Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Saturday, 10 October 2026

Tip Belanja Belanji di Sydney

Window display di QVB
Setahun sekali di Sydney, ada hari khusus untuk berbelanja gila-gilaan, ketika SEMUA toko menawarkan diskon. Mereka menyebutnya Boxing Day. Saya menyebutnya Hari Raya Berbelanja :)

Boxing Day dirayakan setiap tanggal 26 Desember, satu hari setelah Natal. Tadinya saya pikir Boxing Day ini berkaitan dengan 'tinju', tapi tinju yang bagaimana? Ternyata bukaaan. Pada awalnya, Boxing Day ini diramaikan dengan memberikan hadiah (natal) untuk orang-orang miskin, yang dikemas dalam kotak (box). Tapi maknanya kemudian bergeser menjadi hari belanja untuk menghabiskan uang lebaran atau angpao :)

Biasanya, sebelum datang tanggal ini, orang-orang sudah mengincar apa yang ingin mereka beli pada Boxing Day. Katalog SALE bisa dilihat di internet, website masing-masing toko atau di Lasoo. Pasukan belanja sampai mati ini biasanya mengincar merk-merk terkenal, gaun-gaun disainer yang hanya memberi diskon setahun sekali pada hari tersebut. Nggak heran kalau mereka sampai bela-belain antre di depan toko mulai subuh, menunggu toko buka jam 7 pagi dan bergegas mencomot barang yang mereka incar. Tak jarang, ada aksi rebutan, saling sikut dan saling dorong. Boxing, anyone? :p Dan sebenarnya, acara belanja di Boxing Day ini tidak ramah untuk anak-anak, takut mereka kejepit dan keinjek. Alternatif bagi yang males keluar rumah adalah belanja daring. Brand favorit saya untuk belanja fesyen daring adalah Sportsgirl, Sportcraft, Hijab House dan Supre.


perempatan yang sibuk
QVB
Saya tidak hobi berbelanja barang-barang branded. Lha modalnya saja habis buat jalan-jalan :) Tapi lima setengah tahun tinggal di Sydney, setidaknya saya tahu di mana mencari barang-barang bagus dengan harga murah. Asyiknya belanja di sini, bisa mulai window shopping dari rumah, karena setiap brand atau toko punya katalog daring. Sila langsung klik link yang ada di sini untuk ikutan window shopping dan siap-siap anggaran berapa kalau mau belanja sampai bangkrut di Sydney :) You can thank me later.

Downtown Shopping
Yang ingin berburu oleh-oleh made in China sila langsung menuju Paddy's Market yang tersohor itu. Semua tip mencari oleh-oleh sudah pernah saya tulis di sini.

Queen Victoria Building atau QVB adalah shopping mal yang wajib dikunjungi di Sydney, termasuk yang tidak berniat belanja sekali pun. Bangunan tua dan cantik ini cukup fotogenik, bagus difoto dari sudut manapun. Tak jarang mal ini dipakai untuk foto prewed. Setiap boxing day, bakal terlihat antrean mengular untuk masuk toko BALLY di lantai dasar. Antrean yang lebih pendek juga terjadi di toko kristal Swarovski dan salah satu merk fesyen Aussie: Country Road.

Biasanya, selain mengagumi arsitektur dan detil QVB, saya ajak keluarga makan di Laksa House di basement. Saya juga suka ngopi-ngopi cantik di Starbucks di bawah QVB kalo lagi sendiri sambil melihat orang lalu lalang. Nah, di dekat Starbucks di lantai bawah itu ada toko pernak-pernik dapur dan rumah tangga yang semua Emak perlu tahu: Victoria Basement. Toko ini sering menggelar diskon dan saya selalu gagal pulang dengan tangan kosong :D Tante dan Ibu Mertua saya saja kalap kalau diajak masuk toko ini. Soalnya banyak bric-a-brac unik yang bisa mempercantik dapur, yang tidak ada di Indonesia. Saran saya, tinggalkan anak-anak (dan suami) di rumah/hotel karena lorong-lorong di toko ini sempit dan banyak barang pecah belah. Katalog bisa dilihat online di sini. You're welcome ;)

Di seberang QVB ada The Galeries. Toko yang paling sering saya kunjungi di Mal ini adalah Toko Buku Kinokuniya dan toko DVD JB Hifi. Pojok buku anak-anak di Kinokuniya Sydney ini punya pemandangan yang luar biasa: perempatan paling sibuk di kota di depan Town Hall. Saya bisa berlama-lama duduk di pojok ini sambil menatap orang-orang yang menyeberang jalan dengan tergesa-gesa di bawah sana. Sayangnya sekarang dipasang larangan memotret. Mungkin sudah banyak fotografer yang berusaha mengabadikan momen di perempatan tersebut, yang malah mengganggu anak-anak yang membaca buku. Tapi... coba aja dengan kamera kecil. Moga-moga satpamnya sedang sibuk dengan gadget dan lupa menengok CCTV :) Di Kinokuniya, saya biasanya hanya lihat-lihat buku. Kalau borong beli buku, saya biasanya ke Basement Bookstore yang ada di mulut terowongan Central Station. Toko buku ini diskonnya gila-gilaan, sampai 90%. Awas, pegangi dompet dan ingat kuota bagasi kalau sempat mampir sana :)

Sementara itu... JB Hifi adalah surga DVD! Bagi pecinta dan kolektor film, sepertinya bakal histeris menemukan DVD apapun ada di sini, mulai dari film klasik lawas sampai film animasi terbaru. Harga DVD dan Blu Ray asli di sini jauuuuh lebih murah daripada di Indonesia. Yuk maree... 

Satu blok dari QVB dan The Galeries adalah Pitt St Mall. Jalan satu ini ditutup untuk kendaraan bermotor dan hanya digunakan untuk pejalan kaki. Dua departemen store di blok ini adalah Myer dan David Jones. Di sini lah kehebohan boxing day terjadi. Jangan heran kalau pas jalan-jalan ke Sydney tanggal 26 Desember, melihat SEMUA orang menenteng tas belanja Myer atau David Jones. Di Westfield Sydney, masih di Pitt St, kita bisa menemukan semua butik mewah: Prada, Miu Miu, Chanel, Gucci, sebutkan saja. Saya tidak pernah berani masuk ke butik yang pintunya dijaga lelaki berseragam dan memakai sarung tangan ini. Paling sekali setahun saya ikut antre masuk butik Bally dan pegang-pegang apa yang bisa dipegang, haha. Pernah Si Ayah iseng melihat dan menanyakan harga handbag branded di David Jones. Dia tidak bisa menutupi ekspresi terkejutnya saat tahu tas-tas yang didiskon ini harganya sampai $5000. "Siapa yang mau beli tas dengan harga segini?" tanyanya heran.
Err... orang-orang dengan disposable income? Kalau kami punya uang segitu, mending untuk jalan-jalan ke Eropa sih.

