Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Tuesday, 2 July 2019

Pengertian Komet dan Ciri-cirinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian komet dan ciri-cirinya – Di tata surya ada banyak sekali benda langit, selain matahari yang sebagai pusatnya, kemudian planet, asteroid, ada juga yang namanya komet yang terlihat indah bercahaya seperti mempunyai ekor. Komet sejak dulu sering dijadikan sebagai objek penelitian oleh para astronom di dunia. Nah apa itu komet? Seperti apakah komet itu? Bagi kamu yang belum tahu dengan apa yang dimaksud komet, maka kamu bisa menyimak pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan komet ini. Supaya kamu bisa lebih memahami seperti apakah definisi komet, maka di sini juga kami berikan beberapa ciri-ciri komet, bagian bagian komet, jenis-jenis komet dan contoh komet.
 ada juga yang namanya komet yang terlihat indah bercahaya seperti mempunyai ekor Pengertian Komet dan Ciri-cirinya

Pengertian Komet

Asal kata komet adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu “Kometes” yang artinya “Rambut Panjang”. Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong yang tentunya berbeda dari lintasan planet di tata surya. Komet merupakan benda langit yang memiliki ekor ketika bergerak mendekati matahari melalui orbitnya. Komet adalah benda angkasa yang terang dan ditutupi oleh kabut tipis.

Komet terbentuk dari es dan debu . Komet terdiri daripada campuran partikel debu dan gas yang membeku. Bagian komet yang terdiri dari gas dan debu disebut inti komet. Cahaya matahari sering dipantulkan oleh bagian dari komet, sehingga komet tampak mempunayi ekor. Itulah mengapa komet sering disebut bintang berekor. Panjang ekor komet dapat mencapai hingga juaan km, dan arah ekor komet selalu menjauhi matahari. Sebagian bear cahaya komet merupakan pantulan dari cahaya matahari.

Ciri-ciri Komet

Yang merupakan ciri-ciri komet adalah sebagai berikut:
  • Komet bukanlah bintang, namun komet termasuk benda angkasa yang terbentuk dari debu dan gas yang membeku, sebagian besar cahanyanya itu berasal dari matahari.
  • Komet mempunyai lintasan atau orbit yang berbentuk elips atau lonjong, lebih panjang dari pada lintasan planet.
  • Disebut gas pijar, dengan garis edar yang berbeda-beda.
  • Terlihat mempunyai ekor ketika mendekati matahari, sehingga sering disebut sebagai bintang ekor.
  • Arah ekor komet selalu menjauhi matahari, dan ekornya sangat panjang dapat mencapai hingga jutaan km.
  • Sangat mudah terbakar, terlebih pada bagian ekornya.

Bagian Bagian Komet

sebutkan bagian bagian komet? Bagian bagian komet beserta penjelasannya adalah sebagai berikut ini:
  • Inti komet adalah bagian yang sangat padat, diameternya dapat mencapai hingga beberapa kilometer. Terbentuk dari penguapan dari bahan-bahan es penyusun komet, setelah itu berubah menjadi gas.
  • Koma adalah bagian dari komet yang terletak di sekeliling bagian inti, koma merupakan daerah yang berkabut atau mirip tabir.
  • Lapisan hidrogen adalah lapisan yang membungkus atau menyelubungi bagian koma, bagian ini tidak tampak oleh mata manusia. Diameter lapisan hidrogen dapa mencapai sekitar 20 juta kilometer.
  • Ekor adalah bagian gas pada komet yang bercahaya apabila melewati matahari, dan tampak sangat panjang sekali, panjangnya dapat mencapai jutaan kilometer.

Bisa disimpulkan bahwa inti dari komet adalah batu dan es yang padat. Ekor komet selalau menjauhi matahari, ekornya dapat terdiri dari partikel gas dan debu. Ekor debu akan tampak seperti lengkungan dan ekor gas tampak lurus memanjang. Ekor komet dapat terbentuk pada saat mendekati matahari, yakni ketika sebagian dari bagian inti meleleh hingga menjadi gas kemudian angin dari matahari meniup gas tersebut dan bergerak menuju ke arah bagian belakang komet, sehingga tampak seperti ekor yang bercahaya.

Jenis-jenis Komet

Berikut ini adalah jenis jenis komet dan penjelasannya:
  1. Komet berekor panjang adalah komet yang mempunyai lintasan yang sangat jauh , komet ini melewati daerah-daerah yang ada di angkasa yang dingin sekali sehingga dapat menyerap gas-gas di daerah yang dilaluinya. Ketika komet ini mendekati matahari, maka akan melepaskan gas-gas, sehingga membentuk koma dan ekor yang panjang. Contoh komet yang terkenal berekor panjang yaitu komet halley yang bisa terlihat sekitar 76 tahun sekali.
  2. Komet berekor pendek adalah komet yang mempunyai lintasan yang pendek, sehingga gas-gas yang diserap pada daerah yang dilaluinya dianggkasa hanya sedikit. Jadi ketika mendekati matahari gas-gas yang dilepaskan sedikit sehingga tampak mempunyai ekor yang pendek, ada juga yang terlihat hampir tidak mempunyai ekor. Contoh komet berekor pendek adalah komet encke yang melintas mendekati matahari kurang lebih 3,3 tahun sekali.

Contoh Komet

Berikut ini adalah beberapa contoh komet beserta periode berputarnya:
  • Komet Halley adalah komet yang sangat terkenal diantara komet yang lainnya, komet halley terlihat sangat terang dan berekor panjang sehingga bisa terlihat oleh mata manusia tanpa perlu bantuan alat teleskop. Periode kemunculan komet halley adalah dapat terlihat sekitar 76 tahun sekali.
  • Komet Hyakutake adalah komet yang mempunyai ekor yang sangat panjang dibandingkan dengan komet yang lain. Komet ini dinamakan komet hyakute karena penemu komet ini adalah seorang stronom dari jepang yang bernama Yuji Hyakute. Periode orbitnya mencapai hingga 15.000 tahun, namun karena adanya pengaruh gaya gravitasi planet raksasa yang ada di tata surya, periode orbitnya mencapai 72.000 tahun. Jadi untuk bisa melihat komet hyakute lagi dibutuhkan waktu sekitar 72.000 tahun.
  • Komet Encke merupakan komtet yang berekor pendek. Komet encke muncul setiap 3,3 tahun. Komet encke telah ditemukan oleh Pierre Machine pada tahun 1786. Di beri nama komet encke karena nama orang yang melakukan perhitungan terhadap lintasan orbitnya bernama Johann Franz Enncke.
  • Komet West merupakan slah satu komet yang terang ketika melintasi tata surya bagian dalam. Komet west muncul pada tahun 1976.
  • Komet McNaught adalah komet yang paling terang sejak 40 tahun terakhir dan bisa terlihat oleh mata tanpa adanya bantuan alat teleskop. Komet ini ditemukan oleh seorang astronom yang bernama H. McNaught pada tanggal 7 agustus 2006. Komet ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya yaitu Mcnaught. Komet McNaught mendekati jarak terdekat dengan matahari (perhelieon) pada tanggal 12 januari 2007.
  • Komet Hale Bopp merupakan komet yang paling terang dalam sejarah modern dan bisa terlihat oleh mata manusia selama 18 bulan. Komet hale bopp termasuk komet yang paling banyak di amati sejak abad 20.

