Showing posts with label anatomy. Show all posts
Showing posts with label anatomy. Show all posts

Wednesday, 19 October 2016

Sistem Tulang (Rangka) Pada Manusia, Penjelasan TERLENGKAP

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Berdasarkan struktur jaringan dan sifatnya sebagai penyambung serta penyokong di dalam tubuh maka dapat dibedakan atas jaringan 

1. TULANG RAWAN 
Tulang ini mempunyai sifat fleksibel artinya dapat dimampatkan,  tahan terhadap tekanan dan penekuan serta cukup lunak untuk dipotong. Jaringan tulang rawan ini terdiri atas:  
  • sel-sel tulang rawan (chondrosit), berbentuk vesikuler, bulat dengan inti berbentuk bulat, banyak mengandung air, glikogen, dan lemak.
  • substansia interseluler, juga banyak mengandung air, sebagai dasar sifat penyokong dari tulang rawan. 
  • pembuluh darah dan saraf relatif hampir tidak ada.

Gambar 1. Foto struktur mikroskopis tulang rawan
Credit: medcell.med.yale.edu


Berdasarkan substansi interseluler, jaringan tulang ravan dibedakan atas:

a.  Tulang Rawan Hialin 
Umumnya tulang rawan ini berwama kebinu-biruan, dengan jaringan penyusun terdiri atas sel-sel yang terletak dalam ruang-ruang tulang rawan yang diliputi kapsul sehingga terpisahkan dari substansia interselulernya oleh halo sel, substansia intersel banyak mengandung sabut-sabut (fibril)  kolagen dan jala-jala elastin, umumnya tidak memiliki pembuluh darah (avaskuler), bagian luar tulang rawan ini diliputi oleh perikondrium. Selain itu diduga sel-sel tersusun berbaris-baris dan bersama-sama dengan halo sel membentuk khondron. Adanya sifat avaskuler, maka tulang rawan hialin ini mudah atau cepat mengalami proses degenerasi, selain itu proses pengendapan kalsium pada tulang rawan ini terjadi saat umur dini. 

Terdapat pada tulang rawan persendiaan, iga, saluran pernafasan, diskus epifisis dan pada prekusor bagian rangka yang mengalami oksifikasi khondral.  


Gambar 2. Foto struktur mikroskopis tulang rawan hialin.
Credit: medpics.ucsd.edu


b. Tulang Rawan Elastin 
Pada umumnya tulang rawan hialin ini berwama kekuning-kuningan, dengan substansi interseluler yang banyak mengandung sabut-sabut elastin sehingga membuat tulang rawan ini lentur sangat elastis, sedikit fibril kolagen dan tidak dijumpai endapan kalsifikasi. Terdapat pada daun telinga dan epiglotis.  

Gambar 3. Mikroskopis jaringan tulang rawan elastis pada epiglotis.
Credit: medcell.med.yale.edu


c.  Tulang Rawan Fibrosa 
Substansia interseluler dari jenis tulang rawan ini sedikit mengandung sel-sel, tapi fibril-fibril kolagennya banyak sekali sehingga disebut pula sebagai jaringan penyambung tulang rawan. Terdapat di diskus intervertebralis dan simphisis pubis.  

Gambar 4. Mikroskopis jaringan tulang rawan fibrous.
Credit: studyblue(dot)com


2. TULANG
Jaringan penyusun tulang terdiri atas sel-sel tulang (osteosit), substansia interstesiel dan fibril-fibril kolagen secara bersamaan membentuk substansia intersel (osteoid), serta endapan garam-garam mineral (yang penting tiga jenis yaitu kalsium fosfat, kalsium karbonat, magnesium fosfat kalium natrium serta klorida dan fluorida). Fibril kolagen merupakan bagian anorganik yang berpengaruh terhadap stabilitas tulang karena kalau bahannya kurang adikuat maka elastisitas tulang berkurang sehingga tidak tahan terhadap stres dan mudah rapuh, sedang garam-garam mineral merupakan bagian organik yang menentukan kekerasan dan stabilitas. Tulang diliputi oleh periosteum yang tersusun dari lapisan fibrosa terletak sebelah dan sebelah dalam lapisan kambium yang banyak mengandung pembuluh darah,  limfe saraf dan sel-sel osteoblas. Nutrisi tulang berasal dari periosteum dan sumsum tulang melalui foramen nutrient.


Gambar 5. Periosteum pada tulang keras.


Credit: studyblue(dot)com

Berdasarkan susunan serabutnya maka dibedakan atas dua jenis tulang yakni:

a.  Tulang Berserabut Gelombang 
Tulang ini mempunyai struktur seperti jaringan penyambung yang mengalami oksifikasi, yang ditemukan pada manusia hanya selama perkembangan, sedangkan pada dewasa terdapat di kapsula labirinth dan pada sutura-sutura.  

b.  Tulang Lamela
Tulang lamela adalah jenis tulang yang banyak dijumpai di tubuh, dengan susunan substantia interstesiel membentuk lapisan-lapisan lamela bergantian dengan lapisan sel-sel tulang mengelilingi pembuluh darah. Susunan saluran vaskuler bersama lamela disebut osteon (sistem havers).

Gambar 6. Sistem haversian.


Berdasarkan bentuknya, bentuk-bentuk tulang pada manusia terdiri dari:

a. Tulang Panjang/Pipa
Tulang panjang adalah tulang dengan bentuk yang memanjang ditandai dengan ukuran memanjang lebih besar dari ukuran lebarnya. Memiliki bagian epifisis di ujung tulang dan diafisis diantaranya. Tulang panjang banyak ditemukan di tulang-tulang penyusun anggota gerak (ektremitas) superior seperti klavikula, ekstremitas inferior, tulang jari tangan dan kaki, humerus, ulna, radius, femur, tibia, dan tulang telapak tangan dan kaki.

b. Tulang Pendek
Tulang pendek adalah tulang dengan bentuk lebar yang hampir sama dengan ukuran panjangnya, tidak nampak bagian epifisis dan diafisis. Tulang pendek ditemukan di tulang kolumna vertebralis, pergelangan tangan mapun kaki.

c.  Tulang Pipih 
Bentuk tulang ini tidak panjang maupun pendek, tapi bentuk agak tidak teratur, tipis seperti berongga. Dijumpai pada kelompak tulang tulang tengkorak bagian batok kepala, wajah dan neurokranium. 

d. Tulang Pneumatika 
Bentuk tulang ini ada yang berongga dan padat, seperti tulang skapula, tulang-tulang koksae (coxae) dan tulang iga. 


