Showing posts with label Tips-Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips-Trik. Show all posts
Saturday, 19 May 2018
Wednesday, 8 February 2017
Ayo Coba Bisnis Murah Tapi Tidak Murahan
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Ayo Coba Bisnis Murah Tapi Tidak Murahan. Masih ingat dengan kata bijak keren dari pengusaha sukses Bob Sadino. Setinggi apapun pangkat yang anda miliki, Anda Tetap Seorang Pegawai... Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bos nya.
Ingin punya bisnis dengan modal sedikit, tidak perlu basa-basi tentang bisnis saat ini yang murah tapi tidak murahan. Bisnis pulsa, pulsa saat ini sudah menjadi menjadi salah satu kebutuhan pokok, karena ketika kita berbicara tentang pulsa maka kita akan berbicara tentang memasak nasi, belajar malam, atau lain sebagainya kebutuhan yang sangat penting.
Selain untuk menghidupkan alat komunikasi, saat ini pulsa juga digunakan untuk menghidupkan alat elektronik di rumah sehingga ini juga memperkuat bahwa pulsa sudah menjadi kebutuhan pokok. Untuk itu bisnis pulsa menjadi sesuatu yang menjanjikan sama halnya dengan bisnis beras yang pasti akan dicari orang meskipun kiri kanan kita sudah ada yang jual.
Berikut beberapa Bisnis Pulsa yang bisa Anda jalankan secara pribadi atau kelompok dari rumah secara online ataupun offline. Anda bisa mempelajarinya secara langsung melalui websitenya masing-masing atau bisa japri ke Admin Blog Defantri melalui WhatsApp di 0813-9609-2020, mungkin ada yang bisa kami bantu.
Beberapa hala yang dapat kita kerjakan pada MMBC Tour & Travel antara lain;
Gabung dari Form Pendaftaran Gratis selama 30 hari dengan Full Komisi!
Demikina beberapa Bisnis Pulsa yang bisa Anda jalankan secara pribadi atau kelompok dari rumah secara online ataupun offline. Anda bisa mempelajarinya secara langsung melalui websitenya masing-masing atau bisa japri ke Admin Blog melalui WhatsApp di 0813-3042-1320, mungkin ada yang bisa kami bantu.
Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Mari kita dukung Revolusi Mental untuk perubahan yang lebih baik;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Ayo Coba Bisnis Murah Tapi Tidak Murahan. Masih ingat dengan kata bijak keren dari pengusaha sukses Bob Sadino. Setinggi apapun pangkat yang anda miliki, Anda Tetap Seorang Pegawai... Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bos nya.Ingin punya bisnis dengan modal sedikit, tidak perlu basa-basi tentang bisnis saat ini yang murah tapi tidak murahan. Bisnis pulsa, pulsa saat ini sudah menjadi menjadi salah satu kebutuhan pokok, karena ketika kita berbicara tentang pulsa maka kita akan berbicara tentang memasak nasi, belajar malam, atau lain sebagainya kebutuhan yang sangat penting.
Selain untuk menghidupkan alat komunikasi, saat ini pulsa juga digunakan untuk menghidupkan alat elektronik di rumah sehingga ini juga memperkuat bahwa pulsa sudah menjadi kebutuhan pokok. Untuk itu bisnis pulsa menjadi sesuatu yang menjanjikan sama halnya dengan bisnis beras yang pasti akan dicari orang meskipun kiri kanan kita sudah ada yang jual.
Berikut beberapa Bisnis Pulsa yang bisa Anda jalankan secara pribadi atau kelompok dari rumah secara online ataupun offline. Anda bisa mempelajarinya secara langsung melalui websitenya masing-masing atau bisa japri ke Admin Blog Defantri melalui WhatsApp di 0813-9609-2020, mungkin ada yang bisa kami bantu.
PULSA GRAM 💬
Berikut beberapa alasan kenapa kita harus menggunakan pulsagram sebagai penyedia kebutuhan Pulsa kita.- Harga voucher Pulsa SANGAT MURAH !
- Biaya registrasi GRATIS tanpa dipungut biaya apa pun
- Biaya SMS reply Rp 0,- 😂 GRATIS
- Jumlah nominal deposit pulsa BEBAS tanpa ada minimal jumlah deposit
- Fasilitas jaringan pemasaran dg sistem matahari sampai 10 level
- Mendapatkan Web Replika http://www.pulsagram.com/?id=user_anda sehingga Anda dapat dengan mudah mengembangkan jaringan
- Bonus Komisi transaksi Rp 50/transaksi sampai 10 level
- Transaksi pulsa ONLINE 24 jam sehari NONSTOP
- Bisa transaksi pengisian Pulsa via SMS maupun chat YM dengan cepat & gratis
- Tersedia Web Reporting untuk memantau transaksi dan perkembangan downline
- 1 Simcard untuk isi pulsa semua HP GSM / CDMA
- Fasilitas paralel No HP master sampai 5 nomor HP
- Dukungan penuh customer service 7 hari seminggu tanpa libur jam 07.30-21.00
- Dukungan penuh kontak layanan melalui telepon, SMS & YM
- Didukung perangkat server terbaru sehingga lebih menjamin transaksi pulsa stabil.
- Dapat transfer deposit, pencairan komisi dlm bentuk tunai.
- Tidak ada target penjualan
- Pendaftaran member baru dapat dilakukan oleh setiap member
- Peluang usaha yang sangat mudah 😂produk yg dijual dibutuhkan semua orang 😂 dan resiko rendah
- Dapatkan berbagai macam tool & software gratis di member area
- Memiliki sistem jaringan pemasaran online yang sangat FAIR
- Sistem bisnis Pulsa dengan formula terbaru yang lebih menguntungkan dan lebih memudahkan Anda
- Bebas Rugi karena tanpa biaya dan pungutan apa pun sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk bergabung dengan kami
- Meskipun GRATIS Bonus tetap melimpah, Potensi income pasif Anda Milyaran rupiah
- Real Bisnis, Tidak ada target penjualan karena murni bisnis, hasil yang anda peroleh tergantung dari segi semangat anda berusaha menuju kehidupan yang lebih baik,untuk anda maupun orang-orang yang anda cintai.
KLIK MBC 💬
Yuk, mulai berbisnis hanya dengan 0 Rupiah! mungkin bisa jadi ajakan untuk memulai bisnis ini. Banyaknya aplikasi yang dapat dipakai pada MMBC Tour & Travel memberikan kepuasan bagi kita pelaku bisnis yang ingin terjun ke bisnis Tour & Travel.- Dengan support auto-sistem 😂Auto Booking, Auto Issued dan Auto TOPUP 😂.
- Cari jadwal penerbangan domestik dan international secara Realtime 😂Lion Group, Garuda, Sriwijaya, Citilink, AirAsia, Tiger, Kalstar, TransNusa, Trigana, JetStar, SusiAir, International Flight 😂.
- All-in-One Saldo untuk semua transaksi 😂Tiket Pesawat, Kereta, Bus Travel, Pengiriman Paket, Hotel, Tour, Umroh, PLN, BPJS, Telkom, TV Kabel, Pulsa, Leasing, Voucher Game, Tiket Bioskop, WaterBoom 😂.
- Isi Saldo secara Otomatis 24 jam dimanapun, kapanpun dan FREE CHARGE! 😂Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI, Bank BNI, OCBC, Maybank, Kartu Kredit, AlfaGroup 😂
Gabung dari Form Pendaftaran Gratis selama 30 hari dengan Full Komisi!
Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Mari kita dukung Revolusi Mental untuk perubahan yang lebih baik;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Thursday, 21 January 2016
Milih Jurusan IPA atau Jurusan IPS
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Bagi siswa yang duduk di bangku SMA, pasti tau dengan istilah “penjurusan”. Penjurusan di SMA ini secara umum dibagi menjadi IPA [Ilmu Pengetahuan Alam] dan IPS [Ilmu Pengetahuan Sosial]. Tetapi ada juga beberapa sekolah yang masih memberikan pilihan jurusan Bahasa. Beberapa tahun yang lalu, penjurusan di SMA dibagi menjadi lebih spesifik, ada jurusan Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa, dll. Tapi untuk pembahasan artikel kali ini, kita mau fokus untuk bahas tentang perbandingan jurusan IPA dan IPS.
Cerita kita tentang Jurusan IPA atau Jurusan IPS kali ini disajikan oleh A.R. Wibowo. Mari kita simak ceritanya;
Ngomong-ngomong soal penjurusan, sebetulnya apa sih tujuan dari penjurusan? Katanya sih, penjurusan ini punya tujuan untuk bikin siswa jadi fokus sama salah satu rumpun ilmu pengetahuan tertentu. Berarti idealnya nih, lo yang belajar IPA akan lebih fokus belajar tentang ilmu-ilmu yang mempelajari bagaimana alam ini bekerja seperti Fisika, Kimia, dan Biologi. Sementara lo yang jurusan IPS akan lebih ngulik ilmu tentang interaksi sosial masyarakat seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Cuma masalahnya, apakah betul pemisahan jurusan antar IPA dan IPS betul-betul merepresentasikan konsep itu?
Sebelum lanjut, gua mau cerita pengalaman kecil gua beberapa waktu yang lalu dicurhatin sama sepupu yang baru aja memutuskan jurusannya. Berhubung sepupu gua ini seneng debat ngikutin perkembangan politik dan ekonomi mancanegara, dia memilih IPS sebagai penjurusan di masa SMA-nya. Setelah sebulan menjalani kegiatan belajar-mengajar, sepupu gue mengeluh bahwa dia selalu dibanjiri dengan pertanyaan sama teman-temannya
Kalo mau bicara konsep ideal dari tujuan awal pemisahan antara dua rumpun ilmu tersebut, tentu saja jawabannya : nggak dong, anak IPA dan IPS kan punya ranahnya masing-masing. Tapi kalo kita balik ke realita, nggak bisa dipungkiri bahwa emang ada fenomena ganjil dalam dunia pendidikan kita, dimana jurusan IPS dinilai lebih inferior dibandingkan jurusan IPA. Bahkan kalo dibedah, jurusan IPA seolah-olah dipandang sebagai jurusan yang berisi anak-anak yang rajin belajar, suka ngitung, anak baik-baik, pekerja keras, tapi kurang banyak bergaul karena kebanyakan waktunya dihabisin di tempat les/bimbel. Sedangkan anak-anak IPS dipandang sebagai kumpulan anak yang males belajar, tukang main, lebih jago hafalan, punya kemampuan bergaul yang lebih oke dibandingkan dengan anak-anak IPA.
Pandangan seperti ini emang nggak cuma lo doang yang ngerasain di jaman sekarang ini. Miskonsepsi ini sebetulnya udah jadi semacam stigma nggak tertulis selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi. So, jangan heran kalo stereotype semacam ini nggak cuma ada di pikiran pelajar SMA, tapi juga sampai ke kalangan orangtua bahkan beberapa guru tertentu. Nah, dalam kesempatan kali ini, gua mau coba ngebahas beberapa miskonsepsi atau pandangan umum yang keliru antara jurusan IPA dengan jurusan IPS. Okay, langsung aja yuk kita mulai pembahasannya:

Penyebab adanya miskonsepsi seperti ini bisa jadi bermacam-macam, dari mulai kualitas soal dan tingkat kesulitan yang jomplang antara pelajaran-pelajaran IPA dengan IPS, kualitas/kemampuan guru IPA dan IPS yang berbeda, sampai gengsi dari kalangan orangtua murid. Hal-hal seperti inilah yang justru secara simultan menguatkan miskonsepsi ini dari waktu ke waktu. Tanpa sadar hal seperti ini yang membentuk stigma terhadap jurusan IPA maupun IPS. Sehingga siswa yang nilai akademisnya oke dituntut untuk masuk ke jurusan IPA, padahal mungkin sebetulnya ketertarikan minat dia adalah topik-topik yang berbau sosial.
Cuma karena gak mau dicap sebagai "anak kurang rajin belajar jadi gak mampu masuk IPA" jadinya milih jurusan yang sebetulnya bukan minat dia. Sebaliknya, siswa yang nilai akademisnya kurang oke jadi terpaksa masuk IPS karena standard nilai untuk masuk penjurusan IPA lebih tinggi daripada jurusan IPS, padahal mungkin sebetulnya minat anak ini lebih suka topik yang berkaitan dengan ilmu alam, cuma karena dia males belajar aja jadi terpaksa masuk IPS.
Nah, menurut gua sih idealnya baik lo yang mau masuk jurusan IPA atau IPS, dua-duanya harus punya standar sendiri-sendiri. Jadi, konsepnya bukan yang gak lulus jurusan IPA, langsung dimasukin ke jurusan IPS. Tapi dilihat dulu, apakah anak tersebut emang layak untuk masuk jurusan IPS atau enggak. Intinya setiap siswa diberikan kebebasan untuk memilih jurusan-nya sesuai dengan minat mereka masing-masing, yang tentu cermin yang paling mudah untuk melihat minat adalah nilai akademis masing-masing pelajaran. Terlepas dari nilai akademis itu, emang sebaiknya penjurusan itu dikembalikan lagi pada keputusan masing-masing siswa.
So, dengan ada standardisasi dan konsep seperti itu, sebetulnya nggak perlu ada tuh jenjang superioritas-inferioritas di antara dua bidang tersebut. Baik IPA maupun IPS sebetulnya sama-sama membutuhkan kompetensi yang berbeda-beda dan setiap pelajar bisa jadi bener-bener jago di bidangnya masing-masing.

