Saturday, 21 March 2026

Cerpen – Lebaran yang Sunyi, Rindu yang Abadi, By: Khoirul Taqwim



Pagi itu, takbir masih menggema dari kejauhan. Suaranya merambat pelan, masuk ke dalam kamar kecil tempat aku berbaring. Idul Fitri telah tiba, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Aku terbangun tanpa suara lembut yang dulu selalu memanggilku.
“Bangun, Nak… hari ini Lebaran.”

Tak ada lagi aroma masakan dari dapur yang biasanya sudah ramai sejak subuh. Tak ada langkah kaki Ayah yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Semuanya sunyi. Terlalu sunyi.

Aku menatap langit-langit, mencoba tersenyum. Tapi dadaku terasa sesak.

Ini bukan pertama kalinya aku merasakan Lebaran tanpa Ayah. Sejak beliau pergi, setiap hari raya selalu terasa ada yang hilang. Tapi sejak Ibu juga menyusul… kekosongan itu berubah menjadi kehampaan yang sulit dijelaskan.

Aku kini benar-benar sendiri.

Air mata jatuh tanpa permisi.
Aku mencoba mengusapnya, tapi semakin diusap, semakin deras mengalir.

Kenangan itu datang begitu saja.

Tentang Ayah yang selalu mengajakku ke masjid pagi-pagi, dengan baju terbaik yang beliau punya. Tentang Ibu yang sibuk di dapur, tapi tetap menyempatkan tersenyum dan bertanya, “Sudah mandi belum?”

Tentang momen salaman… saat tanganku menggenggam tangan mereka, lalu mencium dengan penuh haru. Saat itu, aku tak pernah tahu… bahwa suatu hari, momen sederhana itu akan menjadi sesuatu yang sangat kurindukan.

Sekarang… tak ada lagi tangan yang bisa kugenggam.

Aku menutup wajahku dengan kedua tangan.

“Bu… Yah… aku rindu…”

Suaraku lirih, hampir tak terdengar. Tapi hatiku berteriak.

Di luar sana, orang-orang saling mengunjungi, tertawa, bermaafan. Sementara aku hanya bisa berbaring, menahan rasa sakit yang belum sepenuhnya pulih, ditemani sepi yang terasa semakin dalam di hari raya ini.

Aku sempat bertanya dalam hati…
Mengapa Lebaran terasa seperti ini sekarang?

Namun perlahan, aku mengerti.

Bukan Lebarannya yang berubah.
Tapi orang-orang yang dulu menghidupkan hari itu… kini telah tiada.

Aku menarik napas panjang.

Dengan tangan gemetar, aku mengangkat kedua telapak tangan.
Untuk pertama kalinya hari itu, aku tidak hanya menangis—aku berdoa.

“Ya Allah… sampaikan rinduku pada Ayah dan Ibu…
Ampuni mereka… lapangkan kuburnya…
Dan terima kasih… karena Engkau pernah menghadirkan mereka dalam hidupku…”

Air mataku jatuh lagi. Tapi kali ini terasa berbeda.

Lebih hangat. Lebih tenang.

Mungkin… aku memang tidak bisa lagi merayakan Lebaran seperti dulu.
Tidak ada pelukan, tidak ada cium tangan.

Tapi aku masih bisa mencintai mereka—dengan cara yang berbeda.

Dengan doa.
Dengan kenangan.
Dengan rindu yang tidak akan pernah hilang.

Di tengah sunyi itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku tahu…
walaupun mereka telah pergi,
cinta mereka tidak pernah benar-benar meninggalkanku.

Friday, 20 March 2026

Cerpen - Takbiran yang Sunyi, By: Khoirul Taqwim


Malam takbiran kembali datang.

Langit bertabur gema takbir yang bersahutan dari masjid ke masjid, dari pengeras suara kecil hingga yang menggema ke seluruh penjuru kampung. Dulu, suara itu terasa seperti panggilan pulang—menggetarkan hati dengan kebahagiaan yang sulit dijelaskan.

Namun malam ini, semua terasa berbeda.

Aku terbaring lemah di atas ranjang. Tubuhku belum sepenuhnya pulih. Obat-obatan masih tersusun rapi di meja kecil di sampingku, menjadi saksi bahwa tahun ini bukan tahun yang biasa.

Tak ada suara ayah yang biasanya sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Tak ada bunda yang mondar-mandir di dapur, memasak hidangan khas lebaran dengan penuh cinta.

Semua itu… kini hanya tinggal kenangan.

Aku memejamkan mata.

Sejenak, aku mencoba kembali ke masa kecil itu. Saat aku masih berlarian di halaman rumah, memegang kembang api, tertawa tanpa beban. Ayah tersenyum melihatku dari kejauhan, sementara bunda memanggilku masuk karena hari sudah larut.

“Besok kita sholat Ied bersama, ya,” kata ayah waktu itu.

Dan aku mengangguk penuh semangat.

Kini, suara itu hanya bergema dalam ingatan.

Tak terasa, air mata mengalir perlahan. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku rindu—rindu yang tak punya tempat untuk pulang.

Lebaran dulu terasa begitu penuh. Sekarang… terasa ada ruang kosong yang tak bisa diisi oleh apa pun.

Apalagi tahun ini, aku bahkan tak bisa mudik.

Tak bisa menjejakkan kaki di tanah kampung. Tak bisa berziarah. Tak bisa sekadar duduk diam di halaman rumah lama sambil mengenang.

Aku benar-benar sendiri dalam sunyi.

