Sunday, 22 March 2026

10 Komplikasi Pasca Operasi yang Mungkin Dialami Pasien!

komplikasi-sesudah-operasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Pembedahan atau operasi adalah salah satu tindakan medis yang sering dianjurkan dokter untuk mengurangi atau menghilangkan keluhan dan gejala pasien. Sedangkan dokter bedah merupakan suatu spesialisasi untuk mengobati penyakit dan gangguan dengan memotong, mengangkat atau mengganti bagian tubuh dengan prosedur operasi yang membuka tubuh untuk diobati. Namun Definisi ini perlahan-lahan berubah, karena prosedur operasi yang baru tidak memerlukan pembukaan ke dalam tubuh.

Tidak jarang di antara kita takut untuk menjalani operasi karena berbagai pertimbangan mulai dari biaya, malu dan seram membayangkan tindakan operasi, bahkan sampai takut akan komplikasi yang akan terjadi.

Komplikasi Pasca-Operasi

Umumnya komplikasi sesudah operasi tidak dapat dihindarkan dari setiap tindakan medis apapun, termasuk tindakan medis yang ringan sekalipun seperti pengambilan darah maupun penginfusan oleh tenaga medis.

Namun meskipun begitu Anda tidak perlu terlalu berlebihan untuk mengkhawatirkannya, karena setiap tindakan dan prosedur medis termasuk pembedahan atau operasi pasti akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya dahulu sebelum dianjurkan oleh dokter.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa komplikasi yang mungkin muncul setelah tindakan operasi atau pembedahan, mulai dari yang ringan hingga berat seperti kematian. Berikut pemaparannya:

1. Demam

Demam merupakan suatu sistem pertahanan tubuh dan bukanlah suatu penyakit. Dengan demam kita dapat mengetahui bahwa sistem imune seseorang masih dapat bekerja dengan baik. Demam pasca operasi sering terjadi pada beberapa kasus, dan tinggi rendahnya suhu tubuh ini relatif bervariasi.

Demam ringan setelah operasi adalah hal yang biasa terjadi pada minggu pertama pemulihan. Kondisi ini adalah cara tubuh melawan segala infeksi potensial yang mungkin ada dari tindakan bedah sebelumnya.

2. Rasa tidak nyaman pada mulut & tenggorokan

Untuk pasien-pasien yang telah menjalankan operasi terkadang sering mengeluh akan rasa tidak nyaman atau rasa kering pada mulut atau tenggorokan mereka. Hal ini dapat terjadi akibat dari pemberian obat anestesi atau alat anestesi, selama tindakan operasi berlangsung.

Untuk tindakan operasi yang besar, biasanya prosedur pembiusan (anestesi) juga bukan yang biasa-biasa saja. Sebelum dilakukan tindakan operasi, biasanya pasien akan dibius terlebih dahulu dengan obat-obat anestesi, namun untuk menjaga saluran napas agar tetap aman selama operasi, biasanya dokter anestesi akan memasukan alat khusus hingga tenggorokan untuk mengamankan jalan napas pasien dari kemungkinan terjadinya aspirasi (cairan yang masuk ke jalan napas) dari saluran cerna.

Komplikasi sesudah operasi ini biasanya akan hilang dalam jangka waktu satu atau dua hari, atau mungkin beberapa hari lebih lama jika selang pernapasan tetap dipasang setelah prosedur operasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Luka setelah operasi

Komplikasi yang mungkin terjadi lainnya adalah luka bekas operasi yang tidak kunjung sembuh, seperti luka yang basah, mengeluarkan cairan terus menerus, dan tidak mengering.

Pada umumnya setiap manusia masih mempunyai sistem imun yang baik, memiliki kemampuan tubuh untuk menutup luka.

Luka pasca operasi yang tidak kunjung sembuh dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kurangnya menjaga kebersihan area sekitar luka, tidak mengikuti anjuran dokter untuk mengkontrol luka, diet makanan yang tidak sehat hingga pasien yang memiliki sistem imun tubuh yang rendah (seperti pada pasien yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan dan steroid atau pasien dengan penyakit autoimun); itu semua dapat menyebabkan proses penyembuhan menjadi lama.

Pada beberapa kasus, selain penutupan luka pasca operasi yang lama. Proses penyembuhan luka pasca operasi kadang dapat pula menjadi suatu jaringan parut yang terkadang timbul melebihi luka sayatan operasi. Jaringan parut ini dikenal dengan istilah keloid.

4. Waktu pemulihan yang lebih lama

Telah disinggung sebelumnya, bahwa setiap tindakan operasi atau pembedahan adalah untuk mengurangi dan menghilangkan sumber masalah yang menjadi keluhan pasien. Namun waktu pemulihan pasien pasca operasi ini sangatlah bervariasi.

Untuk tindakan pembedahan yang bersifat relatif ringan-sedang tanpa komplikasi sesudah operasi, waktu pemulihan pasca operasi akan berlangsung lebih singkat dan cepat dibandingkan dengan tindakan operasi yang berat dengan komplikasi.

Waktu pemulihan dari setiap pasien pun bervariasi tergantung beberapa faktor yang memengaruhinya. Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhinya:

  • Sistem Imune. Pasien dengan sistem imun yang rendah seperti pada pasien yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan atau steroid dan pasien dengan penyakit autoimun, biasanya memiliki waktu pemulihan yang lebih lama.
  • Riwayat penyakit terdahulu. Untuk pasien yang sebelumnya memang sudah memiliki penyakit yang berat sebelum dilakukan tindakan operasi, biasanya waktu pemulihannya pun akan berangsur lebih lama atau bahkan malah menjadi perburukan.
  • Usia. Untuk pasien-pasien yang masih bayi (<1th) dan lansia (>65th), sebelum dilakukan operasi biasanya akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang didapat karena untuk rasio umur tersebut biasanya waktu pemulihan akan berlangsung lebih lama.
  • Radioterapi. Untuk pasien pasca pembedahan tumor ganas (kanker) yang mendapatkan terapi radiasi, biasanya waktu pemulihannya pun akan menjadi lebih lama, karena kaitannya terapi radiasi yang diberikan dengan sistem imunnya.
  • Kebiasaan (habit). Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol atau diet makanan yang tidak sehat, juga memengaruhi waktu pemulihan pasca operasinya.
  • Malnutrisi. Pasien dengan malnutrisi juga memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih lama.

5. Rasa tidak nyaman saat BAK

Komplikasi pasca operasi seperti sulit buang air kecil (BAK) atau anyang-anyangan adalah hal yang umum terjadi, karena selama tindakan operasi pasien akan dipasangkan selang kencing (kateter). Dan rasa tidak nyaman atau anyang-anyangan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua hari pasca operasi.

6. Rasa tidak nyaman untuk BAB

Selain tidak nyaman untuk BAK, untuk pasien yang memiliki masalah di area pencernaan dan dubur, seperti pada pasien dengan ambeien atau wasir yang berat (derajat IV), biasanya karena pasien masih trauma (takut) akibat nyeri yang disebabkan oleh wasir sebelumnya, maka setelah operasi pun terkadang pasien enggan untuk BAB karena takut.

7. Depresi

Untuk kasus tertentu, komplikasi pasca operasi terkadang juga dapat mengalami depresi. Hal ini dapat terjadi biasanya pada pasien-pasien yang mendapatkan operasi amputasi dan operasi pengangkatan kanker.

Pasien pasca operasi amputasi biasanya akan merasa sedih, malu dan depresi karena kehilangan salah satu anggota tubuhnya. Sehingga pendekatan melalui anggota keluarga, teman atau kerabat dapat sangat membantu proses pemulihan pasien.

Begitu pula pasien dengan kanker, pasien ini biasanya akan merasa bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan sehingga selalu merasa sedih, depresi dan tidak memiliki semangat hidup sama sekali. Sehingga konseling untuk pasien ini sangat penting untuk diberikan.

8. Perdarahan

Meskipun jarang, perdarahan pasca operasi masih mungkin tetap dapat terjadi, dan hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kemampuan seseorang untuk menghentikan luka pun berbeda-beda.

Biasanya sebelum melakukan suatu tindakan operasi, dokter akan memintakan beberapa pemeriksaan laboratorium darah, yang dimana salah satunya adalah untuk menilai kemampuan pembekuan darah pasien tersebut. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi.

9. Infeksi

Komplikasi pasca operasi yang tidak terlalu diinginkan lainya ada infeksi. Infeksi pasca operasi dapat bertambah berat, terutama untuk kasus-kasus pasien dengan kondisi imun yang rendah atau pasien dengan infeksi berat sebelumnya.

Mencegah infeksi setelah operasi sangat penting dan bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik. Antibiotik biasanya diresepkan setelah operasi dengan komplikasi yang berat atau yang telah terinfeksi sebelumnya.

Mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi sejak dini dapat membantu pemulihan lebih cepat, karena infeksi akan memperlambat atau bahkan menghentikan proses penyembuhan.

10. Kematian

Komplikasi yang paling ditakuti adalah kematian. Risiko terjadinya kematian tidak dapat disingkirkan dari proses operasi baik sebelum, selama maupun pasca pembedahan.

Komplikasi ini tidak sertamerta akibat adanya kesalahan prosedur operasi. Banyak hal yang dapat memengaruhi dan memperburuk kondisi pasien selama proses operasi berlangsung.

Itulah beberapa komplikasi pasca operasi yang mungkin dapat terjadi. Namun perlu diingat di sini adalah bahwa setiap komplikasi sesudah operasi tidak selalu harus ada, karena banyak faktor lain juga yang memengaruhi hingga komplikasi tersebut terjadi. Dan dokter pasti akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya, serta memberikan informasi kemungkinan yang dapat terjadi selama dan setelah operasi terlebih dahulu kepada pasien dan keluarga pasien yang berkepentingan.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.

7 Manfaat Buah Langsat, Baik untuk Kulit Hingga Cegah Penyakit Kronis

manfaat-buah-langsat-doktersehat

DokterSehat.Com – Buah langsat adalah salah satu buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Buah mirip duku ini tidak hanya lezat dan menyegarkan, tapi ternyata juga menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Yuk, kenali kenali lebih jauh tentang buah langsat dan berbagai manfaat buah langsat untuk tubuh berikut ini!

Sekilas tentang Buah Langsat

Langsat adalah buah dari anggota family Meliaceae. Langsat (L. domesticum var. domesticum) memiliki bentuk yang sangat mirip dengan buah duku, karena keduanya memang berasal dari spesies yang sama.

