Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Wednesday, 3 July 2019

Pengertian Pembuluh Kapiler dan Fungsinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian pembuluh kapiler dan fungsinya – Pembuluh darah merupakan bagian sistem sirkulasi yang fungsinya mengangkut darah ke seluruh bagian tubuh. Dalam tubuh ada 3 jenis pembuluh darah yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler. Apabila sebelumnya kami telah membahas tentang pembuluh nadi dan pembuluh balik. Maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang apa itu pembuluh kapiler. Sudah tahukah kamu dengan apa yang dimaksud pembuluh kapiler dan apa fungsi pembuluh kapiler? Jika belum tahu dengan apa yang dimaksud dengan pembuluh kapiler dan fungsinya, maka kamu bisa menyimak pembahasan tentang pengertian dan fungsi pembuluh kapiler di sini. Selain membahas pengertian atau arti pembuluh kapiler dan juga fungsi pembuluh kapiler, di sini juga kami tambahkan penjelasan lain yang dapat mendukung pemahaman kamu tentang pembuluh kapiler. Penjelasan lainnya yaitu tentang ciri ciri pembuluh kapiler, struktur pembuluh kapiler, jenis jenis pembuluh kapiler, dan cara kerja pembuluh kapiler.
Pengertian pembuluh kapiler dan fungsinya Pengertian Pembuluh Kapiler dan Fungsinya

Pengertian Pembuluh Kapiler

Pembuluh kapiler adalah penghubung antara arteriola dan venula yang dapat memungkinkan terjadinya pertukran air, oksigen, karbon dioksida, nutriun dan zat kimia sampah antara jaringan dan darah yang ada di sekelilingnya. Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang berukuran sangat kecil, diameternya antara 5 sampai 10 mikrometer.

Darah mengalir dari jantung ke pembuluh arteri, lalu menyabang dan menyempit ke arteriola, lalu masih bercabang lagi menjadi pembuluh-pembuluh yang sangat kecil yaitu pembuluh kapiler. Sesudah terjadi perfusi jaringan, pembuluh kapiler bergabung serta melebar menjadi pembuluh vena, yang kemudian mengembalikan darah ke jantung.

Pembuluh kapiler membentuk sebuah jaringan yang rapat dan berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Tidak hanya itu, dinding pembuluh kapiler tersusun dari selapis sel yang sangat sempit sehingga hanya bisa dilewati sel-sel darah satu per satu. Karena itulah, darah yang dari pembuluh kapiler bisa langsung memberikan oksigen dan zat-zat makanan ke sel tubuh. Di waktu yang bersamaan, sel darah juga mengangkut zat zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh dibawa melalui pembuluh balik menuju ke jantung. Dengan begitu, jaringan pembuluh kapiler menghubungkan pembuluh nadi terkecil (arteriol) dan pembuluh balik terkecil (venula). Jadi peredaran darah dari jantung menuju ke sel-sel tubuh melalui pembuluh nadi, pembuluh kapiler, kemudian menuju ke pembuluh balik untuk kembali lagi ke jantung yang merupakan sistem sirkulasi atau peredaran darah tertutup.

Fungsi Pembuluh Kapiler

Apa fungsi pembuluh kapiler? fungsi pembuluh kapiler pada sistem peredaran darah manusia adalah sebagai berikut:
  • Sebagai tempat terhubungnya pembuluh arteri dan vena.
  • Tempat terjadinya pertukran cairan, makanan elektrolit, hormon serta bahan-bahan lain.
  • Untuk proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru-paru
  • Absorbsi nutrisi pada usus.
  • Absorbsi sekret kelenjar.
  • Sebagai filtrasi pada ginjal.
  • Untuk pengaturan suhu tubuh.
  • Untuk membuang sampah terhadap sel-sel di sekitarnya.
  • Sebagai penyerap sari makanan di usus.
  • Pengatur tekanan cairan limfa.
  • Penanda kesehatan seseorang.

Ciri ciri Pembuluh Kapiler

Sebutkan ciri ciri pembuluh kapiler? Ciri ciri pembuluh kapiler adalah sebagai berikut:
  • Mempunyai ukuran yang sangat kecil dengna diameter 5 – 10 mikrometer.
  • Tidak memiliki katub.
  • Denyutan tidak bisa diraskan.
  • Bercabang-cabang.
  • Tersebar di seluruh permukaan tubuh.
  • Apabila mengalami luka, darah akan menetes.
  • Tersusun atas selapis sel dan sangat sempit.
  • Dinding pembuluh darah tipis.
  • Tekanan darah pada pembuluh darah kapiler sangat kecil.
  • Jaring-jaring pembuluh ada di seluruh tubuh.
  • Pembuluh darah paling bisa dilihat pada retina mata.
  • Ketika tubuh aktif, maka kulit kelihatan kemeerahan.

Struktur Pembuluh Kapiler

Bagaimana struktur pembuluh kapiler? Struktur pembuluh darah kapiler terdiri atas endotelium, yang bentuknya lebih kecil dibanding dengan sistem peredaran darah yaitu pembuluh darah arteri dan vena. Endotelium merupakan sel yang terletak di bagian dalam rongga pembuluh darah kapiler. Sel endotelium dilapisi oleh dinding yang sifatnya bisa dipengaruhi adanya tekanan hidrostatik dan osmotik. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang dipengaruhi luas bidang tekan dengan kedalaman tertentu sehingga pergerakannya itu tergantung dari massa jenis, jenis zat dan percepatan gravitasi. Sedangkan tekanan osmotik adalah tekanan yang dapat mempertahankan zat pelarut dengan tidak memindahkannya ke larutan yang berkonsentrasi tinggi.

Jenis jenis Pembuluh Kapiler

Macam macam pembuluh kapiler terbagi menjadi 3 tipe yaitu:
  1. Pembuluh kapiler continue adalah pembuluh kapiler yang dinding dan membran basal utuh. Pembuluh ini terdapat di sebagian besar jaringan tubuh.
  2. Pembuluh kapiler fenestrated adalah pembuluh kapiler yang dinding dan membran basal tidak utuh karena berbentuk pori-pori. Pembuluh ini ada pada usus, ginjal, dan pankreas.
  3. Pembuluh kapiler sinusoidal adalah pembuluh kapiler yang bentuknya tidak silinder dan agak tidak beraturan . Letak pembuluh ini berada di sistem endokrin, sumsum tulang, limfa dan hati.

Cara Kerja Pembuluh Kapiler

Mekanisme kerja pembuluh kapiler diawali dari sistem peredaran darah yang mengalir dari jantung menuju ke paru-paru. Darah tersebut melepaskan sisa dari metabolisme yang berupa karbondioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis. Sesudah itu darah dibawa lagi menuju ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah darah sampai di jantung, kemudian darah dialirkan menuju ke seluruh tubuh. Ketika darah dialirkan ke seluruh tubuh inilah, pembuluh darah kapiler baru dapat bekerja.

Ketika darah yang berasal dari peredaran darah jantung maka tekanan darah tersebut dalam keadaan kurang. Dengan begitu, untuk meningkatkan tekanan darah supaya darah yang telah sampai jantung dapat kembali lagi, maka harus ada tekanan darah dari bagian bawah tubuh. Aliran darah yang mengalir ke atas jantung ini berlawanan arah dengan daya tarik bumi. Setelah itu darah yang kembali dari seluruh tubuh ke jantung melalui saluran pembuluh vena cava superior dan pembuluh vena cava inferior.

Demikian penjelasan yang dapat kami tuliskan tentang pengertian pembuluh kapiler dan fungsinya. Semoga apa yang kami jelaskan dalam blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat bagi kita.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 10 June 2019

Pengertian Fungsi Ciri ciri Sel Darah Merah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian fungsi ciri ciri sel darah merah - Sel-sel darah pada manusia terdiri dari beberapa sel darah diantaranya yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Dalam pembahasan kali ini yang akan kami bahas adalah seperti apa itu sel darah merah. Untuk sel darah putih dan keping darah akan kami bahas di lain waktu. Sudah tahukah kamu dengan apa yang dimaksud dengan sel darah merah? Seperti apakah sel darah merah itu? Bagi kamu yang belum tahu kamu bisa menyimak pembahasan tentang definisi sel darah merah di sini. Selain membahas tentang arti sel darah merah atau pengertian sel darah merah di sini juga kami berikan penjelasan tentang fungsi sel darah merah, ciri-ciri sel darah merah, struktur sel darah merah, proses terbentuknya sel darah merah serta akibat kelebihan dan kekurangan sel darah merah.
Pengertian fungsi ciri ciri sel darah merah Pengertian Fungsi Ciri ciri Sel Darah Merah

Pengertian Sel Darah Merah

Sel darah merah disebut sebagai eritrosit. Kata eritrosit awalnya dari bahasa Yunani yaitu erythos yang berarti merah dan kytos yang berarti merah. Sel darah merah adalah sel darah yang jumlahnya paling banyak dalam tubuh kita yang membawa oksigen dan zat-zat lain dimana sel darah merah merupakan sel-sel mikroskopis dan tidak mempunyai inti sel. Sel darah merah mempunyai bentuk yang bulat pipih, di bagian tengahnya cekung (bikongkaf) serta tidak berinti. Sel darah merah berwarna merah hal itu dikarenakan di dalamnya mengandung hemoglobin. Hemoglobin merupakan suatu senyawa protein yang mengandung zat besi.

