Tuesday, 12 March 2013

Pengenalan Tahapan Pembuatan Film (Tim & Crew)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Proses Produksi Film dapat dikatakan sebagai sebuah system, artinya antara komponen yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kegagalan pada salah satu proses akan menyebabkan sulitnya membuat film yang enak ditonton dan mempunyai kesinambungan yang utuh. Proses produksi yang dimulai dari adanya suatu ide yang kemudian dikembangkan dalam bentuk naskah dan akhirnya di visualisasikan menjadi sebuah bentuk film yang kemudian harus di evaluasi untuk mengetahui mutu dari film tersebut melibatkan orang – orang yang kompeten di bidangnya, berdedikasi tinggi dan mempunyai kemampuan untuk bekerjasama dalam tim yang baik.

Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai. Mengembangkan naskah ke dalam program video siap pakai melalui tahapan-tahapannya : Tahap Pra Produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Produksi. Dalam produksi film sangat erat kaitannya dengan kerabat kerja atau tim atau crew pelaksana pembuatan film dan deskripsi kerjanya masing-masing. Adapun tim tersebut dapat terdiri atas :

Produser
Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer. Dalam menjalankan tugasnya produser di bantu oleh asst. Produser.

Sutradara atau Director 
Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.

Asst. Director
Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.

Art Director
Pengarah artistik dari sebuah produksi.

Floor Director
Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara dari master control ke studio produksi.

Script Writer
Bertugas membuat Ide cerita, Pencetus atau pemilik ide cerita pada naskah film.

Penulis scenario
Bertugas menterjemahkan ide cerita ke dalam bahasa visual gambar atau skenario.

Cinematographer (Sinematografer)
Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.

Cameramen
Bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat shooting.
First Cameraman sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.
  • Second Cameraman sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.
  • First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)
  • Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera. 
  • Lighting, Bertugas mengatur Tata cahaya ( pencahayan dalam produksi film. 
Tata musik (Music Director) 
Bertugas membuat atau memilih musik yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi

Tata Suara dan Sound Recorder
Bertugas membuat atau memilih atau merekam suara dan efek suara yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.

Film Costume Designer
Bertugas membuat atau memilih kostum atau pakaian yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.

Make up Artist
Bertugas mengatur make up yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.

Tata Artistik atau Artistic Director
Bertugas membuat dan mengatur latar dan setting yang sesuai dengan nuansa cerita dalam produksi film.

Editor
Bertugas melakukan editing pada hasil pengambilan gambar dalam produksi film.

Kliper
Bertugas memberi tanda pengambilan shot dalam produksi film.

Script Supervisor, Script Clerk atau Pencatat Adegan
Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, pengarahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gambar ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.

Casting
Bertugas mencari dan memilih pemain yang sesuai ide cerita dalam produksi film.

Agent (Agent Model)
Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yang tidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka.

Art Departement
Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara dan cameraman.

Dialogue Coach or Dialogue Director
Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog saat.

Green Departement
Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan dan juga sebagaia ahli dekorasi.

Nah, setelah kita mengenal apa-apa aja perangkat dalam membuat suatu film tersebut. Kini saya ingin bagi-bagi ilmu tentang tahapan pembuatan film. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa dalam membuat film itu melalui tahapan-tahapan : Tahap Pra Produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Produksi. Nah, mau tau proses-proses pembuatannya? Cekidot sekarang juga disini! Tahapan-Tahanapan Pembuatan Film

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tahapan-Tahapan Pembuatan Film Pendek

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Membuat film, terutama film pendek, saat ini sangat mudah tepatnya dimudahkan. Salah satunya adalah karena kecanggihan teknologi yang sudah mendukung para pembuat film, baik untuk profesional maupun para pehobi. Beragam kamera video digital memudahkan para pengguna. Ini bukan perihal teknologi saja, tapi ada tahapan membuat film yang dipangkas oleh si filmmaker. Selain mudah, membuat film pendek menjadi murah. Namun sesimpel apapun film yang akan kita buat, ia mesti melewati rangkaian proses yang secara sederhana terdiri atas: Ide, Desain Produksi, Pra Produksi, Produksi, Paska Produksi, dan Publikasi.

