Showing posts with label Atletik. Show all posts
Showing posts with label Atletik. Show all posts

Wednesday, 2 May 2018

Manfaat Lari Malam Untuk Kesehatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Apakah Anda tidak sempat melakukan olahraga di pagi hari karena aktivitas yang harus dijalani? Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat. Apabila Anda tidak sempat untuk melakukan olahraga pada pagi hari, Anda kini dapat mencoba beralih untuk melakukan aktivitas olahraga di malam hari. Salah satu olahraga yang dapat Anda lakukan di malam hari adalah lari kecil atau jogging.
Lari malam saat ini sedang ngehits untuk dilakukan setelah pulang beraktivitas. Selain tidak mengganggu aktivitas pagi hari seperti sekolah, bekerja dsb, lari malam juga konon juga dapat membantu meningkatkan sistem imunitas agar daya tahan tubuh tetap prima.


Lari malam sangat berguna untuk seseorang yang ingin menjaga kebugaran tubuh namun tidak ingin menggangu aktivitas sehari-hari seperti sekolah maupun bekerja. Berbeda lari pagi yang harus berkejar dengan waktu, lari malam dapat Anda lakukan di malam hari ketika Anda selo setelah melakukan aktivitas seharian.

Hal yang perlu diperhatikan

Meskipun lari malam dirasa cukup efesien, namun Anda perlu memperhatikan beberapa hal sbb sebelum melakukan lari malam
  • Jangan terlalu berlebihan
  • Kenali kapasitas tubuh
  • Disarankan untuk tidak makan sebelum olahraga
  • Silahkan uji coba terlebih dahulu
Manfaat Lari Malam

Berikut merupakan manfaat lari malam, antara lain sbb:

1. Membantu membentuk otot
Lari malam dapat membuat membantu membentuk dan membangun otot agar lebih baik. Hal ini karena lari di malam hari dipercaya dapat mengeluarkan hormone pembentuk tubuh lebih banyak pada saat pagi maupun siang hari.
2. Relaksasi otak
Lari di malam hari dapat membantu otak agar lebih rileks setelah padatnya aktivitas yang dijalani selama seharian. Selain itu, lari malam juga dapat membantu mengurangi stress dan tekanan yang ada di dalam pikiran kita. Tertarik untuk mencoba?
3. Membantu membakar kalori
Meskipun kalori diperlukan untuk tubuh, namun apabila kebanyakan kalori hal itu dapat dipercaya memicu kegemukan. Lari di malam hari dapat membantu Anda untuk  membakar kalori tubuh dari sisa makanan yang kita konsumsi.
4. Membantu mengurangi resiko cedera
Loh, kok bisa? Tentu saja bisa. Bagi Anda yang melakukan lari pagi dengan tergesa-gesa, hal ini bisa saja menimbulkan cedera pada persendian tubuh karena ketidaksiapan otot untuk aktivitas yang berat. Apabila Anda melakukan lari malam setelah selo, maka resiko cedera pun dapat berkurang.
5. Tidur yang lebih lelap
Bagi Anda yang memiliki aktivitas yang berat di siang hari, lari malam barangkali dapat menjadi solusi bagi Anda untuk tidur yang lebih lelap. Bagi orang yang telah terbiasa melakukan lari malam secara rutin maka kualitas tidurnya akan meningkat dan membuat tubuh terasa bugar di pagi hari. Hal ini sesuai dengan penelitian dari National Sleep Foundation terhadap 83 orang yang menunjukkan hasil bahwa bagi mereka yang melakukan olahraga di malam akan merasa siap di pagi harinya. Akan tetapi, disarankan bagi Anda untuk berdiam diri selama 1 jam setelah olahraga malam karena suhu tubuh akan meningkat setelah berolahraga.
6. Membuat terlihat awet muda
Manfaat lain dari aktivitas lari malam ini adalah membuat seseorang terlihat lebih awet muda dan wajah terlihat lebih fresh. Wow! Wajah yang terlihat fresh dan awet muda tentunya dapat menjadikan daya tarik sendiri bagi seseorang.
7. Membantu mencegah berbagai macam penyakit
Layaknya olahraga pada umumnya, lari malam dapat membantu kita untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh serta menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, serangan jantung, darah tinggi dsb.
8. Membantu membuat paru-paru agar dalam kondisi prima
Lari malam juga  dapat bermanfaat untuk membuat paru-paru dalam keadaan prima. Menurut sebuah penelitian, kondisi paru-paru yang paling maksimal dipercaya pada pukul 4-5 sore. Sehingga, olahraga seperti lari malam dapat meningkatkan kapasitas paru-paru seseorang.
9. Membantu memompa jantung dengan baik
Manfaat selanjutnya yang dapat didapatkan dari lari malam adalah membantu memompa jantung dengan baik. Apabila jantung terpompa dengan baik maka fungsi dan sistem jantung sebagai organ vital dapat berjalan dengan baik. Selain itu, apabila jantung terpompa dengan baik maka plak dalam pembuluh darah juga dapat terkurangi sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik.
10. Detoksifikasi
Lari malam juga dapat membantu detoksifikasi atau proses penghilangan racun (toksin) dalam tubuh setelah melakukan aktivitas seharian. Racun yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi melalui debu, asap, makanan tidak sehat yang kita konsumsi maupun udara AC seharian. Dengan demikian, lari malam merupakan olahraga yang tepat untuk mengeluarkan racun di malam hari sehingga tidur pun kan menjadi pulas.
11. Membantu mengurangi berat badan
Bagi Anda yang sedang dalam proses penurunan berat badan, lari malam merupakan sala satu cara yang tepat untuk mewujudkan keinginan Anda. Olahraga seperti lari malam dapat membantu membakar kelebihan lemak dalam tubuh sehingga berat badan menjadi semakin berkurang.
12. Membantu menanggulanggi gangguan tidur
Gangguan tidur dapat disebabkan oleh adanya ganguan pikiran yang menumpuk, stress maupun kurang rileksnya tubuh. seperti yang telah yang dijelaskan sebelumnya, lari malam dapat membuat Anda untuk mengurangi stress maupun ketegangan dalam tubuh sehingga dapat membuat tidur lebih pulas.
13. Membantu meningkatkan daya gerak otot
Manfaat lain dari lari malam adalah membantu meningkatkan daya otot tubuh. ketika seseorang berlari di malam hari, sistem sensor tubuhnya kan bekerja dan meraskan jalanan atau tempat berlar sehingga akan merangsang penigkatan ketajaman sensor-sensor yang ada di dalam tubuh.
14. Membantu membuat keadaan psikologis yang lebih baik
Lari malam dipercaya dapat membaut keadaan psikologis seseorang menjadi leih baik. Hal ini sesuai dengan the Australian.com yang membuktikan bahwa olahraga malam seperti lari dapat menigkatkan perasaan bahagia seseorang. Hal ini dikarenakan lari dapat membantu merangsang produksi hormone endorphin yang dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia.
15. Membantu meningkatkan mood keesokan harinya
Banyak orang yang menganggap bahwa lari malam dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, padahal hal itu sebenarnya dapat membantu meningkatkan mood seseorang. Bagi seseorang yang melakukan lari pagi, mood nya di pagi hari dipercaya dapat menjadi lebih baik. Mood yang positif merupakan faktor yang penting bagi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-harinya.

