Sunday, 22 March 2026

10 Komplikasi Pasca Operasi yang Mungkin Dialami Pasien!

komplikasi-sesudah-operasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Pembedahan atau operasi adalah salah satu tindakan medis yang sering dianjurkan dokter untuk mengurangi atau menghilangkan keluhan dan gejala pasien. Sedangkan dokter bedah merupakan suatu spesialisasi untuk mengobati penyakit dan gangguan dengan memotong, mengangkat atau mengganti bagian tubuh dengan prosedur operasi yang membuka tubuh untuk diobati. Namun Definisi ini perlahan-lahan berubah, karena prosedur operasi yang baru tidak memerlukan pembukaan ke dalam tubuh.

Tidak jarang di antara kita takut untuk menjalani operasi karena berbagai pertimbangan mulai dari biaya, malu dan seram membayangkan tindakan operasi, bahkan sampai takut akan komplikasi yang akan terjadi.

Komplikasi Pasca-Operasi

Umumnya komplikasi sesudah operasi tidak dapat dihindarkan dari setiap tindakan medis apapun, termasuk tindakan medis yang ringan sekalipun seperti pengambilan darah maupun penginfusan oleh tenaga medis.

Namun meskipun begitu Anda tidak perlu terlalu berlebihan untuk mengkhawatirkannya, karena setiap tindakan dan prosedur medis termasuk pembedahan atau operasi pasti akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya dahulu sebelum dianjurkan oleh dokter.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa komplikasi yang mungkin muncul setelah tindakan operasi atau pembedahan, mulai dari yang ringan hingga berat seperti kematian. Berikut pemaparannya:

1. Demam

Demam merupakan suatu sistem pertahanan tubuh dan bukanlah suatu penyakit. Dengan demam kita dapat mengetahui bahwa sistem imune seseorang masih dapat bekerja dengan baik. Demam pasca operasi sering terjadi pada beberapa kasus, dan tinggi rendahnya suhu tubuh ini relatif bervariasi.

Demam ringan setelah operasi adalah hal yang biasa terjadi pada minggu pertama pemulihan. Kondisi ini adalah cara tubuh melawan segala infeksi potensial yang mungkin ada dari tindakan bedah sebelumnya.

2. Rasa tidak nyaman pada mulut & tenggorokan

Untuk pasien-pasien yang telah menjalankan operasi terkadang sering mengeluh akan rasa tidak nyaman atau rasa kering pada mulut atau tenggorokan mereka. Hal ini dapat terjadi akibat dari pemberian obat anestesi atau alat anestesi, selama tindakan operasi berlangsung.

Untuk tindakan operasi yang besar, biasanya prosedur pembiusan (anestesi) juga bukan yang biasa-biasa saja. Sebelum dilakukan tindakan operasi, biasanya pasien akan dibius terlebih dahulu dengan obat-obat anestesi, namun untuk menjaga saluran napas agar tetap aman selama operasi, biasanya dokter anestesi akan memasukan alat khusus hingga tenggorokan untuk mengamankan jalan napas pasien dari kemungkinan terjadinya aspirasi (cairan yang masuk ke jalan napas) dari saluran cerna.

Komplikasi sesudah operasi ini biasanya akan hilang dalam jangka waktu satu atau dua hari, atau mungkin beberapa hari lebih lama jika selang pernapasan tetap dipasang setelah prosedur operasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Luka setelah operasi

Komplikasi yang mungkin terjadi lainnya adalah luka bekas operasi yang tidak kunjung sembuh, seperti luka yang basah, mengeluarkan cairan terus menerus, dan tidak mengering.

Pada umumnya setiap manusia masih mempunyai sistem imun yang baik, memiliki kemampuan tubuh untuk menutup luka.

Luka pasca operasi yang tidak kunjung sembuh dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kurangnya menjaga kebersihan area sekitar luka, tidak mengikuti anjuran dokter untuk mengkontrol luka, diet makanan yang tidak sehat hingga pasien yang memiliki sistem imun tubuh yang rendah (seperti pada pasien yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan dan steroid atau pasien dengan penyakit autoimun); itu semua dapat menyebabkan proses penyembuhan menjadi lama.

Pada beberapa kasus, selain penutupan luka pasca operasi yang lama. Proses penyembuhan luka pasca operasi kadang dapat pula menjadi suatu jaringan parut yang terkadang timbul melebihi luka sayatan operasi. Jaringan parut ini dikenal dengan istilah keloid.

4. Waktu pemulihan yang lebih lama

Telah disinggung sebelumnya, bahwa setiap tindakan operasi atau pembedahan adalah untuk mengurangi dan menghilangkan sumber masalah yang menjadi keluhan pasien. Namun waktu pemulihan pasien pasca operasi ini sangatlah bervariasi.

Untuk tindakan pembedahan yang bersifat relatif ringan-sedang tanpa komplikasi sesudah operasi, waktu pemulihan pasca operasi akan berlangsung lebih singkat dan cepat dibandingkan dengan tindakan operasi yang berat dengan komplikasi.

