Showing posts with label Spesies Baru. Show all posts
Showing posts with label Spesies Baru. Show all posts

Sunday, 19 November 2017

Rafflesia kemumu, Spesies Baru dari Bengkulu

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Kabar menyenangkan dari Indonesia khususnya dari Pulau Sumatra yakni telah ditemukannya spesies baru. Temuan baru tersebut berupa tumbuhan padma langka yang diberi nama latin/ilmiah Rafflesia kemumu. Spesies baru tersebut berasal dari Bengkulu Utara, Sumatra yang biasanya berbunga antara bulan Agustus hingga November.

Gambar 1. Rafflesia kemumu.

Spesies baru ini memiliki kemiripan dengan Rafflesia gadutensis jika dilihat dari ukuran pada bunga saat mekar, namun terdapat perbedaan warna serta tidak adanya bintik pada diafragma di bagian atas; susunan bintik (wart) yang terdapat pada dua lingkaran di jendela (windows) dekat bukaan diafragma, tipe dan penyebaran ramentanya, dan jumlah anther.

Gambar 2. Warna lobus perigone dan pola bercak pada Rafflesia gadutensis (A, C) dan Rafflesia kemumu (B, D). Warna lobus perigone Rafflesia gadutensis yakni merah marun (A) dan lobus perigone pada Rafflesia kemumu yakni berwarna jingga tua (B). Bercak besar (lw) dikelilingi oleh bercak kecil (sw).

Ciri-ciri Morfologi Rafflesia kemumu antara lain:

  1. Memiiki lobus perigon dengan warna jingga sampai jingga gelap
  2. Terdapat bintil kecil yang mengelilingi bintil besar
  3. Terdapat 23 prosesi yang berbentuk kerucut dengan ujung yang membulat yang tersusun dalam dua lingkaran masing-masing berjumlah 15 dan 7 serta satu prosesi di tengah cakram.
Rafflesia kemumu mempunyai dua tipe ramenta jamur (toadstool) sederhana dan majemuk di bagian atas tabung perigone. Ramenta tipe jamur dicirikan pada bagian ujung atasnya menyerupai jamur dan berwarna putih. Tipe berikutnya yakni memiliki ramenta yang bentuknya seperti brokoli yang tersebar dari bagian bawah dinding perigon hingga tersebar hampir ke bagian ujung atasnya.

Gambar 3. Struktur ramenta dari R. kemumu dan distribusinya yang tersebar di permukaan dalam tabung perigone. Jenis Ramenta: seperti brokoli sederhana (bs), seperti brokoli bercabang (bb), seperti brokoli biasa (b), jamur/toadstool sederhana (st), dan toadstool majemuk (ct1, ct2). Foto tersebut merupakan ramenta pada penampang melintang tabung perigone: dari dasar hinga tengah (A) dan dari tengah hingga bagian atas tabung (B).

Klasifikasi Rafflesia kemumu

Kingdom: Plantae
_Divisi: Magnoliophyta
__Kelas: Magnoliopsida
___Ordo: Malpighiales
____Famili:Rafflesiaceae
_____Genus: Rafflesia
______Spesies: Rafflesia kemumu


Glosarium

Jendela/Windows adalah kumpulan bercak yang memiliki warna putih dan pada umumnya berbetuk bulat, berjajar serta membentuk lingkaran yang terputus-putus. Jumlah lingkaran yang menyusun jendela Rafflesia dapat dijakdikan untuk identifikasi jenis-jenis Rafflesia. Fungsi dari jendela yakni berperan sebagai ruang kelua-masuknya penyerbuk untuk masuk dan keluar dari tabung perigon.

Ramenta adalah struktur yang mirip seperti bulu dan biasanya tersebar mulai dari bagian dasar tabung perigon bagian dalam hingga bagian bawah permukaan dalam diafragma. Struktur bentuk, jenis, pola sebaran, dan ukuran ramenta sangat beragam sehingga dapat digunakan sebagai salah satu ciri karakter untuk membedakan jenis-jenis Rafflesia yang lain.

Perigon adalah struktur Rafflesia saat bunga mekar, biasanya kita dapat melihat lima helai perigon. Perigon berasal dari tabung perigon (perigone tube). Helai perigon adalah struktur bunga Rafflesia yang memiliki peranan seperti mahkota bunga. Fungsi perigon adalah untuk menarik penyerbuk (polinator). Pada bagian dasar tabung perigon pada umumnya terdapat dua struktur gulutan atau gelang yang melingkari kolom tengah.

