Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts

Saturday, 4 October 2025

5 Fakta Tentang Megalomania yang Disebut Oleh Rai D’Masiv

dmasiv-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/MusicaStudios

DokterSehat.Com– Pentolan band D’Masiv, Rian dan Rai diketahui terlibat dalam keributan di atas panggung. Dalam video yang beredar di berbagai akun media sosial, terlihat bahwa vokalis dan bassis dari salah satu band yang cukup populer di Indonesia ini sempat saling adu pendapat. Beberapa saat kemudian, Rai mengunggah Instagram Stories yang bertuliskan “F**k Megalomania.” Sebagai informasi, megalomanis adalah salah satu masalah kesehatan mental. Seperti apa sih yang dimaksud dengan megalomania?

Mengenal Megalomania yang disebut oleh Rai D’Masiv

Tak hanya adu mulut dengan sang vokalis, di video terlihat jelas bahwa Rai sampai melepas gitar bass yang dikenakannya. Ia pun turun panggung meskipun personel band lainnya masih beraksi.

Hingga saat ini belum ada penjelasan dari Musica Studio, label yang menaungi band ini. Banyak orang yang kemudian bertanya-tanya tentang permasalahan di antara kedua anggota D’Masiv ini dan arti dari istilah Megalomania yang disebut oleh Rai.

Berikut adalah beberapa fakta yang terkait dengan istilah megalomania tersebut.

  1. Termasuk dalam gangguan jiwa

Pakar kesehatan menyebut megalomania sebagai salah satu masalah kejiwaan yang bisa membuat pengidapnya mengalami perubahan perilaku, fantasi, hingga menganggap realita yang dialaminya sebagai sesuatu yang tidak benar.

Mereka yang mengidap kondisi ini cenderung selalu ingin dihormati oleh orang lain dan merasa bahwa orang lain memang harus menganggapnya sebagai orang yang penting dan dihargai. Selain itu, mereka juga cenderung sulit untuk berempati kepada orang lain.

  1. Pengidapnya cenderung memiliki obsesi dengan kekuasaan

Berdasarkan sebuah jurnal kesehatan berjudul The Megalomaniac Traits of Personality, dihasilkan fakta bahwa penderita sindrom megalomania cenderung lebih mementingkan diri sendiri. Bahkan, mereka tidak segan untuk menyingkirkan orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang-orang terdekatnya hanya demi mendapatkan kekuasaan atau sesuatu yang benar-benar diinginkannya.

Penderitanya juga cenderung memiliki keinginan untuk mendominasi atau bahkan mengeksploitasi lingkungannya dengan berlebihan dan sewenang-wenang.

  1. Termasuk dalam orang-orang yang narsis

Mereka yang mengidap sindrom megalomania cenderung memiliki masalah narsisme atau dalam dunia medis disebut sebagai narcissistic personality disorder. Hanya saja, megalomania bisa membuatnya melakukan tindakan dan cara berpikir yang jauh lebih parah.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan pengidapnya yang menganggap dirinya sebagai orang yang cerdas, handal, berkuasa, memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dari orang lain, dan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya.

  1. Bisa berbohong demi memuaskan egonya

Istilah megalomania sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani dengan arti yang terkait dengan “obsesi yang sangat besar”. Masalahnya adalah pengidap masalah kesehatan ini cenderung bisa melakukan segala cara demi memastikan obsesi ini bisa tercapai.

Sayangnya, mereka bisa saja berbohong kepada orang lain demi hal ini. Bahkan penderita masalah mental ini bisa saja seperti tidak menyadari bahwa tindakan berbohongnya sebagai sesuatu yang tidak benar karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Sebagai contoh, ada orang yang ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain sehingga mengaku bahwa dirinya memiliki prestasi hebat di berbagai bidang. Padahal, Dia sama sekali tidak memiliki prestasi tersebut dan menganggap kebohongan yang dilakukannya sebagai sesuatu yang biasa saja.

  1. Memiliki egoisme yang sangat kuat

Mereka yang menderita megalomania memiliki kecenderungan untuk terus mempertahankan ide-ide atau pemikirannya sehingga sulit untuk menerima kenyataan atau pendapat orang lain yang sebenarnya lebih benar. Mereka juga memiliki sifat egoisme yang sangat tinggi hingga rela membelokkan fakta demi mempertahankan pemikirannya.