Demikian aneka manfaat lari pada malam hari untuk kesehatan, semoga bermanfaat dan dapat  menambah wawasan anda.


Sumber https://www.gurumapel.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 19 December 2017

Macam - Macam Jenis Start Lari Dan Cara Melakukannya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Start adalah posisi awal dari seorang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum melakukan lari.
Pada dasarnya tehnik Start dalam nomor lari atletik ini terbagi atas tiga jenis Start yaitu Start Jongkok, Start berdiri dan Start Melayang.

Ketiga jenis Start ini di gunakan untuk nomor lari yang berbeda - beda, contohnya lari jarak pendek menggunakan tehnik start jongkok dan lari jarak jauh menggunakan tehnik start berdiri dan lain sebagainnya.
Start Jongkok
Untuk lebih jelas dalam mengenal dan memahami ketiga jenis tehnik Start ini baik itu cara melakukannya ataupun di gunakan untuk jenis nomor lari apa, ikuti uraiannya berikut ini:

1. Start Jongkok (crouching start)

Start  jongkok biasa disebut juga crouching start adalah start yang di lakukan dengan posisi awal berjongkok. Start ini umumnya di gunakan untuk lari jarak pendek baik itu nomor 100 M, 200 M, maupun 400 M.

Start jongkok di bagi kedalam tiga macam jenis, yaitu:

①  Star pendek (bunch start)

Tangan sedikit lebih lebar dengan bahu, ibu jari membentuk huruf v, kaki yang di depan 75cm dari garis start, kaki yang di belakang sejajar dengan tumit kaki yang di depan jarak nya sekitar satu kepal tangan.

②  Start Menengah (medium start)

Posisi tangan dan ibu jari sama seperti posisi pada start pendek, kaki yang di depan 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan dan jarak dari ujung jari kaki di depan satu kepal dangan lutut kaki yang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan

③  Start Panjang (long start)

Posisi tangan dan ibu jari sama sepeti start pada star pendek , kaki yang di depan sama sepetri start menengah yaitu 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan tumit kaki di depan dan jaraknya satu kepal dari tumit kaki di depan ke ujung jari kaki yang di belakang.

Cara melakukan start jongkok:

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
  1. Pelari maju menuju garis start.
  2. Letakkan tangan di belakang garis start, posisi tangan sedikit lebar dengan bahu dan ibu jari tangan membentuk huruf v, tangan sedikit di depan dan lengan tangan lurus, bahu condong ke depan.
  3. Kepala sedikit membungkuk sehingga leher tidak tegang,mata memandang lintansan sekitar 2m dari garis start.
  4. Jarak letak kaki di garis start tergantung pada jenis start.

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
  1. Angkat pinggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
  2. memindahkan berat badan ke tanga sampai badan  terasa ringan.
  3. Kepala rendah,leher tetap rileks,pandangan ke bawah kikra-kira 1-1,5 meter dari garis start
  4. Lengan tetap lurus dan tidak boleh bengkok.
  5. Pusatkan perhatian pada bunyi aba-aba.

Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya” atau pada bunyi peluit
  1. Ayunkan tangan sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya.
  2. Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
  3. berat badan harus meluncur ke depan.
  4. Langkah lari makin lama makin cepat dan melebar.

2. Start Berdiri (Standing Start) 

Sesuai dengan namanya, yang di maksud dengan start berdiri atau standing start adalah tehnik start yang di lakukan dengan posisi awal berdiri.

Tehnik start ini di pakai untuk nomor lari jarah menengah maupun jarak jauh, misalnya nomor lari 800 M, 1500 M, 3000 M, 5000 M, dan 10.000 M

Cara melakukan Tehnik Start Berdiri memiliki beberapa tahapan, yaitu:
  1. Berdiri di garis start dengan kaki kiri di depan dan lutut sedikit ditekuk. Kaki kanan otomatis ada di belakang dengan tumit diangkat. Jarak yang baik antara kedua kaki adalah tidak terlalu jauh.
  2. Badan sedikit condong ke depan dengan kepala, leher dan punggung membentuk sebuah garis.
  3. Kedua tangan dalam posisi yang normal.
  4. Berat badan diarahkan ke kaki belakang dan pandangan harus tetap ke depan.

3. Start Melayang (flying start)

Start melayang biasa di gunakan dalam cabang olahraga lari sambung (estafet), Start ini di lakukan
oleh pelari ke-2, ke-3 dan ke-4 dalam lari estapet. Start melayang ini terjadi dan di lakukan pada saat akan menerima perpindahan tongkat dari pelari sebelumnya.

Adapun tehnik cara melakukan lari estafet adalah sebagai berikut :
  1. Berdiri di posisi garis start yang sudah di tentukan
  2. Pada saat pelari sebelumnya akan memasuki garis start, lakukan lari dengan kecepatan sedang sambil menjulurkan tangan ke belakang

Demikian sekilas materi tentang macam - macam jenis start lari dan cara melakukannya, semoga artikel kali ini bermanfaat untuk anda!.


