Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sunday, 20 July 2025

Ketika Sekolah Menjadi Tempat Luka: Murid Datang Bukan untuk Belajar, Tapi untuk Dipukul



Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak. Tempat di mana ilmu ditanamkan, karakter dibentuk, dan mimpi-mimpi mulai disusun. Namun ironisnya, di beberapa tempat, realita berkata lain. Masih ada murid-murid yang datang ke sekolah dengan rasa takut, bukan karena pelajaran yang sulit, tetapi karena tangan-tangan yang seharusnya membimbing malah mengayun untuk menyakiti.

Kekerasan di Sekolah: Luka yang Tersembunyi

Fenomena kekerasan di dunia pendidikan bukan hal baru. Dalam berbagai kasus yang mencuat ke publik, banyak siswa mengalami kekerasan fisik dan verbal dari pihak guru atau tenaga pendidik. Alasan yang digunakan bisa bermacam-macam: disiplin, hukuman, atau "pembelajaran karakter". Tapi satu hal yang pasti — kekerasan bukanlah metode mendidik.

Ketika seorang murid berkata, "Saya datang ke sekolah bukan untuk belajar, tapi untuk dipukul," maka itu bukan hanya suara putus asa, tapi juga jeritan akan sistem yang gagal melindungi anak-anaknya.

Mengapa Kekerasan Masih Terjadi?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kekerasan masih terjadi di lingkungan sekolah:

  1. Budaya kekerasan yang diwariskan.
    "Dulu saya juga dipukul guru, dan itu mendidik saya." Kalimat ini sering dijadikan pembenaran. Padahal, trauma masa lalu tidak boleh dijadikan alasan untuk menyakiti generasi berikutnya.

  2. Kurangnya pelatihan guru dalam manajemen emosi.
    Banyak guru mengalami tekanan kerja yang tinggi, namun tidak dibekali cara menangani stres atau mengelola konflik dengan siswa secara positif.

  3. Minimnya pengawasan dan laporan.
    Kasus kekerasan seringkali tidak dilaporkan atau dianggap biasa. Murid takut berbicara, orang tua tak tahu, dan sekolah kadang menutupi masalah demi reputasi.

Dampak Psikologis yang Panjang

Kekerasan di sekolah meninggalkan luka tak kasat mata. Anak-anak bisa kehilangan rasa percaya diri, semangat belajar menurun, bahkan mengalami trauma berkepanjangan. Dalam jangka panjang, ini memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan sosial mereka.

Menuju Sekolah yang Lebih Manusiawi

Perubahan hanya akan terjadi jika semua pihak — guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat — menyadari bahwa kekerasan bukanlah pendidikan. Dibutuhkan langkah-langkah nyata:

  • Pelatihan guru dalam pendekatan non-kekerasan dan manajemen kelas.
  • Sistem pelaporan kekerasan yang aman dan transparan.
  • Pendidikan karakter yang menumbuhkan empati, bukan ketakutan.
  • Keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak dan memantau kondisi sekolah.

Penutup

Kalimat "Murid datang ke sekolah bukan untuk belajar, tapi untuk dipukul" seharusnya tidak pernah menjadi kenyataan. Sekolah bukan tempat menanam luka, tapi tempat menumbuhkan harapan. Mari bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar berpihak pada anak, karena setiap murid berhak datang ke sekolah dengan senyum, bukan dengan rasa takut.

Thursday, 4 July 2019

Modul Pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Selamat bertemu pada Modul Pelatihan Mata Pelajaran Sosiologi Kurikulum  Modul Pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi

Modul BIMTEK K13 - Selamat bertemu pada Modul Pelatihan Mata Pelajaran Sosiologi Kurikulum 2013. Modul ini terdiri atas 4 (empat) seri modul yang disusun sesuai dengan kebutuhan guru dalam menguasai konsep dan melaksanakan Kurikulum 2013. Masing-masing modul terdiri atas uraian singkat materi, fokus modul, penugasan, dan refleksi.
Modul-modul tersebut adalah:

1. Modul 1: Analisis Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian
2. Modul 2: Perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Modul 3: Praktek Pembelajaran dan Penilaian
4. Modul 4: Praktek Pengolahan dan Pelaporan Penilaian Hasil Belajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 telah mengeluarkan kebijakan penataan implementasi Kurikulum 2013 melalui Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Berdasarkan kebijakan tersebut implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun pelajaran 2018/2019.

Pada tahun pelajaran 2016/2017 jumlah SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebanyak 3.212 SMA (25%) yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Selanjutnya untuk tahun pelajaran 2017/2018, implementasi Kurikulum 2013 diperluas menjadi 7.666 SMA atau sekitar 60% dan pada tahun pelajaran 2018/2019 akan dituntaskan menjadi 100% SMA dengan penambahan sebanyak 4.220 SMA.

Terhadap 4.220 SMA tersebut, pada tahun 2018 diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Pelatihan dan pendampingan bagi guru SMA dilakukan bersama oleh Direktorat Pembinaan SMA, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Pelatihan dan pendampingan tersebut menggunakan modul bimbingan teknis Kurikulum 2013 tahun 2017 dengan mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.
Baca juga Format dan Rubrik Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Kurikulum 2013
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) mendorong para guru untuk mampu merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran untuk menguatkan karakter peserta didik dengan mengedepankan lima nilai utama karakter yaitu religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Dalam setiap kegiatan pembelajaran, lima nilai utama tersebut perlu dijadikan sebagai poros utama dalam membangun karakter peserta didik. Untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia para peserta didik perlu dibekali sejak dini dengan apa yang disebut kecakapan Abad 21, khususnya keterampilan 4C yakni berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving), bekerjasama (collaboration), berkreativitas (creativities), dan berkomunikasi (communication).

PPK merupakan platform pendidikan nasional yang memperkuat Kurikulum 2013. Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi penguatan pendidikan karakter yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat. PPK menjadi bagian integral dalam implementasi Kurikulum 2013.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi berikut kami sajikan daftar isi dari modeul tersebut.
Baca juga Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak
STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA TAHUN 2018 DAN ALUR PENYAJIAN MATERI PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMA TAHUN 2018 

DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
B. RASIONAL
C. BAHAN BACAAN
D. TUJUAN
E. HASIL YANG DIHARAPKAN
F. ALUR PENYAJIAN MATERI

MODUL 1
ANALISIS KOMPETENSI, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN
FOKUS MODUL

UNIT 1
ANALISIS SKL, KI-KD, SILABUS, DAN PEDOMAN MATA PELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 2
ANALISIS MATERI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 3
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI

UNIT 4
ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR
A. URAIAN SINGKAT MATERI
B. PENUGASAN
C. REFLEKSI
DOWNLOAD JUGA KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2019-2020
MODUL 2
PERANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT MATERI
C. PENUGASAN
D. REFLEKSI

MODUL 3
PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT MATERI
C. REVIEW VIDEO PEMBELAJARAN
D. PENUGASAN
E. REFLEKSI

