Showing posts with label Takdir yang Tak Memihak. Show all posts
Showing posts with label Takdir yang Tak Memihak. Show all posts

Sunday, 18 May 2025

Takdir yang Tak Memihak



Kita bertemu di simpang waktu,
saat namamu telah ada di buku rindu orang lain.
Kupendam rasa dalam diamku,
meski hatiku ingin melawan angin.

Kau tersenyum, aku teriris,
karena senyum itu bukan untukku.
Tuhan menitipkanmu bukan padaku,
dan aku harus merelakan itu.

Jika di kehidupan lain kita ditulis,
mungkin cerita ini takkan sebegitu tragis.