap hari aku hilang, namun di aksara aku pulang Membiarkan diriku tersesat, namun tetap utuh dalam ruang Kita hidup dalam kata, meski dunia memanggil pulang Aku lelah menulis buku, tapi jangan hentikan langkahku Karena menari di atas kertas adalah caraku sembuh dari pilu Biarlah aku menjaga pintu agar sunyimu tak terganggu Agar imajinasimu merdeka, menembus batas yang membelenggu Kita merayakan kata, merayakan jiwa yang tak pernah beku Tubuhmu bisa terpenjara, wangi kamar bisa membisu Tapi pikiranmu bebas, melesat, memecah malam yang layu Dalam tarian aksara, aku menemukan hidup yang kupunya Di sana jiwa terbebas, melangkah menuju cahaya Biarkan aku menari… menuju kemerdekaan jiwa dan imajinasi selamanya

Lagu Duet - Sajadah Merah di Sepertiga Malam, Karya: Khoirul Taqwim

 


Kala gelap masih menyelimuti langit sunyi Aku duduk di atas sajadah merah ini Peluh dan air mata menjadi saksi rinduku Tentang pertemuan indah yang kini berlalu Saat perpisahan merobek jiwa Aku teringat kamu yang pernah ada di dada Air mata tumpah menyusup di kelopak malam Membasahi sajadah merah yang kupeluk diam Tentang dirimu yang dulu selalu di sampingku Namun pergi tiba-tiba tanpa jejak waktu Lewat angin malam kukirimkan rinduku Pada parasmu yang lembut menenangkan kalbuku Sajadah merah jadi saksi sujudku kini Di sepertiga malam kutapaki sepi Mencari tenang atas luka yang membekas Saat bayangmu hadir lalu pergi begitu lekas Engkau menghilang seperti angin yang lewat Menyisakan gelap yang tak lagi memeluk hangat Engkau hilang ditelan kelam malam Namun bayangmu masih terasa dalam Seakan waktu membawa kembali langkahmu Seakan suaramu masih memanggilku Namun kini hanya doa yang bisa kuberi Pada kenangan yang tak kembali lagi Dalam kabut hati yang mulai retak Kucari cahaya yang pernah kau tinggalkan sebentar Debu waktu menutupi rasa yang tersisa Dan kita tenggelam dalam takdir yang berbeda Ingin kusingkap debu di relung jiwa Supaya malam ini tak lagi menyiksa Supaya hatiku bisa berdamai perlahan Dengan jejakmu yang masih tinggalkan beban Walau engkau tak kembali di hidupku Namamu tetap hidup di tiap sujudku Sajadah merah di sepertiga malam Menjadi peraduan dua hati yang tenggelam Dalam gelap dan kabut yang kian pekat Doa dan rindu terus saling mendekat Meski langkah kita tak lagi sejalan Hati tetap saling mengingat dalam diam

Lagu Duet - Surat Arina, Karya: Khoirul Taqwim

 


Di sepertiga malam ku bersujud lelah Menyebut namamu dalam lirih pasrah Sepucuk suratmu datang penuh cahaya Mengajariku sabar dalam cinta kepada-Nya Kutitipkan namamu di setiap doa Di antara tasbih dan air mata Bukan karena tak cinta aku menjauh Tapi cintaku ingin sampai ke ridha-Nya yang utuh Kami jatuh bangun dalam iman Tersungkur di antara rindu dan harapan Cinta ini kami kembalikan pada-Nya Agar suci jalannya, tenang akhirnya Di atas sajadah kutanam namamu Dalam ayat-ayat yang menguatkanku Jika takdir tak satukan langkah Biarlah surga yang kelak mempertemukan arah Surat Arina bukan sekadar rindu Ia adalah ikrar menuju Tuhan-Mu Aku belajar melepaskan dengan doa Agar cintaku tak berubah jadi dosa Jika kau lelah, aku pun bersujud Jika kau rapuh, aku pun mengaduh Kita genggam sabar di tangan iman Menunggu waktu terbaik dari Tuhan Bila di dunia kita tak bersanding Biarlah doa tetap saling mengiring Cinta kita luruh dalam takwa Bersatu kelak di rahmat-Nya Surat Arina menjadi saksi cinta karena Allah semata