Westfiled mal ini juga menjadi pintu masuk untuk naik ke atas Sydney Tower. Sayangnya kami belum pernah naik karena Si Ayah takut ketinggian, hehe.

Toko-toko favorit kami juga ada di sepanjang Pitt St: Diva (aksesori), Sportsgirl (fesyen), dan Smiggle (stationery). Untuk balik ke George St (ada Apple Store di seberang jalan) bisa melewati Strand Arcade sambil cuci mata gaun-gaun cantik karya perancang Aussie: Lisa Ho, Alannah Hill, Leona Edmiston, Alex Perry, dll.

Outlet Esprit di atas Paddy's Market
Outlet
Yang waktunya sedikit tapi duitnya banyak, bolehlah belanja di kota. Tapi, orang-orang seperti saya, kebalikan dari kategori tadi, mari melipir ke outlet berburu barang-barang diskon.

Outlet favorit saya adalah Birkenhead Point, kira-kira setengah jam naik bis dari QVB ke arah utara. Mal yang satu ini bentuknya gudang luas dan letaknya di pinggir dermaga yang cantik. Kalau puas mengubek-ubek toko, saya biasanya duduk-duduk di kursi food court di luar, menikmati pemandangan kapal-kapal yang berlabuh sambil nyemil gozleme.

Sebagian toko dan brand yang ada di tengah kota tadi bisa ditemui di sini. Barang-barang clearance dari dept. store David Jones ada di sini, harganya kadang lebih murah dari harga boxing day. Begitu juga outlet merk Oroton, diskon minimal 60%. Saya biasanya mampir ke: Sheridan untuk cari bed sheet atau handuk, Corelle untuk piring-piring cantik, Pumpkin Patch untuk cari baju anak-anak dan Diana Ferrari untuk cari sepatu. Tapi favorit saya tetap outlet Kathmandu yang menyediakan peralatan outdoor dengan desain lucu-lucu. Yang nggak sempat ke Birkenhead, jangan khawatir, ada toko Kathmandu di atas Town Hall stasiun di tengah kota.

Satu lagi outlet tengah kota yang lumayan menarik untuk berburu diskonan: Market City. Letaknya persis di atas Paddy's Market, nggak susah dong carinya :) Di sini ada diskonan Esprit sepanjang masa, juga Supre, Oroton Factory, Cotton On, Cotton On Kids dan Giordano. Tenang, di sini mereka nggak berisik panggil-panggil Kakak kok :D

Masih ada lagi sih tempat belanja alternatif yang tak kalah asyik: weekend market. Tapi ntar aja ya saya tulis tersendiri. Oh, ya, kalau mau belanja mainan anak-anak, Toys Sale biasanya di tengah tahun: Juni/Juli. Cek katalog di Lasoo untuk membandingkan harga masing-masing toko. Pastikan anak-anak tidak ikut melihat isi katalog, nanti histeris, hehe.

Ada yang mau sharing pengalaman atau menambah tip belanja belanji di Sydney?

~ The Emak

Mini Guide to Australia

Suasana Sydney Opera House di malam hari
Jalan-jalan ke Australia enaknya ke mana ya? Kalimat tersebut sering di-google orang dan akhirnya mendarat di blog ini. Yang baru pertama kali wisata ke Australia biasanya juga bingung merancang itinerary, kota mana saja yang layak dikunjungi, apakah waktu dan budget cukup untuk destinasi tersebut. Saya juga sering ditanya sebaiknya naik moda transportasi apa dari kota satu ke kota lainnya. Apakah naik kereta lebih ekonomis daripada naik pesawat? Sering kali tidak. Apakah dari Perth ke Sydney bisa ditempuh dengan bis? Bisa, tapi lamaaaa banget :)

Yang perlu dicatat, Australia itu besar banget. Bahkan merupakan benua tersendiri. Seringkali, karena jatah liburan terbatas, kita harus pandai-pandai memilih destinasi. Biasanya destinasi akan tergantung anggaran dan lama liburan. Untuk memudahkan, saya akan membagi destinasi Australia menjadi kota-kota di pantai Timur dan kota-kota di pantai Barat. Budget penginapan, transportasi dalam kota, makanan dan atraksi di kota-kota ini kurang lebih sama, yang membedakan adalah harga tiket pesawatnya. Tujuan di pantai Barat seperti Darwin dan Perth bisa menghemat biaya pesawat daripada tujuan di pantai Timur: Brisbane, Gold Coast, Sydney dan Melbourne. Sebagai contoh, selisih harga tiket pesawat Garuda pp tujuan Perth dibandingkan tujuan Brisbane/Sydney/Melbourne bisa mencapai USD 75 - 150 per orang. Begitu juga tarif Air Asia, selisih tiket tujuan Darwin dan Sydney sampai sekitar Rp 1,5 juta.

Kota-kota di Australia
Pantai Barat
Darwin dan Perth relatif lebih dekat dari Indonesia daripada kota-kota di pantai Timur. Tapi dua kota ini, terutama Darwin, belum menjadi tujuan wisata yang populer di Australia.

Darwin bisa dicapai dalam 2 jam 45 menit dengan pesawat dari Denpasar. Dua maskapai yang melayani jalur ini adalah Air Asia dan Jetstar. Harga normal tiket DPS - DRW pp Air Asia mulai Rp 3.350.000, sementara Jetstar mulai Rp 3.200.000. Kalau bisa mendapatkan tiket di bawah harga tersebut, berarti cukup murah. Bulan Juni tahun 2012 kami terbang dengan Jetstar dari Darwin ke Denpasar dengan tiket seharga AUD 99, di bawah 1 juta rupiah.