Kolom tengah adalah struktur yang muncul menjulang dari dasar tabung perigon. Pada bagian atas kolom tengah ada terdapat struktur yang berbentuk cakram (disc) serta  dilengkapi dengan gigir cakram (disc rim). Pada bagian atas cakram terdapat struktur yang disebut prosesi.

Prosesi adalah struktur di bagian atas cakram yang sebagian besar berbentuk kerucut atau kerucut pipih dengan warna jingga tua atau coklat di bagian puncaknya, dan berangsur-angsur berwarna kuning gading pada bagian bawah. Tiap prosesi berjajar dan membentuk lingkaran. Jumlah lingkaran serta jumlah prosesi dapat digunakan sebagai kunci identifikasi Rafflesia.


Diafragma adalah srtuktur di bagian tengah atas bunga yang mekar, ada gelang dengan ukuran lebar tertentu. Lubang pada bagian tengah bunga disebut lubang diafragma.

Bintil/Bercak (Wart) adalah struktur di permukaan atas helai perigon dan diafragma yang berbentuk speperti bintil atau bercak dengan berbagai warna dan ukuran. Warna bercak ini pada umumnya berwarna putih, jingga atau merah muda. Pola bercak di kedua tempat tersebut dapat dijadikan untuk kunci identifikasi jenis Raffllesia.

Penulis: Mh. Badrut Tamam, M. Sc.

Referensi:
Agus Susatya, et al. 2017. Rafflesia kemumu (Rafflesiaceae), a new species from Northern Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Phytotaxa 326 (3): 211–220.

Susatya, A. 2011. Rafflesia: Pesona Bunga Terbesar di Dunia. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung.



Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 22 August 2017

Spesies Baru Jahe dari Sumatra

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sumatra adalah pulau terbesar keenam di dunia dan terletak di tropis, sehingga keberadaanya menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang melimpah. Berbagai temuan spesies baru kerap terjadi di Pulau ini. Penemuan flora terbaru yakni dari suku jahe-jahean (Zingiberaceae) dan yang berasal dari marga Zingiber. 

Sebelumnya, terdapat 49 spesies dari suku Zingiberaceae dan diantaranya terdapat 17 spesies dari marga Zingiber yang berada di Sumatra. Penemuan jahe jenis baru tersebut diberi nama ilmiah Zingiber alba yang ditemukan di Simanau, Solok, Sumatra Barat.

Secara keseluruhan berdasarkan data dari Catalouge of Life, genus Zingiber di dunia terdapat 144 spesies yang sudah diidentifikasi. Penemuan jahe baru dari Sumatra ini memberikan sumbangsih data terbaru mengenai keberadaan jahe di dunia.

Deskripsi Zingiber alba 
Herba, panjang 3 - 3,5 m. Akar rimpang dekat dengan permukaan tanah, lunak di bagian dalamnya. Batang semu tegak, tebal, dengan selubung bagian basal berwarna hijau. Daun berjumlah 12 - 22 dalam satu tumbuhan. Panjang tangkai 0,7 - 1,5 mm. Panjang ligule, 0,4 - 1 cm. Ukuran Helaian Daun 50−55 × 10−12 cm, nyaris lanset, ujung daun meruncing, berambut. Perbungaan membentuk rumpun, lonjong-memanjang dengan panjang 40-80 cm, warna putih-kehijauan.

Secara etimologi, pemberian nama spesies "alba" dikarenakan warna bunga spesies baru ini memiliki warna putih. Distribusi Zingiber alba  dapat dijumpai Sumatra Barat dan Taman Nasional Batang Gading, Sumatra Utara. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tanah berpasir dengan ketinggian 500-1200 m. Di Minangkabau, nama daerah tumbuhan ini disebut penggalan yang pada awalnya dikira sebagai jahe jenis Zingiber acuminatum. 