Ini adalah salah satu stereotype yang dari dulu sampe sekarang awet banget nempelnya di masyarakat. Seolah-olah tingkat kecerdasan siswa itu cuma dibagi jadi dua tolak ukur doang: hitungan dan hafalan. Kalo lo jago hitungan ya itu tandanya lo cocok masuk ke jurusan IPA, kalo lo jago ngehafalin, berarti lo cocoknya masuk jurusan IPS. This is so wrong in so many ways!
Nggak ada satu pun pelajaran hitungan di IPA, baik Fisika, Kimia, dan Biologi itu sama sekali bukan pelajaran berhitung. Kalau pun ada yang namanya pelajaran berhitung, yang paling deket itu ya pelajaran Akuntansi, itu pun malah dia lebih pas masuk ke jurusan IPS.
Nggak ada satu pun pelajaran di IPS yang menuntut hafalan, kalo sekarang lo yang di jurusan IPS masih banyak ngehafalin materi pelajaran, berarti cara belajar lo yang keliru. Baik Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi itu pelajaran yang menuntut pemahaman konseptual yang komprehensif. Sementara kalo lo udah ngerti konsepnya, dengan sendirinya juga lo akan hafal sama istilah-istilah yang digunakan.
Nih ya, gua mau bahas sedikit pembedahan tingkat kecerdasan yang jauh lebih bener daripada pembagian hafalan-hitungan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, kemampuan manusia dalam domain kognitif terbagi menjadi tiga aspek, yaitu:
Level 1: Knowledge, yang termasuk dalam knowledge adalah pengetahuan kita mengenai fakta-fakta atau terminologi yang spesifik, pengetahuan mengenai metode-metode tertentu, dan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan teori-teori universal.
Level 2: Comprehension, Sedangkan comprehension merupakan kemampuan kognitif yang melibatkan kemampuan untuk memahami konsep, membandingkan konsep, menginterpretasikan suatu fenomena atau abstraksi tertentu, dan dapat menyimpulkan main idea dari pembahasan-pembahasan tertentu.
Level 3: Critical Thinking, terdiri dari beberapa dimensi, yaitu: analysis, evaluation, synthesis.
Suatu aktivitas pembelajaran dapat dikatakan efektif dan memberikan manfaat ketika aktivitas tersebut dapat membawa kita ke level 3: kognisi critical thinking. Ketika kita cuma itung-itungan dengan ngehafal rumus, atau tau istilah-istilah dengan cara ngehapal, maka lo hanya sampai ke level kognitif knowledge doang.
Nah untuk bisa belajar dengan cara yang bener, lo justru jangan cuma sampai ke level-1 doang, tapi lo juga dituntut untuk mengolah knowledge itu menjadi level 2: comprehension hingga ke level 3: analysis, evaluation, dan synthesis. Konsep inilah yang selama ini dibahas sama Glenn di artikel sebelumnya tentang perbedaan studying dengan learning.
So, menurut gue, baik ketika lo masuk jurusan IPA ataupun jurusan IPS, hapalan dan itungan itu bukanlah hal yang patut lo pusingin. Justru hal yang harus lo pastikan adalah apakah lo paham dengan apa yang disampaikan oleh guru/apa yang sedang lo pelajarin. Ketika lo udah paham sama suatu konsep, secara otomatis lo akan familiar dengan konsep tersebut, dan tanpa intensi untuk menghafal, lo akan hafal istilah-istilah dan rumus-rumus itu dengan sendirinya. Pas SMA, gue punya prinsip “Yang penting ngerti dulu, kalau hafal mah itu bonus buat gue.”
"Lha, bukannya selama ini gua pikir matematika itu identik dengan jurusan IPA?"
Nope. IPA maupun IPS adalah science. Maksudnya science, itu artinya ilmu mempelajari hal yang konkrit, sedangkan matematika itu adalah ilmu abstrak, bukan konkrit. Jadi sekali lagi, matematika itu bukan science
Istilah science artinya kita mempelajari ilmu yang bisa diamati dan bisa direpresentasikan dalam dunia nyata, pembuktiannya disebut dengan evidence. Sedangkan inti dari matematika itu adalah abstract modeling dari logika dimana pembuktiannya biasa disebut dengan proof. Jadi matematika merupakan ilmu pengetahuan murni yang bersifat abstrak dan dia bisa berdiri sendiri tanpa sokongan ilmu-ilmu lain.
So, Matematika itu sama sekali nggak identik sama hitungan apalagi jurusan IPA. Matematika itu gak nyambung sama sekali sama ilmu alam maupun hitungan. Jadi sebetulnya baik jurusan IPA maupun IPS harus sama-sama menguasai pelajaran matematika dengan baik, karena konsep-konsep dasar dari matematika bisa diterapkan untuk membantu cabang-cabang ilmu lainnya dalam proses pengembangan ilmu tersebut.

Ketika gue SBMPTN, banyak temen gue yang ngeluh karena anak-anak IPA dianggap sering “mengambil lahan” anak-anak IPS ketika memasuki jurusan-jurusan pas mau kuliah.
Sebetulnya sih, hal ini ada benernya juga, mengingat banyak banget anak-anak yang dulunya berada di jurusan IPA tapi pas SBMPTN ngambil jurusan IPC supaya bisa ambil jurusan IPS pas kuliahnya. Termasuk gue juga dari jurusan IPA emang akhirnya milih ngambil Psikologi di UI, hehe..
Terus biasanya kalo anak-anak IPA yang ngambil IPC ada yang lulus pas SBMPTN-nya dalam ngambil jurusan seperti Psikologi, Ekonomi, atau Hubungan Internasional, langsung pada menggerutu seperti ini.
"Halah anak IPA kenapa sih masih ngerebut aja lahan anak IPS!? Padahal kan mereka udah punya jurusannya sendiri, kenapa gak dari awal aja kalo gitu mereka ambil jurusan IPS? Mereka kan pinter-pinter jadi gampang aja kalo mau ngambil soshum, sedangkan kita yang di IPS kan gak bisa segampang itu ngambil jurusan IPA."
Nggak sedikit juga lho, lo ngedengerin komentar seperti ini, terutama nanti begitu lo yang di kelas 12 SMA udah mulai mikirin jurusan kuliah. Sebenernya sikap seperti ini mungkin lo anggep sebagai celotehan biasa aja, tapi jangan salah lho. Sikap seperti ini tuh bisa diterjemahkan sebagai sikap inferior yang juga berperan menambah pupuk paradigma yang salah tentang pembagian IPA maupun IPS.
Kita semua sebetulnya juga tau kan, kalo jurusan IPA mupun jurusan IPS sebetulnya bisa aja kok daftar IPC pas SBMPTN. Tinggal seberapa niat aja lo belajar sebelum SBMPTN dan seberapa siap elo untuk ngehadapin persaingan untuk mendapatkan jurusan di universitas tersebut. Jadi seharusnya nih, baik jurusan IPA maupun IPS ya kembali pada kompetisi yang fair dan sejajar sebagai sesama intelektual muda untuk bisa mendapatkan jurusan kuliah dan universitas yang diinginkan.
So, in the end, gue cuma mau nekenin kalau sebenernya IPA dan IPS itu bukanlah dua disiplin ilmu yang berlainan satu sama lain, bukan juga dua disiplin ilmu yang berada di satu kontinum yang sama [maksudnya gak bisa dibandingin kalo ilmu X lebih baik dari pada ilmu Y]. Setiap cabang ilmu pengetahuan menurut gue memiliki landasan berpikir masing-masing tapi ilmu-ilmu tersebut juga bisa terintegrasi satu sama lain dalam menjelaskan segala hal yang terjadi di alam semesta ini. Pemisahan antara "alam" dan "sosial" sebetulnya hanyalah simplifikasi dan label untuk melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang tertentu.
Misalnya gini deh, ketika kita meninjau kembali tentang fenomena wabah Black Death yang terjadi di Eropa pada abad 14, kita bisa meninjau fenomena ekstrim ini dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu. Buat lo yang belum tau, Black Death merupakan pandemi [wabah penyakit] pertama di dunia, dengan total kematian diperkirakan hingga 200 juta jiwa! [itu hampir sama banyaknya dengan jumlah populasi penduduk Indonesia sekarang lho].
Penyebabnya cuma bakteri yang namanya Xenopsylla cheopis. Hal ini mungkin bisa ditinjau dari sudut pandang biologi tentang bagaimana wabah ini menyebar dengan sistem parasit 2 level. Tikus [Rattus ratus] yg diparasiti oleh Pinjal [Xenopsylla cheopsis] dan diparasiti lagi oleh bakteri pes [Yersinia pestis]. Tapi, fenomena ini juga bisa ditinjau dari sudut pandang lain seperti perubahan sosiologi masyarakat Eropa yang berubah drastis. Sampai dalam sudut pandang politik dengan mulai dari berkurangnya kepercayaan terhadap otoritas Kerajaan Roma.
Nah, dari contoh fenomena wabah Black Death yang gua sedikit kupas di atas, kita jadi punya gambaran komprehensif terkait fenomena-fenomena tertentu di lingkungan kita dengan melihat dari berbagai macam sudut pandang, baik segi alam maupun sosial.
Selain itu, kita juga bisa mengambil kesimpulan yang tepat terkait suatu fenomena kalau kita bisa menganalisisnya dari berbagai sudut pandang dan memilih sudut pandang mana yang paling pas dan bisa menjelaskan fenomena-fenomena yang kita analisis.
Akhir kata pesen gua cuma satu, bahwa sebetulnya yang namanya ilmu itu gak bisa kita kategoriin sebagai IPA atau IPS, itu sebetulnya cuma label agar memudahkan untuk dipelajari doang. Karena pada hakikatnya, alam semesta ini bekerja dan berinteraksi dalam satu kesatuan sebagaimana adanya kita lihat sekarang ini, dan pembagian ilmu itu hanyalah penalaran kita untuk memudahkan cara kita memandang suatu fenomena yang terjadi.
Keterangan Sumber :
Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Bagi siswa yang duduk di bangku SMA, pasti tau dengan istilah “penjurusan”. Penjurusan di SMA ini secara umum dibagi menjadi IPA [Ilmu Pengetahuan Alam] dan IPS [Ilmu Pengetahuan Sosial]. Tetapi ada juga beberapa sekolah yang masih memberikan pilihan jurusan Bahasa. Beberapa tahun yang lalu, penjurusan di SMA dibagi menjadi lebih spesifik, ada jurusan Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa, dll. Tapi untuk pembahasan artikel kali ini, kita mau fokus untuk bahas tentang perbandingan jurusan IPA dan IPS.Cerita kita tentang Jurusan IPA atau Jurusan IPS kali ini disajikan oleh A.R. Wibowo. Mari kita simak ceritanya;
Ngomong-ngomong soal penjurusan, sebetulnya apa sih tujuan dari penjurusan? Katanya sih, penjurusan ini punya tujuan untuk bikin siswa jadi fokus sama salah satu rumpun ilmu pengetahuan tertentu. Berarti idealnya nih, lo yang belajar IPA akan lebih fokus belajar tentang ilmu-ilmu yang mempelajari bagaimana alam ini bekerja seperti Fisika, Kimia, dan Biologi. Sementara lo yang jurusan IPS akan lebih ngulik ilmu tentang interaksi sosial masyarakat seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Cuma masalahnya, apakah betul pemisahan jurusan antar IPA dan IPS betul-betul merepresentasikan konsep itu?
Sebelum lanjut, gua mau cerita pengalaman kecil gua beberapa waktu yang lalu dicurhatin sama sepupu yang baru aja memutuskan jurusannya. Berhubung sepupu gua ini seneng debat ngikutin perkembangan politik dan ekonomi mancanegara, dia memilih IPS sebagai penjurusan di masa SMA-nya. Setelah sebulan menjalani kegiatan belajar-mengajar, sepupu gue mengeluh bahwa dia selalu dibanjiri dengan pertanyaan sama teman-temannya
“Eh kenapa sih masuk IPS? Padahal kan lo pinter!”
JREENG....!! Nah lho, pernah gak sih lo yang punya nilai akademis oke di jurusan IPS ditanyain hal yang sama? Emangnya kalau sepupu gue pinter, kenapa temen-temennya pada nanyain kenapa dia nggak masuk jurusan IPA? Emang kalau lo pinter harus masuk jurusan IPA, ya? Emangnya anak-anak di jurusan IPS itu nggak sepinter mereka yang di IPA yak?Kalo mau bicara konsep ideal dari tujuan awal pemisahan antara dua rumpun ilmu tersebut, tentu saja jawabannya : nggak dong, anak IPA dan IPS kan punya ranahnya masing-masing. Tapi kalo kita balik ke realita, nggak bisa dipungkiri bahwa emang ada fenomena ganjil dalam dunia pendidikan kita, dimana jurusan IPS dinilai lebih inferior dibandingkan jurusan IPA. Bahkan kalo dibedah, jurusan IPA seolah-olah dipandang sebagai jurusan yang berisi anak-anak yang rajin belajar, suka ngitung, anak baik-baik, pekerja keras, tapi kurang banyak bergaul karena kebanyakan waktunya dihabisin di tempat les/bimbel. Sedangkan anak-anak IPS dipandang sebagai kumpulan anak yang males belajar, tukang main, lebih jago hafalan, punya kemampuan bergaul yang lebih oke dibandingkan dengan anak-anak IPA.
Pandangan seperti ini emang nggak cuma lo doang yang ngerasain di jaman sekarang ini. Miskonsepsi ini sebetulnya udah jadi semacam stigma nggak tertulis selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi. So, jangan heran kalo stereotype semacam ini nggak cuma ada di pikiran pelajar SMA, tapi juga sampai ke kalangan orangtua bahkan beberapa guru tertentu. Nah, dalam kesempatan kali ini, gua mau coba ngebahas beberapa miskonsepsi atau pandangan umum yang keliru antara jurusan IPA dengan jurusan IPS. Okay, langsung aja yuk kita mulai pembahasannya:
Mitos #1: Jurusan IPA lebih superior dan bergengsi daripada jurusan IPS.