Fungsi Sel Darah Merah

Apa fungsi dari sel darah merah? Fungsi utama sel darah merah adalah untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida. Bagian sel darah merah yang berperan penting dalam mengikat oksigen yaitu hemoglobin. Proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin dalam paru-paru bisa diikhtisarkan sebagai berikut ini:
Hb (Hemoglobin) + O2 (Oksigen) > HbO2 (Oksihemoglobin)
Fungsi sel darah merah atau eritrosit yang lain diantaranya yaitu sebagai berikut:
  • Mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh: sesudah dibentuk oleh sumsum merah tulang, selanjutnya sel darah merah menyebar ke semua jaringan-jaringan tubuh dengan membawa oksigen dari paru-paru kemudian mengedarkannya dan membawanya kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan.
  • Untuk menentukan golongan darah: Jenis golongan darah bisa ditentukan berdasarkan ada tidaknya antigen aglutinogen pada sel darah merah. Golongan sel darah merah diantaranya yaitu A, B, AB, dan O.
  • Sebagai antibodi (menjaga sistem kekebalan tubuh): Sistem kekebalan tubuh bisa terjadi dikarenakan adanya peran penting hemoglobin yang menangkal patogen atau bakteri lewat proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang bisa menghancurkan dinding dan membran sel patogen serta membunuh bakteri.
  • Pelebaran pembuluh darah: pelebaran pembuluh darah bisa terjadi dikarenakan sel darah merah melepaskan senyawa disebut S-Nithrosothiol yang dilepaskan ketika hemoglobin mengalami terdeogsigenerasi sehingga dapat melebarkan pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah menuju ke seluruh tubuh khususnya pada bagian yang kekurangan darah.

Ciri-ciri Sel Darah Merah

Ciri-ciri sel darah merah yaitu? ciri-ciri yang dimiliki sel darah merah adalah sebagai berikut ini:
  • Sel darah merah berbentuk bulat pipih yang pada bagian tengahnya cekung/ bikongkaf.
  • Sel darah merah berwarna merah dikarenakan mengandung hemoglobin.
  • Sel darah merah tidak mempunyai inti sel.
  • Sel darah merah berjumlah antar 4-5 juta sel/mm3 darah.
  • Diameter sel darah merah 7-8 um dan ketebalannya 1-2 um.
  • Umur sel darah merah kurang lebih 120 hari.
  • Sel darah merah bersifat elastic.

Struktur Sel Darah Merah

Struktur sel darah merah pada manusia yaitu tidak memiliki inti dan berbentuk lempeng bikonkaf dengan garis tengah kurang lebih 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer, sedangkanpada bagian yang sangat tebel sekitar 1 mikrometer pada bagian tengahnya. Sel darah merah bentuknya bisa berubah-ubah pada saat melalui kapiler, namun perubahan bentuk tersebut tidak membuat sel mengalami ruptur. Hal itu karena dlam kondisi normal, sel darah merah memiliki kelebihan membran sel untuk menampung zat di dalamnya menjadikannya tidak akan meregangkan membran secara hebat.

Dalam sel darah merah terdapat hemoglobin, substansi hemoglobin tersebut yang membuat warna pada darah menjadi merah. Jumlah rata-rata sel darah merah setiap orang yaitu antara 90-95 mikrometer kubik. Jumlah sel darah merah sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin serta dataran tempat tinggal seseorang. Rata-rata sel darah merah pada pria normal per mikrometer kubik ialah 5.200.00 (kurang lebih 300.000) dan pada wanita normal 4.700.000 (kurang lebih 300.000). Seseorang yang tempat tinggalnya berada di dataran tinggi mempunyai jumlah sel darah merah yang lebih besar dibanding seseorang yang tempat tinggalnya di dataran rendah.

Proses Terbentuknya Sel Darah Merah

Jelaskan proses pembentukan sel darah merah? proses pembentukan sel darah merah yaitu dibentuk dalam sumsum merah tulang pipih. Kemudian, darah beredar ke seluruh bagian tubuh lewat pembuluh darah. Umur dari sel darah merah kurang lebih sekitar 120 hari. Jika sel darah merah sudah tua maka akan dibongkar di hati dan limpa diemoglobin diubah menjadi zat warna empedu atau bilirubin yang selanjutnya ditampung pada kantong empedu. Fungsi dari bilirubin yaitu untuk memberikan warna pada fases. Zat besi yang ada pada hemoglobin selanjutnya dilepas dan digunakan dalam membentuk sel darah merah baru.

Berdasarkan dari tahapan-tahapannya proses terbentuknya sel darah merah adalah sebagai berikut:
  • Darah diproduksi atau terbentuk dalam sumsum meerah tulang pipih.
  • Sumsum merah tulang pipih setiap detik membentuk sekitar 2 juta sel.
  • Sel-sel yang sudah diproduksi sumsum merah tulang pipih dan dikeluarkan disebut retikulosit. Retikulosit mempunyai kurang lebih 1% dari sirkulasi darah.
  • Sel-sel yang mulai matang selanjutnya akan mengalami perubahan pada selaput plasmanya, sehingga fagosit bisa mengetahui sel-sel yang sudah tua yang akan menghasilkan fagositosis.
  • Hemoglobin diubah menjadi zat warna empedu atau bilirubin yang selanjutnya ditampung pada kantong empedu.

Akibat Kelebihan dan Kekurangan Sel Darah Merah

Apa saja efek kelebihan dan kekurangan sel darah merah? penyakit akibat kekurangan dan kelebihan sel darah merah yaitu:
  • Jika pada tubuh kelebihan sel darah merah maka bisa terjadi penggumpalan darah dan kerusakan oksigen.
  • Jika kekurangan sel darah merah pada tubuh maka bisa menyebabkan penyakit sumsum tulang, anemia defisiensi vitamin, anemia sel sabit, anemia hemolitik, dan anemia aplastik.

Demikian penjelasan yang bisa kami tuliskan tentang pengertian fungsi ciri ciri sel darah merah. Semoga penjelasan pada blog temukan pengertian ini bisa memberikan manfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 20 April 2019

Pengertian Sel dan Bentuk Sel

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian sel dan bentuk sel – Setiap makhluk hidup mempunyai yang namanya sel, apa itu sel? Mungkin teman-teman yang mepelajari ilmu biologi ada yang sudah tahu seperti apakah sel itu. Namun pastinya diantara teman-teman ada yang belum tahu dengan apa yang dimaksud sel. Maka dari itu dalam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan sel. Melalui pembahasan ini diharapkan teman-teman yang belum tahu tentang definisi sel bisa mengetahuinya. Selain membahas tentang arti sel di sini juga kami sertakan penjelasan tentang bentuk bentuk sel dan juga ukuran sel. Langsung saja pengertian bentuk dan ukuran sel adalah sebagai berikut ini, silahkan teman-teman simak dan pahami dengan baik ya.
 Setiap makhluk hidup mempunyai yang namanya sel Pengertian Sel dan Bentuk Sel

Pengertian Sel

Pengertian sel adalah? Definisi dari sel adalah unit terkecil kehidupan. Bagian-bagian sel tidak bisa berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan. Sel tersusun dari membran sel, sitoplasma, serta organel-organel. Sel gabus yang pertama kali ditemukan tidaklah berupa ruangan yang berisi cairan yang terdapat inti di bagian tengahnya, melainkan hanya terdapat deretan ruangan kecil. Sel seperti itu tidak menggambarkan sel yang sebenarnya. Ruangan yang terdapat pada sel makhluk hidup tidaklah sederhana, namun memiliki sekat-sekat yang tersusun dari membran dalam.

Membran dalam tersebut membentuk suatu sistem membran dalam atau yang disebut sebagai endomembran. Dengan adanya sistem membran, ruangan sel terbagi dalam beberapa bagian. Misalnya yaitu terdapat sekat yang bentuknya berliku-liku membentuk sebuah lorong yang kecil dikenal sebagai retikulum endoplasma (RE, retikulum yaitu anyaman, endoplama yaitu cairan dalam).

  • Prokariot dan Eukariot
  • Makhluk hidup bisa digolongkan menurut struktur sel penyusun tubuhnya. Berdasarkan dari ada dan tidaknya membran ini, organisme atau makhluk hidup dikelompokan menjadi organisme prokariot dan eukariot (dibaca yukariot). Organisme prokariot tidak mempunyai membran inti. Sedangkan organisme eukariot memiliki membran inti.
  • Uniseluler dan Multiseluler
  • Organisme, berdasarkan dari banyak sel yang menyusun tubuh dikelompokkan menjadi organisme bersel satu (uniseluler) dan organisme bersel banyak (multiseluler). Organisme bersel satu contohnya protozoa, bakteri, ganggang hijau, dan ganggang biru. Pada organisme bersel satu, segala bentuk kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri. Kegiatannya meliputi makan, bernapas, mengeluarkan zat-zat sisa, berkembang biak, dan bergerak menanggapi rangsang. Kemudian makhluk hidup bersel banyak contohnya yaitu anjing, kambing, pohon pada pisang dan bunga mawar. Sel-sel tubuh makhluk hidup bersel banyak tersebut melakukan pembagian tugas. Tugas-tugasnya yaitu ada yang menangkap cahaya, menangkap suara, dan bergerak. Makhluk hidup bersel banyak memiliki organ, misalnya yaitu organ indera, organ perkembangbiakan, dan organ yang mencerna makanan.