Contoh komet yang lain yaitu Mellish (tahun 1917), De Kock-Paraskevopoulos (tahun 1941), Ikeya Seki (tahun 1965), Kohoutek (tahun 1973), Shoemoker levy (tahun 1994), dan lain-lain.

Demikian penjelasan yang bisa kami bagikan tentang pengertian komet dan ciri-cirinya. Semoga apa yang kami bagikan melalui blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat bagi kita.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 19 December 2018

Pengertian Tektonisme dan Macam Gerak Tektonisme

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian tektonisme dan macam gerak tektonisme – Dalam tenaga endogen terdapat yang namanya tektonisme. Tahukah kamu apa itu tektonisme? Seperti apa itu gerak tektonisme? Bagi teman-teman yang belum tahu tentang apa yang dimaksud tektonisme, maka kamu bisa menyimak penjelasan tentang definisi dari tektonisme ini. Dengan menyimak penjelasan tentang arti dari tektonisme ini diharapkan teman-teman bisa memahami tentang apa yang dimaksud dengan tektonisme. Selain membahas pengertian tektonisme di sindi juga kami jelaskan tentang macam macam tektonisme. Langsung saja simak penjelasannya sebagai berikut ini.
Pengertian tektonisme dan macam gerak tektonisme Pengertian Tektonisme dan Macam Gerak Tektonisme

Pengertian Tektonisme

Tektonisme atau yang dikenal dengan diastropisme merupakan salah satu bagian dari tenaga endogen. Pengertian dari tektonisme adalah suatu gejala perubahan atau pergerakan kerak bumi dalam skala yang luas. Yang termasuk dalam gejala tektonisme yaitu patahan dan lipatan. Menurut teori tektonik lempeng, kerakbumi dikelompokan menjadi beberapa lempeng yang bergerak satu dengan lain, tetapi gerakan tersebut begitu lambat.

Akibat dari gerakan-gerakan tersebut, lempeng-lempeng tersebut dapat mengalami suatu perubahan-perubahan bentuk, misalkan menjadi lipatan-lipatan atau bergelombang maupun akhirnya bagian tertentu dari lempeng yang patah. Lipatan dapat terjadi karena adanya suatu gerakan yang lambat, namun secara terus menerus. Sedangkan patahan dapat terjadi karena adanya gerakan yang cepat dan secara tiba-tiba.

Macam macam Tektonisme

Jelaskan macam macam tektonisme? Seperti apa macam macam proses tektonisme? Nah berikut ini adalah macam macam gerak tektonisme dan penjelasannya.
  • Epirogenesa adalah suatu gerak yang membentuk benua dengan kecepatan gerak yang sangat lambat yang tidak kita sadari.
  • Orogenesa adalah suatu gerak yang membentuk patahan dan juga lipatan dalam kurun waktu yang begitu cepat dan luas pergerakannya (daerah) lebih sempit dibanding dengan epirogenesa.

Itulah penjelasan yang dapat kami berikan tentang pengertian tektonisme dan macam gerak tektonisme. Semoga apa yang kami jelaskan dalam blog temukan pengertian ini dapat menambah pengetahuan kita.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 5 December 2018

Soal UAS Geografi Peminatan IPS SMA Kelas 10 11 12 Semester 1 Tahun 2018

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Soal UAS Geografi Peminatan IPS SMA Kelas 10 11 12 Semester 1 Tahun 2018 - Selamat datang kembali di www.IndoINT.com, soal lainnya yang akan dibagikan kali ini saya bagikan untuk Guru Peminatan IPS mapel Geografi jenjang SMA/MA/SMK berkaitan dengan referensi soal.

Kegiatan UAS (Ulangan Akhir Semester) yang sekarang disebut dengan istilah (Penilaian Akhir Semester) merupakan penilaian akhir untuk satu semester baik berupa Tes Tulis ataupun Praktik. Untuk jenis Tes Tulis, disini sudah saya sediakan Soal PAS Geografi Kelas 10 11 12 Semester 1 beserta Jawabannya yang bisa anda gunakan untuk bahan latihan siswa.

 soal lainnya yang akan dibagikan kali ini saya bagikan untuk Guru Peminatan IPS mapel Geo Soal UAS Geografi Peminatan IPS SMA Kelas 10 11 12 Semester 1 Tahun 2018

Penting sekali bagi siswa untuk melakukan banyak latihan dengan Soal sebagai pembekalan dan menambah persiapan untuk menjalani Tes nanti. Soal Geografi Kelas 10/11/12 Semester 1 Kurikulum 2013 yang saya bagikan ini bisa mungkin sesuai dengan yang anda harapkan untuk dijadikan bahan latihan. 

Kegiatan UAS/PAS ini sebagai sarana bagi guru dalam mengevaluasi siswanya baik dalam aspek pengetahuan ataupun keterampilan. Untuk aspek Pengetahuan tentunya guru menggunakan Soal UAS sebagai instrumen penilaian. Langsung saja untuk mendownload Soal PAS Geografi SMA/MA/SMK Semester 1 ini, anda bisa menggunakan link yang sudah saya siapkan dibawah.


Download Soal UAS Geografi SMA/MA Semester 1 Kurikulum 2013
  • Soal Geografi Kelas 10 dan Kunci Jawabannya [Download],
  • Soal Geografi Kelas 11 dan Kunci Jawabannya [Download],
  • Soal Geografi Kelas 12 dan Kunci Jawabannya [Download],

Download Juga !!!

Diharapkan dengan Soal UAS Geografi SMA Kelas 10 11 12 Semester 1 Tahun 2018 ini dapat berguna bagi anda dalam menyiapkan pembelajaran dikelas. Kritik dan saran sangat saya harapkan demi peningkatan kualitas blog ini dimasa yang akan datang. Dalam blog ini juga saya sediakan banyak Administrasi Sekolah Lengkap untuk SD, SMP, dan SMA baik yang menyangkut Administrasi Pembelajaran, TU, Kepala Sekolah, Keuangan, dan lain sebagainnya. Cari file yang anda inginkan melalui kotak pencarian dibagain kanan atas blog ini atau melalui menu yang tersedia.

Sumber http://www.downloadadmintrasisekolah.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 27 October 2017

Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian sungai dan jenis jenis sungai - Sungai dapat katakan sebagai air yang mengalir. Sungai terdiri dari berbagai macam atau jenis sungai menurut sumber airnya dan menurut debit airnya. Namun sebelum kita bahas tentang jenis-jenis sungai terlebih dahulu kita akan membahas tentang apa yang dimaksud sungai?. Menurut para ahli Pengertian sungai adalah air yang secara alamiah mengalir melalui sebuah saluran alam. Umumnya sungai akan bermuara sampai ke danau-danau atau laut. Namun ada juga sungai yang bermuara tidak sampai laut, sungai tersebut ada di daerah gurun yang kering,sungai seperti ini kalau di australia disebut dengan creek dan kalau di arab disebut dengan wadi. Terdapat jenis-jenis sungai menurut sumber airnya yatu sungai hujan, sungai gletsyes, dan sungai campuran. Sedangkan jenis sungai menurut debit airnya ada 3 yaitu sungai permanen, sungai periodik, dan sungai episodik. Agar dapat mengetahui lebih jauh tentang macam-macam atau jenis-jenis sungai silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Jenis sungai berdasarkan sumber airnya

1. Sungai Hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan baik itu seara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung artinya sungai hujan berasal dari air hujan jika curah hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permmukaan bumi dan masuk ke dalam aliran sungai. Sedangkan secara tidak langsung artinya sungai hujan berasal dari air hujan, jika curah hujan yang jatuh mengalami peresapan terlebihh dahulu ke dalam tanah (infiltrasi), dan di tempat yang lebih rendah air hujan yang tadi meresap ke dalam tanah akan muncul kembali ke permukaan bumi sebagai mata air, lalu membentuklah aliran sungai. Di Indonesia sungai-sungai umumnya termasuk jenis sungai hujan, kecuali ada beberapa sungai di Papua yang termasuk sungai campuran.