Apa yang bisa dilihat di Darwin? Banyak. Pengalaman kami yang paling berkesan adalah mengunjungi Aquascene, memberi makan ratusan ekor ikan liar di tepi laut. Sorenya kami jalan-jalan di Mindil beach market sekaligus menyaksikan matahari terbenam. Sunset di pantai Mindil ini, sampai saat ini adalah sunset paling spektakuler yang pernah saya nikmati. Dari Darwin, kita juga bisa day trip ke Litchfield National Park yang punya banyak air terjun dan billabong bening untuk berenang. Bagi yang suka berpetualang (seperti kami), ajak anak-anak mengunjungi Kakadu National Park, 3 jam bermobil dari Darwin. Di sana, kami ikut Yellow Water cruise menyusuri sungai dan menyaksikan beragam margasatwa (termasuk buaya!) langsung di habitatnya. Rasanya seperti melakukan sendiri ekspedisi NatGeo :)

Perth, tujuan yang lebih populer bagi orang Indonesia, bisa dicapai 3,5 jam penerbangan dari Denpasar. Maskapai yang melayani rute ini adalah Garuda Indonesia, Air Asia, Jetstar dan Virgin Australia. Tarif Early Bird Garuda pp dari Jakarta ke Perth mulai USD 588, sementara dari DPS ke Perth mulai USD 503. Kalau ingin menghemat anggaran tiket pesawat, pilihlah budget airline. DPS - PER pp Air Asia mulai Rp 3.700.000, sementara Jetstar mulai Rp 3.350.000. Pengen lebih murah lagi? Berlanggananlah nawala (newsletter) dari masing-masing airline dan tunggu harga promo :)

Kami pernah naik Garuda dari Surabaya ke Perth via Denpasar. Harganya memang lebih mahal daripada naik budget airline, tapi waktu itu saya lebih mementingkan kenyamanan karena kami hanya pergi bertiga dengan Precils, tanpa Si Ayah.

Apa yang bisa dilihat di Perth? Banyak banget. Tapi karena waktu kami terbatas, kami cuma sempat mengunjungi pusat kota dan: 1) Kings Park, taman yang asyik banget untuk piknik dan bisa melihat kota Perth dari atas; 2) Fremantle, kota lawas dengan dermaga cantik; 3) Art Gallery, untuk melihat koleksi Picasso dan Warhol. Saya agak menyesal belum sempat ke Cottesloe beach yang kabarnya punya sunset cantik itu.

Kota Perth dan Darwin ini lebih dekat ke Denpasar daripada ke Sydney. Jadi maklum saja kalau orang-orang Perth atau Darwin lebih sering liburan ke Bali daripada ke kota-kota di pantai timur. Dari Darwin ke Sydney perlu waktu 4 jam 45 menit naik pesawat. Jangan dibayangkan berapa lama kalau jalan darat :p Dari Perth ke Sydney, lama penerbangannya 4 jam 5 menit. Saya dan precils pernah naik Qantas PER - SYD dengan tiket promo one way AUD 199. Kota 'terdekat' dari Perth adalah Adelaide, jaraknya 2793 km. Kalau satu hari cuma sanggup menyetir 5 jam, perjalanan Perth - Adelaide baru selesai dalam enam hari. Kami sendiri, hanya sanggup melakukan road trip dari Adelaide ke Melbourne via Kangaroo Island dengan total jarak tempuh 1500 km. Inipun kami tempuh selama sembilan hari :)

Sunset di dermaga Fremantle, Perth
Spectacular sunset at Mindil Beach, Darwin
Pantai Timur 
Banyak maskapai penerbangan yang menghubungkan kota-kota di Indonesia dengan kota-kota di pantai Timur Australia, baik secara langsung atau transit di KL atau Singapore. Garuda Indonesia mempunyai direct flight dari Jakarta atau Denpasar ke Sydney, Melbourne dan rute terbaru Brisbane. Dua budget airline asal Aussie, Jetstar dan Virgin Australia juga mempunyai penerbangan langsung dari Denpasar ke Sydney dan Melbourne. Virgin juga melayani rute DPS - BNE. Tapi hati-hati, meskipun memproklamirkan diri sebagai budget airline, tiket regular mereka kadang tidak lebih murah daripada Early Bird Garuda. Jadi, kalau tidak dapat tiket promo Jetstar atau Virgin, mending naik Garuda. Ingat ya, selalu cek harga toko maskapai sebelah :p

Tiket Early Bird Garuda untuk penerbangan empat bulan sebelumnya cukup murah untuk ukuran penerbangan reguler, termasuk makan dan bagasi. Ini catatan saya ketika menulis postingan ini (Juli 2013). Tiket Garuda Indonesia pp ke Brisbane dari Jakarta USD 694, dari Denpasar USD 573. Tiket ke Melbourne pp dari Jakarta USD 700, dari Denpasar USD 629. Tiket ke Sydney dari Jakarta USD 728, dari Denpasar USD 657. 

Bagaimana dengan Air Asia? Kalau bisa mendapatkan tiket promonya, memang lebih murah daripada Garuda. Air Asia mempunyai rute penerbangan dari kota-kota di Indonesia menuju Gold Coast, Sydney dan Melbourne, dengan transit di Kuala Lumpur. Ini harga tiket normal Air Asia untuk penerbangan pp dari Jakarta low season, ke Melbourne mulai Rp 4.100.000, ke Sydney mulai Rp 4.850.000, ke Gold Coast mulai Rp 5.000.000.

Saya punya banyak pengalaman memesankan tiket untuk ortu dan mertua yang ingin berkunjung ke Sydney. Januari tahun 2013 ini, mertua mendapat tiket SUB - SYD pp sekitar USD 600 per orang. Januari tahun 2012, mertua saya termasuk penumpang pesawat Air Asia pertama yang mendarat di Sydney, harga tiket pp SUB - SYD sekitar 5,5 juta rupiah per orang. September 2011 adalah rekor saya memesan tiket termurah, Surabaya - Gold Coast pp hanya Rp 3,5 juta per orang. Sayangnya, tarif segini sepertinya jarang terulang lagi.

Dari Brisbane ke Gold Coast, kita bisa naik kereta selama 1 jam. Dari Gold Coast ke Sydney, jaraknya sekitar 1000km, bisa ditempuh dengan road trip, seperti yang pernah kami lakukan, selama total 12 jam perjalanan. Saya dan precils juga pernah naik kereta dari Sydney ke Brisbane dan sebaliknya, selama 14 jam. Waktu itu saya mau menempuh 14 jam perjalanan itu karena ada promo tiket kereta untuk anak-anak hanya $1. Kalau dihitung-hitung, total biaya perjalanan lebih murah daripada tiket pesawat. Tapi kalau tidak ada promo, lebih baik saya keluarkan tambahan sedikit untuk membeli tiket pesawat Sydney - Brisbane dan cukup terbang satu setengah jam.

Jarak dari Sydney ke Melbourne juga sekitar 1000 km dan bisa ditempuh dengan mobil selama total 12 jam. Kalau memang tidak ingin mampir-mampir, lebih baik naik pesawat dengan lama penerbangan hanya 1 jam 20 menit. Tiket pesawat dari Melbourne ke Sydney dan sebaliknya cukup murah, pilihannya juga banyak. Untuk membandingkan harga tiket pesawat domestik Australia, gunakan website Webjet. Sebenarnya ada juga kereta dari Sydney ke Melbourne, dari perusahaan yang sama yang melayani rute Sydney - Brisbane. Cek tarif dan lama perjalanan kereta di website mereka: Countrylink.