Perbedaan paling mencolok dari langsat dan duku adalah pada bentuk kulit langsat yang lebih tipis dan langsat cenderung lebih bergetah sekalipun buahnya sudah masak, sedangkan buah duku tidak akan menghasilkan getah apabila sudah masak.

Kedua buah ini sama-sama nikmat dan menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan. Buah langsat tinggi kandungan serat, vitamin, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Buah langsat mengandung polifenol yang berlimpa, sebagian terdapat dalam daging buahnya, tapi paling banyak ada pada bagian kulit dan bijinya.

Sebuah analisis kuantitatif menunjukkan bahwa langsat termasuk ke dalam buah yang kulitnya memiliki kandungan flavonoid paling tinggi dibandingkan buah tropis lainnya. Buah langsat juga mengandung sejumlah mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, hingga zat besi.

Manfaat Buah Langsat

Buahnya yang berair dan rasanya yang terkadang masam membuat langsat menjadi buah yang menyegarkan ketika dikonsumsi. Selain dapat menikmati kelezatannya, tentunya kita juga dapat merasakan berbagai manfaat buah langsat berkat berbagai kandungan nutrisi di dalamnya.

Berikut adalah 7 manfaat langsat yang tidak disangka-sangka!

1 .Sumber serat alami

Serat merupakan salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung sistem pencernaan.

Berkat kandungan serat yang tinggi dalam buah langsat, banyak yang percaya bahwa salah satu manfaat langsat adalah dapat membantu mengatasi gejala atau mencegah sembelit. Setiap 100 gram buah langsat memiliki kandungan 2 gram serat, jumlah ini dapat memenuhi 8-11% kebutuhan serat pada wanita dan 6-8% kebutuhan serat untuk pria.

2. Membantu mengontrol berat badan

Manfaat buah langsat yang kedua adalah dapat membantu mengontrol berat badan.

Langsat dapat menjadi salah satu buah pilihan untuk dikonsumsi ketika Anda ingin menurunkan berat badan. Manfaat langsat satu ini juga masih berkaitan dengan kandungan serat yang tinggi dalam langsat. Buah satu ini juga tidak memiliki kandungan lemak jenuh maupun kolesterol.

Namun jika ingin mendapatkan manfaat buah langsat untuk diet menurunkan berat badan, tetap perhatikan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Perlu diketahui bahwa 100 gram langsat mengandung kurang lebih 57 kilo kalori, jumlah kalorinya lebih rendah dibandingkan dengan buah duku.

3. Mencegah diabetes

Sebenarnya tidak terdapat manfaat buah langsat untuk diabetes secara langsung, tapi buah langsat termasuk buah yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Fakta bahwa langsat mengandung serat yang tinggi dan mampu mengontrol berat badan juga memungkinan langsat sebagai buah yang baik untuk mencegah diabetes. Seperti yang kita ketahui bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama dari diabetes.

4. Mengontrol kadar kolesterol

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, langsat tidak memiliki kandungan lemak jenuh maupun kolesterol, bahkan langsat dipercaya dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa makanan dengan kadar serat tinggi, terutama serat larut air, efektif membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Serat ini akan menghambat penyerapan lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh.

5. Membantu menjaga metabolisme tubuh

Buah langsat merupakan sumber vitamin B kompleks mulai dari vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, hingga folat.

Vitamin B kompleks memiliki peran dalam membantu metabolisme karbohidrat, lemak, dan juga protein. Selain itu, kandungan vitamin B2 yang cukup tinggi dalam buah langsat juga dipercaya bermanfaat untuk menjaga sistem saraf agar dapat berfungsi dengan baik.

6. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Manfaat buah langsat selanjutnya adalah dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung.

Buah langsat dapat membantu mengontrol kolesterol, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kandungan kalium yang tinggi dalam buah langsat juga dipercaya dapat membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah.

7. Mencerahkan kulit

Manfaat buah langsat untuk kecantikan sudah tidak perlu diragukan lagi, beberapa produk perawatan kecantikan bahkan menjadikan ekstrak langsat sebagai salah satu formulanya.

Skin care dengan kandungan buah langsat ini dipercaya dapat membantu mencerahkan dan juga melembapkan kulit. Selain itu, langsat juga dipercaya mampu untuk mencegah penuaan karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

Cara Menggunakan Buah Langsat

Bagian yang dikonsumsi dari buah langsat hanyalah daging buahnya saja, bagian biji dan juga kulitnya tidak untuk dikonsumsi. Mengonsumsi biji langsat tidak berbahaya, tapi akan menghasilkan rasa pahit di lidah.

Hingga kini belum tersedia produk ekstrak buah langsat. Kandungan ekstrak langsat mungkin dapat ditemukan dalam beberapa produk kecantikan saja. Siapapun dapat menggunakan produk kecantikan dengan kandungan langsat, asalkan sesuai dengan kebutuhan kulitnya.

Manfaat buah langsat untuk tubuh memang sangat banyak, tapi sebaiknya jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Kandungan gula dalam langsat dianggap cukup tinggi sehingga buah ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering dan terlalu banyak.

Berbagai manfaat langsat di atas masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk memastikan buah langsat ini aman dikonsumsi. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Health Benefits of Lanzones – https://www.livestrong.com/article/510922-health-benefits-of-lanzones/
  2. Lanzones (langsat) fruit nutrition facts – https://www.nutrition-and-you.com/lanzones.html
  3. Lanzones – https://www.bar.gov.ph/index.php/agfishtech-home/crops/205-fruit-crops/1259-lanzones

Fexofenadine – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

efek-samping-fexofenadine-doktersehat

DokterSehat.Com – Fexofenadine obat apa? Fexofenadine adalah obat yang digunakan untuk meredakan beberapa gejala alergi. Obat Fexofenadine termasuk obat keras, sehingga Anda memerlukan resep dokter untuk bisa membelinya di apotek.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang Fexofenadine termasuk informasi tentang bentuk sediaan, manfaat, cara kerja, nama dagang, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan harga obat Fexofenadine.

Rangkuman Informasi Obat Fexofenadine

NamaFexofenadine
Golongan ObatObat Keras
Kelas TerapiAntihistamin non-sedatif
ManfaatMeredakan gejala alergi dan gejala peradangan
Cara KerjaMenghalangi pelepasan histamin di dalam tubuh
Nama DagangFexofenadine HCl, Fexotabs, Fexoved, Telfast, dan lainnya
Bentuk SediaanTablet salut selaput
IndikasiAlergi nasal, rhinitis alergi, urtikaria, dan lainnya
KontraindikasiHipersensitivitas
Dosis30 mg-180 mg sehari (tergantung usia dan kondisi pasien)
Cara pakaiDiminum setelah makan
Efek sampingSakit kepala, nyeri punggung, pilek, reaksi alergi, dan lainnya
HargaRp40.000-120.000/strip (10 tablet)

Manfaat Fexofenadine

Fexofenadine memiliki manfaat untuk meredakan gejala alergi dan gejala peradangan. Gejala alergi dan peradangan yang bisa diredakan adalah gejala karena alergi obat, alergi musiman karena perubahan cuaca, gigitan serangga, dan urtikaria.

Obat yang mengandung Fexofenadine sering kali digunakan pada terapi alergi nasal, rhinitis alergika dan rhinitis vasomotor. Akan tetapi, kandungan ini dinilai kurang efektif untuk mengatasi kongesti hidung.

Golongan obat yang termasuk antihistamin non-sedatif ini cukup efektif untuk mengatasi demam, gatal-gatal, ruam kulit, pilek, bersin-bersin, mata merah, mata berair, mata gatal, dan tenggorokan gatal.

Manfaat Fexofenadine juga bisa untuk menyembuhkan gejala urtikaria seperti ruam kulit, gatal, dan kulit kemerahan. Tidak hanya menyembuhkan, pemakaian Fexofenadine yang sesuai aturan juga bisa mencegah urtikaria.

Cara Kerja Fexofenadine

Sebagaimana obat golongan antihistamin pada umumnya, Fexofenadine juga memiliki cara kerja yang sama. Fexofenadine bekerja dengan cara menghalangi efek histamin di dalam tubuh. Histamin adalah suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi.

Jadi, saat Fexofenadine berhasil mencegah pelepasan histamin tubuh, maka gejala alergi atau gejala peradangan bisa dicegah atau diredakan bila sudah terjadi. Tidak semua pasien memiliki respons yang sama terhadap cara kerja Fexofenadine.

Nama Dagang Obat yang Mengandung Fexofenadine

Fexofenadine dijual dalam berbagai jenis nama dagang. Setiap nama dagang mungkin memiliki harga, jumlah dosis, dan jumlah unit yang berbeda. Akan tetapi, manfaat semua nama dagang obat tersebut tidak berbeda karena sama-sama mengandung Fexofenadine.

Berikut ini adalah beberapa nama dagang obat yang mengandung Fexofenadine:

  1. Fexofenadine HCl
  2. Fexotabs
  3. Fexoved
  4. Telfast
  5. Telfast BD
  6. Telfast HD
  7. Telfast OD
  8. Telfast Plus
  9. Sandoz Fexal
  10. Dan lainnya

Bentuk Sediaan Fexofenadine

Fexofenadine adalah obat antihistamin oral yang memiliki bentuk sediaan berupa tablet salut selaput. Namun, ada juga yang berbentuk kaptabs pelepasan lambat. Kekuatan dosis setiap tablet Fexofenadine bervariasi.

Beberapa jenis kekuatan dosis Fexofenadine adalah 30 mg, 60 mg, 120 mg, dan 180 mg. Ada nama dagang obat yang mengandung Fexofenadine tunggal, tetapi ada juga nama dagang obat yang memiliki kandungan kombinasi.

Obat Fexofenadine biasanya dikombinasikan dengan Pseudoefedrin HCl. Hal ini dikarenakan Pseudoefedrin HCl memiliki manfaat terhadap kongesti hidung di mana  Fexofenadine kurang efektif untuk hal tersebut.

Penyimpanan Fexofenadine sebaiknya dilakukan dengan benar. Jangan menyimpan Fexofenadine di tempat  yang mudah dijangkau anak-anak. Hindari penyimpanan Fexofenadine di tempat yang mudah terkena paparan sinar matahari.

Indikasi Fexofenadine

Obat alergi ini harus digunakan sesuai aturan mengingat ini adalah obat keras. Aturan pakai Fexofenadine adalah memiliki indikasinya. Jadi, hanya orang yang membutuhkan yang bisa menggunakannya.

