Showing posts with label Tindak Tutur. Show all posts
Showing posts with label Tindak Tutur. Show all posts

Friday, 27 May 2016

Pengertian Tindak Tutur Lokusi dan Jenis-Jenisnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Guruberbahasa.com- Tindak Tutur Lokusi

Searle (dalam Rusminto, 2009: 71) membedakan tindak ilokusi  menjadi lima bagian sebagai berikut. 

a. Tindak Tutur  Asertif 

Tindak tutur  asertif , yakni ilokusi di mana penutur terikat pada kebenaran pre - posisi  yang  diungkapkan,  misalnya  menyatakan , mengusulkan,  membual,  mengemukakan pendapat, melaporkan. 

Berikut ini contoh tuturan asertif jenis  pemberitahuan. 
(6 ) Bagaima na kalau liburan tahun ini kita ke  Lombok .   

Tuturan di  atas merupakan usulan untuk memberitahukan mitra tutur bahwa  penutur mengusulkan suatu tempat yang penutur ketahui, tempat tersebut merupakan tempat wisata yang indah.  

b. Tindak Tutur  Direktif 

Tindak  tutur  direktif , yaitu ilokusi yang bertujuan menghasikan suatu efek be - rupa tindakan yang dilakukan oleh mitra tutur, (tindak ilokusi ini oleh Leech  disebut dengan tindak tutur ilokusi impositif), seperti  memesan, memerintah, meminta,  merekomendasikan,  dan menasihati .

Berikut uraian mengenai jenis  tindak tutur direktif. 

1.  Meminta 

Minta berarti berharap supaya diberi atau mendapat sesuatu (Poerwadarminta,  2006: 769).  Jadi,  tuturan meminta dikemukakan agar mitra tutur memberi se - suatu (yang di mintai). Contoh tuturan  meminta  sebagai berikut. 
(7 )  Pita mau buah . 

Tuturan pada data ( 7 )  Pita mau buah terjadi pada  pagi hari , saat sedang menon - ton televisi  di  ruang keluarga . Tuturan ini dituturkan penutur (seorang anak)  kepada mitra tutur ( kakak ). Tuturan ini  terma suk tuturan meminta sesuatu kepada mitra tuturnya berupa  sebuah permintaan agar  kakaknya memberi  buah kepada sang anak.

2.  Memerintah 

Perintah berarti perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; sesuatu yang harus dilakukan. Memerintah berarti  memberi perintah; menyuruh  melakukan sesuatu (Poerwadarminta, 2006: 876).  Jadi, tuturan  memerintah di - kemukakan agar mitra tutur melaksanakan atau mengerjakan apa yang diingin - kan pembi cara. Contoh kalimat tuturan  memerintah  sebagai berikut. 
(8 )  Minum sana ! 

Tuturan pada data (8 ) Minum sana !  terjadi  pada  pada malam hari, saat sang ka - kak sedang berbaring di tempat tidur sambil makan keripik bersama adiknya,  lalu  sang  adik  memerintah  kakaknya  supaya  mengambilkan  minum  karena  sang kakak kepedasan makan keripi k. Tuturan ini termasuk tuturan memerintah mitra tuturnya untuk melakukan sesuatu berupa sebuah tindakan agar kakaknya  mengambil air minum untuk kakaknya yang kepedasan itu .

c. Tindak Tutur  Komisif 

Tindak Tutu r  komisitif , yakni ilokusi di mana penutur terikat pada suatu tin - dakan di masa depan, misalnya menjanjikan, menawarkan, berkaul. Contoh tindak tutur komisif. 
(16 ) Adik mau dibelikan apa jika kakak sudah bekerja nanti? 

Tuturan  (16 ) Adik mau dibelikan apa jika kakak sudah bekerja nanti? , berupa  komisif penawaran. Pada tuturan di atas penutur terikat suatu tinda kan di masa  depan berupa penawa r an akan membelikan sesuatu.  

d. Tindak Tutur  Ekspresif 

Tindak tutur  ekspresif , yakni ilokusi yang berfungsi untuk mengun gkapkan si - kap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam ilokusi, misalnya  mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, memberi maaf, mengecam,  berbela sungkawa. Ilokusi ekspresif terdapat pada contoh tuturan berikut.
(17 ) Saya turut belasu ngkawa atas meninggalnya kakekmu.  

