Monday, 23 March 2020

Ekonomi Dunia dan IHSG

Naik-turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Memang naik-turunnya saham itu tergantung dari banyak sedikitnya permintaan dan penawaran. Tapi itu adalah teori yang sangat dasar.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa yang menyebabkan para trader bisa percaya untuk membeli suatu saham, sehingga banyak permintaan daripada penawaran dan juga sebaliknya? 

Kondisi perekonomian suatu negara adalah salah satu hal yang sangat menentukan apakah harga saham-saham di pasar saham bisa bergairah atau tidak. Saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ini: 

"Memang apa hubungannya harga saham sama perekonomian negara? Naik turunnya harga saham itu kan karena permintaan dan penawaran trader saham. Kenapa naik turunnya harga saham dapat menggambarkan kondisi ekonomi negara?"

Sekarang anda bayangkan, anda adalah seorang investor saham. Anda ingin berinvestasi di saham-saham perusahaan besar di Indonesia yang prospeknya bagus. Tapi saat itu kondisi ekonomi lagi carut-marut, amburadul... 

Apakah anda sebagai investor saham berani memasukkan modal besar untuk investasi saham? 

Demikian juga kalau hal sebaliknya terjadi. Anda ingin investasi saham. Dan pada saat itu, kondisi ekonomi sedang berjalan bagus, laba perusahaan banyak yang naik, operasional perusahaan berjalan lancar. 

Tentu saja, dalam kondisi ekonomi yang bagus, anda pasti lebih berani memasukkan modal besar untuk investasi saham, dibandingkan saat kondisi ekonomi sedang berantakan. 

Itulah kenapa pasar modal / pasar saham merupakan salah satu tolok ukur sehat tidaknya kondisi perekonomian suatu negara. Kalau harga saham terus berjatuhan, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi suatu negara. 

Karena saat ekonomi sedang bergejolak, investor dan trader saham pasti memutuskan untuk menjual saham-sahamnya di pasar saham, sehingga banyak saham yang harganya terus turun, demikian juga sebaliknya.  

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa harga saham itu menjadi tolok ukur sehat tidaknya perekonomian suatu negara. Kita ingat bagaimana krisis ekonomi tahun 1998 dan crash market 2008 (IHSG turun 60%) membuat harga saham benar-benar drop.

Hal ini karena di tahun-tahun tersebut ekonomi Indonesia & dunia benar-benar berada di ujung tanduk, sehingga investor saham banyak yang menjual saham dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian juga di tahun 2020 saat wabah Virus Corona, di mana sektor bisnis terhambat, ekspor-impor, perjalanan bisnis juga banyak dihentikan, maka tentu hal ini akan menghambat perekonomian negara. 

Hal ini membuat IHSG di tiga bulan pertama langsung amblas 39%. Tentu ini bukan penurunan yang wajar. 

Namun sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi setelah tahun 1998-1999, maka IHSG kembali naik dengan cepat, banyak investor membeli saham, banyak orang yang berani masuk lagi di pasar saham. 

Jadi perekonomian suatu negara itu sangat berhubungan erat dengan pergerakan pasar saham. Itulah mengapa, di web Saham Gain saya sering mengulas dan menyarankan pada anda agar: 

"Pelajari kondisi & sentimen market (terutama berkaitan dengan berita2 ekonomi)"

"Pelajari analisis fundamental, terutama ekonomi mikro dan ekonomi makro" 

Pelajari juga: Belajar Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. Apa yang saya paparkan ini (anjuran untuk mempelajari kondisi ekonomi sebelum beli saham, khususnya untuk investasi jangka panjang), tentu bukan tanpa alasan. 

Yap, melalui pos ini kita sudah menemukan 'benang merah' kaitan antara kondisi ekonomi negara dengan harga saham. Jadi di dalam belajar saham, jangan mengabaikan untuk mempelajari kondisi perekonomian negara, dan sentimen2 yang terjadi di pasar saham.

Ekonomi Dunia dan IHSG

Naik-turunnya harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor. Memang naik-turunnya saham itu tergantung dari banyak sedikitnya permintaan dan penawaran. Tapi itu adalah teori yang sangat dasar.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa yang menyebabkan para trader bisa percaya untuk membeli suatu saham, sehingga banyak permintaan daripada penawaran dan juga sebaliknya? 