Waktu pemulihan dari setiap pasien pun bervariasi tergantung beberapa faktor yang memengaruhinya. Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhinya:

  • Sistem Imune. Pasien dengan sistem imun yang rendah seperti pada pasien yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan atau steroid dan pasien dengan penyakit autoimun, biasanya memiliki waktu pemulihan yang lebih lama.
  • Riwayat penyakit terdahulu. Untuk pasien yang sebelumnya memang sudah memiliki penyakit yang berat sebelum dilakukan tindakan operasi, biasanya waktu pemulihannya pun akan berangsur lebih lama atau bahkan malah menjadi perburukan.
  • Usia. Untuk pasien-pasien yang masih bayi (<1th) dan lansia (>65th), sebelum dilakukan operasi biasanya akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang didapat karena untuk rasio umur tersebut biasanya waktu pemulihan akan berlangsung lebih lama.
  • Radioterapi. Untuk pasien pasca pembedahan tumor ganas (kanker) yang mendapatkan terapi radiasi, biasanya waktu pemulihannya pun akan menjadi lebih lama, karena kaitannya terapi radiasi yang diberikan dengan sistem imunnya.
  • Kebiasaan (habit). Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol atau diet makanan yang tidak sehat, juga memengaruhi waktu pemulihan pasca operasinya.
  • Malnutrisi. Pasien dengan malnutrisi juga memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih lama.

5. Rasa tidak nyaman saat BAK

Komplikasi pasca operasi seperti sulit buang air kecil (BAK) atau anyang-anyangan adalah hal yang umum terjadi, karena selama tindakan operasi pasien akan dipasangkan selang kencing (kateter). Dan rasa tidak nyaman atau anyang-anyangan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua hari pasca operasi.

6. Rasa tidak nyaman untuk BAB

Selain tidak nyaman untuk BAK, untuk pasien yang memiliki masalah di area pencernaan dan dubur, seperti pada pasien dengan ambeien atau wasir yang berat (derajat IV), biasanya karena pasien masih trauma (takut) akibat nyeri yang disebabkan oleh wasir sebelumnya, maka setelah operasi pun terkadang pasien enggan untuk BAB karena takut.

7. Depresi

Untuk kasus tertentu, komplikasi pasca operasi terkadang juga dapat mengalami depresi. Hal ini dapat terjadi biasanya pada pasien-pasien yang mendapatkan operasi amputasi dan operasi pengangkatan kanker.

Pasien pasca operasi amputasi biasanya akan merasa sedih, malu dan depresi karena kehilangan salah satu anggota tubuhnya. Sehingga pendekatan melalui anggota keluarga, teman atau kerabat dapat sangat membantu proses pemulihan pasien.

Begitu pula pasien dengan kanker, pasien ini biasanya akan merasa bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan sehingga selalu merasa sedih, depresi dan tidak memiliki semangat hidup sama sekali. Sehingga konseling untuk pasien ini sangat penting untuk diberikan.

8. Perdarahan

Meskipun jarang, perdarahan pasca operasi masih mungkin tetap dapat terjadi, dan hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kemampuan seseorang untuk menghentikan luka pun berbeda-beda.

Biasanya sebelum melakukan suatu tindakan operasi, dokter akan memintakan beberapa pemeriksaan laboratorium darah, yang dimana salah satunya adalah untuk menilai kemampuan pembekuan darah pasien tersebut. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi.

9. Infeksi

Komplikasi pasca operasi yang tidak terlalu diinginkan lainya ada infeksi. Infeksi pasca operasi dapat bertambah berat, terutama untuk kasus-kasus pasien dengan kondisi imun yang rendah atau pasien dengan infeksi berat sebelumnya.

Mencegah infeksi setelah operasi sangat penting dan bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik. Antibiotik biasanya diresepkan setelah operasi dengan komplikasi yang berat atau yang telah terinfeksi sebelumnya.

Mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi sejak dini dapat membantu pemulihan lebih cepat, karena infeksi akan memperlambat atau bahkan menghentikan proses penyembuhan.

10. Kematian

Komplikasi yang paling ditakuti adalah kematian. Risiko terjadinya kematian tidak dapat disingkirkan dari proses operasi baik sebelum, selama maupun pasca pembedahan.

Komplikasi ini tidak sertamerta akibat adanya kesalahan prosedur operasi. Banyak hal yang dapat memengaruhi dan memperburuk kondisi pasien selama proses operasi berlangsung.

Itulah beberapa komplikasi pasca operasi yang mungkin dapat terjadi. Namun perlu diingat di sini adalah bahwa setiap komplikasi sesudah operasi tidak selalu harus ada, karena banyak faktor lain juga yang memengaruhi hingga komplikasi tersebut terjadi. Dan dokter pasti akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya, serta memberikan informasi kemungkinan yang dapat terjadi selama dan setelah operasi terlebih dahulu kepada pasien dan keluarga pasien yang berkepentingan.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.