Sumber https://www.gurumapel.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 12 December 2017

Tehnik Start Jongkok Dan Macam - Macam Start Jongkok

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Start yaitu posisi awal dari seorang pelari dalam mempersiapkan diri sebelum melakukan lari. Pada dasarnya tehnik Start dalam nomor lari atletik ini terbagi atas tiga jenis Start yaitu Start Jongkok, Start berdiri dan Start Melayang.

Ketiga jenis Start ini di gunakan untuk nomor lari yang berbeda - beda, contohnya lari jarak pendek menggunakan tehnik start jongkok dan lari jarak jauh menggunakan tehnik start berdiri dan lain sebagainnya.

Namun dalam pembahasan kali ini kita tidak akan membahas semua ketiga jenis start di atas, yang kita bahas kali ini kita fokuskan kepada tehnik Start yang pertama yaitu Start jongkok.
Start Jongkok
1. START JONGKOK (CROUCHING START)

Start  jongkok sering juga di sebut dengan crouching start yaitu tehnik start yang di lakukan dengan posisi awal berjongkok. Start ini umum di gunakan untuk lari jarak pendek baik itu nomor lari 100 M, 200 M, ataypun juga 400 M.

2. MACAM - MACAM START JONGKOK

Tehnik Start Jongkok terbagi kedalam tiga macam jenis start yaitu start pendek (bunch start), start menengah (medium start), dan start panjang (long start). Ketiga jenis start pendek ini di lakukan dengan cara yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

①  Star pendek (bunch start)

Tangan sedikit lebih lebar dengan bahu, ibu jari membentuk huruf v, kaki yang di depan 75cm dari garis start, kaki yang di belakang sejajar dengan tumit kaki yang di depan jarak nya sekitar satu kepal tangan.

②  Start Menengah (medium start)

Posisi tangan dan ibu jari sama seperti posisi pada start pendek, kaki yang di depan 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan dan jarak dari ujung jari kaki di depan satu kepal dangan lutut kaki yang sejajar dengan ujung jari kaki yang di depan

③  Start Panjang (long start)

Posisi tangan dan ibu jari sama sepeti start pada star pendek , kaki yang di depan sama sepetri start menengah yaitu 40cm dari garis start, lutut kaki di belakang sejajar dengan tumit kaki di depan dan jaraknya satu kepal dari tumit kaki di depan ke ujung jari kaki yang di belakang.


3. CARA MELAKUKAN START JONGKOK

Dalam melakukan Start Jongkok ada tiga tahapan aba - aba yang harus di ikuti yaitu Bersedia, Siap dan Ya (aba - aba terakhir "Ya" bisa di ganti dengan bunyi peluit atau tembakan). Untuk lebih jelas dalam memahami ketiga aba - aba tersebut, berikut uraiannya :

1. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
  1. Pelari maju menuju garis start.
  2. Letakkan tangan di belakang garis start, posisi tangan sedikit lebar dengan bahu dan ibu jari tangan membentuk huruf v, tangan sedikit di depan dan lengan tangan lurus, bahu condong ke depan.
  3. Kepala sedikit membungkuk sehingga leher tidak tegang,mata memandang lintansan sekitar 2m dari garis start.
  4. Jarak letak kaki di garis start tergantung pada jenis start.

2. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
  1. Angkat pinggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
  2. memindahkan berat badan ke tanga sampai badan  terasa ringan.
  3. Kepala rendah,leher tetap rileks,pandangan ke bawah kikra-kira 1-1,5 meter dari garis start
  4. Lengan tetap lurus dan tidak boleh bengkok.
  5. Pusatkan perhatian pada bunyi aba-aba.

3. Teknik Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya” atau pada bunyi peluit
  1. Ayunkan tangan sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya.
  2. Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
  3. berat badan harus meluncur ke depan.
  4. Langkah lari makin lama makin cepat dan melebar.

Sekian uraian singkat tentang tehnik start jongkok, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta wawasan anda. Terima kasih sudah berkunjung.

Sumber https://www.gurumapel.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 15 December 2016

Lempar Cakram

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Lempar cakram termasuk ke dalam cabang olahraga atletik nomer lempar.  cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.  Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.
Lempar Cakram
Cara melempar cakram dilakukan  dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan. Untuk lebih jelasnya berikut urainnya;

A.    Sejarah Lempar Cakram 

Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman purba.
Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal.

Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efiiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.

Jadi sejak zaman prasejarah, ,manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.

Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der sporten” yang artinya atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.

Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.

Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu,cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia (Sunaryo Basuki, 1979 : 24).

Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.

B.    Sejarah Lempar Cakram di Indonesia

Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas.

Kemudian pada zaman pendudukan Jepang mulai awal tahun 1942-1945 kegiatan keolahragawan mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dipagi hari semua pelajar dan pegawai diwajibkan melakukan senam. Selain itu diberikan pelajaran beladiri dan atletik termasuk lempar cakram. Tetapi semua aktivitas jasmani yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia itu hanya untuk kepentingan orang-orang Jepang sendiri, dalam usaha memenangkan perang (Drs. Aip Syrifuddin, 1998 : 3).

Kemudian setelah Indonesia merdeka perkembangan olahraga termasuk lempar cakram semakin meluas bahkan setiap orang diberikan kesempatan untuk melakukan latihan-latihan atletik termasuk lempar cakram (Drs. Sunaryo Basuki, 1979 : 37).

Dari penjelasan sejarah atletik diatas, maka dalam bab ini penulis akan menguraikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Panjang lengan
  2. Lempar cakram
  3. Pengaruh panjang l;engan terhadap prestasi lempar cakram
C.    Panjang Lengan

Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya lempar cakram, karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal (Soeharno H. P. 1985 : 8).

Disamping panjang lengan, dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas (Drs. Soeharno H. P. 1985 : 224),

Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja (Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari tengah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari (Soedarminta, 1994 : 108).

Berdasarkan pendapat diatas, maka hasil pengukuran dapat dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada alat ukur. Siswa yang memiliki panjang lengan diatas rata-rata maka dianggap sebagai siswa berlengan panjang, sedangkan siswa yang memiliki panjang lengan dibawah rata-rata diangggap sebagai siswa yang berlengan pendek.

Untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar cakram, apabila ada seseoarang yang memiliki lengan panjang kecenderungan akan berpengaruh pada jauhnya lemparan jika didukung oleh kekuatan otot yang baik bila dibandingkan seseorang yang memiliki lengan pendek.

D.    Lempar Cakram

Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut :
  1. Pengetian lempar cakram
  2. Tehnik-tehnik lempar cakram
  3. Peraturan dalam lempar cakram
Berikut Penjelasannya;
1.    Pengertian lempar cakram 

Untuk memahmi pengertian lempar cakram, terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram).(W. J. S. Poerwadarminta, 1976 : 584).

Sedangkan cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi (Didi Sugandi, 1986 : 51).

Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan.

2.    Tehnik-tehnik lempar cakram

a.    Cara memegang cakram

Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.

b.    Ada dua gaya dalam lempar cakram

•    Gaya samping

Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.

•    Gaya belakang

Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.

3.    Peraturan dalam lempar cakram

Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final.

Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran.

Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.

4.    Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram

a.    Faktor internal atau dari dalam atlet

1.    Kesehatan fisik dan mental yang baik

Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani, keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat.

Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya, menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar.

b.    Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)

1.    Lingkungan keluarga

Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.

2.    Latihan

Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang (Rusli Nursalam, 1990 : 19).

Petunjuk latihan

Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan kebutuhan latihan bagi para pelempar, jika terdapat perbedaan hanya terdapat pada latihan tehnis yang dilakukan (Sugito, 1994 : 232).
Secara garis besar disamping kebutuhan latihan untuk meningkatkan kebutuhan tehnik nomor lempar yang dipilih para pelempar membutuhkan latihan-latihan sebagai berikut :

1.    Latihan kekuatan

Pelempar yang ingin berhasil harus mengembangkan kekuatan otot-ototnya dengan latihan beban atau weight training. Prinsip-prinsip weight training adalah kesedian untuk mengulang-ulang apa yang dipelajari. Gerakan dilang berkali-kali sehingga pada akhirnya gerakan-gerakan itu dapat dilaksanakan tanpa memikir, segala sesuatu sudah berlangsung secara otomatis, cepat dan efesien. Latihan harus cukup berat sehingga dapat merangsang adaptasi-adaptasi dalam badan. Latihan yang ringan tidak akan menimbulkan kemajuan dalam kemampuan begitu pula sebaliknya. Latihan-latihan harus ditingkatkan, latihan harus teratur. Pada akhirnya kemampuan berprestasi ini dibatasi oleh bakat yang tersimpan didalam anak (Bambang Wijanarko, 1994 : 113).

Dalam memilih macam latihan hendaknya disesuaikan dengan nomor lempar yang diikuti, pada masa persiapan tahap kedua dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, dan pada masa perlombaan masih dapat dilakukan sekali seminggu.

2.    Latihan kecepatan

Seorang pelempar tidak hanya harus kuat, tetapi juga mampu bergerak dengan cepat. Bagi pelempar, kecepatan akan memberikan kekuatan eksplosif yang sangat berguna untuk meningkat prestasi lempar. Latihan kecepatan bagi para pelempar dapat berupa : lari 30 meter, loncat tegap, jingkat 3 kali dan pul-up.

3.    Latihan daya tahan

Seorang pelempar juga harus mempunyai daya tahan. Ini dapat dicapai dengan latihan gross country serta lari interval.

4.    Latihan kelincahan dan keterampilan

Seorang pelempar harus juga memiliki kelincahan dan keterampilan. Ini dapat dicapai dengan latihan : senam lantai dan senam ketangkasan, loncat tali (rope skiping).

E.    Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram

Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar, ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan, pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul Hamid Syeeh Nur, 1993 : 135).

Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya. Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman, 1992 : 20). Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal (Soeharno HP, 1985)

Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu melempar yang lebih jauh.
Lapangan Lempar Cakram



Sumber https://www.gurumapel.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 12 December 2016

Lari Jarak Pendek (Sprint)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Lari jarak pendek adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh / maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Lari Sprint meliputi jarak: 100 Meter, 200 Meter, 400 Meter.

kelangsungan gerak pada sprint secara teknik sama, kalau ada perbedaan hanyalah terletak pada penghematan penggunaan tenaga karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin membutuhkan daya tahan yang besar, sehingga ada yang dinamakan “edurance”. 

Teknik lari jarak pendek terbagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish. Berikut Uraiannya:


Download Video Materi Lari Jarak Pendek - Download

1.   Start Jongkok (Crouching Start)

Cara melakukan start jongkok adalah sebagai berikut: 
  1. Posisi berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada sandaran blok start, lutut kaki belakang berada sejajr dengan ujung kaki depan. 
  2. Kedua lengan lurus sejajr dengan bahu, dan jari-jari tangnan diletakkan dibelakang garis start
  3. Berat badan bertumpu di kedua tangan, sehingga sikap seimbang dapat dipertahankan sampai ada aba-aba.
Start jongkok yang digunakan pada lari sprint, dibedakan menjadi 3 (Tiga), yaitu: 
  1. Start jongkok pendek (bunch start) : jarak kaki saat jongkok 14-28 meter 
  2. Start jongkok menengah (medium start) : jarak kaki saat jongkok 35-42 meter 
  3. Start jongkok panjang (long start) : jarak kaki saat jongkok 50-70 meter 
Aba – aba start pada perlombaan lari sprint adalah sebagai berikut: 

      §  Bersedia 
Pelari menuju tempat start didepan blok start dengan melangkahkan mundur seperti merangkak, dengan meletakkan kaki pada blok start, yang disusul kaki belakang, kedua ujung kaki tetap menyentuh tanah, jari-jari tangan tepat di belakang garis start. Kedua lengan tetap dalam posisi lurus dengan sidikit melebar dari bahu. Bahu sedikit condong ke depan berat badan berada di tengah-tengah sehinggabadan dalam posisi seimbang. Punggung diangkat sedikit agak rata,otot leher dan rahang rileks, kepala bagian belakang segaris dengan punggung, pandanmgan ke bawah atau ke depan sekitar 1-2 meter dengan garis start dan konsentarsi dengan aba-aba selanjutnya. 
      §  Siap 
Angkat pinggul ke atas, dengan barat badan berada di kedua tangan dan pandangan ke bawah dengan mengikuti gerakan badan, kedua lengan dalam sikap lurus membentuk sudut 120 derajat. 
      §  Ya 
Tolakkan kaki pada blok start, ayunkan kedua lengan ke depan secara bergantian dan berlawanan dengan gerakan kaki (jika tangan kanan didepan maka kaki kanan dibelakang, begitu juga sebaliknya). 
2.   Gerakan lari 