Penyebab adanya miskonsepsi seperti ini bisa jadi bermacam-macam, dari mulai kualitas soal dan tingkat kesulitan yang jomplang antara pelajaran-pelajaran IPA dengan IPS, kualitas/kemampuan guru IPA dan IPS yang berbeda, sampai gengsi dari kalangan orangtua murid. Hal-hal seperti inilah yang justru secara simultan menguatkan miskonsepsi ini dari waktu ke waktu. Tanpa sadar hal seperti ini yang membentuk stigma terhadap jurusan IPA maupun IPS. Sehingga siswa yang nilai akademisnya oke dituntut untuk masuk ke jurusan IPA, padahal mungkin sebetulnya ketertarikan minat dia adalah topik-topik yang berbau sosial.
Cuma karena gak mau dicap sebagai "anak kurang rajin belajar jadi gak mampu masuk IPA" jadinya milih jurusan yang sebetulnya bukan minat dia. Sebaliknya, siswa yang nilai akademisnya kurang oke jadi terpaksa masuk IPS karena standard nilai untuk masuk penjurusan IPA lebih tinggi daripada jurusan IPS, padahal mungkin sebetulnya minat anak ini lebih suka topik yang berkaitan dengan ilmu alam, cuma karena dia males belajar aja jadi terpaksa masuk IPS.
Nah, menurut gua sih idealnya baik lo yang mau masuk jurusan IPA atau IPS, dua-duanya harus punya standar sendiri-sendiri. Jadi, konsepnya bukan yang gak lulus jurusan IPA, langsung dimasukin ke jurusan IPS. Tapi dilihat dulu, apakah anak tersebut emang layak untuk masuk jurusan IPS atau enggak. Intinya setiap siswa diberikan kebebasan untuk memilih jurusan-nya sesuai dengan minat mereka masing-masing, yang tentu cermin yang paling mudah untuk melihat minat adalah nilai akademis masing-masing pelajaran. Terlepas dari nilai akademis itu, emang sebaiknya penjurusan itu dikembalikan lagi pada keputusan masing-masing siswa.
So, dengan ada standardisasi dan konsep seperti itu, sebetulnya nggak perlu ada tuh jenjang superioritas-inferioritas di antara dua bidang tersebut. Baik IPA maupun IPS sebetulnya sama-sama membutuhkan kompetensi yang berbeda-beda dan setiap pelajar bisa jadi bener-bener jago di bidangnya masing-masing.
Mitos #2 :Anak IPA kuat di hitungan, IPS lebih kuat di hafalan

Nggak ada satu pun pelajaran hitungan di IPA, baik Fisika, Kimia, dan Biologi itu sama sekali bukan pelajaran berhitung. Kalau pun ada yang namanya pelajaran berhitung, yang paling deket itu ya pelajaran Akuntansi, itu pun malah dia lebih pas masuk ke jurusan IPS.
Nggak ada satu pun pelajaran di IPS yang menuntut hafalan, kalo sekarang lo yang di jurusan IPS masih banyak ngehafalin materi pelajaran, berarti cara belajar lo yang keliru. Baik Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi itu pelajaran yang menuntut pemahaman konseptual yang komprehensif. Sementara kalo lo udah ngerti konsepnya, dengan sendirinya juga lo akan hafal sama istilah-istilah yang digunakan.
Nih ya, gua mau bahas sedikit pembedahan tingkat kecerdasan yang jauh lebih bener daripada pembagian hafalan-hitungan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, kemampuan manusia dalam domain kognitif terbagi menjadi tiga aspek, yaitu:
Level 1: Knowledge, yang termasuk dalam knowledge adalah pengetahuan kita mengenai fakta-fakta atau terminologi yang spesifik, pengetahuan mengenai metode-metode tertentu, dan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan teori-teori universal.
Level 2: Comprehension, Sedangkan comprehension merupakan kemampuan kognitif yang melibatkan kemampuan untuk memahami konsep, membandingkan konsep, menginterpretasikan suatu fenomena atau abstraksi tertentu, dan dapat menyimpulkan main idea dari pembahasan-pembahasan tertentu.
Level 3: Critical Thinking, terdiri dari beberapa dimensi, yaitu: analysis, evaluation, synthesis.
- Analysis : menguji dan menguraikan informasi dan/atau pengetahuan dengan cara mengidentifikasi komponen-komponen dari informasi tersebut [misalnya: penyebab, efek, dan prevalensi]
- Evaluation: mengajukan dan mempertahankan opini dengan cara membuat penilaian mengenai informasi dari gagasan berdasarkan dengan kriteria-kriteria tertentu.
- Synthesis: mengumpulkan informasi-informasi terkait suatu gagasan tertentu untuk membuat suatu kesimpulan dan menghasilkan gagasan alternatif
Suatu aktivitas pembelajaran dapat dikatakan efektif dan memberikan manfaat ketika aktivitas tersebut dapat membawa kita ke level 3: kognisi critical thinking. Ketika kita cuma itung-itungan dengan ngehafal rumus, atau tau istilah-istilah dengan cara ngehapal, maka lo hanya sampai ke level kognitif knowledge doang.
Nah untuk bisa belajar dengan cara yang bener, lo justru jangan cuma sampai ke level-1 doang, tapi lo juga dituntut untuk mengolah knowledge itu menjadi level 2: comprehension hingga ke level 3: analysis, evaluation, dan synthesis. Konsep inilah yang selama ini dibahas sama Glenn di artikel sebelumnya tentang perbedaan studying dengan learning.
So, menurut gue, baik ketika lo masuk jurusan IPA ataupun jurusan IPS, hapalan dan itungan itu bukanlah hal yang patut lo pusingin. Justru hal yang harus lo pastikan adalah apakah lo paham dengan apa yang disampaikan oleh guru/apa yang sedang lo pelajarin. Ketika lo udah paham sama suatu konsep, secara otomatis lo akan familiar dengan konsep tersebut, dan tanpa intensi untuk menghafal, lo akan hafal istilah-istilah dan rumus-rumus itu dengan sendirinya. Pas SMA, gue punya prinsip “Yang penting ngerti dulu, kalau hafal mah itu bonus buat gue.”
Mitos #3: Anak IPA itu emang udah seharusnya lebih jago matematika daripada anak IPS
Miskonsepsi ini sebetulnya salah satu yang paling parah, bahkan di terjadi di kalangan guru sekalipun. Lo tau nggak sih kalo sebetulnya matematika ini bukanlah cabang dari bidang IPA [natural science], dan bukan juga IPS [social science]."Lha, bukannya selama ini gua pikir matematika itu identik dengan jurusan IPA?"
Nope. IPA maupun IPS adalah science. Maksudnya science, itu artinya ilmu mempelajari hal yang konkrit, sedangkan matematika itu adalah ilmu abstrak, bukan konkrit. Jadi sekali lagi, matematika itu bukan science
Istilah science artinya kita mempelajari ilmu yang bisa diamati dan bisa direpresentasikan dalam dunia nyata, pembuktiannya disebut dengan evidence. Sedangkan inti dari matematika itu adalah abstract modeling dari logika dimana pembuktiannya biasa disebut dengan proof. Jadi matematika merupakan ilmu pengetahuan murni yang bersifat abstrak dan dia bisa berdiri sendiri tanpa sokongan ilmu-ilmu lain.
So, Matematika itu sama sekali nggak identik sama hitungan apalagi jurusan IPA. Matematika itu gak nyambung sama sekali sama ilmu alam maupun hitungan. Jadi sebetulnya baik jurusan IPA maupun IPS harus sama-sama menguasai pelajaran matematika dengan baik, karena konsep-konsep dasar dari matematika bisa diterapkan untuk membantu cabang-cabang ilmu lainnya dalam proses pengembangan ilmu tersebut.
Mitos #4: Anak IPA bisa masuk semua jurusan kuliah, anak IPS cuma bisa soshum