7 Manfaat Buah Langsat, Baik untuk Kulit Hingga Cegah Penyakit Kronis

manfaat-buah-langsat-doktersehat

DokterSehat.Com – Buah langsat adalah salah satu buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Buah mirip duku ini tidak hanya lezat dan menyegarkan, tapi ternyata juga menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Yuk, kenali kenali lebih jauh tentang buah langsat dan berbagai manfaat buah langsat untuk tubuh berikut ini!

Sekilas tentang Buah Langsat

Langsat adalah buah dari anggota family Meliaceae. Langsat (L. domesticum var. domesticum) memiliki bentuk yang sangat mirip dengan buah duku, karena keduanya memang berasal dari spesies yang sama.

Perbedaan paling mencolok dari langsat dan duku adalah pada bentuk kulit langsat yang lebih tipis dan langsat cenderung lebih bergetah sekalipun buahnya sudah masak, sedangkan buah duku tidak akan menghasilkan getah apabila sudah masak.

Kedua buah ini sama-sama nikmat dan menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan. Buah langsat tinggi kandungan serat, vitamin, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Buah langsat mengandung polifenol yang berlimpa, sebagian terdapat dalam daging buahnya, tapi paling banyak ada pada bagian kulit dan bijinya.

Sebuah analisis kuantitatif menunjukkan bahwa langsat termasuk ke dalam buah yang kulitnya memiliki kandungan flavonoid paling tinggi dibandingkan buah tropis lainnya. Buah langsat juga mengandung sejumlah mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, hingga zat besi.

Manfaat Buah Langsat

Buahnya yang berair dan rasanya yang terkadang masam membuat langsat menjadi buah yang menyegarkan ketika dikonsumsi. Selain dapat menikmati kelezatannya, tentunya kita juga dapat merasakan berbagai manfaat buah langsat berkat berbagai kandungan nutrisi di dalamnya.

Berikut adalah 7 manfaat langsat yang tidak disangka-sangka!

1 .Sumber serat alami

Serat merupakan salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung sistem pencernaan.

Berkat kandungan serat yang tinggi dalam buah langsat, banyak yang percaya bahwa salah satu manfaat langsat adalah dapat membantu mengatasi gejala atau mencegah sembelit. Setiap 100 gram buah langsat memiliki kandungan 2 gram serat, jumlah ini dapat memenuhi 8-11% kebutuhan serat pada wanita dan 6-8% kebutuhan serat untuk pria.

2. Membantu mengontrol berat badan

Manfaat buah langsat yang kedua adalah dapat membantu mengontrol berat badan.

Langsat dapat menjadi salah satu buah pilihan untuk dikonsumsi ketika Anda ingin menurunkan berat badan. Manfaat langsat satu ini juga masih berkaitan dengan kandungan serat yang tinggi dalam langsat. Buah satu ini juga tidak memiliki kandungan lemak jenuh maupun kolesterol.

Namun jika ingin mendapatkan manfaat buah langsat untuk diet menurunkan berat badan, tetap perhatikan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Perlu diketahui bahwa 100 gram langsat mengandung kurang lebih 57 kilo kalori, jumlah kalorinya lebih rendah dibandingkan dengan buah duku.

3. Mencegah diabetes

Sebenarnya tidak terdapat manfaat buah langsat untuk diabetes secara langsung, tapi buah langsat termasuk buah yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Fakta bahwa langsat mengandung serat yang tinggi dan mampu mengontrol berat badan juga memungkinan langsat sebagai buah yang baik untuk mencegah diabetes. Seperti yang kita ketahui bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama dari diabetes.

4. Mengontrol kadar kolesterol

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, langsat tidak memiliki kandungan lemak jenuh maupun kolesterol, bahkan langsat dipercaya dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa makanan dengan kadar serat tinggi, terutama serat larut air, efektif membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Serat ini akan menghambat penyerapan lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh.

5. Membantu menjaga metabolisme tubuh

Buah langsat merupakan sumber vitamin B kompleks mulai dari vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, hingga folat.

Vitamin B kompleks memiliki peran dalam membantu metabolisme karbohidrat, lemak, dan juga protein. Selain itu, kandungan vitamin B2 yang cukup tinggi dalam buah langsat juga dipercaya bermanfaat untuk menjaga sistem saraf agar dapat berfungsi dengan baik.

6. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Manfaat buah langsat selanjutnya adalah dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung.

Buah langsat dapat membantu mengontrol kolesterol, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kandungan kalium yang tinggi dalam buah langsat juga dipercaya dapat membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah.

7. Mencerahkan kulit

Manfaat buah langsat untuk kecantikan sudah tidak perlu diragukan lagi, beberapa produk perawatan kecantikan bahkan menjadikan ekstrak langsat sebagai salah satu formulanya.