Tuturan  (17 )  Saya  turut  belasungkawa atas  meninggalnya  kakekmu.,  berupa  ilo kusi ekspresif yang mengungkapkan sikap psikologis penutur terhadap ke - adaan yang tersirat dalam ilokusi.  

e. Tindak Tutur  Deklaratif 

Tindak tutur  de klaratif , yakni ilokusi yang digunakan untuk memastikan kese - suaian antara isi proposisi dengan kenyataan, misalnya membaptis, memecat, memberi nama, menjatuhkan hukuman, menga ngkat .  Ilokusi deklaratif terdapat  pada contoh tuturan berikut. 
(18 ) Mulai besok , silakan Anda angkat kaki dari perusahaan ini. 

Tuturan  (18 ) Mulai besok, silakan Anda angkat kaki dari perusahaan ini. ,  me - ru pakan tindak ilokusi deklaratif, yakni ilokusi y ang digunakan untuk memasti - kan kesesuaian antara isi proposisi dengan keny ataan. Tuturan ini berupa tutur - an pemecatan yang disampaikan oleh kepala perusahaan kepada bawahannya.

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 26 May 2016

PENGERTIAN TINDAK TUTUR MENURUT PARA AHLI BAHASA

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Guruberbahasa.com- Pengertian  Tindak Tutur 

Tindak tutur ( speech art ) merupakan unsur pragmatik yang melibatkan
  pembicara,  pendengar atau penulis pembaca serta yang dibicarakan. Dalam  penerapannya tindak tutur digunakan oleh beberapa disiplin ilmu. Adapun pengertian tindak tutur  yang di kemukakan oleh para ahli bahasa, antara lain: Austin, Searle, Chaer, dan  Tarigan. Austin (dalam Rusminto , 2010: 22) pertama kali mengemukakan istilah tindak tutur. 

Austin mengemukakan bahwa aktivitas bertutur tidak ha nya terbatas pada penuturan sesuatu,  tetapi juga melakukan sesuatu  atas dasar tuturan itu.  Pendapat  Austin ini didukung oleh Searle  (dalam Rusminto 2010: 22)  dengan mengatakan  bahwa unit terkecil komunikasi bukanlah kalimat, melainkan tindakan tertentu, seperti membuat pernyataan, pertanyaan, perintah, dan permintaan.

Selanjutnya  Searle (dalam Rusminto, 2010: 22)  mengemukakan bahwa tindak tu - tur adalah teori yang mencoba mengkaji makna bahasa yang didasarkan pada hu - bungan tuturan dengan tindakan yang dil akukan oleh penuturnya. Kajian tersebut  didasarkan pada pandangan bahwa (1) tuturan merupakan sarana untuk berkomunikasi dan (2) tuturan baru memiliki makna jika direalisasikan dalam tindak ko - munikasi nyata, misalnya membuat pernyataan, pertanyaan, perin tah, dan permintaan. Dengan demikian, tindakan merupakan karakteristik tuturan dalam komunikasi. Diasumsikan bahwa dalam merealisasikan tuturan atau wacan a, seseorang  berbuat sesuatu, y a itu performansi tindakan. Tuturan yang berupa performansi tin - dakan  ini disebut dengan tuturan performatif, yakni tuturan yang dimaksudkan untuk melakukan suatu tindakan.  

Chaer  (2004: 16)  menyatakan bahwa  tindak  tutur  merupakan  gejala  individual,  bersifat psikologis dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si  penutur dalam menghadapi situasi tertentu. Dalam tindak tutur lebih dilihat pada  makna  atau arti  tindakan  dalam  tuturannya ,  sedangkan  Tarigan  (1990: 36)  menyatakan bahwa berkaitan dengan tindak tutur maka setiap ujaran atau ucapan  tertentu mengandung m aksud dan tujuan tertentu pula. Dengan kata lain, kedua  belah pihak,  yaitu penutur dan lawan tutur terlibat dalam suatu tujuan kegiatan  yang berorientasi pada tujuan tertentu. Sesuai dengan keterangan tersebut, maka  instrumen pada penelitian ini mengacu pa da teori tindak tutur. 

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tindak tutur adalah teori yang  mengkaji makna bahasa yang didasarkan pada hubungan tuturan dengan tindakan  yang dilakukan oleh penutur kepada mitra tuturnya dalam berkomunikasi. Arti - nya, tuturan baru bermakna jika direalisasikan dalam tindakan komunikasi nyata.