Namun di tengah kesunyian itu, suara takbir tetap mengalun. Pelan… tapi pasti. Seolah mengingatkanku bahwa ada sesuatu yang tidak pernah berubah.

Aku menarik napas panjang.

Mungkin benar, lebaran bukan hanya tentang berkumpul. Bukan hanya tentang pulang secara fisik.

Tapi tentang kembali… kepada hati yang lebih sabar. Kepada jiwa yang lebih ikhlas.

Aku menatap langit dari balik jendela kecil di kamarku.

“Pak… Bu…,” bisikku lirih, “aku rindu.”

Angin malam berhembus lembut, seolah membawa pesan yang tak terdengar, tapi terasa.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, aku tersenyum kecil.

Karena aku sadar— meski mereka telah pergi, cinta mereka masih tinggal di sini.

Di dalam dadaku.

Lebaran ini memang sunyi, tapi tidak sepenuhnya hampa.

Masih ada kenangan. Masih ada doa. Dan masih ada harapan…

bahwa suatu hari nanti, aku akan merasakan hangatnya “pulang” lagi— meski dengan cara yang berbeda.

Takbiran terus bergema.

Dan di antara sunyi, aku belajar…

untuk tetap kuat.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Bayi (Dilengkapi Mitos Fakta Menurut Dokter)

menjaga-kesehatan-kulit-bayi-dr-patricia-aulia

DokterSehat.Com – Kulit bayi tentu masih sangat sensitif, namun tak jarang para ibu mencoba berbagai jenis produk perawatan kulit bayi. Faktanya, penggunaan produk perawatan kulit bayi sekaligus malah dapat menyebabkan iritasi. Ketahui lebih lanjut mengenai menjaga kesehatan kulit bayi!

Berbagai Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul

Berdasarkan pemaparan dr. Patricia Aulia, ada beberapa penyakit kulit pada bayi yang sering sekali muncul yaitu:

1.    Miliaria

Miliaria atau biasa disebut biang keringat adalah salah satu penyakit kulit yang sering dialami oleh bayi.

Jenis penyakit kulit bayi ini ditandai dengan adanya bintil-bintil kecil berwarna merah dan terkadang dapat berisi cairan dan disertai rasa gatal. Akibatnya, bayi pun sering rewel dan susah tidur. Oleh karena itu, jika bayi mengalami miliaria, maka harus segera diobati.

Cara mengobati biang keringat (miliaria) pada bayi:

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemerahan dan gatal adalah dengan menjauhkan bayi di tempat yang panas dan membawanya ke tempat yang sejuk. Selalu perhatikan kondisi pakaian bayi. Jika pakaian bayi sudah berkeringat, maka gantilah pakaiannya.

Biang keringat pada bayi dapat diobati dengan menggunakan krim steroid potensi rendah. Gunakan krim steroid tersebut sesuai resep dokter agar tujuan pengobatan bisa tercapai dan terhindar dari efek samping.

2. Dermatitis Atopik/Eksim

Setelah biang keringat, dermatitis atopik merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada bayi. Bayi yang memiliki riwayat turunan alergi dan asma dari orang tuanya memiliki peluang mengalami dermatitis atopik yang lebih tinggi. Sama seperti biang keringat, dermatitis atopik juga menimbulkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit bayi.

Gejala dermatitis atopik pada bayi adalah munculnya ruam kemerahan pada kedua pipi bayi, yang sangat gatal. Selain pipi, dermatitis atopik juga sering mengenai daerah lipatan siku dan lipatan lutut. Ruam dermatitis atopik bersifat hilang-timbul dan dapat kambuh kembali.

Cara mengobati eksim susu (dermatitis atopik) pada bayi:

Cara mengatasi dermatitis atopik adalah dengan menggunakan krim steroid potensi rendah sesuai dengan resep dokter.

Bayi yang mempunyai dermatitis atopik mempunyai tipe kulit yang sangat kering dan sensitif sehingga perlu perhatian khusus dalam perawatan kulitnya. Untuk mencegah kekambuhan dermatitis atopik, selalu gunakanlah sabun yang lembut dan pelembab tanpa wewangian.

3. Diaper Rash (Ruam Popok)

Sebagian besar bayi yang memakai popok sering mengalami diaper rash atau dikenal juga dengan istilah ruam popok. Gejala ruam popok ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, bahkan bisa disertai munculnya nanah dan demam.

Ruam popok adalah penyakit kulit pada bayi dikarenakan kulit yang tertutup popok teriritasi oleh urine atau feses bayi. Selain iritasi urine dan feses, diaper rash juga disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri. Hipersensitivitas kulit bayi terhadap bahan popok juga bisa menjadi penyebab bayi mengalami ruam popok.

Cara mengobati ruam popok (diaper rash) pada bayi:

  • Sering mengganti popok
  • Gunakan krim yang mengandung zinc oxide untuk menjaga barrier kulit bayi
  • Gunakan krim yang mengandung Aloe Vera dan vitamin E
  • Gunakan krim steroid potensi rendah untuk mengurangi peradangan dan kemerahan
  • Gunakan krim antijamur (harus dengan resep dokter) untuk mencegah pertumbuhan jamur pada area popok yang dapat memperparah kondisi kulit dan memperlambat penyembuhan.

Setelah mengetahui apa saja  penyakit kulit bayi yang umum terjadi, tentu para ibu harus paham seperti apa kriteria kulit bayi yang sehat. Begini ciri-ciri kulit bayi yang sehat:

  • Tidak kering
  • Tidak bersisik
  • Tidak ada kemerahan
  • Tidak terdapat gatal pada kulit,
  • Halus dan lembut ketika diraba.