MODUL 4
PRAKTIK PENGOLAHAN DAN PELAPORAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
A. FOKUS MODUL
B. URAIAN SINGKAT
C. PENUGASAN
D. REFLEKSI

Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan naskah Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini. Semoga naskah Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi ini dapat berguna dan membantu guru mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui implementasi Kurikulum 2013.
Download Aplikasi Raport Semester Genap Kelas 3 dan 6 SD/MI Revisi Terbaru
Untuk mendapatkan Modul pelatihan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi silahkan download filenya di bawah ini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 15 June 2019

Inilah Hal- hal yang Mesti Diperhatikan Mendaftar SMK Negeri pada PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/2020 di Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah dimulai dalam tahapan proses awal. Siswa atau calon pendaftar baru akan mulai on progress terlibat langsung dalam proses pendaftaran mulai tanggal 17 Juni sampai 28 Juni 2019 mendatang untuk proses pengajuan akun dan verifikasi berkas. Pada tahun pelajaran ini, ketentuan seleksi untuk SMK belum ditetapkan untuk persyaratan zonasi atau bedasarkan jauh tidaknya tempat tinggal ke sekolah.

 di Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah dimulai dalam tahapan proses awal Inilah Hal- hal yang Mesti Diperhatikan Mendaftar SMK Negeri pada PPDB SMK Negeri Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Banyak hal yang mesti dilalui seperti verifikasi berkas administrasi yang dipersyaratkan, kesehatan, bakat dan minat. Verifikasi bakat dan minat disesuaikan dengan bidang keahlian pada satuan pendidikan kejuruan yang dipilih calon peserta didik masing- masing.

Nah, sehubungan dengan pendaftaran peserta didik baru SMK Negeri di Jawa Tengah tahun pelajaran 2019/ 2020, berikut ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, antara lain:

Pahami tata cara pendaftaran - Tata cara pendaftaran merupakan hal yang utama diperhatikan. Kemudahan sistem PPDB secara online seperti saat ini adalah tersedianya website resmi yang memberikan kemudahan para pendaftar untuk mencari informasi tentang bagaimana proses pendaftaran sampai dengan tahapan terakhir. Perhatikan pada jadwal, syarat dan proses tahapan pendaftarannya. Calon peserta didik wajib datang ke salah satu satuan pendidikan yang akan dipilihnya guna melakukan verifikasi berkas yang dipersyaratkan dan sekaligus untuk memperoleh akun pendaftaran. Calon siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah wajib mengambil token sebelum pendaftaran dalam jaringan (daring/ online). Token itu nantinya menjadi kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain.

Dokumen Utama - Pada saat verifikasi data, calon peserta didik harus mempersiapkan dokumen utama baik dokumen yang hanya fotocopy maupun dokumen yang mesti melampirkan dokumen asli. Yang bersifat fotocopy dengan menunjukkan aslinya misalnya Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga, sedangkan yang beserta dokumen asli yaitu seperti Piagam Prestasi, SK anak guru dan Surat Keterangan Sehat dari dokter. Surat keterangan sehat ini dari dokter pemerintah dengan menerangkan hasil pemeriksaan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih calon peserta didik SMK Negeri. 

Tes Khusus - Satuan pendidikan bisa saja menerapkan tes khusus dan tes kesehatan dengan standar dari satuan pendidikan masing- masing. Misalnya saja, tes akademik, tes psikologi dan wawancara. Untuk itu, persiapkan saja hal- hal tersebut diatas bilamana saat proses pendaftaran terdapat tes tersebut. Tes khusus ini dilaksanakan di sekolah saat mengumpulkan berkas kelengkapan.

Pilihan Peminatan - Calon peserta didik SMK dapat mendaftarkan diri pada 4 (empat) pilihan kompetensi keahlian dalam 2 (dua) Bidang Keahlian yang sesuai pada 1 (satu) satuan pendidikan atau lebih. Misalnya saja,
Si Budi memilih bidang keahlian teknologi dan rekayasa, dengan pilihan pertama, program studi teknik otomotif pada SMK A, kemudian memilih teknik mesin pada SMK B untuk program studi kedua, lalu memilih program studi ketiga, yaitu teknik grafika pada SMK C, dan memilih program studi keempat, yaitu teknik perkapalan pada SMK D.
Atau
Si Budi memilih bidang keahlian teknologi dan rekayasa, dengan pilihan pertama, program studi teknik otomotif pada SMK A, kemudian memilih program studi kedua, teknik mesin pada SMK A, memilih program studi ketiga, yaitu teknik grafika pada SMK C, dan memilih program studi keempat, yaitu teknik perkapalan pada SMK C.
Nah, untuk lebbih mengetahui informasi lanjut mengenai PPDB SMK Negeri tahun pelajaran 2019/ 2020, adik- adik bisa membuka website resminya di https://jateng.siap-ppdb.com lalu memilih menu SMK Negeri.

Semoga Sukses...


Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS
Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS
Yth. Bapak/Ibu

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB

di seluruh Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengelolaan dana satuan pendidikan yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu upaya dalam mencapai pendidikan yang bermutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan Aplikasi RKAS yang terintegrasi secara nasional untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan.

Untuk mendukung implementasi Aplikasi RKAS ini, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran nomor: 4313/D/PR/2019 tentang Penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia agar menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menugaskan Tim BOS sebagai Admin pengelola Aplikasi Manajemen RKAS per-bidang pendidikan dasar (SD/SMP) serta bidang pendidikan menengah dan khusus (SMA/SMK/SLB).
  2. Masing-masing Tim BOS provinsi/kabupaten/kota melakukan registrasi pada laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id dengan melampirkan SK Tim BOS yang telah ditandatangani oleh pimpinan yang berwenang.
  3. Menugaskan Tim BOS untuk menginput kode rekening yang telah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah, paling lambat tanggal 30 September 2019 ke dalam aplikasi manajemen RKAS di laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id, serta mengirim file tersebut dalam bentuk excel sesuai dengan format ke surel: rkas.dikdasmen@kemdikbud.go.id.
  4. Menugaskan Tim BOS untuk berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah) setempat dalam rangka optimalisasi proses sosialisasi dan pemanfaatan laporan dari Aplikasi RKAS.
  5. Mempersiapkan kegiatan sosialisasi Aplikasi RKAS ke seluruh satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing.
  6. Menugaskan kepala sekolah untuk menggunakan Aplikasi RKAS untuk kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban melalui dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan.