Skin care dengan kandungan buah langsat ini dipercaya dapat membantu mencerahkan dan juga melembapkan kulit. Selain itu, langsat juga dipercaya mampu untuk mencegah penuaan karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

Cara Menggunakan Buah Langsat

Bagian yang dikonsumsi dari buah langsat hanyalah daging buahnya saja, bagian biji dan juga kulitnya tidak untuk dikonsumsi. Mengonsumsi biji langsat tidak berbahaya, tapi akan menghasilkan rasa pahit di lidah.

Hingga kini belum tersedia produk ekstrak buah langsat. Kandungan ekstrak langsat mungkin dapat ditemukan dalam beberapa produk kecantikan saja. Siapapun dapat menggunakan produk kecantikan dengan kandungan langsat, asalkan sesuai dengan kebutuhan kulitnya.

Manfaat buah langsat untuk tubuh memang sangat banyak, tapi sebaiknya jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Kandungan gula dalam langsat dianggap cukup tinggi sehingga buah ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering dan terlalu banyak.

Berbagai manfaat langsat di atas masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk memastikan buah langsat ini aman dikonsumsi. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Health Benefits of Lanzones – https://www.livestrong.com/article/510922-health-benefits-of-lanzones/
  2. Lanzones (langsat) fruit nutrition facts – https://www.nutrition-and-you.com/lanzones.html
  3. Lanzones – https://www.bar.gov.ph/index.php/agfishtech-home/crops/205-fruit-crops/1259-lanzones

Fexofenadine – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

efek-samping-fexofenadine-doktersehat

DokterSehat.Com – Fexofenadine obat apa? Fexofenadine adalah obat yang digunakan untuk meredakan beberapa gejala alergi. Obat Fexofenadine termasuk obat keras, sehingga Anda memerlukan resep dokter untuk bisa membelinya di apotek.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang Fexofenadine termasuk informasi tentang bentuk sediaan, manfaat, cara kerja, nama dagang, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan harga obat Fexofenadine.

Rangkuman Informasi Obat Fexofenadine

NamaFexofenadine
Golongan ObatObat Keras
Kelas TerapiAntihistamin non-sedatif
ManfaatMeredakan gejala alergi dan gejala peradangan
Cara KerjaMenghalangi pelepasan histamin di dalam tubuh
Nama DagangFexofenadine HCl, Fexotabs, Fexoved, Telfast, dan lainnya
Bentuk SediaanTablet salut selaput
IndikasiAlergi nasal, rhinitis alergi, urtikaria, dan lainnya
KontraindikasiHipersensitivitas
Dosis30 mg-180 mg sehari (tergantung usia dan kondisi pasien)
Cara pakaiDiminum setelah makan
Efek sampingSakit kepala, nyeri punggung, pilek, reaksi alergi, dan lainnya
HargaRp40.000-120.000/strip (10 tablet)

Manfaat Fexofenadine

Fexofenadine memiliki manfaat untuk meredakan gejala alergi dan gejala peradangan. Gejala alergi dan peradangan yang bisa diredakan adalah gejala karena alergi obat, alergi musiman karena perubahan cuaca, gigitan serangga, dan urtikaria.

Obat yang mengandung Fexofenadine sering kali digunakan pada terapi alergi nasal, rhinitis alergika dan rhinitis vasomotor. Akan tetapi, kandungan ini dinilai kurang efektif untuk mengatasi kongesti hidung.

Golongan obat yang termasuk antihistamin non-sedatif ini cukup efektif untuk mengatasi demam, gatal-gatal, ruam kulit, pilek, bersin-bersin, mata merah, mata berair, mata gatal, dan tenggorokan gatal.

Manfaat Fexofenadine juga bisa untuk menyembuhkan gejala urtikaria seperti ruam kulit, gatal, dan kulit kemerahan. Tidak hanya menyembuhkan, pemakaian Fexofenadine yang sesuai aturan juga bisa mencegah urtikaria.

Cara Kerja Fexofenadine

Sebagaimana obat golongan antihistamin pada umumnya, Fexofenadine juga memiliki cara kerja yang sama. Fexofenadine bekerja dengan cara menghalangi efek histamin di dalam tubuh. Histamin adalah suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi.

Jadi, saat Fexofenadine berhasil mencegah pelepasan histamin tubuh, maka gejala alergi atau gejala peradangan bisa dicegah atau diredakan bila sudah terjadi. Tidak semua pasien memiliki respons yang sama terhadap cara kerja Fexofenadine.

Nama Dagang Obat yang Mengandung Fexofenadine

Fexofenadine dijual dalam berbagai jenis nama dagang. Setiap nama dagang mungkin memiliki harga, jumlah dosis, dan jumlah unit yang berbeda. Akan tetapi, manfaat semua nama dagang obat tersebut tidak berbeda karena sama-sama mengandung Fexofenadine.