2. Sungai gletser adalah sungai yang airnya bersumber dari salju yang mencair/ gletsyer. Gletsyer merupakan lapisan es yang secara perlahan bergerak melalui lembah menuruni pegunungan karena adanya gaya berat. Sungai gletsyer rata-rata ada di daerah yang mempunyai iklim dingin dan yang berada di sekitar kutub.

3. Sungai campuran adalah sungai yang sumber airnya dari air hujan dan juga dari gletsyer yang mencair. Sungai campuran berada di daerah lintang sedang, pegunungan yang ketinggiannya sangat tinggi biasanya ditutupi oleh salju, dan disitu banyak gletsyer menuruni lereng lewat lembah. Karena adanya perubahan suhu lah, salju dan gletsyer dapat mencair sewaktu-waktu dan mengisi lembah sungai yang ada di sekitarnya. Selain itu, di daerah tersebut juga memiliki presipitasi yang tinggi, maka air hujan yang ada di daerah tersebut akan masuk ke dalam palung sungai. Di Indonesia sungai campuran contohnya yaitu sungai Memberamo dan Digul di Provinsi Papua, hulu kedua sungai tersebut berada di sekitar Punca Pegunungan Jayawijaya, puncak jayawijaya selalu tertutup oleh salju abadi.

Jenis sungai berdasarkan debit airnya

1. Sungai permanen adalah sungai yang mempunyai debit air hampir tetap sepanjang tahun. Sungai permanen ketika musim penghujan maupun kemarau mempunyai perbedaan debit air yang tidak begitu besar. Contoh dari sungai permanen yaitu sungai Memberamo, sungai musi, sungai kapuas, sungai barito dan sungai mahakam.

2. Sungai periodik adalah sungai yang debit airnya melimpah/ banyak ketika musim penghujan dan ketika musim kemarau debit airnya kecil. Jenis sungai seperti ini banyak terdapat di pulau jawa, sebab DAS sungai-sungai yang ada di pulau jawa banyak yang berubah menjadi daerah pertanian. Sebagai contoh sungai periodik yaitu sungai brantas dan sungai bengawan solo.

3. Sungai episodik adalah sungai yang sungai yang pada saat musim penghujan debit airnya besar, namun pada saat musim kemarau kering. Jenis sungai seperti ini banyak dijumpai di daerah yang mempunyai musim kemarau sangat panjang dibanding dengan musim penghujannya. Sebagai contoh jenis sungai episodik yaitu sungai Kalada yang ada di pulau Sumbawa.
Pengertian sungai dan jenis jenis sungai Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai
(Sungai)

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan kepada anda tentang Pengertian Sungai dan Jenis jenis Sungai. Semoga artikel tentang pengertian sungai dan jenisnya tersebut dapat memberikan manfaat untuk anda.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 25 October 2017

Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan - Pengertian hujan adalah endapan air yang ada di udara jatuh di permukaan bui. Hujan mempunyai jenis-jenis hujan menurut proses terjadinya hujan selalu dimulai dengan terbentuknya awan, yakni terjadinya perubahan uap air yang ada di udara menjadi butiran-butiran air atau es yang dikarenakan adanya proses pengembunan atau kondensasi. Meskipun awan mempunyai kandungan air yang cukup, tetapi tidak semua awan dapat mendatangkan hujan. Butiran-butiran air yang dapat membentuk awan mempunyai diameter sekitar 0,014 mm sampai 0,035 mm, sangat kecil dan beratnya ringan yang mmembuatnya melayang-layang di udara. Menurut teori benturan, butiran-butiran air yang ada di dalam awan satu sama lain saling berbenturan. Sehingga dengan benturan tersebut dapat menyebabkan butiran tersebut menjadi bersatu dan ukurannya menjadi bertambah besar dengan diameter bisa mencapai 0,5 mm. Karena gaya beratnya butiran tersebut jatuh ke bumi sebagai air hujan.
 endapan air yang ada di udara jatuh di permukaan bui Pengertian Hujan dan Jenis jenis Hujan
(Hujan)

Jenis-Jenis Hujan

Menurut proses terjadinya, jenis hujan terdiri atas hujan orografis, hujan konveksi, hujan frontal dan hujan buatan.

Hujan Orografis

Topografi mempunyai peranan yang sangat besar terhadap terjadinya hujan. Angin dengan banyak membawa uap air pada saat melalui pegunungan/ gunung mendaki lereng semakin tinggi udara bergerak menuju ke atas, maka udara tersebut akan seakin dingin, kejadian itu akan membuat uap air yang dibawanya mengalami kondensasi atau pengembunan dan menjadi titik-titik air yang membentuk awan. Semakin banyaknya pembentukan titik air akan menimbulkan hujan di lereng yang menghadap ke arah datangnya angin tadi. Angin akan terus bertiup melalui puncak dan menuruni lereng, namun angin tidak membawa uap air lagi, sehingga pada lereng yang membelakangi arah darimana datangnya angin tidak akan turun hujan. Lereng yang membelakangi arah angin tersebut disebut dengan daerah bayangan hujan.

Hujan Konveksi

Biasanya hujan konveksi sangat lebat, namun berlangsunya hanya dalam waktu sebentar dan meliputi wilayah yang sempit. Terjadinya hujan konveksi (zenith) ialah pada siang hari sehingga hujan ini disebut dengan hujan tengah hari. Di siang hari pada saat udara cerah, permukaan bumi terjadi pemanasan yang tinggi. Akibatnya, udara akan mengembang dan bersama-sama dengan uap air naik ke atas secara vertikal dan proses ini berlangsung begitu singkat. Uap air yang naik menuju ke atas akan mengalami pendinginan dan pengembunan (berubah menjadi titik-titik air) yang akan mengakibatkan turunnya hujan.

Hujan Frontal

Front adalah permukaan yang membatasi antara 2 masa udara yang temperaturnya berbeda antara satu dengan yang lain. Terjadinya hujan frontal bermula dari udara yang lebih hangat menjadi lebih ringan dan posisinya lebih cenderung berada di atas udara yang lebih dingin. Udara yang lebih hangat diangkat udara yang dingin. Sehingga udara yang lebih hangat akan terangkat lalu mengembang dan mendingin. Pada saat proses pendinginan akan terbentuklah titik-titik air, yaitu awan. Sesudah titik-titik air tersebut mengalami kejenuhan, akan jatuh dan terjadilah hujan yang disebut dengan hujan frontal. Hujan frontal umumnya terjadi pada daerah lintang sedang, di mana udara akan bergerak dari daerah kutub (bertekanan tinggi) bertemu dengan udara dari zona yang bertekanan rendah, yaitu dari daerah sub tropis.

Hujan Buatan

Seiring dengan kemajuan teknologi khususnya dalam bidang meteorologi, sudah ditemukan kemampuan dalam hal membuat hujan buatan. Cara membuat hujan buatan yaitu dengan menaburkan bahan pendingin seperti es kering atau bahan kimia Argentium lodida ke dalam awan supaya proses pembentukan awan lebih cepat. Biasanya hujan buatan sering dibuat pada musim kemarau panjang atau kalau ada kebakaran hujan yang luas.