Gambar 1. Botani Zingiber alba. (A) Habitus; (B) Bagian batang semu; (C) Perbungaan; (D) Buah; (E) Biji; (F) Ujung perbungaan; (G) Bunga; (H) Irisan bunga, (I) Benang sari dan Ovarium


Referensi:
Nurainas Nurainas and Dayar Arbain. 2017. A new species and a new record of Zingiberaceae from Sumatra, Indonesia. Taiwania 62(3): 294-298. DOI: 10.6165/tai.2017.62.294


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 4 April 2017

Spesies Baru: Cicak Jari Lengkung Tambora dari Sumbawa

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Penemuan cicak jenis baru berasal dari Kepulauan Nusa Tenggara yang merupakan kepulauan yang terletetak diantara Jawa dan wilayah Australo-Papua. Secara biogeografi, wilayah ini memiliki perpaduan dari Oriental dan Australia. Penemuan ini merupakan hasil kegiatan eksplorasi di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa yang dilakukan oleh LIPI dan Ekspedisi NKRI pada tahun 2015.

Gambar 1. Holotipe Cicak Jari Lengkung (Cyrtodactylus tambora).

Temuan cicak jari lengkung spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Cyrtodactylus tambora (Inggris: Tambora Bent-toed Gecko) (gambar 1). Cicak dari genus Cyrtodactylus tersebut merupakan cicak keenam yang telah ditemukan sejak tahun 1927 di Kepulauan Nusa Tenggara (gambar 2). Cicak Jari-Lengkung Tambora tersebut pertama kali ditemukan di bantaran sungai Oi Marai yang terletak di lereng utara kaki gunung Tambora, Sumbawa (gambar 3).

Gambar 2. Peta sebaran enam Cicak Jari Lengkung endemik di Kepulauan Nusa Tenggara

Baca juga: Spesies Baru: Cicak Jari Lengkung dari Sulawesi

Spesies baru ini dapat dibedakan dengan kerabatnya dari kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi berdasarkan kombinasi karakter: Karakteristik spesies baru tersebut yakni:
  1. terdapat dua sisik yang terletak diantara pasangan sisik postmental kedua dan bersentuhan dengan sisik postmental pertama.
  2. pada permukaan dorsal lengan bawah terdapat benjolan tuberkular.
  3. pada permukaan dorsal lengan atas tidak terdapat benjolan tuberkular. 
  4. pada permukaan dorsal paha dan betis terdapat benjolan tuberkular.
  5. pada tengah badan terdapat 18 baris benjolan tuberkular yang tersusun tak rata.
  6. 26–27 benjolan tuberkular di sepanjang samping tulang punggung.
  7. 40 sisik perut diantara lipatan ventro lateral yang tersamar.
  8. 16–17 lamela pada jari kaki nomor empat.
  9. sisik besar prekloakal dan sisik besar paha menyambung, pada bagian sisisk paha tersusun dalam tiga baris.
  10. jantan mempunyai lima hingga enam lubang prekloakal, dengan empat lubang yang berukuran besar terletak pada suatu struktur cerukan yang dangkal.
  11. tidak terdapat lubang paha baik pada jantan maupun betina.
  12. tidak mempunyai deret sisik besar melintang pada permukaan bawah dari ekor.
  13. pada permukaan dorsal badan terdapat 7–9 pasang bercak hitam tak berturan.

Gambar 3. Habitat Cyrtodactylus tambora, Sungai Oi Marai, Pulau Sumbawa.


Klasifikasi Cicak Jari Lengkung Tambora

Kingdom: Animalia
..Filum: Chordata
....Subfilum: Vertebrata
......Kelas: Reptilia
........Ordo: Squamata
..........Subordo: Sauria
............Infraordo: Gekkota
..............Famili: Gekkonidae
................Subfamili: Gekkoninae
..................Genus: Cyrtodactylus
....................Spesies: Cyrtodactylus tambora


Referensi:
Awal Riyanto, Mulyadi, Jimmy A. McGuire, Mirza D. Kusrini, Febylasmia, Irfan Haidar Basyir & Hinrich Kaiser. 2017. A new small bent-toed gecko of the genus Cyrtodactylus (Squamata: Gekkonidae) from the lower slopes of Mount Tambora, Sumbawa Island, Indonesia. Zootaxa 4242 (3): 517–528. https://doi.org/10.11646/zootaxa.4242.3.5



Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 25 May 2016

Spesies Baru dari Ikan Gobi Ditemukan di Maluku

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Ikan gobi adalah ikan yang paling banyak dijumpai di laut. Ikan tersebut dimasukkan dalam famili gobiidae yang memiliki lebih dari 220 genus dan 1500 spesies sehingga ikan gobi tergolong ikan laut yang banyak ditemukan di laut dan sering dijumpai di terumbu karang, lumpur, pasir, dan puing-puing yang ada di dalam laut.