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 25 May 2016

Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Guruberbahasa.com- Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi

a)  Tindak Tutur Lokusi  

Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Makna 
tuturan  yang  disampaikan  biasanya  adalah  sebuah  fakta  atau  keadaan  yang   sebenarnya.  Dalam  tindak  tutur  lokusi,  informasi  yang  disampaikan  adalah  yang   sebenarnya.  Tindak  tutur  ini  tidak  mengandung  makna  tersembunyi  dibalik   tuturanya  dan  tidak  menghendaki  adanya  suatu  tindakan  atau  efek  tertentu  dari   mitra tuturnya.

Sebagai contoh, perhatikan tuturan di bawah ini:  
“Ikan paus adalah binatang menyusui”. 

Tuturan tersebut  diujarkan  semata - mata  untuk  mengatakan  sesuatu  (lokusi),  tanpa   maksud  untuk melakukan sesuatu (ilokusi ), apalagi mempengaruhi mitra tuturnya  (perlokusi).  Informasi  yang  dituturkan  pada  contoh  (3)  berupa  penyampaian   sebuah fakta, bahwa Ikan Paus tergolong dalam jenis binatang mamalia.

b)  Tindak Tutur Ilokusi 

Tuturan  selain  berfungsi  untuk  menyampaikan  atau  menginformasikan   sesuatu,  juga  dapat  melakukan  sesuatu.  Tindak  tutur  ilokusi  merupakan  tindak   tutur  yang  mengandung   makna  tersembunyi  atau  makna  lain  yang  dikehendaki   oleh  penutur  terhadap  mitra  tutur.  

Sebagai  contoh,  perhatikan  tuturan  di  bawah   ini: 
“Rambutmu sudah panjang”. 

Tuturan    di atas    apabila    dituturkan    oleh    seorang    laki - laki    kepada    pacarnya     di mak sudkan  untuk  menyatakan  kekaguman,  akan  tetapi  apabila  dituturkan  oleh   seorang  ibu  kepada  anak  lelakinya  atau  o leh  seorang  istri  kepada  suaminya,  kalimat  ini  dimak sudkan  untuk  menyuruh  atau  memerintah  agar  sang  anak  atau   suami memotong rambutnya. 

c) Tindak Tutur Perlokusi 

Dalam  mengatakan  sesuatu,  bila  sebuah  tuturan  menimbulkan  efek  atau   hasil  pada  mitra  tutur,  tinda k  tutur  ini  disebut  dengan  tindak  tutur  perlokusi. Tindak  tutur  perlokusi  adalah  tindak  tutur  yang  menghendaki  adanya  efek  atau   hasil dari sebuah tuturan. 

Sebagai contoh, perhatikan tuturan di bawah ini:  
‘’Rumahnya jauh’’. 

Tuturan tersebut diujarkan oleh penutur kepada ketua perkumpulan. Makna  ilokusi nya  adalah  penutur  ber mak sud  menyampaikan  bahwa  orang  yang  dibicarakan  tidak   dapat terlalu aktif di dalam organisasinya, adapun efek perlokusi yang diharapkan  oleh  penutur  adalah  agar  ketua  perkumpulan  tidak  t erlalu  banyak  memberikan   tugas kepada orang yang dibicarakan tersebut.  

Berikut  ini  merupakan  contoh  ketiga  tindak  tutur  di  atas  dalam  bahasa   Prancis:

‘’La séance est ouverte.’’   
artinya: ‘’Sidang dibuka.’’ 

Tuturan  di  atas  diujarkan  oleh  seorang  hakim  di  sebuah  persidangan,  di  dalam  ruang  sidang,  ketika  menyatakan  sidang  telah  dibuka.  Tuturan  La  séance  est   ouverte  pada  contoh  itu  memiliki  tiga  makna ,  yaitu  makna  lokusi ( makna  sebenarnya ),  makna  ilokusi ( makna  tersirat),  dan  makna  perlokusi  (efek  dari   tuturan).  Secara  lokutif  contoh  itu  menyampaikan  kepada  mitra  tutur  (peserta sidang)   bahwa   sidang   telah   dibuka.   Sedangkan   sec ara   ilokutif   contoh itu menginformasikan kepada  mitra  tutur  bahwa  sidang  akan  dimulai  dan  penutur   mengharapkan  mitra  tutur  untuk  diam.  Adapun  efek  yang  dikehendaki  oleh   penutur  (perlokusi)  yaitu  mitra  tutur  dapat  melaksanakan  apa  yang  dikehendaki   oleh penutur yaitu penutur diam dan mengikuti sidang dengan tertib.

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.