Ketika gue SBMPTN, banyak temen gue yang ngeluh karena anak-anak IPA dianggap sering “mengambil lahan” anak-anak IPS ketika memasuki jurusan-jurusan pas mau kuliah.
Sebetulnya sih, hal ini ada benernya juga, mengingat banyak banget anak-anak yang dulunya berada di jurusan IPA tapi pas SBMPTN ngambil jurusan IPC supaya bisa ambil jurusan IPS pas kuliahnya. Termasuk gue juga dari jurusan IPA emang akhirnya milih ngambil Psikologi di UI, hehe..
Terus biasanya kalo anak-anak IPA yang ngambil IPC ada yang lulus pas SBMPTN-nya dalam ngambil jurusan seperti Psikologi, Ekonomi, atau Hubungan Internasional, langsung pada menggerutu seperti ini.
"Halah anak IPA kenapa sih masih ngerebut aja lahan anak IPS!? Padahal kan mereka udah punya jurusannya sendiri, kenapa gak dari awal aja kalo gitu mereka ambil jurusan IPS? Mereka kan pinter-pinter jadi gampang aja kalo mau ngambil soshum, sedangkan kita yang di IPS kan gak bisa segampang itu ngambil jurusan IPA."
Nggak sedikit juga lho, lo ngedengerin komentar seperti ini, terutama nanti begitu lo yang di kelas 12 SMA udah mulai mikirin jurusan kuliah. Sebenernya sikap seperti ini mungkin lo anggep sebagai celotehan biasa aja, tapi jangan salah lho. Sikap seperti ini tuh bisa diterjemahkan sebagai sikap inferior yang juga berperan menambah pupuk paradigma yang salah tentang pembagian IPA maupun IPS.
Kita semua sebetulnya juga tau kan, kalo jurusan IPA mupun jurusan IPS sebetulnya bisa aja kok daftar IPC pas SBMPTN. Tinggal seberapa niat aja lo belajar sebelum SBMPTN dan seberapa siap elo untuk ngehadapin persaingan untuk mendapatkan jurusan di universitas tersebut. Jadi seharusnya nih, baik jurusan IPA maupun IPS ya kembali pada kompetisi yang fair dan sejajar sebagai sesama intelektual muda untuk bisa mendapatkan jurusan kuliah dan universitas yang diinginkan.
So, in the end, gue cuma mau nekenin kalau sebenernya IPA dan IPS itu bukanlah dua disiplin ilmu yang berlainan satu sama lain, bukan juga dua disiplin ilmu yang berada di satu kontinum yang sama [maksudnya gak bisa dibandingin kalo ilmu X lebih baik dari pada ilmu Y]. Setiap cabang ilmu pengetahuan menurut gue memiliki landasan berpikir masing-masing tapi ilmu-ilmu tersebut juga bisa terintegrasi satu sama lain dalam menjelaskan segala hal yang terjadi di alam semesta ini. Pemisahan antara "alam" dan "sosial" sebetulnya hanyalah simplifikasi dan label untuk melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang tertentu.
Misalnya gini deh, ketika kita meninjau kembali tentang fenomena wabah Black Death yang terjadi di Eropa pada abad 14, kita bisa meninjau fenomena ekstrim ini dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu. Buat lo yang belum tau, Black Death merupakan pandemi [wabah penyakit] pertama di dunia, dengan total kematian diperkirakan hingga 200 juta jiwa! [itu hampir sama banyaknya dengan jumlah populasi penduduk Indonesia sekarang lho].
Penyebabnya cuma bakteri yang namanya Xenopsylla cheopis. Hal ini mungkin bisa ditinjau dari sudut pandang biologi tentang bagaimana wabah ini menyebar dengan sistem parasit 2 level. Tikus [Rattus ratus] yg diparasiti oleh Pinjal [Xenopsylla cheopsis] dan diparasiti lagi oleh bakteri pes [Yersinia pestis]. Tapi, fenomena ini juga bisa ditinjau dari sudut pandang lain seperti perubahan sosiologi masyarakat Eropa yang berubah drastis. Sampai dalam sudut pandang politik dengan mulai dari berkurangnya kepercayaan terhadap otoritas Kerajaan Roma.
Nah, dari contoh fenomena wabah Black Death yang gua sedikit kupas di atas, kita jadi punya gambaran komprehensif terkait fenomena-fenomena tertentu di lingkungan kita dengan melihat dari berbagai macam sudut pandang, baik segi alam maupun sosial.
Selain itu, kita juga bisa mengambil kesimpulan yang tepat terkait suatu fenomena kalau kita bisa menganalisisnya dari berbagai sudut pandang dan memilih sudut pandang mana yang paling pas dan bisa menjelaskan fenomena-fenomena yang kita analisis.
Akhir kata pesen gua cuma satu, bahwa sebetulnya yang namanya ilmu itu gak bisa kita kategoriin sebagai IPA atau IPS, itu sebetulnya cuma label agar memudahkan untuk dipelajari doang. Karena pada hakikatnya, alam semesta ini bekerja dan berinteraksi dalam satu kesatuan sebagaimana adanya kita lihat sekarang ini, dan pembagian ilmu itu hanyalah penalaran kita untuk memudahkan cara kita memandang suatu fenomena yang terjadi.
Keterangan Sumber :
- Huitt, W. [2004]. Bloom et al.'s taxonomy of the cognitive domain. Educational Psychology Interactive, 22.
- Carey, S. [2009], "Where our number concepts come from", Journal of Philosophy 106 [4]: 220–254
- [https://www.zenius.net/blog/5483/jurusan-ipa-ips-saintek-soshum]
CATATAN EDITOR
Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi atau mau sharing pengalaman lo jadi anak IPA atau IPS, gak usah malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini.
Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi atau mau sharing pengalaman lo jadi anak IPA atau IPS, gak usah malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini.
Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Tuesday, 22 September 2015
Penting Dibaca: 30 Aturan Sosial Tidak Tertulis Dalam Pergaulan Internasional
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Baik, catatan berikut yang aka kita save adalah aturan-aturan sederhana tetapi sangat bermanfaat bagi kita. Dengan menerapkan aturan sederhana ini, dijamin orang lain atau teman-teman kita akan merasa nyaman jika kita mendekat. Atau dengan kata lain jika aturan dalam pergaulan ini kita terapakan maka orang yang bersebelahan dengan kita tidak merasa gelisah karena kita di dekatnya.
Aturan-aturan ini juga tidak disampaikan secara tertulis, tidak seperti peraturan-peraturan lainnya seperti "Buanglah sampah pada tempatnya" atau "Dilarang merokok". Alasan pastinya juga tidak diketahui kenapa aturan-aturan tidak tulis besar-besar di rumah-rumah makan atau di warung kopi sehingga kita dan semua orang dengan cepat menerapkannya.
Seperti apa aturan-aturan yang tidak tertulis tapi sangat berguna, mari kita simak😊;
Mungkin apa yang sampaikan di atas, Anda melihatnya sederhana, tetapi coba kita mulai menerapkannya dan mari kita lihat perubahan pada diri kita masing-masing. Setidaknya kisah "Cerita Pelanggaran Sederhana Tetapi Menggambarkan Karakter Sebenarnya" yang berakhir dengan sangat tragis tidak akan terjadi kepada kita😊😊
Jika Bermanfaat👌 jangan lupa untuk berbagi 🙏Share is Caring👀
Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Ternyata ini Sebab Guru jadi Galak;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Baik, catatan berikut yang aka kita save adalah aturan-aturan sederhana tetapi sangat bermanfaat bagi kita. Dengan menerapkan aturan sederhana ini, dijamin orang lain atau teman-teman kita akan merasa nyaman jika kita mendekat. Atau dengan kata lain jika aturan dalam pergaulan ini kita terapakan maka orang yang bersebelahan dengan kita tidak merasa gelisah karena kita di dekatnya.Aturan-aturan ini juga tidak disampaikan secara tertulis, tidak seperti peraturan-peraturan lainnya seperti "Buanglah sampah pada tempatnya" atau "Dilarang merokok". Alasan pastinya juga tidak diketahui kenapa aturan-aturan tidak tulis besar-besar di rumah-rumah makan atau di warung kopi sehingga kita dan semua orang dengan cepat menerapkannya.
Seperti apa aturan-aturan yang tidak tertulis tapi sangat berguna, mari kita simak😊;
- Jika sekedar bertanya hal sederhana atau memberitahukan hal biasa, jangan menelepon seseorang lebih dari dua kali bahkan secara terus menerus. Jika mereka tidak mengangkat telepon Anda, itu berarti mereka memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diperhatikan.
- Ketika seseorang menjatuhkan sesuatu di lantai secara tidak sengaja atau menjatuhkan makanan dari piring atau tidak tahu bagaimana menggunakan pisau/ garpu jangan menatap mereka. Hal yang sama berlaku untuk orang yang bersin, batuk, atau bahkan kentut yang tidak terkendali. Ini adalah reaksi yang tidak disengaja.
- Selalu lewati menggunakan wastafel yang sedang digunakan dan jangan berdiri di sampingnya. Itu membuat gelisah bagi orang yang ada di situ.
- Kembalikan uang yang telah Anda pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepada Anda. Baik itu 1 rupiah atau 100,000 Rupiah. Ini menunjukkan integritas dan karakter Anda. Sama halnya dengan payung, pena, dan kotak makan siang.
- Jangan pernah memesan hidangan mahal di menu ketika seseorang mentraktir Anda untuk makan siang/makan malam. Jika mungkin minta mereka untuk memesan makanan pilihan mereka untuk Anda.
- Jangan mengajukan pertanyaan canggung seperti 'Oh jadi kamu belum menikah?' Atau 'Apakah kamu tidak punya anak' atau 'Mengapa kamu tidak membeli rumah?' Demi Tuhan, itu bukan masalahmu.
- Selalu buka pintu untuk orang yang datang di belakang Anda. Tidak masalah apakah itu laki-laki atau perempuan. Anda tidak menjadi kecil dengan memperlakukan seseorang dengan baik di depan umum.
- Jika Anda naik taksi dengan seorang teman, dan ia membayar sekarang, Anda membayar lain kali.
- Hormati pendapat politik yang berbeda.
- Jangan pernah menyela pembicaraan orang.
- Jika Anda menggoda seseorang, dan mereka sepertinya tidak menikmatinya, hentikan dan jangan pernah melakukannya lagi.
- Ucapkan "terima kasih" ketika seseorang membantu Anda.
- Puji di depan umum. Mengkritik secara pribadi.
- Hampir tidak pernah ada alasan untuk mengomentari berat badan seseorang. Katakan saja, "Kamu terlihat luar biasa." Jika mereka ingin berbicara tentang menurunkan berat badan, mereka akan melakukannya.
- Jika Anda mendapatkan penerbangan panjang atau naik kereta api, mandilah sebelumnya. Orang di sebelah Anda akan menghargainya.
- Ketika seseorang menunjukkan foto pada ponsel Anda, jangan geser ke kiri atau kanan. Anda tidak pernah tahu apa selanjutnya.
- Jika seorang kolega memberi tahu Anda bahwa mereka memiliki janji temu dokter, jangan tanya untuk apa, katakan saja harap Anda baik-baik saja. Jika mereka ingin membicarakannya, mereka akan melakukannya dan Anda tidak menempatkan mereka pada posisi yang tidak nyaman karena harus memberi tahu Anda tentang penyakit mereka.
- Perlakukan pembersih/OB dengan rasa hormat yang sama seperti CEO. Tidak ada yang terkesan betapa kasarnya Anda memperlakukan seseorang di bawah Anda, tetapi orang-orang akan memperhatikan jika Anda memperlakukan mereka dengan hormat.
- Jika seseorang berbicara langsung kepada Anda dan anda menatap HP maka Anda tidak sopan.
- Jangan pernah memberi saran sampai Anda diminta.
- Jangan membuat rencana di depan mereka yang tidak Anda libatkan.
- Jangan berbicara dengan seseorang jika mereka sedang menggunakan headphone.
- Ketika bertemu seseorang setelah waktu yang lama, kecuali mereka ingin membicarakannya, jangan tanya umur dan gajinya.
- Ketika seorang teman/ kolega menawarkan Anda makanan, Anda bisa dengan sopan mengatakan TIDAK. Tapi, jangan lakukan ini setelah mencicipi atau menciumnya. Ini merupakan penghinaan bagi orang yang telah menawarkannya kepada Anda.
- Ketika seseorang mulai berbicara tentang penyakitnya, jangan mulai membicarakan penyakit Anda.
- Saat seseorang yang Anda kenal memiliki perubahan penampilan yang jelas, misal, Kenaikan/ penurunan berat badan, titik botak, jerawat. jangan pernah mengomentarinya sampai mereka membicarakannya dengan Anda, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada mereka.
- Jangan pernah mencium bayi yang bukan milikmu.
- Pikirkan urusan Anda sendiri kecuali jika ada sesuatu yang melibatkan Anda secara langsung - jangan ikut campur.
- Jangan melihat setiap posting di Facebook sebagai peluang untuk berdebat, bahkan jika tidak sesuai dengan pandangan atau keyakinan Anda.
Mungkin apa yang sampaikan di atas, Anda melihatnya sederhana, tetapi coba kita mulai menerapkannya dan mari kita lihat perubahan pada diri kita masing-masing. Setidaknya kisah "Cerita Pelanggaran Sederhana Tetapi Menggambarkan Karakter Sebenarnya" yang berakhir dengan sangat tragis tidak akan terjadi kepada kita😊😊
Jika Bermanfaat👌 jangan lupa untuk berbagi 🙏Share is Caring👀
Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Ternyata ini Sebab Guru jadi Galak;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Saturday, 10 January 2015
Kemampuan Kita Yang Hilang Akibat Teknologi yang Semakin Canggih
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Tujuan utama sebuah teknologi diciptakan adalah mempermudah aktivitas penggunanya. Namun, dengan semakin dipermudahnya pengguna, ternyata ada efek samping yang cukup bisa menghilangkan kemampuan-kemampuan tertentu si pengguna.
Kemampuan apa sajakah yang hilang akibat teknologi? Berikut adalah beberapa kemampuan kita yang hilang akibat teknologi yang semakin canggih yang disadur dari Jalan Tikus (https://jalantikus.com/gadgets/7-kemampuan-kita-yang-hilang-akibat-teknologi-yang-semakin-canggih).