Tips Merawat Kulit Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Merawat kulit bayi sebenarnya tidak sulit asalkan tahu cara yang benar. Khusus untuk perawatan kulit bayi sehari-hari, bisa lakukan hal-hal berikut ini:

  1. Gunakan air hangat saat memandikan bayi. Jangan terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit kering dan kemerahan.
  2. Gunakan sabun mandi khusus bayi, terutama apabila kulit bayi sensitif. Apabila bayi mengalami eksim/dermatitis atopik, pilihlah sabun mandi hipoalergenik. Ini artinya sabun tersebut terbuat dari bahan-bahan yang aman dan tidak menyebabkan alergi.
  3. Setelah dimandikan, keringkan kulit bayi dengan handuk lembut dan pastikan kulit benar-benar kering sebelum menggunakan popok. Kulit yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada daerah popok, sehingga memicu ruam popok.
  4. Gunakan moisturizer/pelembap terutama pada bayi dengan eksim. Pilihlah moisturizer tanpa pewangi yang berlebihan.
  5. Hati-hati saat menggunakan produk minyak penghangat atau bedak, mengingat banyak produk tersebut yang terbuat dari bahan kimia yang dapat mencetuskan iritasi, terutama pada area popok.
  6. Gunakan pakaian yang berbahan lembut, nyaman untuk bergerak, dan dapat menyerap keringat dengan baik.
  7. Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu udara. Banyak orang tua yang memakaikan pakaian bayi hingga berlapis-lapis agar bayi merasa hangat, padahal suhu udara sedang sangat panas. Bayi yang memakai pakaian terlalu banyak dan tebal bisa jadi akan berkeringat dan menyebabkan miliaria.

Mitos dan Fakta Perawatan Kulit Bayi

Ada banyak fakta dan mitos perawatan kulit bayi yang banyak tersebar di masyarakat. Sebelum salah dalam mengartikannya, ada baiknya kita ketahui dulu apa saja yang salah dan benar. Berikut ini beberapa mitos dan fakta perawatan kulit bayi menurut dr. Patricia Aulia:

1.    Penggunaan sabun antiseptik, apakah perlu?

Salah satu faktor penting dalam merawat kulit bayi adalah pemilihan sabun mandi yang benar. Banyak yang mengira bahwa sabun mandi antiseptik baik dalam memelihara kesehatan kulit bayi karena dapat membunuh kuman penyebab ruam atau eksim.

Faktanya, sabun antiseptik memiliki senyawa kimia yang terlalu keras untuk kulit bayi yang masih sensitif. Penggunaannya malah dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. Sebaiknya pilih sabun bayi yang lembut dan tanpa pewangi yang berlebihan.

2.    Eksim susu disebabkan pipi bayi yang terkena ASI, apakah benar?

Banyak Ibu yang tidak mau menyusui bayi secara langsung karena takut ASI tumpah ke pipi bayi dan menyebabkan eksim susu. Hal ini tidak benar!

Faktanya, eksim susu adalah peradangan kulit pada bayi yang disebabkan karena faktor genetik/bawaan. Selain itu, menyusui langsung tanpa pompa juga mempunyai banyak dampak positif seperti mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.

3.    Membersihkan kulit bayi dengan tisu basah, apakah aman?

Tisu basah sering digunakan untuk membersihkan kulit bayi seperti untuk mengelap mulut bayi sehabis makan sampai membersihkan daerah popok. Sebenarnya, apakah tisu basah aman untuk bayi?

Faktanya, tisu basah mengandung senyawa kimia dan alkohol sehingga apabila penggunaannya tidak tepat dapat menyebabkan munculnya banyak penyakit kulit.

Selain itu, membersihkan dengan tisu basah juga menyebabkan tertinggalnya sisa sabun pada kulit yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Sebaiknya, kulit bayi dibersihkan dengan menggunakan kain atau handuk bersih dan air dan jangan lupa dikeringkan.

Tisu basah boleh saja dipakai saat bepergian jauh dari rumah karena lebih praktis, namun jangan terlalu sering.

Pertanyaan Seputar Menjaga Kesehatan Kulit Bayi (Dijawab oleh dr. Patricia Aulia)

DokterSehat bersama @KelasMomBaby dan @sharingmombaby mengadakan tanya-jawab langsung bersama dr. Patricia Aulia melalui grup WhatsApp. Berikut beberapa pertanyaan seputar perawatan kulit bayi yang dijawab langsung oleh dr. Patricia Aulia:

Nama: Siti Maudy Agustini
Usia anak: 18 bulan

Anak saya pernah di lehernya seperti ada bentol-bentol kecil dan merah seperti kaligata. Awalnya saya kira karena alergi atau keringat, tapi esok harinya muncul lagi di bagian yang sama padahal anak saya tidak berkeringat. Kira-kira itu kenapa dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:
Di dunia medis kaligata disebut sebagai urtikaria. Ciri khas urtikaria adalah ruam kemerahan yang timbul dan hilang dalam 24 jam dan biasa disertai rasa gatal. Segera bawa ke pusat pelayanan medis terdekat apabila terjadi susah napas dan bengkak pada mulut maupun kelopak mata.

Penyakit ini memang bersifat hilang timbul dan sering kambuh. Selain perubahan suhu, urtikaria sering juga dicetuskan oleh makanan seperti telur, susu, kacang-kacangan, dan debu. Anda dapat mencoba menghindari faktor-faktor pemicunya, namun apabila sakit masih berlanjut sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis kulit atau dokter spesialis anak terdekat.