PERKEMBANGAN TULANG
Sebenarnya tulang terdiri atas matriks organik keras, 95% merupakan sabut-sabut kolagen yang berjalan kesegala arah dalam tulang dan diperkuat dengan endapan-endapan garam kalsium, sedangkan sisanya yang 5% merupakan medium homogen yang disebut zat dasar, yang diduga berfungsi sebagai medium untuk pengendapan garam garam, yang terdiri dari cairan ekstrasel, mukoprotein yang mengandung kondriotin sufat dan asam hialuronat. Dalam perkembangannya jaringan sistem tulang atau skeleton ini berasal dari lapisan mesoderm yang pada minggu ketiga kehamilan membentuk somit- somit dalam neural tube, somit ini akan berdiferensiasi menjadi sklerotom. Pada akhir minggu keempat sklerotom ini diduga mampu berdiferensiasi menjadi polimorfous dan bersama-sama dengan jaringan mesenkim embrio akan bermigrasi dan berdiferensiasi menjadi fibroblas, osteoklas, kondroblas atau osteoblas. Setiap saat, atas pengaruh hormon paratiroid maupun hormon pertumbuhan (Growth Hormone)  terjadi perkembangan dari stem sel mesenkim membentuk osteoklas, kemudian osteoklas membentuk osteoblas yang akan berkembang menjadi osteosit.

KALSIFIKASI 
Pada awal proses pembentukan tulang osteoblas yang merupakan sel mesenkim yang mampu mensekresi kolagen dan zat dasar.  Kolagen akan mengalami polimerisasi membentuk serabut-serabut kolagen dan jaringan yang dihasilkan adalah ostroid. Ostroid adalah suatu zat seperti tulang rawan tapi garam-garam kalsium mengalami presipitasi. Dalam beberapa hari setelah terbentuk osteoid ini ternyata garam-garam kalsium mulai mengendap pada permukaan serabut kolagen, selain itu pada saat terbentuk osteiod sebagian osteoblas terperangkap dalam osteoid, keadaan ini disebut dengan osteosit, yang bersifat sebagai sel tulang definitif. Pada beberapa tulang proses perkembangannya secara langsung berasal dari diferensiasi sel mesenkim menjadi tulang-tulang pipih melalui proses oksifikasi membranosa,  tapi ada juga sel mesenkhim ini membentuk dulu tulang rawan hialin baru menjadi tulang keras melalui proses oksifikasi endokhondral.  

OKSIFIKASI 
Oksifikasi adalah suatu proses penulangan pada tulang-tularg tubuh. Dalam proses oksifikasi terjadi dua proses, yaitu 1). Pengendapan jaringan tulang secara terus menerus oleh osteoblas yang didapatkan pada permukaan tulang dan pada rungga rongga tulang,  2). Proses absorpsi oleh osteoklas juga berlangsung terus menerus dan proses ini terjadi dekat dengan osteoblas. Dalam proses ini osteoklas membentuk enzim proteolitik yang disekresi oleh lisosom osteoklas yang berfungsi melarutkan matriks organik tulang dan beberapa asam yaitu asam sitrat dan asam laktat yang menyebabkan pelarutan garam-garam tulang. Kedua rangkaian proses ini berlangsung terus menerus sehingga selalu terbentuk tulang baru yang terletak dalam lapisan yang berurutan pada permukaan dalam rongga sampai saluran terisi, dan berhenti bila tulang mulai mengganggu pembuluh darah yang mensuplai daerah itu saluran ini berbentuk alur-alur yang disebut Sistem Saluran Havers.

Proses oksifikasi terdiri atas:

l. Oksifikasi Membranosa (Intramembranosa) 
Oksifikasi ini merupakan perkembangan tulang dari jaringan penyambung yang banyak mengandung sel-sel mesenkim. Tulang asli adalah fibrosa yang selanjutiya akan menjadi tulang lamela.  Contohnya adalah pada tulang pipih yaitu tulang-tulang yang membentuk tengkorak, yang dikelompokan menjadi kelompok tulang-tulang bagian:
  • Neurokranium adalah bagian basis kranium atau dasar tengkorak yang tersusun atas bagian tulang pipih (flat bones) dan bagian tulang rawan atau kartilago (disebut chondrocranium)  
  • Viserokranium adalah bagian kranium yang terdiri atas tulang-tulang wajah, umumnya merupakan tulang pipih, hanya sebagian kecil tulang keras misal pada mandibula dan tulang pipi. Lain halnya dengan tulang-tulang batok kepala yang terdiri dari tulang-tulang pipih (misal tulang frontal, parietal, oksipital dan temporal).
Pada waktu dilahirkan tulang batok kepala ini belum menutup sempurna terutama pada pertemuan antara tulang frontal (tulang dahi) dengan tulang parietal (tulang ubun-ubun) kanan-kiri sehingga terbentuk ubun-ubun besar, dan antara tulang oksipital (tulang belakang kepala) dengan parietal kanan-kiri sehingga terbentuk ubun- ubun kecil.

Ubun-ubun pada bayi.