Saturday, 28 June 2025

Awkarin Memakai Obat Xanax, Bolehkah Dikonsumsi Sembarangan?

awkarin-doktersehat
Photo Source: Twitter/awkarin

DokterSehat.Com– Youtuber dan selebgram terkemuka Karin Novilda atau yang lebih dikenal sebagai Awkarin kembali menjadi perbincangan hangat warganet. Dalam cuitannya pada 13 Juli 2019 lalu, Karin menyebut dirinya terbiasa mengonsumsi obat Xanax. Banyak warganet yang kemudian menyebut cuitannya kontroversial karena dikhawatirkan bisa membuat followers Karin mengikuti kebiasaannya mengonsumsi obat tersebut.

Awkarin menggunakan obat Xanax

Beberapa warganet menyebut konsumsi Xanax yang diperuntukkan untuk depresi atau gangguan mental lainnya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Masalahnya adalah beberapa orang justru seperti sengaja mengonsumsinya layaknya sebagai gaya hidup yang biasa. Padahal, penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Salah satu warganet Twitter dengan akun @tontham bahkan sampai menyebut konsumsi obat Xanax berpotensi menyebabkan overdosis. Hal ini dibuktikan oleh kasus kematian diva pop internasional, Whitney Houston.

Beberapa jam setelah cuitan tentang konsumsi obat Xanax-nya menjadi perbincangan hangat, Karin kembali menulis cuitan lainnya. Ia mengaku mendapatkan obat-obatannya dari psikiater. Hal ini berarti, Karin mengonsumsinya sesuai dengan resep dokter.

Hanya saja, sebagian warganet terlanjur menganggap cuitannya sebelumnya bisa membuat beberapa orang yang memang sedang mengalami gangguan mental atau depresi mengonsumsi obat Xanax sembarangan.

Apa Itu Xanax?

Pakar kesehatan menyebut Xanax sebagai salah satu jenis obat benzodiazepine. Obat ini diperuntukkan untuk mengatasi depresi, serangan panik, hingga kecemasan berlebihan. Obat yang bisa menjadi penenang ini memiliki kandungan alprazolam.

Xanax biasanya aman untuk dikonsumsi 3 kali sehari dengan dosis 0,25 hingga 0,5 mg. Hanya saja, dosis ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap pasien. Hal ini berarti, konsumsinya memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan harus berdasarkan resep dokter.

Fungsi Obat Xanax

Kandungan alprazolam di dalam obat Xanax akan mempengaruhi kinerja otak dan saraf sehingga bisa memberikan efek menenangkan. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan zat kimia alami di dalam otak bernama asam gamma aminobutirat.

Beberapa fakta terkait obat Xanax yang patut diketahui

Selain harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter dan tak boleh diminum sembarangan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa fakta lain tentang obat Xanax yang sebaiknya kita waspadai.

Berikut adalah fakta tersebut.

  1. Xanax bukanlah obat tidur

Cukup banyak orang yang menganggap Xanax sebagai obat tidur. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat pikiran menjadi lebih tenang dan mengantuk. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut Xanax tidak bisa disamakan sebagai obat tidur sehingga tidak boleh dikonsumsi orang yang menderita insomnia.

Xanax bisa disebut sebagai obat antiansietas atau berfungsi sebagai pereda kecemasan. Bagi sebagian orang dengan kondisi bipolar yang sampai mengalami gangguan kecemasan, mudah panik, sulit bernapas, hingga jantung berdebar-debar, bisa diberi obat ini asalkan disarankan oleh dokter.

  1. Xanax bisa menyebabkan ketergantungan

Xanax ternyata bisa memicu ketergantungan jika sembarangan dikonsumsi. Bahkan, bagi mereka yang sudah pernah mengonsumsi narkoba atau minuman beralkohol, risiko ketergantungan ini bisa semakin meningkat.

  1. Bisa memicu pikun

Meski tidak selalu terjadi pada semua orang, konsumsi Xanax dalam jangka panjang bisa saja menyebabkan efek pikun. Hal ini disebabkan oleh kandungan di dalam Xanax yang bisa menghambat transmitter otak berjenis asetilkolin yang mengendalikan memori jangka pendek.

  1. Justru bisa memicu depresi

Jika yang mengonsumsinya adalah orang biasa yang sebenarnya tidak membutuhkan obat Xanax, penggunaan obat ini justru bisa memicu depresi, kegelisahan, dan insomnia.

  1. Bisa merusak fungsi seksual

Penelitian yang dilakukan oleh Varant Kupelian yang berasal dari New England Research Institutes menghasilkan fakta bahwa konsumsi Xanax sembarangan bisa meningkatkan risiko impotensi bagi pria.