Menurut bentuknya, jenis-jenis hujan terddiri dari hujan rintik-rintik, hujan salju, hujan es, dan hujan asam.

Hujan Rintik-rintik 

Hujan rintik-rintik terjadi dari awan berlapis yang rendah dekat dengan permukaan bumi. Terjadinya hujan rintik-rintik dikarenakan butiran-butiran air yang ada di awan sangat kecil, ukuran diameternya antara 0,2-0,5 mm.

Hujan Salju 

Salju merupakan kristalan es yang halus. Salju dapat terbentuk dari uap air yang mengalami pendinginan hingga di bawah titik beku yaitu 0 derajat celcius. Salju tersebut lalu akan jatuh ke permukaan bumi, namun tidak sempat mencair dikarenakan suhu pada permukaan bumi yang dingin, biasanya kurang dari 5 derajat celcius. Biasanya hujan salju ini terjadi di daerah kutub, daerah yang iklimnya sedang di musim dingin dan di puncak gunung yang tinggi. Hujan salju juga terjadi di Indonesia yaitu terjadi di puncak gunung Jayawijaya provinsi papua. Hujan salju di gunun Jayawijaya bisa terjadi karena ketinggian gunung tersebut melampaui batas salju di daerah tropis yaitu lebih dari 4500 meter di atas permukaan laut.

Hujan Es 

Hujan es disebut dengan hujan batu, karena hujan ini disertai dengan butiran es yang jatuh ke bumi. Terjadinya hujan es ialah karena addanya arus udara yang banyak menganddung uap air bergerak vertikal sampai ke lapisan udara yang tinggi, sehingga suhu udara akan menjadi dibawah 0 derajat celcius. Akibatnya uap air yang terkandung di udara tersebut secara cepat berubah menjadi kristalan es, lalu jatuh ke bumi sebagai hujan es. Beberapa diantara kristalan es tersebut ada yang sudah mencair sebelum sampai ke permukaan bumi. Oleh sebab itu kadang hujan es juga disertai hujan lebat di siang hari, namum berlangsungnya hanya dalam waktu yang singkat.

Hujan Asam

Hujan asam sering terjadi di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Eropa karena di negara industri sering terjadi pencemamran udara karena asap pabrik. Hujan asam adalah hujan yang mengandung endapan asamm yang begitu tinggi, hujan asam ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Dalam udara kandungan asam seperti oksida nitrogen dan oksida sulfur yang bersuber dari asap pabrik atau industri, akan mengalami perubahan kimia saat di udara kemudian jatuh ke bui sebagai hujan asam dala air hujan kabut dan salju, bahkan sebagai partikel kering yang membentuk asam. Akibat dari hujan asam ialah kerusakan hutan dan kematian ikan yang ada di danau-danau. Di negara Amerika Utara dan Eropa ribuah hektare hutan telah rusak karena hujan asam ini. Mula-mulanya kerusakan dimulai dari daun-daun pada dahan dan ranting yang menyinggung, lalu gugur pucuknya dan akhirnya mati ada juga yang tumbuh keril. Di Amerika Utara dan Skanddinavia, ikan-ikan di danau mati karena akibat hujan asam. Karena banyaknya dampak negatif yang terjadi, maka dibutuhkan kesadaran dari seluruh pihak, terutama dari negara-negara industri supaya berusaha menanggulanggi masalah pencemaran udara yang dapat mengganggu lingkungan hidup.

Demikian penjelasan dari kami tentang Pengertian Hujan dan Jenis Jenis Hujan semoga pengertian tersebut dapat memberikan manfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 22 August 2017

Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bumi bentuknya bulat, terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana?. Bagaimana memindahkan bidang bulat bumi ke bentuk datar?. Disinilah diperlukan sebuah teknik proyeksi peta..Syarat-syarat untuk menyatakan bentuk bola ke bentuk bidang datar dengan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan peta adalah sebagai berikut. Baca juga: Kaitan geografi dan paleoklimatik

1. Jarak antara satu titik dengan titik lainnya di atas permukaan yang diubah harus benar.
2. Luas permukaan yang diubah harus benar.
3. Bentuk yang diubah hars benar.
4. Arah yang diubah harss tetap/benar.

Untuk dapat memenuhi keempat syarat itu sekaligus adalah suatu hal yang tidak mungkin dan satu saja dari syarat di atas untuk seluruh bola dunia juga merpakan hal yang tidak mungkin. Dan Oleh karena tu, untk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah lebih besar, kita harus mengadakan kompromi antara keempat syarat itu.


Baca juga:
Terbentuknya pegunungan Himalaya karena obduksi
Kualitas dan salinitas air laut
Ekosistem hutan hujan tropik

Sebagai akibat dari kompromi itu keluarlah bermacam jenis proyeksi peta. Setiap proyeksi mempunyai kebaikan dan kelemahan,sesuai dengan tujuan peta dan bagian dari muka bumi yang digambarkan.

 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Proyeksi peta normal

Pembagian proyeksi berdasarkan bidang asal, yaitu

a.    proyeksi azimutal/zenithal (bidang datar),

b.    proyeksi conical (kerucut),
c.    proyeksi sylindrical (silinder tabung), dan
d.    proyeksi arbitrary (gubahan).

a. Proyeksi Bidang Datar (Proyeksi Zenithal)


Bidang proyeksinya datar yang berpusat pada satu titik. Proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah kutub. Contoh peta proyeksi azimutal dapat dilihat pada gambar diatas.


Proyeksi Azimut/Zenithal dibedakan menjadi 3 macam Proyeksi.

1. Proyeksi azimuth normal, yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
2. Proyeksi azimuth transversal, yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
3. Proyeksi azimuth oblique, yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu di sembarang tempat pada bola bumi.

b. Proyeksi Kerucut (Proyeksi Conical)

Proyeksi kerucut adalah pemindahan dari garis-garis meridian dan paralel pada suatu globe ke sebuah kerucut. Proyeksi tersebut normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi yang termasuk pada proyeksi kerucut adalah:


1. proyeksi kerucut dengan sebuah patokan lintang.

2. proyeksi kerucut dengan dua buah patokan lintang.

Proyeksi kerucut dibedakan menjadi 3 macam proyeksi kerucut normal, transversal, dan oblique.

1. Proyeksi kerucut normal, jika garis sing-gung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (paralel standar).
2. Proyeksi kerucut transversal, apabila kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bagi tegak lurus.
3. Proyeksi kerucut oblique, apabila sumbu kerucut terhadap sumbu bumi berbentuk miring.

 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Sudut proyeksi peta
c. Proyeksi Silinder (Proyeksi Cylindrical)

Proyeksi ini berdasarkan prinsip pemin-dahan garis-garis meridian dan paralel bumi dari bidang silinder yang diselubungkan ke bola bumi dan kemudian dibentangkan menjadi peta datar. Bidang proyeksi silinder ini dalam keadaan proyeksi normal cocok untuk daerah ekuator. Proyeksi yang termasuk pada proyeksi tabung atau silinder, yaitu proyeksi silinder sama luas (equal area) disebut juga proyeksi mumi.


Ciri-cirinya:


1. Meridian adalah garis-garis yang sejajar dan beijarak sama antara satu dengan lain.

2. Paralel garis lurus, sejajar satu sama lain, tetapi jarak antara satu dengan lainnya makin kecil ke arah kutub. 
3. Proyeksi ini tidak pemah dipakai.

d. Gubahan (Proyeksi Arbitrary)

Biasanya Dipergunakan untuk menggambarkan peta-peta yg sudah kita jumpai sehari-hari, merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh secara perhitungan.