 

Nama: Indry
Usia anak: 4 bulan

Apakah bedak salicyl bisa digunakan sebagai pengganti diaper rash cream?

Jawaban:
Bedak salicyl tidak direkomendasikan untuk ditaburkan pada area popok dan daerah kelamin. Hal ini disebabkan karena bedak salicyl memiliki kandungan zat asam salisilat yang dapat menyebabkan terkikisnya kulit, sehingga dapat memicu iritasi, kemerahan dan gatal-gatal.

 

Nama: Arih Farida
Usia anak: 24 bulan

Apakah sebenarnya penggunaan minyak telon dianjurkan untuk bayi? Mengingat kulit bayi masih sangat sensitif, sedangkan dalam minyak telon mungkin terkandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit bayi.

Jawaban:
Minyak telon mengandung 3 jenis komposisi minyak alami, yaitu minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Minyak telon boleh diberikan, namun dicoba dengan jumlah yang sedikit terlebih dahulu untuk dapat dinilai apakah terjadi reaksi alergi atau tidak. Sebaiknya penggunaannya tidak diberikan bersamaan sekaligus atau dicampur dengan bahan lain seperti bedak atau baby oil. Pillihlah produk yang sudah diakui BPOM.

 

Nama: Ita Murtaziqoh
Usia anak: 4 bulan

Bagaimana cara mengatasi kulit kering seperti kerak di kepala bayi?

Jawaban:
Dapat menggunakan shampoo yang mengandung Selenium sulfide dan Zinc. Anda juga dapat mencoba mengoleskan Petroleum jelly selama 5-10 menit sebelum memberikan sampo untuk melembutkan sisik pada kulit kepala bayi, sehingga mudah dilepaskan.

 

Nama: Iffati Aulia
Usia anak: 10 bulan

Apakah benar agar terlindung dari sinar UV, bayi membutuhkan sunscreen? Jika ya, adakah anjuran cara pemakaian untuk bayi dan sunscreen seperti apa yang boleh digunakan untuk bayi?

Jawaban:
Ya, penggunaan sunscreen sudah diperbolehkan untuk bayi berumur di atas 6 bulan. Gunakanlah sunscreen berlabel broad spectrum yang berarti mempunyai perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus dengan spf minimal 15. Pemakaian sunscreen sebaiknya pada daerah kulidioleskan 20 menit sebelum paparan matahari.

——

Aasih punya pertanyaan lain? Segera konsultasikan langsung dengan tim dokter dari DokterSehat secara GRATIS!

Cukup follow dan tanyakan langsung pertanyaan Anda melalui Social Media DokterSehat berikut ini:

Operasi Hidung: Jenis, Prosedur, Risiko, dan Biaya

operasi-hidung-doktersehat

DokterSehat.Com – Operasi untuk memperindah bentuk hidung memang cukup populer, tapi ternyata operasi hidung tidak selalu terkait dengan keperluan kecantikan. Selain untuk memperindah bentuk hidung, terdapat juga jenis operasi hidung yang dilakukan karena kondisi medis tertentu.

Apa Itu Operasi Hidung?

Operasi hidung adalah prosedur operasi yang dilakukan pada hidung, baik itu bagian luar hidung maupun bagian dalam hidung.

Tujuan operasi hidung dapat berbeda-beda mulai dari untuk sekedar memperbaiki bentuk hidung, mengatasi masalah pernapasan tertentu, atau memperbaiki cacat hidung yang diakibatkan cacat lahir atau cedera.

Seseorang dapat memiliki lebih dari satu alasan untuk menjalani operasi hidung. Sebelum memutuskan untuk melakukan operasi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelumnya.

Apabila tindakan operasi dilakukan berdasarkan alasan estetika, harus dipastikan bahwa hasil operasi tidak akan mengganggu fungsi pernapasan hidung. Antara keindahan bentuk hidung dan efisiensi pernapasan keduanya berada pada prioritas yang sama.

Operasi hidung juga bisa dilakukan untuk mengatasi masalah aliran udara hidung yang penyebabnya beragam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh septum (pembatas rongga) hidung menyimpang, turbinat hidung yang membesar, penyempitan atau hancurnya bukaan hidung, polip hidung, pembengkakan mukosa hidung karena alergi atau iritasi, atau kombinasi dari beberapa kondisi tersebut.

Kondisi lain yang membutuhkan operasi hidung adalah seperti obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas ketika tidur karena adanya penyumbatan pada jalan napas.

Jenis Operasi Hidung

Operasi hidung dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah 4 jenis operasi hidung yang perlu Anda ketahui:

1. Turbinoplasty

Turbinoplasty atau turbinate reduction adalah prosedur operasi hidung untuk memotong atau mengeluarkan turbinat dari dalam hidung.

Turbinat adalah struktur kecil dalam hidung yang membersihkan dan melembapkan udara yang melewati hidung ke paru-paru. Turbinat terbuat dari struktur tulang yang dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah dan selaput lendir di bagian luar.

Turbinat dapat mengalami pembengkakan dan peradangan akibat alergi, iritasi, maupun infeksi, sehingga menyebabkan obstruksi pada hidung dan produksi lendir berlebih yang menyebabkan pernapasan tersumbat. Kondisi ini lah yang menyebabkan turbinoplasty diperlukan.