Dalam rentang mulai bulan Januari 1980 hingga April 2014, penemuan ikan gobi sudah diidentifikasi 327 jenis baru. Pada bulan Mei 2016, berita penemuan ikan gobi jenis baru ini dari Ambon, Maluku. Penemuan ini adalah hasil kerja sama Indonesia Biodiversity Research Centre (Universitas Udayana, Bali) dengan Department of Aquatic Zoology, Western Australian Museum dan Conservation International Indonesia Marine Program. Ikan jenis baru tersebut diberi nama ilmiah Sueviota bryozophila.

Holotipe Sueviota bryozophila dengan pewarnaan Cyanine Blue (G.R. Allen).


Ikan tersebut memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan ikan gobi yang lain yakni lubang sensor di kepala bagian permukaan dorsal mengalami reduksi; hanya memiliki sepasang lubang di interorbital bagian tengah; dan memiliki empat sirip pelvis yang tidak mengalami percabangan.

Sepasang lubang sensor di  interorbital (ITO).

Empat sirip pelvis yang tidak bercabang

Spesies ikan baru ini habitatnya hanya ditemukan di koloni terumbu karang bryozoan yang berwarna pucat kecil sehingga keberadaan ikan baru ini tersamarkan dengan baik. koloni bryozoan tersebut dijadikan dasar etimologi penunjuk spesies dari ikan gobi yang baru tersebut.

Referensi:
Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Cahyani, N.K.D. (2016) Sueviota bryozophila, a new species of coralreef goby from Indonesia (Teleostei: Gobiidae). Journal of the Ocean Science Foundation, 20, 76–82. doi: 10.5281/zenodo.50519

Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 20 May 2015

Heboh! Ditemukan Spesies Katak Baru dari Sumatra

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Keanekaragaman hayati di Indonesia dengan segudang plasma nuftah kini satu persatu telah  Heboh! Ditemukan Spesies Katak Baru dari Sumatra


Keanekaragaman hayati di Indonesia dengan segudang plasma nuftah kini satu persatu telah berhasil diungkap. Hal yang menjadi kebanggan adalah ditemukan spesies katak baru dari Sumatra yang diberi nama ilmiah Rhacophorus indonesiensis. Awalnya katak ini ditemukan pada tahun 2003 pada saat survei keanekaragaman amphibia dan reptilia. Pada tahun 2011 katak ini masih ditemukan di Jambi dan kemudian dibawa ke Museum Zoologi Bogor. 

Setelah beberapa lama tidak disentuh, akhirnya katak ini berhasil diidentifikasi oleh Herprtolog, Dr. Amir Hamidy Ph. D beserta tim dan berhasil dipubliasikan di Jurnal Zootaxa pada tanggal 14 April 2015 (Lihat DISINI). Katak ini berbeda secara genetik dan morfologi dibandingkan dengan Genus yang Rhacophorus lain. Adapaun klasifikasi katak baru ini adalah:

Kingdom   : Animalia
Phylum      : Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class        : Amphibia
Subclass   : Lissamphibia
Order       : Anura
Suborder  : Neobatrachia
Family      : Rhacophoridae
Subfamily : Rhacophorinae
Genus       : Rhacophorus
Species     : Rhacophorus indonesiensis

Spesies baru ini memiliki bintik warna hitam di bagian ventral tangan, kaki, serta selaput renangnya. Ciri khusus yang membedakan dengan katak pohon adalah, katak ini tidak mempunyai gigi vomer. Gigi vomer sendiri merupakan sepasang gigi yang tumbuh di langit-langit. Pada umumnya, katak memiliki gigi vomer, namun, tidak adanya gigi tersebut diduga erat terkait dengan makanannya.



Penemuan katak ini memberikan gambaran bahwa masih banyak spesies di Indonesia yang belum diungkap. Katak pohon ini sendiri ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih terlindungi. Sementara kawasan hutan yang dikonversi menjadi lahan kelapa sawit sudah tidak menunjukkan keberadaan katak ini. Selama 30 tahun terakhir ini, hampir separuh hutan di Sumatra sudah berubah alih fungsi, padahal banyak flora dan fauna di sana yang masih perlu dijaga kelestariannya.


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.