Ide atau gagasan bukanlah segalanya. Sebagian orang bahkan tak percaya pada orisinalitas ide. Yang paling penting bagaimana ide itu bisa diterjemahkan ke dalam film nantinya. Ide bisa darimana saja, pengalaman pribadi, teman, atau siapa saja. Tuangkan ide cerita ke dalam bentuk tulisan. Tak mesti panjang, yang paling penting bisa dipahami misalnya teman kita yang akan diajak bergabung dalam pembuatan film pendek itu nantinya. Agar ide tidak mentah, selanjutnya lakukan riset. Riset diperlukan walaupun kita akan membuat film fiksi, bukan dokumenter. Riset dilakukan dengan mencari data-data yang diperlukan sebaai penunjang informasi berkaitan dengan ide dari film yang akan kita buat. Data-data bisa didapat melalui internet atau dengan obeservasi langsung di lapangan.

Ketika ide sudah ada dan riset sudah dialakukan, langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau ringkasan pendek cerita. Dengan sinopsis, anda sudah bisa mencari kawan untuk mewujudkan pembuatan film. Jadi, selanjutnya sudah bisa menentukan kru! Kru film pendek tak sebanyak kru film panjang. Jika di film panjang, paling tidak akan melibatkan paling tidak 40 orang maka di film pendek bahkan cukup dengan 7 orang saja. Pada film pendek, beberapa pekerjaan bisa dilakukan oleh satu orang. Penulis naskah misalnya bisa merangkap menjadi sutradara, yang paling penting masing-masing personal memahami dan mau melakukan apa yang mesti dikerjakan sesuai job desc tersebut. Kru film pendek bisa ditentukan atau dibuat. Ditentukan, maksudnya anda memilih orang-orang yang memiliki kapasitas untuk membantu mewujudkan proyek film pendek itu. Sedangkan membentuk, berarti benar-benar membuat kru dari awal.

Pra Produksi
Ini merupakan tahapan paling esensial dalam pembuatan film. Pada tahap ini blue print film dibuat. Naskah ditulis dengan telebih dahulu membuat treatment. Dalam treatment, penulis naskah sudah menjelaskan alur cerita dari scene satu sampai scene akhir. Scene merupakan gabungan shot di waktu dan tempat yang sama. Jika treatment sudah selesai, berikutnya penulis akan menuliskan naskah lengkap. Naskah lengkap inilah yang didiskusikan antara penulis naskah, sutradara dan produser. Seringkali, sutarada dan produser memberikan masukan pada penulis naskah agar naskah bisa dieksekusi dengan baik. Diskusi ini penting, oleh karenanya mungkin aka nada naskah draft satu, draft dua, draft tiga, hingga naskah benar-benar disepakati. Naskah telah dikunci atau script lock, demikian tugas penulis naskah selesai dan selanjutnya naskah menjadi “hak” sutradara untuk menjabarkan ke dalam bentuk audio visual yang dituangkan menjadi director’s treatment. Sederhanaya, director’s treatment itu perlakuan kreatif sutradara atas skenario. Dalam hal ini, sutradara akan berdiskusi dengan cameraman untuk membuat shot list, hal ini untuk memudahkan sutradara dan cameraman nantinya saat shooting.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

10 Tahap Sederhana Pembuatan Film Pendek

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Dalam membuat film pendek tidaklah sulit dan mahal. Membuat film pendek yang sederhana hanya membutuhkan biaya kaset dan biaya riset. Namun hal yang paling kuat sebelum membuat film pendek harus mempunyai ide cerita yang nanti bisa berkembang dan berkenlanjutan.