Berikut ini adalah beberapa indikasi Fexofenadine:

  • Reaksi alergi obat
  • Alergi nasal
  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis alergi musiman
  • Rhinitis vasomotor
  • Reaksi pasca digigit serangga
  • Urtikaria idiopatik kronis
  • Neutropenia yang diinduksi sitotoksik

Kondisi-kondisi tersebut biasanya mengakibatkan beberapa gejala yang mirip, yakni seperti demam, gatal-gatal, ruam kulit, pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, mata merah, mata berair, mata gatal, dan tenggorokan gatal.

Kontraindikasi Fexofenadine

Fexofenadine tidak bisa digunakan pada pasien yang memiliki masalah hipersensitivitas terhadap komponen obat. Orang dengan kondisi ini bisa mengalami reaksi alergi yang berakibat fatal jika tetap menggunakan Fexofenadine.

Peringatan Penggunaan Obat Fexofenadine

Meskipun belum tentu kontraindikasi dengan Fexofenadine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat alergi ini.

Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum menggunakan Fexofenadine jika Anda memiliki salah satu dari kondisi di bawah ini:

  • Sedang hamil atau berencana hamil
  • Sedang menyusui
  • Mengalami gangguan fungsi ginjal
  • Mengalami gangguan fungsi hati
  • Beri tahu semua nama obat medis, obat herbal, suplemen makanan, dan multivitamin yang sedang digunakan
  • Menggunakan obat antasida, eritromisin, atau ketoconzole

Dosis Fexofenadine

Gunakanlah Fexofenadine sesuai dengan dosis yang tepat. Dosis Fexofenadine tergantung pada usia dan kondisi medis pasien, yakni berkisar antara 30 mg hingga 180 mg dalam sehari dengan dosis terbagi ataupun tunggal. Oleh karena itu, diperlukan resep dokter agar dosis Fexofenadine bisa sesuai.

Efek Samping Fexofenadine

Penggunaan Fexofenadine bisa menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang mungkin muncul bisa ringan hingga serius.

Berikut ini adalah efek samping Fexofenadine yang umum terjadi:

  • Sakit kepala
  • Nyeri punggung
  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan
  • Nyeri di area sinus
  • Mengantuk
  • Kelelahan

Penggunaan Fexofenadine juga bisa menimbulkan beberapa efek samping yang lebih serius meskipun jarang terjadi:

  • Urtikaria
  • Pruritus
  • Kulit kemerahan
  • Reaksi alergi (gatal-gatal, ruam kulit, sulit bernafas, sakit perut, mual, muntah, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda)
  • Demam
  • Batuk yang parah
  • Gangguan di area telinga
  • Sulit menelan
  • Rewel (pada anak)
  • Ataksia
  • Dismenore
  • Halusinasi
  • Tremor
  • Aritmia ventrikel
  • Psikosis
  • Kejang
  • Koma

Segera hentikan penggunaan Fexofenadine jika Anda mengalami salah satu dari efek samping yang telah disebutkan. Carilah bantuan medis terdekat agar efek samping tidak berkembang semakin buruk.

Harga Fexofenadine

Harga Fexofenadine tergantung pada nama dagang, kekuatan dosis, dan kuantitas obat dalam satu unit kemasan. Umumnya, Fexofenadine dijual dengan harga Rp40.000-120.000/strip (10 tablet).

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: FEKSOFENADIN HCL. http://pionas.pom.go.id/monografi/feksofenadin-hcl [diakses pada 9 Juli 2019]
  2. Drugs: Fexofenadine. https://www.drugs.com/mtm/fexofenadine.html [diakses pada 9 Juli 2019]
  3. MedlinePlus: Fexofenadine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697035.html [diakses pada 9 Juli 2019]
  4. DrugInfoSys: Fexofenadine. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1116&type=1 [diakses pada 9 Juli 2019]

Tumor Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

tumor-otak-doktersehat

Doktersehat.com – Tumor otak merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat perkembangan (proliferasi) abnormal dari jaringan di otak. Tidak semua tumor otak dapat berubah menjadi ganas, sebagian tetap berupa tumor jinak.

Penyebab Tumor Otak

Tumor otak dapat berasal dari sel otak itu sendiri (bersifat primer), atau dapat pula terjadi akibat metastasis sel kanker dari organ lain ke otak melalui aliran darah atau limfe (bersifat sekunder).

Para ahli kesehatan dan peneliti mengemukakan penyebab tumor otak belum dapat diketahui secara pasti dan menyeluruh. Akan tetapi, penelitian menemukan bahwa perkembangan cepat dan abnormal yang terjadi pada sel otak merupakan penyebab tumor otak berkembang menjadi ganas.

Tumor otak, sama seperti tumor lainnya terbentuk karena perubahan DNA di dalam sel. DNA adalah senyawa kimia yang membentuk gen, mengontrol bagaimana sel-sel tubuh berfungsi.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak tergantung dari lokasi, ukuran dan jenis tumor otak itu sendiri. Untuk tumor otak yang sangat kecil dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali, namun untuk tumor otak yang cenderung besar dapat menimbulkan gejala.

Berikut gejala umum tumor otak, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Kejang atau epilepsi.
  • Penurunan kesadaran.
  • Muntah proyektil.
  • Gangguan dari sistem persarafan.

baca juga: Tak Hanya Indah, Tanaman Hias ini Juga Bisa Cegah Kanker Otak

Diagnosis Tumor Otak

Penentuan jenis tumor perlu dilakukan oleh dokter untuk memperkirakan seberapa parah penyakit dan merencanakan pengobatan yang akan dilakukan. Beberapa langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. CT scan dan MRI

Untuk pasien-pasien yang di curigai atau telah terdiagnosa tumor otak, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI untuk melihat adanya tumor otak atau tidak.

2. Foto polos dada

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengetahui apakah tanda tumor otak tadi berasal dari suatu metastatis yang biasanya kemungkinan terbesar dari tumor yang berasal dari dada.

3. Pemeriksaan cairan serebrospinal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya suatu sel-sel tumor otak dan juga sebagai marker tumor. Namun, biasanya pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama untuk pasien yang mempunyai massa otak yang lumayan besar. Dan umumnya, diagnosis yang dilakukan dalam bentuk diagnosis histologik ini ditegakkan melalui suatu pemeriksaan patologi anatomi.

4.  Biopsi stereostatik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya suatu kedudukan pada tumor yang ada di dalam juga untuk memberikan suatu dasar pada pengobatan dan juga informasi pada prognosis.

Pengobatan Tumor Otak

Seperti dijelaskan sebelumnya, tumor otak merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, tumor otak ada yang bersifat jinak maupun ganas. Selain mengetahui tentang gejala dan penyebab tumor otak, Anda juga perlu untuk mengetahui pengobatan tumor otak.

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengusahakan kesembuhan tumor otak, di antaranya:

1. Operasi

Prosedur pengangkatan tumor otak melalui operasi membutuhkan observasi yang mendalam sebelum prosedur medis ini dilakukan. Sel tumor yang terus bertambah ukurannya maupun menyebar bisa membahayakan otak secara keseluruhan. Namun, jika operasi berpotensi membahayakan jaringan otak yang sehat, maka dokter hanya akan mengangkat tumor sebagian agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan dengan memanfaatkan obat-obatan kimiawi baik melalui injeksi/suntikan maupun oral.

3. Radioterapi

Selain kemoterapi, radioterapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan untuk penderita tumor otak. Pengobatan radioterapi menggunakan sinar radiasi yang dosis atau intensitasnya disesuaikan dengan parah tidaknya tumor, maupun usia dan kondisi badan penderita.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim

Cerpen - Keindahan yang Tak Terlihat, By: Khoirul Taqwim



Di sebuah kota yang selalu diterpa angin, terdapat seorang wanita yang namanya tak begitu dikenal, namun wajahnya menyimpan seribu makna. Tak pernah ada kesempatan untuk bertatap muka langsung, namun setiap kali namanya disebutkan, hatiku seperti dihujani kedamaian. Aku mengenalnya bukan melalui mata, melainkan melalui setiap kata yang pernah tertulis dan diucapkan.


Dia adalah seorang penghafal Al-Qur’an, seorang wanita yang dengan penuh cinta mengukir kata-kata Tuhan dalam ingatannya. Kecantikan wajahnya memang tak terbantahkan, namun lebih dari itu, ada sesuatu yang jauh lebih dalam—akhlaknya. Dia adalah refleksi dari kebaikan yang langka, seorang wanita yang hidup dalam kesederhanaan, namun memiliki hati yang tak pernah lelah untuk berbagi cinta dan kasih sayang.


Setiap kali mendengar namanya, aku teringat pada sosok Rabi'ah al-Adawiyah, seorang wanita sufi yang dikenal bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena cintanya yang mendalam kepada Tuhan. Wanita itu, meskipun belum pernah kulihat secara langsung, aku rasa memiliki kesamaan dengan Rabi'ah. Dalam diamnya, dia mengajarkan banyak hal—tentang ketulusan, tentang cinta yang tak mengharap balasan.


Terkadang aku merasa, meskipun jarak memisahkan kami, kami terhubung dalam cara yang tak bisa dijelaskan. Saat aku menulis, kadang-kadang aku merasa seperti ada sesuatu yang mendorongku, seolah-olah setiap kata yang kutulis adalah bagian dari sebuah pertemuan yang belum terjadi. Kata-kata itu datang begitu mudah, mengalir begitu saja, seolah berasal dari tempat yang jauh, tetapi sangat dekat di hati.


Aku tahu, di balik kerudung hijau yang selalu menutupi rambutnya, ada ketenangan yang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggambarkan kedamaian yang dia bawa, kecuali dengan kata-kata yang muncul dari dalam jiwaku. Dan meskipun aku tak pernah melihatnya, aku merasa mengenalnya begitu dekat. Setiap kata, setiap doa yang dia panjatkan, seperti mengalir melalui udara, menyentuh hatiku yang sering kali gelisah.


Dia adalah wanita yang penuh dengan keindahan, tetapi keindahan itu bukan sekadar rupa. Keindahan sejatinya adalah pada akhlaknya, pada caranya hidup dengan penuh kesabaran dan cinta. Kebaikan yang dia sebarkan tak pernah tampak dengan jelas, tetapi selalu terasa di sekitar orang-orang yang mengenalnya.


