Saat hujan air mata Masih menggenangi alam naluriku Jujur aku terluka Melihat engkau bersanding dengannya
Perjuangan yang sudah berkeringat udara Menyaksikan duka yang teramat dalam Hingga membuat hatiku terluka sembilu Aku tak pernah menyadari tentangmu Memilih hati yang berbeda Namun semua sudah terlanjur bersama awan kedukaan Hingga membuat aku tak berdaya Melihat engkau bersamanya
Semua terasa musnah Semua harapan yang ada di dalam hatiku Hati tentangmu yang ku bangun lewat hati dan raga Namun kini semua sia-sia Bersama air mata yang mengalir deras Menyusuri subuh dan sajadah Saat pagi masih menggumpal dalam pekat embun pagi
Jujur aku terluka Melihat pilihanmu yang berbeda Karena antara hati dan jiwaku Tak sesuai harapan yang kubangun sejak mengenalmu
Saat aku menginjakkan kaki di Jogja Ayah engkau meninggalkan semesta Saat aku butuh kasih sayangmu Saat aku butuh begitu banyak darimu Engkau meninggalkanku Saat aku dalam suasana batin yang penuh duka
Ayah yang telah tiada Aku berjuang dalam penantian yang panjang Antara kuliahku berlanjut atau cukup sampai disini Saat waktu di kala itu Semua ku pasrahkan kepada pemilik langit dan bumi
Ayah yang telah tiada Saat aku membutuhkan perhatianmu yang lebih Engkau yang memberi semangat Aku menuju Jogja Namun engkau meninggalkan aku dalam sepi dan sunyi Bahkan jiwaku kala itu Kujalani antara kuliah berlanjut atau cukup sampai disini Tamat atau tidak tamat Ku serahkan kepada Dia Sang maha pemilik hati Karena Dia tempatku mengadu dan tempatku bersandar
Ayah yang telah tiada Engkau adalah: cahaya hati Engkau penenang segala jiwa Hingga aku merasa damai Saat mengingatmu di kala aku masih kecil Engkau membimbingku Sampai engkau menutup mata selama-lamanya
Karya; Khoirul Taqwim
Duhai cinta yang masih ada air mata
Menggenangi di ujung Subuh
Percayalah cinta akan menyambut
Walaupun ini hari engkau mengeluarkan air mata
Namun kelak air mata itu
Kan menjadi tasbih cinta
Mari cinta kita awali
Melalui bahasa
bismillah
Supaya langit Tuhan
Mendengar bisikan hati
Karena hati tetap cinta
Walaupun jutaan rintangan menghadang
Jangankan hanya air mata
Samudra darah pun
Kan kita lewati
Bersama cinta yang sudah masuk
Menuju hati kecil yang sudah kita genggam
Melalui cinta yang telah kita bangun bersama
Percayalah cinta
Usap lah air mata
Genggam tanganku
Kan ku bawa engkau dalam peluk cinta
Menuju samudra cinta suci
Bersama garis Tuhan
Menuju hati dan raga kita
Percayalah cinta
Usap air matamu
Kan ku bawa engkau menuju bahagia
Bahagia bersama tanah dan udara biru
Karya: Khoirul Taqwim
Air Mata Langit Saat kau memberi jawaban tentang cinta
Besar harapanku tentangmu
Engkau dapat menerima segala cinta yang ku bangun di tahta jiwamu
Namun harapanku sirna
Kala tanah tak menyambut cinta hujan
Karena hujan membanjiri semesta hati
Hingga berujung air mata jatuh dipangkuan tanah-tanah yang menjadi longsor
Sebab hujan begitu deras
Hingga menjadi bencana yang tak diharapkan keadaannya
Kisahmu dan kisahku
Paduan antara cinta yang patah hati
Selaksa aku memberi api cinta
Namun api cinta kau bakar di hati dan jiwaku
Karena harapanku tentangmu
Telah kau campakkan dalam benih-benih kebencian
Hingga dendam cinta menyeruak di angkasa hati
Namun ku coba dengan sekuat angin hati
Bahwa segala peristiwa tuk selalu dijadikan hujan yang damai
Tanpa ada air mata yang jatuh di sanubari atma
Namun nyatanya
Air mata tetap jatuh di langit pengharapan
Semua menjadi luka di semesta hati dan jiwa
Air mata langit pengharapan
Luka api cinta yang menjadi amarah dan dendam
Hingga amarah dan dendam membinasakan segala hati
Hati terkotori akan sebuah kisah yang penuh luka
Sarungkan! Segala amarah dan dendam
Lihatlah! Matahari walaupun di bakar berjuta-juta tahun
Matahari tetap tegak menerangi semesta alam
Matahari adalah: cinta yang penuh keikhlasan kepada bumi
Matahari adalah: cinta yang penuh ketulusan kepada bumi
Matahari adalah: Keteladan cinta yang mengorbankan diri tuk kekasihnya
Dia matahari adalah: cinta kepada bumi
Sampai terompet kiyamat berbunyi
Hingga akhir di hayat nanti
Matahari tetap cinta kepada bumi
Sampai akhir mati nanti
Air mata langit pengharapan
Sebuah kisah api cinta yang membakar segala jiwa dan hati
Karena cinta telah menjadi luka yang berdarah-darah
Menuju celah-celah segala rasa cinta
Menuju pengharapan yang kosong
Hingga tersungkur dan tak dapat bangun kembali
Karena luka sudah terlalu dalam
Membuat di sukujur tubuh bunga-bunga yang berguguran di taman luka
Luka yang memenuhi segala rindu dan dendam
Hingga terjatuh dan tak dapat bangun kembali
Sampai menutup mata di akhir nanti
Karya: Khoirul Taqwim
Menggenggam tanganmu yang terakhir
Ku baca matamu
Bahwa engkau berat melepaskan tangan ini
Karena ini genggaman terakhir
Sebelum engkau berpisah denganku
Engkau pergi menemui lelaki yang di restui orang tuamu
Maafkan!