Tahapan-Tahapan Pembuatan Film Pendek

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

10 Tips Membuat Film Pendek

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jenis-Jenis Genre Film

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



Assalamualaikum, Film kini sudah menjadi kawan akrab di tiap kita. Kadang ia membawa hal positif kadang juga membawa hal negatif. Nah, kini Zulfan Studio Production™ ingin membagi-bagi ilmu kepada sobat-sobat sekalian tentang jenis-jenis dari film. Genre / Jenis adalah Sebuah METODE UNTUK Indetifiksasi menentukan Jenis / tipe Dari film. Cara membaca Genre dapat di lihat Dari berberapa Aspek, ANTARA lain:
  • Mengatur Film
  • Mood Film
  • Format Film (animasi)
  • Umur, Grup penonton (anak-anak, remaja, dewasa)
Nah, genre atau jenis film atau sinema dapat dibagi dan dilihat dari bebagai aspek sebagai berikut:

1. Dari Isinya
Kalau dilihat dari isinya, film dibedakan menjadi:

Film non fiksi
Sebagai contoh, untuk film non fiksi adalah film dokumenter yang menjelaskan tentang dokumentasi sebuah kejadian alam, flora, fauna maupun manusia.

Film Dokumenter (Documentary Films)
Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’ kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert Flaherty. Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas (Susan Hayward, Key Concept in Cinema Studies, 1996, hal 72). Sekalipun Grierson mendapat tentangan dari berbagai pihak, pendapatnya tetap relevan sampai saat ini. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya, film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film documenter misalnya dokudrama (docudrama).

Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuantujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap menjadi pegangan. Kini dokumenter menjadi sebuah tren tersendiri dalam perfilman dunia. Para pembuat film bisa bereksperimen dan belajar tentang banyak hal ketika terlibat dalam produksi film dokumenter. Tak hanya itu, film dokumenter juga dapat membawa keuntungan dalam jumlah yang cukup memuaskan. Ini bisa dilihat dari banyaknya film dokumenter yang bisa kita saksikan melalui saluran televisi seperti program National Geographic dan Animal Planet. Bahkan saluran televisi Discovery Channel pun mantap menasbih diri sebagai saluran televisi yang hanya menayangkan program documenter tentang keragaman alam dan budaya.

Film fiksi
Sedangkan untuk kelompok fiksi, dalam dunia perfileman kita mengenal jenis-jenis film yang berupa drama, suspence atau action, science fiction, horror dan Film Musikal. Jenis-Jenis Genre di Film fiksi adalah:
  1. Tindakan
  2. Petualangan
  3. Komedi
  4. Kejahatan / gangster 
  5. Drama
  6. Epik / sejarah
  7. Horor
  8. Musik
  9. Scient fiksi
  10. Perang
  11. Barat
Genre film terbagi lagi menjadi Sub-Genre, ANTARA lain:
  1. Film biografi
  2. ‘Chick’ film (atau Film Gal)
  3. Detektif / Misteri Film
  4. Bencana Film
  5. Fantasi Film
  6. Film Noir
  7. ‘Guy’ Films
  8. Melodrama atau Wanita “Weepers”
  9. Jalan Film
  10. Romantis Film
  11. Olahraga Film
  12. Film Supernatural
  13. Thriller / Film Ketegangan
Film Laga (Aksi)
Film action biasanya termasuk energi tinggi, besar anggaran stunts fisik dan mengejar, mungkin dengan penyelamatan, pertempuran, perkelahian, lolos, krisis destruktif (banjir, ledakan, bencana alam, kebakaran, dll), non-stop gerak, ritme spektakuler dan mondar-mandir , dan petualang, sering ‘baik-pria’ dua dimensi pahlawan (atau baru, pahlawan) berjuang melawan ‘orang jahat’ – semua yang dirancang untuk eskapisme penonton murni. Termasuk mata-mata / spionase seri ‘fantasi’ James Bond, film seni bela diri, dan apa yang disebut ‘blaxploitation’ film. Sebuah sub-genre utama adalah film bencana. Lihat juga Bencana Terbesar dan Adegan Film Crowd dan Terbesar Adegan Chase Classic dalam Film.

Film Petualangan (Adventure)
Film petualangan biasanya cerita menarik, dengan pengalaman baru atau locales eksotis, sangat mirip atau sering dipasangkan dengan genre film aksi. Mereka dapat mencakup swashbucklers tradisional, film serial, dan kacamata sejarah (mirip dengan genre film epik), pencarian atau ekspedisi untuk benua yang hilang, “hutan” dan “padang pasir” epos, berburu harta karun, film bencana, atau mencari yang tidak diketahui.

