Showing posts with label Tarbawi. Show all posts
Showing posts with label Tarbawi. Show all posts

Friday, 28 November 2014

Ringkasan 24 Kaidah Penting dalam Menghafal Alqur'an dari Acara Musafir Ma'al Qur'an - Syeikh. Fahd Al Kandarie.

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Menghafal Alqur'an merupakan impian besar bagi banyak para pemuda muslim. Oleh karenanya kaidah menghafal alqur'an mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan impian tersebut.

Acara Musafir Ma'al Qur'an yang dipresenteri oleh seorang penghafal profesional Syeikh Fahd Al
Kandari merupakan saah satu acara yang luar biasa dan sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin mendapatkan motifasi dosis tinggi sekaligus mengetahui cara yang baik dalam menghafal Al qur'an.

Acara ini tayang di saluran TV Al Wathon dalam 30 episode. Dan pada episode terakhir ditampilkan rangkuman sekitar  24 Kaidah Penting dalam Menghafal Alquran yang merupakan potongan-potongan adegan di episode 1 s/d 29.

an merupakan impian besar bagi banyak para pemuda muslim Ringkasan 24 Kaidah Penting dalam Menghafal Alqur'an  dari Acara Musafir Ma'al Qur'an - Syeikh. Fahd Al Kandarie.

24 Kaidah Penting dalam Menghafal Alquran

  1. Ikhkas Karena Alloh Ta'ala.
  2. Memohon pertolongan dan menyerahkan segala urusan Pada Alloh
  3. Meninggalkan segala bentuk kemaksiatan
  4. Kemauan yang tinggi dan memulainya sejak dini.
  5. Mengkhususkan waktu untuk menghafal. Jangan jadikan menghafal sebagai pengisi waktu luang saja
  6. Menjauhi teman yang tidak baik yang akan menurunkan semangat atau menghalangi proses menghafal.
  7. Menhafal Alqur'an dengan kepada seorang ahli ( Mulakin,Muhafidz, syeikh atau Ustadz )
  8. Membuat perencanaan yang matang. Kapan anda akan mulai menghafal dan kapan anda akan menyelesaikannya sesuai kemampun.Jika ingin hafal dalam waktu 1 tahun maka anda harus bisa menghafal 2 muka, jika 3 tahun berarti 1 muka dan seterusnya.
  9. Mengulang hafalan. Buat jadwal mengulang menghafalan sebaik mungkin dan konsisten dengan jadwal tersebut. Anda bisa membuat jadwal harian, mingguan dan bulanan. Disarankan untuk mengulangi hafalan tidak kurang dari 1 Juz per hari.
  10. Mengamalkan apa yang telah dihafalkan.
  11. Membaca siroh (sejarah) orang-orang sholih semenjak zaman para sahabat
  12. Memahami ma'na dan kandungan al qur'an
  13. Konsisten dan berkesinambungan.Karena sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak tapi terpotong-potong.
  14. Menghafal dengan satu jenis Mushaf Al Qur'an. Karena ini akan membantu penghafal dalam mengingat letak ayat di dalam mushaf.
  15. Menghafal Al Qur'an di waktu fajar
  16. Mengulangi hafalan dalam sholat-sholat sunnah.
  17. Berlomba dengan kawan sejawat
  18. Khusuk dan penuh penghayatan dalam membaca dan menghafal Al Qur'an
  19. Pilih seseorang sekitar anda dan beritahu ia tentang target menghafal yang anda miliki.
  20. Membiasakan keterampilan membaca cepat atau hadr ( dengan disertai  tajwid yang benar ) ketika mengulang hafalan. Ini sangat bermanfaat terutama jika hafalan sudah banyak.
  21. Menyimak bacaan dari seorang hafidz atau qori' profesional. Anda bisa mendengarkan kaset atau MP3 murotal para masayikh dan imam besar.
  22. Menuliskan ayat-ayat alqur'an yang dihafal ke dalam sebuah buku.
  23. Membaca dengan melihat mushaf dan mengulanginya beberapa kali (15 kali atau lebih) sebelum menghafal. Ini akan membantu menjadikan hafalan tetap lengket di ingatan anda.
  24. Melazimi qiyamul lail (tahajud)