2.  Oksifikasi Endokondral 
Oksifikasi endokondral adalah oksifikasi yang diawali dengan perkembangan tulang rawan yang mengalami penulangan, diganti dengan pembentukan tulang. Pertumbuhan disini hanya terjadi selama masih ada tulang rawannya, sedang untuk penggantian pembentukan tulang adalah kondroblas selain itu sel-sel jaringan penyambung yang telah mengalami diferensiasi sehingga tulang rawan tersingkirkan dan memungkinkan osteoblas membentuk tulang.  

Berdasarkan letak proses oksifikasi endokondral, maka dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Oksifikasi Enkondral adalah oksifikasi yang diawali dengan tulang rawan yang terjadi di epifisis 
  • Oksifikasi Perikondral adalah oksifikasi yang berasal dari perikondrium dan terbatas pada diafisis. 
Perlu diketahui bahwa diskus epifisis (cakram epifisis atau lempeng pertumbuhan)  merupakan tempat untuk pertumbuhan memanjang membentuk lapisan antara epifisis dan diafisis.

SISTEM RANGKA / KERANGKA MANUSIA


Sistem Rangka adalah rangkaian tulang-tulang yang satu sama lain saling berhubungan yang terdapat dalam tubuh. Sistem rangka memiliki fungsi untuk:

  1. Menegakkan sehingga membentuk tubuh 
  2. Tempat melekatnya otot lurik / otot rangka
  3. Melindungi organ-organ vital 
  4. Merupakan alat gerak pasif 
Berdasarkan letaknya, rangka manusia terdiri atas:


1. Tengkorak(Cranium)  

Cranium adalah tulang yang pada umumnya tulang-tulang berbentuk pipih, hubungan satu sama lain membentuk sutura, sehingga tidak dapat digerakkan. Tulang-tulang ini dikelompokan lagi menjadi

a. Kelompok tulang-tulang batok kepala, antara lain:

  • Tulang dahi (os frontal)
  • Tulang ubun-ubun (os parietal)  
  • Tulang belakang kepala (os occipital)
  • Tulang pelipis (os tempora) 
b. Kelompok tulang dasar kranium (basis cranii),  antara lain:

  • Tulang geraham / rahang atas (os maxilla)  
  • Tulang palatum,  
  • Tulang rahang bawah (os mandibulla) 
  • dan lain-lain 
c. Kelompok tulang-tulang wajah, antara lain:

  • Tulang pipi (os zygomaticum) 
  • Tulang rongga mata (os orbita)  
  • Tulang air mata (os lacrimalis)
  • Tulang hidung (os nasales)  
  • dan lain-lain

2. Tulang Belakang (Columna Vertebralis)


Kolumna vertebralis adalah kelompok yang berfungsi sebagai penegak tubuh atau struktur dasar tubuh, yang dibedakan atas lima jenis vertebrae dengan 33-34 ruas, tersusun satu sama lain saling berhubungan dengan adanya ligamentun, otot dan membentuk diskus intervertebralis, sehingga masih dapat bergerak namun terbatas. Kelima jenis vertebrae adalah

a. Tulang Leher (Vertebrae cervicalis) Vertebare ini terdiri atas 7 ruas, pada umumnya memilki korpus vertebrae tidak tebal, prosesus spinosus menonjol ke dorsal dan pada vertebrae ke 3-6 bercabang dua, untuk ruas 1:  atlas, dengan ciri korpus vertebrae tipis, prosesus spinosus tidak ada,  ruas 2: aksis dengan ciri mempunyai dens yang berfungsi sebagai sumbu dasar tengkorak, dan prosesus spinosus pendek sedikit bercabang, sedang ruas 7: vertebrae prominens dengan ciri prosesus spinosus lebih panjang tidak bercabang.

b. Tulang Punggung (Vertebrae thoracalis) vertebra ini terdiri atas 12 ruas, masing-masing mempunyai korpus vertebrae yang cukup tebal, dengan prosesus spinosus runcing khusus vertebrae ke 1-9 satu sama lain timpang tindih dengan posisi menurun ke aeah kaudal, sedangkan ruas 10-12 prosesus spinosusnya tidak begitu runcing dengan posisi vertikal mengarah ke dorsal.

c. Tulang Pinggang (Vertebrae lumbalis)  vertebrae lumbalis terdiri atas 5 ruas, dengan ciri korpus vertebrae tebal, besar, prosesus spinosus tumpul pipih, posisi vertikal, foramen vertebralis relatif kecil dibandingkan vertebrae torakalis.

d.  Tulang Pinggul (Vertebrae sacralis) vertebrae ini sebenarnya terdiri 5 ruas tapi tumbuh menjadi satu, permukaan anterior berbentuk cekung sedangkan yang dorsal cembung, ikut membentuk rongga pelvis. Bagian basis sakrum berhubungan dengan vertebra lumbal 5, sedangkan bagian apeks berhubungan dengan tulang ekor dan fasies lateralis berhubungan dengan tulang koksae. Sakrum pada laki-laki lebih panjang dengan kelengkungan yang lebih jelas, sedang sakrum wanita lebih pendek, lebih lebar dan kurang melengkung.

e. Tulang Ekor (Vertebrae coccygialis)  vertebra terakhir ini, terletak paling kaudal, berjumlah antara 3- 4 ruas, dengan permukaan yang menghadap ke sakrum mempunyai tanduk (comu) yang merupakan persatuan yang sempurna dari ruas 1, yang lain tulangnya kecil-kecil, berbentuk bulat tanpa korpus maupun prosesus spinosus.