Monday, 1 December 2025

Suka Minuman Manis Bisa Picu Kanker

minuman-manis-teh-botolan-doktersehat
Photo Source: Flickr/yonolatengo

DokterSehat.Com– Minuman manis memang bisa sangat menggoda karena rasanya yang nikmat. Tak percaya? Kita bahkan terbiasa menambahkan gula pada teh atau kopi yang kita konsumsi, bukan? Sayangnya, dibalik rasa nikmat yang ditawarkan oleh minuman manis, ada risiko kesehatan yang mengintai jika kita terlalu sering mengonsumsinya.

Minuman manis bisa menyebabkan risiko kanker

Biasanya, minuman manis dituding sebagai penyebab kenaikan berat badan atau risiko diabetes, namun berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Prancis, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsinya secara rutin juga bisa meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker.

Badan kesehatan dunia (WHO) menyarankan kita untuk membatasi asupan gula sekitar 10 persen dari total asupan kalori harian, namun penelitian ini justru menyarankan kita untuk menurunkan batasan ini menjadi sekitar lima persen. Hal ini berarti, kita memang sebaiknya membatasi konsumsi gula maksimal 25 gram saja dalam sehari.

Tak hanya gula yang ditambahkan pada teh atau kopi yang kita minum, kita harus benar-benar memperhatikan kandungan gula dari minuman kemasan atau makanan-makanan yang dikonsumsi demi membatasinya.

Dalam penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal British Media Journal (BMJ) ini, lebih dari 101 ribu orang dari Prancis dengan rincian 21 persen berjenis kelamin pria dan 79 persen wanita dilibatkan. Para partisipan ini dicek kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manisnya setiap hari selama sembilan tahun dari tahun 2009.

Selain itu, para partisipan juga dicek kondisi kesehatannya untuk mengetahui apakah mereka berisiko terkena kanker, termasuk beberapa jenis kanker berbahaya seperti kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker prostat. Selain kebiasaan makan dan minum, beberapa faktor seperti kebiasaan berolahraga, riwayat keluarga, hingga kebiasaan merokok diperhitungkan dalam penelitian ini.

Hasil dari penelitian ini adalah, mereka yang mengonsumsi minuman manis 100 ml lebih banyak setiap hari cenderung mengalami peningkatan risiko terkena kanker hingga 18 persen. Khusus untuk kanker payudara, risikonya bahkan lebih tinggi 22 persen. Hanya saja, dampaknya untuk kanker prostat dan kanker usus besar dianggap tidak begitu signifikan.

“Hasil penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi kita untuk semakin menurunkan asupan gula demi menjaga kesehatan tubuh,” ucap Amelia Lake dari Teeside University, Inggris.

Berbagai dampak buruk dari minuman manis yang harus diwaspadai

Selain berpotensi menyebabkan datangnya kanker, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak kesehatan yang bisa kita dapatkan jika hobi mengonsumsi minuman manis.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Kenaikan berat badan

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam New England Journal of Medicine menghasilkan fakta bahwa menambah asupan minuman manis satu porsi saja dalam sehari bisa memicu peningkatan berat badan dengan signifikan. Bahkan, mengonsumsi minuman bersoda sebanyak 12 ons saja setiap hari bisa memicu peningkatan berat badan sebanyak 60 persen dalam jangka waktu 18 bulan saja.

  1. Memicu serangan jantung

Penelitian yang dilakukan di Harvard University membuktikan bahwa mengonsumsi satu porsi minuman kalengan manis setiap hari akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung pada pria hingga 20 persen.

  1. Meningkatkan risiko diabetes

Hobi mengonsumsi minuman manis satu gelas saja dalam sehari sudah bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 26 persen. Fakta ini terungkap dari penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health pada 2010 lalu.

  1. Tingkatkan risiko asam urat

Minuman manis ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena asam urat hingga 75 persen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gula yang bisa memicu peradangan pada tubuh.