Biasanya, yang liburan membawa anak kecil akan menyertakan Gold Coast dalam itinerary mereka. Nggak heran sih, karena Gold Coast dengan Theme Park-nya memang tempat bersenang-senang. Plus, garis pantai yang panjang dan suhu yang relatif hangat menjadikan kota ini destinasi idaman. 

Tapi, jangan tanya ke saya, mending pilih Sydney atau Melbourne? Jawabannya bakalan subyektif karena saya telanjur cinta sama kampung halaman asuh (adopted hometown) saya ini. Sydney punya harbour keren dan pantai-pantai cantik. Melbourne punya sungai Yarra dan lorong-lorong unik. Sydney punya feri, Melbourne punya trem. Sydney is beautiful, Melbourne is charming. Kalau ragu, mending kunjungi dua-duanya :)


Surfer Paradise, Gold Coast
Bathing boxes at Melbourne

Bagaimana dengan kota-kota lain yang belum saya sebutkan di atas? 
Canberra, ibukota Australia ini tidak mempunyai penerbangan langsung dari kota-kota di Indonesia. Sebaiknya destinasi ini digabung dengan kota Sydney, bisa dicapai 3 jam naik mobil/coach. Waktu terbaik mengunjungi Canberra adalah musim semi, ketika ada festival bunga Floriade. Selain itu, tujuan Canberra ini bisa digabung kalau ada yang ingin bermain salju di Snowy Mountain. Resort salju ini bisa dicapai 6 jam dengan mobil dari Sydney, atau 3 jam dari Canberra.

Kota Adelaide mempunyai penerbangan langsung dari Denpasar, dioperasikan oleh Virgin Australia. Biasanya keluarga Indonesia mengunjungi kota ini kalau ada teman atau saudara yang kebetulan tinggal atau kuliah di sana. Kami sempat singgah di kota yang sepi dan tenang ini ketika memulai road trip dengan campervan menuju Melbourne. Kami terbang dari Sydney ke Adelaide dengan Jetstar (2 jam 10 menit) dengan tiket seharga AUD 125 (dengan bagasi) one way. Adelaide juga menjadi kota transit untuk mengunjungi Kangaroo Island. 

Bagaimana dengan Tasmania? Saya menyebutnya sebagai destinasi istimewa. Pulau yang terpisah dari daratan Australia ini alamnya paling indah dibandingkan destinasi lain di Australia. Pulau ini juga paling cocok untuk road trip atau campervanning. Jalan-jalan ke Tasmania bisa digabung dengan destinasi Melbourne. Dari Melbourne, kita bisa naik pesawat ke Hobart (1 jam 15 menit, mulai AUD 40 one way) atau Launceston (1 jam 5 menit, mulai AUD 39 one way). Tiket pesawat ke dua kota ini lebih murah daripada tiket feri plus kabin dari Melbourne ke dermaga Devonport. Di Tasmania, kami sempat mengunjungi Pabrik Cadbury di Hobart, makan fish n chips terenak (versi the Emak) di warung apung dan trekking di Cradle Mountain National Park.


The Precils family at Cradle Mountain National Park
Sudah cukup jelas anak-anak? Hehe... Yuk, kerjakan PR, bikin rancangan itinerary dan budget sendiri :)

~ The Emak


Quick Links:
The Precils di Sydney
The Precils di Melbourne
The Precils di Canberra
The Precils di Brisbane
The Precils di Gold Coast
The Precils di Hobart
The Precils di Darwin
The Precils di Perth
The Precils di Adelaide


Tip Mengajukan Visa Aussie 
Aturan Custom Aussie
Mencari Pesawat Murah ke Aussie
Menyewa dan Menyetir Mobil di Aussie
Campervanning di Aussie

Singapore With Kids: Itinerary & Budget

Suasana malam Singapura
Habis berapa sih kalau jalan-jalan ke Singapura dengan keluarga? Mungkin pertanyaan seperti itu yang paling sering ditanyakan sebelum memutuskan mengajak keluarga jalan-jalan ke negeri tetangga kita ini. Tentunya budget ini tergantung berapa orang yang berangkat, berapa lama travelingnya dan pengen ngapain aja di sana. Yuk, kita bahas satu-persatu ya.

Budget & Itinerary vs Kenyataan
Kami selalu traveling berempat: The Emak, Si Ayah, Big A (11 tahun) dan Little A (5 tahun). Kali ini kami pergi ke Singapore untuk 'menemani' Si Ayah yang mengikuti konferensi selama 3 hari di NTU. Lumayan lah, budget Si Ayah sudah ada yang menanggung :)

Pengeluaran terbesar adalah tiket pesawat dan penginapan. Kalau bisa mencari deal dan mendapat harga promo di dua komponen ini, bakalan menghemat banyak dalam perjalanan. Biasanya, setelah tahu destinasi wisata, yang pertama saya cari adalah tiket pesawat. Karena perjalanan kali ini tanggalnya sudah pasti, lebih gampang mencari tiket pesawat. Pertama, saya search memakai Sky Scanner, maskapai apa saja yang melayani penerbangan langsung Surabaya - Singapura. Pada waktu itu pilihannya hanya Jetstar (dioperasikan Valuair), Lion Air, Silk Air (sekarang dioperasikan langsung oleh Singapore Air), dan China Airline. Saya membeli tiket pesawat tiga bulan sebelum berangkat, ketika ada promo Kids Fly Free dari Jetstar. Sekarang, ada beberapa tambahan maskapai untuk rute SUB-SIN, yaitu: Air Asia, Mandala (Tiger Airways) dan Garuda Indonesia. Tiket dari Jakarta ke Singapura pastinya lebih murah daripada dari Surabaya.