Film Komedi (Comedy)
Komedi ringan-hati plot konsisten dan sengaja dirancang untuk menghibur dan memprovokasi tawa (dengan satu-liners, lelucon, dll) dengan melebih-lebihkan situasi, bahasa, tindakan, hubungan dan karakter. Bagian ini menjelaskan berbagai bentuk komedi melalui sejarah sinematik, termasuk slapstick, sinting, parodi dan parodi, komedi romantis, komedi hitam (komedi satir gelap), dan banyak lagi. Lihat Funniest Moments situs ini Film dan koleksi Pemandangan – ilustrasi, dan juga 50 Majalah Premiere yang Comedies Terbesar Sepanjang Masa.

Film Kriminal/Kejahatan/Gangster (Crime)
Kejahatan (gangster) film dikembangkan di sekitar tindakan jahat dari penjahat atau mafia, khususnya bankrobbers, angka bawah, atau penjahat kejam yang beroperasi di luar hukum, mencuri dan membunuh jalan mereka melalui kehidupan. Film kriminal dan gangster sering dikategorikan sebagai film noir atau detektif-misteri film – karena persamaan mendasar antara bentuk-bentuk sinematik. Kategori ini mencakup deskripsi berbagai film ‘pembunuh berantai’.

Film Horor
Film horor dirancang untuk menakut-nakuti dan memanggil ketakutan tersembunyi kita yang terburuk, sering kali di final, menakutkan mengejutkan, sementara menawan dan menghibur kita pada saat yang sama dalam pengalaman katarsis. Film horor menampilkan berbagai gaya, dari klasik Nosferatu awal diam, untuk monster CGI hari ini dan manusia gila. Mereka sering digabungkan dengan fiksi ilmiah ketika ancaman atau rakasa terkait dengan korupsi teknologi, atau ketika Bumi terancam oleh alien. Fantasi dan genre film supranatural tidak biasanya identik dengan genre horor. Ada banyak sub-genre horor: pedang, teror remaja, pembunuh berantai, setan, Dracula, Frankenstein, dll Lihat Moments Film paling menakutkan situs ini dan koleksi Scenes – diilustrasikan.

Film Drama
Drama serius, plot-driven presentasi, karakter realistis menggambarkan, pengaturan, situasi kehidupan, dan cerita yang melibatkan pengembangan karakter dan interaksi yang intens. Biasanya, mereka tidak berfokus pada efek khusus, komedi, atau tindakan, film Drama mungkin genre film terbesar, dengan banyak subset. Lihat juga melodrama, epik (drama historis), atau genre romantis. Film biografi Drama (atau “biopics”) adalah sebuah sub-genre utama, seperti ‘dewasa’ film (dengan konten subjek dewasa).

Epik / Film Sejarah
Epik meliputi drama kostum, drama sejarah, film perang, romps abad pertengahan, atau ‘gambar masa’ yang sering mencakup hamparan besar waktu yang ditetapkan terhadap latar belakang, luas panorama. Elemen epik berbagi sering dari genre film petualangan yang rumit. Epik mengambil peristiwa historis atau dibayangkan, tokoh mitos, legenda, atau heroik, dan menambahkan pengaturan mewah dan kostum mewah, disertai dengan keagungan dan tontonan, ruang lingkup yang dramatis, nilai-nilai produksi tinggi, dan skor musik menyapu. Epik sering versi, lebih spektakuler mewah sebuah film biopic. Beberapa ‘pedang dan sandal’ film (atau film epik Alkitab terjadi selama kuno) memenuhi syarat sebagai sub-genre.

Film Genre Musik
Film musik / tari bentuk sinematik yang menekankan nilai skala penuh atau lagu dan tarian secara signifikan (biasanya dengan pertunjukan musik atau tarian terintegrasi sebagai bagian dari narasi film), atau mereka adalah film-film yang berpusat pada kombinasi musik , tari, lagu atau koreografi. Subgenre utama termasuk komedi musik atau film konser. Lihat Greatest Moments situs ini Musik Film Lagu / Tari dan koleksi Scenes – diilustrasikan.