Aku tahu bahwa dia, seperti Rabi'ah al-Adawiyah, tidak mencari perhatian dunia. Dia hanya hidup untuk Tuhan, dengan setiap langkahnya yang penuh kebaikan. Dan aku, meskipun tidak pernah bertemu dengannya secara langsung, merasa terinspirasi oleh kehadirannya yang begitu nyata, meski tak terlihat.


Setiap kali aku menulis, aku merasa dia ada di sana—mengamati dengan penuh kasih, memberikan kedamaian yang aku butuhkan. Seperti angin yang berbisik lembut di tengah malam, dia hadir dalam setiap kata yang kutulis. Aku tahu, meskipun dia tidak pernah tahu, setiap puisi dan setiap cerita yang kutulis adalah bentuk penghormatanku padanya, pada wanita yang begitu indah dan mulia.


Dan meskipun dunia tidak pernah tahu tentangnya, aku tahu bahwa dia adalah bagian dari keindahan yang tak akan pernah pudar, yang selalu ada dalam setiap hembusan napas yang kutarik.

Saturday, 21 March 2026

Cerpen – Lebaran yang Sunyi, Rindu yang Abadi, By: Khoirul Taqwim



Pagi itu, takbir masih menggema dari kejauhan. Suaranya merambat pelan, masuk ke dalam kamar kecil tempat aku berbaring. Idul Fitri telah tiba, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Aku terbangun tanpa suara lembut yang dulu selalu memanggilku.
“Bangun, Nak… hari ini Lebaran.”

Tak ada lagi aroma masakan dari dapur yang biasanya sudah ramai sejak subuh. Tak ada langkah kaki Ayah yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Semuanya sunyi. Terlalu sunyi.

Aku menatap langit-langit, mencoba tersenyum. Tapi dadaku terasa sesak.

Ini bukan pertama kalinya aku merasakan Lebaran tanpa Ayah. Sejak beliau pergi, setiap hari raya selalu terasa ada yang hilang. Tapi sejak Ibu juga menyusul… kekosongan itu berubah menjadi kehampaan yang sulit dijelaskan.

Aku kini benar-benar sendiri.

Air mata jatuh tanpa permisi.
Aku mencoba mengusapnya, tapi semakin diusap, semakin deras mengalir.

Kenangan itu datang begitu saja.

Tentang Ayah yang selalu mengajakku ke masjid pagi-pagi, dengan baju terbaik yang beliau punya. Tentang Ibu yang sibuk di dapur, tapi tetap menyempatkan tersenyum dan bertanya, “Sudah mandi belum?”

Tentang momen salaman… saat tanganku menggenggam tangan mereka, lalu mencium dengan penuh haru. Saat itu, aku tak pernah tahu… bahwa suatu hari, momen sederhana itu akan menjadi sesuatu yang sangat kurindukan.

Sekarang… tak ada lagi tangan yang bisa kugenggam.

Aku menutup wajahku dengan kedua tangan.

“Bu… Yah… aku rindu…”

Suaraku lirih, hampir tak terdengar. Tapi hatiku berteriak.

Di luar sana, orang-orang saling mengunjungi, tertawa, bermaafan. Sementara aku hanya bisa berbaring, menahan rasa sakit yang belum sepenuhnya pulih, ditemani sepi yang terasa semakin dalam di hari raya ini.

Aku sempat bertanya dalam hati…
Mengapa Lebaran terasa seperti ini sekarang?

Namun perlahan, aku mengerti.

Bukan Lebarannya yang berubah.
Tapi orang-orang yang dulu menghidupkan hari itu… kini telah tiada.

Aku menarik napas panjang.

Dengan tangan gemetar, aku mengangkat kedua telapak tangan.
Untuk pertama kalinya hari itu, aku tidak hanya menangis—aku berdoa.

“Ya Allah… sampaikan rinduku pada Ayah dan Ibu…
Ampuni mereka… lapangkan kuburnya…
Dan terima kasih… karena Engkau pernah menghadirkan mereka dalam hidupku…”

Air mataku jatuh lagi. Tapi kali ini terasa berbeda.

Lebih hangat. Lebih tenang.

Mungkin… aku memang tidak bisa lagi merayakan Lebaran seperti dulu.
Tidak ada pelukan, tidak ada cium tangan.

Tapi aku masih bisa mencintai mereka—dengan cara yang berbeda.

Dengan doa.
Dengan kenangan.
Dengan rindu yang tidak akan pernah hilang.

Di tengah sunyi itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku tahu…
walaupun mereka telah pergi,
cinta mereka tidak pernah benar-benar meninggalkanku.

Friday, 20 March 2026

Cerpen - Takbiran yang Sunyi, By: Khoirul Taqwim


Malam takbiran kembali datang.

Langit bertabur gema takbir yang bersahutan dari masjid ke masjid, dari pengeras suara kecil hingga yang menggema ke seluruh penjuru kampung. Dulu, suara itu terasa seperti panggilan pulang—menggetarkan hati dengan kebahagiaan yang sulit dijelaskan.

Namun malam ini, semua terasa berbeda.

Aku terbaring lemah di atas ranjang. Tubuhku belum sepenuhnya pulih. Obat-obatan masih tersusun rapi di meja kecil di sampingku, menjadi saksi bahwa tahun ini bukan tahun yang biasa.

Tak ada suara ayah yang biasanya sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Tak ada bunda yang mondar-mandir di dapur, memasak hidangan khas lebaran dengan penuh cinta.

Semua itu… kini hanya tinggal kenangan.

Aku memejamkan mata.

Sejenak, aku mencoba kembali ke masa kecil itu. Saat aku masih berlarian di halaman rumah, memegang kembang api, tertawa tanpa beban. Ayah tersenyum melihatku dari kejauhan, sementara bunda memanggilku masuk karena hari sudah larut.

“Besok kita sholat Ied bersama, ya,” kata ayah waktu itu.

Dan aku mengangguk penuh semangat.

Kini, suara itu hanya bergema dalam ingatan.

Tak terasa, air mata mengalir perlahan. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku rindu—rindu yang tak punya tempat untuk pulang.

Lebaran dulu terasa begitu penuh. Sekarang… terasa ada ruang kosong yang tak bisa diisi oleh apa pun.

Apalagi tahun ini, aku bahkan tak bisa mudik.

Tak bisa menjejakkan kaki di tanah kampung. Tak bisa berziarah. Tak bisa sekadar duduk diam di halaman rumah lama sambil mengenang.

Aku benar-benar sendiri dalam sunyi.

Namun di tengah kesunyian itu, suara takbir tetap mengalun. Pelan… tapi pasti. Seolah mengingatkanku bahwa ada sesuatu yang tidak pernah berubah.

Aku menarik napas panjang.

Mungkin benar, lebaran bukan hanya tentang berkumpul. Bukan hanya tentang pulang secara fisik.

Tapi tentang kembali… kepada hati yang lebih sabar. Kepada jiwa yang lebih ikhlas.

Aku menatap langit dari balik jendela kecil di kamarku.

“Pak… Bu…,” bisikku lirih, “aku rindu.”

Angin malam berhembus lembut, seolah membawa pesan yang tak terdengar, tapi terasa.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku sadar— meski mereka telah pergi, cinta mereka masih tinggal di sini.

Di dalam dadaku.

Lebaran ini memang sunyi, tapi tidak sepenuhnya hampa.

Masih ada kenangan. Masih ada doa. Dan masih ada harapan…

bahwa suatu hari nanti, aku akan merasakan hangatnya “pulang” lagi— meski dengan cara yang berbeda.

Takbiran terus bergema.

Dan di antara sunyi, aku belajar…

untuk tetap kuat.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Bayi (Dilengkapi Mitos Fakta Menurut Dokter)

menjaga-kesehatan-kulit-bayi-dr-patricia-aulia

DokterSehat.Com – Kulit bayi tentu masih sangat sensitif, namun tak jarang para ibu mencoba berbagai jenis produk perawatan kulit bayi. Faktanya, penggunaan produk perawatan kulit bayi sekaligus malah dapat menyebabkan iritasi. Ketahui lebih lanjut mengenai menjaga kesehatan kulit bayi!

Berbagai Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul

Berdasarkan pemaparan dr. Patricia Aulia, ada beberapa penyakit kulit pada bayi yang sering sekali muncul yaitu:

1.    Miliaria

Miliaria atau biasa disebut biang keringat adalah salah satu penyakit kulit yang sering dialami oleh bayi.

Jenis penyakit kulit bayi ini ditandai dengan adanya bintil-bintil kecil berwarna merah dan terkadang dapat berisi cairan dan disertai rasa gatal. Akibatnya, bayi pun sering rewel dan susah tidur. Oleh karena itu, jika bayi mengalami miliaria, maka harus segera diobati.

Cara mengobati biang keringat (miliaria) pada bayi:

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemerahan dan gatal adalah dengan menjauhkan bayi di tempat yang panas dan membawanya ke tempat yang sejuk. Selalu perhatikan kondisi pakaian bayi. Jika pakaian bayi sudah berkeringat, maka gantilah pakaiannya.

Biang keringat pada bayi dapat diobati dengan menggunakan krim steroid potensi rendah. Gunakan krim steroid tersebut sesuai resep dokter agar tujuan pengobatan bisa tercapai dan terhindar dari efek samping.

2. Dermatitis Atopik/Eksim

Setelah biang keringat, dermatitis atopik merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada bayi. Bayi yang memiliki riwayat turunan alergi dan asma dari orang tuanya memiliki peluang mengalami dermatitis atopik yang lebih tinggi. Sama seperti biang keringat, dermatitis atopik juga menimbulkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit bayi.

Gejala dermatitis atopik pada bayi adalah munculnya ruam kemerahan pada kedua pipi bayi, yang sangat gatal. Selain pipi, dermatitis atopik juga sering mengenai daerah lipatan siku dan lipatan lutut. Ruam dermatitis atopik bersifat hilang-timbul dan dapat kambuh kembali.

Cara mengobati eksim susu (dermatitis atopik) pada bayi:

Cara mengatasi dermatitis atopik adalah dengan menggunakan krim steroid potensi rendah sesuai dengan resep dokter.

Bayi yang mempunyai dermatitis atopik mempunyai tipe kulit yang sangat kering dan sensitif sehingga perlu perhatian khusus dalam perawatan kulitnya. Untuk mencegah kekambuhan dermatitis atopik, selalu gunakanlah sabun yang lembut dan pelembab tanpa wewangian.