Penginapan bisa dicari lewat Agoda, Hotels Combined atau Booking.com. Tidak mudah mencari penginapan yang murah untuk dua dewasa dan dua anak di Singapore, apalagi untuk musim liburan bulan Juni. Budget saya untuk penginapan keluarga maksimal 1,5 juta per malam. Hotel pada umumnya hanya menerima maksimal 3 orang per kamar. Kalau tidak ingin pesan dua kamar, saya harus mencari hotel yang mempunyai dua double bed yang membolehkan satu kamar untuk dua dewasa dan dua anak. Di antara hotel-hotel yang family friendly adalah: Holiday Inn, Swissotel, Novotel, dan Landmark Village. Ketika ada promo di group Accor, cepat-cepat saya pesan kamar di hotel Novotel untuk dua malam. Sisa dua malam lagi saya mencoba kamar privat hostel yang lebih murah di 5 Footway Inn Project Boat Quay.
Untuk menyusun itinerary dan memilih penginapan di Singapura, saya banyak terbantu oleh ebook yang bisa diunduh gratis dari blog Tesya, di sini. Singapura terkenal cukup kids friendly. Ada banyak pilihan tempat wisata untuk keluarga, yang paling terkenal adalah Universal Studio di pulau Sentosa. Tapi saya memilih menunda ke sini karena kami hanya bisa jalan-jalan siang bertiga, tanpa Si Ayah. Saya pasti bakal kewalahan membawa dua anak dengan jarak usia yang cukup jauh, yang wahana kegemarannya sudah pasti berbeda. Bakal rugi besar kalau sudah beli tiket USS tapi tidak bisa mencoba semua wahana yang ada. 

Karena waktu kunjungan kita terbatas, biasanya kita akan kemaruk alias rakus ingin mengunjungi semuanya. Padahal kalau membawa anak-anak, kita tidak bisa secepat dan sekuat kalau pergi sendiri. Saya biasanya hanya memilih satu atraksi yang paling WAJIB dikunjungi dalam satu hari, ditambah satu atraksi pilihan, dan satu destinasi cadangan (yang tidak masalah kalau ternyata gagal). Kalau ada tempat lain yang wajib dikunjungi lagi, sebaiknya diagendakan di hari berikutnya.

Rencana itinerary saya pada awalnya: hari pertama (mendarat sore) jalan-jalan di Marina Bay. Hari kedua ke Singapore Zoo dan Gardens by The Bay. Hari ketiga ke Science Centre dan Orchard Rd. Hari Keempat ke Ikea, Bugis dan melihat Song of The Sea di Sentosa Island. Hari kelima main-main di bandara Changi sebelum naik pesawat pulang jam 11 siang. Ternyata itinerary yang dibuat rapi meleset semua :D Malam pertama, begitu sampai di hotel jam 7 malam, tidak ada yang mau keluar lagi. Precils pun cukup susah dibangunkan pagi karena di Singapura ada perbedaan waktu satu jam lebih awal daripada WIB. Matahari baru terbit jam 7 pagi dan terbenam jam 7 malam. Meski rencana lebih banyak melesetnya, kami cukup menikmati Singapore dengan cara kami sendiri, lengkap dengan nyasarnya dan kaki gempornya. Destinasi yang belum kesampaian cuma pertanda kami harus datang lagi :p 

Changi Airport
Gardens By The Bay
Berikut saya share itinerary dan pengeluaran kami beneran selama 5 hari 4 malam jalan-jalan ke Singapore. Yang The Emak sembunyikan cuma 'aib' belanja-belanji di Orchard, hehe. Semoga bisa jadi gambaran yang mau wisata dengan keluarga ke Singapura. Jangan kaget sama totalnya, kalau pengen lebih hemat lagi, masih bisa diutak-atik lagi kok. Misalnya dengan cari penginapan yang lebih murah, memangkas 4 malam jadi 3 malam saja (dan mencari penerbangan pagi), dan tentu saja menunggu tiket promo yang benar-benar murah. Selamat mengutak-utik :)


Pengeluaran Jalan-Jalan Singapore 5D/4N dari Surabaya, 2 dewasa 2 anak

Day 1
Tiket Jetstar pp SUB-SIN 4orang   Rp 3.873.045
Taksi ke bandara Juanda               Rp     60.000
Airport tax 4x Rp 150.000             Rp   600.000
Ez link 3x $12                              $   36
Novotel 2 malam                          $  470,33
Dinner Kopitiam Liang Court          $    22,75
Susu+jus                                     $     3,35

Day 2
Sarapan Mc D                               $  14,60
SIM card 2x $15                           $  30
Permen                                        $    3,80
Science Centre 1A + 2C              $  50
Es krim NZ                                   $    9,60
Top up Ez link 3x $10                    $  30 
Lunch BBQ Chicken                       $  33,90
Dinner Glutton Bay                        $  29,50

Day 3
Sarapan Starbucks                        $ 13
Singapore Zoo+tram 1A+2C       $ 61
Boat ride                                      $ 11
Lunch KFC                                    $ 14,60
Pony ride                                      $   6
Boneka Polar Bear                         $ 18
Zoo Post cards                              $   3,90
SAEX Bus                                      $ 10
Hostel 2 malam                             $272
Dinner Lau Pa Sat                          $ 16,50

Day 4
Brekky at hostel                              free
Gardens by the bay 2A+2C           $ 86
Fridge Magnets+postcards               $ 25,50
Lunch ION food court                       $ 17,50
Stamp                                            $   0,50
Shopping at Orchard                     $$sstt!
Ya Kun Kaya Toast                           $ 13
Dinner takeaway                             $ 18

Day 5
Brekky at hostel                              free
Refund Ez link                               - $  12,40
Brunch Changi T1 foodcourt              $ 18,50
Chocolate                                        $ 13
Shuttle dari bandara Juanda              Rp 100.000

TOTAL Rp 15.348.485 atau Rp 3.837.121 per orang

Catatan: Kurs per Juni 2013, 1 SG$ = Rp 8000

~ The Emak
 

Baca juga:
- Review Novotel Clarke Quay
- Review Hostel 5.Footway.Inn Project Boat Quay
- Changi Airport, Terbaik di Dunia?
- Terbang ke Singapura dengan Jetstar 
- Keliling Singapura Naik MRT dan Bus 

Friday, 9 October 2026

Tip Membawa Bayi Naik Air Asia


Dila bersama Baby K di dalam pesawat Air Asia

Guest post by The Tante*

Rencana terbang bareng Baby K sudah ada sebelum doi lahir. Niatnya kami mau mengunjungi rumah Oma Opanya di Malaysia, tepatnya di Negeri Perlis, Malaysia bagian utara yang berbatasan dengan Thailand. Dengan gegap gempita saya pun cari tiket murah AirAsia-idolaku jauh-jauh hari dengan rute Jogja-Kuala Lumpur-Alor Setar. Waktu itu lumayan dapat murah deh, Jogja-Kuala Lumpur sekitar 300ribu, trus Kuala Lumpur-Alor Setar cuma sekitar 90ribu. Aha! Saya pun mulai klak klik klak klik itu form booking. Trus pas bagian baby K, data yang diperlukan sama kok, cukup nama dan tanggal lahir. Setelah saya isi, tiba-tiba muncul keterangan: Invalid! Your baby have a future birthdate. Hakakaka, baru sadar saya Baby K belum punya tanggal lahir, alias waktu itu saya karang sendiri pakai hari perkiraan lahir, kekeke. Yaah, gagal deh booking tiket murah. Eh belakangan saya baru tahu, ternyata bisa booking dulu buat ortunya, lalu booking untuk baby-nya bisa ditambahkan di manage booking, seperti kalau kita mau nambah beli makanan di pesawat. Huhuhu, ndeso banget saya nggak tahu -_-“.  Akhirnya kami  beli tiket agak mepet waktu berangkat, saat itu Baby K berusia 2 bulan. Untung harganya tetep sama, hahaha, rejeki emang nggak kemana ya cyinski ;).