Gerakan sprint, dibagi menjadi 3 (tiga) gerakan, Yaitu: 

§  Posisi tubuh pada saat lari 
Posisi tubuh/badan condong ke depan secara wajar, serta otot sekitar leher dan rahang tetap rileks dengan kepala dan punggung dalam posisi segaris. Pada saat lari mulut tertutup dan rapat serta pandangan ke depan lintasan. 
§  Ayunan kedua lengan 
Ayunan lengan dilakukan dari belakang ke depan secara berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan.
§  Gerakan langkah kaki 
Langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin. Pendaratan kaki / tumpuan selalu pada ujung telapak kaki, sedangkan lutut sedikit dibengkokkan. 
3.   Memasuki finish 

Memasuki garis finish merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Keterlambatan persekian detik memasuki garis finish sangatlah rugi. 

Teknik memasuki garis finish: 
  1. Membusungkan dada kedepan, saat menjelang garis finish. 
  2. Menjatuhkan salah satu bahu ke depan bawah, saat masih dalam posisi lari. 
Yang dilarang adalah: 
  1. Meloncat pada saat memasuki garis finish 
  2. Menarik / menggapai pita finish 
  3. Berhenti mendadak atau mengurangi kecepatan digaris finish. 
Dari ketiga teknik dalam lari sprint tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Konsentrasilah pada saat start dan lari 
  2. Pertahankan lari dari mulai start sampai garis finish 
  3. 30 meter menjelang finish lari harus dipercepat 
  4. Sikap lari tetap pada jalur lurus 
  5. Badan tidak oleng ke kiri maupun kanan

Sumber https://www.gurumapel.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 20 October 2016

Pengertian dan Teknik Dasar Tolak Peluru

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian dan Teknik Dasar Tolak Peluru | Kumpulan-Olahraga | Dalam olahraga Atletik terdapat beberapa Nomor yang dipertandingkan yaitu Nomor Lari (Marathon, Lari Jarak Pendek, Lari Jarak Menengah, Lari Estafet), Nomor Lompat (Lompat Jauh, Lompat galah), Nomor Lempar (Lempar Lembing, Lempar Cakram dan Tolak Peluru), pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Pengertian dan teknik Dasar Tolak peluru karena kebanyakan orang tidak mengetahui apa dan dan bagaimana cara dan Teknik Dasar Tolak Peluru ini karena olahraga Tolak peluru ini tidak sepopuler olahraga permainan seperti Sepak Bola, Voli, Basket dan Olahraga permainan lainnya.

Pengertian dan Teknik Dasar Tolak Peluru 

1. Pengertian Tolak Peluru

Tolak peluru atau dalam bahasa Inggris nya di sebut dengan Shoot put merupakan salah satu cabang dari Olahraga Atletik dari Nomor lempar, sesuai dengan nama nya olahraga ini dilakukan dengan cara menolak atau mendorong tidak dilempar, sehingga sesuai dengan namanya pengertian tolak peluru adalah Suatu gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (Peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan menggunakan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. 

Atlet Tolak Peluru

2. Teknik Dasar Tolak Peluru.

Dalam melakukan olahraga tolak peluru harus dilakukan dengan baik dan benar karena jika dilakukan tidak dengan teknik dasar tolak peluru yang benar maka hasilnya tidak akan maksimal juga bisa mengakibatkan cedera pada tangan dan bahu. Teknik dasar tolak peluru diantaranya adalah sebagai berikut :

a.  Teknik Dasar Tolak Peluru  Teknik Memegang Peluru

Teknik memegang peluru merupakan hal yang hars dikuasai oleh semua atlet tolak peluru, dalam Olahraga Tolak Peluru terdapat tiga cara yaitu :
  1. Jari di renggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam posisi sewajarnya (Teknik ini dugunakan untuk orang yang memiliki jari kuat dan sedikit panjang)
  2. Jari-jari agak rapat, Ibu jari di samping, dan jari kelingking berada di samping belakang peluru
  3. Seperti cara no 2 akan tetapi posisi jari-jari agak direngggankan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru, pegangan ini sangat cocok untuk atlet yang memiliki jari-jari pendek dan kecil.

 b. Teknik Dasar Tolak Peluru  Teknik Meletakan Peluru pada Bahu

Setelah kita menguasai teknik memegang peluru, teknik selanjutnya yang harus dikuasai adalah Teknik meletakan Peluru pada bahu, teknik ini adalah dengan meletakan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping, dan siku yang memegang peluru agak dibuka kesamping dengan tangan satunya rileks di samping badan.

Gaya Memegang Peluru

 

c.Teknik Dasar Tolak Peluru  Persiapan awal 

  • Kaki kanan di letakan di bagian depan dan kaki kiri di simpan selebar badan, segaris dengan arah lemparan.
  • Peluru dipegang dengan tangan kanan (Tangan yang Dominan) untuk kidal dapat menyesuaikan.
  • Peluru diletakan pada bagian leher di bawah telinga
  • Lengan kiri di depan dada dan sedikit ditekuk 
  • tumpuan diletakan pada kaki bagian kanan dengan badan membungkuk dan agak condong ke kanan 
  • Kaki kiri diayunkan ke depan dan belakang.

d. Teknik Dasar Tolak Peluru  Awalan

  • Setelah kaki kiri diayunkan kemudian kaki kanan sedikit ditekuk.
  • Pada waktu melakukan ayunan kaki kiri berada di belakang kemudian diayunkan ke kiri (Ke arah lemparan) dan secepatnya mendarat, bersamaan dengan itu kemudian kaki kanan menolak ke arah lemparan dan kemudian mendarat.
  • pada saat kaki kanan mendarat badan sedikit disondongkan kekanan.
  • Pada saat melakukan gerakan diatas diusahakan Pegangan peluru jangan sampai berubah karena pada posisi ini atlet harus siap untuk melakukan lemparan.