Contoh:

1.  Proyeksi Mollweide
2. Proyeksi Gall. Sifatnya sama luas dan bentuknya sangat. Berbeda pada lintang-lintang mendekati kutub.
3. Proyeksi Mercator dan proyeksi silinder mumi 
SKALA PETA
Sebuah peta harus memiliki skala karena komponen penting peta adalah skala. Skala peta bisa muncul di bagian bawah atau samping peta.
 terus cara buat peta yang ebntuknya datar gimana Cara Membuat Proyeksi Peta dan Skala Peta
Skala peta angka dan garis
Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dngan jarak sebenarnya di lapangan. Skala peta terbagi menjadi skala angka dan skala garis. Skala peta umum menggunakan satua centimeter di Indonesia sementara di AS menggunakan inchi. Baca juga: Trik menjawab soal UN Geografi


Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 3 August 2017

Pengertian Erosi dan Macam macamnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Erosi dan Macam macamnya - Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan erosi? Erosi adalah sebuah pengikisan serta pemindahan hasil pelapukan yang disebabkan air, angin, serta gletser dari tempat semula ke tempat yang lain. Erosi mempunyai sebab yang bisa mengakibatkan dampak-dampak dari erosi baik itu dampak positif maupun negatif atau baik itu yang mempunyai manfaat maupun merugikan. Namun terkadang sifa negatif maupun kerugian lebih banyak daripada manfaat. Maka dari itulah erosi perlu ditanggulangi melalui tindakan atau cara-cara supaya nantinya tidak menyebabkan kerugian baik untuk pemerintah maupun warga apa lagi kalau sampai ada korban jiwa. Umumnya erosi permukaan batuan yang sudah lapuk mudah hanyut oleh air yang mengalir bahkan bisa juga tertiup angin. Menurut proses terjadinya, terdapat 4 macam erosi.

Macam-macam Erosi

1. Erosi oleh Air Sungai

(Erosi pada lahan miring)

Aliran air sungai bisa mengakibatkan proses pengangkutan material-material yang mengapun ataupun yang ada di dasar sungai hingga hanyut ke hilir. Pada bagian hulu, arus sungai mengalir deras menyebabkan erosi bekerja secara vertikal ke dasar sungai hingga merubah bentuk badan sungai menjadi lembah sperti huruf V.

Arus sungai pada bagian muara samakin melambat sebab sungai mengalir pada tempat yang makin datar. Hal itu membuat erosi ke arah dasar sungai makin kecil, namun erosi yang besar terjadi pada dinding sungai disebut erosi horizontal. Akibat dari kejadian itu di bagian muara sungai makin lebar sehingga merubah bentuk sungai menjadi lembah seperti huruf U.

2. Erosi oleh Air Laut (Abrasi)

(Formasi gua-gua semakin lama akan hilang dan terbentuk stack karena abrasi)

Erosi oleh air laut disebut dengan abrasi atau disebut erosi marine. Penyebab dari erosi ini yaitu hempasan ombak pada pantai. Pengaruh abrasi sangat besar pada pantai-pantai yang curam. Pada wilayah pantai yang hutan bakaunya ditebang habis, abrasi bisa menyebabkan rusaknya lingkungan di sepanjang pantai. Bentuk dari abrasi dapat kita lihat di pantai yang curam berupa pintu air, gua-gua, cliff dan stack. Awalnya pada bagian bawah dari pantai yang curam sedikit demi sedikit terkorek oleh kikisan air laut, dalam waktu yang lama maka terbentuklah ronga-rongga, gua gua, maupun pintu air. Gua-gua yang terbentuk cukup besar hingga akhirnya runtuh, setelah itu karena adanya proses abrasi berikutnya terbentuklah gua-gua baru. Mengenai dalamnya gua-gua yang terbentuk itu bergantung dari jenis batuan pantai. Di pantai yang terdiri atas batuan keras, bisa terbentuk gua yang besar serta dalam. Stack merupakan sisa-sisa batuan/ tonggak-tonggak batu yang tampak berdiri di atas permukaan laut. Tonggak-tonggak batu tersebut adalah bagian batuan yang keras dan tahan terpaan gelombang laut.Cliff yaitu pantai terjal, terjadinya disebabkan adanya kikisan air laut terhadap pantai. Terkadang kemiringan hingga tegak lurus dengan permukaan air laut. Abrasi pantai yang curam dapat berakibat terjadi penyempitan dataran di sepanjang pantai.

3. Erosi oleh Gletsyer

(Perkembangan Cliff yang terjadi pada daerah teluk akan membentuk fyord)

Terjadinya pengikisan oleh gletsyer disebut dengan eksarasi atau erosi glasial. Gletsyer merupakan lapisan es yang secara perlahan bergerak menuruni lembah pada lereng pegunungan karena gaya beratnya. Adanya gerakan gletsyer ini menyebabkan terjadinya pengikisan pada dasar dan samping kiri-kanan lembah tersebut. Pengikisan gletsyer menghasilkan puing-puing yang akhirnya diendapkan di ujung gletsyer ketika gletsyer mulai mencair. Sebutan dari endapan gletsyer yaitu moraine. Bentuk dari muka bumi yang disebabkan erosi glasial yaitu danau glasial dan pantai fyord. Danau glasial yaitu danau yang terbentuk oleh lapisan tanah yang terkikis gletsyer sehingga membentu sebuah lekukan. Contoh dari danau glasial yaitu danau-danau besar dikanada, danau yang terdapat di swiss, danau yang terjadi di zaman es. Fyord yaitu teluk yang dalam, menjorok ke daratan pantai yang sempit dan curam. Contohnya di pantai-paintai Norwegia.

4. Erosi oleh Angin

Erosi oleh angin disebut dengan deflasi, sering terjadi pada daerah yang kering, misalnya di daerah gurun. Yang menjadi faktor penting perombakan bumi adalah kekuatan angin yang mengikis dan membangun bentuk-bentuk permukaan bumi. Batuan yang terjadi pelapukan, akan dikikis serta diangkut oleh angin. Jika kekuatan angin melemah, bahan yang diangkut akan diendapkan. Selain itu deflasi, pada gurun juga terjadi korasi yaitu angin yang mengangkut pasir secara keras mengikis batuan pada daerah tersebut. Pengikisan yang terjadi seperti ini akan mengasah serta mengikis batuan yang kuat. 

Bentuk-bentuk muka bumi akibat deflasi dan korasi adalah:
  • Batu angin ialah batu yang di bagian atasnya terbatasi 3 bidang atau lebih, bentuknya mirip dengan piramida.
  • Arch merupakan batu berbentuk sedikit melengkung serta ada lubangnya seperti terusan. Terjadinya batu ini karena korasi mengasah bagian batuan lembek serta pengaruh korasi yang kurang di bagian atas.
  • Batu jamur, bentuknya mirip cendawan/ jamur.

