Saturday, 7 November 2026

Kosmologi dan Pandangan Hidup, Kajian Islam Bersama Gus Wim

 


Pernahkah kita bertanya, dari mana manusia berasal, mengapa alam semesta diciptakan dengan keteraturan, dan ke mana seluruh perjalanan kehidupan akan berakhir?


Orang Jawa memiliki falsafah mendalam untuk merenungkan pertanyaan tersebut, yakni Sangkan Paraning Dumadi. Sebuah ajaran filosofis yang mengajak manusia memahami asal-usul dan tujuan akhir kehidupannya.


Namun, ada pertanyaan yang lebih menarik: mengapa manusia yang begitu kecil di hadapan luasnya alam semesta justru sering merasa dirinya paling berkuasa?


Melalui konsep Jagad Gedhe dan Jagad Cilik, kita diajak memahami hubungan antara alam semesta dan manusia. Sementara falsafah Memayu Hayuning Bawana mengingatkan bahwa kehidupan bukan sekadar tentang memiliki, tetapi juga tentang menjaga dan memberi manfaat.


Lantas, bagaimana semua pemikiran tersebut dipertemukan dengan ajaran Islam? Apakah filsafat Jawa dapat menjadi jalan perenungan untuk semakin mengenal kebesaran Allah tanpa meninggalkan kemurnian tauhid?


Mari menelusuri kosmologi Jawa, memahami hakikat kehidupan, dan menemukan makna keberadaan manusia di hadapan Sang Pencipta.


Fondasi Spiritual Nusantara, Kajian Islam Bersama Gus Wim

 


Islam datang ke Jawa bukan untuk menghancurkan masa lalu, melainkan merajutnya kembali. Di balik wangi dupa, kidung malam, dan laku prihatin masyarakat Jawa kuno, tersimpan sebuah rahasia besar: bagaimana nilai-nilai tauhid berhasil meresap tanpa menumpahkan darah kultural.


Tanah Jawa tidak pernah menjadi ruang kosong. Jauh sebelum risalah Islam menyapa nusantara, peradaban lokal telah lama membangun dunianya di atas fondasi kosmologi yang megah. Mereka membaca tanda-tanda keagungan Ilahi melalui pengamatan mendalam terhadap makrokosmos—alam semesta raya—sekaligus mikrokosmos, yakni kedalaman jiwa manusia itu sendiri. Ketika para pembawa ajaran Islam hadir, mereka tidak datang dengan pedang penaklukan budaya, melainkan dengan kearifan ruhani (al-hikmah).


Mereka memahami bahwa dakwah sejati harus merasuk ke dalam akar sanubari umat. Tradisi, kesenian, dan ritus leluhur tidak serta-merta dimusnahkan, melainkan diisi ulang dengan substansi keesaan Allah. Hasilnya adalah sebuah sintesis peradaban yang luar biasa unik: warisan tradisi tetap lestari, namun jiwanya telah sepenuhnya bertauhid. Di sinilah letak kejeniusan dakwah Nusantara—sebuah mahakarya dialog budaya yang membuktikan bahwa Islam mampu hadir sebagai rahmat bagi semesta alam, merangkul tanpa memukul, dan menyatu tanpa kehilangan jati diri.

Peta Perjalanan Ruhani, Kajian Islam Bersama Gus Wim

 


Pernahkah kita bertanya, sejauh mana perjalanan kita dalam mengenal Allah? Apakah cukup dengan melaksanakan salat, berpuasa, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak zikir? Ataukah ada perjalanan yang lebih dalam, yaitu perjalanan membersihkan hati dan mengenali hakikat diri sebagai seorang hamba?


Ketahuilah, manusia tidak hanya memiliki tubuh yang membutuhkan makanan, tetapi juga hati yang membutuhkan cahaya keimanan. Tubuh dapat terlihat sehat, sementara hati mungkin dipenuhi kesombongan, iri hati, keserakahan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.


Di sinilah perjalanan ruhani menjadi penting.