Film Sci-Fi (Scient Fiksi)
Sci-fi film sering quasi-ilmiah, visioner dan imajinatif – lengkap dengan pahlawan, alien, planet yang jauh, quests tidak mungkin, pengaturan tidak mungkin, tempat-tempat yang fantastis, penjahat gelap dan gelap yang besar, teknologi futuristik, pasukan tak dikenal dan diketahui, dan monster yang luar biasa ( ‘hal-hal atau makhluk dari angkasa’), baik yang diciptakan oleh para ilmuwan gila atau malapetaka nuklir. Mereka kadang-kadang cabang dari film fantasi, atau mereka memiliki beberapa kesamaan dengan aksi / petualangan film. Fiksi ilmiah sering mengungkapkan potensi teknologi untuk menghancurkan umat manusia dan mudah tumpang tindih dengan film horor, terutama ketika teknologi atau bentuk kehidupan alien menjadi jahat, seperti dalam “Zaman Atom” sci-fi film pada 1950-an

Film Perang
Film perang mengakui kengerian dan patah hati perang, membiarkan pertempuran pertarungan yang sebenarnya (melawan bangsa-bangsa atau umat manusia) di darat, laut, atau di udara memberikan plot primer atau latar belakang aksi film. Film perang sering dipasangkan dengan genre lainnya, seperti aksi, petualangan, epik drama, romance, komedi (hitam), ketegangan, dan bahkan dan koboi, dan mereka sering mengambil pendekatan yg mengadu ke arah peperangan. Mereka mungkin termasuk kisah tawanan perang, cerita operasi militer, dan pelatihan.

Film Barat
Western adalah genre mendefinisikan utama dari industri film Amerika – pidato untuk hari-hari awal perbatasan Amerika luas. Mereka adalah salah satu, genre tertua paling abadi dengan plot yang sangat dikenali, elemen, dan karakter (enam senjata, kuda, kota berdebu dan jalan, koboi, India, dll). Seiring waktu, westerns telah ditetapkan kembali, menciptakan kembali dan diperluas, diberhentikan, ditemukan kembali, dan palsu.

2. Dari segi penontonnya:
Di Indonesia, pengaturan sistem rating ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-undang No.33 tahun 2009 tentang Perfilman pasal 7 sebagai berikut : Film yang menjadi unsur pokok kegiatan perfilman dan usaha perfilman disertai pencantuman penggolongan usia penonton film yang meliputi film :
  • Untuk penonton semua umur (SU).
  • Untuk penonton usia 13 (tiga belas) tahun atau lebih (R).
  • Untuk penonton usia 17 (tujuh belas) tahun atau lebih (RBO)
  • Dan untuk penonton usia 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih (D).
Menurut MPAA, Krasfikasi Rating Film/Penggolongan film menurut umur , di bedakan menjadi 5, yaitu :

Semua umur (General Audiences)
Dapat di saksikan oleh siapapun tanpa terkecuali hal ini di karenakan film dengan rating ini tidak mengandung unsur dewasa. Film dengan rating G inilah yang aman untuk ditonton oleh anak-anak. Contoh film kartun yang termasuk golongan ini adalah : Dora The Explorer, Upin-Ipin, Finding Nemo dll.

Bimbingan Orang Tua (Parental Guidance)
Rating ini berarti menyarankan orang tua untuk mendampingi anak saat menonton film ini, karena orang tua mungkin tidak ingin anaknya melihat beberapa unsur tertentu yang di sajikan. PG rating biasanya mengandung unsur kekerasan, kata-kata yang kurang pantas, ataupun tentang obat-obatan terlarang yang di sajikan secara minimalis (sedikit saja). Biasanya film anak yang tidak lulus rating G paling tidak masuk kategori rating PG ini. Contoh film kartun yang termasuk rating ini adalah : Tom and Jerry, Donald Duck, Dragon Ball, dll.