Saat ini, sudah banyak aplikasi Kalkulator yang bisa di download gratis dan mudah. Kalkulator tersebut tentunya akan mempermudah kamu untuk melakukan perhitungan, baik itu hitungan yang sederhana maupun yang kompleks. Sejak kemunculan kalkulator, banyak orang yang mulai mengandalkan kalkulator sebagai alat hitungnya. Kemampuan matematika atau menghitung orang tersebut secara perlahan-lahan akan menghilang dengan sendirinya digantikan dengan kalkulator.

Berkomunikasi dengan orang lain tentu hal yang penting dilakukan. Namun, sejak munculnya teknologi seperti smartphone, laptop dan lainnya. Berbicara ataupun berkomunikasi dengan orang lain sangat jarang terjadi. Kebanyakan dari mereka tetap fokus terhadap smartphone miliknya, tidak mencoba berbicara kepada orang lain. Jika hal ini terus-menerus dibiarkan, pastinya akan membuat kemampuan berbicara seseorang terutama terhadap orang-orang baru akan menurun dengan sendirinya.

Sebelum adanya Maps Online, orang-orang bisa membaca navigasi yang ada pada peta, menentukan arah yang ingin dilewati, menghapal tempat dan lain-lain. Namun, sekarang kita dipermudah dengan maps atau peta online. Dengan bantuan sebuah Maps, kamu tidak perlu kesulitan lagi menentukan arah kemana tempat yang ingin kamu tuju. Bahkan Google Maps sudah memberitahumu rute terbaik dan tercepat agar sampai ketempat tujuan. Dengan begini, lama-kelamaan kemampuan manusia untuk membaca navigasi akan menghilang.

Beberapa waktu sebelum adanya Internet, orang-orang menggunakan buku refensi atau pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan fakta ataupun informasi yang ingin dicari kebenarannya. Saat ini, orang dengan mudah mengecek sebuah fakta dari wikipedia. Padahal, sumber informasi yang ada di Wikipedia belum tentu benar semuanya.

Menulis semakin jarang dilakukan semenjak adanya komputer, laptop ataupun smartphone. Kebanyakan mereka lebih suka mengetik daripada menulis. Jika hal ini semakin sering dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang akan kehilangan kemampuan menulisnya.

Mengingat nomor telepon juga menjadi salah satu kemampuan manusia yang kian hilang. Padahal, dengan mengingat paling tidak 3 nomor telepon, akan menyelamatkan kamu dari keadaan darurat yang mungkin saja terjadi.

Ini merupakan hal yang cukup penting dan sudah banyak orang mulai kehilangan kemampuan yang satu ini. Meletakan teknologi bisa membuat kamu merasa lebih bebas dari sebelumnya. Akan tetapi, sekarang orang-orang sulit sekali meninggalkan teknologinya.
Budaya itu perlu kita lestarikan, salah satunya adalah maminta gondang, lihat anak-anak SMAN 2 Lintongnihuta belajar maminta gondang;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Tujuan utama sebuah teknologi diciptakan adalah mempermudah aktivitas penggunanya. Namun, dengan semakin dipermudahnya pengguna, ternyata ada efek samping yang cukup bisa menghilangkan kemampuan-kemampuan tertentu si pengguna.
Kemampuan apa sajakah yang hilang akibat teknologi? Berikut adalah beberapa kemampuan kita yang hilang akibat teknologi yang semakin canggih yang disadur dari Jalan Tikus (https://jalantikus.com/gadgets/7-kemampuan-kita-yang-hilang-akibat-teknologi-yang-semakin-canggih).
Matematika