Bentuk dan Ukuran Sel

Baik itu bentuk maupun ukuran sel itu beraneka ragam. Bentuk sel bisa berbentuk bulat, bulat panjang, pipih, berbentuk segi lima memanjang, segi enam, persegi banyak dan berbulu. Ukuran sel pada umumnya sangat kecil atau mikroskopik. Skala pengukurannya yaitu menggunakan um (mikro meter = mikron). 1 um (satu mikro) itu sama dengan seperseribu mm. Berdasarkan dari contoh sel bakteri berukuran antara 4 sampai 10 um, sel protozoa bisa dilihat dengan mata biasa jadi tidak perlu menggunakan bantuan mikroskop, misalnya yaitu sel serabut kapas yang mempunyai panjang 15 cm.

Demikian penjelasan yang dapat kami tuliskan tentang pengertian sel dan bentuk sel. Semoga penjelasan dalam blog temukan pengertian tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 12 January 2019

Pengertian Mineral dan Fungsi Mineral

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian mineral dan fungsi mineral – Sering dengar kata mineral? Tentunya ya, mineral merupakan sesuatu yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh kita. Tapi tahukah kamu seperti apa itu mineral? Bisakah kamu menjelaskan seperti apakah mineral itu? Bagi kamu yang belum tahu tentang apa yang dimaksud mineral, maka di sini kamu bisa mempelajari tentang apa yang dimaksud dengan mineral. Karena pada pembahasan kali ini kami akan mengulas tentang definisi dari mineral atau arti dari mineral beserta fungsi mineral. Oke langsung saja simak penjelasan tentang pengertian mineral dan fungsinya sebagai berikut ini.
 mineral merupakan sesuatu yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh kita Pengertian Mineral dan Fungsi Mineral

Pengertian Mineral

Pengertian mineral adalah sebuah zat yang terdpat di alam dengan kandungan kimia homogen dengan bentuk yang teratur (sistem kristal) yang terbentuk melalui proses anorganik atau secara alimiah. Mineral mempunyai struktur kristal karena memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang penempatan atom-atom beraturan berada di bagian dalamnya. Mineral merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia untuk mendukung proses tumbuh dan berkembang dalam jumlah yang sedikit atau kecil. Mineral mempunyai komposisi unsur murni dan garam sederhana yang sangat kompleks dengan berbagai macam bentuk yang terkadang hingga ribuan bentuk.

Dalam mendefinisikan tentang arti mineral itu ada banyak, kenapa begitu? Karena tergantung dari mana kita memandang pengertian mineral tersebut, apakah dari ilmu geologi ataukah dari ilmu farmasi. Pengertian mineral menurut geologi yaitu zat atau benda yang terbentuk melalui proses dari alam yang biasanya bersifat padat dan tersusun dari kandungan-kandungan kimia dan sifat-sifat tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang mineral yaitu miteralogi.

Fungsi Mineral bagi Tubuh

Untuk melihat apa saja manfaat manfaat mineral, kita bisa mengacu pada fungsi mineral bagi tubuh adalah sebagai berikut ini.
  • Untuk membantu serta membina kesehatan otot, saraf, dan jantung.
  • Untuk mengatur tekanan osmotik yang ada dalam tubuh.
  • Membuat dan menghasilkan berbagai macam enzim.
  • Mineral berfungsi untuk mengeraskan, mengendalikan dan memelihara tulang dan proses feal dalam tubuh.
  • Mineral sebagai katalis terhadap seluruh proses biokimia dalam tubuh.
  • Sebagai kontraksi otot dan respon saraf.
  • Sebagai pembentuk struktur, jaringan lunak dan keras, serta dalam kerja sistem enzim.
  • Membantu dan menolong dalam pembentukan antibodi.
  • Menjaga serta mengatur keseimbangan air dan asam basa dalam darah.
  • Berfungsi untuk penyusun krangka tubuh, gigi dan otot.
  • Mineral sebagai aktivator pada peranan hormon dan enzim.

Demikian penjelasan yang dapat kami tuliskan tentang pengertian mineral dan fungsi mineral. Semoga apa yang sudah kami jelaskan dalam blog temukan pengertian ini bisa menambah pengetahuan kita.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 10 January 2019

Pengertian dan Fungsi Otot Lurik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian dan fungsi otot lurik – Seperti yang telah kita ketahui bahwa otot terdiri dari beberapa macam, diantaranya yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Jika sebelumnya saya telah membahas tentang pengertian otot polos, maka pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang pengertian otot lurik dan fungsinya. Tahukah kamu apa itu otot lurik? Bisakah kamu menjelaskan yang dimaksud otot lurik? Jika kamu belum tahu seperti apakah otot lurik itu, maka kamu bisa menemukan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan otot lurik dan fungsinya di sini. Di sini selain menjelaskan tentang definisi otot lurik atau arti otot lurik dan fungsi otot lurik, juga kami berikan penjelasan tentang ciri ciri otot lurik. Berikut ini penjelasannya silahkan dibaca dan dipahami.
 Seperti yang telah kita ketahui bahwa otot terdiri dari beberapa macam Pengertian dan Fungsi Otot Lurik

Pengertian Otot Lurik

Pengertian otot lurik adalah otot yang menempel pada tubuh yang dapat digerakan atas kemauan atau kehendak kita, sehingga otot ini disebut juga sebagai otot motorik. Otot lurik juga disebut otot rangka hal itu karena dilihat dari pengertian otot lurik yaitu otot yang menempel pada rangka. Otot lurik dapat bekerja keras dan kuat, hal itu karena mempunyai banyak inti sel, namun otot lurik mudah lelah dan itu artinya otot lurik membutuhkan istirahat, setelah bekerja. Asal mula dinamakannya otot lurik ialah otot lurik menunjukkan bagian aktin (gelap) dan terang yang silih berganti apabila diamati dengan menggunakan mikroskop.

Ciri ciri otot lurik

Supaya kita bisa membedakan antara otot lurik daan otot yang lainnya, maka kita perlu mengetahui ciri-ciri otot lurik. Ciri-ciri otot lurik adalah sebagai berikut ini.
  • Melekat pada rangka tubuh manusia dan hewan.
  • Umumnya otot lurik mempunyai diameter 50 mikron dengan panjang hingga 2,5 cm.
  • Dapat bekerja dengan cepat dan keras namun mudah lelah.
  • Membutuhkan istirahat.
  • Mempunyai ribuan serabut yang membentuk jaringan otot yang tersusun dengan rapi.
  • Otot lurik bergerak dibawah kesadaran (Volunter).
  • Bentuk otot lurik berbentuk silindris, panjang dan mempunyai banyak inti sel (multinuklei).
  • Inti sel terletak di tepi (perifer)
  • Cepat dalam berkontraksi atau berkerut.
  • Otot lurik terdapat pada otot dada, otot paha, otot betis dan pada seluruh rangka tubuh manusia.
 Seperti yang telah kita ketahui bahwa otot terdiri dari beberapa macam Pengertian dan Fungsi Otot Lurik

Fungsi Otot Lurik

Fungsi otot lurik bagi tubuh adalah untuk menggerakkan rangka tubuh manusia atau hewan, sehingga dapat bergerak sesuai dengan kehendak. Otot lurik juga berfungsi membantu dalam bekerja keras dan cepat.

Itulah informasi yang dapat kami tuliskan tentang pengertian dan fungsi otot lurik. Mudah-mudahan apa yang telah kami tuliskan dalam blog temukan pengertian ini, bisa memberikan manfaat dan menambah pengetahuan kita.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 24 October 2018

Apa Itu Autotomi & Hewan Apa Saja Yang Memiliki Kemampuan Autotomi?

Apa Itu Autotomi & Hewan Apa Saja Yang Memiliki Kemampuan Autotomi?

Apa Itu Autotomi?


Pengertian Autotomi

Autotomi adalah sebuah mekanisme pertahanan diri dari suatu hewan dengan cara melepaskan atau membuang salah satu atau beberapa bagian tubuhnya dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian musuh atau predator.

Sehingga hewan yang memiliki kemampuan Autotomi ini memiliki kesempatan untuk meloloskan diri dari musuh atau predator yang mengancam.

Hewan Yang Memiliki Kemampuan Autotomi:


Vertebrata


A. Reptil & Amfibi
  • Kadal
  • Salamander
  • Tuatara
  • Tokek
Beberapa jenis hewan diatas memiliki kemampuan Autotomi Kaudal atau Autotomi dengan melepaskan/memutuskan bagian ekornya.

Ekor yang terlepas ini masih dapat bergerak, layaknya bagian tubuh yang masih utuh. Pergerakan ekor yang telah putus ini akan mengalihkan perhatian pemangsa.

Sehingga hewan yang memiliki kemampuan Autotomi Kaudal ini bisa melarikan diri.

Hewan-hewan dengan kemampuan Autotomi Kaudal ini biasanya mampu menumbuhkan kembali ekornya selama lebih dari 2 minggu.


B. Mamalia
  • Tikus Berduri Afrika
  • Acomys kempi 
  • Acomys percivali
Jenis mamalia yang bisa melakukan Autotomi bisa dibilang memiliki populasi yang sedikit, kemampuan Autotomi yang dimiliki oleh hewan mamalia ini juga terbilang unik.