Dalam tradisi tasawuf Islam, dikenal empat pembahasan mendalam: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat. Syariat mengajarkan ketaatan, Tarekat mendidik hati, Hakikat membuka kesadaran tentang makna kehidupan, sedangkan Makrifat mengantarkan manusia kepada pengenalan ruhani terhadap Allah SWT.


Namun, muncul pertanyaan besar: Apakah seseorang yang telah mencapai Makrifat boleh meninggalkan Syariat? Apakah mengenal Tuhan berarti menyatu dengan-Nya? Mengapa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati?


Mari kita telusuri perjalanan ini. Sebab, tujuan tertinggi seorang hamba bukan menjadi Tuhan, melainkan semakin mengenal Allah dan semakin menyadari kehambaannya.

Thursday, 5 November 2026

[Penginapan] Lake Tekapo Motels & Holiday Park

Mobil sewaan di belakang kabin kami di Lake Tekapo Holiday Park
Don't judge an accommodation by it's website! Website Lake Tekapo Motels & Holiday Park ini tidak begitu meyakinkan, namun kabin dan fasilitas yang kami dapatkan cukup lumayan, plus bonus pemandangan danau Tekapo yang bisa dilihat langsung dari dalam kabin :)

Ketika mencari akomodasi di Lake Tekapo, saya cukup bingung karena pilihan di Wotif sangat sedikit. Pilihan di website informasi lokal juga tidak ada yang cocok, terutama harganya :p Di Lake Tekapo ini banyak didirikan resort-resort mewah yang harganya tentu tidak sesuai dengan anggaran liburan kami. Ada satu hotel waralaba mewah yang terkenal di sini, yang harga vila untuk keluarganya di atas NZ$ 350. Not for us! Dengan anggaran maksimal NZ$ 150 per malam, akhirnya saya menemukan akomodasi yang sesuai untuk keluarga kami: kabin dengan kamar mandi dalam di Holiday Park.

Saya memesan langsung akomodasi ini di website mereka. Harga awal kabin ini adalah NZ$ 120 per malam untuk 2 orang. Anak-anak di bawah usia 14 tahun membayar tambahan NZ$10 per malam, sehingga total NZ$ 140 per malam untuk kami berempat. Ketika tiba di Holiday Park ini saya cukup was-was, takut akomodasinya tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Berbeda dengan Holiday Park di Te Anau yang kelihatan baru dan terawat, bangunan-bangunan di Holiday Park ini tampak tua. Dari luar, kantor resepsionis tampak seperti gudang. Ketika masuk ke kompleks Holiday Park yang luas ini, kami melewati dua taman bermain, yang satu sudah rusak dan satunya tampak tua dan tidak terawat. Saya jadi semakin takut melihat kabin kami.

Ternyata yang saya khawatirkan tidak terjadi. Kabin kami yang kecil cukup bagus dan terawat. Ketika kami datang, kamar sudah bersih dan rapi, dengan sprei baru, berikut handuk dan sabun mandi baru. Ukuran kabin ini sekitar 4x7 meter, berisi satu ranjang dobel dan satu set ranjang susun (bunk bed). The Precils langsung excited mencoba naik turun ranjang susun ini. Ada dua set meja kursi seperti di kafe, yang juga bisa kami bawa ke teras. Ada satu TV kecil yang tidak pernah kami nyalakan. Di sudut lain ada fasilitas kulkas kecil, ketel listrik, pemanggang roti, dan bak cuci piring. Peralatan makan lengkap seperti piring, gelas, sendok, garpu juga disediakan di sini. Kamar mandi (pancuran), toilet dan wastafel yang lebih baru daripada kamar mandi di Te Anau, ada di dalam kabin di samping kamar.