Berikut ini adalah beberapa nama dagang obat yang mengandung Fexofenadine:

  1. Fexofenadine HCl
  2. Fexotabs
  3. Fexoved
  4. Telfast
  5. Telfast BD
  6. Telfast HD
  7. Telfast OD
  8. Telfast Plus
  9. Sandoz Fexal
  10. Dan lainnya

Bentuk Sediaan Fexofenadine

Fexofenadine adalah obat antihistamin oral yang memiliki bentuk sediaan berupa tablet salut selaput. Namun, ada juga yang berbentuk kaptabs pelepasan lambat. Kekuatan dosis setiap tablet Fexofenadine bervariasi.

Beberapa jenis kekuatan dosis Fexofenadine adalah 30 mg, 60 mg, 120 mg, dan 180 mg. Ada nama dagang obat yang mengandung Fexofenadine tunggal, tetapi ada juga nama dagang obat yang memiliki kandungan kombinasi.

Obat Fexofenadine biasanya dikombinasikan dengan Pseudoefedrin HCl. Hal ini dikarenakan Pseudoefedrin HCl memiliki manfaat terhadap kongesti hidung di mana  Fexofenadine kurang efektif untuk hal tersebut.

Penyimpanan Fexofenadine sebaiknya dilakukan dengan benar. Jangan menyimpan Fexofenadine di tempat  yang mudah dijangkau anak-anak. Hindari penyimpanan Fexofenadine di tempat yang mudah terkena paparan sinar matahari.

Indikasi Fexofenadine

Obat alergi ini harus digunakan sesuai aturan mengingat ini adalah obat keras. Aturan pakai Fexofenadine adalah memiliki indikasinya. Jadi, hanya orang yang membutuhkan yang bisa menggunakannya.

Berikut ini adalah beberapa indikasi Fexofenadine:

  • Reaksi alergi obat
  • Alergi nasal
  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis alergi musiman
  • Rhinitis vasomotor
  • Reaksi pasca digigit serangga
  • Urtikaria idiopatik kronis
  • Neutropenia yang diinduksi sitotoksik

Kondisi-kondisi tersebut biasanya mengakibatkan beberapa gejala yang mirip, yakni seperti demam, gatal-gatal, ruam kulit, pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, mata merah, mata berair, mata gatal, dan tenggorokan gatal.

Kontraindikasi Fexofenadine

Fexofenadine tidak bisa digunakan pada pasien yang memiliki masalah hipersensitivitas terhadap komponen obat. Orang dengan kondisi ini bisa mengalami reaksi alergi yang berakibat fatal jika tetap menggunakan Fexofenadine.

Peringatan Penggunaan Obat Fexofenadine

Meskipun belum tentu kontraindikasi dengan Fexofenadine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat alergi ini.

Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum menggunakan Fexofenadine jika Anda memiliki salah satu dari kondisi di bawah ini:

  • Sedang hamil atau berencana hamil
  • Sedang menyusui
  • Mengalami gangguan fungsi ginjal
  • Mengalami gangguan fungsi hati
  • Beri tahu semua nama obat medis, obat herbal, suplemen makanan, dan multivitamin yang sedang digunakan
  • Menggunakan obat antasida, eritromisin, atau ketoconzole

Dosis Fexofenadine

Gunakanlah Fexofenadine sesuai dengan dosis yang tepat. Dosis Fexofenadine tergantung pada usia dan kondisi medis pasien, yakni berkisar antara 30 mg hingga 180 mg dalam sehari dengan dosis terbagi ataupun tunggal. Oleh karena itu, diperlukan resep dokter agar dosis Fexofenadine bisa sesuai.

Efek Samping Fexofenadine

Penggunaan Fexofenadine bisa menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang mungkin muncul bisa ringan hingga serius.

Berikut ini adalah efek samping Fexofenadine yang umum terjadi:

  • Sakit kepala
  • Nyeri punggung
  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan
  • Nyeri di area sinus
  • Mengantuk
  • Kelelahan

Penggunaan Fexofenadine juga bisa menimbulkan beberapa efek samping yang lebih serius meskipun jarang terjadi:

  • Urtikaria
  • Pruritus
  • Kulit kemerahan
  • Reaksi alergi (gatal-gatal, ruam kulit, sulit bernafas, sakit perut, mual, muntah, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda)
  • Demam
  • Batuk yang parah
  • Gangguan di area telinga
  • Sulit menelan
  • Rewel (pada anak)
  • Ataksia
  • Dismenore
  • Halusinasi
  • Tremor
  • Aritmia ventrikel
  • Psikosis
  • Kejang
  • Koma

Segera hentikan penggunaan Fexofenadine jika Anda mengalami salah satu dari efek samping yang telah disebutkan. Carilah bantuan medis terdekat agar efek samping tidak berkembang semakin buruk.

Harga Fexofenadine

Harga Fexofenadine tergantung pada nama dagang, kekuatan dosis, dan kuantitas obat dalam satu unit kemasan. Umumnya, Fexofenadine dijual dengan harga Rp40.000-120.000/strip (10 tablet).