Mereka akan melakukan Autotomi dengan cara melepaskan kulit dan bulunya jika dalam kondisi terancam. Kemudian akan melakukan regenerasi untuk menumbuhkan kembali kulit dan rambut.

Avertebrata


A. Moluska

Autotomi terjadi pada beberapa spesies gurita untuk bertahan hidup dan untuk reproduksi: lengan reproduksi khusus ( hectocotylus ) melepaskan dari jantan selama kawin dan tetap berada di dalam rongga mantel betina .

Spesies siput (tanah) di genus Prophysaon dapat mengamputasi sendiri sebagian dari ekor mereka. Ada Autotomi diketahui dari ekor siput laut Oxynoe panamensis di bawah iritasi mekanis persisten.

Beberapa siput laut menunjukkan Autotomi. Baik Discodoris lilacina dan Berthella martensi akan sering menjatuhkan seluruh mantel rok ketika ditangani, yang mengarah ke Discodoris lilacina juga disebut Discodoris fragilis . 

Para anggota Phyllodesmium akan menjatuhkan sejumlah besar cerata mereka masing-masing, di ujung memiliki kelenjar lengket besar yang mengeluarkan zat lengket.


B. Crustacea

Kepiting batu autotomik digunakan sebagai sumber makanan yang mengisi sendiri oleh manusia, khususnya di Florida. 

Pemanenan dilakukan dengan mencabut satu atau kedua cakar dari hewan hidup dan mengembalikannya ke lautan di mana ia dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang. 

Namun, di bawah kondisi eksperimental, tetapi dengan menggunakan teknik yang diterima secara komersial, 47% kepiting batu yang kedua cakarnya dilepas meninggal setelah menyatakan, dan 28% cacing amputasi tunggal mati; 76% korban meninggal dalam waktu 24 jam setelah melakukan deklarasi.

Terjadinya cakar yang beregenerasi dalam panen ikan rendah; satu studi menunjukkan kurang dari 10%, [31] dan studi yang lebih baru menunjukkan hanya 13% cakar yang beregenerasi.

Autotomi pasca-panen kaki dapat menjadi masalah dalam beberapa kepiting dan lobster perikanan, dan sering terjadi jika krustasea ini terkena air tawar atau air hipersalin dalam bentuk garam kering pada nampan pemilahan. 

Refleks Autotomi pada krustasea telah diusulkan sebagai contoh perilaku alami yang menimbulkan pertanyaan mengenai pernyataan apakah krustasea dapat "merasakan sakit", yang mungkin didasarkan pada definisi "rasa sakit" yang cacat karena tidak ada uji yang dapat dipalsukan, baik untuk menetapkan atau menolak kebermaknaan konsep dalam konteks ini.


C. Laba-Laba

Dalam kondisi alam, laba-laba penenun-orb ( Argiope spp.) Menjalani Autotomi jika mereka disengat dengan tawon atau lebah. Dalam kondisi eksperimental, ketika laba-laba disuntikkan di kaki dengan lebah atau racun tabuhan, mereka melepaskan embel-embel ini. 

Tapi, jika mereka disuntik dengan hanya garam, mereka jarang autotomize kaki, menunjukkan itu bukan injeksi fisik atau masuknya cairan per se yang menyebabkan Autotomi. 

Selain itu, laba-laba disuntik dengan komponen racun yang menyebabkan manusia yang disuntikkan untuk melaporkan rasa sakit ( serotonin , histamin , fosfolipase A2 dan melittin ) autotomize kaki, tetapi jika suntikan mengandung komponen racun yang tidak menyebabkan rasa sakit pada manusia, Autotomi tidak terjadi.


D. Lebah

Kadang-kadang ketika lebah madu (genus Apis ) menyengat korban, stinger berduri tetap tertanam. Saat lebah itu kehilangan air mata, stinger membawa seluruh segmen distal dari perut lebah, bersama dengan ganglion saraf , berbagai otot, kantung racun , dan akhir saluran pencernaan lebah.

Ruptur perut besar ini membunuh lebah. Meskipun secara luas diyakini bahwa pekerja lebah madu dapat menyengat hanya sekali, ini adalah kesalahpahaman parsial: meskipun stinger yang berduri sehingga loge di korban kulit , merobek lepas dari lebah perut dan mengarah ke kematiannya, ini hanya terjadi jika kulit korban cukup tebal, seperti mamalia.

Sengatan lebah madu ratu tidak memiliki barbs, namun, dan tidak autotomize. Semua spesies lebah madu asli memiliki bentuk Autotomi stinger. Tidak ada serangga penyengat lainnya, termasuk tabuhan yellowjacket dan lebah madu Meksiko , memiliki alat menyengat yang dimodifikasi dengan cara ini, meskipun mereka mungkin memiliki sengatan berduri. 

Dua spesies tawon yang menggunakan sting Autotomi sebagai mekanisme pertahanan adalah Polybia rejecta dan Synoeca surinama.

Bagian endophallus dan cornua alat kelamin lebah madu jantan ( drone ) juga diototomi selama persetubuhan, dan membentuk sumbat kawin , yang harus dikeluarkan oleh alat kelamin drone berikutnya jika mereka juga untuk kawin dengan ratu yang sama. Drone mati dalam beberapa menit setelah kawin.


E. Echinodermata

pengeluaran organ-organ dalam teripang ketika ditekankan, juga merupakan bentuk Autotomi, dan mereka meregenerasi organ-organ yang hilang.

Thursday, 4 October 2018

Pengertian Rangka Manusia dan Fungsinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian rangka manusia dan fungsinya – Manusia mempunyai rangka yang terletak di dalam tubuh, nah apa itu rangka manusia dan apa itu fungsi rangka manusia? Mungkin kalian di sekolah sudah mendapatkan materi tersebut dalam pelajaran biologi. Namun bagi kalian yang belum pernah mendapatkan materi tersebut tentunya akan kesulitan jika disuruh untuk menjelaskan tentang apa yang dimaksud rangka manusia. Maka dari itulah di sini kami akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan rangka manusia. Penjelasan di sini kami harapkan agar kamu yang belum tahu bisa tahu seperti apakah rangka manusia itu. Oke langsung saja berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian dan fungsi rangka pada manusia.
 Manusia mempunyai rangka yang terletak di dalam tubuh Pengertian Rangka Manusia dan Fungsinya

Pengertian Rangka Manusia

Pengertian rangka manusia adalah rangkaian tulang pada manusia yang saling bersambungan secara teratur membentuk tubuh manusia. Bisa dikatakan sebuah rangka kalau terhubung antara satu dengan lainnya yang membuat rangka tersebut terhubung karena terdapat sendi dan digerakkan oleh adanya otot, yang kita ketahui kalau rangka tubuh sering dikenal dengan endoskeleton. Endoskeleton yaitu rangka yang ada dalam tubuh manusia yang dibungkus oleh otot atau daging.

Rangka akan saling bekerja sama yang akan membentuk sebuah sistem rangka. Sistem rangka yaitu sebuah kesatuan yang memberikan suatu dukungan fisik yang disusun oleh sejumlah tulang. Sistem rangka dibagi menjadi 3 tipe atau 3 tipe bagian yaitu basis cairan (rangka hidrostatik), internal dan eksternal. Basis cairan atau rangka hidrostatik dikelompokkan secara terpisah tidak terdapat struktur penunjangnya.

Fungsi Rangka Manusia

Rangka manusia mempunyai peranan yang penting bagi tubuh manusia, secara garis besar fungsi rangka manusia yaitu sebagai menegakkan tubuh, namun tidak hanya itu saja terdapat banyak fungsi rangka mansia yang bisa kamu lihat dalam penjelasan berikut ini.
  • Untuk menegakkan tubuh dan memberi bentuk tubuh. Contohnya tulang belakang dan tulang kaki fungsinya untuk menegakkan tubuh kemudian tulang-tulang tengkorak bagian depan fungsinya untuk menentukan bentuk pada wajah.
  • Untuk pelindung alat-alat tubuh yang lunak dan penting. Contohnya tulang penyusun pada rongga dada yang fungsinya yaitu untuk melindungi paru-paru dan jantung, kemudian tulang-tulang tengkorak yang fungsinya untuk melindungi otak dan juga bola mata.
  • Sebagai tempat melekat otot-otot. Tanpa adanya rangka, otot-otot rangka tidak memiliki tempat melekat. Contohnya otot bisep yang terdapat di lengan, bagian ujung atasnya melekat pada tulang belikat dan juga tulang lengan atas, kemudian pada ujung bawahnya melekat pada tulang pengumpil.
  • Sebagai tempat pembuatan sel-sel darah. Contohnya di dalam tulang-tulang pipih dan tulang-tulang pendek.
  • Sebagai tempat sumsum kuning. Contohnya di dalam tulang pipi dan tulang paha yang merupakan tempat sumsum kuning yang mengandung sel-sel lemak.
  • Sebagai alat gerak. Dengan cara meluruskan dan merapatkan anggota badan, manusia bisa bergerak dan berpindah.

