Showing posts with label Bioteknologi. Show all posts
Showing posts with label Bioteknologi. Show all posts

Tuesday, 26 June 2018

Potensi Mikroalga Sebagai Bioenergi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Krisis energi global merupakan dampak dari berkurangnya energi fosil. Bertambahnya jumlah populasi penduduk setiap tahunnya diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia menjadi salah satu faktor munculnya masalah tersebut. Saat ini, 80% kebutuhan energi global dihasilkan dari bahan bakar fosil, namun penggunaan bahan bakar fosil yang terlampau luas telah menyebabkan perubahan iklim global dan pencemaran lingkungan (Chen et al., 2011). Sehingga diperlukan energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar turunan petroleum yang kesediaannya terbatas (Chisti, 2007). Isu global ini memicu banyak inovasi untuk mencari energi alternatif/terbarukan. Penggunaan energi terbarukan di Indonesia masih sebesar 5% dari target 17% di tahun 2025 (Hadiyanto et al., 2012).

Saat ini energi terbarukan banyak digunakan dari biomassa tanaman darat seperti kelapa sawit, jagung, kedelai dan minyak jarak pagar. Namun sumber biomassa tersebut memiliki kelemahan diantaranya adalah masa panen yang relatif lama, dapat mengganggu keamanan pangan dan memerlukan lahan yang subur dan luas. Sehingga perlu dicari sumber biomassa lain untuk mengatasi kelemahan tersebut. Mikroalga merupakan organisme perairan yang lebih dikenal dengan fitoplankton (Schulz, 2006). Mikroalga termasuk organisme prokariotik dan eukariotik dengan diameter antara 3-30 µm, baik sel tunggal maupun koloni hidup di sebagian besar perairan tawar maupun laut. Organisme ini berpotensi digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam menghasilkan bioenergi salah satunya adalah biodiesel dengan mengubah cahaya matahari, air dan CO2 menjadi biomassa (Chisti, 2007).

Mikroalga tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk melakukan fotosintesis dan memanfaatkan nutrien seperti N, P, K dan komponen lainnya (Richmond, 2004). Dibandingkan dengan bahan baku biodiesel lainnya mikroalga memiliki kandungan lipid yang cukup tinggi, pertumbuhan yang cepat dan tidak membutuhkan tanah yang subur. Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan mikroalga karena Indonesia memiliki 2 juta hektar garis pantai dan juga Indonesia terletak pada daerah ekuator dengan intensitas pencahayaan yang tinggi. Mikroalga memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber bioenergi yang berkelanjutan di Indonesia.



Penelitian mengenai mikroalga dengan berbagai macam proses telah dikembangkan secara ekstensif selama 50 tahun terakhir. Jepang telah memulai kultivasi mikroalga Chlorella sekala besar pada awal 1960-an oleh Nihon Chlorella. Chlorella merupakan kelompok mikroalga Chlorophyceae yang tahan terhadap suhu ekstrim terutama dalam suhu rendah (Amini dan Syamdidi, 2005). Sementara di Indonesia saat ini pengembangan mikroalga terus dilakukan salah satunya oleh (PTL-BPPT) dengan melakukan inovasi untuk produksi biomassa alga dalam sekala industri dan untuk membangun konsep pabrik biofuel berbasis alga pertama di Indonesia (Hanif dan Dian, 2014). Mikroalga memiliki kesempatan dan peluang yang besar sebagai sumber bioenergi yang berkelanjutan di Indonesia yang juga ramah terhadap lingkungan. Indonesia memiliki faktor-faktor yang mendukung pengembangan kultivasi mikroalga.

Penulis: Siti Jamilah, S.Si.