2. Septoplasty

Septoplasty adalah prosedur operasi hidung yang dilakukan untuk memperbaiki cacat atau kelainan bentuk septum hidung.

Septum merupakan struktur yang terbuat dari tulang dan tulang rawan yang merupakan pembatas kedua rongga hidung. Apabila septum menyimpang, maka akan menyumbat salah satu sisi hidung dan aliran udara dapat terganggu.

Septoplasty dilakukan untuk meluruskan septum sebisa mungkin dengan cara menghilangkan bagian yang menyimpang dan merestrukturisasi tulang dan tulang rawan yang tersisa.

Prosedur ini dilakukan ketika terjadi kondisi seperti:

  • Deviated septum, kondisi di mana septum tidak berada dalam garis lurus vertikal hingga menyebabkan aliran udara terhambat.
  • Penyimpangan septum akibat cacat lahir atau cedera.
  • Koreksi cacat sumbing yang memengaruhi hidung dan rongga hidung.

3. Rhinoplasty

Rhinoplasty adalah prosedur operasi hidung untuk tujuan kecantikan.

Prosedur ini dapat mengurangi atau menambahkan ukuran hidung, mempersempit rentang lubang hidung, mengubah sudut antara hidung dan bibir atas, dan mengubah ujung atau jembatan hidung. Prosedur ini juga terkadang dapat membantu mengatasi masalah pernapasan.

4. Rhinosseptoplasty

Rhinosseptoplasty adalah prosedur operasi hidung yang tidak hanya melibatkan Septoplasty, tapi juga Rhinoplasty. Prosedur operasi hidung ini dibutuhkan pada kasus deviasi septum yang lebih kompleks.

Prosedur Operasi Hidung

Prosedur operasi hidung pada dasarnya berbeda-beda bergantung pada jenis operasi hidung dan jenis kasus yang ditangani. Operasi hidung tidak selalu membutuhkan rawat inap setelahnya, beberapa kasus hanya membutuhkan rawat jalan.

Penggunaan anestesi untuk operasi hidung juga dapat berupa anestesi lokal dan juga dapat berupa anestesi umum. Rata-rata prosedur operasi hidung memakan waktu sekitar 2 jam.

Sebuah splint atau belat mungkin akan dipasangkan di hidung untuk mempertahankan bentuk baru hidung. Sedangkan untuk operasi pada septum sebuah belat plastic yang lunak mungkin akan ditempatkan di dalam lubang hidung untuk menstabilkan septum.

Seseorang yang menjalani operasi hidung biasanya dapat kembali beraktivitas normal setelah satu minggu atau lebih beristirahat. Dokter akan memberikan petunjuk tentang apa saja hal yang harus diperhatikan selama masa pemulihan.

Risiko Operasi Hidung

Setiap prosedur operasi memiliki risiko dan berpotensi menimbulkan efek samping tertentu, begitu juga dengan operasi hidung. Berikut adalah risiko operasi hidung yang mungkin akan Anda rasakan:

  • Wajah terasa bengkak
  • Nyeri pada hidung
  • Sakit kepala
  • Bengkak atau memar di sekitar mata
  • Pendarahan kecil
  • Pembuluh darah kecil pecah dan menimbulkan bintik-bintik merah di permukaan kulit.

Efek samping di atas termasuk ke dalam efek samping jangka pendek dari operasi hidung. Beberapa kasus menunjukkan efek samping pembengkakan hingga berbulan-bulan, terutama di bagian ujung hidung.

Ikuti petunjuk dokter, termasuk dalam penggunaan obat yang diberikan untuk membantu pemulihan untuk mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

Biaya Operasi Hidung

Biaya operasi hidung beragam, bergantung pada rumah sakit yang menyelenggarakannya. Selain itu, pilihan obat bius yang digunakan dan juga jenis operasi yang dilakukan tentunya juga akan memengaruhi biaya operasi hidung ini.

Operasi hidung jenis rhinoplasty membutuhkan biaya sekitar Rp11.000.000 hingga Rp17.000.000. Biaya ini merupakan kisaran biaya operasi hidung di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Apabila ingin melakukan operasi hidung, disarankan untuk menyiapkan biaya tambahan sebagai cadangan. Bisa saja terdapat pemeriksaan atau prosedur lain yang dibutuhkan sebagai penunjang operasi hidung ini dan tentunya akan membutuhkan biaya.

 

Sumber:

  1. Nasal Surgery – Sinus Surgery – https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/n/nasal-surgery.html diakses 11 Juli 2019
  2. Nasal Surgery: Fixing Form and Function – https://www.enthealth.org/be_ent_smart/nasal-surgery-fixing-form-and-function/ diakses 11 Juli 2019

7 Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat, Perlu Waspada!

cara-mengatasi-lelah-berlebihan-doktersehat

DokterSehat.Com– Banyak yang menyepelekan pentingnya sistem metabolisme tubuh. Padahal, jika sampai sistem ini melambat atau mengalami gangguan, akan menyebabkan dampak kesehatan seperti berat badan naik atau masalah lainnya. Gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu penyebab metabolisme tubuh melambat. Ketahui penyebab lainnya!

Penyebab Metabolisme Tubuh Melambat

Pakar kesehatan menyebut faktor genetik atau hormon memang bisa membuat sistem metabolisme tubuh melambat, namun jika kita juga menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, masalah ini juga akan terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat sistem metabolisme melambat:

  1. Kurang tidur

Sudah menjadi rahasia umum jika kurang tidur memang bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Sayangnya, ada banyak orang yang terbiasa melakukannya karena bekerja, menonton acara televisi, atau mengobrol bersama anggota keluarga atau teman-teman lainnya. Padahal, salah satu dampak dari sering melakukannya adalah bisa memicu melambatnya metabolisme.