Monday, 9 June 2025

Hobi Minum Bubble Tea, Remaja Ini Hampir Tewas

bubble-tea-doktersehat
Photo Source: Flickr/ljguitar

DokterSehat.Com– Bubble tea kini telah menjadi salah satu minuman yang digemari oleh banyak orang, khususnya para anak muda dan remaja. Rasanya yang manis ditambah dengan adanya bola-bola bubble tea yang kenyal membuatnya menjadi semakin nikmat. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut minuman ini tidak sehat. Bahkan, jika diminum setiap hari, bisa memicu datangnya masalah kesehatan. Hal inilah yang sayangnya terjadi pada seorang remaja dari Tiongkok ini.

Minum bubble tea setiap hari hampir saja membuat nyawa remaja ini melayang

Dilansir dari World of Buzz, sang remaja malang ini bernama Xiao Ying. Ia dilarikan ke rumah sakit karena hilang kesadaran. Xiao dikenal sebagai remaja dengan selera makan yang besar. Hanya saja, sebelum tidak sadarkan diri, ia mengaku selalu merasa haus namun kehilangan nafsu makan. Yang diinginkannya hanyalah terus minum air dalam jumlah yang sangat banyak.

Setelahnya, Xiao merasakan sensasi tidak enak badan, mual-mual, dan muntah. Xiao kemudian hilang kesadaran sehingga akhirnya dilarikan ke layanan medis terdekat.

Setelah sampai di rumah sakit yang ada di kawasan Hangzhou, Xiao pun langsung diperiksa secara inteksif. Hasilnya adalah, kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat tinggi, sekitar 20 kali lebih banyak dari yang dimiliki remaja seusianya. Sebagai informasi, normalnya kadar gula darah di usia remaja hanyalah 3,9-6,1 mmol/L, namun di dalam tubuh Xiao mencapai 124 mmol/L!

Dokter langsung mendiagnosisnya terkena ketoasidosis diabetik. Kondisi ini menandakan kadar gula darah yang sangat tinggi dan terganggunya proses produksi insulin di dalam tubuh. Kondisi ini juga membuat keseimbangan elektrolit di dalam tubuhnya terganggu. Dokter bahkan sampai menyebut Xiao cukup beruntung karena tidak sampai tewas akibat kondisi ini.

Remaja berusia 16 tahun ini diketahui hobi mengonsumsi gorengan, minuman bersoda, dan bubble tea. Bahkan, konsumsi bubble tea yang dilakukan Xiao disebut-sebut bisa lebih dari satu gelas setiap hari. Akibatnya, berat badannya naik drastis hingga mencapai 100 kg!

Bahaya lain dari kebiasaan minum bubble tea

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi bubble tea memang bisa membahayakan kondisi kesehatan. Karena alasan inilah kita sebaiknya membatasi atau bahkan menghindarinya.

Berikut adalah berbagai bahaya yang bisa didapatkan dari kebiasaan mengonsumsi bubble tea.

  1. Bisa memicu gangguan pencernaan

Bola-bola kenyal yang ada di dalam bubble tea ternyata sulit untuk dicerna oleh perut. Selain dibuat oleh tepung tapioka, bola-bola ini biasanya memiliki kandungan zat pengawet dan pengental yang bisa memicu gangguan pencernaan dan konstipasi jika terlalu banyak dikonsumsi.

  1. Tinggi kandungan gula

Pakar kesehatan menyebut satu porsi bubble tea yang kita beli bisa saja memiliki kandungan gula sebanyak 34 gram. Jumlah ini hanya lebih sedikit dari batasan maksimal konsumsi gula harian yang mencapai 50 gram. Padahal, kita juga mengonsumsi gula dari makanan dan minuman lain yang kita konsumsi setiap hari.

Kebiasaan mengonsumsi bubble tea bisa meningkatkan risiko diabetes dan obesitas dengan signifikan.

  1. Tinggi kandungan kalori

Di dalam satu porsi bubble tea, terdapat sekitar 300-400 kalori. Ditambah dengan adanya bola-bola kenyal, kandungan kalorinya bisa lebih besar. Hal ini tentu bisa memicu kenaikan berat badan.

  1. Tinggi lemak trans

Tak disangka, kandungan lemak trans di dalam bubble tea juga sangat tinggi. Rutin mengonsumsinya tentu akan meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi dan masalah kardiovaskular yang mematikan.