Video Musafir Ma'al Qur'an edisi 30




Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

18 Cara Mendidik Anak Seputar Aqidah dan Ibadah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Mendidik anak merupakan kewajiban yang begitu mulia sekalis berat yang Alloh embankan kepada para orang tua. Alloh menganugrahkan kita anak dan mengamanahkan agar dapat mendidiknya menjadi anak yang baik akhlak dan agamanya.

merupakan kewajiban yang begitu mulia sekalis berat yang Alloh embankan kepada para orang  18 Cara Mendidik Anak  Seputar Aqidah dan IbadahOleh sebab itu Alloh Subhanahu wa Ta'ala selalu mengingatkan kepada setiap orang tua untuk senantiasa menjaga amanah itu dengan baik. Mengasuh dan membimbingnya pada kebaikan yang akan membawanya ke syurga dan menjauhkannya dari siksa api neraka.

Alloh berfirman yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka" [ Qs. At Tahrim: 6 ]

 Rosululloh juga bersabda:
"Jika Anak Adam mati, terputusllah semua amalannya kecuali 3 hal; sedekah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan do'a anak sholih yang mendo'akannya"


Berikut ini kami sajikan untuk anda 18 cara mendidik anak mengenai persoalan Aqidah dan Muamalah yang dapat anda terapkan di rumah maupun di sekolah tempat anada mengajar.

Persoalan Aqidah

  1. Ajari anak anda Kalimat Tauhid “ Laa Illaaha Illalloh “ beserta konsekwunsinya.
  2. Ajarkan padanya mengapa kita diciptakan [QS. Adz-Dzariyat: 58 ]
  3. Jangan terlalu banyak menakuti anak dengan neraka, siksa dan kemarahan Alloh, sehingga anak tidak membayangkan bahwa Alloh itu mengerikan.
  4. Buat anak anda lebih mencintai Alloh
  5. Ingatkan agar selalu menjauhi dosa sekalipun dalam keadaan sendiri, karena Alloh maha melihat.
  6. Perbanyak mendengarkan kalimat-kalimat yang mengandung dzikrulloh seperti; Bsmillah, Alhamdulillah, astaghfirulloh dan lain-lain.
  7. Ajari anak ia agar mencintai Rosululloh. Hal ini bisa di tempuh dengan menyebutkan keagungan sifat Rosul atau membacakan sirohnya.
  8. Tanamkan pada dirinya mengenai iman terhadap qodo’ wal Qodar. Ajarkan bahwa aa yang Alloh akan terjadi dan apa yang Alloh tidak kehendaki maka tidak akan pernah terjadi.
  9. Ajukan kepadanya beberapa pertanyaan seputar aqidah. Seperti; 
  • “siapa tuhanmu?”
  • ... Siapa nabimu ?”
  • ...” Apa agamamu ?” “
  • ...Kenapa kita diciptakan ?
  • .... Siapa yang memberi kita rizki dan makan ?” dll.

Persoalan Ibadah

  1. Ajari anak anda Rukun Islam!
  2. Latih dia untuk menjaga sholatnya. Jika sudah berumur 7 tahun keatas anda dapat menderanya dengan deraan yang ringan dan tidak mencederai. !
  3. Bawa dia ke masjid dan contohkan juga bagaimana berwudzu yang baik !
  4. Latih dia berpuasa sejak dini agar kebiasaan ini melekat hingga dewasa !
  5. Motifasi dia untuk menghafal ayat-ayat al quran yang dianggap mudah seperti Juz Amma.!
  6. Berikan dia hadiah saat hafalannya bertambah !
  7. Jangan memberikan tekanan dengan terlalu banyak hafalan dan pelajaran. Berikan sewajarnya agar ia tidak menganggap belajar adalah sebuah hukuman yang mengerikan !
  8. Sadarilah bahwa anda adalah qudwah atau contoh untuk anak. Jika engkau bermalas-malas atau enggan beribadah maka anak anda juga akan terpengaruh oleh sikap anda sebagai  sang ayah. !
  9. Ajarkan anak anda untuk sedekah. Anda bisa mencontohkan dengan bersedekah di depan matanya. Atau anda juga dapat memberikan uang kepadanya dan menyuruhnya untuk mensedekahkan !

Baca Juga:
Demikian 18 Cara Mendidik Anak  Seputar Aqidah dan Ibadah . Semoga dapat menginspirasi untuk menjadikan buah hati atau murid-murid anda anak-anak sholih dan sholihah.

Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 25 November 2014

9 Kesalahan dalam Mentarbiyah atau Mendidik Anak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pada artikel ini saya ingin membahas tentang beberapa kesalahan dalam tarbiyah yang sering dilakukan oleh orang tua. Hal ini karena tarrbiyah sendiri memiliki peranan yang begitu besar dalam menentukan karekter seorang anak.Artinya semakin baik tarbiyah yang diberlakukan oleh orang tua kepada anaknya maka seakin besar pula kemungkinan si anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik mental maupun perangainya.

Namun sebaliknya tatkala orang tua mentarbiyah anaknya dengan cara-cara yang salah maka tidak menutup kemungkinan di kemudian hari si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik;pribadi yang memiliki mental lemah dan memiliki perangai atau akhlaq yang buruk.

Tapi taukah kita bahwa terkadang masih banyak sekali kesalahan-kesalah yang dilakukan orang tua dalam mentarbiyah anaknya.Baik dilakukan dengan unsur sengaja atau lantaran ketidak tahuan dan dilakukan tanpa sadar.

Pada artikel ini saya ingin membahas tentang beberapa  9 Kesalahan dalam Mentarbiyah atau Mendidik Anak

Berikut ini kami adalah 9 kesalahan fatal dalam mentarbiah yang kerap dilakukan orang tua terhadap anaknya:

1. Meremehkan Pentingnya Tarbiyah

Ada sebagian orang tua yang acuh tak acuh dalam masalah ini. Mereka meningggalkan anaknya tumbuh begitu saja tanpa adanya bimbingan dan dan arahan-arahan yang membangun dari ayah ibunya.

Orang tua seperti ini biasanya hanya mengukur kasih sayang terbatas pada materi saja.Istilahnya bisa memberi makan tiga kali sehari sudah lebih dari cukup.Sedangkan untuk masalah agama, akhlaq maupun pergaulan, semuanya dibiarkan begitu saja tanpa ada kontrol apa lagi arahan.

Padahal Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
" Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" [ QS. At Tahrim: 6 ]

Ibnu Qoyyim Rahimahulloh pernah berkata: "Barang siapa yang lalai mendidik anaknya dengan sesuatu yang bermanfaat lantas meninggalkannya begitu saja.Maka sungguh ia telah memperlakukannya dengan sangat buruk. Dan kebanyakan kerusakan seorang anak justru datang dari para orang tua dan sikap lalai mereka terhadap sang anak.Juga karena mereka tidak mengajari anak mereka kewajiban agama dan sunah-sunahnya.Mereka menyia-nyiakan anak mereka tatkala kecil sehingga tatkala dewasa sang anak tidak bisa memberikan manfaat apapun, tidak pada dirinya maupun orang tuanya.

Lantas sebagian mereka mengeluhkan atas kedurhakaan anaknya. Maka sang anak[un menjawab (dengan entengnya):" Wahai ayah, engkau telah mendurhakaiku di masa kecilku maka aku mendurhakaimu di masa tuamu. Emngkau menyia-nyiakanku di masa kecilku maka aku menyia-nyiakanmu di masa tuamu."

2.Dominasi Orang Tua

Jika pada kasus yang pertama orang tua cenderung acuh tak acuh, maka pada kasus ini justru kebalikannya. Orang tualah yang over dalam mendekte anaknya. Semua hal dalam kehidupan anak ditentukan oleh orang tua.Seakan semua yang berasal dari orang tua adalah benar sedangkan anak hanya dituntut untuk patuh dan patuh.

Hal ini sangat berbahaya dan memiliki banyak efek buruk pada anak, seperti:
  • Menumbuhkan kepribadian yang lemah dan tidak memiliki percaya diri
  • Menjadikan anak cenderung pemalu dan tertutup
    Menghambat kreatifitas
  • Mengakibatkan cedera psikologi maupun fisik
  • Berpotensi menumbuhkan sikap brutal khususnya tatkala ia sudah merasa bisa bebas dari kekangan orang tuanya.

3. Contoh Yang Kontradiktif

Kedua orang tua adalah orang pertama yang memberikan pegaruh pada kehidupan si kecil. Sehingga wajar jika banyak sifat yang akan seorang anak warisi dari keduanya.