Yang paling mengesankan dari penginapan ini adalah pemandangan luar biasa yang bisa kami lihat dari dalam kamar. Kabin kami terletak persis di pinggir Lake Tekapo, hanya dihalangi oleh padang bunga liar warna-warni. Setelah beres-beres barang bawaan kami, terutama bahan makanan, kami bisa santai sejenak di teras berlantai kayu, sambil memandang danau Tekapo dan gunung di belakangnya. Big A menyempatkan menulis jurnal perjalanan, dengan menyeret meja kursi kami keluar.

Di Holiday Park ini tersedia sambungan internet via wifi yang bisa dibeli NZ$10 untuk 24 jam. Ketika laptop kami sudah tersambung dengan internet, Si Ayah langsung duduk manis di depan laptop :p

Kabin mungil kami tampak dari depan
The Precils menjelajah kabin
Little A menatap bebek-bebek yang bebas berkeliaran di depan kabin kami
The Precils bermain meniti kayu di samping kabin
Sayangnya, di sini taman bermainnya tidak sebagus yang ada di Te Anau. Lagipula, playground tersebut cukup jauh dari kabin. Namun The Precils tidak kalah akal. Little A dengan cepat menemukan permainan baru: meniti gelondongan kayu yang dia temukan di samping kabin. Selain bermain titian, Little A juga sibuk mengejar bebek-bebek yang berkeliaran dengan bebas di sekitar kabin. Pada awalnya, Little A hanya memandang bebek-bebek yang lewat. Tapi lama-lama, dia mulai mengejar bebek-bebek tersebut. "The duckies need to sikat gigi," kata Little A.

Sebelum menyiapkan makan malam, saya punya PR cucian yang menumpuk. Selama dua hari di Te Anau dan sehari di Wanaka kami tidak mencuci baju. Big A dengan senang hati membantu saya mencuci baju di laundry umum yang ada di belakang kabin kami. Little A tidak mau kalah membantu memasukkan koin ke dalam slot mesin laundry. Untuk sekali mencuci baju, kita perlu koin $2 dan untuk mesin pengering juga perlu $2. Deterjen juga dijual di mesin otomatis seharga $2 per bungkus. Cucian langsung kering dan bisa dipakai lagi. Tips ketika bepergian: jangan merepotkan diri sendiri dengan menyetrika ;)

Big A serius membaca sementara Si Ayah serius memasak
Makanan sudah siap tapi Big A masih asyik membaca
Jangan dilihat bentuknya, 'scramble' salmon ini enak banget!
Cucian beres, saatnya menyiapkan makan malam istimewa: barbekyu salmon dari Mt Cook Alpine Salmon Farm. Lagi-lagi kami beruntung karena tempat piknik dan mesin barbekyu letaknya tepat di samping kabin. Fasilitas barbekyu dengan gas ini disediakan gratis. Di samping kabin ada tiga mesin barbekyu dan beberapa bangku-bangku kayu. Ketika kami bersiap-siap, sudah ada beberapa orang yang makan malam. Saya lumayan kerepotan menyalakan mesin barbekyu ini. Untung ada traveler lain yang berbaik hati membantu saya. Ternyata saudara-saudara, barbekyu jenis ini harus dinyalakan dengan korek api :D 

Setelah berhasil nyala, saya letakkan dua potong salmon segar di atas aluminium foil. Bumbunya cukup mentega, garam dan lada hitam. Sementara itu, nasi, lalapan dan jus jeruk sudah siap. Ketika salmon mulai matang, saya tidak bisa membaliknya karena ikan ini lengket dengan foil. Si Ayah turun tangan memberi bantuan, berhasil membalik salmon ini sampai matang, tapi si salmon tidak berbentuk lagi. Alhasil, kami makan orak-arik salmon, bukan steak salmon :D Jangan salah, rasa salmon ini tidak dipengaruhi oleh bentuknya. Si Ayah berulang kali bergumam kalau ini salmon terenak yang pernah dia rasakan. The Precils pun makan sendiri dengan lahap. Kali ini benar-benar makan malam istimewa di tempat terbuka yang memesona.