3. Diaper Rash (Ruam Popok)

Sebagian besar bayi yang memakai popok sering mengalami diaper rash atau dikenal juga dengan istilah ruam popok. Gejala ruam popok ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, bahkan bisa disertai munculnya nanah dan demam.

Ruam popok adalah penyakit kulit pada bayi dikarenakan kulit yang tertutup popok teriritasi oleh urine atau feses bayi. Selain iritasi urine dan feses, diaper rash juga disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri. Hipersensitivitas kulit bayi terhadap bahan popok juga bisa menjadi penyebab bayi mengalami ruam popok.

Cara mengobati ruam popok (diaper rash) pada bayi:

  • Sering mengganti popok
  • Gunakan krim yang mengandung zinc oxide untuk menjaga barrier kulit bayi
  • Gunakan krim yang mengandung Aloe Vera dan vitamin E
  • Gunakan krim steroid potensi rendah untuk mengurangi peradangan dan kemerahan
  • Gunakan krim antijamur (harus dengan resep dokter) untuk mencegah pertumbuhan jamur pada area popok yang dapat memperparah kondisi kulit dan memperlambat penyembuhan.

Setelah mengetahui apa saja  penyakit kulit bayi yang umum terjadi, tentu para ibu harus paham seperti apa kriteria kulit bayi yang sehat. Begini ciri-ciri kulit bayi yang sehat:

  • Tidak kering
  • Tidak bersisik
  • Tidak ada kemerahan
  • Tidak terdapat gatal pada kulit,
  • Halus dan lembut ketika diraba.

Tips Merawat Kulit Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Merawat kulit bayi sebenarnya tidak sulit asalkan tahu cara yang benar. Khusus untuk perawatan kulit bayi sehari-hari, bisa lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Gunakan air hangat saat memandikan bayi. Jangan terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit kering dan kemerahan.
  2. Gunakan sabun mandi khusus bayi, terutama apabila kulit bayi sensitif. Apabila bayi mengalami eksim/dermatitis atopik, pilihlah sabun mandi hipoalergenik. Ini artinya sabun tersebut terbuat dari bahan-bahan yang aman dan tidak menyebabkan alergi.
  3. Setelah dimandikan, keringkan kulit bayi dengan handuk lembut dan pastikan kulit benar-benar kering sebelum menggunakan popok. Kulit yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada daerah popok, sehingga memicu ruam popok.
  4. Gunakan moisturizer/pelembap terutama pada bayi dengan eksim. Pilihlah moisturizer tanpa pewangi yang berlebihan.
  5. Hati-hati saat menggunakan produk minyak penghangat atau bedak, mengingat banyak produk tersebut yang terbuat dari bahan kimia yang dapat mencetuskan iritasi, terutama pada area popok.
  6. Gunakan pakaian yang berbahan lembut, nyaman untuk bergerak, dan dapat menyerap keringat dengan baik.
  7. Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu udara. Banyak orang tua yang memakaikan pakaian bayi hingga berlapis-lapis agar bayi merasa hangat, padahal suhu udara sedang sangat panas. Bayi yang memakai pakaian terlalu banyak dan tebal bisa jadi akan berkeringat dan menyebabkan miliaria.

Mitos dan Fakta Perawatan Kulit Bayi

Ada banyak fakta dan mitos perawatan kulit bayi yang banyak tersebar di masyarakat. Sebelum salah dalam mengartikannya, ada baiknya kita ketahui dulu apa saja yang salah dan benar. Berikut ini beberapa mitos dan fakta perawatan kulit bayi menurut dr. Patricia Aulia:

1.    Penggunaan sabun antiseptik, apakah perlu?

Salah satu faktor penting dalam merawat kulit bayi adalah pemilihan sabun mandi yang benar. Banyak yang mengira bahwa sabun mandi antiseptik baik dalam memelihara kesehatan kulit bayi karena dapat membunuh kuman penyebab ruam atau eksim.

Faktanya, sabun antiseptik memiliki senyawa kimia yang terlalu keras untuk kulit bayi yang masih sensitif. Penggunaannya malah dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Sebaiknya pilih sabun bayi yang lembut dan tanpa pewangi yang berlebihan.

2.    Eksim susu disebabkan pipi bayi yang terkena ASI, apakah benar?

Banyak Ibu yang tidak mau menyusui bayi secara langsung karena takut ASI tumpah ke pipi bayi dan menyebabkan eksim susu. Hal ini tidak benar!

Faktanya, eksim susu adalah peradangan kulit pada bayi yang disebabkan karena faktor genetik/bawaan. Selain itu, menyusui langsung tanpa pompa juga mempunyai banyak dampak positif seperti mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.

3.    Membersihkan kulit bayi dengan tisu basah, apakah aman?

Tisu basah sering digunakan untuk membersihkan kulit bayi seperti untuk mengelap mulut bayi sehabis makan sampai membersihkan daerah popok. Sebenarnya, apakah tisu basah aman untuk bayi?

Faktanya, tisu basah mengandung senyawa kimia dan alkohol sehingga apabila penggunaannya tidak tepat dapat menyebabkan munculnya banyak penyakit kulit.

Selain itu, membersihkan dengan tisu basah juga menyebabkan tertinggalnya sisa sabun pada kulit yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Sebaiknya, kulit bayi dibersihkan dengan menggunakan kain atau handuk bersih dan air dan jangan lupa dikeringkan.

Tisu basah boleh saja dipakai saat bepergian jauh dari rumah karena lebih praktis, namun jangan terlalu sering.

Pertanyaan Seputar Menjaga Kesehatan Kulit Bayi (Dijawab oleh dr. Patricia Aulia)

DokterSehat bersama @KelasMomBaby dan @sharingmombaby mengadakan tanya-jawab langsung bersama dr. Patricia Aulia melalui grup WhatsApp. Berikut beberapa pertanyaan seputar perawatan kulit bayi yang dijawab langsung oleh dr. Patricia Aulia:

Nama: Siti Maudy Agustini
Usia anak: 18 bulan

Anak saya pernah di lehernya seperti ada bentol-bentol kecil dan merah seperti kaligata. Awalnya saya kira karena alergi atau keringat, tapi esok harinya muncul lagi di bagian yang sama padahal anak saya tidak berkeringat. Kira-kira itu kenapa dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:
Di dunia medis kaligata disebut sebagai urtikaria. Ciri khas urtikaria adalah ruam kemerahan yang timbul dan hilang dalam 24 jam dan biasa disertai rasa gatal. Segera bawa ke pusat pelayanan medis terdekat apabila terjadi susah napas dan bengkak pada mulut maupun kelopak mata.

Penyakit ini memang bersifat hilang timbul dan sering kambuh. Selain perubahan suhu, urtikaria sering juga dicetuskan oleh makanan seperti telur, susu, kacang-kacangan, dan debu. Anda dapat mencoba menghindari faktor-faktor pemicunya, namun apabila sakit masih berlanjut sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis kulit atau dokter spesialis anak terdekat.

 

Nama: Indry
Usia anak: 4 bulan

Apakah bedak salicyl bisa digunakan sebagai pengganti diaper rash cream?

Jawaban:
Bedak salicyl tidak direkomendasikan untuk ditaburkan pada area popok dan daerah kelamin. Hal ini disebabkan karena bedak salicyl memiliki kandungan zat asam salisilat yang dapat menyebabkan terkikisnya kulit, sehingga dapat memicu iritasi, kemerahan dan gatal-gatal.

 

Nama: Arih Farida
Usia anak: 24 bulan

Apakah sebenarnya penggunaan minyak telon dianjurkan untuk bayi? Mengingat kulit bayi masih sangat sensitif, sedangkan dalam minyak telon mungkin terkandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit bayi.

Jawaban:
Minyak telon mengandung 3 jenis komposisi minyak alami, yaitu minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Minyak telon boleh diberikan, namun dicoba dengan jumlah yang sedikit terlebih dahulu untuk dapat dinilai apakah terjadi reaksi alergi atau tidak. Sebaiknya penggunaannya tidak diberikan bersamaan sekaligus atau dicampur dengan bahan lain seperti bedak atau baby oil. Pillihlah produk yang sudah diakui BPOM.

 

Nama: Ita Murtaziqoh
Usia anak: 4 bulan

Bagaimana cara mengatasi kulit kering seperti kerak di kepala bayi?

Jawaban:
Dapat menggunakan shampoo yang mengandung Selenium sulfide dan Zinc. Anda juga dapat mencoba mengoleskan Petroleum jelly selama 5-10 menit sebelum memberikan sampo untuk melembutkan sisik pada kulit kepala bayi, sehingga mudah dilepaskan.

 

Nama: Iffati Aulia
Usia anak: 10 bulan

Apakah benar agar terlindung dari sinar UV, bayi membutuhkan sunscreen? Jika ya, adakah anjuran cara pemakaian untuk bayi dan sunscreen seperti apa yang boleh digunakan untuk bayi?

Jawaban:
Ya, penggunaan sunscreen sudah diperbolehkan untuk bayi berumur di atas 6 bulan. Gunakanlah sunscreen berlabel broad spectrum yang berarti mempunyai perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus dengan spf minimal 15. Pemakaian sunscreen sebaiknya pada daerah kulidioleskan 20 menit sebelum paparan matahari.

——

Aasih punya pertanyaan lain? Segera konsultasikan langsung dengan tim dokter dari DokterSehat secara GRATIS!

Cukup follow dan tanyakan langsung pertanyaan Anda melalui Social Media DokterSehat berikut ini:

Operasi Hidung: Jenis, Prosedur, Risiko, dan Biaya

operasi-hidung-doktersehat

DokterSehat.Com – Operasi untuk memperindah bentuk hidung memang cukup populer, tapi ternyata operasi hidung tidak selalu terkait dengan keperluan kecantikan. Selain untuk memperindah bentuk hidung, terdapat juga jenis operasi hidung yang dilakukan karena kondisi medis tertentu.

Apa Itu Operasi Hidung?

Operasi hidung adalah prosedur operasi yang dilakukan pada hidung, baik itu bagian luar hidung maupun bagian dalam hidung.

Tujuan operasi hidung dapat berbeda-beda mulai dari untuk sekedar memperbaiki bentuk hidung, mengatasi masalah pernapasan tertentu, atau memperbaiki cacat hidung yang diakibatkan cacat lahir atau cedera.

Seseorang dapat memiliki lebih dari satu alasan untuk menjalani operasi hidung. Sebelum memutuskan untuk melakukan operasi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelumnya.