Kondisi perekonomian suatu negara adalah salah satu hal yang sangat menentukan apakah harga saham-saham di pasar saham bisa bergairah atau tidak. Saya sering sekali menerima pertanyaan seperti ini: 

"Memang apa hubungannya harga saham sama perekonomian negara? Naik turunnya harga saham itu kan karena permintaan dan penawaran trader saham. Kenapa naik turunnya harga saham dapat menggambarkan kondisi ekonomi negara?"

Sekarang anda bayangkan, anda adalah seorang investor saham. Anda ingin berinvestasi di saham-saham perusahaan besar di Indonesia yang prospeknya bagus. Tapi saat itu kondisi ekonomi lagi carut-marut, amburadul... 

Apakah anda sebagai investor saham berani memasukkan modal besar untuk investasi saham? 

Demikian juga kalau hal sebaliknya terjadi. Anda ingin investasi saham. Dan pada saat itu, kondisi ekonomi sedang berjalan bagus, laba perusahaan banyak yang naik, operasional perusahaan berjalan lancar. 

Tentu saja, dalam kondisi ekonomi yang bagus, anda pasti lebih berani memasukkan modal besar untuk investasi saham, dibandingkan saat kondisi ekonomi sedang berantakan. 

Itulah kenapa pasar modal / pasar saham merupakan salah satu tolok ukur sehat tidaknya kondisi perekonomian suatu negara. Kalau harga saham terus berjatuhan, hal ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi suatu negara. 

Karena saat ekonomi sedang bergejolak, investor dan trader saham pasti memutuskan untuk menjual saham-sahamnya di pasar saham, sehingga banyak saham yang harganya terus turun, demikian juga sebaliknya.  

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa harga saham itu menjadi tolok ukur sehat tidaknya perekonomian suatu negara. Kita ingat bagaimana krisis ekonomi tahun 1998 dan crash market 2008 (IHSG turun 60%) membuat harga saham benar-benar drop.

Hal ini karena di tahun-tahun tersebut ekonomi Indonesia & dunia benar-benar berada di ujung tanduk, sehingga investor saham banyak yang menjual saham dan tidak berani masuk (membeli saham) dalam jumlah besar. 

Demikian juga di tahun 2020 saat wabah Virus Corona, di mana sektor bisnis terhambat, ekspor-impor, perjalanan bisnis juga banyak dihentikan, maka tentu hal ini akan menghambat perekonomian negara. 

Hal ini membuat IHSG di tiga bulan pertama langsung amblas 39%. Tentu ini bukan penurunan yang wajar. 

Namun sebaliknya, ketika kondisi ekonomi pulih, seperti yang terjadi setelah tahun 1998-1999, maka IHSG kembali naik dengan cepat, banyak investor membeli saham, banyak orang yang berani masuk lagi di pasar saham. 

Jadi perekonomian suatu negara itu sangat berhubungan erat dengan pergerakan pasar saham. Itulah mengapa, di web Saham Gain saya sering mengulas dan menyarankan pada anda agar: 

"Pelajari kondisi & sentimen market (terutama berkaitan dengan berita2 ekonomi)"

"Pelajari analisis fundamental, terutama ekonomi mikro dan ekonomi makro" 

Pelajari juga: Belajar Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. Apa yang saya paparkan ini (anjuran untuk mempelajari kondisi ekonomi sebelum beli saham, khususnya untuk investasi jangka panjang), tentu bukan tanpa alasan. 

Yap, melalui pos ini kita sudah menemukan 'benang merah' kaitan antara kondisi ekonomi negara dengan harga saham. Jadi di dalam belajar saham, jangan mengabaikan untuk mempelajari kondisi perekonomian negara, dan sentimen2 yang terjadi di pasar saham.

Cara Cepat Membaca Saham Gorengan

Jumlah saham gorengan di Indonesia sangat banyak. Selain itu, menilai apakah suatu saham masuk dalam daftar saham gorengan atau tidak, juga membutuhkan penilaian subjektif dari setiap orang.
Jadi tentu saja kita tidak bisa menyebutkan semua saham gorengan satu per satu. Daftarnya bisa jadi sangat panjaaang. Di beberapa pos berikut yang bisa anda pelajari disini: Daftar dan Contoh Saham Gorengan, Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Saya seringkali mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: ''Bung Heze, gimana caranya kita bisa mengetahui secara cepat apakah suatu saham masuk saham gorengan atau bukan?" 