Peringatan Keras bagi Orang Tua (Parents Strongly Cautioned)
Rating ini mewajibkan agar anak dibawah 13 tahun didampingi oleh orangtua saat menontonnya. Hal ini dikarenakan adanya sedikit unsur dewasa dalam film. Hampir seluruh film terlaris sepanjang masa masuk dalam kategori ini. Contoh film kartun yang termasuk kategori ini adalah Crayon Shinchan.

Terbatas(Restricted)Sebuah film dengan rating R mengandung beberapa materi dewasa. Dengan demikian orang tua harus melarang anak-anaknya yang berumur di bawah 17 tahun untuk menonton film dengan rating ini tanpa bimbingan orang tua secara langsung. Para orang tua disarankan untuk mencari tahu bagaimana film tersebut dikategorikan sebagai rating-R untuk menentukan apakah film tersebut pantas untuk anak-anak mereka atau tidak. Secara umum tidak pantas orang tua mengajak anak-anak mereka menonton film yang memiliki rating-R. Contoh film kartun dengan rating ini adalah : The Simpsons.

Hanya 17 tahun keatas 17 (No One 17 or Under Admitted)
Sebuah film dengan rating NC-17 adalah film yang dinilai “terlalu dewasa” untuk anak-anak berusia 17 tahun dan di bawahnya. Tidak boleh ada anak-anak yang menontonnya, mengingat kategori NC-17 dapat mengandung materi-materi yang dewasa atau elemen-elemen lain yang dapat dinilai para orang tua sebagai terlalu keras.

3. Dari segi pemerannya:
Film Animasi dan Nonanimasi
Animasi merupakan suatu teknik yang banyak sekali dipakai di dalam dunia film dewasa ini, baik sebagai suatu kesatuan yang utuh, bagian dari suatu film, maupun bersatu dengan film live. Dunia film sebetulnya berakar dari fotografi, sedangkan animasi berakar dari dunia gambar, yaitu ilustrasi desain grafis (desain komunikasi visual). Melalui sejarahnya masing-masing, baik fotografi maupun ilustrasi mendapat dimensi dan wujud baru di dalam film live dan animasi. Untuk membuat sebuah film kartun animasi perlu untuk berlatih dan terus berlatih. Sering kali saat akan membuat film animasi, karena kurangnya referensi tentang film kartun animasi, pembuat terjebak pada bentuk film biasa/non animasi. Film kartun animasi harus dibedakan dengan film biasa yang bukan animasi. Namanya kartun, harus terkesan ada leluconnya walaupun sedikit. Dan yang lebih penting lagi, dalam sebuah film animasi kartun adalah efek dramatisir. Karena itulah yang sangat membedakan antara film kartun animasi dan yang non animasi.

4. Menurut durasinya:
Film Cerita Panjang (Feature-Length Films) durasinya lebih 60 menit
Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.

Film Cerita Pendek (Short Films) durasinya kurang dari 60 menit
Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.

Sebelum kita memulai membuat film panjang dianjurkan kita berlatih membuat film-film pendek terlebih dahulu dan mengahasilkan film pendek yang bagus. Dari pengalaman kita tersebut maka kita akan mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Berlatih dan belajar dengan sabar itu adalah kunci dari semuanya.

Nah, sudah tau kan apa aja genre/jenis film tersebut? berikut ilmu yang dapat saya berikat tuk sobat-sobat sekalian persembahan dari Zulfan Studio Production™. Berminat untuk buat film gak? ga susah kok...sangat sederhana. Dan saya () nak bagi-bagi tips untuk sobat yang ingin membuat film-film sederhana tentunya dari Zulfan Studio Production™ tercinta. oke! ikuti saya!

Nah yang ingin belajar buat film bersama saya, siapkan dulu kopi-kopinya ama kuenya, cari posisi wenak dulu dan duduk manis hope you enjoy on my blog. Ok kita mulai klik>>> Cara Membuat Film 

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 11 March 2013

Tips Cara Pembuatan Film

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Anda mungkin sering menonton film-film yang diproduksi oleh negara asing seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, Cina, atau Prancis. Mungkin juga anda terangsang untuk membuat film yang dapat menghasilkan keuntungan yang bisa mencapai satu milyar rupiah atau lebih. Tapi apa daya, kadang kita merasa kita tak punya cukup modal atau kemampuan. Sebenarnya, saya juga begitu. Ingin membuat film tapi modal gak ada padahal cerita udah disiapin beserta naskah-naskahnya. Tapi kemungkinan besar bahwa anda suatu saat menjadi sukses ( amin!!! ), maka akan saya share cara membuat film menurut saya sendiri.