  1. Bisa membuat kerusakan gigi

Gula atau pemanis dalam minuman bisa mengikis bagian enamel gigi. Minuman manis juga bisa membuat mulut lebih asam sehingga bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi dengan signifikan.

Sunday, 30 November 2025

5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Demi Cegah Jerawat

makanan-cepat-saji-junk-food-doktersehat
Photo Source: Flickr/avlxyz

DokterSehat.Com– Jerawat adalah masalah kesehatan kulit yang dibenci oleh siapa saja. Hal ini disebabkan oleh kemunculannya yang bisa membuat rasa percaya diri turun seketika. Masalahnya adalah jerawat bisa saja muncul meskipun kita sudah berusaha untuk menjaga kebersihan kulit muka dengan rutin.

Berbagai makanan yang bisa menyebabkan datangnya jerawat

Pakar kesehatan menyebut jerawat seringkali disebabkan oleh produksi minyak alami kulit yang berlebihan. Kondisi inilah yang memicu penyumbatan pada pori-pori kulit. Masalahnya adalah produksi minyak alami kulit ini juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Karena alasan inilah kita sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi makanan-makanan yang bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit ini.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Berbagai macam produk susu

Sebenarnya, susu dan produk turunannya seperti keju bisa memberikan banyak sekali nutrisi sehat bagi tubuh. Hanya saja, bagi mereka yang memang cenderung rentan terkena jerawat atau sedang mengalami masalah kulit ini, sebaiknya menghindari atau membatasi konsumsi produk susu demi mencegah kedatangannya.

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa rutin mengonsumsi produk susu, termasuk es krim bisa meningkatkan risiko terkena jerawat. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori di dalam susu yang akhirnya meningkatkan produksi insulin. Meski bisa memetabolisme gula darah menjadi energi, keberadaan insulin ini bisa meningkatkan risiko terkena jerawat.

Selain itu, di dalam susu sapi terdapat kandungan asam amino yang bisa membuat hati memproduksi senyawa IGF-1 lebih banyak yang bisa membuat kemunculan jerawat meningkat.

  1. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji seperti burger, French fries, hot dog, pizza, dan lain-lain memang sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum jika makanan ini bisa meningkatkan risiko terkena berbagai macam masalah kesehatan, termasuk jerawat.

Berdasarkan sebuah penelitian yang melibatkan 5.000 partisipan berusia remaja dan dewasa muda di China, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti makanan cepat saji bisa meningkatkan risiko terkena jerawat hingga 43 persen. Hal ini disebabkan oleh keberadaan lemak jahat yang cukup tinggi di dalam makanan cepat saji yang bisa memicu peradangan yang akhirnya berimbas pada datangnya jerawat.

Selain itu, makanan cepat saji juga bisa mempengaruhi hormon di dalam tubuh yang akhirnya berimbas pada munculnya masalah kulit.

  1. Cokelat

Sebenarnya, para ahli masih memperdebatkan kaitan antara cokelat dengan jerawat, namun jika kita sedang berjerawat, sebaiknya memang menghindarinya terlebih dahulu. Hal ini disebabkan oleh adanya dugaan bahwa kandungan di dalam cokelat yang mempengaruhi sistem imun tubuh dalam merespons bakteri di kulit yang bisa memicu jerawat.

  1. Makanan dengan kandungan whey protein

Makanan dengan kandungan whey protein, asam leusin, dan glutamin bisa membuat sel-sel kulit mengalami perubahan sehingga bisa meningkatkan risiko terkena jerawat. Selain itu, keberadaan kandungan ini juga bisa merangsang produksi insulin dengan berlebihan yang berimbas pada munculnya jerawat.

  1. Makanan dengan kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi

Pakar kesehatan menyebut hobi mengonsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat seperti kue atau roti-roti manis bisa meningkatkan risiko terkena jerawat hingga 20 persen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan karbohidrat olahan dalam meningkatkan produksi insulin dengan cepat. Hal ini akan merangsang produksi senyawa IGF-1 dalam jumlah yang lebih banyak.

Senyawa IGF-1 inilah yang kemudian merangsang produksi minyak alami kulit dengan jumlah yang berlebihan. Kondisi inilah yang akhirnya berimbas pada meningkatnya risiko jerawat.