Kalau anda bertanya cara melihat saham gorengan SECARA CEPAT, di pos ini saya akan memberikana beberapa tips agar anda bisa mengetahui apakah suatu saham masuk saham gorengan atau tidak. 

1. Lihat saham-saham top stocks

Untuk melihat saham2 gorengan, anda bisa melihat daftar saham yang masuk dalam top stock, yaitu saham2 yang masuk di top gainer dan top loser (pada software online trading anda). 

Atau anda bisa sort / urutkan saham2 berdasarkan kenaikan yang paling tinggi sampai penurunan paling rendah berdasarkan percentage % change-nya. Berikut salah satu contoh tampilan saham-saham yang masuk alam top gainer: 

Daftar saham gorengan
Saham2 yang masuk dalam top gainer, adalah saham2 yang bisa naik puluhan persen dalam waktu singkat (termasuk waran). Anda bisa lihat saham2 diatas seperti YPAS yang naik 35,76% atau saham ITIC yang naik 24,76%. 

Saham2 yang mudah naik dalam puluhan persen dalam sehari adalah ciri-ciri saham gorengan. Demikian juga dengan saham2 yang turun puluhan persen sehari. Hal ini karena saham gorengan memiliki likuiditas yang sangat rendah, sehingga sahamnya sangat mudah dinaik-turunkan oleh bandar dalam waktu singkat. 

2. Lihat saham2 yang selama jam trading harganya 0 atau Rp50

Jika anda sort harga saham berdasarkan tinggi rendahnya harga saham saat itu, maka anda akan melihat banyak sekali saham yang saat jam trading harganya Rp50 atau bahkan 0. Saham-saham yang harganya 0 (nol) adalah saham yang tidak ditradingkan di hari itu. 

Saham2 yang diperdangkan di sekitar harga Rp50 dan saham2 yang tidak ditradingkan, adalah saham-saham yang tidak likuid, dan suatu saat ketika saham2 tersebut ditradingkan, umumnya bid-offer dan naik-turunnya juga tidak stabil. Ini adalah ciri-ciri saham gorengan. 


Diatas adalah contoh-contoh saham yang tidak diperdagangkan, sehingga last price-nya Rp0. 

Jadi kalau anda menemukan saham tidur (tidak ditradingkan), atau saham2 yang harganya mendekati gocap, maka saham2 tersebut boleh dikatakan saham gorengan. 

"Tapi Pak Heze, selain saham-saham tersebut, pasti masih ada lagi kan yang masuk dalam daftar saham gorengan?" Tanya anda.  

Yap, dua cara diatas tadi adalah CARA CEPAT membaca saham gorengan. Tapi dengan dua cara itu, anda sudah bisa mendapatkan ratusan daftar saham gorengan di Indonesia, karena di Bursa Efek ada ratusan saham yang harganya Rp0, Rp50 atau yang naik-turun puluhan persen dalam waktu singkat. 

Kalau anda ingin mencoba "cara yang lebih lama", dalam arti analisis saham gorengan yang lebih spesifik, anda harus lebih dalam menganalisa beberapa poin. Dan kita sudah membahasnya disini: Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Saturday, 21 March 2020

Trading Harian saat Saham Bearish

Trading harian saham bagi saya merupakan salah satu strategi trading yang cukup fleksibel untuk dilakukan. Trading harian bisa dilakukan pada banyak situasi dan kondisi market. 

Hal ini karena trading harian adalah strategi buy-sell di hari yang sama (jangka waktunya sangat singkat), sehingga trading harian dapat diterapkan dalam kondisi market yang bullish, sideways, maupun bearish. 

Dalam kondisi-kondisi tersebut, tetap saja ada saham-saham yang naik, dan berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek. 

Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik dan strategi memilih saham-saham yang layak ditradingkan harian. Anda bisa dapatkan disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). Jadi anda akan mempraktikkan secara langsung trading harian dan tidak hanya teori. Anda akan mempelajari: 

- Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus
- Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian
- Saham-saham yang mudah naik cepat untuk jangka waktu harian
- Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading 

Banyak trader saham yang bertanya: "Pak Heze, strategi trading apa yang harus kita lakukan kalau pasar saham sedang bearish?" (Mayoritas saham masih turun terus).

Yap, satu-satunya strategi trading yang efektif saat IHSG bearish adalah trading harian. Tetapi bukan berarti saat IHSG masih turun anda langsung beli saham. 

Di dalam penurunan IHSG yang tajam, pasti ada saat di mana IHSG mengalami rebound kencang selama 1-2 hari misalnya. Contohnya perhatikan chart berikut: 

IHSG turun
Saat IHSG jatuh, pasti ada 1-2 hari IHSG rebound dengan kencang. Biasanya hal ini ditandai dengan naiknya IHSG di awal sesi, atau mulai menurunnya tekanan jual setelah banyak saham turun di jam tertentu. Misalnya di sesi 1, IHSG turun 4%, lalu penurunannya mulai reda jadi 3,5% dan seterusnya. Itu adalah beberapa pertanda IHSG akan rebound. 

Pada saat IHSG rebound, disitulah anda bisa memanfaatkan untuk trading harian di saham-saham bagus yang mudah naik, atau biasa saya sebut dengan strategi 'hit and run'. 

Strategi trading harian saat IHSG bearish lebih efektif diterapkan karena saat saham-saham masih turun, rebound IHSG hanya terjadi sebentar, setelah itu saham-saham akan cenderung turun lagi, sehingga kalau anda menerapkan buy and hold, kemungkinan besar saham anda yang seharusnya sudah untung harian, jadinya malah nyangkut. 

Jadi, saat saham-saham sedang turun, gunakan strategi trading harian. Namun, analisalah momentum trading yang tepat. Tunggu saham rebound, beli dalam jumlah sedikit dan jual cepat saat profit. Jangan membeli saham saat belum ada pertanda rebound. 

IHSG yang rebound di tengah turunnya tren market ini, bisa anda manfaatkan untuk trading harian. Berikut salah satu contoh transaksi trading harian penulis saat IHSG rebound di tengah turunnya tren saham (saat wabah Corona), di mana saya membeli BBRI under 2.900: 

Trading saham BBRI
Pilihlah saham-saham yang potensial untuk menghasilkan profit jangka pendek, dan jangan lupa untuk selalu menganalisa teknikal, market serta analisa tape reading. Saat market turun, usahakan trading harian dengan jumlah lot yang sedikit, karena bagaimanapun juga, market yang turun cenderung lebih berisiko. 

CATATAN: Apa yang saya paparkan di pos ini, bukan bermaksud untuk mengharuskan anda trading harian saat IHSG / saham sedang bearish. Setiap trader pasti juga memiliki tipikal trading yang berbeda. 

Ada trader yang cocok dengan trading harian. Ada trader yang lebih cocok menyimpan saham agak lama. Ada trader yang cocok dengan swing trading. 

Kalau anda bukan tipikal trader harian, tidak perlu memaksakan untuk trading harian. Strategi ini dapat diterapkan khusus untuk anda yang terbiasa trading cepat, atau sedang belajar / menerapkan intraday trading dalam aktivitas trading anda. 

Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak pilihan saham yang bisa anda beli. Namun, dengan modal yang terbatas, anda harus bisa memilih beberapa saham yang bagus untuk dibeli. 

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader: "Pak Heze, seperti apa kriteria saham yang bagus untuk dibeli? Karena seringkali saham yang saya beli harganya selalu turun terus".

Dalam dunia saham, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan dalam konteks yang terlalu luas. Kriteria saham yang bagus sebenarnya cukup objektif. Setiap dari anda pasti memiliki kriteria, standar, tipe trading yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga bisa saja kriteria saham bagus anda dengan trader lainnya berbeda. 

Tetapi ada beberapa analisis dan pertimbangan yang perlu anda lakukan agar anda bisa mengetahui kriteria saham-saham apa saja yang punya potensi menghasilkan profit. Untuk mencari saham yang bagus untuk dibeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Saham yang bagus secara teknikal 

Saham yang bagus secara teknikal adalah saham-saham yang layak dan bagus untuk dibeli, khususnya untuk trading saham. Ada banyak pola analisis teknikal yang menggambarkan kecenderungan suatu saham. Pelajari juga: Buku Saham Full Praktik Analisis Teknikal. 