Referensi:
  1. Hanif, M & Dian, P.W., 2015. Perancangan proses konversi mikroalga menjadi biofuel sebagai inovasi teknologi ramah lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan 16: 1-8.
  2. Hadiyato, widayat & Andi, C. K, 2012. Potency of microalgae as biodiesel source in indonesia. Int. Journal of Renewable Energy Development (IJRED). 1: 23-17.
  3. Chen, C.Y., K. L., Aisyah, R., Lee, D. J,. dan Chang, J. S., 2011. Cultivation, photobioreactor design & harvesting of microalgae for biodiesel production: a critical review. Bioresource Technology. 120: 71-81.
  4. Amini, S. & Syamdidi. 2006. Konsentrasi Unsur Hara Pada Media & Pertumbuhan Chlorella Vulgaris Dengan Pupuk Anorganik Teknis & Analis. Jurnal Perikanan. 8(2): 201-206.
  5. Chisti, Y. 2007. Biodiesel from Microalgae. Institute of Technology & engineering. Massey University. Biotechnology Advances. 25: 294-306.
  6. Richmond, A. 2004. Handbook of Microalgae Culture: Biotechnology & Applied Phycology. Blackwel Publishing.
  7. Schulz, T. 2006. The Economic of Microalgae Production & Processing into Biofuel farming System Department of Agriculture & Food. Government of Western Australia.
  8. Wehr, D.J., Robert, G., Sheath,J. & Patrick, K. 2003. Freshwater Algae of North America: Ecology & Classification. Academic Press, USA.



Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 13 July 2017

6 Cara Sederhana Membuat VCO Berkualitas, No. 3 Gampang Sekali!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 cara membuat vco dengan metode fermentasi 6 Cara Sederhana Membuat VCO Berkualitas, No. 3 Gampang Sekali!
VCO (Virgin Coconut Oil) adalah minyak kelapa murni yang diekstrak dari kelapa tua dengan menggunakan berbagai metode. Kandungan VCO didominasi oleh lemak jenuh yang berupa MCT (Medium Chain Triglyceride) dan asam laurat. Salah satu khasiat VCO bagi kesehatan yakni mampu melancarkan metabolisme tubuh.

Harga VCO di pasaran cukup bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal. Jika anda rajin mengkonsumsi VCO, tidak salahnya membuat VCO sendiri agar lebih ekonomis dan tentunya kualitasnya asli. Prinsip dasar dalam membuat VCO ada 3 tahapan utama, yakni: (1) pembuatan santan kelapa, (2) pembuatan VCO, dan (3) penyaringan. Berikut adalah penjelasan mengenai langkah-langkah membuat VCO:

Pembuatan Santan

Hal yang harus diperhatikan sebelum proses pembuatan santan yakni pilihlah kelapa yang tua. Perbandingan kelapa dan air yakni 2,5 butir kelapa diberi air matang 1,5 liter. Untuk menghancurkan kelapa bisa diparut manual atau mesin maupun menggunakan food processor. Jika untuk skala kecil bisa menggunakan blender dengan memotongnya kecil-kecil kemudian diblender dengan air.

Peras dan saring kelapa sampai menghasilkan santan. Langkah selanjutnya yakni masukkan santan ke dalam wadah atau toples yang transparan dan tutup bagian atasnya. Biarkan santan kelapa tersebut selama kurang lebih 1 jam sampai terbentuk 2 lapisan, yaitu lapisan atas yang disebut krim (kanil) dan lapisan bawah yang berupa air. Pisahkan krim dari air untuk proses pembuatan VCO.

 cara membuat vco dengan metode fermentasi 6 Cara Sederhana Membuat VCO Berkualitas, No. 3 Gampang Sekali!
Proses pembuatan santan hinggan terbentuk krim


Pembuatan VCO

Setelah diperoleh krim di lapisan atas, maka langkah berikutnya yakni proses pembuatan VCO yang terdiri dari 6 metode. Adapun metode pembuatan VCO antara lain:

1. Metode Pemanasan
Metode ini menggunakan pemanasan terkendali. Caranya yakni krim yang diperoleh dari santan kemudian dimasak dengan wajan pada suhu sedang 60°C - 75°C. Jaga suhu jangan sampai panas berlebihan. Aduk perlahan hingga keluar minyak. Jika sudah diperoleh minyak, matikan apinya. Pisahkan minyak dari blondo dengan cara menggunakan serok. Keunggulan menggunakan metode ini adalah VCO yang dihasilkan diperoleh dalam waktu yang singkat dibandingkan metode yang lain.