Menu 'tambah bayi' di halaman profil -> manage my booking
Biasanya, kami melakukan web check in sebelum berangkat agar hemat waktu dan biaya. Beberapa bandara biasanya nambah ongkos untuk cek in di counter. Tapi, ternyata kalau kita bawa baby, dilarang web check in. Duh, males kan yah harus cek in di bandara, tapi tetap kami patuhi. Ternyata disuruh cek in di bandara cuma untuk nge-tag stroller pakai tag Air Asia. Setahu kami sih begitu, nggak tahu deh apa alasan sebenarnya nggak boleh web check in, mungkin ada alasan keselamatan atau apa yang harus dicek dulu. Tapi, nyatanya surat keterangan dokter bahwa baby K sehat juga nggak ditanyain, bahkan sampai di dalam pesawat. Jadi, nggak usah khawatir ada larangan bayi terbang atau minimal boleh terbang usia 6 bulan atau apa itu. Sejauh pengalaman saya sih nggak ada aturan begitu, kalau pakai AirAsia-idolaku.

Pengaturan tempat duduk saat membawa baby di AirAsia-idolaku juga nggak ada. Maksudnya enggak terus diistimewain gratis ditempatin di depan sendiri. Kita harus tetap beli kursi hot seat kalau mau depan sendiri biar lebih lega. Tahu sendiri kan ya, meski idolaku, kursi Air Asia itu sempit banget dan bikin leher rasanya mau patah :D. Penting banget untuk bawa bantal leher kalau ingin merasa damai dan tentram di perjalanan. Apalagi dengan adanya pertumbuhan berat badan yang signifikan setelah melahirkan T.T. Berhubung kami keluarga yang hemat pangkal kaya *nyerempet ke pelit* kami nggak beli kursi baik hot seat maupun biasa, kekeke, bodo amat ntar pasrah dapetnya pas cek in.

Alhamdulillah kami dapet jejeran bertiga *yeyeye lalalala*. Dan, ternyata kursi hot seatbanyak yang kosong. Bahkan, kami sempet pindah duduk di kursi hot seat dengan sembarangan waktu menghibur baby K biar nggak bosen. Pramugari juga nggak menegur, bener-bener kayak di angkot ya ;). Jejeran bertiga maksudnya saya terbang bareng suami, Uti-mama saya, dan baby K. Iya, baby nggak dapat seat tapi bayar 150 ribu per sektor. Jadi kalau terbang pakai transit di KUL seperti kami, ongkos bawa babynya 4x 150rb = 600 ribu. Padahal kan aturannya dipangku nggak bayar yah *angkot style*. Begitulah, jadi si baby K itu saya pangku sepanjang perjalanan Jogja-Kuala Lumpur selama 2 jam, lebih tepatnya digendong karena doi belum bisa duduk. Nggak ada sabuk pengaman khusus untuk bayi ya, jadi siap-siap aja deh tuh kalau take off, landing, turbulance pegangin erat-erat tuh baby biar nggak ngglundung :))).

Saking takutnya di pesawat superdingin, saya pun memberikan perlindungan ekstra kepada baby K. Pakai baju tebel, dibungkus bedong, selimut, dan gendongan, pakai topi. Nggak tahunya doi malah protes kepanasan alias kemringet -_-“, agak lebay emang emaknya. Akhirnya ya repot sendiri lepas-lepasin itu baju di kursi AA yang sempit.

Sepanjang perjalanan, saya berusaha nyusuin baby K, terutama pas take off dan landing. Mungkin karena itu juga, jackpot, si baby K pakai acara muntah segala di pesawat! Karena males harus bersih-bersih dan ganti di toilet pesawat yang juga sempit ribet berdiri goyang-goyang, saya ganti aja on the spot di kursi, dibantu Uti. Jadi, itu bayi taruh aja di meja makanan :))). Belakangan, pas perjalanan pulang Kuala Lumpur-Jogja, baby K saya taruh di meja makanan terus. Puegel Cyin gendongin terus sempit-sempitan. Tapi, tetep dijagain yah ;). Eh, tapi baiknya jangan dicontoh sih, cukup bahaya jika tidak terpaksa. Selain muntah, nggak ada masalah berarti buat baby K jagoanku. Doi nggak nangis sama sekali, nggak ngamuk juga, alhamdulillah. Pasti ini karena emaknya yang berprestasi ahaha, err maksudnya Utinya yang juga canggih sih.

Ada resep rahasia kenapa baby K anteng bersahaja *meski muntah sekali -_-“. Jadi, saya beli online earplug for kids, merknya Macks, harganya 65 ribu saja, Gan. Nggak tahu sih apakah memang itu yang bikin doi anteng, tapi saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa sumpelan di kupingnya itu yang membuat doi lebih nyaman, selain karena dekapan hangat emaknya yang berprestasi ;). Lalu, pas take off dan landing baby K saya dekap erat-erat, kupingnya ditutup lagi pakai tangan, siapa tahu earplugcopot-copot, dibantu sama suami yang juara dan setia *penting.

Pas keluar pesawat juga nggak ada perlakuan khusus apapun, tetep antri berbondong-bondong sama penumpang lain yang pada nggak sabaran itu, hihihi. Turun dari pesawat, kami minta lagi stroller yang tadi dititipkan petugas, disimpan di bagasi pesawat, GRATIS ;). Jadi, kami nggak perlu beli bagasi untuk stroller. Cukup titipkan stroller ke petugas yang berjaga di bawah pesawat. Itu stroller nggak masuk ke kabin. Bener-bener idola kan AirAsia ini hehehe. Nah, baru deh pas di pengecekan dokumen di Kuala Lumpur LCCT karena kami bawa baby, kami diistimewain disuruh pakai counter flight attendant. Meski tetep antri, tapi nggak separah antrian di counter biasa.

