Monday, 16 June 2025

puisi: Doamu dan Doaku




Doamu dan doaku
berangkat dari sunyi yang sama,
tapi entah apakah tujuannya satu
atau hanya saling melambai
di langit yang tak pernah kita bagi.

Kau menyebut namaku dalam hening,
aku menyebut namamu dalam harap.
Apakah doa itu saling menemukan
atau justru bersilang jalan
menuju takdir yang berbeda?

Mungkin kita berdoa untuk cinta yang sama
dengan kata yang tak serupa.
Mungkin aku berdoa agar kau tetap tinggal,
sedang kau berdoa agar aku bisa melepaskan.

Jika benar cinta itu saling mendoakan,
biarlah doamu dan doaku
menjadi puisi yang tak harus serupa,
asal tak saling meluka.

0 comments:

Post a Comment