Apabila tindakan operasi dilakukan berdasarkan alasan estetika, harus dipastikan bahwa hasil operasi tidak akan mengganggu fungsi pernapasan hidung. Antara keindahan bentuk hidung dan efisiensi pernapasan keduanya berada pada prioritas yang sama.

Operasi hidung juga bisa dilakukan untuk mengatasi masalah aliran udara hidung yang penyebabnya beragam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh septum (pembatas rongga) hidung menyimpang, turbinat hidung yang membesar, penyempitan atau hancurnya bukaan hidung, polip hidung, pembengkakan mukosa hidung karena alergi atau iritasi, atau kombinasi dari beberapa kondisi tersebut.

Kondisi lain yang membutuhkan operasi hidung adalah seperti obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas ketika tidur karena adanya penyumbatan pada jalan napas.

Jenis Operasi Hidung

Operasi hidung dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah 4 jenis operasi hidung yang perlu Anda ketahui:

1. Turbinoplasty

Turbinoplasty atau turbinate reduction adalah prosedur operasi hidung untuk memotong atau mengeluarkan turbinat dari dalam hidung.

Turbinat adalah struktur kecil dalam hidung yang membersihkan dan melembapkan udara yang melewati hidung ke paru-paru. Turbinat terbuat dari struktur tulang yang dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah dan selaput lendir di bagian luar.

Turbinat dapat mengalami pembengkakan dan peradangan akibat alergi, iritasi, maupun infeksi, sehingga menyebabkan obstruksi pada hidung dan produksi lendir berlebih yang menyebabkan pernapasan tersumbat. Kondisi ini lah yang menyebabkan turbinoplasty diperlukan.

2. Septoplasty

Septoplasty adalah prosedur operasi hidung yang dilakukan untuk memperbaiki cacat atau kelainan bentuk septum hidung.

Septum merupakan struktur yang terbuat dari tulang dan tulang rawan yang merupakan pembatas kedua rongga hidung. Apabila septum menyimpang, maka akan menyumbat salah satu sisi hidung dan aliran udara dapat terganggu.

Septoplasty dilakukan untuk meluruskan septum sebisa mungkin dengan cara menghilangkan bagian yang menyimpang dan merestrukturisasi tulang dan tulang rawan yang tersisa.

Prosedur ini dilakukan ketika terjadi kondisi seperti:

  • Deviated septum, kondisi di mana septum tidak berada dalam garis lurus vertikal hingga menyebabkan aliran udara terhambat.
  • Penyimpangan septum akibat cacat lahir atau cedera.
  • Koreksi cacat sumbing yang memengaruhi hidung dan rongga hidung.

3. Rhinoplasty

Rhinoplasty adalah prosedur operasi hidung untuk tujuan kecantikan.

Prosedur ini dapat mengurangi atau menambahkan ukuran hidung, mempersempit rentang lubang hidung, mengubah sudut antara hidung dan bibir atas, dan mengubah ujung atau jembatan hidung. Prosedur ini juga terkadang dapat membantu mengatasi masalah pernapasan.

4. Rhinosseptoplasty

Rhinosseptoplasty adalah prosedur operasi hidung yang tidak hanya melibatkan Septoplasty, tapi juga Rhinoplasty. Prosedur operasi hidung ini dibutuhkan pada kasus deviasi septum yang lebih kompleks.

Prosedur Operasi Hidung

Prosedur operasi hidung pada dasarnya berbeda-beda bergantung pada jenis operasi hidung dan jenis kasus yang ditangani. Operasi hidung tidak selalu membutuhkan rawat inap setelahnya, beberapa kasus hanya membutuhkan rawat jalan.

Penggunaan anestesi untuk operasi hidung juga dapat berupa anestesi lokal dan juga dapat berupa anestesi umum. Rata-rata prosedur operasi hidung memakan waktu sekitar 2 jam.

Sebuah splint atau belat mungkin akan dipasangkan di hidung untuk mempertahankan bentuk baru hidung. Sedangkan untuk operasi pada septum sebuah belat plastic yang lunak mungkin akan ditempatkan di dalam lubang hidung untuk menstabilkan septum.

Seseorang yang menjalani operasi hidung biasanya dapat kembali beraktivitas normal setelah satu minggu atau lebih beristirahat. Dokter akan memberikan petunjuk tentang apa saja hal yang harus diperhatikan selama masa pemulihan.

Risiko Operasi Hidung

Setiap prosedur operasi memiliki risiko dan berpotensi menimbulkan efek samping tertentu, begitu juga dengan operasi hidung. Berikut adalah risiko operasi hidung yang mungkin akan Anda rasakan:

  • Wajah terasa bengkak
  • Nyeri pada hidung
  • Sakit kepala
  • Bengkak atau memar di sekitar mata
  • Pendarahan kecil
  • Pembuluh darah kecil pecah dan menimbulkan bintik-bintik merah di permukaan kulit.

Efek samping di atas termasuk ke dalam efek samping jangka pendek dari operasi hidung. Beberapa kasus menunjukkan efek samping pembengkakan hingga berbulan-bulan, terutama di bagian ujung hidung.

Ikuti petunjuk dokter, termasuk dalam penggunaan obat yang diberikan untuk membantu pemulihan untuk mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

Biaya Operasi Hidung

Biaya operasi hidung beragam, bergantung pada rumah sakit yang menyelenggarakannya. Selain itu, pilihan obat bius yang digunakan dan juga jenis operasi yang dilakukan tentunya juga akan memengaruhi biaya operasi hidung ini.

Operasi hidung jenis rhinoplasty membutuhkan biaya sekitar Rp11.000.000 hingga Rp17.000.000. Biaya ini merupakan kisaran biaya operasi hidung di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Apabila ingin melakukan operasi hidung, disarankan untuk menyiapkan biaya tambahan sebagai cadangan. Bisa saja terdapat pemeriksaan atau prosedur lain yang dibutuhkan sebagai penunjang operasi hidung ini dan tentunya akan membutuhkan biaya.

 

Sumber:

  1. Nasal Surgery – Sinus Surgery – https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/n/nasal-surgery.html diakses 11 Juli 2019
  2. Nasal Surgery: Fixing Form and Function – https://www.enthealth.org/be_ent_smart/nasal-surgery-fixing-form-and-function/ diakses 11 Juli 2019

7 Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat, Perlu Waspada!

cara-mengatasi-lelah-berlebihan-doktersehat

DokterSehat.Com– Banyak yang menyepelekan pentingnya sistem metabolisme tubuh. Padahal, jika sampai sistem ini melambat atau mengalami gangguan, akan menyebabkan dampak kesehatan seperti berat badan naik atau masalah lainnya. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu penyebab metabolisme tubuh melambat. Ketahui penyebab lainnya!

Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat

Pakar kesehatan menyebut faktor genetik atau hormon memang bisa membuat sistem metabolisme tubuh melambat, namun jika kita juga menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, masalah ini juga akan terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat sistem metabolisme melambat:

  1. Kurang tidur

Sudah menjadi rahasia umum jika kurang tidur memang bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Sayangnya, ada banyak orang yang terbiasa melakukannya karena bekerja, menonton acara televisi, atau mengobrol bersama anggota keluarga atau teman-teman lainnya. Padahal, salah satu dampak dari sering melakukannya adalah bisa memicu melambatnya metabolisme.

Kurang tidur akan mengacaukan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dengan optimal. Selain itu, begadang juga bisa membuat kita makan di waktu yang larut. Hal inilah yang akhirnya mengacaukan sistem metabolisme tubuh yang bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

  1. Menerapkan diet ketat

Demi menurunkan berat badan dengan cepat, banyak orang yang menerapkan diet ketat dengan melewatkan waktu makan atau menurunkan porsi makan dengan drastis. Masalahnya adalah meskipun hal ini bisa membuat berat badan turun, hal ini juga akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh.

Kondisi ini dipicu oleh tubuh yang harus tetap melakukan aktivitas dengan normal dengan kalori yang lebih sedikit. Dengan sumber energi yang minim, tubuh pun memperlambat metabolisme dan menurunkan massa otot demi menyiasatinya.

  1. Dehidrasi

Selain menerapkan diet ketat, kebiasaan kurang minum yang bisa menyebabkan dehidrasi juga mampu membuat sistem metabolisme berjalan dengan lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya cairan tubuh yang cukup demi mendukung kinerja dari sistem ini. Selain itu, banyak organ tubuh yang akhirnya memperlambat kinerjanya akibat rendahnya kadar cairan di dalam tubuh.

  1. Menerapkan diet garam yang tidak tepat

Banyak orang yang kini menerapkan pola makan dengan menggunakan jenis garam kekinian yang disebut-sebut memiliki banyak khasiat. Masalahnya adalah beberapa jenis garam ini cenderung memiliki kandungan yodium yang sangat minim. Padahal, kelenjar tiroid, kelenjar yang berperan besar dalam mengendalikan sistem metabolisme tubuh membutuhkan yodium untuk bekerja dengan maksimal.

Pastikan untuk berkonsultasi ke dokter atau pakar diet demi memastikan bahwa tubuh mendapatkan yodium dengan cukup.

  1. Kekurangan asupan kalsium

Kalsium tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Tanpa asupan kalsium yang cukup, maka sistem metabolisme tubuh akan mengalami perlambatan. Karena alasan inilah sebaiknya kita mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menyediakan kalsium dalam jumlah yang tinggi seperti susu sapi, susu kedelai, ikan salmon, jus jeruk, tempe, dan tahu demi menjaga kesehatan.

  1. Stres kronis

Stres akan membuat jumlah hormon kortisol meningkat di dalam tubuh. Masalahnya adalah hal ini akan memicu kekacauan hormon dan akhirnya membuat sistem metabolisme tubuh mengalami masalah.

  1. Hobi mengonsumsi makanan berlemak

Makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan bersantan, dan lain-lain memang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan resistensi insulin, kondisi yang bisa mengacaukan sistem metabolisme tubuh sekaligus meningkatkan risiko obesitas serta diabetes.

Hindari berbagai hal ini demi menjaga sistem metabolisme tubuh tetap normal sehingga tubuh pun akan tetap sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

Penyakit Tiroid – Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

penyebab-tiroid-doktersehat

DokterSehat.Com – Penyakit tiroid merupakan berbagai gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid, gangguan ini dapat berupa peningkatan (hipertiroid) atau penurunan (hipotiroid) kadar hormon tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini berfungsi untuk mengatur berbagai sistem metabolisme di dalam tubuh. 