Berkomunikasi dengan Orang Lain

Kemampuan Navigasi

Mengecek Fakta

Menulis

Mengingat Nomor Telepon

Meletakan Teknologi

Budaya itu perlu kita lestarikan, salah satunya adalah maminta gondang, lihat anak-anak SMAN 2 Lintongnihuta belajar maminta gondang;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Monday, 17 June 2013
Tuesday, 11 June 2013
Cukup Satu Alasan Untuk Maju
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Anda pernah mendengar kata orang pintar: Cukup 1% Inspirasi dan 99% Usaha. Pernyataan tersebut coba kita sederhanakan dengan: "Cukup Satu Alasan Untuk Maju dan Berjuta Alasan Untuk Mundur"
Mengapa dibutuhkan cukup 1% inspirasi? apakah tidak akan lebih baik inspirasi dengan dosis lebih tinggi lagi?
Mengapa dibutuhkan 1 alasan untuk maju? apakah tidak akan lebih baik alasan yang banyak untuk maju akan lebih baik?
Baiklah, terlepas dari hal ini, mari kita lihat fungsi dari Octane Booster yang biasanya ditambahkan sebagai zat additive atau tambahan pada bahan bakar kendaraan seperti bensin,untuk dapat meningkatkan kinerja/performance mesin yang berujung pada peningkatan akselerasi kecepatan dan respon mesin pada kendaraan.
Dapat kita lihat bahwa penambahan persentase kecil octane booster pada bahan bakar, sanggup melipatgandakan, atau minimal meningkatkan secara signifikan berbagai proses pada part-part mesin yang biasanya bekerja dengan kinerja 'normal' dengan bahan bakar standar. Dari hal ini dapat kita umpamakan bahwa inspirasi pun bekerja bagaikan octane booster pada diri seseorang, cukup sedikit inspirasi yang relevan dan mengena pada pemikiran untuk mampu menggerakkan seseorang sehingga dapat bertindak dengan lebih cepat, lebih yakin, lebih pasti, lebih bersemangat, lebih positif,lebih terfokus, seakan tidak ada hal yang dapat menghentikan mereka. Inilah fungsi sesungguhnya dari inspirasi.
Banyak kisah dan hal dari orang lain yang dapat dijadikan inspirasi, dan membantu orang lainnya untuk dapat mencapai cita-citanya.
Pada sebuah tayangan di tv, pernah ditampilkan seorang pebowling wanita yang hampir selalu mendapatkan 'strike' pada lemparannya, dan ternyata ia adalah seorang tuna netra! Saat ditanya apa yang memberikan kebahagiaan dalam pada hidupnya, ia menjawab: kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah bila ada orang lainnya yang terinspirasi oleh kondisi dirinya sehingga dapat mencapai cita-citanya dengan langkah lebih pasti dan mantap. Dan inilah salah satu fungsi inspirasi bagi manusia.
Hal sederhana yang bisa kita lihat, jika seorang pelari yang akan bertanding, dia hanya punya 1 tujuan yaitu sampai di finish dengan waktu yang tercepat. Apabila dia inginkan hal itu, apapun akan dia lakukan untuk sampai di garis finish dengan waktu yang tercepat. Mungkin akan latihan lebih keras dari yang biasanya atau lainnya.
Banyak hal-hal lain yang dapat kita ambil sebagai bahan inspirasi.
Apa yang menjadi inspirasi Anda? Hal apa, pengalaman apa, atau siapa saja yang menjadi inspirasi Anda saat ini? Temukanlah 1% hal [atau bahkan lebih dari 1%] yang dapat menjadi octane booster bagi kendaraan Anda menuju cita-cita dan impian.
Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Anda pernah mendengar kata orang pintar: Cukup 1% Inspirasi dan 99% Usaha. Pernyataan tersebut coba kita sederhanakan dengan: "Cukup Satu Alasan Untuk Maju dan Berjuta Alasan Untuk Mundur"Mengapa dibutuhkan cukup 1% inspirasi? apakah tidak akan lebih baik inspirasi dengan dosis lebih tinggi lagi?
Mengapa dibutuhkan 1 alasan untuk maju? apakah tidak akan lebih baik alasan yang banyak untuk maju akan lebih baik?
Baiklah, terlepas dari hal ini, mari kita lihat fungsi dari Octane Booster yang biasanya ditambahkan sebagai zat additive atau tambahan pada bahan bakar kendaraan seperti bensin,untuk dapat meningkatkan kinerja/performance mesin yang berujung pada peningkatan akselerasi kecepatan dan respon mesin pada kendaraan.
Dapat kita lihat bahwa penambahan persentase kecil octane booster pada bahan bakar, sanggup melipatgandakan, atau minimal meningkatkan secara signifikan berbagai proses pada part-part mesin yang biasanya bekerja dengan kinerja 'normal' dengan bahan bakar standar. Dari hal ini dapat kita umpamakan bahwa inspirasi pun bekerja bagaikan octane booster pada diri seseorang, cukup sedikit inspirasi yang relevan dan mengena pada pemikiran untuk mampu menggerakkan seseorang sehingga dapat bertindak dengan lebih cepat, lebih yakin, lebih pasti, lebih bersemangat, lebih positif,lebih terfokus, seakan tidak ada hal yang dapat menghentikan mereka. Inilah fungsi sesungguhnya dari inspirasi.
Banyak kisah dan hal dari orang lain yang dapat dijadikan inspirasi, dan membantu orang lainnya untuk dapat mencapai cita-citanya.
Pada sebuah tayangan di tv, pernah ditampilkan seorang pebowling wanita yang hampir selalu mendapatkan 'strike' pada lemparannya, dan ternyata ia adalah seorang tuna netra! Saat ditanya apa yang memberikan kebahagiaan dalam pada hidupnya, ia menjawab: kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah bila ada orang lainnya yang terinspirasi oleh kondisi dirinya sehingga dapat mencapai cita-citanya dengan langkah lebih pasti dan mantap. Dan inilah salah satu fungsi inspirasi bagi manusia.
Hal sederhana yang bisa kita lihat, jika seorang pelari yang akan bertanding, dia hanya punya 1 tujuan yaitu sampai di finish dengan waktu yang tercepat. Apabila dia inginkan hal itu, apapun akan dia lakukan untuk sampai di garis finish dengan waktu yang tercepat. Mungkin akan latihan lebih keras dari yang biasanya atau lainnya.
Banyak hal-hal lain yang dapat kita ambil sebagai bahan inspirasi.
Apa yang menjadi inspirasi Anda? Hal apa, pengalaman apa, atau siapa saja yang menjadi inspirasi Anda saat ini? Temukanlah 1% hal [atau bahkan lebih dari 1%] yang dapat menjadi octane booster bagi kendaraan Anda menuju cita-cita dan impian.
Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Friday, 7 June 2013
Belajar Sukses atau Sukses Belajar
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Menurut hukum Diterangkan Menerangkan (DM/MD) pada pelajaran Bahasa Indonesia, Belajar Sukses atau Sukses Belajar tidak dapat saya simpulkan yang mana Diterangkan dan yang mana Menerangkan. Berbeda dengan "Baju Baru" kita dapat dengan mudah menentukan yang mana Diterangakan dan Menerangkan nya, dengan catatan kita belajar Bahasa Indonesia. Belajar Sukses atau Sukses Belajar Anda pilih yang mana?
Belajar mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”.
Dalam berbisnis, belajar sudah menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku bisnis dapat dipastikan akan jauh tertinggal dan tersingkir dari persaingan, karena belajar menumbuhkan inovasi, dan inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam berbisnis. Belajar pun harus dilakukan dengan cepat, bahkan jika mungkin, harus lebih cepat dari pesaing, dan dari perubahan yang terjadi. Jadi, untuk sukses di bidang apa pun yang kita tekuni, kita harus ”BELAJAR”. Belajar yang bagaimana yang bisa membawa sukses? Simak belajar untuk sukses berikut.
➜
Misalnya: Rini, yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan,senantiasa menjadi andalan teman-teman, bahkan atasannya sebagai ”narasumber” dalam membantu mereka mengatasi berbagai masalah. Rini, yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris paling baik di antara teman-temannya, dan pengetahuan yang luas dalam bidang pemasaran dan keuangan, selalu saja dimintai pendapat dalam membuat surat dan proposal bisnis penting untuk mitra asing, ataupun dalam menyiapkan presentasi bisnis dan negosiasi dengan calon pembeli. Atasan Rinipun selalu membawa Rini dalam pertemuan dengan mitra bisnis asing, ataupun dalam menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis di luar negeri.
➜
Misalnya: Toto, yang memiliki minat besar dalam bidang e-learning, beberapa bulan terakhir ini banyak membaca berbagai literatur di bidang pembelajaran elektronik. Ketika perusahaan IT tempat ia bekerja kemudian mengembangkan bisnis ke arah e-learning, ia diberi kepercayaan untuk pembuatan proposal pengembangan bisnis di bidang e-learning. Ditunjang dengan pendidikannya di bidang keuangan, keterampilan di bidang teknologi informasi, dan pengetahuan yang baru saja dipupuknya di bidang e-learning, Toto berhasil menyusun berbagai keputusan bisnis yang lebih berkualitas dan dengan derajat keyakinan sukses yang lebih tinggi.
➜
Misalnya: Untuk memasuki bisnis teknologi tinggi yang penuh perubahan, pemain baru di industri ini haruslah menawarkan sesuatu yang baru agar bisa tampil sebagai pemenang. Inilah yang dilakukan oleh Michael Dell, pebisnis yang pada saat itu masih sangat muda. Pengetahuannya yang kuat di bidang perakitan komputer, serta kebiasaan belajarnya yang diperoleh dengan senantiasa mengamati perubahan yang terjadi di industri yang ditekuni, mendorong pemuda ini untuk berani tampil melibas pemain lama di dunia perakitan komputer. Cara baru yang cepat, unik, dan cerdas di tawarkan pada pelanggan, yaitu kesempatan untuk merakit komputer sesuai dengan kebutuhan sendiri, dengan harga yang relatif lebih murah, dan pengiriman yang lebih cepat.
➨ Yang diperlukan. Prioritas utama dalam pembelajaran tentunya adalah pembelajaran seputar topik-topik yang bisa langsung diperlukan untuk menunjang pekerjaan kita. Jika kita bergerak di bidang IT solution, tentunya kita harus banyak melahap literatur (buku, artikel,majalah) yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kita juga bisa belajar dengan mengamati sepak terjang tokoh-tokoh bisnis IT ataupun perusahaan IT yang telah sukses di bidang masing-masing. Jika kita bergerak di bidang SDM, pastilah topik-topik pengembangan sumber daya manusia, dan pelatihan-pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi topik-topik utama yang perlu kita gali.
➨ Yang menunjang. Selain mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan yang kita tekuni, kita juga bisa mempelajari pengetahuan dan keterampilan penunjang, yaitu yang bisa memberi nilai tambah bagi kualitas pekerjaan kita. Pengetahuan dan keterampilan bernegosiasi, berkomunikasi dengan efektif, menyusun anggaran, mengendalikan dan memimpin orang lain, project management, serta menyusun anggaran sudah pasti dapat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan kita dengan lebih baik.
➨ Yang disenangi. Pengetahuan dan keterampilan yang langsung terkait ataupun yang tidak langsung dapat menunjang pekerjaan kita memang sangat diperlukan. Tapi, yang juga kita perlukan adalah pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kesenangan dan kenikmatan bagi kita. Biasanya pengetahuan dan keterampilan ini berkaitan dengan minat dan hobi kita. Jika kita adalah seorang akuntan, tapi memiliki minat besar di bidang otomotif, kita bisa saja melahap bahan bacaan, melakukan observasi tentang dunia otomotif. Jika, ternyata kita mendapat kesempatan untuk mengaudit sebuah perusahaan otomotif, kita sudah memiliki latar belakang kegiatan otomotif yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Jadi, galilah dan pupuk minat kita walaupun sepertinya tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan kita saat ini.
➨ Yang meningkatkan kualitas watak. Yang juga perlu diingat dalam mencari hal-hal yang harus dipelajari, adalah tidak sekedar pengetahuan dan keterampilan ”teknis” semata. Yang lebih penting adalah melakukan pembelajaran dalam hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak, misalnya: belajarlah juga bagaimana mengembangkan integritas, kejujuran, disipilin, keyakinan sukses, kepemimpinan dan komitmen. Semua ini bisa kita gali melalui pengamatan terhadap atasan, bawahan, teman sejawat, ataupun tokoh sukses di sekitar kita. Sumber lain yang juga sangat kaya akan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak adalah buku-buku biografi orang-orang terkenal.
➜
Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan (bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak). Komitmen secara mental bisa dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari. Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna. Kesenangan akan topik yang dipelajari akan tumbuh jika kita bisa mencari dan menggali manfaat dari topik yang dipelajari tersebut, atau jika kita memiliki minat yang tinggi terhadap topik tersebut.
➜
➨
Selain membaca, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk melakukan observasi lapangan berbagai hal yang terjadi sekitar mereka. Cara lain yang mereka terapkan adalah mendengarkan informasi berbentuk ”audio” (kaset, CD) dalam perjalanan atau dalam melakukan pekerjaan lain. Mereka juga menyerap informasi penting dan menarik dari diskusi dengan sesama profesional, atasan, bawahan, pelanggan, guru, pelatih, dan juga dari pesaing. Mereka juga sering menyempatkan diri untuk menghadiri seminar, workshop, ataupun pelatihan singkat, ataupun menyempatkan waktu untuk meningkatkan diri melalui sarana elektronik (misalnya: anggota beberapa mailing list, memanfaatkan fasilitas e-learning).
➨
Setelah itu kita bisa menyusun strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar kita.
Misalnya, jika kita lebih mudah belajar di malam hari dan kita cenderung lebih efektif menyerap informasi dalam bentuk visual, maka strategi belajar kita adalah belajar hal-hal yang serius di malam hari dengan menggunakan input visual ataupun memvisualisasikan informasi yang kita terima (misalnya, kita bisa menggambarkan informasi yang kita baca dengan diagram, simbol-simbol, flowchart, grafik, yang dapat mempermudah pemahaman kita akan informasi yang akan kita serap).
➨
Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses. Dari artikel, buku biografi setebal puluhan sampai ratusan halaman, kita bisa memetik pengalaman berpuluh-puluh tahun dari orang-orang yang riwayat hidupnya dibukukan. Cara lain adalah membaca hasil survei di bidang-bidang yang kita minati. Hasil survei memetakan data dan informasi yang diekstraksi secara profesional dari pengalaman orang lain juga. Cara yang lebih mudah adalah ”bertanya” pada orang-orang yang kita anggap lebih berpengalaman dari kita dalam bidang-bidang yang kurang kita kuasai. Dengan belajar dari orang lain, kita bisa melipatgandakan pengetahuan yang kita dapatkan (yaitu pengetahuan dari pengalaman kita sendiri ditambah dengan pengetahuan dari orang-orang lain). Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan. Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak.
SELAMAT BELAJAR!
Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Menurut hukum Diterangkan Menerangkan (DM/MD) pada pelajaran Bahasa Indonesia, Belajar Sukses atau Sukses Belajar tidak dapat saya simpulkan yang mana Diterangkan dan yang mana Menerangkan. Berbeda dengan "Baju Baru" kita dapat dengan mudah menentukan yang mana Diterangakan dan Menerangkan nya, dengan catatan kita belajar Bahasa Indonesia. Belajar Sukses atau Sukses Belajar Anda pilih yang mana?
Belajar mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”.
Dalam berbisnis, belajar sudah menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku bisnis dapat dipastikan akan jauh tertinggal dan tersingkir dari persaingan, karena belajar menumbuhkan inovasi, dan inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam berbisnis. Belajar pun harus dilakukan dengan cepat, bahkan jika mungkin, harus lebih cepat dari pesaing, dan dari perubahan yang terjadi. Jadi, untuk sukses di bidang apa pun yang kita tekuni, kita harus ”BELAJAR”. Belajar yang bagaimana yang bisa membawa sukses? Simak belajar untuk sukses berikut.
Manfaat Belajar
Menurut D.A Benton yang telah mensurvei para CEO (Chief Executives Officers) dari berbagai bidang industri, belajar merupakan salah satu kebiasaan penting para CEO sukses. Pemimpin perusahaan yang efektif senantiasa mengembangkan diri dengan belajar, karena mereka banyak mendapatkan manfaat dari kebiasaan sukses ini.➜
Orang Penting
Dengan banyak ”belajar” kita menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan. Orang sekitar kita pun akan melihat dan merasakan ”aset” pengetahuan yang kita miliki, sehingga mereka akan datang kepada kita untuk mendapatkan ”solusi” yang mereka cari. Dengan demikian, kita bisa menjadi orang yang diperlukan oleh orang-orang sekitar kita, karena dianggap dapat memberikan manfaat, solusi bagi mereka. Alhasil, kemungkinan besar kita tidak akan tersingkir dari persaingan di tempat kerja. Sebaliknya, pengetahuan kita yang terus bertambah tersebut akan bisa membuka kesempatan besar untuk melaju dalam karier, ataupun dalam persaingan bisnis.Misalnya: Rini, yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan,senantiasa menjadi andalan teman-teman, bahkan atasannya sebagai ”narasumber” dalam membantu mereka mengatasi berbagai masalah. Rini, yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris paling baik di antara teman-temannya, dan pengetahuan yang luas dalam bidang pemasaran dan keuangan, selalu saja dimintai pendapat dalam membuat surat dan proposal bisnis penting untuk mitra asing, ataupun dalam menyiapkan presentasi bisnis dan negosiasi dengan calon pembeli. Atasan Rinipun selalu membawa Rini dalam pertemuan dengan mitra bisnis asing, ataupun dalam menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis di luar negeri.