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: FEKSOFENADIN HCL. http://pionas.pom.go.id/monografi/feksofenadin-hcl [diakses pada 9 Juli 2019]
  2. Drugs: Fexofenadine. https://www.drugs.com/mtm/fexofenadine.html [diakses pada 9 Juli 2019]
  3. MedlinePlus: Fexofenadine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697035.html [diakses pada 9 Juli 2019]
  4. DrugInfoSys: Fexofenadine. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1116&type=1 [diakses pada 9 Juli 2019]

Tumor Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

tumor-otak-doktersehat

Doktersehat.com – Tumor otak merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat perkembangan (proliferasi) abnormal dari jaringan di otak. Tidak semua tumor otak dapat berubah menjadi ganas, sebagian tetap berupa tumor jinak.

Penyebab Tumor Otak

Tumor otak dapat berasal dari sel otak itu sendiri (bersifat primer), atau dapat pula terjadi akibat metastasis sel kanker dari organ lain ke otak melalui aliran darah atau limfe (bersifat sekunder).

Para ahli kesehatan dan peneliti mengemukakan penyebab tumor otak belum dapat diketahui secara pasti dan menyeluruh. Akan tetapi, penelitian menemukan bahwa perkembangan cepat dan abnormal yang terjadi pada sel otak merupakan penyebab tumor otak berkembang menjadi ganas.

Tumor otak, sama seperti tumor lainnya terbentuk karena perubahan DNA di dalam sel. DNA adalah senyawa kimia yang membentuk gen, mengontrol bagaimana sel-sel tubuh berfungsi.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak tergantung dari lokasi, ukuran dan jenis tumor otak itu sendiri. Untuk tumor otak yang sangat kecil dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali, namun untuk tumor otak yang cenderung besar dapat menimbulkan gejala.

Berikut gejala umum tumor otak, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Kejang atau epilepsi.
  • Penurunan kesadaran.
  • Muntah proyektil.
  • Gangguan dari sistem persarafan.

baca juga: Tak Hanya Indah, Tanaman Hias ini Juga Bisa Cegah Kanker Otak

Diagnosis Tumor Otak

Penentuan jenis tumor perlu dilakukan oleh dokter untuk memperkirakan seberapa parah penyakit dan merencanakan pengobatan yang akan dilakukan. Beberapa langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. CT scan dan MRI

Untuk pasien-pasien yang di curigai atau telah terdiagnosa tumor otak, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI untuk melihat adanya tumor otak atau tidak.

2. Foto polos dada

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengetahui apakah tanda tumor otak tadi berasal dari suatu metastatis yang biasanya kemungkinan terbesar dari tumor yang berasal dari dada.

3. Pemeriksaan cairan serebrospinal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya suatu sel-sel tumor otak dan juga sebagai marker tumor. Namun, biasanya pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama untuk pasien yang mempunyai massa otak yang lumayan besar. Dan umumnya, diagnosis yang dilakukan dalam bentuk diagnosis histologik ini ditegakkan melalui suatu pemeriksaan patologi anatomi.

4.  Biopsi stereostatik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya suatu kedudukan pada tumor yang ada di dalam juga untuk memberikan suatu dasar pada pengobatan dan juga informasi pada prognosis.

Pengobatan Tumor Otak

Seperti dijelaskan sebelumnya, tumor otak merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, tumor otak ada yang bersifat jinak maupun ganas. Selain mengetahui tentang gejala dan penyebab tumor otak, Anda juga perlu untuk mengetahui pengobatan tumor otak.

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan untuk mengusahakan kesembuhan tumor otak, di antaranya:

1. Operasi

Prosedur pengangkatan tumor otak melalui operasi membutuhkan observasi yang mendalam sebelum prosedur medis ini dilakukan. Sel tumor yang terus bertambah ukurannya maupun menyebar bisa membahayakan otak secara keseluruhan. Namun, jika operasi berpotensi membahayakan jaringan otak yang sehat, maka dokter hanya akan mengangkat tumor sebagian agar tidak terjadi efek yang tidak diinginkan.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan dengan memanfaatkan obat-obatan kimiawi baik melalui injeksi/suntikan maupun oral.

3. Radioterapi

Selain kemoterapi, radioterapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan untuk penderita tumor otak. Pengobatan radioterapi menggunakan sinar radiasi yang dosis atau intensitasnya disesuaikan dengan parah tidaknya tumor, maupun usia dan kondisi badan penderita.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim

Cerpen - Keindahan yang Tak Terlihat, By: Khoirul Taqwim



Di sebuah kota yang selalu diterpa angin, terdapat seorang wanita yang namanya tak begitu dikenal, namun wajahnya menyimpan seribu makna. Tak pernah ada kesempatan untuk bertatap muka langsung, namun setiap kali namanya disebutkan, hatiku seperti dihujani kedamaian. Aku mengenalnya bukan melalui mata, melainkan melalui setiap kata yang pernah tertulis dan diucapkan.