Demikian artikel tentang Pengertian Erosi dan Macam macamnya. Semoga dapat memberikan bermanfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 11 July 2017

Pengertian dan Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian dan pengaruh letak astronomis indonesia - Tentunya dalam Astronomis akan dibahas tenang pengertian letak astronomis, pengertian garis lintang (lintang utara dan lintang selatan), Pengeertian garis bujur (bujur timur dan bujur barat) dan garis katulistiwa. Semua itulah serangkaian dengan yang namanya letak astronomis Indonesia. Setiap negara yang berada di benua eropa, asia, afrika, australia dan amerika mempunyai letak astronomi yang tidak sama dengan pengaruh yang tidak sama pula. Begitu pula dengan letak astronomis Indonesia yang mempunyai pengaruh untuk Indonesia. Karena itulah dalam pembahasan ini kami akan mengulas tentang Pengaruh letak Astronomi Indonesia dan rangkaian yang berkaitan tentang astronomi.

Garis lintang adalah garis yang sejajar dengan garis khatulistiwa yang melintang mengelilingi bumi hingga ke daerah kutub. Sedangkan garis bujur adalah garis tegak yang sejajar menghubungkan wilayah kutub selatan dan utara. Garis-garis itu adalah garis khayalyang dijadikan sebagai patokan untuk menunjukan posisi di permukaan bumi.
Pengertian dan pengaruh letak astronomis indonesia Pengertian dan Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomi adalah posisi sebuah tempat berdasarkan dari garis bujur dan garis lintang. Letak astronomis Indonesia berada diantara 6 °LU-11°LS dan diantara 95°BT-141°BT. Tempat paling utara Indonesia adalah pulau Weh di Nanggroe Aceh Darussalam yaitu berada di 6° LU. Untuk tempat paling selatan yaitu pulau Roti di Nusa Tenggara Timur yaitu berada di 11°LS. Tempat di Indonesia yang berada di paling barat yaitu ujung pulau Sumatra yaitu di 95°BT.  Kemudian tempat di Indonesia yang berada di paling timur yaitu ada di Merauke berada di 141°BT.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Pengertian dan pengaruh letak astronomis indonesia Pengertian dan Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

1. Garis Lintang 

Garis lintang adalah garis khayal pada globe atau peta yang posisinya sejajar dengan garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa merupakan garis yang membelah bumi menjadi 2 belahan yaitu utara dan selatan. Garis khatulistiwa disebut juga dengan garis equator atau juga disebut garis lilin yaitu garis lintang 0°. Garis lintang digunakan sebagai pembagi wilayah iklim pada bumi yang disebut dengan iklim matahari.

Wilayah Indonesia berdasarkan posisi garis lintangnya berada diantara 6° LU — 110 LS. Posisi itulah yang membuat wilayah Indonesia ini beriklim tropis.

Ciri-ciri iklim tropis di indonesia adalah:
  • Mempunyai curah hujan yang tinggi
  • Mempunyai hujan hutan tropis yang luas dan bernilai ekonomis tinggi
  • Memperoleh sinar matahari sepanjang tahun di berbagai musim.
  • Terjadinya penguapan sehingga membuat kelembapan udara menjadi tinggi.

2. Garis Bujur

Garis bujur adalah garis khayal pada globe atau peta yang menghubungkan antara kutub selatan dan kutub utara bumi. Bumi terbagi menjadi 180° BT (Bujur timur) dan 180° BB (Bujur barat). Perhitungan garis bujur 00 diawali dari kota Greenwich. Garis bujur digunakan sebagai penentuan waktu suatu wilayah. Letak astronomis Indonesia berada di 95°BT-141°BT. Dengan letak astronomis tersebut Indonesia mempunyai 3 daerah waktu yaitu:
  • Daerah Waktu Indonesia Barat (WIB), yang meliputi wilayah sumatra, jawa, madura, kalimantan barat, kalimantan tengah serta pulau-pulau kecil disekelilingnya. WIB mempunyai selisih 7 jam lebih awal dari Greenwich Mean Time (GMT).
  • Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA) yaitu meliputi wilayah bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan timur, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Selisih waktu WITA dengan GMT yaitu WITA lebih awal 8 jam dari GMT.
  • Daerah Waktu Indonesia Timur (WIT) yaitu meliputi wilayah Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil disekelilingnya. WIT mempunyai selisih waktu lebih awal 9 jam dari GMT.
Baca juga artikel tentang: Pengertian dan Pengaruh Letak Geografis Indonesia.

Demikian artikel dari kami tentang Pengertian dan Pengaruh Letak Astronomis Indonesia, semoga bermanfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 18 March 2017

Lipatan Dan Gejala Perlipatan Pada Bumi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Gejala perlipatan terjadi karena penyebab dari adanya gaya tektonik yang menekan secara terus menerus dan secara posisi horizontal pada suatu lapisan batuan, baik pada salah satu tepi lapisan maupun pada kedua tepi lapisan. Akibatnya, lapisan yang mengalami tekanan tersebut terlipat pada bagian-bagian yang relatif lemah.  Bagian-bagian yang membentuk struktur lipatan terdiri atas sinklin, antiklin, dan sayap. Antiklin adalah bagian dari struktur lipatan yang berbentuk cembung ke atas. Sinklin adalah bagian dari struktur lipatan yang berbentuk cekung ke atas. Sayap (limb) adalah bagian dari struktur lipatan yang terletak miring, dimulai dari puncak suatu antiklin sampai titik paling bawah suatu sinklin.
Gejala perlipatan terjadi karena penyebab dari adanya gaya tektonik yang menekan secara te Lipatan Dan Gejala Perlipatan Pada Bumi
Horst dan graben
Bentuk gejala perlipatan di muka bumi bermacam-macam. Perbedaan bentuk lipatan ini terjadi karena kekuatan pembentuk lipatan yang berbeda serta lapisan batuan yang berbeda pula. Secara umum ditemukan beberapa variasi bentuk lipatan berikut.
  1. Lipatan tegak, merupakan bagian lipatan dengan bidang poros dalam posisi yang vertikal.
  2. Lipatan condong, yaitu lipatan dengan bidang poros miring.
  3. Lipatan isoklin, yaitu lipatan dengan posisi kedua sayap hampir sejajar. Bidang porosnya bisa tegak lurus maupun miring.
  4. Lipatan menggantung, yaitu lipatan yang kemiringan sayap dan kecuramannya sudah melalui poros vertikal.
  5. Lipatan rebah, yaitu lipatan yang bidang porosnya sudah mendekati horizontal.
  6. Monoklin, yaitu suatu pencuraman setempat di suatu daerah yang umumnya ditandai oleh kemiringan yang sangat landai.  
  7. Lipatan terbuka, yaitu lipatan yang masih memiliki potensi untuk lebih melengkung lagi.
Proses perlipatan terjadi saat tumbukan antara dua lempeng litosfer (lempeng benua dengan lempeng benua) yang bergerak dan arah berlawanan secara mendatar. Proses perlipatan menyebabkan terbentuknya pegunungan lipatan. Contoh jalur pegunungan lipatan di dunia adalah Sirkum Mediteran, Sirkum Pasifik dan jalur pegunungan lipatan Busur Australia (Irian Jaya).
Gejala perlipatan terjadi karena penyebab dari adanya gaya tektonik yang menekan secara te Lipatan Dan Gejala Perlipatan Pada Bumi
Lipatan pegunungan
Pegunungan Sirkum Mediterania memanjang mulai dari Pegunungan Atlas (di Afrika Utara) berlanjut ke Pegunungan Alpen (di Eropa Selatan) ke Pegunungan Himalaya (di Asia), hingga ke rangkaian pegunungan yang ada di wilayah Indonesia (Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan berakhir di Kep. Maluku). Di Indonesia sendiri jalur pegunungan lipatan Sirkum Mediteran tersebut terbagi menjadi dua bagian berikut.

a.Busur Dalam yaitu jalur pegunungan yang bersifat vulkanik (kegunungapian). Termasuk ke dalam jalur pegunungan ini adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatera, pegunungan yang ada di Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Solor, Wetar, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Saparua.

b.Busur Luar yaitu jalur pegunungan yang bersifat non vulkanik (tidak menampakkan sifat-sifat kegunungapian). Rangkaian pegunungan ini hanya merupakan rangkaian pegunungan lipatan saja. Sebagian jalur pegunungan ini berada di atas permukaan laut (daratan) dan sebagian lainnya berada di bawah permukaan laut. Termasuk jalurpegunungan ini adalah Pulau Simulue, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai, Pulau Enggano, kemudian tenggelam (di sepanjang bagian selatan Pulau Jawa). Pegunungan ini muncul kembali ke atas permukaan laut sebagai Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Pulau Babar, Kepulauan Kai, Pulau Seram, dan berakhir di Pulau Burn.