Analisis teknikal yang terbentuk pada grafik saham, dapat menggambarkan kecenderungan / psikologis market saat itu. Ada banyak pola analisa teknikal yang mencerminkan potensi naiknya saham seperti support-resisten psikologis,  kombinasi candlestick-indikator, chart pattern. 

Selain itu, anda juga bisa pertimbangkan untuk memilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon yang berpotensi naik, bisa anda pelajari strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Saham yang likuid

Saham likuid merupakan saham yang lebih bagus dan risikonya kecil, karena saham likuid pergerakan harganya lebih stabil, lebih banyak ditradingkan (sehingga naik turunnya lebih jelas, pola2 teknikalnya juga mudah dianalisa), dan psikologis trader akan lebih tenang jika membeli saham2 likuid. 

Saham likuid contohnya seperti saham2 LQ45, yaitu saham2 yang bid-offernya tebal, banyak ditradingkan, grafik harga sahamnya membentuk pola2 yang jelas. 

Sebaliknya, saham yang tidak likuid, adalah saham2 yang berisiko untuk dibeli. Walaupun saham tersebut punya peluang naik puluhan persen sehari, namun risiko untuk jatuh puluhan persen sehari juga cukup besar. 

Saham2 tidak likuid memiliki pola pergerakan harga yang tidak beraturan, dan peminatnya sedikit. Untuk lebih jelasnya, anda bisa pelajari pos saya disini: Cara Membedakan Saham Likuid dan Saham Tidak Likuid.  

Jadi di dalam memilih saham bagus, konsepnya jangan terbalik. Banyak trader yang membeli saham tidak likuid karena beranggapan saham yang menguntungkan adalah saham yang bisa naik cepat. 

Anggapan seperti ini kurang tepat. Kalau anda benar2 ingin mencari saham yang bagus untuk ditradingkan, bahkan disimpan dalam waktu tertentu, pilihlah saham2 yang likuid. 

3. Saham yang perusahaannya bagus secara fundamental 

Saham yang bagus untuk dibeli adalah saham yang perusahaannya yang punya kinerja bagus dan mapan. Artinya, peran analisis fundamental sangat penting untuk mencari saham-saham yang layak dibeli. 

Anda bisa pelajari analisis fundamental untuk mencari saham bagus, untuk disimpan jangka panjang disini: Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sehat, valuasi saham wajar, membagikan dividen rutin, unggul di sektor industri adalah kriteria saham yang bagus untuk dibeli. Perusahaan2 di Bursa Efek yang mempunyai kinerja bagus dan unggul di sektor industri antara lain BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ICBP dan lain2. 

Jadi kalau anda punya tujuan investasi saham, pilihlah saham-saham bagus berdasarkan analisis fundamental. 

4. Kondisi pasar saham saat itu 

Saham yang bagus (terutama untuk trading jangka pendek), juga harus mempertimbangkan kondisi market saat itu. Pasar saham yang sedang bearish, membuat banyak saham yang harganya turun terus, demikian juga sebaliknya. 

Jadi menentukan saham mana yang ingin anda beli, anda juga harus mempertimbangkan kondisi market. Kalau market sedang jelek, sangat mungkin saham-saham yang likuid harganya masih turun terus. 

Sebagai trader / investor saham, anda juga harus memperhatikan momentum trading, melakukan manajemen modal yang benar, karena saham-saham yang bagus untuk dibeli seringkali tercipta dari kombinasi analisa dan momentum trading yang tepat. Pelajari juga: Strategi Trading Saat Pasar Saham Strong Bearish. 

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di pos ini. Melalui tulisan ini, harapannya anda sudah memiliki acuan / pedoman untuk menyeleksi secara mandiri saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Kriteria Saham yang Bagus untuk Dibeli

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak pilihan saham yang bisa anda beli. Namun, dengan modal yang terbatas, anda harus bisa memilih beberapa saham yang bagus untuk dibeli. 