  1. Meningkatkan risiko kanker

Di dalam bola-bola kenyal bubble tea terdapat kandungan bifenil poliklorinasi yang berpotensi memicu kanker hati serta kanker melanoma jika terlalu banyak dikonsumsi.

Tuesday, 3 June 2025

Anya Geraldine Ternyata Malas Mandi, Berbahayakah Kebiasaan Ini?

anya-geraldine-doktersehat
Photo Source: .instagram.com/anyageraldine

DokterSehat.Com– Selebgram Anya Geraldine selalu tampil cantik dan modis, namun belakangan ini ia mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, yakni kebiasaanya yang malas mandi. Bahkan, Anya bisa saja mandi hanya seminggu sekali. Sebenarnya, apakah kebiasaan malas mandi ini bisa membahayakan kesehatan?

Anya Geraldine malas mandi, seringkali mandi seminggu sekali

Saat tampil di acara salah satu stasiun televisi swasta Indonesia pada Senin (15/7/2019), Anya bahkan menyebut terakhir kali mandi dua hari sebelumnya.

“Aku jarang banget mandi. Bisa seminggu hanya sekali. Jujur saja aku datang ke acara ini juga belum mandi. Mandinya dua hari yang lalu,” ungkap Anya di acara tersebut.

Alasan utama Anya malas mandi adalah karena tubuhnya yang termasuk sangat jarang berkeringat. Hal ini membuatnya tetap merasa nyaman meski jarang mandi, namun sekalinya mandi, Anya bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam lamanya.

“Aku sangat jarang berkeringat. Memang, sebaiknya mandi setiap hari, tapi aku setiap hari ada di ruangan ber-AC dan jarang gerak. Jadi kalau tiba-tiba niat mandi bisa saja sampai 1,5 jam,” ceritanya.

Demi menyiasati kebiasaan malas mandi yang dilakukannya, Anya pun memilih untuk lebih sering memakai parfum, khususnya jika harus pergi ke luar rumah.

“Aku sangat jarang berkeringat jadi tidak begitu mengalami masalah bau badan. Tapi kalau mau pergi pasti memakai parfum,” tearngnya.

Dampak malas mandi bagi kesehatan seperti yang dilakukan oleh Anya Geraldine

Pakar kesehatan menyebut pada tubuh kita terdapat sekitar 1.000 jenis bakteri dan 40 jenis jamur. Jika sampai kita tidak mandi sekitar dua hari saja, hal ini sudah cukup untuk memicu beberapa masalah kesehatan seperti bau badan, iritasi, atau masalah kulit.

Berikut adalah berbagai dampak malas mandi yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Sistem kekebalan tubuh semakin menurun

Masih banyak orang yang menyepelekan pentingnya mandi bagi kesehatan. Padahal, dalam realitanya mandi bisa menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Jika kita malas mandi, dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan mandi dalam menghilangkan berbagai macam bakteri penyebab penyakit dari dalam tubuh. Selain itu, air dingin yang menerpa tubuh bisa membuat peningkatan aktivitas sel darah putih yang akhirnya membuat sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat.

  1. Risiko flu semakin besar

Jarang mandi akan membuat virus dan bakteri lebih banyak ditemukan di dalam tubuh. Salah satunya adalah virus penyebab flu. Selain itu, malas mandi juga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat kita lebih mudah diserang sumber penyakit.

Bahkan, jika kita tetap malas mandi saat sedang terkena flu, risiko penyakit ini menjadi semakin parah akan naik. Karena alasan inilah sebaiknya tetap mandi dan menggunakan air hangat demi meredakan masalah kesehatan ini.

  1. Kulit akan menjadi lebih kusam

Kulit yang jarang terkena air akibat malas mandi akan lebih mudah kehilangan kelembapannya. Proses regenerasi sel-sel kulit mati juga akan mengalami gangguan. Hal ini tentu akan membuat kulit menjadi lebih kusam.

Bahkan, pakar kesehatan menyebut malas mandi akan membuat kita lebih cepat mengalami penuaan dini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kotoran yang menempel pada kulit dan akhirnya merusak kondisinya.

  1. Membuat tidur tidak nyenyak

Badan yang gerah dan kotor karena malas mandi bisa membuat kita susah tidur atau mengalami tidur yang tidak nyenyak.

  1. Susah berpikir dengan jernih

Tubuh yang terasa tidak nyaman, kotor, gerah, dan lemas akibat malas mandi akan membuat kita kesulitan untuk berpikir dengan jernih atau berkonsentrasi saat melakukan aktivitas sehari-hari.