e. Teknik Dasar Tolak Peluru  Cara Menolak Peluru

  • Ketika memulai putaran badan ke arah tolakan, Sikut sedikit ditarik serong ke atas (Ke arah samping kiri), badan dicondongkan ke arah depan sedikit ke atas dengan dagu di angkat dan pandangan lurus ke arah lemparan.
  • kemudian pada saat badan telah menghadap ke arah tolakan dengan segera peluru yang dipegang ditolakan sekencang-kencangnya, tolakan di ikuti dengan gerakan tolakan kaki kanan dan melonjakan seluruh badan ke atas.
  • setelah peluru dilepaskan agar tidak jatuh di luar lapangan maka kaki kanan segera dilangkahkan kedepan bersamaan dengan langkah kakikanan kaki kiri di tarik ke belakang demikia juga dengan lengan hal ini bertujuan untuk menjaga agar badan tetap seimbang.
Demikian lah bahasan tentang Pengertian dan Teknik Dasar Tolak Peluru, semoga dapat menambah wawasan sobat tentang cabang olahraga Atletik nomor lempar ini. terimakasih.

Artikel Atletik Lainnya  :

4.   Lari Jarak Jauh
7.   Teknik Dasar Lari Jarak Menengah. 
13. Pengertian dan Teknik Dasar Tolak Peluru

 

 

 
Sumber http://kumpulan-olahraga.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 29 September 2016

Sejarah Olahraga Lempar Lembing

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sejarah Olahraga Lempar Lembing || ||

Setelah sebelumnya Sejarah Atletik, Lari Jarak Pendek, Lari Jarak Menengah, Lari Jarak Jauh, Lari Estafet dan Sejarah Peraturan dan Teknik Lempar Cakram pada kesempatan kali ini Kumpulan-olahraga akan mambahas tentang  sebuah cabang olahraga Atletik lain nya dari nomor lempar yaitu Lempar Lembing yang meliputi Sejarah Peraturan dan Teknik Lempar Lembing.

Sejarah Lempar Lembing Merupakan olahraga Atletik yang terdiri dari dua kata yaitu Lempar dan Lembing, Lempar adalah usaha untuk membuang jauh-jauh sedangkan lembing adalah Sebuah tongkat yang berujung runcing yang dibuang jauh-jauh (Munasifah, 2008:4).
Lempar Lembing adalah suatu nomor yang terdapat dalam cabang olahraga atletik yang menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan cara melempar sejauh-jauhnya (PASI, 1988:43)
Selanjutnya Jerver ( 1996:142) menjelaskan bahwa Lempar Lembing adalah suatu gerakan antara sentuhan tangan dengan menggunakan benda yang berbentuk panjang berusaha untuk melempar sejauh mungkin. Untuk memperoleh jauhnya lemparan diperlukan kekuatan dengan kecepatan gerak serta sudut pada saat lembing meninggalkan tangan.


Atlet Lempar Lembing

Sejarah Lempar Lembing

Lempar Lembing merupakan suatu aktivitas yang memerlukan kecekatan dan kekuatan dalam melempar sebuah tongkat berbentuk tombak akan tetapi lebih ringan dan lebih kecil, seperti hal nya olahraga atletik lain nya Lempar Lembing ini merupakan hasil adopsi dari kebiasaan (Ketangkasan) pada zaman tersebut. pada zaman dahulu lempar lembing ini lebih digunakan masyarakat sebagai senjata ketangkasan untuk berperang atau berburu.
Aktifitas Lempar lembing ini mulai berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat manusia mulai memasuki zaman bercocok tanam dan meninggalkan aktivitas nomaden nya yang kental dengan aktivitas berburu, sehingga terjadi perubahan mulai dari gaya hidup aktivitas maupun kebudayaan seperti Lempar lembing ini yang dahulunya digunakan untuk berburu pada masa itu mulai berkembang menjadi sebuah Olahraga. Walau belum ada catatan yang  otentik Lempar lembing ini dipresiksi telah berkembang pada zaman yunani klasik. sehingga jamak kalau olahraga atletik ini merupakan asal dari Olahraga atletik ini.
Lempar Lembing ini muarupakan olahraga yang mengharuskan atlet nya untuk melemparkan sebuah benda yang hampir mirip seperti tombak yang disbut Lembing sepanjang 2,5 meter sejauh mungkin, pada tahun 1908 lempar lembing mulai dimasukan kedalam ssalahsatu cabang olahraga dalam Olimpiade pada saat itu lempar lembing sudah mulai banyak diminati ini terbukti dengan berpartisipasinya 42 orang peserta (Atlit) Lempar Lembung dari 11 Negara. dan Swedia merupakan negara yang menjuarai olahraga lempar Lembing ini yang diwakili oleh Erik Lundqvist ia berhasil melemparkan lembing sejauh 54,83 meter. akaibat perang dunia I maka olimpiade selanjutnya dilakukan pada tahun 1920 di antwerp, dan Jonny Myyra dari Finlandia berhasil menjadi juara dengan lemparan sejauh 65,78 meter. myyra juga berhasil memenangkan Olympiade berikutnya di paris pada tahun 1924 dengan jarak lemparan sehauh 62,96 meter.


Demikian lah Sejarah, Teknik dan Peraturan Lempar Lembing semoga bermanfaat.



Artikel Terkait :

1. Sejarah Lempar Lembing

2. Peraturan Lempar Lembing

3. Teknik dasar olahraga Lempar Lembing


Sumber http://kumpulan-olahraga.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 13 September 2016

Sejarah Lempar Cakram dan Peraturan Lempar Cakram

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sejarah Lempar Cakram --- Lempar Cakram merupakan salah satu dari Cabang Olahraga Sejarah Atletik Cabang Atletik ini dibagi kedalam beberapa kategori (Nomor) diantaranya :
Lempar Cakram

1. Lari
2. Lompat
3. Lempar

Sejarah, Peraturan dan Teknik Lempar Cakram ---  Dari ketiga Nomor yang kami sebutkan diatas dibagi lagi kedalam beberapa nomor Contoh Lari Jarak Pendek, Lari Jarak Menengah, Lari Jarak Jauh (Marathon) dan Lari Estafet.


pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang Cabang Atletik Nomor Lempar Cakram adalah sebagai berikut.