Saturday, 29 November 2025

Mengapa Saat Sakit Kita Sebaiknya Lebih Banyak Tidur?

sakit-tenggorokan-doktersehat

DokterSehat.Com– Banyak orang yang masih memaksakan diri untuk melakukan aktivitas secara normal saat sedang sakit. Padahal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih banyak beristirahat, meskipun sakit yang diderita tergolong ringan seperti flu atau demam. Sebenarnya, apa alasan kita sebaiknya lebih banyak tidur saat sedang sakit?

Manfaat lebih banyak tidur saat sakit

Pakar kesehatan dari Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, Amerika Serikat menyebut saat sakit, tubuh cenderung meminta kita untuk tidur lebih banyak sehingga kita pun akan merasakan sensasi lemas dan mengantuk sepanjang waktu. Dalam penelitian yang mereka lakukan dan dipublikasikan dalam jurnal berjudul Science ini, disebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh munculnya gen tunggal bernama nemuri.

Gen ini memiliki peran besar dalam melawan kuman. Hanya saja, keberadaan gen ini juga akan mempengaruhi sel-sel otak agar lebih banyak beristirahat.

“Sebenarnya, sudah menjadi rahasia umum jika banyak tidur bisa membantu kita lebih cepat sembuh, tapi penelitian kami berhasil menemukan penyebab peningkatan keinginan tidur saat sakit,” ucap Profesor Amita Sehgal yang terlibat dalam penelitian ini.

Gen nemuri ini hanya keluar saat tubuh mendeteksi adanya infeksi. Karena alasan inilah kita tidak memiliki keinginan yang sama saat tubuh berada dalam kondisi sehat atau bugar.

Dalam penelitian ini, setidaknya 12 ribu lalat buah dilibatkan. Para peneliti mengecek kondisi kesehatan dan waktu tidur lalat-lalat yang sudah terkena infeksi dan dimodifikasi gen nemurinya. Lalat yang dimodifikasi tanpa gen nemuri cenderung lebih mudah mati. Sementara itu, lalat yang lebih banyak tidur saat terkena infeksi cenderung memiliki harapan hidup jauh lebih besar.

Melihat fakta ini, ada baiknya memang kita menuruti keinginan tubuh untuk tidur atau beristirahat saat sakit, bukannya memaksakan diri untuk terus beraktivitas atau bekerja. Dengan melakukannya, penyakit tidak akan berubah menjadi semakin parah dan kita pun akan lebih cepat sembuh.

Berbagai hal lain yang bisa membuat kita lebih cepat sembuh

Selain dengan memperbanyak waktu istirahat atau tidur, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan berbagai hal lainnya agar cepat sembuh dari sakit.

Berikut adalah berbagai hal tersebut.

  1. Mandi dengan air hangat

Saat sakit, kita biasanya diminta untuk mandi dengan air hangat, bukannya air dingin. Memang, mandi dengan air dingin bisa memberikan kesegaran tersendiri, namun pakar kesehatan menyebut mandi air hangat bisa membantu tubuh lebih cepat sembuh.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan air hangat dalam membuat sistem peredaran darah meningkat. Distribusi oksigen dan nutrisi ke berbagai bagian dan jaringan tubuh pun semakin meningkat. Selain itu, hal ini juga bisa membantu mengatasi rasa nyeri.

  1. Mengonsumsi makanan sehat

Konsumsilah makanan sehat dan tinggi nutrisi seperti sup ayam, telur, sayuran, buah-buahan, dan susu yang bisa membuat tubuh lebih berstamina sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kurangi makanan yang bisa meningkatkan peradangan seperti makanan cepat saji, gorengan, dan daging olahan.

  1. Perbaiki kondisi saluran pencernaan

Cobalah untuk membantu saluran pencernaan untuk memulihkan diri dengan menghindari makanan pedas, asam, atau berlemak. Selain itu, cobalah untuk memperbaiki keseimbangan bakteri di dalam usus dengan memperbanyak asupan yoghurt atau probiotik. Dengan usus yang lebih sehat, sistem kekebalan tubuh akan semakin meningkat.