Jika aku tak mampu berjuang menuju cinta dan ketulusan
Kubiarkan engkau di jaga lelaki pilihan orang tuamu
Anggap saja kisahku denganmu
Sebuah kisah ombak yang menyapa mendung
Namun mendung tak pernah merasakan deburan ombak itu datang
Seperti kisahku
Tak pernah mereguk cinta
Walaupun aku menyapamu berulang kali di pintu jiwamu
Terakhir menggenggam tanganmu
Sebuah kisah yang penuh dengan luka dan air mata
Namun ini kisah
Kan menjadi sebuah jalan hidup kita
Bahwa kita pernah mengukir
Kisah yang penuh tawa dan kisah yang penuh dengan air mata
Terakhir menggenggam tanganmu
Sebuah kisah yang penuh dengan haru biru
Kisah kita kan teringat selalu
Sampai masa tua
Bahwa kita pernah punya kisah yang menyentuh jiwa
Bahwa cerita antara luka dan bahagia
Menjadi satu warna
Menghias di setiap detakan nafas kita berjalan
Menuju jalan hidup yang penuh arti dan makna kehidupan
Karya: Khoirul Taqwim
Air mata ini tumpah
Saat luka tak terobati sudah
Luka ini menjadi aliran air mata kedukaan
Mengerang rasa sakit yang perih
Kala engkau telah menjatuhkan hati
Kepada dia yang kau anggap nyaman
Biarlah air mata ini
Membanjiri seluruh kota
Mengerang dan meradang
Memenuhi samudra kecewa
Hingga sampai titik akhir tetesan air mata ini jatuh
Menjadi aliran sungai yang teduh
Namun menyayat dinding-dinding hati ini yang peluh
Jangan kau halangi
Biarkan luka ini menganga tanpa ada obatnya
Biarkan air mata ini membanjiri seluruh kota duka
Hati yang malang
Jiwa yang kelam
Ingin sekali melihat hujan
Lalu berteduh
Sembari menenangkan jiwa yang penuh luka dan air mata
Air mata membanjiri seluruh kota
Debu sementara tak terbang
Udara sementara senyap
Angin sementara diam sejenak
Aliran darah mengalir jauh
Menuju pengasingan dan kematian jiwa
Jika air mata membanjiri seluruh kota
Awan akan nampak terdiam saja
Jika hati sudah luka membara
Hidup atau mati itu sama saja
Karya: Khoirul Taqwim
GunungMu
Seanggun bak Bidadari
Menyusun yang lembah dan berair
Saat ku daki gunung Mu
Aku terjatuh di muara yang penuh dengan pohon rimba
Hingga aku tak sanggup lagi berdiri
Karena tetesan air mengguyur kepalaku
GunungMu
Saat memancarkan air semesta
Selaksa hujan tanpa stasiun pemberhentian
Nampak menggunung dan lemas
Saat aku di dalam pendakian
GunungMu
Kehidupan para bayi
Dari gunung Mu
Terdapat keberkahan Ilahi
Karena gunungMu
Tersusun rapi
Memenuhi ruang kehangatan yang abadi
GunungMu
Memberi arti tentang sawah dan ladang
GunungMu
Tumbuh kembang susu-susu kehidupan
Memenuhi ruang rinduku
Kepada gunungMu
Anggun dan mempesona tuk dipandang mata
GunungMu
Gunung keberkahan
Saat kumendaki
Keindahan gunungMu
Melebihi samudra dan lautan
Karena gunungMu
Ciptaan Tuhan
Terpancar dalam nilai-nilai keindahan
Nampak indah di hati dan jiwaku
Karya: Khoirul Taqwim
Siang hari nampak matahari
Masih bersinar terang
Menerangi alam semesta
Sementara para petani masih sibuk
Menanam padi dan jagung
Sedangkan anak-anak desa
Masih sibuk memancing di dekat persawahan
Udara nampak semilir indah
Mewarna di sepanjang nafas ini bergerak
Siang hari di pedesaan
Membuat hati bahagia rasa
Mewarna di sepanjang rona-rona alam
Udara yang begitu bahagia rasa
Memberi arti kehidupan
Bahwa kehidupan siang hari di pedesaan
Membuat hati bahagia di segenap raga dan jiwa
Siang hari di pedesaan
Mewarna sepanjang nafas ini bergerak
Udara yang begitu segar
Bersama matahari tepat di atas kepala
Memberi arti tentang rasa sebuah kehidupan
Siang hari di pedesaan
Memberi arti tentang sebuah kehidupan
Bahwa kehidupan adalah: bagian seni rasa
Memberi arti tentang sebuah ketenangan
Menjadi sebuah hidup bahagia di sepanjang nafas ini ada