➜
Keputusan Berkualitas
Pengetahuan dan keterampilan yang kita dapatkan dari kebiasaan belajar, bisa menjadi alat ampuh dalam membantu kita mengambil keputusan yang berkualitas. Dengan kemampuan yang selalu disempurnakan, kita menjadi lebih bijak dalam melihat suatu permasalahan, karena bisa melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini membantu kita untuk menghasilkan alternatif solusi yang lebih beragam, dan lebih tajam karena didukung dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih kaya.Misalnya: Toto, yang memiliki minat besar dalam bidang e-learning, beberapa bulan terakhir ini banyak membaca berbagai literatur di bidang pembelajaran elektronik. Ketika perusahaan IT tempat ia bekerja kemudian mengembangkan bisnis ke arah e-learning, ia diberi kepercayaan untuk pembuatan proposal pengembangan bisnis di bidang e-learning. Ditunjang dengan pendidikannya di bidang keuangan, keterampilan di bidang teknologi informasi, dan pengetahuan yang baru saja dipupuknya di bidang e-learning, Toto berhasil menyusun berbagai keputusan bisnis yang lebih berkualitas dan dengan derajat keyakinan sukses yang lebih tinggi.
➜
Master of Change
Pembelajaran senantiasa membawa perubahan, karena pengetahuan dan keterampilan yang baru, seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Di dunia bisnis yang diwarnai dengan perubahan yang cepat. Para pelakunya harus senantiasa menelurkan perubahan. Jika pelaku bisnis tidak berubah, maka mereka akan dilibas oleh perubahan tersebut. Sebaliknya, dengan senantiasa melakukan pembelajaran yang berkesinambungan, pelaku bisnis bisa menjadi pihak yang mengendalikan perubahan (master of change), bukan pihak yang menjadi korban perubahan.Misalnya: Untuk memasuki bisnis teknologi tinggi yang penuh perubahan, pemain baru di industri ini haruslah menawarkan sesuatu yang baru agar bisa tampil sebagai pemenang. Inilah yang dilakukan oleh Michael Dell, pebisnis yang pada saat itu masih sangat muda. Pengetahuannya yang kuat di bidang perakitan komputer, serta kebiasaan belajarnya yang diperoleh dengan senantiasa mengamati perubahan yang terjadi di industri yang ditekuni, mendorong pemuda ini untuk berani tampil melibas pemain lama di dunia perakitan komputer. Cara baru yang cepat, unik, dan cerdas di tawarkan pada pelanggan, yaitu kesempatan untuk merakit komputer sesuai dengan kebutuhan sendiri, dengan harga yang relatif lebih murah, dan pengiriman yang lebih cepat.
Apa Yang Dipelajari
Okay. Sekarang kita sudah yakin bahwa belajar itu dapat mendatangkan banyak manfaat. Tapi, apa sih sebenarnya yang harus kita pelajari?➨ Yang diperlukan. Prioritas utama dalam pembelajaran tentunya adalah pembelajaran seputar topik-topik yang bisa langsung diperlukan untuk menunjang pekerjaan kita. Jika kita bergerak di bidang IT solution, tentunya kita harus banyak melahap literatur (buku, artikel,majalah) yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kita juga bisa belajar dengan mengamati sepak terjang tokoh-tokoh bisnis IT ataupun perusahaan IT yang telah sukses di bidang masing-masing. Jika kita bergerak di bidang SDM, pastilah topik-topik pengembangan sumber daya manusia, dan pelatihan-pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi topik-topik utama yang perlu kita gali.
➨ Yang menunjang. Selain mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan yang kita tekuni, kita juga bisa mempelajari pengetahuan dan keterampilan penunjang, yaitu yang bisa memberi nilai tambah bagi kualitas pekerjaan kita. Pengetahuan dan keterampilan bernegosiasi, berkomunikasi dengan efektif, menyusun anggaran, mengendalikan dan memimpin orang lain, project management, serta menyusun anggaran sudah pasti dapat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan kita dengan lebih baik.
➨ Yang disenangi. Pengetahuan dan keterampilan yang langsung terkait ataupun yang tidak langsung dapat menunjang pekerjaan kita memang sangat diperlukan. Tapi, yang juga kita perlukan adalah pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kesenangan dan kenikmatan bagi kita. Biasanya pengetahuan dan keterampilan ini berkaitan dengan minat dan hobi kita. Jika kita adalah seorang akuntan, tapi memiliki minat besar di bidang otomotif, kita bisa saja melahap bahan bacaan, melakukan observasi tentang dunia otomotif. Jika, ternyata kita mendapat kesempatan untuk mengaudit sebuah perusahaan otomotif, kita sudah memiliki latar belakang kegiatan otomotif yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Jadi, galilah dan pupuk minat kita walaupun sepertinya tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan kita saat ini.
➨ Yang meningkatkan kualitas watak. Yang juga perlu diingat dalam mencari hal-hal yang harus dipelajari, adalah tidak sekedar pengetahuan dan keterampilan ”teknis” semata. Yang lebih penting adalah melakukan pembelajaran dalam hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak, misalnya: belajarlah juga bagaimana mengembangkan integritas, kejujuran, disipilin, keyakinan sukses, kepemimpinan dan komitmen. Semua ini bisa kita gali melalui pengamatan terhadap atasan, bawahan, teman sejawat, ataupun tokoh sukses di sekitar kita. Sumber lain yang juga sangat kaya akan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak adalah buku-buku biografi orang-orang terkenal.
Prinsip Belajar
Lalu, prinsip apa yang dapat kita terapkan dalam melakukan pembelajaran yang berkelanjutan? Ada dua prinsip yang harus kita perhatikan, yaitu:➜
Komitmen
Douglas Brown, seorang pakar bahasa, mengatakan bahwa jika ingin belajar dengan sukses, prinsip utamanya adalah komitmen, yaitu: komitmen secara fisik, mental, dan emosional. Prinsip ini tidak hanya berlaku bagi pembelajaran di bidang bahasa, melainkan juga di bidang-bidang lain. Menurut Brown, agar belajar memberikan hasil yang maksimal, seorang pembelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar.Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan (bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak). Komitmen secara mental bisa dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari. Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna. Kesenangan akan topik yang dipelajari akan tumbuh jika kita bisa mencari dan menggali manfaat dari topik yang dipelajari tersebut, atau jika kita memiliki minat yang tinggi terhadap topik tersebut.
➜
Praktik
Prinsip lainnya adalah praktik. Mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari akan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hidup kita. Tanpa praktik, lama-kelamaan pengetahuan dan keterampilan tersebut akan menjadi usang. Seperti halnya belajar mengendarai mobil. Jika kita hanya ”membaca” dan ”memahami” petunjuk dalam mengendarai mobil, tanpa ada usaha untuk mencoba ”menjalankan” mobil tersebut, maka pengetahuan ini akan sia-sia, kita tidak akan bisa mengendarai mobil. Kita harus mau mencoba turun ke jalan. Pada mulanya pasti banyak hambatan, tapi dengan berjalannya waktu, dan keinginan untuk belajar dari tiap kesalahan yang kita lakukan, kita akan semakin mahir dalam mengendarai mobil. Jadi, pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari, agar dapat memberikan manfaat yang optimal, perlu ”DIPRAKTIKKAN”.Strategi Belajar Sukses
Setelah mengetahui manfaat belajar, apa yang harus dipelajari, dan prinsip yang bisa diterapkan untuk belajar, kita juga perlu mengetahui strategi belajar yang dapat memberikan hasil yang optimal. Banyak strategi belajar yang bisa kita pilih untuk diterapkan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.➨
Belajar Efisien
Survei yang dilakukan terhadap orang-orang yang sudah mencapai posisi puncak membuktikan bahwa mereka memiliki kebiasaan ”belajar”. Pertanyaan selanjutnya: Bagaimana mereka bisa memiliki waktu belajar di tengah kesibukan mereka? Ternyata mereka bisa belajar kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Selain dari membaca buku, majalah dan surat kabar di rumah, mereka juga bisa memanfaatkan waktu menunggu, waktu makan siang, waktu di jalan (berkendaraan, maupun dalam penerbangan dan perjalanan dengan kereta api) untuk menambah ilmu.Selain membaca, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk melakukan observasi lapangan berbagai hal yang terjadi sekitar mereka. Cara lain yang mereka terapkan adalah mendengarkan informasi berbentuk ”audio” (kaset, CD) dalam perjalanan atau dalam melakukan pekerjaan lain. Mereka juga menyerap informasi penting dan menarik dari diskusi dengan sesama profesional, atasan, bawahan, pelanggan, guru, pelatih, dan juga dari pesaing. Mereka juga sering menyempatkan diri untuk menghadiri seminar, workshop, ataupun pelatihan singkat, ataupun menyempatkan waktu untuk meningkatkan diri melalui sarana elektronik (misalnya: anggota beberapa mailing list, memanfaatkan fasilitas e-learning).
➨
Belajar Efektif
Seperti juga kepribadian, setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah belajar melalui audio. Ada yang lebih dapat menyerap informasi yang berupa tampilan secara visual. Ada juga yang lebih mudah menyerap informasi melalui gerakan. Selain gaya belajar yang dihubungkan dengan indera, gaya belajar juga bisa dihubungkan dengan waktu. Sebagian orang lebih mudah belajar di pagi atau siang hari. Sedangkan sebagian lagi lebih mudah belajar di malam hari. Yang penting adalah mengenali gaya belajar kita.Setelah itu kita bisa menyusun strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar kita.
Misalnya, jika kita lebih mudah belajar di malam hari dan kita cenderung lebih efektif menyerap informasi dalam bentuk visual, maka strategi belajar kita adalah belajar hal-hal yang serius di malam hari dengan menggunakan input visual ataupun memvisualisasikan informasi yang kita terima (misalnya, kita bisa menggambarkan informasi yang kita baca dengan diagram, simbol-simbol, flowchart, grafik, yang dapat mempermudah pemahaman kita akan informasi yang akan kita serap).
➨
Belajar Bijak
Pengalaman (terutama kegagalan, kesuksesan, kesalahan) adalah guru yang terbaik. Jadi, jangan pernah melewatkan kesuksesan yang kita raih, kegagalan yang kita alami, dan kesalahan yang kita lakukan tanpa memetik pengalaman dari hal-hal tersebut. Tetapi waktu kita untuk belajar dari pengalaman sangat terbatas. Kita tidak akan bisa memanfaatkan semua waktu yang kita dapatkan untuk mempelajari semua yang kita perlukan. Untuk itu, kita perlu belajar cerdas dan bijak. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah belajar tidak hanya dari pengalaman kita sendiri, terutama adalah belajar dari pengalaman orang lain.Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses. Dari artikel, buku biografi setebal puluhan sampai ratusan halaman, kita bisa memetik pengalaman berpuluh-puluh tahun dari orang-orang yang riwayat hidupnya dibukukan. Cara lain adalah membaca hasil survei di bidang-bidang yang kita minati. Hasil survei memetakan data dan informasi yang diekstraksi secara profesional dari pengalaman orang lain juga. Cara yang lebih mudah adalah ”bertanya” pada orang-orang yang kita anggap lebih berpengalaman dari kita dalam bidang-bidang yang kurang kita kuasai. Dengan belajar dari orang lain, kita bisa melipatgandakan pengetahuan yang kita dapatkan (yaitu pengetahuan dari pengalaman kita sendiri ditambah dengan pengetahuan dari orang-orang lain). Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan. Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak.
SELAMAT BELAJAR!
Bagaiamana kisah sukses dan bagaimana tetap mulianya hati Cristiano Ronaldo meskipun sudah sukses bisa kita jadikan pelajaran yang berharga, mari kita simak;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Wednesday, 5 June 2013
Olahraga Otak Ini Harus Kita Lakukan Demi Melatih Konsentrasi
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.
Banyak orang menganggap olahraga adalah kegiatan fisik yang penting untuk kebugaran tubuh. Padahal, meski tidak terlihat, otak pun memerlukan olahraga untuk memelihara kesehatan dan agar kerjanya tetap optimal.
Setiap hari kita bisa melakukan olahraga fisik atau otak tetapi ika dibandingkan olahraga fisik, olahraga otak jauh lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan arena dan peralatan khusus. Olahraga otak juga dapat dikerjakan di mana saja. Olahraga otak juga dapat dilakukan sepanjang hidup kita.
Ada berbagai olahraga otak, misalnya:
✔ mengisi teka-teki silang (TTS),
✔ menyusun puzzle,
✔ bermain catur atau bridge,
✔ belajar bahasa asing dan
✔ mendengarkan musik.
Kegiatan yang relatif mudah dan menyenangkan serta memberi manfaat besar bagi otak. Kegiatan tersebut membuat kerja otak optimal dan tidak mudah pikun ketika berusia lebih lanjut.
”Sampai sekarang, pemahaman saya olahraga ya aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat dan menyehatkan tubuh. Lagi pula olahraga yang populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. Saya belum tahu soal olahraga otak,” kata Nur Hikmah (19), mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Inggris Akademi Bahasa Asing Jatiwaringin, Bekasi.
Dia kini menekuni karate di kampusnya dan berlatih seminggu sekali. Namun, ketika tahu begitu besar manfaat olahraga otak bagi dirinya, dia bertekad akan melaksanakan kegiatan itu. Selama ini, di lingkungan sekitarnya, seperti di rumah dan kampus, dia sangat jarang melihat orang berolahraga otak, seperti bermain catur atau mengisi TTS. Hal itu menyebabkan dia tidak tertarik menekuni kegiatan tersebut.
Lain halnya dengan Janna (19), mahasiswa semester II Jurusan Teknik Komputer Akademi Manajemen Informatika dan Komunikasi Jatiwaringin, dan Tasripah (21), mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika di kampus yang sama, sama-sama menggemari permainan catur. Mereka mengenal catur melalui ayah mereka masing-masing.
Setelah menguasai permainan itu, mereka berani mengajak adik, kakak atau kerabat lainnya bertanding. Mereka sering menang, bahkan mampu mengalahkan guru mereka, sang ayah. Namun, jarang ada anak perempuan lain yang mengerti catur di lingkungan mereka. Kondisi itu berlanjut hingga mereka kuliah. Alhasil, mereka kini jarang bermain catur kecuali di komputer.
”Waktu saya masih SD, saya juara tingkat RT. Sekarang malah tidak sempat lagi main catur,” kata Tasripah, yang kini menekuni karate demi belajar melindungi diri itu.
Menurut dia, ketika dia kecil di lingkungan tempat tinggalnya di Larangan, Brebes, Jawa Tengah, banyak yang menganggap catur adalah permainan anak laki-laki sehingga tidak ada anak perempuan lain yang ikut main catur.
”Awalnya, saya sering melihat orang main catur. Saya tertarik dan iseng bertanding melawan adik. Ternyata saya bukan hanya dapat mengalahkan adik saya, melainkan juga paman dan ayah saya,” kata Janna, yang juga sering menang dalam permainan catur di komputer.
Mereka sepakat permainan catur melatih konsentrasi mereka. ”Tiap kali main, pasti tidak mendengar apa-apa lagi, fokus ke papan catur,” ujar Tasripah.
Sementara Ahmad Dwi Rahmat Martono (26), mahasiswa semester V Manajemen Informatika AMIK Jatiwaringin, mengaku sejak kecil tidak pernah tertarik bermain catur atau olahraga otak lainnya.
Dalam permainan bridge terdapat unsur manajemen, melatih kesabaran, bersikap sopan santun, berkomunikasi, keterbukaan, dan bersikap jujur. Selain itu, banyak yang menganggap permainan bridge merupakan implementasi dari berbagai ilmu, seperti matematika, psikologi, dan manajemen.
Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional (BPPTN) Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) Roy E Tirtadji berpendapat, olahraga bridge membuatnya mampu menganalisis dan mengasah ilmu manajemennya. ”Saya seperti sekarang antara lain karena olahraga bridge,” kata Roy, beberapa waktu lalu. Dia antara lain pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group dan Presiden Lippoland Development.
Sementara permainan catur memberikan manfaat antara lain berupa menambah kecerdasan, melatih kedua sisi otak, meningkatkan konsentrasi, mencegah kepikunan, menambah memori, dan menambah kemampuan membaca. Permainan catur juga melatih disiplin, konsistensi, pengarsipan, dan menghitung cepat.
Di Sekolah Catur Utut Adianto, diyakini permainan catur merangsang kecerdasan anak dan melatih anak bermental baja serta tidak cengeng.
Berbeda dengan permainan catur dan bridge atau mengisi TTS, permainan di komputer belum tentu memberikan manfaat yang sama. Permainan dengan unsur kekerasan dan senjata membuat anak bersikap agresif, sedangkan video game dapat meningkatkan kecepatan detak jantung, tekanan darah, dan konsumsi oksigen cukup signifikan.
Seperti itulah garis besar apa yang disampaikan pada kolom Kebiasaan yang buat otak lemot
Pernah main game memindahkan orang keseberang sungai dengan syarat tertentu tapi tidak berhasil menyelesaikannya, simak cara penyelesaiannya;