Demikian penjelasan yang dapat kami uraikan tentang pengertian rangka manusia dan fungsinya. Semoga apa yang kami uraikan dalam blog temukan pengertian ini dapat memberikan manfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 15 September 2018

Pengertian dan Macam Macam Jaringan Meristem

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian dan macam macam jaringan meristem – Titik tumbuh pada sebuah tanaman ditentukan oleh adanya jaringan meristem. Namun, tahukah anda apa itu jaringan meristem? Seperti apakah jaringan meristem itu? Tentunya bagi kalian yang baru dengar jaringan meristem terasa asing dan belum tahu seperti apa yang dimaksud jaringan meristem itu. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan jaringan meristem. Dengan penjelasan yang kami tulis ini kami berharap anda bisa mengerti arti dari jaringan meristem. Di sini selain menjelaskan definisi jaringan meristem dan macam macam jaringan meristem, juga kami berikan penjelasan tentang fungsi jaringan meristem dan ciri-ciri jaringan meristem.
Pengertian dan macam macam jaringan meristem Pengertian dan Macam Macam Jaringan Meristem

Pengertian Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah sebuah jaringan yang terdapat pada tumbuhan yang terdiri dari sel-sel bersifat embrional yang aktif membelah diri secara menerus menambah jumlah sel tubuh. Jaringan ini merupakan jaringan yang menjadi titik pokok proses pertumbuhan pada sebuah tanaman. Jaringan meristem hanya terdapat di bagian tertentu pada tubuh tumbuhan. Umumnya terletak di bagian ujung akar, ujung batang, pangkal batang dan kambium.

Macam Macam jaringan Meristem Berdasarkan Asalnya

Jelaskan macam macam jaringan meristem berdasarkan asal terbentuknya? Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam jaringan meristem berdasarkan asal terbentuknya:
  • Jaringan promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam fase embrio atau masih pada tingkat embrio.
  • Jaringan meristem primer adalah jenis jaringan meristem yang dapat ditemukan pada tumbuhan yang sudah dewasa, yang sel-selnya masih membelah yang terdapat di bagian ujung akar dan bagian ujung batang, sehingga dapat membuat tumbuhan menjadi tumbuh memanjang dan meninggi.
  • Jaringan meristem sekunder adalah jenis jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer yang merupakan hasil perkembangan dari jaringan meristem primer. Atau dapat juga di definisikan sebagai jaringan meristem dewasa yang sel-selnya mengalami perkembangan lanjut (diferensiasi). Jaringan ini menghasilkan pertumbuhan diameter batang yang membesar. Contohnya kambium.
Pengertian dan macam macam jaringan meristem Pengertian dan Macam Macam Jaringan Meristem

Macam macam Jaringan Meristem Berdasarkan Letaknya

Sebutkan macam macam jaringan meristem berdasarkan letaknya? Nah berikut ini adalah jenis jenis jaringan meristem berdasarkan letaknya.
  • Jaringan Meristem apikal (ujung) adalah jaringan meristem yang terletak di ujung akar dan ujung batang tanaman. Ciri-ciri meristem apikal yaitu mempunyai sel-sel yang tumbuh memanjang. Pertumbuhan yang memanjang dari sel-sel jaringan ini disebut dengan pertumbuhan primer.
  • Jaringan Meristem interkalar / aksilar (antara) adalah jaringan meristem yang terletak di antara jaringan meristem primer dan dewasa. Umumnya bisa dijumpai di bagian pangkal daun, pangkal ranting, pangkal cabang dan pangkal batang.
  • Jaringan Meristem lateral (samping) adalah jaringan meristem yang terletak bersebelahan dengan organ-organ pada tumbuhan. Jaringan meristem lateral mempunyai sel yang aktif membelah dan tumbuh ke samping. Pertumbuhan sel-sel tersebut biasa dikenal dengan sebutan pertumbuhan sekunder.Bagian tumbuhan yang mempunyai jaringan ini misalnya yaitu kambium.

Fungsi Jaringan Meristem

Apa saja fungsi jaringan meristem bagi tumbuhan? fungsi jaringan meristem secara umum yaitu sebagai jaringan yang menyokong pertumbuhan tanaman baik itu meninggi (ke arah atas) atau membesar (ke arah samping). Tetapi, sebenarnya tiap-tiap jaringan meristem mempunyai fungsi berlainan yang lebih spesifik. Berikut ini adalah fungsi jaringan meristem pada tumbuhan:
  • Sebagai sebuah jaringan yang menyokong pertumbuhan meninggi pada batang serta memanjang pada akar tumbuhan.
  • Sebagai sebuah jaringan yang menyokong pertumbuhan diameter batang.
  • Sebagai sebuah yang menyokong pertumbuhan organ perantara tanaman.

Ciri-ciri Jaringan Meristem

Dengan mengetahui ciri ciri jaringan meristem pada tumbuhan, maka kita bisa membedakan antara jaringan meristem dengan jaringan penyusun tanaman yang lain. Ciri-ciri jaringan meristem yaitu:
  • Mempunyai sel yang bersifat embrional.
  • Ukurannya kecil serta bentuknya isodiametris seragam.
  • Mempunyai dinding sel yang tipis.
  • Tidak mengandung zat makanan.
  • Belum mengalami deferensiasi dan spesialiasi.
  • Plastida sel belum matang.
  • Tidak terdapat ruang antar sel.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami berikan tentang pengertian dan macam macam jaringan meristem. Semoga apa yang telah kami jelaskan dalam blog temukan pengertian ini dapat memberikan manfaat.

Sumber https://www.temukanpengertian.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 2 May 2018

Pengertian Makanan dan Fungsinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Makanan dan Fungsinya- Makanan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan setelah dicerna serta diserap tubuh akan berguna bagi kesehatan dan kelangsungan hidup. Menurut Wikipedia,  makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, yang dimakan oleh makhluk hidup mendapatkan tenaga dan nutrisi.

A. Pengertian jenis, bahan, zat makanan dan gizi serta contohnya

1. Pengertian jenis makanan dan contohnya
Jenis makanan adalah macam-macam makanan yang biasa disajikan untuk dimakan. Contohnya:
  • nasi dengan berbagai cara memasaknya seperti nasi uduk, nasi goreng, nasi kuning, dan sebagainya;
  • sayur dengan berbagai jenisnya seperti: sayur kangkung, bayam, pare, kacang panjang, dan jenis sayur lainnya;
  • lauk pauk dengan berbagai jenisnya seperti: daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain;
  • buah dengan berbagai macamnya seperti: buah mangga, jeruk, apel, nanas, dan sebagainya;dan
  • berbagai jenis makanan lainnya
2. Pengertian bahan makanan dan contohnya
Bahan makanan/pangan adalah segala sesuatu yang dapat dimasak/diolah kemudian disajikan sebagai hidangan. Contohnya: beras, jagung, singkong, telur, dan sebagainya.

Bahan makanan dikelompokkan menjadi 4 kelompok sebagai berikut:
  • bahan makanan pokok
  • bahan makanan lauk pauk
  • bahan makanan sayur mayur
  • bahan makanan buah
3. Pengertian zat makanan
Zat makanan atau zat gizi adalah komponen penyusun bahan makanan.

4. Pengertian gizi
Gizi adalah proses-proses di dalam tubuh untuk menerima zat-zat makanan dan menggunakan zat-zat makanan tersebut untuk berbagai aktivitas tubuh dan kehidupan.
 Makanan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan setelah dicerna serta diserap tubuh  Pengertian Makanan dan Fungsinya
B. Fungsi makanan secara umum

Fungsi makanan secara umum yaitu sebagai sumber energi, pembangun, dan pengatur.

1. Makanan sebagai sumber tenaga/energi
Energi yang diperolah dari makanan digunakan tubuh untuk melakukan segala aktivitas  tubuh, seperti : untuk mempertahankan proses yang dilakukan organ-organ tubuh dalam melaksanakan aktivitas luar/fisik, mengubah makanan menjadi zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh, proses pertumbuhan dan menjaga tubuh agar tetap hangat. Energi dapat diperoleh dari bahan-bahan makanan penyedia zat gizi karbohidrat, lemak, dan protein.

2. Makanan sebagai bahan pembangun
Makanan memiliki peranan dalam pertumbuhan, mempertahankan struktur tubuh, dan mengganti sel-sel yang rusak. Zat makanan  yang berfungsi sebagai zat pembangun tubuh adalah protein, mineral, dan air

3. Makanan sebagai pengatur
Makanan juga berfunsi sebagai pengatur aktivitas tubuh. Berbagai aktivitas yang diatur tersebut antara lain aktivitas/kerja jantung, sistem pengaturan dalam mempertahankan suhu tubuh, kontraksi otot, sistem pengaturan keseimbangan air, pembekuan darah dan sistem pembuangan sampai metabolisme dari tubuh. Zat makanan yang berfungsi sebagai pengatur adalah vitamain dan mineral.

Baca juga Contoh Makanan 4 Sehat 5 Sempurna dan Kandungan Gizinya

Demikian tentang Pengertian Makanan dan Fungsinya. Semoga bermanfaat
Sumber https://www.websitependidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 21 January 2018

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pernahkah kita bertanya apa sebenarnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan setiap tanaman sehingga antara satu tanaman dan lainnya dapat tumbuh dengan ukuran dan tinggi yang berbeda-beda ?

Pada dasarnya semua tumbuhan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sebgai mana kita pelajari pada materi ciri-ciri makhluk hidup.Namun ada beberapa faktor yang menjadikan setiap tumbuhan memiliki karakteristik tumbuhan kembang yang berbeda-beda. Sehingga kita dapati ada tumbuhan yang diberikan kemampuan untuk tumbuh besar dan tinggi dan tumbuhan yang lain hanya dapat tumbuh dengan ukuran yang tidak seberapa besar atau relatif kecil.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat kita kelompokan ke dalam faktor internal dan eksternal.