Pegunungan Sirkum Pasifik dimulai antara Pegunungan Andes yang ada (di Amerika Selatan) kemudian akan berlanjut ke Pegunungan Rocky (Rocky Mountains) tepatnya yang ada di Amerika Utara, kemudian berbelok ke daerah Kepulauan Jepang lalu kemudian bersambung dengan pegunungan di Kepulauan Filipina. Selanjutnya, di Kepulauan Indonesia, jalur pegunungan ini bercabang dua. Kedua cabang tersebut adalah sebagai berikut. 

a.Cabang pertama, dimulai dari Pulau Luzon di Filipina berlanjut ke pegunungan di Pulau Kalimantan melalui Pulau Palawan dan Kepulauan Sulu.

b.Cabang kedua, dimulai dari Pulau Luzon, berlanjut ke Pulau Samar, Pulau Mindanau, Kepulauan Sangihe, dan berakhir di Pulau Sulawesi.

Jalur pegunungan lipatan Busur Australia (Irian Jaya), jika kita amati lebih seksama sesungguhnya lebih merupakan cabang kelanjutan dari Sirkum Pasifik. Jalur ini menyusuri sisi barat daya Samudera Pasifik, dimulai dari Puluu Luzon, Pulau Mindanau di Filipina, kemudian berlanjut ke Pulau Halmahera, Pulau Irian (Papua), dan bersambung ke Pegunungan Alpen di Australia. Hanya saja, di wilayah Indonesia seolah jalur pegunungan ini merupakan jalur pegunungan lipatan tersendiri.

Demikian artikel tentang Lipatan Dan Gejala Perlipatan Pada Bumi.Semoga bermanfaat.
Gambar: disini, disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 15 March 2017

Bentuk Muka Bumi Akibat Proses Diatropisme

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sebagaimana telah kita ketahui, muka bumi bukan merupakan satu lempengan berbentuk bulat. Muka bumi terdiri atas beberapa lempengan yang saling bergerak relatif dalam berbagai arah. Akibat pergerakan lempeng-lempeng tersebut, maka terjadilah perubahan bentuk muka bumi.

Perubahan bentuk muka bumi dapat terjadi karena aktivitas tektonik atau proses diatropisme. Pergerakan antara lempeng yang satu dengan Iainnya menghasilkan fenomena yang menakjubkan berupa gunung dan pegunungan, daerah lipatan dan sesar, lembah, dan lain-lain. Perubahan tersebut terjadi karena adanya aktivitas pergerakan lempeng yang saling menumbuk, menjauh, dan saling bergesekan.

Dilihat dari kecepatan gerak dan ukuran muka bumi yang terkena efeknya, diatropisme dapat dibedakan menjadi orogenesa dan epirogenesa. Sementara itu dilihat dari bentuk hasilnya, diatropisme dapat dibedakan menjadi sesar, lipatan, dan rekahan.

Orogenesa berarti proses pembentukan pegunungan. Proses tersebut teijadi akibat adanya gerakan-gerakan kerak bumi (lempeng litosfer) yang saling mendekat dan bertumbukan satu sama lain. Sebagaimana telah dijelaskan terdahulu, akibat proses tumbukan dua buah lempeng litosfer ini maka pada zone sepanjang sisi tumbukannya akan terbentuk jalur pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Misalnya, rangkaian pegunungan lipatan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. 
 
 muka bumi bukan merupakan satu lempengan berbentuk bulat Bentuk Muka Bumi Akibat Proses Diatropisme
Patahan Sumatera

Dilihat dari kecepatan gerakan tektoniknya dan Iuas areal terbentuknya, proses orogenesa relatif cepat dibandingkan dengan proses epirogenesa. Tentunya ukuran kecepatan di sini tidak dapat menggunakan ukuran usia manusia, karena proses pembentukan pegunungan (orogenesa) dapat memakan waktu ratusan bahkan ribuan tahun lamanya.

Adapun epirogenesa adalah proses penurunan atau penaikan benua (kontinen) yang nantinya akan berdampak dan akan memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan proses orogenesa. Salah satu contoh dari peristiwa epirogenesa akan menjadi benua-benua seperti yang ada sampai detik ini. Sebagaimana juga yang telah dijelaskan oleh ilmuwan dulu dan juga menurut para ahli geologi bahwa lebih dari 200 juta tahun lalu pada planet bumi kita ini cuma ada satu benua tanpa pecah yaitu yang disebut Pangaea

Karena adanya tenaga tektonik, Pangaea terpecah perlahan-lahan menjadi Benua Laurasia dan Gondwana yang dipisahkan oleh lautan yang disebut Tethys. Kemudian, Benua Gondwana pernah mengalami penurunan sehingga tenggelam di bawah permukaan laut dan menjadi dasar samudra Hindia.

Sesar (faults)
Sesar atau sering pula disebut patahan adalah suatu rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran. Akibatnya, teijadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan, baik secara vertikal maupun horizontal. Jika rekahan tersebut tidak menimbulkan pergeseran, maka tidak dikatakan sebagai sesar. Jarak pergeseran dapat mencapai beberapa sentimeter saja sampai ratusan kilometer. Dilihat dari bagian-bagiannya, sebuah sesar terdiri atas beberapa bagian berikut.
  1. Gawir yang merupakan bidang atau sisa dari suatu bidang rekahan. Gawir tersebut dinamakan gawir sesar.
  2. Bidang sesar adalah bidang rekahan pada sesar.  
  3. Garis sesar (fault line) adalah perpotongan bidang sesar dengan permukaan tanah. 
  4. Atap sesar (hangingwall) adalah bongkah patahan yang berada di bagian atas bidang sesar.  
  5. Alas sesar (footwall) adalah bongkah yang berada di bagian bawah bidang sesar.
Sesar dapat dibedakan antara satu dengan lainnya. Berdasarkan arah pergeserannya, sesar dapat dibedakan atas sesar normal atau sesar turun, sesar naik dan sesar mendatar.

Sesar normal (normal fault) terbentuk karena atap sesar bergeser relatif turun terhadap alas sesar. Sudut yang dibentuk dari penurunan tersebut mencapai 45° atau lebih. Beberapa sifat atau ciri penting dari sesar ini adalah adalah:

1. adanya bidang-bidang garis gores sebagal hasil dari proses pensesaran;
2. kemiringan lereng yang terbentuk cukup besar yaitu antara 45°-70°;
3. karena kemiringannya yang besar, maka mudah terpengaruh oleh longsoran;
4. biasanya dijumpai sebagai sesar-sesar yang berpasangan.