3. Anggota Gerak Atas (Exstremitas Superior)

Kelompok ini tersusun atas beberapa tulang, membentuk sendi bahu, antara lain:

  • Tulang selangka (os clavicuia)
  • Tulang belikat (os scapula)  
  • Lengan atas (os humerus)
  • Tulang hasta (os radius) 
  • Tulang pengumpil (os ulna)
  • Tulang-tulang pergelangan tangan (ossa carpalia) yang terdiri dari 8 tulang yaitu: (1) os naviculare, (2) os lunatum, (3) os triquetrum,  (4) os pisiformis, (5) os multangulum mayus,  (6) os multangulum minus, (7) os capitulum dan (8) os humatum 
  • Tulang telapak tangan (orsa metacarpalia) ada lima ruas yang masing-masing memiliki bagian korpus yang berhubungan dengan tulang pergelangan tangan dan bagian ujung yang berhubungan dengan tulang-tulang jari dan tulang-tulang jari tangan (os phalanges manus) masing jari terdiri atas 3 ruas yaitu phalanx proximal,  phalanx medial dan phalanx distal,  kecuali ibu jari hanya 2 ruas masing-masing juga memiliki korpus, kupitulum (trochlea) 

4. Rongga Dada (Cavum Thorax)  


Rongga ini dibentuk dari beberapa tulang, vertebra torakalis sebanyak 12 ruas, yang berhubungan dengan tulang rusuk (os costa)  juga berjumlah 12 pasang,

  • Rusuk 1-7 yang dihubungkan dengan tulang dada (os sternum) melalui tulang rawan disebut dengan kosta vera (os costae verae),  
  • Rusuk 8-10 saling melekat dengan rusuk yang berada di atasnya yang disebut kosta spuria (os costae spuriae)  
  • Rusuk 11-12 melayang (os costae fuctuantes).  
Tulang dada mempunyai bagian korpus yang berhubungan dengan tulang selangka, sedang manubrium sterni sisi lateral berhubungan dengan kosta 1-7, bagian kaudal berhubungan tulang pedang atau prosesus siphoideus (proccecus xyphoideus).

5.  Rongga Panggul (Cavum Pelvis)  

Rongga ini dibedakan jadi 2 rongga, yaitu rongga pelvis mayor yang disusun oleh beberapa tulang, vertebra lumbal 5, tulang sakrum,  tulang usus (os illii) kanan-kiri dan rongga pelvis minor yang tersusun oleh tulang sakrum tulang ekor, tulang kedudukan (os ischiadica) kanan-kiri dan tulang kemaluan (os pubis) kanan- kiri.  Tulang koksae merupakan gabungan dari beberapa tulang menjadi satu, yaitu tulang usus, tulang kedudukan dan tulang kemaluan.

6. Alat Gerak Bawah (Extremitas Inferior) 

Kelompok ini tersusun atas beberapa tulang, membentuk sendi koksa (articulatio coccue) atau gelang pinggul, yang dibentuk oleh tulang kedudukan tepatnya pada acetabulum dan tulang paha (os femur) bagian caput femoris, selain itu didapatkan pula tungkai bawah yang disusun oleh tulang paha bagian distal, tulang lutut (os patella), tulang kering (os fibula) tulang betis (os tibia) tulang-tulang pergelangan kaki (ossa tarsalia) yang terdiri dari 7 tulang yakni (1) os talus,  (2) os calcaneus,  (3) os nuviculare,  (4) os naviculare,  (5) os cuboidum,  (6) os cuneiformis lateral, (7) os cumeiformis intermedialis,  (8) os cumeiformis medial, umumnya berbentuk tidak teratur termasuk tulang pendek tulang-tulang telapak kaki (ossa metatarsalia) 1-5 dan tulang-tulang jari-jari kaki (ossa phalanxes pedis)  masing-masing 3 ruas sama seperti jari tangan.


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 8 March 2016

Sistem Respirasi / Pernafasan Manusia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



Bernafas merupakan salah satu ciri dan aktivitas makhluk hidup. Istilah pernapasan berbeda dengan respirasi. 

Bernapas adalah proses pengambilan O2 dari lingkungan dan pengeluaran CO2 dan uap air dari dalam tubuh ke lingkungan.

Respirasi adalah proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik di dalam sel guna memperoleh energi. Respirasi bertujuan menghasilkan energi. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan, dan reproduksi. 

Jadi kegiatan bernapas dengan respirasi saling berhubungan karena pada proses pernapasan dimasukkan oksigen dan oksigen tersebut digunakan untuk respirasi guna menghasilkan energi.

Beberapa fungsi bernafas  yang penting adalah:
  1. Mengambil O2 yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh tubuh untuk mengadakan pembakaran.
  2. Mengeluarkan CO2 yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang.

Respirasi Manusia
Pada manusia, organ pernapasan utamanya adalah paru-paru dan dibantu oleh alat-alat pernapasan lain. Sistem pernapasan manusia secara umum dapat dilihat pada Gambar 1.





Jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh adalah:
Rongga hidung → faring (rongga tekak) → laring → trakea (batang tenggorok) → bronkus → paru-paru → alveolus →sel-sel tubuh.


Alat Pernafasan Manusia

1. Rongga hidung

Rongga hidung merupakan tempat yang paling awal dimasuki udara pernapasan. Udara pernapasan masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung yang dilengkapi silia dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan menyelidiki adanya bau udara. Rongga hidung berhubungan dengan tulang dahi, kelenjar air mata, telinga bagian tengah, serta rongga mulut.

Di dalam rongga hidung udara akan mengalami penyaringan dan penghangatan
Penyaringan diperuntukkan bagi benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya debu. Benda-benda ini dihalangi oleh rambut-rambut rongga hidung. Adanya indera pembau memungkinkan tubuh untuk menghindari gas-gas yang berbau tidak enak masuk dalam saluran pernapasan.

Penghangatan yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh. Bila udara yang masuk suhunya lebih rendah dari suhu tubuh, darah kapiler akan melepaskan energinya ke rongga hidung sehingga suhu udara yang masuk menjadi hangat. Adanya lendir menyebabkan udara kering yang masuk ke rongga hidung menjadi lembab.

2. Faring

Faring merupakan rongga pertigaan ke arah saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (batang tenggorok), dan saluran ke rongga hidung.

3. Laring

Laring berperan untuk pembentukan suara dan untuk melindungi jalan napas terhadap masukknya makanan dan cairan. Dalam laring terdapat selaput suara yang ketegangannya diatur oleh serabut-serabut otot sehingga dapat mengatur tinggi rendah nada suara yang diperlukan. Keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.