Pernahkah kita bertanya apa sebenarnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seti Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan


Faktor internal adalah semua faktor yang terdapat pada tumbuhan itu sendiri berupa faktor genetik yang terkandung dalam gen dan horman. Adapun faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan sekitar yang bentuknya bisa berupa cahaya, suhu, kelembapan dan lainnya.

Selanjutnya silahkan simak faktor-faktor yang mempengaruhi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman berikut ini:

A. Faktor Internal

Ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman diantaranya:

1. Gen
Apa itu gen ? Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Gen ini membawa sifat dari indukan dan diwariskan pada generasi selanjutnya.

Pada tanaman gen dapat mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga ataupun rasa. Selain itu, gen juga menentukan kemampuan metabolisme sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman yang mewarisi gen pertumbuhan yang baik hampir dapat dipastikan akan tumbuh dengan baik pula. Tentunya hal ini harus didukung pula dengan faktor-faktor yang lainnya.

2. Hormon
Hormon adalah senyawa kimia  yang dihasilkan oleh organ tubuh tertentu, yang bekerja memacu fungsi organ tubuh tertentu sehingga akan menampakan bebrapa gejala. Hormon biasanya diproduksi dalam jumlah yang tidak banyak, namun fungsinya cukup menentukan.

Ada beberapa gormon pertumbuhana yang terdapat pada tanaman, diantaranya:

  • Hormon Auksin, hormon ini berperan untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel. Hormon auksin adalah senyawa kimia Indol Asetic Acid (IAA) yang dihasilkan dari proses sekresi pada titik tumbuh yang terletak pada ujung tunas, ujung akar, daun muda, bunga, buah dan juga kambium.
  • Hormon Giberlin, hormon iniberperan untuk pembentukan biji serta perkembangan dan perkecambahan embrio.Hormon giberelin secara alami terdapat pada bagian tertentu tumbuhan yaitu pada buah dan biji saat berkecambah
  • Hormon Etilen, hormon etilen berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.
  • Hormon Sitokinin, sitokinin berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan akar dan cabang tanaman.
  • Asam absisat, asam abisat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun.
  • Kaolin, kaolin berperan untuk proses organogenesis tanaman.
  • Asam traumalin, asam traumalin berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.

B. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembang tanaman adalah sebagai berikut:

1. Cahaya
Cahaya sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan makanan atau dalam tumbuhan lazim disebut dengan istilah fotosintesis. Dari hasil fotosintesis inilah tumbuhan mendapatkan pasokan makanan yang cukup untuk bisa tumbuh. Intensitas cahaya yang memadai akan membuat tenaman dapat tumbuh dengan baik, sebaliknya jika tanaman mendapat intensitas cahaya kurang maka pertumbuhannyapun akan terhambat.

2. Suhu
Suhu cukup berpengaruh pada proses tumbuh kembang sebuah tumbuhan. Hal ini karena suhu mempengaruhi aktivitas enzim dan kandungan air dalam tubuhnya.

Jika suhu lingkungan tinggi, maka akan terjadi transpirasi yang besar yang akan menyebabkan kandungan air dalam tubuh tumbuhan semakin rendah sehingga proses pertumbuhan menjadi lambat. Adapun suhu yang rendah dapat memecahkan masa istirahat pucuk atau biji. Perlakuan temperatur yang rendah akan memacu pembentukan ruas yang lebih panjang daripada ruas dari tumbuhan yang tumbuh di daerah bertemperatur tinggi.


3. Kandungan Air
Air merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan dan memiliki fungsi penting bagi tumbuhan. Air membantu proses reaksi kimia dalam sel tumbuhan serta menunjang proses pembuatan makanan melalui proses fotosintesis.

Air yang terkandung dalam tanah dapat melarutkan unsur hara yang akan diserap oleh tumbuhan melalui akar-akarnya. Selain itu, air juga berperan memelihara temperatur tanah yang berdampak langsung pada proses pertumbuhan tanaman. Terbukti, tanaman akan lebuh aktif tumbuh pada malam hari dimana kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dibanding pada siang hari.

4. Makanan (nutrisi)
Sebagaimana makhluk hidup yang lain, tumbuhan juga memerlukan makanan untuk dapat tumbuh. Sesuai jumlahnya, unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh tumbuhan dikelompokkan ke dalam unsur makro dan mikro.

Unsur makro merupakan unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak yang terdiri dari karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, dan magnesium.

Adapun unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang relatif lebih sedikit dibandingkan unsur makro. Yang termasuk unsur mikro antara lain  besi, klor, tembaga, seng, molibdenum, boron, dan nikel.

5. PH Tanah
Yang dimaksud dengan PH adalah kadar keasaman tanah. PH tanah sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuh-tumbuhan.

Demikian beberpa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Jika anda dapati disekeliling anda ada tumbuhan yang terhambat pertumbuhannya maka anada dapat menenlitinya dan menemukan penyebab serta solusi yang dapat diambil.


Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 31 July 2017

Perangkat Pembelajaran Biologi (Peminatan) SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Perangkat Pembelajaran Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini merupakan administrasi terbaru yang akan saya share pada postingan kali ini. Memasuki tahun ajaran 2017/2018 ini, setiap guru termasuk guru Biologi disibukan dengan Penyusunan Perangkat Pembelajaran mulai dari RPP Biologi, Silabus Biologi, Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), KKM, dan administrasi pelengkap lainnya.


Dalam Perangkat Pembalajran Biologi Kelas X, XI, XII Kurikulum 2013 (Peminatan IPA) ini lengkap untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di Kelas 10|X, Kelas 11|XI, dan Kelas 12|XII untuk Semester 1 dan Semester 2. Berikut RPP, Silabus, Prota dan Promes, KKM dan Administrasi lainnya yang dapat anda download.

 ini merupakan administrasi terbaru yang akan saya share pada postingan kali ini Perangkat Pembelajaran Biologi (Peminatan) SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Revisi 2017

Password : Klik Disini

Perangkat Pembelajaran Biologi Kelas X Kurikulum 2013 :
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 1 KP 1 Mengenal Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 1 KP 2 Mengaplikasikan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 2 KP 1 Mengenal Reaksi Redoks
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 2 KP 2 Mempelajari Penerapan Konsep Redoks
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 3 KP 1 Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi
RPP Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 RPP Bab 3 KP 2 Mempelajari Penyetaraan Reaksi
Prota dan Promes Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10
Silabus Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 Bab 1
Silabus Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 Bab 2
Silabus Biologi SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Kelas X-10 Bab 3

Perangkat Pembelajaran Biologi Kelas XI Kurikulum 2013 :
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 1 KP 1 – Zat Makanan dan Sistem Pencernaan pada Manusia
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 1 KP 2 – Pencernaan Hewan Ruminansia dan Kelainan Sistem Pencernaan Manusia
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 2 KP 3 – Sistem Respirasi pada Manusia dan Hewan
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 2 KP 4 – Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 3 KP 1 – Alat-Alat Ekskresi pada Manusia dan Hewan
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 3 KP 2 – KelainanPenyakit Sistem Ekskresi Manusia
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 4 KP 1 – Sistem Saraf dan Endokrin
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 4 KP 2 – Kelainan dan Gangguan pada Sistem Koordinasi
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 5 KP 1 – Sistem Reproduksi Manusia
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 5 KP 2 – Fertilisasi dan Kelainan pada Sistem Reproduksi
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 6 KP 1 – Sistem Kekebalan Tubuh Manusia
RPP Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11 Bab 6 KP 2 – Kelainan pada Sistem Pertahanan Tubuh Manusia
Prota Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11
Promes Biologi Kurikulum 2013 Kelas XI-11

Perangkat Pembelajaran Biologi Kelas XII Kurikulum 2013 :
Program Semester Biologi SMA/ SMK
Program Tahunan Biologi SMA/ SMK
KI-KD Biologi SMA/ SMK
KKM Biologi SMA/ SMK


Diharapkan dengan Perangkat Pembelajaran Biologi (IPA) SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini dapat berguna bagi anda dalam menyiapkan pembelajaran dikelas. Kritik dan saran sangat saya harapkan demi peningkatan kualitas blog ini dimasa yang akan datang. Dalam blog ini juga saya sediakan banyak Administrasi Sekolah Lengkap untuk SD, SMP, dan SMA baik yang menyangkut Administrasi Pembelajaran, TU, Kepala Sekolah, Keuangan, dan lain sebagainnya. Cari file yang anda inginkan melalui kotak pencarian dibagain kanan atas blog ini atau melalui menu yang tersedia.

Sumber http://www.downloadadmintrasisekolah.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 26 April 2017

Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Biologi tentang Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang) dan Contohnya (Berdasarkan Tempat Hidupnya, Berdasarkan Cara Berkembangbiak, Berdasarkan Penutup Tubuhnya, berdasarkan jenis makanannya, dan berdasarkan ada tidaknya tulang punggung). Baiklah mari kita bahas selengkapnya...

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Tempat Hidupnya


Penggolongkan hewan atau binatang berdasarkan tempat hidupnya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

1. Hewan yang hidup di darat

Hewan yang hidup di darat biasa disebut hewan darat. Contoh hewan darat antara lain : ayam, sapi, kambing, kuda, singa, kucing, dan lain sebagainya.