Sumber https://www.defantri.com/
Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.
Banyak orang menganggap olahraga adalah kegiatan fisik yang penting untuk kebugaran tubuh. Padahal, meski tidak terlihat, otak pun memerlukan olahraga untuk memelihara kesehatan dan agar kerjanya tetap optimal.Setiap hari kita bisa melakukan olahraga fisik atau otak tetapi ika dibandingkan olahraga fisik, olahraga otak jauh lebih mudah dilakukan karena tidak memerlukan arena dan peralatan khusus. Olahraga otak juga dapat dikerjakan di mana saja. Olahraga otak juga dapat dilakukan sepanjang hidup kita.
Ada berbagai olahraga otak, misalnya:
✔ mengisi teka-teki silang (TTS),
✔ menyusun puzzle,
✔ bermain catur atau bridge,
✔ belajar bahasa asing dan
✔ mendengarkan musik.
Kegiatan yang relatif mudah dan menyenangkan serta memberi manfaat besar bagi otak. Kegiatan tersebut membuat kerja otak optimal dan tidak mudah pikun ketika berusia lebih lanjut.
”Sampai sekarang, pemahaman saya olahraga ya aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat dan menyehatkan tubuh. Lagi pula olahraga yang populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. Saya belum tahu soal olahraga otak,” kata Nur Hikmah (19), mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Inggris Akademi Bahasa Asing Jatiwaringin, Bekasi.
Dia kini menekuni karate di kampusnya dan berlatih seminggu sekali. Namun, ketika tahu begitu besar manfaat olahraga otak bagi dirinya, dia bertekad akan melaksanakan kegiatan itu. Selama ini, di lingkungan sekitarnya, seperti di rumah dan kampus, dia sangat jarang melihat orang berolahraga otak, seperti bermain catur atau mengisi TTS. Hal itu menyebabkan dia tidak tertarik menekuni kegiatan tersebut.
Lain halnya dengan Janna (19), mahasiswa semester II Jurusan Teknik Komputer Akademi Manajemen Informatika dan Komunikasi Jatiwaringin, dan Tasripah (21), mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika di kampus yang sama, sama-sama menggemari permainan catur. Mereka mengenal catur melalui ayah mereka masing-masing.
Setelah menguasai permainan itu, mereka berani mengajak adik, kakak atau kerabat lainnya bertanding. Mereka sering menang, bahkan mampu mengalahkan guru mereka, sang ayah. Namun, jarang ada anak perempuan lain yang mengerti catur di lingkungan mereka. Kondisi itu berlanjut hingga mereka kuliah. Alhasil, mereka kini jarang bermain catur kecuali di komputer.
”Waktu saya masih SD, saya juara tingkat RT. Sekarang malah tidak sempat lagi main catur,” kata Tasripah, yang kini menekuni karate demi belajar melindungi diri itu.
Menurut dia, ketika dia kecil di lingkungan tempat tinggalnya di Larangan, Brebes, Jawa Tengah, banyak yang menganggap catur adalah permainan anak laki-laki sehingga tidak ada anak perempuan lain yang ikut main catur.
”Awalnya, saya sering melihat orang main catur. Saya tertarik dan iseng bertanding melawan adik. Ternyata saya bukan hanya dapat mengalahkan adik saya, melainkan juga paman dan ayah saya,” kata Janna, yang juga sering menang dalam permainan catur di komputer.
Mereka sepakat permainan catur melatih konsentrasi mereka. ”Tiap kali main, pasti tidak mendengar apa-apa lagi, fokus ke papan catur,” ujar Tasripah.
Sementara Ahmad Dwi Rahmat Martono (26), mahasiswa semester V Manajemen Informatika AMIK Jatiwaringin, mengaku sejak kecil tidak pernah tertarik bermain catur atau olahraga otak lainnya.
Manfaat
Olahraga otak sepintas sepele dan hanya bermain-main mengisi waktu luang. Namun, perlu disadari bahwa kegiatan ini penting bagi otak. Selain untuk istirahat dan rekreasi, olahraga otak juga membuat otak segar kembali sehingga dapat bekerja optimal. Olahraga otak umumnya juga membuat orang berpikir, menganalisis, melatih kecerdasan emosional, mencegah kepikunan, serta menumbuhkan motivasi untuk meraih kemenangan melalui cara yang jujur dan sportif.Dalam permainan bridge terdapat unsur manajemen, melatih kesabaran, bersikap sopan santun, berkomunikasi, keterbukaan, dan bersikap jujur. Selain itu, banyak yang menganggap permainan bridge merupakan implementasi dari berbagai ilmu, seperti matematika, psikologi, dan manajemen.
Ketua Badan Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional (BPPTN) Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) Roy E Tirtadji berpendapat, olahraga bridge membuatnya mampu menganalisis dan mengasah ilmu manajemennya. ”Saya seperti sekarang antara lain karena olahraga bridge,” kata Roy, beberapa waktu lalu. Dia antara lain pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group dan Presiden Lippoland Development.
Sementara permainan catur memberikan manfaat antara lain berupa menambah kecerdasan, melatih kedua sisi otak, meningkatkan konsentrasi, mencegah kepikunan, menambah memori, dan menambah kemampuan membaca. Permainan catur juga melatih disiplin, konsistensi, pengarsipan, dan menghitung cepat.
Di Sekolah Catur Utut Adianto, diyakini permainan catur merangsang kecerdasan anak dan melatih anak bermental baja serta tidak cengeng.
Berbeda dengan permainan catur dan bridge atau mengisi TTS, permainan di komputer belum tentu memberikan manfaat yang sama. Permainan dengan unsur kekerasan dan senjata membuat anak bersikap agresif, sedangkan video game dapat meningkatkan kecepatan detak jantung, tekanan darah, dan konsumsi oksigen cukup signifikan.
Seperti itulah garis besar apa yang disampaikan pada kolom Kebiasaan yang buat otak lemot
Pernah main game memindahkan orang keseberang sungai dengan syarat tertentu tapi tidak berhasil menyelesaikannya, simak cara penyelesaiannya;

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.