Di bagian laring terdapat beberapa organ yaitu:

  • Epiglotis, merupakan katup tulang rawan untuk menutup laring sewaktu orang menelan. Bila waktu makan kita bicara (epiglotis terbuka), makanan bisa masuk ke laring (keselek) dan terbatuk-batuk yang merupakan gerakan refleks untuk mengeluarkan benda atau makanan yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Pada saat bernapas epiglotis terbuka tapi pada saat menelan epiglotis menutup laring.
  • Jika bernapas melalui mulut udara yang masuk ke paru-paru tak dapat disaring, dilembabkan atau dihangatkan yang menimbulkan gangguan tubuh dan sel bersilia akan rusak adanya gas beracun dan dehidrasi.
  • Pita suara, terdapat dua pita suara yang dapat ditegangkan dan dikendurkan, sehingga lebar selah-selah antara pita-pita tersebut  berubah-ubah sewaktu berbapas dan berbicara. Selama pernapasan pita suara sedikit terpisah sehingga udara dapat keluar masuk.

4. Trakea

Trakea terletak di daerah leher, di bagian depan kerongkongan. Trakea berbentuk pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Lihat gambar 1.2. Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan sel. Lapisan-lapisan itu berturut-turut dari dalam adalah lapisan epitelium (bersilia dan berlendir). Lapisan tulang rawan dengan otot polos, dan lapisan terluar yang terdiri dari jaringan pengikat. Dinding dalamnya dilapisi selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk menolak debu atau benda-benda asing. Jika kita tiba-tiba batuk atau bersin mungkin karena di saluran batang tenggorok ada lendir atau debu yang mengganggu jalannya pernapasan.

5. Bronkus

Bronkus merupakan cabang batang tenggorok yang jumlahnya sepasang, yang satu menuju  ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Lihat gambar 1.2. Dinding bronkus tersusun atas lapisan jaringan ikat, lapisan otot polos, dan cincing tulang rawan, serta lapisan jaringan epitel.
6. Bronkiolus dan alveolus
Dari bronkus, udara masuk ke cabang bronkus yang semakin halus lagi yang disebut brokiolus. Bronkiolus berakhir sebagai gelembung-gelembung halus yang disebut alveolus. Lihat gambar 1.3.
Alveolus diselebungi oleh pembuluh darah kapiler tempat terjadinya difusi O2 dan CO¬2.


7. Paru-paru

Paru-paru terletak dalam rongga dada, dibatasi oleh tulang rusuk dan otot dada, bagian bawah dibatasi oleh otot diafragma yang kuat. paru-paru merupakan himpunan dari bronkiolus, saccus alveolaris dan alveolus. Paru-paru dan rongga dada berselaput tipis yang disebut pleura. Pleura mempunya struktur rangkap dua yang merupakan kantong tertutup. Pleura yang langsung melekat pada paru-paru disebut pleura viscelaris. Diantara selaput dan paru-paru terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan pada waktu mengembang dan mengempis. Mengembang dan mengempis paru-paru disebabkan oleh adanya perubahan tekanan dalam rongga dada.


Mekanisme Pernafasan
Bernapas adalah proses pengambilan udara pernapasan luar untuk dibawah masuk ke dalam paru-paru dan proses pengeluaran gas sisa ke udara bebas. Proses bernapas pada manusia dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Inspirasi yaitu pemasukan oksigen dan udara atmosfer ke paru-paru.
  2. Ekspirasi  yaitu pengeluaran karbon dioksida dan uap air dari paru-paru keluar tubuh.
Setiap menit kita melakukan inspirasi dan ekspirasi sebanyak 15 sampai 18 kali. Proses inspirasi dan ekspirasi dapat dilihat pada Gambar 2.




Aliran udara dari udara bebas ke paru-paru dan sebaliknya, ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paru-paru, rongga dada, dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadinya perubahan volume setiap ruangan. Perubahan volume setiap ruangan ini diatur oleh otot-otot pernapasan yaitu otot antar tulang rususk, otot diafragma, dan otot dinding perut.

Berdasarkan otot yang berperan aktif dalam proses pernapasan, pernapasan dibagi menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernafasan Dada
Pada pernapasan dada, otot yang berperan aktif adalah otot tulang antar  rusuk. Otot ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu otot antar tulang rusuk luar yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk dan otot antar tulang rusuk dalam yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.

Bila otot antar tulang rusuk luar berkonstraksi, tulang rusuk terangkat hingga volume udara rongga dada bertambah besar. Hal ini menyebabkan tekanan udara rongga dada menjadi kecil dari tekanan udara rongga paru-paru, sehingga mendorong paru-paru mengembang dan mengubah tekanannya menjadi lebih kecil dari pada tekanan udara bebas. Dari semua proses ini, selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam rongga paru-paru melalui rongga hidung, batang tenggorok, bronkus dan alveolus. Proses ini disebut inspirasi.

Bila otot antar tulang rusuk dalam berkonstraksi dan otot-otot antar tulang rusuk bagian luar relaksasi, tulang rusuk tertarik ke posisis semula sehingga mendesak dinding paru-paru. Akibatnya rongga paru-paru mengecil dan menyebabkan tekanan udara di dalamnya meningkat. Hal ini yang menyebabkan udara dalam rongga paru-paru terdorong ke luar. Proses ini disebut ekspirasi.


Pernafasan Perut
Pada pernafasan perut, otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, posisi diafragma akan mendatar. Hal ini menyebabkan volume rongga dada bertambah besar, sehingga tekanan udara di dalamnya mengecil. Penurunan tekanan udara akan diikuti mengembangnya paru-paru. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara ke dalam paru-paru (inspirasi).

Bila otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkonstraksi, isi rongga perut akan terdesak ke arah diafragma, sehingga posisi diafragma akan cekung ke arah rongga dada. Hal ini menyebabkan volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat, sehingga menyebabkan isi rongga paru-paru terdorong ke luar dan terjadilah ekspirasi.