Demikian informasi yang kami sampaikan, file surat edaran selengkapnya dapat diunduh pada lampiran berita ini. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lampiran:

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 18 May 2019

7 Permainan Bahasa Inggris untuk Membuat Pembelajaran Lebih Menyenangkan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Belajar bahasa yang baru bisa dianggap sebagai hal yang sulit apalagi bahasa tersebut bukanlah bahasa ibu. Dengan bergulirnya waktu menghadapi era insdustri 4.0 saat ini, belajar bahasa asing khususnya bahasa Inggris merupakan suatu keharusan. Akan tetapi belajar bahasa Inggris memerlukan proses yang tidak singkat, meski melalui bebagai proses yang sebut saja melelahkan. Karenanya salah satu tantangan dalam belajar bahasa Inggris adalah menemukan variasi tertentu yang menarik untuk belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. Penggunaan cara- cara tradisional saja seperti metode searah guru tidak cukup malahan akan membuat siswa menjadi bosan dan akhirnya malas untuk belajar. Kesimpulannya, belajar bahasa Inggris haruslah menyenangkan , interaktif, dan menarik. Untuk itu pembelajaran bahasa Inggris mesti dikemas dan ditambahkan dengan permainan atau game.

Dalam beberapa kesempatan, menyelipkan game dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat efektif memotivasi siswa dalam mengembangkan pengetahuan, menambah kosakata, dan menumbuhkan ketertarikan siswa akan pelajaran bahasa Inggris. Sebagian dari kita mungkin sudah menerapkan atau mengintegrasikan game pembelajaran dengan teknologi yang berkembang melalui gawai atau gadget. Akan tetapi, game konvensional tidak kalah menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Game konvensional bahasa Inggris lebih mudah digunakan dalam segala kondisi dan situasi, dalam berbagai kesempatan dan keterbatasan sumber daya.

Nah, berikut ini saya rangkum tujuh game bahasa Inggris untuk diterapkan di dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas anda dengan tujuan membuat siswa lebih tertarik dan intens dalam belajar bahasa Inggris.

#1. Permainan Alfabet
Permainan alfabet ini bisa dimainkan oleh siswa tingkat sekolah dasar maupun SMP. Bertujuan menguji seberapa besar kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata mereka. Permainan ini bisa dilakukan secara lisan atau tulisan. Adapun langkah- langkahnya adalah 

Secara lisan.
Pada pertemuan pertama, anda bisa menguji salah satu siswa secara lisan dengan menyebutkan kata kata tertentu, misalnya saja kata "BOOK".  Kemudian minta siswa lainnya untuk  membuat kata berdasarkan akhiran kata "BOOK" tersebut yaitu huruf "K" sebagai awalan dari kata tersebut, misalnya saja kata " KITE" lalu siswa lainnya melakukan hal yang sama, sebagai contoh kata "ERASER" dan seterusnya sampai siswa- siswa anda tidak bisa menebutkan kata berdasarkan akhiran huruf tersebut. 

Secara tulisan.
Instruksikan siswa untuk menyiapkan satu lembar kertas. Alokasikan waktu, misalnya lima menit untuk menulis berapa banyak kata dalam kertas tersebut. Saat waktu lima menit sudah selesai, anda bisa mengatakan "Stop, put your pens on your desks, dan siswa yang terbanyak menyebutkan kata adalah sebagai pemenang. Sebagai contoh :
SISWA A.
ERASER
RABBIT
TEA
APPLE
EGG
GUAVA

SISWA B
MOUNT
TEA
AVOCADO
OPEN
NEST
TENT

dan seterusnya.

#2. Menyusun kata
Permianan ini mengasah kemampuan siswa dalam menyusun kata menjadi sebuah kalimat dalam bahasa Inggris seara benar dan tepat. Caranya cukup mudah,
  • Bentuklah beberapa kelompok siswa.
  • Siapkan beberapa kertas karton berwarna yang berbeda tergantung dari berapa banyak kelompok yang dibentuk.
  • Gunting karton warna tersebut dalam bentuk persegi panjang. Gunakan satu warna untuk membuat satu kalimat yang terdiri dari sembilan kata, misalnya saja kalimat "Silkworms live for only three days after laying eggs".
  • Tuliskan kata tersebut pada karton warna tersebut dan gunting setiap "kata"-nya. 
  • Semua kelompok harus menukar dengan kelompok lainnya dan setiap keompok diberikan waktu selama dua atau tiga menit untuk menyusun kata tersebut menjadi kalimat yang benar. Saat waktu selesai, anda bisa memberikan tanda untuk menukar kalimat tersebut ke kelompok yang lain.


#3. Permainan Kata 'BOOM'
Permainan ini snagat menarik dan cocok diterapkan saat jam pelajaran terakhir saat siswa sudah mulai bosan dan tidak semangat. Caranya adalah 
  • Instruksikan siswa untuk berdiri, 
  • Suruh mereka untuk berhitung seperti berikut,

One - Two - Three - Four - BOOM
Six - Seven - Eight - Nine - Ten - BOOM
Eleven - Twelve - Thirteen - Fourteen - BOOM
Sixteen - Seventeen - Eighteen - Nineteen - BOOM
  • Kita ubah  angka kelipatan lima dan seterusnya dengan kata BOOM. Beberapa dari siswa pasti melakukan kesalahan dengan menyebutkan kata Five, Ten, atau Fifteen. Nah, siswa tersebut bisa kita kenakan "hukuman" yang ringan misalnya menyanyi atau hukuman ringan lainnya. 


#4. Permainan kata "SINGAPORE"
Permainan ini bisa dilakukan menjelang akhir jam pelajaran untuk memberikan penyegaran terhadap siswa.   
  • Bentuk kelompok siswa yang terdiri atas empat, lima atau enam siswa.
  • Silahkan tuliskan kata SINGAPORE pada papan tulis anda, 
  • Berikan waktu misalnya selama lima menit untuk membentuk kata berdasarkan kata SINGAPORE yang anda tulis tadi diatas. Kata- kata yang terbentuk mungkin akan menjadi kata - kata berikut ini, "SING", "GO", "IN", "APE", "SONG", "POOR", dan sebagainya.
  • Siswa atau kelompok yang menampilkan bentukan kata yang terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.


#5. Tebakan benda
Permainan ini memberikan rangsangan siswa untuk mengetahui keadaan sekitar mereka, misalnya menebak benda di dalam kelas atau benda- benda di lingkungan mereka saat guru mengajak mereka belajar diluar kelas.
  • Buatlah pertanyaan seperti " In this classroom, I can see  with my little eyes something  that begins with 'C'...
  • Siswa pasti akan menebak benda yang berawalan dengan huruf tersebut seperti, chair, ceiling, atau cable.
  • Jika beberapa kata yang mereka sebutkan tadi bukanlah jawaban yang anda maksud misalnya saja jawaban anda adalah 'clock', maka anda dinyatakan menang.
  • Mainkan lagi beberapa awalan huruf lainnya seperti "H", "A" dan lainnya.


#6. Jumbled Words
Permainan ini melatih ketelitian siswa dalam merangkai kata dari huruf acak berdasarkan kategori tertentu. 
  • Tentukan kategori dari kata yang ingin anda bentuk, misalnya kategori hewan (animal).
  • Carilah kata dalam bahasa Inggris yang  dirasa sulit untuk dieja dan tuliskan kata tersebut dalam papan tulis.