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader: "Pak Heze, seperti apa kriteria saham yang bagus untuk dibeli? Karena seringkali saham yang saya beli harganya selalu turun terus".

Dalam dunia saham, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan dalam konteks yang terlalu luas. Kriteria saham yang bagus sebenarnya cukup objektif. Setiap dari anda pasti memiliki kriteria, standar, tipe trading yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga bisa saja kriteria saham bagus anda dengan trader lainnya berbeda. 

Tetapi ada beberapa analisis dan pertimbangan yang perlu anda lakukan agar anda bisa mengetahui kriteria saham-saham apa saja yang punya potensi menghasilkan profit. Untuk mencari saham yang bagus untuk dibeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Saham yang bagus secara teknikal 

Saham yang bagus secara teknikal adalah saham-saham yang layak dan bagus untuk dibeli, khususnya untuk trading saham. Ada banyak pola analisis teknikal yang menggambarkan kecenderungan suatu saham. Pelajari juga: Buku Saham Full Praktik Analisis Teknikal. 

Analisis teknikal yang terbentuk pada grafik saham, dapat menggambarkan kecenderungan / psikologis market saat itu. Ada banyak pola analisa teknikal yang mencerminkan potensi naiknya saham seperti support-resisten psikologis,  kombinasi candlestick-indikator, chart pattern. 

Selain itu, anda juga bisa pertimbangkan untuk memilih saham-saham yang diskon / murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon yang berpotensi naik, bisa anda pelajari strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

2. Saham yang likuid

Saham likuid merupakan saham yang lebih bagus dan risikonya kecil, karena saham likuid pergerakan harganya lebih stabil, lebih banyak ditradingkan (sehingga naik turunnya lebih jelas, pola2 teknikalnya juga mudah dianalisa), dan psikologis trader akan lebih tenang jika membeli saham2 likuid. 

Saham likuid contohnya seperti saham2 LQ45, yaitu saham2 yang bid-offernya tebal, banyak ditradingkan, grafik harga sahamnya membentuk pola2 yang jelas. 

Sebaliknya, saham yang tidak likuid, adalah saham2 yang berisiko untuk dibeli. Walaupun saham tersebut punya peluang naik puluhan persen sehari, namun risiko untuk jatuh puluhan persen sehari juga cukup besar. 

Saham2 tidak likuid memiliki pola pergerakan harga yang tidak beraturan, dan peminatnya sedikit. Untuk lebih jelasnya, anda bisa pelajari pos saya disini: Cara Membedakan Saham Likuid dan Saham Tidak Likuid.  

Jadi di dalam memilih saham bagus, konsepnya jangan terbalik. Banyak trader yang membeli saham tidak likuid karena beranggapan saham yang menguntungkan adalah saham yang bisa naik cepat. 

Anggapan seperti ini kurang tepat. Kalau anda benar2 ingin mencari saham yang bagus untuk ditradingkan, bahkan disimpan dalam waktu tertentu, pilihlah saham2 yang likuid. 

3. Saham yang perusahaannya bagus secara fundamental 

Saham yang bagus untuk dibeli adalah saham yang perusahaannya yang punya kinerja bagus dan mapan. Artinya, peran analisis fundamental sangat penting untuk mencari saham-saham yang layak dibeli. 

Anda bisa pelajari analisis fundamental untuk mencari saham bagus, untuk disimpan jangka panjang disini: Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sehat, valuasi saham wajar, membagikan dividen rutin, unggul di sektor industri adalah kriteria saham yang bagus untuk dibeli. Perusahaan2 di Bursa Efek yang mempunyai kinerja bagus dan unggul di sektor industri antara lain BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ICBP dan lain2. 

Jadi kalau anda punya tujuan investasi saham, pilihlah saham-saham bagus berdasarkan analisis fundamental. 

4. Kondisi pasar saham saat itu 

Saham yang bagus (terutama untuk trading jangka pendek), juga harus mempertimbangkan kondisi market saat itu. Pasar saham yang sedang bearish, membuat banyak saham yang harganya turun terus, demikian juga sebaliknya. 

Jadi menentukan saham mana yang ingin anda beli, anda juga harus mempertimbangkan kondisi market. Kalau market sedang jelek, sangat mungkin saham-saham yang likuid harganya masih turun terus. 