Kurang tidur akan mengacaukan kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dengan optimal. Selain itu, begadang juga bisa membuat kita makan di waktu yang larut. Hal inilah yang akhirnya mengacaukan sistem metabolisme tubuh yang bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

  1. Menerapkan diet ketat

Demi menurunkan berat badan dengan cepat, banyak orang yang menerapkan diet ketat dengan melewatkan waktu makan atau menurunkan porsi makan dengan drastis. Masalahnya adalah meskipun hal ini bisa membuat berat badan turun, hal ini juga akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh.

Kondisi ini dipicu oleh tubuh yang harus tetap melakukan aktivitas dengan normal dengan kalori yang lebih sedikit. Dengan sumber energi yang minim, tubuh pun memperlambat metabolisme dan menurunkan massa otot demi menyiasatinya.

  1. Dehidrasi

Selain menerapkan diet ketat, kebiasaan kurang minum yang bisa menyebabkan dehidrasi juga mampu membuat sistem metabolisme berjalan dengan lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya cairan tubuh yang cukup demi mendukung kinerja dari sistem ini. Selain itu, banyak organ tubuh yang akhirnya memperlambat kinerjanya akibat rendahnya kadar cairan di dalam tubuh.

  1. Menerapkan diet garam yang tidak tepat

Banyak orang yang kini menerapkan pola makan dengan menggunakan jenis garam kekinian yang disebut-sebut memiliki banyak khasiat. Masalahnya adalah beberapa jenis garam ini cenderung memiliki kandungan yodium yang sangat minim. Padahal, kelenjar tiroid, kelenjar yang berperan besar dalam mengendalikan sistem metabolisme tubuh membutuhkan yodium untuk bekerja dengan maksimal.

Pastikan untuk berkonsultasi ke dokter atau pakar diet demi memastikan bahwa tubuh mendapatkan yodium dengan cukup.

  1. Kekurangan asupan kalsium

Kalsium tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Tanpa asupan kalsium yang cukup, maka sistem metabolisme tubuh akan mengalami perlambatan. Karena alasan inilah sebaiknya kita mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menyediakan kalsium dalam jumlah yang tinggi seperti susu sapi, susu kedelai, ikan salmon, jus jeruk, tempe, dan tahu demi menjaga kesehatan.

  1. Stres kronis

Stres akan membuat jumlah hormon kortisol meningkat di dalam tubuh. Masalahnya adalah hal ini akan memicu kekacauan hormon dan akhirnya membuat sistem metabolisme tubuh mengalami masalah.

  1. Hobi mengonsumsi makanan berlemak

Makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan bersantan, dan lain-lain memang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan resistensi insulin, kondisi yang bisa mengacaukan sistem metabolisme tubuh sekaligus meningkatkan risiko obesitas serta diabetes.

Hindari berbagai hal ini demi menjaga sistem metabolisme tubuh tetap normal sehingga tubuh pun akan tetap sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

Penyakit Tiroid – Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

penyebab-tiroid-doktersehat

DokterSehat.Com – Penyakit tiroid merupakan berbagai gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid, gangguan ini dapat berupa peningkatan (hipertiroid) atau penurunan (hipotiroid) kadar hormon tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini berfungsi untuk mengatur berbagai sistem metabolisme di dalam tubuh. 

Apa Kelenjar Tiroid? 

Tiroid adalah suatu kelenjar kecil, yang berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bawah jakun atau pangkal tenggorokan. Kelenjar ini memegang peranan sangat penting untuk mengontrol metabolisme tubuh yakni dengan cara memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3).

Yang dimana kedua hormon utama ini nantinya akan menyebar melalui darah keseluruh tubuh. Fungsi utama dari hormon T4 dan T3 ini adalah memberitahukan sel-sel pada tubuh dalam hal pengontrolan penggunaan energi untuk metabolisme, serta produksi protein.

Selain itu kelenjar tiroid juga memproduksi hormon kalsitonin, yang dimana hormon ini berfungsi untuk mengatur regulasi kadar kalsium dalam darah, dengan cara menghambat kerusakan (reabsorpsi) tulang dan meningkatkan eliminasi kalsium dari ginjal.

Apa Itu Penyakit Kelenjar Tiroid?

Telah disinggung sedikit sebelumnya penyakit kelenjar tiroid merupakan segala kondisi yang berhubungan dengan kadar produksi hormon tiroid dalam darah, baik itu berupa peningkatan (hipertiroid) atau penurunan (hipotiroid) kadar hormon tiroid itu sendiri.

Menurut data The American Thyroid Association yang di lansir oleh labtestsonline.org, diperkirakan bahwa 20 juta orang Amerika memiliki beberapa bentuk tiroid, dan sekitar 60% dari mereka yang menderita penyakit tiroid ini, tidak mengetahuinya.

Wanita lebih cenderung mengalami masalah tiroid daripada pria, dengan rasio 1 dari 8 wanita mengalami gangguan tiroid selama hidupnya.

Penyebab Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid baik berupa peningkatan maupun penurunan kadar hormon tiroid, dapat dipicu oleh beberapa faktor penyebab tiroid, antara lain:

  • Adanya kerusakan atau masalah pada kelenjar di otak (hipofisis atau hipotalamus), yang dimana hormon ini berperan di dalam pengaturan keluaran hormon tiroid itu sendiri.
  • Pajanan sinar radiasi (rontgen atau CT-Scan) yang menyebabkan kerusakan pada kelenjar tiroid.
  • Bekas operasi pengangkatan kelenjar tiroid sebelumnya.
  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh
  • Pasien dengan pengobatan Lithium (Li)

Itulah penyebab kelenjar tiroid yang patut untuk dihindari.