H - C - K - O - A - C - C - R - O
COCKROACH

S - U - M - T - A - P - P - O - H - O - P - I
HIPPOPOTAMUS

#7. Memorizing
Permainan ini mengasah siswa untuk mengingat akan kata atau kalimat yang diucapkan oleh guru pertama kalinya kemudian diteruskan oleh siswa lain sebelumnya. 
  • Buatlah kalimat, misalnya saja memakai bentuk Present Tense, Past Tense, Future Tense, Passive Voice, atau bentuk Conditional sentence.

While visiting national park, the students never forget to bring camera.
  • Minta siswa untuk meneruskan kalimat anda dengan menambahkan satu item kata dibelakangnya, kemudian kalimat tersebut akan diteruskan oleh siswa berikutnya.

Sebagai contoh, 
  1. Siswa I :While visiting national park, the students never forget to bring camera, and book.
  2. Siswa II :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, and pen.
  3. Siswa III :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, and handphone.
  4. Siswa IV :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, handphone, and sun glasses.
  5. Siswa V :While visiting national park, the students never forget to bring camera, book, pen, handphone, sun glasses, and bag.

Dan seterusnya.

Nah, itulah tujuh permainan bahasa Inggris/ English Game untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Masih banyak sekali jenis permainan bahasa Inggris selain ketujuh diatas. Semoga dengan tulisan ini bisa menjadikan tambahan referensi agar supaya pembelajaran bahasa Inggris lebih mengasyikkan lagi.

Punya game- game lainnya? jangan sungkan untuk membagikannya melalui kolom komentar dibawah ini.
Terima kasih .
Semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 14 March 2019

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak
IndoINT.blogspot.com - Analisis Penerapan Model Pembelajaran memandu guru menyusun langkah-langkah proses pembelajaran. Analisis penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan cara berpikir pendidik dalam mengimplementasikan proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Perubahan proses pembelajaran ini diperlukan sehubungan dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan dan didukung dengan Standar Proses yang diberlakukan.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memberi ruang bagi guru merencanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui pemilihan model pembelajaran. Nilai karakter yang dikuatkan tergantung pada model pembelajaran yang digunakan karena masing-masing model pembelajaran memiliki keunggulan dan kekhususan. Penerapan model-model pembelajaran yang dilaksanakan dengan benar mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti /critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating /yang pada akhirnya membantu peserta didik memiliki Kecakapan Berfikir Tingkat Tinggi atau /Higher Order Thinking Skills/ (HOTS).

Pengetahuan Awal Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 menjadi serangkaian aktivitas pembelajaran. Terkait dengan pengertian di atas maka sebelum melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran guru memerlukan pemahaman-pemahaman yang terkait dengan langkah-langkah dalam analisis penerapan model pembelajaran.

Format Penentuan dan Pemaduan Sintak pada Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk kompetensi dasar yang bersangkutan. Model pembelajaran tidak boleh dipilih sekehendak guru, tetapi harus memperhatikan sifat dan kecenderungan kompetensi dasar. Mari cermati contoh penerapan model pembelajaran dan matriks perancah pemaduan sintak model pembelajaran Discovery Learning  dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)  pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan  SMK kurikulum 2013 revisi 2017 di bawah ini. 

Contoh Penentuan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Matriks Perancah Pemaduan Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning  dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Metrix Perancah Pemaduan Sintak Analisis Penerapan Model Pembelajaran Dan Matriks Perancah Pemaduan Sintak

Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran , selain menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar juga meminta kita menentukan dan memilih strategi pembelajaran kooperatif yang cocok untuk diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif akan memberi dampak positif dalam pengembangan kompetensi sosial siswa. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif menstimulasi interaksi antar siswa.

Strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan desain implementasi yang nantinya dituangkan dalam format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran kooperatif yang banyak dikenal dan diterapkan antara lain:
Showdown, Jigsaw, 3 corners, Gallery walk, Opinion line, Circle of knowledge, Number heads together, Send a problem

Strategi pembelajaran kooperatif menguatkan sifat-sifat dan sikap-sikap sosial dalam diri siswa. Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran kooperatif memberi efek variasi interaksi di dalam pembelajaran sehingga mengurangi atau mengeliminir kejenuhan. Oleh karena itu semenjak dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran sebaiknya strategi-strategi ini sudah direncanakan.

Perencanaan Langkah-langkah pembelajaran dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran
Analisis Penerapan Model Pembelajaran diikuti dengan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang nantinya harus diungkapkan secara tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Perumusan langkah-langkah pembelajaran ini perlu memperhatikan hal-hal yang memang harus terimplementasikan dalam pembelajaran.

Berikut ini saya sajikan contoh dan format Analisis Penerapan Model Pembelajaran dan metrix perancah pada mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan kelas 11 SMK kurikulum 2013 Revisi 2017. Untuk mendapatkannya para rekan guru silahkan unduh filenya di bawah atau klik Disini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 13 March 2019

Inilah Keterampilan yang Mesti Dikuasai Guru Abad Digital

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Tugas guru itu kompleks, menyeluruh, tidak hanya mengajar atau menyampaikan materi di kelas saja. Guru memiliki tugas dari tugas mendidik sampai dengan mengevaluasi pembelajaran. Karenanya guru mesti memiliki keterampilan yang mumpuni sebagai senjata apalagi dalam lingkungan abad 21 seperti saat ini.  Seperti kita ketahui abad 21 dikenal sebagai abad digital yang mengutamakan penerapan teknologi di bidang apapun demikian halnya dalam bidang pendidikan.

 tidak hanya mengajar atau menyampaikan materi di kelas saja Inilah Keterampilan yang Mesti Dikuasai Guru Abad Digital
Ilustrasi gambar

Nah, berkaitan dengan keterampilan guru pada abad 21 diatas, berikut saya rangkumkan beberapa skill yang mesti dimiliki guru untuk diterapkan di kelas.

1. Membuat Video Pembelajaran
Salah satu keterampilan penting yang mesti dikuasai oleh guru abad 21 adalah kemampuan dalam mengedit, membuat, mengolah dan memanfaatkan video interaktif. Guru mesti mampu menguasai keterampilan ini. Teman- teman guru dapat memanfaatkan fitur- fitur video yang disediakan secara luas di website seperti Blubbr, YouTube video editor,  Blubbr, Teachem, TED Ed, Edpuzzle dan lainnya.

2. Membuat Website
Blog website bukanlah hal yang baru. Blog website adalah sarana untuk menumpahkan isi pikiran kita saja namun sebagai wadah juga untuk membagikan informasi kepada pembacanya. Guru bisa menuliskan  materi, pemberian tugas bahkan menuliskan pengalaman sebagai motivasi yang sangat berguna untuk keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui blog website. Guru bisa memanfaatkan platform blog seperti Blogger, Edublog, WordPress, Kidblog, Wikispaces, dan Weebly. 