Modal

Modal : Sudah saya katakan dari awal bahwa modal adalah faktor terpenting karena secantik apapun naskah film yang dibuat, tanpa modal ini maka naskah tersebut hanya akan ditaruh di laci atau harddisk komputer. Modal bisa diperoleh dari kerja keras dan dukungan dari pihak lain.

Kerja Sama
Kerja Sama : Setelah modal, juga diperlukan kerja sama yang baik karena tanpa kerja sama maka naskah yang dibuat akan kacau karena koordinasi yang tidak jelas, Mungkin film akan berhasil tanpa kerja sama tapi tanpa kerja sama, film terasa kurang enak ditonton karena crew yang bekerja dibelakang film tidak bekerja sama dengan baik.

Skill Mengatur (Leading Skill)
Skill Mengatur ( Leading Skill ) : Mengatur tidak tersedia dalam konotasi buruk saja tetapi mengatur juga merupakan konotasi yang baik. Mengatur merupakan skill yang penting karena tanpa skill ini maka crew anda tidak akan teratur dengan baik sehingga film yang sudah dipersiapkan lama-kelamaan akan menjadi sampah. Dengan skill mengatur yang baik, anda akan mengatur crew sehingga proses pembuatan film menjadi lebih cepat, tidak membosankan, dan enak ditonton oleh pemirsa. Tetapi kiranya jangan mengatur terlalu banyak karena dapat mengakibatkan sebuah objek yang digunakan untuk mengalaskan kaki melayang ke muka anda.

Skill Acting ( Skill Peran )
Skill Acting ( Skill Peran ) : Memerankan sebuah karakter mungkin mudah bagi aktor tetapi bagi orang yang tidak berpengalaman mungkin akan sangat susah. Orang yang belum berpengalaman mungkin hanya bisa memerankan sebuah karakter dengan cara yang sangat kaku. Anda bisa mengambil contoh karakter figuran. Tetapi mungkin anda bertanya karena mengapa seorang pembuat film yang dapat menyewa aktor harus juga memiliki skill peran. Karena, mempunyai skill peran sebagai pembuat film akan membuat film anda lebih berwarna karena anda dapat memberikan contoh langsung kepada aktor yang memerankan karakter yang anda buat. Aktor tersebut akan lebih mudah menangkap isi pikiran anda.

Skill Keuangan ( Skill Finance )
Skill Keuangan ( Skill Finance ) : Saat film mulai selesai, anda mungkin akan bimgung dengan harga-harga yang akan dimunculkan mulai dari harga penjualan film, sponsor, gaji crew, atau harga-harga lainnya apabila anda tidak memiliki skill yang satu ini. Dengan skill keuangan, anda akan lebih mudah mengatur keuangan film seperti masukan dan keluaran.

Skill Membuat Cerita ( Skill Mengarang )
Skill Membuat Cerita ( Skill Mengarang ) : Inilah skill yang terpenting karena tanpa skill ini, anda sebagai pembuat film pasti tidak jadi membuat film karena skill ini merupakan skill vital. Membuat cerita bagi pengarang proffesional mungkin terasa sangat mudah tetapi apabila bagi orang yang kering ide mungkin akan langsung menyerah sebelum ceritanya selesai. Dengan skill ini, anda akan lebih mudah mengarang cerita yang pastinya makin banyak skill seperti ini maka makin bagus film yang anda buat.