Volume udara pernapasan dalam paru-paru
Dalam keadaan normal, volume udara inspirasi dan sekitar 500 ml. volume udara dalam paru-paru dan kecepatan pertukaran saat inspirasi dan ekspirasi dapat diukur melalui spirometer.

Secara garis besar volume udara pernapasan manusia adalah:

  1. Volume tidal atau udara pernapasan yaitu volume udara yang masuk dan keluar paru-paru selama ventilasi normal biasa. Umumnya padapada laku-laki sekitar 500 ml dan pada perempuan 380 ml. Volume tidal dapat berubah, tergantung aktivitas tubuh. Dari 500 ml udara tersebut pada umumnya 350 ml sampai di paru-paru, sedangkan 150 ml hanya sampai di saluran pernapasan.
  2. Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer yaitu volume udara exstra yang masuk paru-paru dengan inspirasi maxsimum di atas inspirasi tidal. Umumnya pada laki-laki berkisar 3100 ml dan pada perempuan 1900 ml.
  3. Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume extra udara yang dapat dengan kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidak normal. Umumnya pada laki-laki berkisar 1200 ml dan pada perempuan 800 ml.
  4. Volume residual yaitu volume udara sisa dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. Rata-rata pada laki-laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000 ml. volume residual penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah saat jeda pernapasan.
Jumlah udara pernapasan kita adalah 500 ml-3500 ml yaitu 500 ml volume tidal ditambah 1500 ml udara suplementer dan 1500 udara komplementer. Jumlah udara pernapasan 3500 ml inilah yang disebut kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital seseorang tidak sama, ada yang mencapai 4000 ml karena dapat menambah udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) hingga 2000 ml, tergantung dari kondisi tubuh dan latihan pernapasan.


Frekuensi pernapasan
Pada umumnya setiap menit manusia melakukan pernapasan antara 15-18 kali (inspirasi-ekspirasi). Cepat atau lambatnya manusia bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar yaitu sebagai berikut:

  1. Umur. Umunya makin bertambah umur seseorang, irama pernapasannya semakin lambat. Hal ini berkaitan dengan makin berkurangnya kebutuhan energi. Usia balita atau anak-anak remaja merupakan masa pertumbuhan fisik yang sangat membutuhkan banyak energi, yanmg berarti laju metabolisme dalam tubuh juga akan lebih cepat sehingga membutuhkan banyak oksigen dan juga mengeluarkan banyak karbon dioksida. 
  2. Jenis kelamin. Laki-laki umumnya beraktivitas lebih banyak dan lebih keras dari pada perempuan. Hal ini mengakibatkan semakin tingginya kebutuhan energi, sehingga membutuhkan banyak oksigen untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh.
  3. Suhu tubuh. Manusia termasuk jenis makhluk hidup yang bersifat homoiterm, yang berarti suhu tubuhnya relatif konstan sekitar 36-370C. Suhu tubuh konstan karena manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan cara meningkatkan laju metabolisme tubuh. Semakin rendah suhu semakin cepat pernapasan, sebaliknya semakin tinggi suhu semkin lambat pernapasan. Akan tetapi hal tersebut demikian tidak berlangsung secara linier. Apabila suhu tubuh terus meningkat, pada suhu tertentu laju irama pernapasan akan semakin cepat, misalnya pada saat tubuh demam.
  4. Posisi tubuh. Posisi tubuh menentukan banyaknya  otot dan organ tubuh yang bekerja. Hal ini berarti menentukan kebutuhan energi untuk mendukungnya. Sebagai contoh saat berdiri otot kaki banyak yang berkontraksi, juga otot tubuh juga ikut menjaga agar posisi tubuh tegak berdiri ikut berkontraksi. Di sampng itu, agar tubuh dapat berdiri maka organ dan pusat saraf keseimbangan bekerja untuk mengendalikan posisi tubuh. Karena itu irama pernapasan pada posisi berdiri lebih cepat dari pada orang yang duduk atau orang yang berbaring.
  5. Kegiatan atau aktivitas tubuh. Semakin banyak organ tubuh yang bekerja dan semakin berat kerja organ tersebut, semakin tinggi kebutuhan energi yang diperlukan, sehingga laju metabolisme dan irama pernapasan semakin cepat.
Irama pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di medula oblongata, yang mengolah implus saraf dari reseptor dalam pembuluh darah. Reseptor ini sangat peka terhadap kadar CO2 di dalam darah. Jika seseorang ditutup mulut dan lubang hidungnya, maka tidak lama kemudian orang itu akan mengalami hiperventilasi (kenaikan frekuensi pernapasan). Respon ini merupakan perintah dari medulla oblongata. Pada saat lubang pernapasan ditutup, proses pengeluaran CO2 keluar tubuh akan terganggu sehingga CO2 merangsang reseptor-reseptor yang ada di dalam pembuluh darah. Implus dari pembuluh darah yang sampai ke medulla oblongata mengakibatkan medulla oblongata memerintah kontraksi otot-otot pernapasan sehingga orang tersebut mengalami hiperventilasi.


Pertukaran O2 dan CO2 dalam tubuh

Oksigen sangat diperlukan dalam semua kegiatan tubuh. Oleh karena itu pemasukkan oksigen dari luar ke dalam tubuh tidak boleh berhenti. Difusi oksigen dari paru-paru ke sel-sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan oksigen. Pada waktu tekanan uadar luar satu atmosfer (760 mmHg), besarnya tekanan okasigen di paru-paru  150 mmHg, di arteri  100 mmHg, di vena  40 mmHg dan di jaringan  40 mmHg, sehingga oksigen dapat berdifusi ke sel-sel jaringan tubuh. Dalam kondisi biasa, kita memerlukan oksigen  300  liter sehari semalam atau ¼ liter tiap menit. Jumlah ini bertambah apabila aktivitas tubuh meningkat.