3. Membuat Kuis Online
Kuis dalam pembelajaran akan membuat peserta didik kita menjadi lebih kreatif dan menjadikan pembelajaran menjadi tidak membosankan. Teman- teman guru bisa mencoba beberapa website yang menyediakan fitur kuis ini seperti Testmoz, Quizalize, FlipQuiz, Riddle, dan QuizBean.  

4. Memanfaatkan Learning Management System (LMS)
Learning Management System (LMS) menjadi sangat populer penggunaannya akhir- akhir ini. Penggunaan LMS dapat mencakup semua kebutuhan pembelajaran mulai dari penyampaian materi secara daring, sampai dengan pemberian tugas dan kuis dapat ditampung melalui fitur platform LMS. Beberapa LMS yang sangat populer digunakan saat ini adalah seperti Moodle, Schoology, Edmodo, dan sebagainya.

5. Membuat Digital Portofolio
Dalam dunia pendidikan, portofolio berisikan berbagai hasil pekerjaan, tugas, dan juga nilai yang ditujukan untuk memberi gambaran tentang perkembangan belajar dan prestasi siswa. Bila sebelumnya kita masih menyuruh siswa mengumpulkan semua bentuk portofolionya secara konvensional, Dalam abad teknologi sekarang ini, Digital portofolio merupakan langkah yang tepat dalam menghimpun semua portofolio siswa kita. Selain lebih sederhana dan aman,  digital portofolio juga memudahkan kita untuk mengecek satu persatu portofolio dari peserta didik kita. Beberapa situs yang bisa kita coba seperti Google Sites, Weebly, Pathbrite, dan Silk.

5. Membuat Presentasi
Membuat presentasi dengan powerpoint adalah hal yang biasa. Namun dalam hal ini, kita akan lebih mengembangkan keterampilan membuat presentasi kita yaitu dengan membuat presentasi yang menarik lagi dengan berbasis internet. Kita bisa memanfaatkan beberapa fitur yang tersedia melalui website- website tertentu misalnya Google Slides, Haiku Deck, Prezi, Zoho, dan sebagainya. 

Demikian paparan beberapa keterampilan guru abad 21. Semoga tulisan ini bisa memberikan pengalaman baru bagi rekan- rekan guru.

Semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 9 March 2019

Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor  Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Pada Hari Selasa Tanggal 27 November 2018, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Untuk lebih jelasnya silahkan download Kisi-kisi USBN dan UN tahun 2019 yang dapat dapat diunduh di bawah ini:

Download Kisi-kisi-USBN-2019

Download Kisi-kisi-UN-2019


Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 3 December 2018

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019
POS USBN Tahun Pelajaran 2018/2019

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019 sesuai dengan PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  NOMOR: 0048/BSNP/XI/2018 TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, yang selanjutnya disebut POS USBN, mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019. 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah perlu menetapkan Prosedur Operasional Standar yang mengatur penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional pada Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2018/2019.

Download juga Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:
  1. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
  2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan profesional yang bertugas menyelenggarakan USBN.
  3. Sekolah adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Utama Widya Pasraman (Sekolah Keagamaan Hindu setingkat SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), dan satuan pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket A/Ula, Paket B/Wustha, dan Program Paket C/Ulya.
  4. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.
  6. Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN.
  7. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  8. Kisi-kisi USBN adalah acuan untuk mengembangkan dan merakit naskah soal USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
  9. Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
  10. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
  11. Paket naskah soal USBN adalah variasi perangkat tes yang paralel, terdiri atas sejumlah butir soal yang dirakit sesuai dengan kisi-kisi USBN.
  12. Lembar Jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut LJUSBN adalah lembaran kertas yang digunakan peserta untuk menjawab soal USBN.
  13. Bahan USBN adalah bahan yang digunakan dalam penyelenggaraan USBN yang mencakup naskah soal, LJUSBN, berita acara, daftar hadir, amplop, tata tertib, dan pakta integritas.
  14. Dokumen USBN adalah berkas hasil pelaksanaan USBN yang bersifat rahasia, terdiri atas naskah soal, jawaban peserta ujian, daftar hadir yang sudah diisi peserta, berita acara yang sudah diisi dan ditandatangani oleh pengawas ujian baik dalam bentuk hard copy maupun softcopy.
  15. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disebut MKKS dan yang sejenisnya adalah kelompok kepala sekolah di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS).
  16. Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disebut KKKS dan sejenisnya adalah kelompok kepala sekolah di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).
  17. Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang selanjutnya disebut MGMP dan sejenisnya adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs.), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
  18. Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan adalah kelompok tutor mata pelajaran sejenis pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C di tingkat Kabupaten/Kota.
  19. Kelompok Kerja Guru Pondok Pesantren Salafiyah yang selanjutnya disingkat Pokja-PPS adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis pada program Ula, Wustha, dan Ulya pada Pondok Pesantren Salafiyah di tingkat Kabupaten/Kota.
  20. Kelompok Kerja Guru yang selanjutnya disebut KKG adalah kelompok guru mata pelajaran sejenis di tingkat Kabupaten/Kota pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

Download juga
Buku Kerja Guru 1,2,3 dan 4
Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019 sesuai dengan PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  NOMOR: 0048/BSNP/XI/2018 TENTANG PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2018/2019 silahkan download filenya di bawah ini atau bisa juga dengan mengunjungi halam disini.

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan UN dan USBN Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Kisi-Kisi UN dan USBN Tahun 2019
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019, untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan UN dan USBN, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Pada hari Selasa, tanggal 27 November 2018 merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
Kisi-kisi UN dan USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (SI), dan kurikulum yang berlaku selanjutnya menjadi acuan untuk menyusun indikator soal, mengembangkan, dan merakit naskah soal UN dan USBN.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)
 
Untuk Mendapatkan Kisi-kisi USBN dan UN  dapat diunduh di laman:
Download Kisi - Kisi UN Tahun 2019
Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.
 
Download juga:
 Sumber:bsnp-indonesia.org
Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 29 October 2018

Daftar Peserta, Waktu, dan Tempat Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud 2018

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 dan Tempat Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud  Daftar Peserta, Waktu, dan Tempat Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud 2018
Daftar Peserta, Waktu, dan Tempat Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud 2018
Berikut terlampir informasi daftar peserta, waktu, dan tempat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 20 lokasi dalam rangka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018. Pengumuman ini hanya diperuntukkan bagi pelamar yang memilih lokasi ujian pada 20 provinsi, bagi pelamar yang memilih lokasi ujian selain 20 provinsi tersebut, jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan diumumkan kemudian pada Pengumuman selanjutnya.

Dalam rangka pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018, kepada pelamar yang dinyatakan memenuhi persyaratan seleksi administrasi sebagaimana tercantum dalam Pengumuman Nomor 74076/A.A3/KP/2018 tanggal 22 Oktober 2018 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dalam rangka Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut.