Malamnya kami tidur dengan nyenyak. Pagi hari saya dikejutkan dengan pemandangan indah danau Tekapo yang bagaikan cermin memantulkan bayangan gunung di belakangnya. Rupanya bayangan  seperti ini hanya bisa didapatkan pagi hari ketika matahari belum tinggi. Saya pun membuat kopi dan menikmati sarapan sereal dengan bonus pemandangan danau Tekapo berkabut tipis ini. Pukul 10 pagi, kami menyelesaikan rutinitas berkemas, cek out dan melanjutkan perjalanan ke Christchurch.

Breakfast with a view
~ The Emak

Mabrur dan Nuranis Beda Tipis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JEPARA - Tim dari dua pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni Ahmad Marzuqi-Subroto (Mabrur) dan Nur Yahman-Aris Isnandar (Nuranis) sama-sama waspada menyikapi perolehan suara sementara yang masuk ke KPU. Sebab hingga kemarin, dari 75% suara yang masuk, pasangan Nuranis hanya tertinggal tipis di bawah Mabrur.
Berbandingkan dengan pengumuman KPU sehari sebelumnya, Mabrur kemarin sedikit merenggangkan jarak. Jika Minggu lalu (hari pencoblosan) terpaut hanya 2,23%, kemarin menjadi 4,46%. Masih ada suara di 433 tempat pemungutan suara  (TPS) yang datanya belum masuk ke KPU.

Perbedaan tipis itu yang membuat kedua pihak kini kembali memeriksa saksi masing-masing. Sekretaris Umum Tim Kampanye Mabrur Yasin Mustofa menekankan, pihaknya akan mengawal proses rekapitulasi hingga ke KPU sehingga data yang sudah ada tetap sesuai mulai dari TPS hingga sampai di kantor KPU.
’’Saksi-saksi yang ada itu sudah memegang lembar C1 yang berisi hasil penghitungan di TPS dan ditandatangani oleh Ketua KPPS. Itu merupakan hasil asli, sehingga bisa menjadi bukti kuat. Kami akan mengumpulkan semua C1 untuk pegangan sambil menunggu pengumuman resmi dari KPU,’’  papar Yasin.
Dia menyebutkan, untuk proses penarikan C1 dari tangan-tangan saksi mulai Minggu (29/1) sejak selesai penghitungan hingga kemarin.
Dia menandaskan, tim kampanye Mabrur akan terus mengawal hingga pelantikan. ’’Setelah pelantikan baru tugas tim kampanye selesai,’’ ujarnya.
Salim Prasetya dari Tim Sukses Nur Yahman-Aris Isnandar (Nuranis) mengemukakan, timnya bekerja keras meneliti lembar C1. ’’Bahwa ada penghitungan cepat oleh sebuah lembaga itu benar, tetapi kami memilih untuk berpatokan pada penghitungan manual. Tim kami mengumpulkan saksi-saksi untuk menghitung lebih cermat,’’ tegasnya.
Inventarisasi Pengaduan
Selain itu, kata dia, timnya juga mulai menginventarisasi pengaduan-pengaduan masyarakat terkait dengan proses pilkada.
Hitung cepat itu dilakukan oleh Semesta Institute MSCI-SSI yang sudah merilis penghitungan 100% TPS dengan menetapkan Mabrur beroleh 221.185 suara atau 42,37%, sedangkan Nuranis mendapat 188.308 suara (36,07%).
Aris Isnandar mengungkapkan, timnya tak mau berpolemik soal perolehan suara berdasarkan hitung cepat dari sebuah kelompok. ’’Kami merujuk pada hitungan saksi-saksi untuk kami cocokkan dengan yang di KPU,’’ ucap dia.
Ketua KPU Muslim Aisha mengemukakan, kemarin, penghitungan suara masuk dilakukan di tingkat panitia pemilihan kecamatan dan KPU. Hasil akhirnya diumumkan KPU pada 4 Februari. (H15-57)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

SK Dirjen Pendis Tentang UAMBN 2012

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.