  1. Minum suplemen

Mengonsumsi suplemen vitamin atau zat besi bisa membantu tubuh lebih cepat sembuh dan lebih berenergi.

  1. Lebih bersemangat

Meskipun kita memang sebaiknya banyak beristirahat, namun tak ada salahnya untuk melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau sekadar beberes rumah demi membuat tubuh lebih cepat bugar.

Friday, 28 November 2025

Waktu Terbaik Untuk Memeriksa Kadar Kolesterol

kolesterol-dalam-tubuh-doktersehat

DokterSehat.Com– Semakin banyak kasus kolesterol tinggi yang menyerang masyarakat Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Selain itu, kita juga cenderung malas atau bahkan tidak peduli dengan pemeriksaan kadar kolesterol darah. Padahal, dengan mengetahui kadar kolesterol, kita bisa menerapkan gaya hidup yang tepat untuk menjaganya tetap dalam kondisi baik.

Kapan sebaiknya memeriksa kadar kolesterol?

Pakar kesehatan menyebut kolesterol tinggi sebagai salah satu biang keladi dari berbagai macam penyakit yang lebih serius seperti serangan jantung dan stroke. Masalahnya adalah kondisi ini bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, hingga status sosial. Karena alasan inilah sebaiknya kita memang berusaha untuk mencegah kedatangannya.

Pakar kesehatan dari American Heart Association menyarankan kita untuk rutin melakukan pengecekan kadar kolesterol darah, khususnya jika sudah melewati usia 20 tahun. Lakukan minimal 5 tahun sekali.

Hanya saja, jika di usia muda kita sudah memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi seperti di atas 200 mg/dL, sebaiknya memeriksakan kadar kolesterol setiap tiga bulan hingga kadar kolesterol turun ke kadar yang normal. Setelahnya, kita bisa memeriksakannya setahun sekali.

Prosedur memeriksakan kadar kolesterol

Memeriksa kadar kolesterol tidak hanya tentang datang ke dokter, klinik, puskesmas, atau apotek saja untuk melakukan tes saja. Dalam realitanya, kita harus berpuasa setidaknya 9 hingga 12 jam sebelum melakukan tes ini. Hal ini diperlukan demi memperoleh nilai basal kolesterol dengan tepat. Selain itu, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk melakukannya di pagi hari.

Bagaimana jika hasil tes menunjukkan kadar kolesterol sudah tinggi?

Pakar kesehatan menyebut kadar kolesterol yang sudah melebihi 200 mg/dL sebagai tanda bahaya karena berarti risiko untuk terkena penyakit kronis akan meningkat. Jika hasil tes menunjukkan angka ini, sebaiknya kita meminta saran ke dokter demi mendapatkan obat-obatan atau terapi yang tepat. Selain itu, kita juga harus melakukan beberapa hal yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan.

  1. Menurunkan berat badan

Meskipun dalam realitanya banyak kasus kolesterol tinggi yang terjadi pada orang kurus, pakar kesehatan menyebut kondisi ini sering terjadi pada mereka yang berbadan gemuk. Jika berat badan kita berlebihan, sebaiknya mulai melakukan program diet untuk kembali menurunkannya. Diharapkan, penurunan berat badan ini juga berimbas pada menurunnya kadar kolesterol dalam darah.

  1. Rajin berolahraga

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology menghasilkan fakta bahwa rutin berolahraga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dengan efektif sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Hanya saja, bukan berarti kita bisa melakukan olahraga dengan sembarangan. Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Obesity menyarankan kita untuk melakukan olahraga berjalan kaki, berlari, atau bersepda jika ingin menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida.

Jika kita melakukan olahraga dengan intensitas tinggi atau berat, dikhawatirkan akan membuat plak yang selama ini menumpuk justru memicu penyumbatan dan membuat pembuluh darah pecah.

  1. Mengubah pola makan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan sehat dan perlu menghindari makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti jeroan, daging merah, makanan laut, dan lain-lain. Hanya saja, kita justru direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tak jenuh ganda seperti ikan tuna atau tengiri.

Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan sayur dan buah yang tinggi serat karena kandungan serat ini juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.