Transport O2 dalam darah terjadi dengan dua cara yaitu dengan cara sederhana (terlarut dalam plasma darah) atau dengan cara diikat oleh hemoglobin.


  1. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawah oleh eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb). Adanya HB dalam darah dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan O2 oleh darah 20 kali lipat sehingga setiap 100 ml darah dapat membawa 20 ml O2. tanpa Hb darah hanya dapat mengukur O2  sebanyak I ml per 100 ml  darah. Hb berikatan dengan O2 ¬ membentuk oksihemoglobin. Pada daerah yang memiliki tekanan O2 rendah atu punya Ph rendah, oksihemoglobin sangat mudah terurai dan membebaskan O2.
  2. 3% sisanya larut dalam plasma. Proses pengikatan dan pelepasan O2 ini dipengaruhi oleh kadar oksigen, karbondioksida dan tekanan oksigen.
Pemanfaatan oksigen untuk respirasi di dalam tubuh
Dalam pernapasan oksigen digunakan untuk pembakaran bahan makanan di dalam sel tubuh. Proses pembakaran tubuh tersebut disebut oksidasi biologi. Oksidasi biologi sebenarnya adalah proses pemecahan zat gula agar diperoleh energi, dengan oksigen berperan sebagai zat pembakar atau tepatnya sebagai aseptor electron/hydrogen. Selain gula, zat makanan yang dapat dioksidasi adalah lemak dan protein, setelah melalui proses reaksi kimia yang berbeda-beda. Bahan makanan tersebut merupakan sumber makanan yang kaya energi. Proses oksidasi secara sederhana daapt diiktisarkan sebagai berikut:

C6H12O6  +  6O2 → 6CO2  +6H2O  +  38 ATP
Respirasi di dalam otot tubuh hewan atau manusia dan beberapa jenis mikroba dapat terjadi secara anaerob, terutama pada saat otot kekurangan oksigen, misalnya jika kerja otot terlalu keras dan berlebih sehingga jumlah oksigen tidak mencukupi. Dalam reaksi reaksi anaerob, gula akan dipecah oleh enzim menjadia asam laktat. Jika jumlah asam laktat terlalu banyak, otot akan kejang atau kram.


Transport CO2
Aktivitas metabolisme sel akan menghasilkan zat sisa antara lain CO2 dan H¬2O. Difusi karbondioksida dari jaringan ke aliran darah dan paru-paru juga disebabkan oleh perbedaan tekanan karbon dioksida. Tekanan karbon dioksida dalam jaringan  60mmHg, dalam vena  47 mmHg, dalam arteri 41mmHg dan adalah alveolus 35 mmHg. Oleh karena itu, karbondioksida dalam jaringan akan diangkut ke alveolus dalam paru-paru. Dalam keadaan biasa, tubuh kita menghasilkan 200 ml karbon dioksida per hari. Pengangkutan karbon dioksida dapat digolongkan menjadi 3 cara sebagai berikut:


  1. Kurang lebih 3% CO2 larut dalam plasma membentuk asam karbonat dalam reaksi CO2 + H2O → H2CO3. Sebagai akibatnya pH darah menjadi 4,5 dan bersifat asam. Akan tetapi, asam ini dapat dinetralkan oleh ion natrium dan kalium dalam darah.
  2. Pengangkutan CO2 yang kedua dalam bentuk senyawa karbomino, yaitu CO2 berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan amin NH2 (ptotein dari Hb). Dengan cara ini , 30% CO2 dapat diangkut.
  3. Selebihnya 65% pengangkutan CO3- dalam bentuk ion HCO3- melalui proses berantai yang disebut pertukaran klorida. Karbondioksida masuk ke dalam sel darah merah dan terjadilah reaksi kimia bolak-balik yang dipercepat oleh enzim karbonat anhidrase dalam darah. H+  bersifat racun dan dapat diikat oleh hemoglobin, sedangkan HCO3- keluar dari sel darah merah masuk ke dalam plasma darah. Sementara itu, kedudukan HCO3-  digantikan oleh ion Cl (klorida) dari plasma darah. Itulah sebabnya pengangkutan karbon dioksida dalam bentuk ion HCO3-  ini disebut proses pertukaran klorida, yang merupakan cara terbanyak dalam proses pengangkutan CO2.
Pada penderita pneumonia (radang paru-paru), proses pengangkutan karbon dioksida terganggu sehingga kadar asam karbonat dan bikarbonat dalam darah naik. Keadaan ini disebut asidosis. Dalam peristiwa asidosis, tidak berarti bahwa darah menjadi lebih asam, melainkan dapat menyebabkan turunnya kadar alkali dalam darah yang berfungsi sebagi larutan buffer, akan tetapi pH darah tetap 7,4.

Kelainan Sistem Respirasi

Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman, polusi udara atau faktor keturunan (genetik).