Contoh sesar turun antara lain adalah Sesar Semangko di Sumatera, Lembah Rhein (Eropa), dan Lembah Curam Afrika Timur (Afrika).

Sesar naik (reverse fault) terbentuk ketika atap sesar bergeser relatif ke atas terhadap alas sesar. Berbeda dengan sesar normal, sesar naik memiliki kemiringan bidang sesar kurang dari 45°, bahkan kemiringannya bisa kurang dari 30°. Sesar normal yang memiliki kemiringan bidang sesar kurang dari 30° disebut thrust fault.
 muka bumi bukan merupakan satu lempengan berbentuk bulat Bentuk Muka Bumi Akibat Proses Diatropisme
Tipe patahan kulit bumi
Sesar mendatar/sesar jurus mendatar (strike slip faults) adalah sesar yang memiliki arah gerakan dominan horizontal. Walaupun demikian, tidak berarti seluruhnya adalah mendatar, dalam jumlah terbatas juga terdapat gerak vertikal. Contoh sesar mendatar yang terkenal adalah Sesar San Andreas di Amerika Serikat.

Bagaimanakah cara menentukan ada tidaknya gejala pensesaran di lapangan? Dalam menentukan ada atau tidaknya gejala pensesaran di lapangan ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk, yaitu sebagai berikut:

a.    Karena adanya pergeseran bidang sesar maka akan ditemui gejala suatu lapisan yang terputus atau seperti hilang. Lapisan yang hilang tersebut akan terlihat bersambung pada bagian lainnya.
b.    Fenomena yang mudah dilihat antara lain adalah adanya gawir sesar, pembelokan sungai yang tiba-tiba, adanya jalur jalan yang hancur, dan perbedaan vegetasi pada bagian yang berhadapan.
c.    Walaupun tidak selalu, gejala berupa air terjun dapat pula menjadi petunjuk adanya sesar. Adanya pergeseran (naik/turun) pada bidang sesar dapat menyebabkan sungai yang tadinya normal tiba-tiba turun sebagai air terjun.
d.    Adanya goresan pada pada bidang sesar akibat gesekan pada proses penurunan atau penaikan.
e.    Adanya batuan yang berumur muda dan batuan yang berumur tua dalam posisi berdampingan. 

Gambar: disini, disini

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 14 March 2017

Klasifikasi Gempa Berdasarkan Jenisnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Gempa bumi atau earthquake adalah fenomena alam yang terjadi di kulit bumi. Gempa dapat dibedakan mcnjadi beberapa Jenis. Pembagian jenis gempa tersebut dapat didasarkan pada penyebabnya, hiposentrum, bentuk episentrum, jarak eplsentrum, dan letak episentrum.

Berdasarkan penyebabnya, gempa dapat dibedakan menjadi tiga Jenis berikut.
  1. Gempa tektonik, yaitu gempa yang mengiringi gerakan tektonik berupa patahan atau pergeseran lapisan batuan (dislokasi). Kekuatan gempa ini biasanya sangat besar dan meliputi areal yang sangat luas.
  2. Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi sebelum, pada saat dan mengiringi letusan gunung apl, maupun sesudahnya.
  3. Gempa runtuhan (terban), merupakan gempa yang aakan terjadi akibat runtuhnya bagian dari atas rongga yang ada di dalam litosfer dan juga runtuhnya massa batuan yang mengisi ruang kosong di dalam litosfer. Misalnya saja pada, runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan di daerah pertambangan.
Hiposentrum atau pusat gempa ialah suatu titik di dalam litosfer yang merupakan tempat terjadinya gempa. Berdasarkan hiposentrumnya, gempa. dibedakan sebagai berikut.
  1. Gempa dalam, yaitu jika hiposentrumnya berada pada kedalaman 300-700 km di bawah permukaan bumi. Sampai saat ini gempa terdalam tercatat terjadi pada kedalaman 700 km.
  2. Gempa intermediet, yaitu gempa dengan kedalaman hiposentrum antara 100-300 km.
  3. Gempa dangkal, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman hiposentrum kurang dari 100 km atau lebih. 
Gempa bumi atau earthquake adalah fenomena alam yang terjadi di kulit bumi Klasifikasi Gempa Berdasarkan Jenisnya
Retakan akibat gempa bumi
Episentrum adalah suatu titik di permukaan bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan. Letak episentrum tegak lurus terhadap hiposentrum. Berdasarkan bentuk episentrumnya, gempa dapat dibedakan sebagai berikut:
  1. Gempa linier, merupakan suatu gempa yang episentrumnya juga berbentuk garis. Gempa tektonik juga bisa jadi merupakan gempa linier. Hal ini disebabkan beberapa patahan dimana peristiwa yang terjadi pada satu garis, tidak mungkin patahan merupakan sebuah titik.
  2. Gempa sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk titik. Gunung api pada erupsi sentral adalah sebuah titik Ietusan, demikian juga runtuhan kerak bumi.
Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dapat dibedakan menjadi tiga jenis berikut.
  1. Gempa setempat, jika jarak episentrumnya kurang dari 10.000 km.
  2. Gempa jauh, jika jarak episentrumnya sekitar 10.000 km.
  3. Gempa sangat jauh, jika jarak episentrumnya lebih dari 10.000 km.
Tentu saja, tempat yang lebih dekat ke episentrum gempa akan menerima getaran lebih kuat daripada daerah yang lebih jauh.
Gempa bumi atau earthquake adalah fenomena alam yang terjadi di kulit bumi Klasifikasi Gempa Berdasarkan Jenisnya
Episentrum dan hiposentrum gempa

Berdasarkan letak episentrumnya, gempa dapat dibedakan sebagai berikut. 
  1. Gempa laut, yaitu jika episentrumnya terletak di dasar laut atau juga dikatakan episentrumnya terletak di permukaan laut. Getaran permukaan dirambatkan pada permukaan laut bersama dengan yang dirambatkan pada permukaan bumi di dasar laut. Kadang-kadang, gempa di dasar laut yang terjadi dengan kekuatan yang tinggi mengakibatkan air laut pasang dengan tiba-tiba disertai dengan gelombang yang dahsyat (tsunami). 
  2. Gempa daratan, merupakan gempa yang titik episentrumnya terdapat di daratan. Dari hiposentrum (pusat gempa), getaran juga akan dirambatkan di permukaan bumi dalam bentuk gelombang-gelombang gempa atau juga bisa dengan gelombang seismik. Gelombang yang merambat tersebut juga telah dibedakan atas gelombang primer (P) dan juga dengan gelombang sekunder (S). Gelombang P merupakan gelombang gempa yang terdiri dari atas pertama kali dirasakan di permukaan bumi, kemudian dilanjutkan dengan gelombang-gelombang S. Karena itu yang pertama tercatat dalam seismograf adalah gelombang P. Setelah sampai di permukaan bumi, gelombang seismik dirambatkan ke segala arah dalam bentuk gelombang permukaan dengan cepat rambat gelombang antara 3,5-3,9 km/detik. Karena gelombang permukaan bumi ini seolah-olah bergerak di permukan bumi, maka kerusakan yang ditimbulkannya lebih luas dibandingkan dengan pada saat gelombang P atau S dirasakan di permukaan bumi. Alat pencatat gelombang gempa adalah seismograf. Data rekaman yang tercatat pada seismograf disebut seismogram.
Demikian  Klasifikasi Gempa Berdasarkan Jenisnya.Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan akan gempa. 

Gambar: disini, disini
Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.