Dia adalah seorang penghafal Al-Qur’an, seorang wanita yang dengan penuh cinta mengukir kata-kata Tuhan dalam ingatannya. Kecantikan wajahnya memang tak terbantahkan, namun lebih dari itu, ada sesuatu yang jauh lebih dalam—akhlaknya. Dia adalah refleksi dari kebaikan yang langka, seorang wanita yang hidup dalam kesederhanaan, namun memiliki hati yang tak pernah lelah untuk berbagi cinta dan kasih sayang.


Setiap kali mendengar namanya, aku teringat pada sosok Rabi'ah al-Adawiyah, seorang wanita sufi yang dikenal bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena cintanya yang mendalam kepada Tuhan. Wanita itu, meskipun belum pernah kulihat secara langsung, aku rasa memiliki kesamaan dengan Rabi'ah. Dalam diamnya, dia mengajarkan banyak hal—tentang ketulusan, tentang cinta yang tak mengharap balasan.


Terkadang aku merasa, meskipun jarak memisahkan kami, kami terhubung dalam cara yang tak bisa dijelaskan. Saat aku menulis, kadang-kadang aku merasa seperti ada sesuatu yang mendorongku, seolah-olah setiap kata yang kutulis adalah bagian dari sebuah pertemuan yang belum terjadi. Kata-kata itu datang begitu mudah, mengalir begitu saja, seolah berasal dari tempat yang jauh, tetapi sangat dekat di hati.


Aku tahu, di balik kerudung hijau yang selalu menutupi rambutnya, ada ketenangan yang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggambarkan kedamaian yang dia bawa, kecuali dengan kata-kata yang muncul dari dalam jiwaku. Dan meskipun aku tak pernah melihatnya, aku merasa mengenalnya begitu dekat. Setiap kata, setiap doa yang dia panjatkan, seperti mengalir melalui udara, menyentuh hatiku yang sering kali gelisah.


Dia adalah wanita yang penuh dengan keindahan, tetapi keindahan itu bukan sekadar rupa. Keindahan sejatinya adalah pada akhlaknya, pada caranya hidup dengan penuh kesabaran dan cinta. Kebaikan yang dia sebarkan tak pernah tampak dengan jelas, tetapi selalu terasa di sekitar orang-orang yang mengenalnya.


Aku tahu bahwa dia, seperti Rabi'ah al-Adawiyah, tidak mencari perhatian dunia. Dia hanya hidup untuk Tuhan, dengan setiap langkahnya yang penuh kebaikan. Dan aku, meskipun tidak pernah bertemu dengannya secara langsung, merasa terinspirasi oleh kehadirannya yang begitu nyata, meski tak terlihat.


Setiap kali aku menulis, aku merasa dia ada di sana—mengamati dengan penuh kasih, memberikan kedamaian yang aku butuhkan. Seperti angin yang berbisik lembut di tengah malam, dia hadir dalam setiap kata yang kutulis. Aku tahu, meskipun dia tidak pernah tahu, setiap puisi dan setiap cerita yang kutulis adalah bentuk penghormatanku padanya, pada wanita yang begitu indah dan mulia.


Dan meskipun dunia tidak pernah tahu tentangnya, aku tahu bahwa dia adalah bagian dari keindahan yang tak akan pernah pudar, yang selalu ada dalam setiap hembusan napas yang kutarik.

Saturday, 21 March 2026

Cerpen – Lebaran yang Sunyi, Rindu yang Abadi, By: Khoirul Taqwim



Pagi itu, takbir masih menggema dari kejauhan. Suaranya merambat pelan, masuk ke dalam kamar kecil tempat aku berbaring. Idul Fitri telah tiba, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Aku terbangun tanpa suara lembut yang dulu selalu memanggilku.
“Bangun, Nak… hari ini Lebaran.”

Tak ada lagi aroma masakan dari dapur yang biasanya sudah ramai sejak subuh. Tak ada langkah kaki Ayah yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Semuanya sunyi. Terlalu sunyi.

Aku menatap langit-langit, mencoba tersenyum. Tapi dadaku terasa sesak.

Ini bukan pertama kalinya aku merasakan Lebaran tanpa Ayah. Sejak beliau pergi, setiap hari raya selalu terasa ada yang hilang. Tapi sejak Ibu juga menyusul… kekosongan itu berubah menjadi kehampaan yang sulit dijelaskan.

Aku kini benar-benar sendiri.

Air mata jatuh tanpa permisi.
Aku mencoba mengusapnya, tapi semakin diusap, semakin deras mengalir.

Kenangan itu datang begitu saja.

Tentang Ayah yang selalu mengajakku ke masjid pagi-pagi, dengan baju terbaik yang beliau punya. Tentang Ibu yang sibuk di dapur, tapi tetap menyempatkan tersenyum dan bertanya, “Sudah mandi belum?”

Tentang momen salaman… saat tanganku menggenggam tangan mereka, lalu mencium dengan penuh haru. Saat itu, aku tak pernah tahu… bahwa suatu hari, momen sederhana itu akan menjadi sesuatu yang sangat kurindukan.