Sejarah Lempar Cakram dan Peraturan Lempar Cakram --- Sebelum kita menginjak kepada Teknik dan peraturan Olahraga Lempar Cakram alahngkah baiknya apabila kita mengetahui apa itu Lempar cakram. Menurut W.J.S. Poerwadarminta 1976 : 584 Lempar adalah Olahraga dengan melempar  (Cakram, Lembing, Peluru, dan Martil). sedangkan Pengertian Cakram adalah Sebuah banda kayu yang berbentuk piring baerbingkai sabuk besi (Didi Sugandi, 1986 : 51).
Jadi Lempar Cakram adalah salah satu nomor lomba dalam Atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring dan bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan.


C. Sejarah Lempar Cakram dan Peraturan Lempar Cakram --- Peraturan Lempar Cakram

Sejarah, Peraturan dan Teknik Lempar Cakram --- Setelah kita mengetahui cara dan gaya melakukan Lempara Cakram sekarang kita akan mengulas tentang Peraturan Dasar lempar Cakram diantaranya sebagai berikut :

1. Sarana dan Prasarana

Sejarah, Peraturan dan Teknik Lempar Cakram --- Bahan Cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai terbuat dari besi (Metal), dan bingkai berbentuk lingkaran penuh dan tepat ditengah-tengah cakram ada beban yang lepas dan dipindahkan, akan tetapi pada pertandingan Lempar Cakram ini ukuran cakram untuk Perempuan dan laki-laki ada perbedaan berat yaitu untuk Laki-laki berat cakram : 2 kg garis tengah : 219 - 221 mm dan untuk Perempuan Berat cakram adalah 1 Kg garis tengah : 180 - 182 mm.

2. Lempar Cakram --- Lapangan

Ukuran Lapangan lempar cakram adalah sebagai berikut :
Lapangan Lempar Cakram
  • Lingkaran untuk melempar memiliki diameter seluas 2,50 m dalam perlombaan yang resmi terbuat metal atau Baja 
  • Permukaan Lantai temapat melempar tidak boleh licin, bisa terbuat dari semen,Aspal dan bahan lainnya.
  • Lingkaran lemparan di kelilingi oleh Sangkar / Pagar kawat untuk keselamatan Para pengawas dan juri yang bertugas
  • Bentuk seperti huruf C, dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. 
  • Sektor lemparan dibatasi oleh garis yang berbentuk sudut 40 derajat di pust lingkaran.

3. Lempar Cakram --- Juri.

Sejarah, Peraturan dan Teknik Lempar Cakram --- Sama halnya dengan olahraga lainnya pada Pertandingan Lempar Cakram diperlukan wasit yang bertugas untuk memimpin pertandingan, wasit/Juri harus memiliki sifat Jujur, Tegas, adil, Jeli dan penuh Wibawa. Setiap Wasit/Juri yang memimpin harus benar benar menguasai peraturan yang berlaku pada pertandinga Lempar Cakram agar pertandingan yang dilakukan lebih adil dan jujur. Jumlah wasit yang bertugas mengawal jalan nya perlombaan Lempar Cakram adalah sebanyak 5 orang, yaitu Juri 1 Juri 2, Juri 3, Juri 4, dan Juri 5. setiap juri tersebut memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda diantaranya sebagai berikut :

a. Juri 1

Memanggil Peserta dan mengawasi gerakan Kaki yang salah pada sisi lingkaran pada saat pelempar berputar, separti di belakang ligkaran lempar.

b. Juri 2

Mengawasi Gerakan kaki yang salah pada sisi lingkaran, seperti ada saat cakram dilepaskan dari tangan pelempar, Juri 2 ini hendaknya memegang pengeras suara (Megaphone) untuk memberitahukan bahwa pelempar harus siap sedia. Juri 2 pun memegang bendera isyarat yang memberikan sinyal bahwa suatu lemparan sah atau tidak.

c. Juri 3

Menempatkan alat pengukur atau ujung pita meterang pada saat setelah ditempatkannya bendera sebagai temapat jatuhnya cakram yang dilemparkan pemain.

d. Juri 4 dan Juri 5

Bertugas untuk melihat dan mengamati tempat jatuhnya cakram pertama (terdekat). Bagi peserta yang kidal posisi juri menyesuaikan sesuai dengan keadaan.


Demikian lah Sejarah, Teknik dan peraturan Lempar Cakram. bagai sobat yang hendak memperdalam Olahraga Atletik kujungi juga :

Artikel terkait :

1. Sejarah Atletik

2. Lari Jarak Pendek

3. Lari Jarak Menengah 

4. Lari Jarak Jauh

5. Lari Estafet

5. Lempar Cakram 





Sumber http://kumpulan-olahraga.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 20 February 2015

Lari Jarak Menengah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Lari Jarak Menengah
Selamat bertemu kembali Sobat Lari jarak Pendek (Sprint), pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas Cabang Lari Nomor Lari jarak menengah.
Lari jarak menengah adalah salah satu Nomor lari dalam lari jarak pendek akan tetapi untuk jarak menengah posisi kaki yang menapak adalah bagian ujung tumit dan menolak dengan ujung kaki, berbeda dengan Lari jarak Pendek yang menggunakan Ujung Kaki untuk mendarat dan Menolak. diswamping itu Lari jarak Menengah dilakukan dengan mengatur kecepatan dikarenakan jarak tempuh nya yang jauh dan apabila pada waktu start kita langsung melakukan sprint maka kita tidak akan menang karena kehabisan Tenaga.

Teknik lari Jarak Menengah.