Apa Kelenjar Tiroid? 

Tiroid adalah suatu kelenjar kecil, yang berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bawah jakun atau pangkal tenggorokan. Kelenjar ini memegang peranan sangat penting untuk mengontrol metabolisme tubuh yakni dengan cara memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3).

Yang dimana kedua hormon utama ini nantinya akan menyebar melalui darah keseluruh tubuh. Fungsi utama dari hormon T4 dan T3 ini adalah memberitahukan sel-sel pada tubuh dalam hal pengontrolan penggunaan energi untuk metabolisme, serta produksi protein.

Selain itu kelenjar tiroid juga memproduksi hormon kalsitonin, yang dimana hormon ini berfungsi untuk mengatur regulasi kadar kalsium dalam darah, dengan cara menghambat kerusakan (reabsorpsi) tulang dan meningkatkan eliminasi kalsium dari ginjal.

Apa Itu Penyakit Kelenjar Tiroid?

Telah disinggung sedikit sebelumnya penyakit kelenjar tiroid merupakan segala kondisi yang berhubungan dengan kadar produksi hormon tiroid dalam darah, baik itu berupa peningkatan (hipertiroid) atau penurunan (hipotiroid) kadar hormon tiroid itu sendiri.

Menurut data The American Thyroid Association yang di lansir oleh labtestsonline.org, diperkirakan bahwa 20 juta orang Amerika memiliki beberapa bentuk tiroid, dan sekitar 60% dari mereka yang menderita penyakit tiroid ini, tidak mengetahuinya.

Wanita lebih cenderung mengalami masalah tiroid daripada pria, dengan rasio 1 dari 8 wanita mengalami gangguan tiroid selama hidupnya.

Penyebab Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid baik berupa peningkatan maupun penurunan kadar hormon tiroid, dapat dipicu oleh beberapa faktor penyebab tiroid, antara lain:

  • Adanya kerusakan atau masalah pada kelenjar di otak (hipofisis atau hipotalamus), yang dimana hormon ini berperan di dalam pengaturan keluaran hormon tiroid itu sendiri.
  • Pajanan sinar radiasi (rontgen atau CT-Scan) yang menyebabkan kerusakan pada kelenjar tiroid.
  • Bekas operasi pengangkatan kelenjar tiroid sebelumnya.
  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh
  • Pasien dengan pengobatan Lithium (Li)

Itulah penyebab kelenjar tiroid yang patut untuk dihindari.

Macam-macam Penyakit Tiroid

Berikut beberapa contoh penyakit tiroid yang umum ditemukan:

1. Hipotiroid

Merupakan penurunan atau sedikitnya kadar tiroid, sehingga terjadi penurunan fungsi metabolisme tubuh. Secara umum, munculnya gejala tiroid jenis ini adalah peningkatan berat badan, mulut kering, sembelit, intoleransi terhadap dingin, kulit yang bengkak, rambut rontok kelelahan, dan ketidakteraturan menstruasi pada wanita.

Hipotiroidisme berat yang tidak diobati, disebut miksedema, dengan gejala gagal jantung, kejang, dan koma. Pada anak-anak, hipotiroidisme dapat menghambat pertumbuhan dan menunda perkembangan seksual. Beberapa jenis spesifik dari hipotiroid antara lain: hipotiroid kongenital, tiroiditis hashimoto, dan defisiensi iodin

2. Hipertiroid

Kebalikan dari hipotiroid, merupakan suatu kondisi meningkatnya atau kadar tiroid yang terlalu banyak dalam tubuh. Kondisi ini sering juga dikenal dengan sebutan tiroid yang overaktif. Hormon tiroid yang tinggi ini menyebabkan peningkatan akselerasi fungsi metabolisme tubuh.

Gejala tiroid jenis ini berupa peningkatan detak jantung, gelisah, penurunan berat badan, sulit tidur, tremor pada tangan, kelelahan dan diare. Kadang ditemukan pula pembengkakan pada mata, mata kering dan iritasi, serta pada beberapa kasus ditemukan mata lebih menonjol. Orang yang terkena penyakit ini mungkin mengalami sensitivitas cahaya dan gangguan visual. Hal ini mungkin dikarenakan mata tidak bergerak secara normal, sehingga sering dianggap sedang terbelalak atau menatap tajam.

Beberapa jenis spesifik dari hipertiroid antara lain: penyakit graves, tumor tiroid, dan stimuli yang abnormal pada kelenjar tiroid (ada pengaruh kadar hCG pada ibu hamil).

3. Gondok

Merupakan pembesaran kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher. Kondisi ini relatif umum dan disebabkan oleh kekurangan yodium. Pembengkakan gondok ini dapat menekan struktur vital leher, termasuk trakea dan kerongkongan. Kompresi ini bisa membuat Anda sulit bernapas dan menelan.

4. Tiroiditis

Suatu peradangan atau inflamasi tiroid yang dapat berhubungan dengan hiper atau hipotiroidisme. Inflamasi ini dapat disebabkan karena adanya kelainan autoimun (Hashimoto tiroiditis), paparan bahan kimia atau bersifat idiopatik. Inflamasi ini dapat bersifat akut sementara atau kronis.

5. Nodul Tiroid

Merupakan benjolan kecil pada kelenjar tiroid yang padat atau dapat pula berisi cairan seperti kista. Nodul ini pada umumnya dan sebagian besar tidaklah berbahaya. Namun pada kasus tertentu, nodul ini dapat berubah menjadi kanker dan perlu mendapatkan penanganan khusus.

Diagnosis Penyakit Tiroid

Untuk mendiagnosis suatu penyakit tiroid, dokter biasanya terlebih dahulu akan melakukan sesi tanya jawab (anamnesa) seputaran keluhan dan gejala tiroid serta dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik di daerah leher. Lalu berikutnya dokter akan memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

1.  Pemeriksaan laboratorium 

Jika dari anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien dicurigai mengarah ke suatu kelainan dari kelenjar tiroid, biasanya dokter akan memintakan pasien melakukan pemeriksaan darah berupa pemeriksaan TSH (thyroid-stimulating hormone).

Apabila ditemukan kelainan dari nilai TSH, dokter biasa juga akan memintakan untuk dilakukan pemeriksaan lain seperti Free T4 (Free thyroxine) dan Free T3 (triiodothyroine) untuk mengkonfirmasi diagnosis. Adapun kegunaan dari masing-masing pemeriksaan ini adalah:

  • TSH (thyroid-stimulating hormone) – merupakan pemeriksaan untuk hipotiroid, hipertiroid, screening bayi baru lahir yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk monitoring terapi dari penyakit tiroid itu sendiri.
  • Free T4 (Free thyroxine) – sama halnya dengan TSH, merupakan pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang itu hipotiroid, hipertiroid, screening bayi baru lahir yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk monitoring terapi dari penyakit tiroid itu sendiri.
  • Free T3 (triiodothyroine) – merupakan pemeriksaan utama dari hipertiroid, terutama untuk pasien dengan defisiensi iodine (dimana Free T4 tidak meningkat).
  • Tiroid Antibody – merupakan pemeriksaan tambahan yang digunakan untuk membedakan beberapa tipe dari tiroiditis dan dapat pula mengidentifikasi beberapa keadaan tiroid autoimune. Yang termasuk dalam pemeriksaan ini antara lain : Thyroid peroxidase (TPO) antibody, Thyroglobulin (TG) antibody, Thyroid stimulating hormone receptor (TSHR) antibodies, Thyroid stimulating immunoglobulin (TSI), Thyroid binding inhibitory immunoglobulin (TBII).
  • Thyroglobulin – merupakan pemeriksaan yang berguna untuk memonitor terapi cancer tiroid dan dapat juga untuk mendeteksi suatu rekurensi.

2. Ultrasound tiroid (USG)

USG tiroid merupakan pemeriksaan yang umumnya digunakan untuk nodul tiroid. Pemeriksaan ini berguna menentukan apakah isi suatu nodul tiroid itu padat atau cair. Selain itu USG ini juga dapat membantu dokter untuk menentukan jumlah dan ukuran dari nodul tiroid tersebut.

 3. Biopsi

Biopsi yang digunakan paling sering adalah dengan cara biopsi jarum halus (fine-needle biopsy). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukan suatu jarum ke tiroid dan membebaskan sebagian kecil jaringan atau cairan pada area yang pemeriksa inginkan. Lalu jaringan tersebut kemudian diamati di bawah mikroskop oleh ahli patologi anatomi untuk mencari tanda-tanda adanya suatu keganasan.

4. CT scan

Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan luas, ukuran serta dapat pula menilai organ-organ lain sekitar tiroid (seperti trakea, esofagus dll) apakah mengalami suatu kelainan atau tidak.

Pengobatan Penyakit Tiroid

Pengobatan atau pemberian obat tiroid tergantung pada penyebab kelenjar tiroid, keparahan gejala tiroid, dan tingkat produksi hormon.

Terapi untuk gangguan yang menyebabkan hipertiroidisme mungkin melibatkan iodine radioaktif untuk menghancurkan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid untuk menghentikan produksi berlebih, obat tiroid atau obat anti-tiroid, atau operasi untuk mengangkat tiroid. Terkadang ketiga perawatan ini dapat digunakan bersamaan.

Jika tiroid dihilangkan atau diangkat, orang tersebut akan menjadi hipotiroid dan perlu menggunakan hormon tiroid sebagai pengganti untuk memenuhi kadar tiroid darah yang tidak lagi diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Dan perawatan untuk semua jenis dan penyebab hipotiroidisme biasanya langsung dan melibatkan terapi penggantian hormon tiroid.

Sedangkan untuk perawatan kanker tiroid tergantung pada jenis kanker dan seberapa jauh kanker itu telah menyebar. Kanker tiroid biasanya membutuhkan pengangkatan seluruh atau sebagian tiroid dan mungkin melibatkan pengobatan iodine radioaktif dan pengobatan dengan hormon tiroid. Radiasi dan kemoterapi biasa digunakan sebelum dan sesudah operasi pengangkatan tiroid.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.

Cerpen - Di Antara Sunyi dan Harapan, By: Khoirul Taqwim

 


Hari itu Jumat, 20 Maret 2026.
Langit di luar jendela rumah sakit tampak pucat, seolah ikut menanggung beban yang sama denganku. Aku terbaring, diam, memandangi langit-langit putih yang terasa begitu asing, namun kini menjadi bagian dari hariku.