Sekarang… tak ada lagi tangan yang bisa kugenggam.

Aku menutup wajahku dengan kedua tangan.

“Bu… Yah… aku rindu…”

Suaraku lirih, hampir tak terdengar. Tapi hatiku berteriak.

Di luar sana, orang-orang saling mengunjungi, tertawa, bermaafan. Sementara aku hanya bisa berbaring, menahan rasa sakit yang belum sepenuhnya pulih, ditemani sepi yang terasa semakin dalam di hari raya ini.

Aku sempat bertanya dalam hati…
Mengapa Lebaran terasa seperti ini sekarang?

Namun perlahan, aku mengerti.

Bukan Lebarannya yang berubah.
Tapi orang-orang yang dulu menghidupkan hari itu… kini telah tiada.

Aku menarik napas panjang.

Dengan tangan gemetar, aku mengangkat kedua telapak tangan.
Untuk pertama kalinya hari itu, aku tidak hanya menangis—aku berdoa.

“Ya Allah… sampaikan rinduku pada Ayah dan Ibu…
Ampuni mereka… lapangkan kuburnya…
Dan terima kasih… karena Engkau pernah menghadirkan mereka dalam hidupku…”

Air mataku jatuh lagi. Tapi kali ini terasa berbeda.

Lebih hangat. Lebih tenang.

Mungkin… aku memang tidak bisa lagi merayakan Lebaran seperti dulu.
Tidak ada pelukan, tidak ada cium tangan.

Tapi aku masih bisa mencintai mereka—dengan cara yang berbeda.

Dengan doa.
Dengan kenangan.
Dengan rindu yang tidak akan pernah hilang.

Di tengah sunyi itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku tahu…
walaupun mereka telah pergi,
cinta mereka tidak pernah benar-benar meninggalkanku.

Friday, 20 March 2026

Cerpen - Takbiran yang Sunyi, By: Khoirul Taqwim


Malam takbiran kembali datang.

Langit bertabur gema takbir yang bersahutan dari masjid ke masjid, dari pengeras suara kecil hingga yang menggema ke seluruh penjuru kampung. Dulu, suara itu terasa seperti panggilan pulang—menggetarkan hati dengan kebahagiaan yang sulit dijelaskan.

Namun malam ini, semua terasa berbeda.

Aku terbaring lemah di atas ranjang. Tubuhku belum sepenuhnya pulih. Obat-obatan masih tersusun rapi di meja kecil di sampingku, menjadi saksi bahwa tahun ini bukan tahun yang biasa.

Tak ada suara ayah yang biasanya sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Tak ada bunda yang mondar-mandir di dapur, memasak hidangan khas lebaran dengan penuh cinta.

Semua itu… kini hanya tinggal kenangan.

Aku memejamkan mata.

Sejenak, aku mencoba kembali ke masa kecil itu. Saat aku masih berlarian di halaman rumah, memegang kembang api, tertawa tanpa beban. Ayah tersenyum melihatku dari kejauhan, sementara bunda memanggilku masuk karena hari sudah larut.

“Besok kita sholat Ied bersama, ya,” kata ayah waktu itu.

Dan aku mengangguk penuh semangat.

Kini, suara itu hanya bergema dalam ingatan.

Tak terasa, air mata mengalir perlahan. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku rindu—rindu yang tak punya tempat untuk pulang.

Lebaran dulu terasa begitu penuh. Sekarang… terasa ada ruang kosong yang tak bisa diisi oleh apa pun.

Apalagi tahun ini, aku bahkan tak bisa mudik.

Tak bisa menjejakkan kaki di tanah kampung. Tak bisa berziarah. Tak bisa sekadar duduk diam di halaman rumah lama sambil mengenang.

Aku benar-benar sendiri dalam sunyi.

Namun di tengah kesunyian itu, suara takbir tetap mengalun. Pelan… tapi pasti. Seolah mengingatkanku bahwa ada sesuatu yang tidak pernah berubah.

Aku menarik napas panjang.

Mungkin benar, lebaran bukan hanya tentang berkumpul. Bukan hanya tentang pulang secara fisik.

Tapi tentang kembali… kepada hati yang lebih sabar. Kepada jiwa yang lebih ikhlas.

Aku menatap langit dari balik jendela kecil di kamarku.

“Pak… Bu…,” bisikku lirih, “aku rindu.”

Angin malam berhembus lembut, seolah membawa pesan yang tak terdengar, tapi terasa.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku sadar— meski mereka telah pergi, cinta mereka masih tinggal di sini.

Di dalam dadaku.

Lebaran ini memang sunyi, tapi tidak sepenuhnya hampa.

Masih ada kenangan. Masih ada doa. Dan masih ada harapan…

bahwa suatu hari nanti, aku akan merasakan hangatnya “pulang” lagi— meski dengan cara yang berbeda.

Takbiran terus bergema.

Dan di antara sunyi, aku belajar…

untuk tetap kuat.