  1. Berkurangnya jumlah hemoglobin. Berkurangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses penyampaian oksigen ke dalam sel tubuh. Berkurangnya hemoglobin dapat disebabkan oleh anemia atau pendarahan berat.
  2. Keracunan gas CN (sianida) dan atau CO (karbon monoksida). Keracunan gas-gas ini mengganggu proses pengikatan O2 oleh darah karena gas CO dan CN memiliki daya ikat jauh lebih kuat terhadap hemoglobin dari pada daya ikat oksigen. Jika 70%-80% hemoglobin dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka akan menyebabkan kematian. Gangguan pengangkutan oksigen ke sel tubuh/jaringan tubuh disebut asfiksi.
  3. Kanker paru-paru. Penyakit ini daapt dipicu oleh polusi udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren. Kanker paru-paru menyebabkan paru-paru rusak dan tidak berfungsi lagi.
  4. Emfisema. Penyakit paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru-paru kehilangan elastisitasnya akibatnya gangguan jaringan elastik dan kerusakan dinding di antara alveoli. Pada amfisema stadium lanjut, inspirasi dan ekspirasi terganggu dan beban pernapasan meningkat sehingga timbul komplikasi seperti hipertensi pulmonal atau pembesaran jantung yang diikuti gagal jantung. Emfisema umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, polusi asap rokok dan polusi udara. 
  5. Asma. Penyakit ini terjadi karena penyempitan saluran pernapasan. Asma ditandai dengan mengi (wheezing), batuk dan rasa sesak di dada secara berkala atau kronis. Penyempitan saluran pernapasan dapat disebabkan oleh hal berikut: (a) Sumbatan jalan napas yang sebagian reversible; (b) Radang jalan napas sehingga merusak sel epitel saluran napas; (c) Reaksi yang berlebihan pada jalan napas terhadap berbagai rangsang, misalnya reaksi alergi. Serangan asma biasanya lebih berat saat malam dan dini hari, karena pada saat itu terjadi penyempitan pada bronkus akibat udara dingin. Penderita asma biasanya diobati dengan obat-obatan yang disebut bronkodilator. Obat ini tidak diminum atau disuntikkan ke penderita tetapi digunakan sebagai inhaler (dihirup).
  6. TBC (tuberkulosis). TBC dapat mengganggu proses difusi oksigen karena timbulnya bintil-bintil kecil pada alveolus yang disebabkan bakteri Myobacterium tunerculosis. Penderita biasanya batuk berat, yang dapat disertai batuk darah dan badan menjadi kurus.
  7. Pneumonia. Infeksi bakteri Diplococcus pneumoniae menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru atau radang dinding alveolus).
  8. Radang. Penyakit radang pada bronkus disebut bronchitis. Radang pada  hidung disebut rintis. Radang disebelah atas rongga hidung disebut sinusitis. Radang pada laring disebut laryngitis, dan pada pleura disebut pleuritis. Adanya penyumbatan di rongga faring dan laring karena difteri, laryngitis, atau tetanus (kejang otot) sering ditanggulangi dengan melakukan trakeostomi (melubangi trakea).
  9. Tonsilitas. Tonsilitas adalah peradangan pada tonsil (amandel), tonsil adalah kelompok jaringan limfoid yang terdapat di rongga mulut. Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernafasan, tonsil akan membengkak (radang). Pembengkakan tonsil dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.
  10. Bronkitis. Terjadi karena peradangan bronkus.
  11. Influenza. Disebabkan oleh virus yang menimbulkan radang pada selaput mukosa di saluran pernapasan.


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 22 August 2015

Bocah dengan Tangan Raksasa Seberat 8 Kg

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



Namanya Mohammed Kaleem, seorang anak laki-laki yang tinggal di India ini memiliki kondisi tangan yang ukurannya 3 kali lipat dari ukuran normal dengan berat 8 Kg. Keadaan ini menyebabkan bocah berusia delapan tahun ini tidak bisa sekolah lantaran teman-temanya ketakutan dengan kondisi yang dialaminya.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dinamakan Macrodactyly atau Gigantism Local. Peristiwa ini yang jarang terjadi ini disebabkan karena pertumbuhan yang berlebihan pada bagian tertentu seperti tangan dan juga pada kaki.


Macrodactyly tidak menyebabkan gangguan fungsi tubuh yang lain, namun kondisi ini akan menyebabkan masalah psikis tersendiri bagi yang mengalaminya. Macrodactyly bukanlah penyakit keturunan yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Penyebab dari penyakit ini dikaitkan dengan kondisi tertentu seperti neurofibromatosis, tuberous sclerosis dan malformasi vaskular .







Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 28 May 2014

Bentuk Sel Telur Manusia Terekam Kamera

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Tubuh manusia memiliki miliaran sel dengan berbagai bentuk dan modifikasi yang berbeda sesuai dengan peranannya dalam menunjang kegiatan biologi. Di dalam tubuh manusia, sel telur manusia merupakan sel terbesar dan sekaligus dapat dilihat dengan mata telanjang dengan ukuran sekitar 1 mm.

Seorang ahli Ginekologi, Dr Jacques Donnez berhasil merekam proses pelepasan sel telur manusia yang disebut ovulasi secara detail pada saat proses pembedahan seorang wanita yang berusia 45 tahun. Sang dokter tersebut mengatakan bahwa proses ovulasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 menit (Gambar 1).


Tubuh manusia memiliki miliaran sel dengan berbagai bentuk dan modifikasi yang berbeda ses Bentuk Sel Telur Manusia Terekam Kamera
Gambar 1. Proses ovulasi sel telur manusia.

Bagaimana Sel Telur Terbentuk?
Sel telur manusia terbentuk pada saat dimulainya proses akil baligh atau puber pada seorang wanita yang melibatkan berbagai macam hormon. Sel telur terbentuk di bagian rahim (uterus) lebih tepatnya di ovarium (ovary). Di dalam ovarium ini terdapat folikel (follicle) yang merupakan tempat pembentukan sel telur. Di dalam Gambar 1 tersebut folikel masih berwarna merah, namun pada saat siklus mentruasi warna folikel tersebut akan berubah warna sesuai dengan siklus bulanan. Untuk lebih mudah memahami posisi dimana sel telur pada wanita itu berada silahkan lihat Gambar 2.

Gambar 2. Letak ovarium pada wanita.

Di dalam gambar 2 tersebut, ovarium akan menghasilkan sel telur yang ketika dilepaskan (Gambar 2) akan menuju ke rahim (uterus) melalui tuba falopi (fallopian tube) yang berupa saluran untuk menunggu sel telur dibuahi oleh sperma.








Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 20 May 2014

Peta Jalur Tubuh Manusia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Berikut adalah peta anatomi tubuh manusia yang disusun untuk memudahkan memahami teman-teman untuk belajar.

Berikut adalah peta anatomi tubuh manusia yang disusun untuk memudahkan memahami teman Peta Jalur Tubuh Manusia
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR!


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.