Macam-macam Penyakit Tiroid

Berikut beberapa contoh penyakit tiroid yang umum ditemukan:

1. Hipotiroid

Merupakan penurunan atau sedikitnya kadar tiroid, sehingga terjadi penurunan fungsi metabolisme tubuh. Secara umum, munculnya gejala tiroid jenis ini adalah peningkatan berat badan, mulut kering, sembelit, intoleransi terhadap dingin, kulit yang bengkak, rambut rontok kelelahan, dan ketidakteraturan menstruasi pada wanita.

Hipotiroidisme berat yang tidak diobati, disebut miksedema, dengan gejala gagal jantung, kejang, dan koma. Pada anak-anak, hipotiroidisme dapat menghambat pertumbuhan dan menunda perkembangan seksual. Beberapa jenis spesifik dari hipotiroid antara lain: hipotiroid kongenital, tiroiditis hashimoto, dan defisiensi iodin

2. Hipertiroid

Kebalikan dari hipotiroid, merupakan suatu kondisi meningkatnya atau kadar tiroid yang terlalu banyak dalam tubuh. Kondisi ini sering juga dikenal dengan sebutan tiroid yang overaktif. Hormon tiroid yang tinggi ini menyebabkan peningkatan akselerasi fungsi metabolisme tubuh.

Gejala tiroid jenis ini berupa peningkatan detak jantung, gelisah, penurunan berat badan, sulit tidur, tremor pada tangan, kelelahan dan diare. Kadang ditemukan pula pembengkakan pada mata, mata kering dan iritasi, serta pada beberapa kasus ditemukan mata lebih menonjol. Orang yang terkena penyakit ini mungkin mengalami sensitivitas cahaya dan gangguan visual. Hal ini mungkin dikarenakan mata tidak bergerak secara normal, sehingga sering dianggap sedang terbelalak atau menatap tajam.

Beberapa jenis spesifik dari hipertiroid antara lain: penyakit graves, tumor tiroid, dan stimuli yang abnormal pada kelenjar tiroid (ada pengaruh kadar hCG pada ibu hamil).

3. Gondok

Merupakan pembesaran kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher. Kondisi ini relatif umum dan disebabkan oleh kekurangan yodium. Pembengkakan gondok ini dapat menekan struktur vital leher, termasuk trakea dan kerongkongan. Kompresi ini bisa membuat Anda sulit bernapas dan menelan.

4. Tiroiditis

Suatu peradangan atau inflamasi tiroid yang dapat berhubungan dengan hiper atau hipotiroidisme. Inflamasi ini dapat disebabkan karena adanya kelainan autoimun (Hashimoto tiroiditis), paparan bahan kimia atau bersifat idiopatik. Inflamasi ini dapat bersifat akut sementara atau kronis.

5. Nodul Tiroid

Merupakan benjolan kecil pada kelenjar tiroid yang padat atau dapat pula berisi cairan seperti kista. Nodul ini pada umumnya dan sebagian besar tidaklah berbahaya. Namun pada kasus tertentu, nodul ini dapat berubah menjadi kanker dan perlu mendapatkan penanganan khusus.

Diagnosis Penyakit Tiroid

Untuk mendiagnosis suatu penyakit tiroid, dokter biasanya terlebih dahulu akan melakukan sesi tanya jawab (anamnesa) seputaran keluhan dan gejala tiroid serta dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik di daerah leher. Lalu berikutnya dokter akan memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

1.  Pemeriksaan laboratorium 

Jika dari anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien dicurigai mengarah ke suatu kelainan dari kelenjar tiroid, biasanya dokter akan memintakan pasien melakukan pemeriksaan darah berupa pemeriksaan TSH (thyroid-stimulating hormone).

Apabila ditemukan kelainan dari nilai TSH, dokter biasa juga akan memintakan untuk dilakukan pemeriksaan lain seperti Free T4 (Free thyroxine) dan Free T3 (triiodothyroine) untuk mengkonfirmasi diagnosis. Adapun kegunaan dari masing-masing pemeriksaan ini adalah:

  • TSH (thyroid-stimulating hormone) – merupakan pemeriksaan untuk hipotiroid, hipertiroid, screening bayi baru lahir yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk monitoring terapi dari penyakit tiroid itu sendiri.
  • Free T4 (Free thyroxine) – sama halnya dengan TSH, merupakan pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang itu hipotiroid, hipertiroid, screening bayi baru lahir yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk monitoring terapi dari penyakit tiroid itu sendiri.
  • Free T3 (triiodothyroine) – merupakan pemeriksaan utama dari hipertiroid, terutama untuk pasien dengan defisiensi iodine (dimana Free T4 tidak meningkat).
  • Tiroid Antibody – merupakan pemeriksaan tambahan yang digunakan untuk membedakan beberapa tipe dari tiroiditis dan dapat pula mengidentifikasi beberapa keadaan tiroid autoimune. Yang termasuk dalam pemeriksaan ini antara lain : Thyroid peroxidase (TPO) antibody, Thyroglobulin (TG) antibody, Thyroid stimulating hormone receptor (TSHR) antibodies, Thyroid stimulating immunoglobulin (TSI), Thyroid binding inhibitory immunoglobulin (TBII).
  • Thyroglobulin – merupakan pemeriksaan yang berguna untuk memonitor terapi cancer tiroid dan dapat juga untuk mendeteksi suatu rekurensi.