1. Pengumuman ini hanya diperuntukkan bagi pelamar yang memilih lokasi ujian pada 20 provinsi berikut ini:
Pengumuman SKD
  1. Sumatera Barat
  2. Jambi
  3. Riau
  4. Kepulauan Riau
  5. Kepulauan Bangka Belitung
  6. Bengkulu
  7. Lampung
  8. DKI Jakarta
  9. Jawa Barat
  10. Jawa Tengah
  11. DI Yogyakarta
  12. Nusa Tenggara Timur
  13. Kalimantan Barat
  14. Kalimantan Selatan
  15. Kalimantan Utara
  16. Sulawesi Selatan
  17. Sulawesi Barat
  18. Maluku
  19. Papua Barat
  20. Papua
Bagi pelamar yang memilih lokasi ujian selain 20 provinsi tersebut, jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan diumumkan kemudian pada Pengumuman selanjutnya.

2. Daftar peserta, waktu, dan lokasi pelaksanaan SKD untuk lokasi seleksi 20 provinsi tersebut adalah sebagaimana dalam Lampiran, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengumuman ini.

3. Bagi pelamar yang dinyatakan berhak mengikuti SKD, agar segera mencetak Kartu Peserta Ujian
CPNS melalui laman https://sscn.bkn.go.id dengan menggunakan akun masing-masing pelamar.

4. Ketentuan dan tata tertib:
a. Peserta yang dapat mengikuti SKD adalah peserta yang namanya tertuang dalam daftar hadir dan terdaftar pada tanggal, lokasi, dan sesi tes yang telah ditentukan.
b. Peserta hadir paling lambat 60 (enam puluh) menit sebelum tes dimulai.
c. Peserta yang terlanbat tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi (dianggap gugur).
d. Peserta berpakaian sopan dan rapi, dengan ketentuan:
1) Pria : atasan kemeja putih polos berkerah, celana panjang berbahan kain warna hitam polos, dan tidak diperkenankan mengggunakan sandal/sepatu sandal
2) Wanita : atasan kemeja putih polos berkerah, rok/celana panjang berbahan kain warna hitam polos, kerudung hitam polos (bagi yang berhijab), serta tidak diperkenankan menggunakan sandal/sepatu sandal.
e. Peserta wajib membawa dokumen untuk ditunjukkan kepada Panitia, antara lain:
1) Cetakan (print out) Kartu Peserta Ujian CPNS
2) KTP (eKTP) asli atau asli Surat Keterangan telah melakukan perekaman kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Kecamatan bagi yang belum memiliki eKTP.
Bagi peserta yang tidak membawa KTP asli karena hilang, wajib menunjukkan Kartu Keluarga asli yang mencantumkan NIK sesuai dengan yang terdaftar di SSCN BKN. Bagi peserta yang NIK pada KTP-nya berbeda dengan NIP pada Kartu Peserta Ujian, wajib menunjukkan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Kecamatan dan identitas asli seperti SIM atau Paspor.
Peserta yang tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut kepada Panitia dinyatakan tidak dapat mengikuti ujian SKD.
f. Peserta SKD yang identitasnya tidak sesuai dengan data yang terdapat pada Kartu Peserta
Ujian CPNS tidak dapat mengikuti ujian SKD.
g. Di dalam ruang seleksi, peserta dilarang:
1) membawa buku-buku dan catatan lainnya;
2) membawa kalkulator, telepon genggam (HP), kamera dalam bentuk apapun, jam tangan, bolpoin;
3) membawa makanan dan minuman;
4) membawa senjata api/senjata tajam atau sejenisnya;
5) menerima/memberikan sesuatu dari/kepada peserta lain tanpa seizin panitia selama tes berlangsung;
6) keluar ruangan tes, kecuali memperoleh izin dari panitia;
7) merokok.
h. Bagi peserta yang kedapatan melanggar tata tertib dianggap gugur dan dikeluarkan dari ruangan tes, dicoret dari daftar hadir, dan dinyatakan tidak lulus.

5. Lain-lain:
a. Setiap pelamar wajib mematuhi dan mengikuti seluruh ketentuan dan tata tertib yang ditetapkan.
b. Kelulusan pelamar ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi pelamar. Oleh karena itu dihimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk apapun.
c. Apabila dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai dengan fakta atau melakukan manipulasi data baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS maka kelulusan yang bersangkutan dinyatakan batal dan/atau yang bersangkutan diberhentikan sebagai CPNS/PNS.
d. Panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang milik peserta. Oleh karena itu, peserta diharapkan tidak membawa barang berharga di lokasi ujian.
e. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta.
f. Dalam seluruh tahapan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018 TIDAK DIPUNGUT BIAYA.
g. Penetapan/Keputusan Panitia Pengadaan CPNS Kemendikbud Tahun 2018 bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

Baca Juga :

ANALISIS KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) TEMATIK KELAS 4 SD/MI REVISI 2017
Langkah-Langkah Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Format Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Kurikulum 2013 Revisi 2017
Guru Perlu Terus Mengevaluasi Metode Mengajarnya

Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 3 October 2018

Langkah-Langkah Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Langkah Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill  Langkah-Langkah Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Langkah-Langkah Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS)
Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur kemampuan: 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbedabeda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah,dan 5 )menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall.

Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja.Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuan: mengetahui (knowing-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (aplying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6).Pada pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS, hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO.Sebagai contoh kata kerja ‘menentukan’ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks penulisan soal-soal HOTS, kata kerja ‘menentukan’ bisa jadi ada pada ranah C5 (mengevaluasi) apabila untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu peserta didik diminta menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja ‘menentukan’ bisa digolongkan C6 (mengkreasi) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO) sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Pada penyusunan soal-soal HOTS umumnya menggunakan stimulus.Stimulus merupakan dasar untuk membuat pertanyaan.Dalam konteks HOTS, stimulus yang disajikan hendaknya bersifat kontekstual dan menarik.Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Stimulus juga dapat diangkat dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar satuan pendidikan seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Kreativitas seorang guru sangat mempengaruhi kualitas dan variasi stimulus yang digunakan dalam penulisan soal HOTS.

Baca Juga:

👉 SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) TAHUN 2018
👉 Buku Petunjuk Pendaftaran SSCN Tahun 2018
👉 Guru Perlu Terus Mengevaluasi Metode Mengajarnya
👉 Format Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan Kurikulum 2013 Revisi 2017


Langkah-Langkah Penyusunan Soal HOTS
Untuk menulis butir soal HOTS, penulis soal dituntut untuk dapat menentukan perilaku yang hendak diukur dan merumuskan materi yang akan dijadikan dasar pertanyaan (stimulus) dalam konteks tertentu sesuai dengan perilaku yang diharapkan. Selain itu uraian materi yang akan ditanyakan (yang menuntut penalaran tinggi) tidak selalu tersedia di dalam buku pelajaran. Oleh karena itu dalam penulisan soal HOTS, dibutuhkan penguasaan materi ajar, keterampilan dalam menulis soal (kontruksi soal), dan kreativitas guru dalam memilih stimulus soal sesuai dengan situasi dan kondisi daerah di sekitar satuan pendidikan.Berikut dipaparkan langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS.

1. Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS
Terlebih dahulu guru-guru memilih KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS.Tidak semua KD dapat dibuatkan model-model soal HOTS.Guru-guru secara mandiri atau melalui forum MGMP dapat melakukan analisis terhadap KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS.

2. Menyusun kisi-kisi soal
Kisi-kisi penulisan soal-soal HOTS bertujuan untuk membantu para guru dalam menulis butir soal HOTS. Secara umum, kisi-kisi tersebut diperlukan untuk memandu guru dalam: (a) memilih KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS, (b) memilih materi pokok yang terkait dengan KD yang akan diuji, (c) merumuskan indikator soal, dan (d) menentukan level kognitif.

3. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
Stimulus yang digunakan hendaknya menarik, artinya mendorong peserta didik untuk membaca stimulus. Stimulus yang menarik umumnya baru, belum pernah dibaca oleh peserta didik. Sedangkan stimulus kontekstual berarti stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, menarik, mendorong peserta didik untuk membaca.Dalam konteks Ujian Sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat.

4. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal
Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS.Kaidah penulisan butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi, sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal, sesuai format terlampir.

5. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban
Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban.Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian.Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan isian singkat.

Untuk lebih jelasnya mengenai langkah-langkah Penyusunan Soal HOTS silahkan unduh filenya di bawah ini.


Sumber http://silabusk13.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 9 August 2018

Inilah Beberapa Kiat Menulis Blangko Ijazah Agar Tidak Keliru

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Ijazah merupakan dokumen penting yang penulisannya masih memakai cara manual atau dengan penulisan tangan. Dalam penulisan ijazah, tidak boleh ada sekecil apapun kesalahan yang dibuat baik itu coretan, goresan tinta ataupun kesalahan dalam menuliskan data dalam ijazah.  Karenanya menulis ijazah bisa dianggap sebagai salah satu tugas yang paling berat. Dengan kesalahan sedikit saja, urusannya bisa berlarut- larut dan ribet dalam penggantiannya. 

Syarat umum dalam menulis ijazah adalah tulisan yang rapi. Akan tetapi tulisan rapi saja tidaklah cukup. Ada syarat lain yang mesti dipenuhi seperti ketelitian, keberanian dan kestabilan emosi. Bagi yang pertama merasakan mendapatkan tugas ini, perasaan gugup adalah hal yang wajar. Namun bagi yang sudah berpengalaman menulis selama beberapa tahun, perasaan gugup pasti bisa ditepis dengan mood yang sudah didapat.

Nah, berikut ini beberapa kiat atau tips dalam menulis ijazah berdasarkan pengalaman saya selama ini.

Membaca Juknis
Langkah awal ketika ditugasi menulis ijazah adalah membaca juknis. Juknis (petunjuk teknis) biasanya dikeluarkan oleh pemerintah beberapa bulan sebelum ijazah diberikan ke sekolah- sekolah. Biasanya pemerintah akan mengadakan sosialisasi penulisan ijazah dengan menjelaskan poin- poin dalam penulisannya melalui juknis yang diberikan. Perhatikan setiap poin yang termaktub di dalamnya, dan contoh penulisan ijazah yang biasanya dilampirkan pada juknis tersebut. Juknis bisa berbeda setiap tahunnya. Kesalahan seorang penulis ijazah kawakan adalah kadang- kadang menyamakan juknis saat ini dengan juknis sebelumnya. tentu saja hal itu berakibat fatal dengan kesalahan pada format yang tidak update.

Teliti Blangko Format Ijazah
Secara kebetulan, saya ditugaskan untuk menulis ijazah SMK yang mana terdapat dua blangko format ijazah yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Perbedaannya adalah pada sisi belakang ijazah yakni format penilaiannya. Maka dari itu, sebelum terlanjur menulis dan ternyata  keliru pada blangko format ijazah yang ada, alangkah lebih baiknya teliti dulu blangko ijazah yang ada di tangan. 

Persiapan alat
Sebenarnya alat untuk menulis ijazah itu simpel yaitu pulpen yang tintanya mudah kering, dalam hal ini saya memakai Drawing Pen ukuran 3.0. Selain pulpen, bila diperlukan siapkan penggaris dan pensil bagi yang tidak terbiasa menulis secara langsung. 

Menulis Draft Ijazah
Sebelum mengeksekusi penulisan blangko ijazah asli, fotokopi terlebih dahulu blangko ijazah yang sudah di berikan lalu tuliskan draft ijazah ke dalamnya. Tunjukkan draft tulisan yang sudah selesai ke tim penulisan ijazah yang ditunjuk sekolah untuk dikoreksi data- datanya dengan benar.  Draft ijazah ini berguna saat penulisan ijazah yang asli agar idak terjadi kesalahan dalam pemasukan data baik nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua, nomor induk, NISN, dan sebagainya. 

Tentukan waktu dan tempat yang pas
Menulis ijazah memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi. Pemilihan waktu dan suasana hati yang tepat menjadi sesuatu yang sangat penting. Hindari tempat keramaian dan pilihlah waktu yang tenang misalnya pada malam hari. Juga tidak kalah pentingnya jauhkan blangko ijazah dari benda yang mudah tumpah misalnya cairan minuman atau tinta.  

Akan tetapi bila terlanjur terjadi kesalahan penulisan pada satu blangko ijazah, janganlah panik terlebih dahulu agar tidak berakibat pada mood penulisan blangko setelahnya. Pisahkan blangko yang sudah terlanjur salah kemudian buat laporkan ke tim penulisan ijazah untuk pembuatan berita acara lalu sampaikan ke kepala sekolah untuk pengajuan blangko yang baru.

Itulah beberapa kiat menulis blangko ijazah berdasarkan pengalaman saya. Semoga bisa memberikan referensi khususnya untuk penulisan blangko ijazah dikemudian hari.

Semoga bermanfaat. 


Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 15 July 2018

Mekanisme Ilmiah Penyebab Bau Hujan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



Sering kali ketika hujan, kita mencium aroma unik dan menenangkan yang sering dikenal sebagai aroma tanah atau aroma hujan. Aroma tanah saat hujan ini dikenal sebagai “Petrichor”. Ada beberapa alasan terkait munculnya aroma ini. Dua penyebab utama munculnya aroma tanah adalah senyawa volatil dari tumbuhan dan geosmin yang diproduksi oleh Actinomycetes yaitu dari genus Streptomyces.