2. Hewan yang hidup di air

Hewan yang hidup di air biasa disebut  hewan air. Contoh hewan air antara lain : ikan, udang, cumi-cumi, paus, lumba-lumba, gurita, dan lain-lain.

3. Hewan yang hidup di darat dan air  (amfibi)


Selain hewan darat, dan hewan air, ada juga hewan yang hidup di darat dan di air. Hewan ini biasa disebut dengan amfibi. Contoh hewan amfibi adalah salamander dan katak. Katak memulai hidupnya di air. Setelah dewasa, katak mengalami perubahan.Katak dewasa hidup di darat dan di air.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Cara Berkembangbiaknya

 Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Biologi tentang Penggolongan Jen Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang)


Penggolongan hewan / binatang berdasarkan perkembangbiakannya, dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Ovivar (bertelur), Vivivar (beranak/melahirkan) dan Ovovivivar (Bertelur dan beranak/melahirkan).


1. Hewan ovipar (bertelur)



Hewan Ovipar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu yang baru.

Pada hewan Ovipar, proses pembuahan terdapat 2 macam yaitu Pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal. Pembuahan Internal adalah proses pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam (unggas, termasuk burung) dan penyu (reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contoh : Ikan dan katak.

Contoh hewan ovipar adalah bebek, cicak, burung, kura-kura, penyu dan ikan.

2. Hewan vivipar (beranak/ melahirkan)

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivipar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan.

Hewan vivipar adalah termasuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, sapi, kerbau, harimau, gajah, kucing, dan kambing.

3. Hewan ovovivipar (bertelur dan beranak/ melahirkan).

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivipar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina.

Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang induk. Contoh hewan Ovovivipar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

1. Hewan berambut

Rambut pada hewan berguna untuk melindungi kulit mereka. Ada hewan yang memiliki rambut yang tebal, contohnya kucing, kelinci, dan anjing. Ada pula hewan berambut tipis, misalnya sapi, kerbau, dan tikus.

2.  Hewan berbulu

Contoh hewan berbulu antara lain bebek, angsa, burung dan ayam. Bulu bebek tidak basah ketika berenang di air, karen memiliki lapisan minyak. Bulu juga membantu hewan dalam terbang.

3. Hewan bersisik

Contoh hewan bersisik adalah kadal, ular, dan cecak. Sisik ular membantunya bergerak melata di tanah. Sisik ikan membantunya bergerak di air. Sisik juga merupakan penutup tubuh hewan.Contohnya pada reptil dan ikan. Reptil adalah hewan melata. Misalnya ular, buaya dan kadal. Sisik ikan dan reptil berbeda. Sisik ikan selalu berlendir.Lendir memudahkan ikan bergerak di air. Di dalam air ikan bebas bergerak. Bergerak mencari makan dan berkembang biak. Sisik pada reptil kering tidakberlendir. Sisik ini berguna sebagai pelindung tubuh. Yaitu dari pengaruh suhu dan penguapan.

4. Hewan bercangkang


Ada hewan yang dilindungi oleh cangkang. Contohnya adalah bekicot dan siput. Cangkang merupakan zat kapur yanng keras. Cangkang melindungi bagian tubuh hewan yang lunak.

Jenis/ Macam-Macam hewan berdasarkan jenis makanannya.

Penggolongan hewan / binatang berdasarkan jenis makanannya digolongkan menjadi :

1. Hewan pemakan tumbuhan  (herbivora)

Hewan pemakan tumbuhan disebut herbivora. Herbivora ada yang makan daun-daun dan rerumputan, contohnya sapi dan kambing. Ada pula herbivora yang makan biji-bijian, contohnya burung merpati, perkutut, dan parkit. Dan ada herbivora yang makan buah-buahan. Contohnya kelelawar dan burung beo.

2. Hewan pemakan daging (karnivora)

Hewan pemakan daging disebut karnivora. Contoh hewan pemakan daging yaitu singa, harimau, burung elang dan hiu. Karnivor tidak semuanya memakan daging, adapula yang memakan serangga. Contoh hewan yang memakan serangga adalah cicak dan katak.

3. Hewan pemakan segalanya (omnivora)

Hewan pemakan segala (tumbuhan dan daging) disebut omnivora. Omnivora memakan tumbuhan dan daging hewan lain. Contoh omnivora adalah ayam, bebek, dan beruang. Ayam makan jagung, padi, dan juga cacing. Beruang makan ikan dan juga dedaunan.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya


Penggolongan hewan berdasarkan cara bergeraknya (bergerak untuk berpindah tempat) antara lain sebagai berikut :

1. Hewan berjalan

Hewan pejalan kaki memiliki kaki yang kuat dengan telapak kaki yang dirancang  khusus untuk berjalan. Contoh hewan yang berjalan adalah ayam, kuda dan sapi.

2. Hewan melompat

Hewan melompat memiliki kaki. Kaki belakangnya panjang dan kuat. Contohnya katak, kangguru, dan kelinci.

3. Hewan terbang


Hewan terbang dengan sayapnya. Berbagai jenis burung bergerak dengan terbang. Contoh lainnya adalah kelelawar, kupu-kupu dan lebah.

4. Hewan berenang

Hewan air bergerak dengan berenang dengan menggunakan alat geraknya masing-masing. Contohnya ikan berenang dengan menggunakan sirip dan ekornya. Anjing laut dan pinguin berenang dengan sayap dan kakinya.

5. Hewan melata

Hewan melata yaitu hewan yang bergarak dengan otot perut. Contoh ular, cacing dan lintah.

6. Hewan merayap atau merangkak

Yaitu hewan yang memiliki kaki, tetapi bukan untuk berdiri melainkan untuk mendorong tubuhnya. Saat bergerak perut hewan ini menempel pada tanah atau tempat berjalan. Contoh hewan merayap atau merangkak antara lain cicak, kadal, buaya, dan komodo.


Jenis / Macam-Macam Hewan BerdasarkanAda Tidaknya Tulang Punggung.



Berdasarkan ada atau tidak adanya tulang punggung, hewan dibedakan menjadi 2 yaitu :


1. Hewan bertulang punggung (vertebrata)



Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.

a. Pisces

Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.

Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1)      Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2)      Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.


b. Amphibia

Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Contoh : katak sawah, salamander, kodok.

c. Reptilia

Reptilia adalah hewan melata yang mencakup tiga ordo besar yaitu :

- Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang) contohnya kura-kura, penyu, bulus.
- Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik), contoh ular.
- Crocodilia (bangsa buaya), contoh buaya dan aligator

d. Aves

Aves adalah hewan kelompok burung. Contoh aves yaitu ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

e. Mammalia

Mammalia adalah hewan yang menyusui anaknya. Mammalia berkembangbiak dengan cara beranak/ melahirkan (vivivar). Kebanyakan mammalia hidup di darat, contoh sapi kambing, kuda. Tetapi adapula mammalia yang hidup di air, yaitu paus, dan lumba-lumba.

2. Hewan tidak bertulang punggung (invertebrata / avertebrata).

Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi  hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas.


a. Kelompok hewan bersel satu (Protozoa)

Berukuran sangat kecil sehingga tidak tampak dilihat dengan mata biasa. Hewan bersel satu umumnya hidup di tempat basah, misalnya di laut atau air tawar bahkan di dalam darah. Contoh : paramecium, mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.

b. Kelompok hewan berpori (Porifera)

Seluruh tubuhnya berlubang-lubang halus, rangkanya tersusun dari zat kapur, kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang dangkal dan berair jernih, karena hidup menempel maka tidak  bisa bergerak bebas. Contoh hewan berpori adalah spon karang (bunga karang).

c. Kelompok hewan berongga (Coelenterata)

Mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya bisa beragam tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang dikelilingi oleh alat peraba yang disebut tentakel. Contoh hewan berongga antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.

d. Kelompok cacing (Vermes)

Bertubuh lunak, tidak mempunyai kaki dan rangka. Hidup di tanah dan di air tawar maupun air laut. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan.

Jenis cacing dibedakan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
- cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
- cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing kremi.

e. Kelompok Hewan Lunak (Mollusca)

Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh berupa cangkang.  Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.

f. Kelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata)

Ciri-ciri Echinodermata antara lain seluruh tubuhnya tertutup oleh duri, tidak berkepala, dan mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton). Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang dikelilingi oleh kaki berbentuk tabung yang mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya. Contoh hewan berkulit duri adalah bintang laut, bulu babi, teripang, dan landak laut.

g. Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda)

Arthropoda memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit luar yang tersusun dari zat kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa jenis tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar yang lunak, sedangkan yang lain seperti ketam dan udang laut mempunyai kulit luar yang keras.

Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu lipan, labah-labah, udang-udangan, dan serangga.

Demikian materi Biologi tentang Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang) dan Contohnya yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat..

Sumber https://www.artikelmateri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 3 April 2017

RPP Biologi SMA KTSP Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

RPP Biologi SMA KTSP ini merupakan RPP SMA/ MA/ SMK untuk Semester 1 dan semester 2 KTSP/ Kurikulum 2006 mata pelajaran Biologi (Peminatan IPA). Dalam contoh rpp biologi sma ktsp ini saya khususkan untuk RPP Biologi Kelas X|10 KTSP, RPP Biologi Kelas XI|11 KTSP, RPP Biologi Kelas XII|12 KTSP. Selain itu juga saya lengkapi dengan Perangkat Pembelajaran Biologi SMA/ MA/ SMK lainnya yang kami bagikan secara gratis.