Sebagai trader / investor saham, anda juga harus memperhatikan momentum trading, melakukan manajemen modal yang benar, karena saham-saham yang bagus untuk dibeli seringkali tercipta dari kombinasi analisa dan momentum trading yang tepat. Pelajari juga: Strategi Trading Saat Pasar Saham Strong Bearish. 

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di pos ini. Melalui tulisan ini, harapannya anda sudah memiliki acuan / pedoman untuk menyeleksi secara mandiri saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Friday, 20 March 2020

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Menguasai analisis fundamental saham harus dapat anda terapkan untuk para trader maupun investor jangka panjang. Terutama kalau anda bertujuan investasi saham, maka analisis fundamental adalah senjata utama anda untuk memilih saham yang berkualitas. 

Jika anda ingin investasi jangka panjang (membeli saham dan disimpan selama minimal diatas 6 bulan), maka anda harus bisa menyeleksi saham-saham apa saja yang dapat menghasilkan potensi profit dalam jangka waktu yang panjang. 

Artinya, inti dari analisis fundamental adalah mencari perusahaan bagus, yaitu perusahaan yang memiliki: 

- Kinerja keuangan mapan
- Tren laba bersih naik dalam 5 tahun terakhir
- Sebisa mungkin menjadi leader di sektor industri
- Sektor usahanya berkembang & diminati masyarakat
- Memiliki historis tata kelola perusahaan yang bagus / positif 

Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, mapan, sahamnya akan selalu diminati oleh investor, sehingga saham-saham seperti ini akan mudah naik saat pasar saham pulih dari strong bearish, dan cenderung memiliki pola uptrend dalam jangka panjang. 

Sebagai tambahan, di dalam analisis fundamental, selain mencari perusahaan bagus, memahami harga wajar dan valuasi saham juga sangat penting sebagai dasar keputusan untuk membeli saham di harga yang murah (undervalue) dan wajar. 

Anda bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara mencari perusahaan bagus dan full praktik analisa fundamental untuk investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

Perusahaan yang bagus secara fundamental bisa anda pilih berdasarkan kriteria industrinya. Ada saham-saham yang tahan banting terhadap koreksi market. Ada saham-saham growth stock. Ada tipikal value stock dan lain-lain. Anda bisa memilih perusahaan2 bagus berdasarkan tipikal anda. 

MENCARI PERUSAHAAN BAGUS SAAT SAHAM TURUN 

Banyak anggapan analisis fundamental itu 'hanya berguna' saat pasar saham lagi bagus, dan tidak akan terlalu bermanfaat ketika market sedang turun, karena saat pasar saham turun, perusahaan2 bagus pun harganya downtrend.

Anggapan2 seperti ini kurang tepat. Analisis fundamental sangat dibutuhkan dalam semua kondisi market, baik saat market bullish maupun bearish. Jika dalam kondisi market bearish anda bisa memilih perusahaan bagus, maka saat market pulih, anda bisa mendapatkan profit berlipat. 

Kalau anda sudah trading / investasi di tahun 2008 atau 2015, anda pasti merasakan bagaimana perusahana2 bagus yang sahamnya jatuh, harganya bisa naik berlipat saat market sudah pulih kembali. 

Sebaliknya, kalau anda beranggapan bahwa analisis fundamental hanya berlaku untuk market bullish, maka kemungkinan besar anda akan membuang peluang-peluang bagus saat harga saham banyak yang murah. 

Disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham, kita juga sudah mempelajari konsep pergerakan harga saham. Dan saham-saham yang perusahaannya bagus itulah yang memiliki peluang bagus saat market sedang turun. 

Jadi di dalam kondisi bearish period, pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental bagus & undervalue. Saham-saham tersebut akan naik cepat saat market sudah pulih dan bahkan menghasilkan return yang jauh lebih maksimal dibandingkan saham2 lapis dua dan lapis tiga.

Kesimpulannya, mencari perusahaan bagus adalah bagian dari analisis fundamental, di mana analisa fundamental harus selalu anda lakukan dalam kondisi market apapun, untuk mencari kesempatan dan peluang emas, sehingga anda bisa memiliki portofolio saham yang berkualitas.