Actinomycetes sebagai mikroorganisme yang secara alami berhabitat di tanah menjadikannya sebagai salah satu dari mikroorganisme yang berperan dalam munculnya aroma tanah atau ‘earth smell’. Actinomycetes diketahui menghasilkan senyawa Geosmin yang dikenal sebagai Earthy-Smelling Substance. Geosmin berasal dari bahasa yunani; “Ge” = bumi dan “osme” = aroma. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Thaysen dan Pentelow (1936) yang dikutip oleh Gerber dan Lechevalier (1965) menemukan ekstrak dari Actinomycetes mengandung senyawa terlarut yang berbau dengan kosentrasi yang cukup tinggi. 

Senyawa tersebut akan terlarut dengan air hujan ketika hujan turun dan mengalir ke berbagai tempat dan menyebarkan aroma yang dikenal dengan bau tanah. Penelitian yang dilakukan oleh Gaines and Collin (1963) menyebutkan salah satu spesies yang memproduksi geosmin adalah Streptomyces odorifer dan menjelaskan bahwa aroma tanah yang muncul merupakan kombinasi dari beberapa senyawa seperti asam asetat, asetal dehid, ethil alkohol, isobutyl alkohol, isobutyl asetat dan amonia. Apabila musim kemarau tiba dan geosmin yang diendapkan pada tanah kering bercampur dengan senyawa yang bersifat asam maka geosmin akan berubah menjadi ‘Argosmin’. Argosmin merupakan bentuk inaktif dari geosmin dan tidak menghasilkan aroma khas. Oleh karena itu tidak tercium aroma khas ketika musim kemarau tiba.

Selain geosmin dari mikroorganisme Actinomycetes, senyawa volatil aromatik yang dihasilkan oleh tumbuhan juga menjadi salah satu penyebab munculnya aroma tanah yang khas setelah hujan. Selama musim kemarau, beberapa jenis tumbuhan aromatis mengsekresikan minyak aromatik yang akan diserap oleh tanah dan batu di sekitar tumbuhan tersebut. Minyak aromatik ini terdiri dari asam lemak yaitu Asam stearat dan asam palmitat. Ketika air hujan turun dan masuk ke tanah melalaui pori-pori tanah maka senyawa volatil aromatik tersebut akan larut dalam gelembung-gelembung air yang nantinya akan naik ke permukaan tanah. 

Ketika sudah berada di atas permukaan tanah maka gelembung air tadi akan terpecah dan melepaskan partikel mikroskopik (senyawa volatil aromatik) yang disebut aerosol di udara sehingga terciumlah aroma khas tanah ketika hujan yang dikenal sebagai ‘Petrichor’. Para peneliti menyimpulkan bahwa aerosol inilah yang membawa partikel aroma hujan atau aroma tanah (Jyoti, 2016).

Penulis: Arista Suci Andini, M. Si.

Referensi:
  1. Gaines, H.D dan R.P. Collins. 1963. Volatile Substances Produced by Streptomyces odorifer. Lloydia. 26:247-253 
  2. Gerber dan Lechevalier.1965.Geosmin, an Earthy-Smelling Substance Isolated from Actinomycetes.Applied Microbiology.Vol.13, No.6
  3. Jyoti, Dhrubo Sen. 2016. Moist Earth Smelling Geosmin As a Terpene Bicyclic Alcohol. World Journal of Pharmaceutical Research. Vol.5, No 8: 01-08.




Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 29 June 2018

SMA atau SMK, Pilih yang Mana?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Siswa lulusan SMP atau yang sederajat pasti mengalami kebimbangan saat mereka dinyatakan lulus dari sekolahnya. Pilihan untuk melanjutkan ke SMA atau SMK menjadi pertanyaan yang besar yang harus dijawab oleh mereka. Memilih salah satu tujuan sekolah apakah SMA atau SMK memang tidak semudah membalikkan telapak tangan karena hal tersebut berhubungan dengan masa depan. SMA dan SMK, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda diantaranya faktor tujuan, sistem pendidikan maupun lulusannya. 
ilustrasi/ Dok.Ahzaa

Sekilas SMA dan SMK
Sekolah Menengah Atas atau yang dikenal dengan singkatan SMA, lebih menekankan pada pendidikan yang lebih banyak bersifat teoritis dengan membekali siswa- siswa nya ke jenjang lanjutan perguruan tinggi meskipun beberapa dari siswa juga dapat langsung bekerja dengan membawa ijazah SMA. Jenjang pendidikan di SMA berlangsung selama tiga tahun, dengan tiga jurusan yang tersedia yaitu jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Materi di SMA biasanya lebih kompleks sesuai dengan jurusannya. Siswa SMA lebih teoritis karena prosentase pendidikannya yang menekankan lebih banyak teori daripada praktik. 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk membekali siswa- siswa nya untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. Tetapi tidak menutup kemungkinan siswa SMK dapat melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensinya. Proses pendidikannya berlangsung selama tiga tahun, namun ada yang berlangsung selama empat tahun. Istilah jurusan di SMK, disebut dengan kompetensi keahlian. Ada sekitar seratus empat puluh-an kompetensi keahlian yang tersedia untuk dipilih tergantung dengan minat dan bakat siswa dan ketersediaan sekolah yang membuka kompetensi keahlian tersebut. Prosentase pembelajarannya biasanya berbanding tiga puluh persen teori dan tujuh puluh persen praktik. Jumlah praktik yang lebih banyak terdapat pada mapel produktif dengan program- program produktif SMK yang tidak terdapat di SMA misalnya program magang, kunjungan industri, kelas industri dan sebagainya. 

Pilih SMA atau SMK?
Tergantung dengan apa yang ingin diraih nantinya, kamu bisa memilih berdasarkan minat dan bakatmu. SMA memberikan peluang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi secara luas dibanding SMK. Siswa SMA dipandang lebih berpeluang dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Siswa SMA dapat masuk semua jurusan fakultas serta berbagai peluang masuk di sekolah kedinasan pemerintah.

Khusus bagi kamu yang belum ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya ingin bekerja setelah lulus, SMK menjadi pilihan yang tepat. SMK membekali dengan soft skill maupun hard skill. Juga pengalaman saat magang dan kebiasaan praktik juga menjadi gambaran dunia kerja yang sesungguhnya sehingga tidak canggung lagi saat masuk dalam dunia kerja. Tetapi tidak menutup kemungkinan siswa SMK dapat mudah meneruskan untuk mengembangkan kompetensinya ke perguruan tinggi. Saat ini banyak perguruan tinggi yang membuka jurusannya khusus untuk anak SMK sesuai jurusannya.

Nah, pada intinya SMA dan SMK memiliki karakeristik yang berbeda. Pertimbangkan kebutuhan,  kemampuan serta keinginanmu dalam melanjutkan pendidikan. Saat kamu suka dengan hal- hal yang bersifat praktik dan ingin memiliki keterampilan untuk langsung bekerja, SMK adalah pilihan yang tepat, tetapi bila kamu memiliki keinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan bukan prioritas utama untuk bekerja, maka pilihlah SMA. Akhirnya, semoga pilihanmu menjadi pilihan yang tepat untuk masa depanmu.

Salam.

Sumber http://www.ahzaa.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.