Campaign Skill ( Skill Berkampanye )
Campaign Skill ( Skill Berkampanye ) : Setelah anda selesai membuat film, bagiamana agar film ini bisa menjadi populer. Cara yang bisa anda lakukan adalah berkampanye. Jangan mengira bahwa berkampanye hanya dilakukan oleh pejabat-pejabat yang ingin mencalonkan dirinya. Skill ini memudahkan kita untuk lebih bisa membuat film sepopuler mungkin dengan cara membuat sipnosis film yang menarik, membuat iklan yang menarik sehingga banyak penonton akan datang ke bioskop untuk menonton film anda.

Batasan Iklan
Batasan Iklan : Saat membuat film, mungkin anda akan mendapat banyak tawaran iklan. Supaya penonton tidak tidur saat film anda berlangsung, maka batasilah iklan supaya penonton anda tidak bosan.

Poster Menarik
Poster Menarik : Bagian ini merupakan salah satu dari skill berkampanye. Dengan poster yang bagus, penonton akan penasaran dengan film anda dan bisa membuat penonton anda bertambah banyak.

Objek Film
Objek Film : Jangan lupa untuk satu hal juga yaitu objek film. Buatlah agar background, objek, figuran menjadi lebih menarik. Hal ini tentu saja membuat nilai film anda semakin bertambah.

Pameran
Pameran : Usahakan agar anda menyewa aktor yang menarik supaya penonton lebih tertarik menonton film anda . Film yang mempunyai aktor yang tampan dan aktris yang cantik akan membuat nilai film anda menjadi meningkat.

Efek Animasi
Efek Animasi : Manusia sekuat apapun pasti mempunyai batasan. Dan untuk mengatasi batasan tersebut didalam film maka dibuatlah animasi. Dengan animasi, kekurangan di film anda akan teratasi.Membuat film sebenarnya mudah tapi karena faktor teratas yang kadang membuat kita terpojok.

Dan saya sendiri dari studio pribadi "Zulfan Studio Production™" sudah pernah buat short film, tapi cuma masih dalam bidang editing aja. Dan kesemuanya cuma short film dari tugas sekolah kawan-kawan diantaranya:
  • The Another Cinderella
  • Shadow
  • Fate Emigrates
Dan insyaallah nanti tambah lagi... :)

Ok sobat gimana? uda siap tuk buat film-nya?, tapi ini belum cukup! untuk sobat-sobat yang ingin buat short film alias film pendek, saya punya tips untuk sobat-sobat... lest cekidot!
Tips Membuat Film Pendek

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus  Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*BHidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus "bungkus"-nya saja dan mengabaikan "isi"-nya ...

Maka bedakan-lah apa itu "bungkus"-nya dan apa itu "isi"-nya ...

"Rumah yang Indah" hanya bungkus-nya
"Keluarga Bahagia" itu isi-nya ...

"Pesta Pernikahan" hanya bungkus-nya
"Cinta Kasih, Pengertian & Tanggung Jawab" itu isi-nya ...

"Kekayaan" itu hanya bungkus-nya,
"Hati yang Gembira" itu isi-nya ...

"Makan Enak" hanya bungkus-nya,
"Gizi, Energi & Sehat" itu isi-nya ...

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkus-nya,
"Kepribadian dan Hati" itu isi-nya ...

*"Bicara" itu hanya bungkus-nya,*
*"Kenyataan" itu isi-nya ...*

"Buku" hanya bungkus-nya,
"Pengetahuan" itu isi-nya ...

*"Jabatan" hanya bungkus-nya,*
*"Pengabdian dan Pelayanan" itu isi-nya ...*

"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkus-nya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isi-nya ...

"Kharisma" hanya bungkus-nya,
"Karakter" itu isi-nya ...

"Rezeki" itu hanya bungkus-nya,
"Berkah" itu isi-nya ...

Utamakan-lah *Isi*-nya, serta tetap-lah merawat *Bungkus*-nya dengan baik ...

"... Sorry kalau teman-teman sejak tadi menunggu mana cerita isi-nya BH yang 'nggak muncul-muncul ..."

*Maka-nya ... jangan melihat judul-nya ... tetapi lihat-lah "isi"-nya*
[*Catatan Emha Ainun Nadjib]

Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Everything Starts With A Dream;
sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus  Pilih BH ukuran 36*B Atau ISI-nya ukuran 36*B


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.