Teknik start yang umum nya digunakan pada Nomor lari jarak Menengah ini adalah dengan menggunakan Start Berdiri start ini sangat lah berbeda dengan teknik start Joongkok. pada start berdiri pada saat aba-aba "BERSEDIA" badan tetap dalam keadaan rileks, tenang dan berada di belakang garis start, pada aba-aba "SIAP" dilakukan dengan kaki kiri berada di depan dan kaki belakang di belakang dengan badan condong ke depan, kemudian pada saat aba-aba "Ya" dilakukan dengan berlari dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat karena lari jarak menengah ini dibutuhkan manajeman kecepatan agar tenaga tidak terkuras habis.
Ada beberapa Teknik dalam melakukan Lari jarak Menengah ini yaitu :
Posisi saat Memasuki garis Finish
  • Pada saat melakukan Lari badan tidak terlalu condong kedepan lakukan lah layak nya seperti orang berlari pada umumnya, lari jark menengah dilakukan pendaratan langkah dengan tumit dan pada saat tolakan dilakukan dengan ujung kaki dengan diimbangi gerakan ayunan lengan untuk mengimbangi gerakan kaki, untuk gerakan tungkai kaki dari belakang tidak jarak nya tidak terlalu tinggi.
  • Teknik pada saat melawati tikungan yaitu dengan cara berlari sedeket mungkin dengan Garis lintasan sebelah kiri hal ini bertujuan agar jarak tempuh tidak menjauh dikarenakan apabila kita mengambil garis lintasan sebelah kanan otomatis jarak akan bertambah. pada saat akan melewati tikungan maka putar kedua bahu kekiri dan miringkan pula kepala ke arah kiri dan sudut lengan kanan lebih besar daripada lengan kiri.
  • teknik saat akan memasuki garis Finish adalah dengan cara berlari terus tanpa mengubah gaya berlari, langkah kaki ipercepat dan diperlebar dengan perhatian tetap tertuju pada garis finish akan tetapi hal yang karus diperhatikan adalah jangan sekali-kali menggapai/ meraih garis finish karena dan tidak boleh berhenti mendadak pada saat memasuki garis Finish. pada saat mendekati garis finish maka dada dibusungkan dan posisi tangan lurus kebelakang kemudian salah satu bagian Bahu di majukan dan kepala ditundukan.
Demikian sekilas tentang salah satu Olahraga  Atletik Nomor Lari jarak menengah, semoga bermanfaat.


 
Sumber http://kumpulan-olahraga.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 18 February 2015

Lari Jarak Pendek

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sejarah Atletik, dalam Atletik terdapat beberapa Nomor lari yang dipertandingkan yaitu Lari jarak Pendek, Lari jarak Menengah, Lari Jarak jauh dan Lari Estafet. kali ini saya akan mengulas tentang Nomor lari pada Olahraga Atletik diantaranya adalah Lari Jarak Pendek . Lari jarak pendek adalah Olahraga yang temasuk kedalam Olahraga Atletik dengan Jarak tempung antara 100 m sampai dengan 400 m, karena jarak yang sangat pendek maka sangat dibutuhkan Kecepatan dalam melakukan lari tersebut. kecepatan dalam lari jarak pendek didapat dari kontraksi yang kuat dan cepat dari otot untuk yang dirubah menjadi gerakan Halus yang dibutuhkan oleh pelari untuk mendapatkan Kecepatan yang tinggi.
Seorang pelari (Sprinter) haruslah memiliki susunan serabut otot dengan Persentase serabut Otot cepat lebih besar dengan kemampuan sampai 40 kali per-detik dalam Vitro dibandingkan dengan serabut Otot lambat dengan kemampuan 10 kali per-detik oleh karena itu untuik menjadi seorang sprinter itu disamping harus terus latihan juga harus memiliki bakat bawaan dari lahir.
lari jarak pendek bila dilihat dari tahap berlari dibagi kedalam beberapa bagian diantaranya :

1. Tahap reaksi dan dorongan (Reaction & Drive)
2. Tahap Percepatan (Aceleration)
3. Tahap Transisi (Transision)
4. Tahap Kecepatan Maksimum (Maksimum speed)
5. Tahap pemeliharaan Kecepatan ( Maintenance Speed)
6. Finish

Kecepatan berlari ditentukan oleh jangkauan langkah dan Kecepatan langkah, jadi semakin lebar dan cepat langkah seorang pelari maka dia akan mendapatkan kecepatan yang maksimal.
Dalam mengawali Lari jarak pendek dimulai dengan Start Jongkok, cara melakukan Starat Jongkok adalah sebagai berikut :
  • Pada Aba-aba Bersedia  
  1. Ambil Posisi Jongkok dan letakan tangan di tanah / Tempat start berlari. dan ibu jari dan jari-jari yang lain membentuk Huruf V terbalik dan badan dicondongkan kedepan.
  2. Kepala rileks agar badan tidak tegang dan pandangan tidak lurus kedepan akan tetapi sekitar 2,5 m darigaris start
  3. letakan kaki dengan kaki yang dominan berada di bagian depan. 
  • Pada Aba-aba Siap.
  1. Angkat panggul sedikit lebih tinggi dari bahu, sehingga badan lebih condong kedepan dengan kepala sedikit lebih rendah dan badan tetap dalam keadaan Rileks.
  2. Lengan tetap lurus dan menyentuh tanah di samping badan.
  3. pada waktu mengangkat panggul ambillah nafas dalam-dalam agar ketika aba-aba berikut nya kita siap untuk berlari.
  • Pada Aba-aba Ya.
  1. Ayunkan lengan kiri kedepan dengan lengan kiri kebelakang dengan kuat.
  2. Kaki kiri menolak dengan kuat agar tolakan lebih kuat.
  3. berat badan harus bertumpu padfa bagian depan.
  4. Ketika telah berlari langkah semakin lebar dan cepat sebagai peralihak ke pada tahap kecepatan penuh.
  5. Atur Pernafasan, karena pengaturan pernafasan merupakan kunci kemenangan.
gerakan pada saat berlari tidak kalah pentingnya karena untuk mendapatkan kecepatan tumpuan haruslah berada pada bagian kaki depan (seperti Jingjit) dengan lutut sedikit dibengkokan dan badan tetap rileks pada saat memasuki garis Finish merupakan bagian yang sangat penting untuk mencapai kemenangan cara memasuki Garis Finish adalah dengan membusungkan Dada pada saat akan menjelang Finish dan menjatuhkan salah satu bahu ke depan bawah saat masih dalam posisi berlari, akan tetapi dilarang untuk meloncat , menggapai dan berenti ketika memasuki garis Finish.

Demikain artikel tentang petunjuk singkat tentang Lari jarak Pendek, Semoga bermanfaat.



Sumber http://kumpulan-olahraga.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.