 cara membuat vco dengan metode fermentasi 6 Cara Sederhana Membuat VCO Berkualitas, No. 3 Gampang Sekali!
Cara membuat VCO dengan pemasan


2. Metode Fermentasi
Cara membuat VCO dengan fermentasi dimulai dari menyiapkan krim santan di dalam toples dan kemudian tambahkan ragi roti sebanyak 1/4 sendok teh. Aduk campuran tersebut dan kemudian tutuplah toples. Biarkan (inkubasi) selama 24 jam. Hasilnya adalah terbentuk 3 lapisan yakni: lapisan atas (minyak), lapisan tengah (blondo), lapisan bawah (air).

3. Metode Pemancingan
Metode pancingan adalah membuat VCO dengan menggunakan VCO yang sudah jadi sebagai pemancing untuk terbentuknya VCO baru. Langkahnya sangat mudah sekali yakni siapkan krim dan masukkan ke dalam toples kemudian tambahkan 1-2 sendok makan VCO dan aduk hingga merata. Tutuplah toples kemudian tunggu selama 24 jam. Hasilnya yakni akan terbentuk 3 lapisan yaitu: lapisan atas (minyak), lapisan tengah (blondo), lapisan bawah (air).

4. Metode Enzim Daun Pepaya
Daun pepaya mengandung enzim papain yang bisa digunakan untuk membuat VCO. Siapkan daun pepaya dan iris kecil-kecil. Campurkan irisan daun pepaya secukupnya dengan krim santan dan msukkan ke dalam toples tertutup. Tunggu hingga 24 jam sampai terbentuk 3 lapisan. Lapisan atas berupa minyak, lapisan tengah berupa blondo, dan lapisan bawah berupa air.

5. Metode Enzim Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang dapat digunakan untuk membuat VCO. Siapkan buah nanas secukupnya (termasuk bonggol tengahnya) dan kemudian diparut. Parutan nanas tersebut dicampur dengan krim santan dan taruh di toples tertutup. Biarkan selama 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan.

6. Metode Asam Cuka
Cara membuat VCO dengan pengasaman cukup sederhana. Hanya menambahkan asam cuka makanan kedalam krim santan. Perbandingannya yakni 200 ml krim santan dicampur dengan 2 sendok asam cuka. Setelah dicampur dengan cuka, aduk hingga merata dan biarkan hingga 24 jam hingga terbentuk 3 lapisan.

Penyaringan

Tahap terakhir yakni menyaring VCO agar menjadi lebih jernih.. Hasil pada tahapan pembuatan VCO yang terbentuk 3 lapisan, ambilah lapisan atas yang berupa minyak dan kemudian disaring. Penyaringan bisa dengan menggunakan kain saring atau kertas saring. Setelah disaring masukkan ke dalam botol tertutup agar terjaga kualitasnya. Jangan disimpan di kulkas dan hindari terkena sinar matahari.

 cara membuat vco dengan metode fermentasi 6 Cara Sederhana Membuat VCO Berkualitas, No. 3 Gampang Sekali!
Proses penyaringan VCO



Kandungan Gizi VCO (Virgin Coconut Oil) 
Jumlah Per 100 g

Kalori (kcal) 862
Jumlah Lemak 100 g
___Lemak jenuh 87 g
___Lemak tak jenuh ganda 1,8 g
___Lemak tak jenuh tunggal 6 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 0 mg
Jumlah Karbohidrat 0 g
___Serat pangan 0 g
___Gula 0 g
Protein 0 g


Penelusuran terkait: cara membuat vco secara tradisional, membuat vco berkualitas tinggi, cara membuat vco dengan mixer, cara membuat minyak kelapa murni secara tradisional, mesin pembuat vco, proses pembuatan vco pdf, laporan pembuatan vco


Sumber https://www.generasibiologi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.