Oleh karena itu anda sebagai orang tua harusnya sadar dan bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak anda. Ketika anda mengatakan kepada anak agar bersifat jujur maka jangan sekali-kali anda berbohong di depannya. Jika ini anda lakukan maka bisa jadi anak anda akan lebih meniru apa yang anda lakukan dibanding apa yang anda katakan.

 4. Mentarbiyah dengan Kekerasan.

Sebagian orang tua masih banyak yang meyakini bahwa kekerasan seperti memukul,mencambuk atau membentak adalah pendidikan yang paling efektif dan memberikan efek jera pada anak. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Sikap keras yang berlebihan sebenarnya hanya akan meninggalkan sakit hati dan cenderung mendorong anak untuk menjadi sosok yang bandel. Ia akan merasa selalu tertekan dan kehilangan rasa kasih sayang dan justru akan mewariskan kebencian yang begitu mendalam.

Sebagai orang tua anda hendaknya bersikap pertengahan.Berlaku lemah lembutlah kepada anak anda. Karena ini merupakan cara yang diajarkan Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi wa Salam kepada orang tua tatkala bergaul dengan anak kecil.

Diceritakan oleh Abu Huroiroh bahwa suatu hari Rosululloh mencum Hasan bi Ali. Dan saat itu ada Al Aqro' bin habis yang lantas berujar:" Akumemiliki anak 10, tapi aku tidak pernah mencium mereka". Rasulullohpun bersabada:
 " Barang siapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan disayangi" [Mutafaqun A'laih]

5. Meremehkan Kemungkaran

Sebagaimana kekerasan dilarang dalam sebuah tarbiyah, meremehkan atau acuh tak acuh dengan kesalahan yang dilakukan anakpun bukan merupakan cara yang bijak dan termasuk kesalahan dalam mentarbiyah . Banyak orang tua yang membiarkan anaknya meninggalkan sholat atau melakukan kmungkaran seperti berdusta atau berbicara kotor dengan alasan karena ia masih anak-anak. Padahal, jika ini sudah menjadi kebiasaan maka tentu akan susah untuk dihilangkan hingga ia beranjak dewasa sekalipun.

6. Mengenyampingkan Realita Kekinian

Termasuk kesalahan dalam mentarbiah adalah sikap  orang tua yang tidak bisa menyikapi  realita kehidupan modern secara objektif.  Padahal semakin hari kian berkembang dengan pernak-perniknya yang begitu beragam. Maka sudah selayaknya orang tua juga harus memperkenalkan hal-hal positif yang ada pada zaman ini.

Orang tua harusnya tidak fobia dengan perkembangan yang ada pada masa kini. Sebaliknya orang tua dituntuk untuk bisa memahami hal-hal baru dilingkungannya dan memilihkan sesuatu yang positif bagi sang anak seperti mengoprasikan komputer, belajar bahasa asing, bela diri dan hal-hal positif lainnya.

Dan sebaliknya sikap menjauhkan anak dari  perkembangan zaman amankan menjadikan anak menjadi sosok yang minder di hadapan teman-temannya. Dan tentunya ini sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi kejiwaan yang lain.

 7. Enggan Mengakui Keslahan.

Banyak orang tua yang merasa gengsi untuk mengakui sebuah kesalahan di hadapan anaknya.Padahal hal ini secara tidak langsung akan dicontoh oleh anak serta mewariskan sikap angkuh dan pengecut untuk mengakui sebuah kesalahan.

8. Membuat Keputusan Sepihak

Memang benar bahwa orang tua adalah penanggung serta pengambil kebijakan dalam keluarga. Namun hal ini tidak berarti bahwa anda bisa mengambil semua keputusan secara sendiri.Tidak baik jika anda memaksakan semua kehendak kepada anak anda.

9. Tidak Menghormati Privasi.

Ada sebagian keluarga yang kihidupan rumahnya tanpa aturan.Semua bisa masuk ruangan mana saja tanpa izin, memakai barang anggota keluarga lain dengan seenaknya dan masih banyak lagi prilaku lainnya yang menunjukkan tidak adanya privasi di dalam rumah.

Hal ini tidak baik bagi anak. Karena jika hal ini selalu dibiasakan di rumah, dikhawatirkan sang anak berprilaku sama atas privasi orang lain yang bukan keluarganya. Tidak menghormati bahkan menginjak-injak hak orang lain.


Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.