Recomended !!! Download Biologi SMA Kelas X | XI | XII KTSP ini segera dengan dilengkapi Silabus Biologi, Program Tahunan, Program Semester, serta format KKM. Selain itu anda untuk mata pelajaran lainnya juga dapat mengunduh RPP mapel lainnya seperti contoh RPP Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Contoh RPP Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Matematika, PAI, PKN, Sejarah, Seni Budaya, Sosiologi, RPP TIK, Penjas SMA/ MA KTSP/Kurikulum 2006, yang dapat anda download dengan lengkap.

RPP Biologi SMA Kelas X|XI|XII KTSP 

 Selain itu juga saya lengkapi dengan Perangkat Pembelajaran Biologi SMA RPP Biologi SMA KTSP Kelas X, XI, XII Semester 1 dan 2


Download RPP Biologi Kelas X KTSP

Perangkat Pembelajaran SMA/MA/SMK Kurikulum 2013 Lengkap (Update 2017)

Diharapkan RPP Biologi SMA KTSP Kelas X, XI, XII ini dapat berguna bagi anda guru SMA/ MA yang belum membuat atau belum memiliki RPP Biologi SMA/SMK/MA KTSP terbaru. Kritik dan saran saya harapkan untuk bahan perbaikan blog ini pada masa yang akan datang. Dalam blog ini juga saya sediakan banyak Administrasi Sekolah Lengkap untuk SD/ Mi, SMP/ Mts, dan SMA/ SMK/ MA baik yang menyangkut Administrasi Pembelajaran, TU, Kepala Sekolah, Keuangan, dan lain sebagainnya. Cari file yang anda inginkan melalui kotak pencarian dibagain kanan atas blog ini atau melalui menu yang tersedia.

Sumber http://www.rppkurikulum2013sdsmpsma.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 15 January 2017

Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Kepadatan Populasi Penduduk dan Pengaruhnya terhadap ketersediaan air bersih, pangan, lahan, udara bersih, dan pencemaran lingkungan.

KEPADATAN PENDUDUK

Penduduk  adalah seseorang atau sekelompok orang yang tinggal dan menetap suatu wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan (fluktuasi pertumbuhan). Fluktuasi ini dikenal dengan istilah Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk adalah perubahan penduduk pada suatu negara dari waktu ke waktu.

Kepadatan populasi / penduduk adalah jumlah anggota populasi (penduduk) per satuan luas lahan yang ditempati dalam kurun waktu tertentu.

Kepadatan populasi dirumuskan sebagai berikut :

 Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Kepadatan Populasi Pend Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Ada 3 faktor yang mempengaruhi jumlah kepadatan populasi penduduka dalam suatu negara, yaitu angka kelahiran (natalitas), angka kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi)

1. Natalitas (angka kelahiran) adalah bilangan yang menunjukan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun.

Berikut rumus dan kriteria natalitas (angka kelahiran)

Rumus Natalitas :

 Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Kepadatan Populasi Pend Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Kriteria natalitas :
•    Angka kelahiran tinggi, jika lebih dari 30
•    Angka kelahiran sedang, jika antara 20 sampai 30
•    Angka kelahiran rendah, jika kurang dari 20

2. Mortalitas (angka kematian), yaitu bilangan yang menunjukan jumlah angka kematian dari tiap 1000 penduduk per tahun.

Berikut rumus dan kriteria mortalitas (angka kematian)

 Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Kepadatan Populasi Pend Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Kriteria mortalitas :
•    Angka kematian tinggi, jika lebih dari 18
•    Angka kematian sedang, jika antara 14 sampai 18
•    Angka kematian rendah, jika antara 9 sampai 13

3. Migrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain.

Terjadinya migrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

- Kesulitan ekonomi atau gaji yang rendah di daerah asal.
- Situasi sosial-budaya.
- Kurangnya sarana dan prasarana di daerah asal.
- Kesempatan kerja dan ekonomi yang lebih baik di daerah yang akan dituju.

Jenis migrasi berdasarkan dengan prosesnya dapat dibedakan menjadi :

a. Migrasi Internal : Migrasi yang terjadi dalam suatu negara.
- Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya
- Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota
- Ruralisasi, yaitu perpindahan dari kota ke desa

b. Migrasi Eksternal : Migrasi yang terjadi antar negara.
- Imigrasi, yaitu  masuknya penduduk ke suatu negara lain dengan tujuan menetap.
- Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke suatu negara lain dengan tujuan menetap.

Peningkatan kepadatan penduduk dapat menimbulkan permasalahan, antara lain:

-    Kurang terpenuhinya kebutuhan udara bersih, air bersih, serta bahan makanan.
-    Berkurangnya lahan untuk pemukiman dan lahan pertanian.
-    Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat.
-    Meningkatnya penderita penyakit menular dan kronis.

Untuk mengatasi kepadatan populasi manusia dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
-    Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB).
-    Meningkatkan taraf pendidikan agar masyarakat dapat mengubah sikap, pola pikir dan perilaku.
-    Menggalakkan program transmigrasi agar persebaran penduduk lebih merata.
-    Meningkatkan lapangan kerja di daerah untuk mencegah terjadinya urbanisasi
-  Mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan meningkatkan produksi pangan, melalui  program: intensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan cara bercocok tanan), ektensifikasi  (peningkatan produksi pertanian melalui perluasan lahan), diversifikasi (penganekaragaman jenis makanan), dan mencari sumber makanan baru,

PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP LINGKUNGAN

Kepadatan populasi di suatu daerah dapat mempengaruhi kualitas penduduknya. Pada daerah yang padat, usaha peningkatan kualitas penduduk lebih sulit dilaksanakan. Hal ini menimbulkan permasalahan social, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, ketersediaan lahan, air bersih, kebutuhan pangan, dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Coba bandingkan tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Tentu tingkat pencemaran udara di daerah perkotaan lebih tinggi. Kepadatan populasi berpengaruh terhadap beberapa aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :

1. Ketersediaan Udara Bersih
Udara bersih adalah kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin tinggi jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang dibutuhkan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang memakai bahan bakar fosil (bensin, solar, minyak bumi, dan batu bara) mengakibatkan kadar karbondioksida ( CO2 ) dan karbon monoksida ( CO ) di udara meningkat. Beberapa kegiatan industri menghasilkan gas-gas pencemar yang berbahaya seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan karena  pembakaran tak sempurna.

2. Ketersediaan Pangan

Agar mampu bertahan hidup, manusia memerlukan makanan. Dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang dibutuhkan juga meningkat. Terjadinya ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan bertambahnya produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya dapat terjadi kekurangan gizi atau bahkan kekurangan bahan pangan. Sebagian besar lahan di kota yang semestinya untuk pertanian malah digunakan untuk lahan pembangunan pabrik, perumahan, kantor, dan pusat perbelanjaan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan tersedianya hasil pertanian pangan dari desa. Dengan demikian kenaikan jumlah penduduk, secara otomatis akan meningkat pula kebutuhan pangan.

3. Ketersediaan Lahan

Kepadatan populasi manusia mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk pemukiman, sarana penunjang kehidupan, industri, tanah pertanian, dan lainnya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan menggunakan lahan pertanian yang produktif untuk membangun pemukiman dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan, sehingga mengakibatkan menurunnya produksi pangan. Selain itu, untuk membangun kawasan industri, perkebunan, dan pertanian sering dilakukan dengan cara membuka hutan. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sebenarnya kegiatan itu dapat merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.

4. Ketersediaan Air Bersih

Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa perairan, namun tidak semua air tersebut dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas bisa menyebabkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan lainnya. Jumlah penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan yang dapat mencemari air.

Pembuatan sumur artesis untuk keperluan industri dan kompleks perumahan mengakibatkan sumur-sumur tradisional mengering. Disamping itu, kawasan pemukiman penduduk yang padat biasanya hanya tersedia sedikit kawasan terbuka yang berfungsi untuk daerah serapan air hujan. Kawasan yang tertutup rapat oleh aspal dan beton membuat air tidak dapat meresap ke lapisan tanah, sehingga saat turun hujan, air hujan  akan mengalir begitu saja melalui permukaan tanah. Akibatnya cadangan air di dalam tanah semakin lama semakin berkurang sehingga pada musim kemarau sering kekurangan air bersih.

5. Pencemaran lingkungan

Kegiatan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya sering mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan. Contoh, untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan bahan baku kertas, maka pohon di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan perkebunan dan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/ lahan gambut dikeringkan. Guna mempercepat transportasi, dibuat bermacam-macam kendaraan bermotor. Guna memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil.

Jika tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh diatas lama-lama akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat mengurangi bahkan menghilangkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Bila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena minimnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang secara sembarangan, misalnya di sungai. Akibatnya air sungai menjadi tercemar. Kebutuhan transportasi juga meningkat sehingga jumlah kendaraan bermotor bertambah banyak. Hal ini dapat mengakibatkan  polusi udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.


Referensi :



Demikian artikel tentang Kepadatan Populasi Penduduk dan Pengaruhnya terhadap ketersediaan air bersih, pangan, lahan, udara bersih, dan pencemaran lingkungan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat 

Sumber https://www.artikelmateri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.