2. Ultrasound tiroid (USG)

USG tiroid merupakan pemeriksaan yang umumnya digunakan untuk nodul tiroid. Pemeriksaan ini berguna menentukan apakah isi suatu nodul tiroid itu padat atau cair. Selain itu USG ini juga dapat membantu dokter untuk menentukan jumlah dan ukuran dari nodul tiroid tersebut.

 3. Biopsi

Biopsi yang digunakan paling sering adalah dengan cara biopsi jarum halus (fine-needle biopsy). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukan suatu jarum ke tiroid dan membebaskan sebagian kecil jaringan atau cairan pada area yang pemeriksa inginkan. Lalu jaringan tersebut kemudian diamati di bawah mikroskop oleh ahli patologi anatomi untuk mencari tanda-tanda adanya suatu keganasan.

4. CT scan

Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan luas, ukuran serta dapat pula menilai organ-organ lain sekitar tiroid (seperti trakea, esofagus dll) apakah mengalami suatu kelainan atau tidak.

Pengobatan Penyakit Tiroid

Pengobatan atau pemberian obat tiroid tergantung pada penyebab kelenjar tiroid, keparahan gejala tiroid, dan tingkat produksi hormon.

Terapi untuk gangguan yang menyebabkan hipertiroidisme mungkin melibatkan iodine radioaktif untuk menghancurkan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid untuk menghentikan produksi berlebih, obat tiroid atau obat anti-tiroid, atau operasi untuk mengangkat tiroid. Terkadang ketiga perawatan ini dapat digunakan bersamaan.

Jika tiroid dihilangkan atau diangkat, orang tersebut akan menjadi hipotiroid dan perlu menggunakan hormon tiroid sebagai pengganti untuk memenuhi kadar tiroid darah yang tidak lagi diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Dan perawatan untuk semua jenis dan penyebab hipotiroidisme biasanya langsung dan melibatkan terapi penggantian hormon tiroid.

Sedangkan untuk perawatan kanker tiroid tergantung pada jenis kanker dan seberapa jauh kanker itu telah menyebar. Kanker tiroid biasanya membutuhkan pengangkatan seluruh atau sebagian tiroid dan mungkin melibatkan pengobatan iodine radioaktif dan pengobatan dengan hormon tiroid. Radiasi dan kemoterapi biasa digunakan sebelum dan sesudah operasi pengangkatan tiroid.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.

Cerpen - Di Antara Sunyi dan Harapan, By: Khoirul Taqwim

 


Hari itu Jumat, 20 Maret 2026.
Langit di luar jendela rumah sakit tampak pucat, seolah ikut menanggung beban yang sama denganku. Aku terbaring, diam, memandangi langit-langit putih yang terasa begitu asing, namun kini menjadi bagian dari hariku.

Bunyi alat medis berdetak pelan, seperti pengingat bahwa tubuhku sedang berjuang. Dulu, aku hanya mengenal satu nama: hipertensi. Tekanan darah tinggi yang kadang datang diam-diam, kadang membuat tubuhku lemah. Tapi hari ini, aku mendengar satu lagi kata yang mengubah segalanya: diabetes.

Aku terdiam saat dokter menyebutkannya.

Bukan hanya dua penyakit itu.
Ada satu kata lain yang lebih berat—komplikasi.

Sejenak, dunia terasa runtuh.

Pikiranku berkelana ke masa lalu. Hari-hari ketika aku masih berjalan bebas, tertawa tanpa beban, makan tanpa pikir panjang. Aku tak pernah benar-benar menyangka bahwa tubuh ini, yang dulu terasa kuat, kini menjadi medan pertempuran yang sunyi.

Di ranjang ini, aku belajar sesuatu yang tak pernah diajarkan oleh buku mana pun:
bahwa sakit bukan hanya tentang tubuh, tapi juga tentang hati.

Ada malam-malam ketika aku bertanya dalam diam,
“Kenapa aku?”

Tapi tak ada jawaban, hanya keheningan yang memeluk.

Namun perlahan, aku mulai memahami…
bahwa mungkin ini bukan tentang “kenapa”, melainkan tentang “bagaimana”.

Bagaimana aku menghadapi ini.
Bagaimana aku tetap berdiri, meski harus dimulai dari berbaring.
Bagaimana aku tetap percaya, meski tubuhku sedang melemah.

Aku menarik napas panjang.
Perlahan, tapi pasti.

Di tengah segala keterbatasan ini, aku masih hidup.
Jantungku masih berdetak.
Harapanku—meski kecil—masih ada.

Aku memilih untuk tidak menyerah.

Aku akan minum obat, menjaga diri, menahan keinginan, dan belajar menerima. Bukan karena aku lemah, tapi justru karena aku ingin tetap bertahan.

Hari ini aku mungkin terbaring.
Tapi esok… siapa tahu aku sudah bisa melangkah lagi.

Dan jika pun langkahku nanti tak sekuat dulu,
aku akan tetap berjalan—dengan sabar, dengan ikhlas.

Karena aku tahu sekarang,
hidup bukan tentang seberapa sempurna tubuh ini,
melainkan seberapa kuat hati ini bertahan.

Di antara sunyi ruang rumah sakit ini,
aku menemukan satu hal yang tak pernah benar-benar hilang:

harapan.