Untuk rute Kuala Lumpur-Alor Setar, karena domestik jadi lebih simpel. Dan, pas cek in kami tetep disuruh web check in di mesin cek in. Petugasnya bilang, “kalau di counter bayar loh!” tentunya pakai bahasa Melayu yang sudah saya terjemahkan. Stroller juga nggak ditag lagi -_-“. Kayak naik bus. Atas dasar pengalaman inilah, pas perjalanan pulang Alor Setar-Kuala Lumpur-Jogja akhirnya kami web check in, dan tetep bisa tuh lenggang kangkung sampai di Jogja, ehehehe. Kami nekat karena waktu transitnya cukup mepet, takutnya kalau cek in di bandara nggak ngejar.

Kalau ingin menyusui baby saat nunggu boarding, di LCCT ada ruangan menyusui dan ganti popok. Tapi, saya nggak pakai karena udah merasa canggih nyusuin baby K sambil digendong pakai gendongan baik duduk maupun berdiri, ditutupin jilbab. Saya sempat ke ruangan menyusui itu waktu mengganti popok baby K. Ruangannya nggak bagus, sempit, pengap, dan nggak begitu bersih. Daaaaan, saat saya ganti popok baby K, tahu-tahu ada pria India nyelonong masuk ngisi botol air pakai dispenser yang ada di dalam ruangan. Helooow, kalau ada yang lagi nyusuin piyeee? Gendeng juga tuh orang -_-“.

Berangkat dari rumah jam 10 pagi, sampai di rumah Perlis jam 12 malam. Lama ya? Sama aja kayak naik kereta. Habis waktu di persiapan, transit, dan perjalanan dari bandara Alor Setar ke rumah Perlis makan waktu 1 jam. Sangat amat tepar berjamaah! Saya nggak bisa bayangin kalau Utinya Kala nggak ikut. Pasti tobat berjamaah bersama suami saya, huhuhu. Sebagai pengalaman, lain kali kalau bawa baby ke Perlis, mending stay one night dulu deh di Kuala Lumpur.
bersama suami siaga :p
breasfeeding sambil berdiri #akurapopo #wesbiyasa


Tips bawa baby naik Air Asia

1.  Nggak usah rempong bawa-bawa tentengan, agar tangan kita bebas mengurus bayi. Atau kalau terpaksa bawa barang agak banyak, aturlah pembagian tugas sebelum berangkat. Misalnya, ayah bertanggung jawab atas tas dan koper, ibu bertanggungjawab atas bayi, dan seterusnya.

2.  Pilihlah suami yang juara dan bertanggungjawab, langkah ini bisa dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan banget, hehehe. Jadi, acara pergi-pergi dengan baby akan selalu menyenangkan.

3.  Pastikan baby kenyang sebelum menginjakkan kakinya ke dalam pesawat biar nggak ngamuk.

4.  Pakailah bantal leher, sumpah ini penting banget untuk kursi Air Asia.

5.  Bersiaplah dengan earplug baby, terutama di lapangan terbang. Suara mesin pesawat di luar pesawat lebih memekakkan telinga. Jangan lamban bergerak, segeralah masuk pesawat atau masuk ke gedung bandara.

6.  Pastikan ibu pakai baju khusus menyusui, enggak perlu pesan ke desainer mahal, yang murah pun boleh. Ini biar nggak ribet menyusui di lahan sempit.

7.  Lakukanlah simulasi proses perjalanan di dalam otak, bersama suami atau yang menemani terbang, agar kebayang nanti apa yang harus dilakukan.

8.  Jika mampu, pilihlah kelas penerbangan yang lebih baik, ehehehe.

Enjoy your flight!
~ The Tante (@diladol)
* The Tante alias Tante Dila adalah adik The Emak yang baru saja melahirkan anggota terbaru keluarga Precils, baby K. Prestasi baby K: sukses terbang pertama kali ke luar negeri umur 2 bulan, naik pesawat low cost carrier, dengan anteng dan bersahaja :p 
Baby K, Tante Dila dan Suami Juara tinggal di Yogyakarta.

Baca juga:
Pengalaman The Emak Membawa Bayi Naik Garuda

Johor Bahru With Kids: Itinerary & Budget


The Precils (dan ortunya) fans berat Lego. Begitu tahu Legoland Theme Park Malaysia (pertama di Asia) buka di Johor Bahru, saya langsung memasukkan 'jalan-jalan ke Legoland' ke bucket list, sembari mengincar tiket murah dari Surabaya ke Johor Bahru tentunya.

Dari Surabaya, sementara ini hanya Air Asia yang punya rute langsung ke Johor Bahru. April tahun lalu (2013) saat ada Sale, saya berhasil dapat tiket 0 rupiah pp untuk penerbangan Februari 2014. Tiket Rp 0 bukan berarti kita nggak bayar sama sekali ya. Penumpang masih harus membayar pajak dan fuel surcharge. Alhasil, total harga tiket SUB - JHB pp per orang Rp 400.000. Itu baru tiket saja, belum termasuk bagasi, pilih kursi atau beli makan. Tapi kami nggak beli bagasi karena cuma pergi akhir pekan saja. Rencana awalnya, kami berangkat ke Johor Bahru Jumat pagi jam 10.30, sampai sana jam 2 siang. Pulangnya Minggu siang jam 2.30, sampai di Surabaya lagi jam 4 sore. Penerbangan dari Surabaya ke Johor Bahru perlu waktu dua setengah jam, sementara perbedaan waktunya, Johor Bahru satu jam lebih awal daripada waktu Surabaya (WIB).

Tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi di Johor Bahru, kota di Malaysia yang paling dekat dengan Singapura ini. Tiga atraksi wisata andalannya:  

1. Legoland Theme Park,  
2. Puteri Harbour Family Theme Park (Hello Kitty Town) dan  
3. Johor Premium Outlet (JPO) untuk yang doyan belanja. 

Satu akhir pekan cukup untuk menjelajahi ketiganya. Saya yang tidak begitu doyan belanja, tidak memasukkan JPO dalam itinerary. Yang memang ngincer jalan-jalan ke JPO, coba intip blog Tesya yang pernah (window) shopping ke sana.

Karena sudah dapat tiket pesawat yang murah banget, saya pengennya cari hotel yang lumayan bagus. Incaran saya adalah Legoland Hotel yang persis di sebelah theme park dan Traders Hotel Puteri Harbour, persis di sebelah Hello Kitty town. Lumayan kan, bisa menghemat ongkos taksi dan hemat waktu. Tapi Si Ayah sebagai penyandang dana tidak setuju :p Akhirnya saya mengalah dan memilih menginap dua malam di Tune Hotel Danga Bay, pesan family room yang muat dua dewasa dan dua anak-anak. Berikut budget awal yang saya buat untuk Johor Bahru Trip dengan anak-anak.