Bunyi alat medis berdetak pelan, seperti pengingat bahwa tubuhku sedang berjuang. Dulu, aku hanya mengenal satu nama: hipertensi. Tekanan darah tinggi yang kadang datang diam-diam, kadang membuat tubuhku lemah. Tapi hari ini, aku mendengar satu lagi kata yang mengubah segalanya: diabetes.

Aku terdiam saat dokter menyebutkannya.

Bukan hanya dua penyakit itu.
Ada satu kata lain yang lebih berat—komplikasi.

Sejenak, dunia terasa runtuh.

Pikiranku berkelana ke masa lalu. Hari-hari ketika aku masih berjalan bebas, tertawa tanpa beban, makan tanpa pikir panjang. Aku tak pernah benar-benar menyangka bahwa tubuh ini, yang dulu terasa kuat, kini menjadi medan pertempuran yang sunyi.

Di ranjang ini, aku belajar sesuatu yang tak pernah diajarkan oleh buku mana pun:
bahwa sakit bukan hanya tentang tubuh, tapi juga tentang hati.

Ada malam-malam ketika aku bertanya dalam diam,
“Kenapa aku?”

Tapi tak ada jawaban, hanya keheningan yang memeluk.

Namun perlahan, aku mulai memahami…
bahwa mungkin ini bukan tentang “kenapa”, melainkan tentang “bagaimana”.

Bagaimana aku menghadapi ini.
Bagaimana aku tetap berdiri, meski harus dimulai dari berbaring.
Bagaimana aku tetap percaya, meski tubuhku sedang melemah.

Aku menarik napas panjang.
Perlahan, tapi pasti.

Di tengah segala keterbatasan ini, aku masih hidup.
Jantungku masih berdetak.
Harapanku—meski kecil—masih ada.

Aku memilih untuk tidak menyerah.

Aku akan minum obat, menjaga diri, menahan keinginan, dan belajar menerima. Bukan karena aku lemah, tapi justru karena aku ingin tetap bertahan.

Hari ini aku mungkin terbaring.
Tapi esok… siapa tahu aku sudah bisa melangkah lagi.

Dan jika pun langkahku nanti tak sekuat dulu,
aku akan tetap berjalan—dengan sabar, dengan ikhlas.

Karena aku tahu sekarang,
hidup bukan tentang seberapa sempurna tubuh ini,
melainkan seberapa kuat hati ini bertahan.

Di antara sunyi ruang rumah sakit ini,
aku menemukan satu hal yang tak pernah benar-benar hilang:

harapan.

Thursday, 19 March 2026

Cerpen - Satu Jam yang Menyelamatkan Separuh Hidupku, By: Khoirul Taqwim



Tanggal 17 Maret 2026, hari Selasa.
Hari itu seharusnya biasa saja.

Tubuhku mulai memberi tanda—ringan, samar, seperti bisikan yang hampir tak terdengar. Sedikit pusing, sedikit tidak nyaman. Aku mengabaikannya. Dalam pikiranku, itu hanya lelah, hanya hal kecil yang akan hilang dengan sendirinya.

Aku salah.

Malam datang dengan sunyi yang berbeda. Ada sesuatu yang terasa ganjil, tapi aku tetap menenangkannya dengan logika sederhana: “Besok juga sembuh.”

Namun esok hari, Rabu, 18 Maret 2026—segalanya berubah.

Pagi itu, dunia seperti bergeser dari tempatnya.
Sisi kiriku… tiba-tiba tak lagi sama.

Tanganku melemah. Kakiku terasa asing. Aku mencoba berdiri, tapi tubuhku seperti tak mau patuh. Lebih menakutkan lagi—saat aku mencoba berbicara, kata-kata keluar dengan patah, terdengar asing di telingaku sendiri.

Aku tidak lagi sepenuhnya menguasai diriku.

Saat itu aku sadar—ini bukan kelelahan biasa.

Dalam kepanikan yang tertahan, aku bergerak. Waktu terasa berjalan cepat sekaligus lambat. Setiap detik terasa penting. Aku harus segera ke rumah sakit.

Perjalanan itu seperti pertarungan.
Bukan melawan orang lain—tapi melawan waktu.

Kurang dari satu jam.
Hanya itu jarak antara aku dan kemungkinan kehilangan segalanya.

Di ruang rumah sakit, semuanya bergerak cepat. Suara alat medis, langkah kaki tenaga kesehatan, pertanyaan-pertanyaan yang harus kujawab dengan sisa kemampuan yang ada. Aku hanya bisa berharap—semoga belum terlambat.

Hari itu, aku resmi menjadi pasien.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku terbaring di ranjang rumah sakit… bukan karena sekadar pemeriksaan, tapi karena tubuhku benar-benar sedang berjuang.

Diagnosisnya jelas:
Hipertensi yang selama ini kuanggap sepele, telah membawaku ke ambang Stroke.

Separuh tubuhku sempat pergi.

Hari itu terasa panjang. Tapi harapan belum hilang.

Lalu keajaiban kecil mulai terjadi.

Kamis, 19 Maret 2026.

Aku membuka mata dengan rasa yang berbeda. Perlahan, aku mencoba menggerakkan tangan kiriku. Masih lemas… tapi ada respon. Kakiku pun mulai bisa menopang tubuhku, walau pelan dan ragu.

Aku berdiri.
Langkahku goyah, tapi nyata.

Aku berjalan.

Bicaraku pun kembali. Kata-kata yang kemarin terasa pecah, kini mulai utuh lagi. Suaraku kembali menjadi milikku.

Di ranjang rumah sakit itu, aku tersenyum dalam diam.
Aku belum sepenuhnya pulih—tubuh kiriku masih lemah, langkahku masih pelan. Tapi aku tahu satu hal:

Aku diberi kesempatan kedua.

Satu jam itu…
Satu keputusan untuk tidak menunda…
Telah menyelamatkan separuh hidupku.

Kini aku mengerti, tubuh bukan sekadar wadah. Ia berbicara, memberi tanda, bahkan berteriak saat kita terlalu lama mengabaikannya.

Dan aku pernah hampir kehilangan segalanya—
hanya karena tidak mendengarkan.

Di antara suara alat medis dan langkah pelan di koridor rumah sakit, aku berjanji pada diriku sendiri:

Aku akan hidup lebih sadar.
Lebih menjaga.
Lebih menghargai setiap detik yang diberikan.

Karena aku tahu,
tidak semua orang mendapatkan kembali apa yang sempat hilang.

Dan aku…
adalah salah satu yang masih diberi kesempatan itu.

Wednesday, 18 March 2026

5 Tanda Tubuh Sudah Berlebihan Mengonsumsi Garam

garam-doktersehat

DokterSehat.Com– Garam adalah salah satu bumbu makanan yang hampir selalu kita gunakan saat memasak. Keberadaan garam juga bisa ditemukan di dalam makanan-makanan lainnya, termasuk di dalam makanan kemasan yang bisa kita temukan di toko atau swalayan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut konsumsi garam yang berlebihan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang kurang baik.

Beberapa tanda tubuh sudah kelebihan asupan garam

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi garam yang berlebihan bisa menyebabkan datangnya masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengingat masalah kesehatan ini bisa berujung pada berbagai macam masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung atau stroke, sebaiknya kita mulai mewaspadai tanda bahwa tubuh sudah kelebihan asupan garam.

Berikut adalah tanda-tanda tersebut.

  1. Makanan akan terasa jauh lebih hambar

Makanan yang memiliki kandungan garam tinggi memang cenderung lebih gurih dan asin. Sayangnya hal ini akan berimbas pada perubahan pada indera pengecap kita. Karena terbiasa mengonsumsi makanan yang gurih dan asin, makanan dengan kandungan garam lebih rendah akan terasa jauh lebih hambar dan tidak enak.

Pakar kesehatan Moloo Gazzaniga dari American Dietetic Association menyebut menambahkan garam pada berbagai makanan sehat yang rasanya kurang kuat seperti sayuran memang bisa membuatnya lebih enak, namun hal ini justru membuat lidah kita tak lagi mampu menerima rasa masakan yang lebih hambar.

  1. Sering merasakan sensasi kembung

Konsumsi garam yang berlebihan bisa membuat kadar natrium di dalam tubuh meningkat. Sayangnya, hal ini akan berimbas pada retensi cairan yang muncul pada berbagai bagian tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan berat badan seperti bertambah.

“Garam di dalam tubuh mampu menahan atau mengikat cairan. Jika hal ini terjadi pada bagian pencernaan, akan menyebabkan sensasi kembung yang tidak nyaman dan berlangsung cukup lama,” ucap Bonne Taub-Dix yan berasal dari Better Than Dieting.

Hanya saja, kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada mereka yang sudah dewasa atau berusia lanjut.

  1. Sering mengalami sakit kepala

Jika kita sering mengalami sakit kepala tanpa tahu apa penyebabnya, sebaiknya kita mulai mempertahankan kebiasaan mengonsumsi garam sehari-hari. Jika konsumsi garam relatif tinggi, bisa jadi memang garam penyebabnya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kandungan di dalam garam, tepatnya natrium yang bisa memicu perubahan ukuran pada pembuluh darah, khususnya yang ada di kepala dan menuju otak. Jika sampai pembuluh darah menyempit, maka aliran darah juga akan terganggu sehingga akhirnya memicu sakit kepala.

  1. Lebih sering buang air kecil

Ternyata, kebiasaan mengonsumsi garam dengan berlebihan juga bisa membuat frekuensi buang air kecil meningkat. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan dr. Matsuo Tomohiro yang berasal dari Nagasaki University, Jepang, pada tahun 2017.

Dalam penelitian ini, asupan garam dalam jumlah yang tinggi bisa membuat frekuensi buang air kecil naik dengan drastis. Bagi orang yang sudah berusia lanjut, kondisi ini bahkan bisa membuat mereka bolak-balik ke toilet di tengah malam, saat mereka sebenarnya sedang tidur malam.

“Mengurangi konsumsi garam hingga 25 persen sudah cukup untuk menurunkan frekuensi buang air kecil di malam hari,” saran dr. Tomohiro.

  1. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Konsumsi garam berlebihan akan menyebabkan retensi cairan yang berujung pada pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti jari-jari, mata, atau bahkan kaki.

Demi mencegah datangnya hipertensi atau berbagai kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya memang kita menurunkan asupan garam setiap hari.