BUDGET
MYR
IDR
Air Asia SUB – JHB pp 4 pax (inc. seat + meal)

1.889.200
Airport tax, 4x Rp 150.000

   600.000
Shuttle Senai airport – Tune hotel, 3x RM 8
      24

Tune hotel Danga Bay, family room, 2 nights RM 389,76

1.492.001
Taksi Tunes ke Hello Kitty pp
      80

Tiket Hello Kitty, 4x RM 75
    300

Hello Kitty souvenir
      30

Dinner Day 1
      50

Breakfast Day 2, 4x RM 12
      48

Shuttle Tune hotel – Legoland pp 4x RM 15
      60

Tiket Legoland Combo 3 adults + 1 child RM 532

2.036.875
Lunch Day 2
     75

Lego souvenir
     75

Dinner Day 2
     50

Breakfast Day 3, 4x RM 12
     48

Shuttle Tune hotel – Senai airport, 3x RM 8
     24

Parkir inap Juanda airport

     50.000



Sub Total
   865
6.068.076
TOTAL
IDR 9.278.956

Seperti biasa, booking saya lakukan online melalui website masing-masing: Air Asia, Tune Hotel Danga Bay, dan Legoland Malaysia. Tiket Hello Kitty belum saya beli karena harga online sama saja dengan beli langsung. Rencananya, dari Senai airport Jumat siang, kami langsung ke Tune hotel dengan shuttle mereka, cek in, lalu naik taksi ke Puteri Harbour dan main-main di Hello Kitty Town sampai tutup jam 6 sore. Hari Sabtunya kami akan naik shuttle dari Tune hotel ke Legoland, dan akan seharian bermain di theme park dan waterpark-nya. Hari Minggu kami cuma akan istirahat di hotel sampai cek out dan kembali ke Surabaya jam 2.30 siang. Tapi, siapa tahu Si Ayah berhasil dibujuk mampir ke JPO ;) 

Malam Jumat, semua urusan sudah beres, koper dan ransel sudah dipak.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Saya bangun pagi mendapati hujan abu tipis menyelimuti halaman belakang kami. Pada hari H tersebut, Gunung Kelud meletus, abunya sampai ke Jogja, Solo, Malang dan tentu saja Surabaya. Pagi itu saya was-was dan mencari-cari berita tentang penerbangan kami. Melihat langit yang sangat kelabu dan hujan abu yang tidak berhenti, kami tetap bertahan di rumah, tidak pergi ke bandara. Setengah jam sebelum jadwal penerbangan, kami baru tahu kalau penerbangan dibatalkan dan bandara Juanda ditutup. Liburan gagal total!

Saya kecewa nggak jadi berlibur. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukan, emangnya mau marah sama Tuhan? Precils kembali bermain (sekolah ditutup), Si Ayah malah berangkat kerja (nggak jadi cuti) dan saya ngejar-ngejar Air Asia agar dapat refund :) Alhamdulillah uang tiket saya kembali utuh dalam bentuk credit shell, seminggu kemudian. Booking Tune hotel bisa di-cancel dengan membayar denda RM 30. Tiket Legoland, sesuai T&C, hangus.

Saya menghubungi manajemen Legoland untuk meminta sponsorship. Mereka bersedia memberi free night di Legoland hotel dan tiket combo untuk keluarga. Whoa! *sujud syukur* Saya langsung semangat cari-cari lagi jadwal yang pas (maksudnya yang harga pesawatnya pas murah). Akhirnya saya dapat tiket pesawat murah dari Tiger Air, tapi mendarat di Changi airport, Singapore. Dari Changi kami akan naik free shuttle bus sampai JB Sentral, kemudian lanjut naik taksi ke Legoland. Penerbangan dari Surabaya jam 10 malam, sampai di Changi jam 1 dini hari. Rencananya kami akan nginep di emperan Changi :D Karena berangkat Jumat malam, Precils dan Si Ayah nggak perlu bolos cuti sekolah. 

Yang saya sebel, tidak ada tiket murah untuk pulangnya. Terpaksa saya beli tiket Air Asia dari Senai airport, Johor Bahru dengan harga penuh, full price. Sebagian memang dibayar dari credit shell pengembalian tiket saya sebelumnya, tapi tetap aja, nggak tega rasanya bayar tiket harga segitu, hiks. Karena waktu mepet, kami hanya sempat ke Legoland Theme Park. Sorry, Hello Kitty, maybe next time :| Tapi kami punya pengalaman seru banget nginep di hotel Lego. Keluarga Precils diberi Pirate Room, kamar bertema bajak laut. Kami saya juga ketagihan berdisko di lift hotel. Little A sampai menangis nggak mau pulang. 

Dalam perjalanan pulang dari Legoland menuju Senai airport, kami melewati JPO. Pak sopir taksi yang kami tumpangi cerita kalau dia pernah mengantar tamu dari Indon Indonesia yang meminta mereka mampir di JPO. Tidak untuk belanja, hanya untuk foto-foto di depannya untuk diunggah di facebook. Ahaha, bisa ditiru tuh triknya :p

Berikut ini pengeluaran liburan kami ke Johor Bahru, dua dewasa dua anak, dua hari satu malam. 
Note: nginep di emperan bandara Changi gratis ^_^


PENGELUARAN
MYR
IDR
Tiger Air SUB – SIN 4 pax

1.337.000
Airport Tax 4x Rp 150.000

    600.000
Breakfast Mc D Changi Airport SGD 23

    217.000
Bus TS1 Changi Airport to JB Sentral - free transfer

                0
Air mineral + permen
      6

Taksi JB Sentral - Legoland
    35

Legoland Hotel 1 night - sponsored
      0

Tiket Legoland combo family – 1 day pass - sponsored
      0

Lunch (free voucher RM 50 – sponsored)
    22,50

Air mineral
      3

Sewa loker Legoland waterpark
    20

Lego souvenir
    59,95

Dinner at Mall of Medini
    50

Buffet breakfast at Bricks family restaurant - sponsored
      0

Taksi Legoland  - Senai airport
    90

Air Asia JHB – SUB 4 pax RM 952,87
 
 3.537.098
Lunch Air Asia

      95.000
Parkir inap  T2 Juanda airport

      60.000



Sub Total
286,45
5.846.098
TOTAL
IDR 6.909.400

Tunggu cerita selanjutnya ya.

~ The Emak
 

Catatan:
Kurs Maret 2014
SGD 1 = IDR 9434
MYR 1 = IDR 3712

Baca juga:
Ke Legoland Malaysia: Via Changi Atau Senai? 
Review Hotel Legoland
Legoland Themepark & Waterpark, Asyiknya Dobel!
Galeri: Foto-foto Miniatur dari Lego