Showing posts with label B Konsep Kebugaran Jasmani. Show all posts
Showing posts with label B Konsep Kebugaran Jasmani. Show all posts

Thursday, 26 March 2015

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Atlet Olahraga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Percaya diri

Percaya diri dapat diartikan suatu kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan yang terbaik. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.

Banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi atlet olahraga yang akan melakukan pertandingan. Misalnya menanamkan keyakinan akan peluang untuk mendapatkan kemenangan. Namun hal itu harus disertai dengan persiapan sebelum melakukan pertandingan. Seorang atlet yang sudah melakukan persiapan dengan latihan-latihan secara maksimal sebelum melakukan pertandingan akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih tinggi dari pada yang melakukan latihan namun kurang maksimal. Tapi apapun persiapan yang sudah dilakukan hendaknya tidak mengurangi rasa percaya diri seorang atlet atau pemain pertandingan. Karena factor mental mempunyai peranan yang sangat penting dalam memenangkan pertandingan. Merasa kurang percaya diri menyebabkan seorang atlet dapat mengalami grogi saat bertanding dan itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan yang ia miliki.

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri atlet, antara lain:

1. Berpikir positif

Berpikir positif dapat meningkatkan mentalitas seorang atlet dalam arena pertandingan.. Kemampuan menemukan makna dari tiap peluang, event, situasi, serta orang yang dihadapi adalah cara untuk menimbulkan pikiran positif. Sering terdengar bahwa seorang atlet bulu tangkis atau sebuah tim bola basket secara tidak terduga bisa memenangkan pertandingan padahal targetnya adalah berusaha main sebaik mungkin. Alasannya, karena lawannya bagus dan pertandingan ini jadi moment penting untuk meng up grade­ kualitas diri dan permainannya. Artinya, sang atlet mampu melihat sisi lain yang membuat dirinya tidak terbebani ambisi. Pikiran rileks dan focus pada permainan berkualitas akhirnya mempengaruhi sikap atlet tersebut saat bertanding dimana ia jadi berhati-hati dan cermat dalam proses, dan tidak sembarangan tergesa-gesa ingin cepat-cepat mencetak skor.

Inilah nilai tambah pikiran positif bisa menggerakkan motivasi yang tepat, sehingga mengeluarkan besaran energi dan tekanan yang tepat untuk menghasilkan tindakan konstruktif. Dampaknya bisa beragam, bisa kerja sama yang baik dan performance yang optimum.

2. Motivasi

Sumber motivasi dan tingkat motivasi sangat mempengaruhi seorang atlet. Misalnya motivasi karena ditonton oleh sang pejabat atau Presiden. Ditonton oleh para pendukung yang fanatic. Semua dapat menjadi motivasi tersendiri dari para atlet. Namun motivasi yang terbaik adalah yang dating dari diri sendiri. Motivasi yang baik tidak terpengaruh situasi apalagi iming-iming hadiah. Atlet yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, maka sejak awal berlatih dia sudah secara konsisten dan persisten mengusahakan yang terbaik. Kepuasannya terletak pada keberhasilannya untuk mencapai yang terbaik di setiap tahap proses latihan, bukan hanya saat bertanding. Masalah yang ada pasti punya pengaruh, namun selama motivasi internalnya kuat, atlet tersebut mampu untuk sementara waktu menyingkirkan beban emosi yang dirasa memperberat gerakannya.


3. Sasaran yang jelas

Mengetahui sejauh mana dan setinggi apa sasaran yang harus dicapai, mempengaruhi tingkat daya juang, usaha dan kualitas tempur atlet. Sementara, ketidakpastian bisa melemahkan motivasi. Ketidakpastian ini bentuknya beragam. Kalau tidak jelas siapa musuhnya, sasarannya, medan perangnya, tingkat kesulitannya, targetnya, waktunya, akan membuat sang atlet kebingungan dan energi nya juga tidak fokus, strategi nya pun tidak spesifik dan standar kualitas nya jadi tidak bisa ditentukan, bisa terlalu rendah bisa juga terlalu tinggi. Dalam keadaan membingungkan seperti ini, atlet jadi sangat rentan terhadap masalah.


4. Pengendalian emosi

Ketidakmampuan mengendalikan emosi bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan fisiologis. Pengendalian emosi tidak bisa muncul dalam semalam, karena sudah menjadi bagian dari kepribadian atlet. Hal ini bukan berarti tak bisa dirubah, namun perlu proses untuk mengembangkan kemampuan mengelola emosi dengan proporsional. Jadi, kalau atlet tersebut masih punya masalah dalam pengendalian emosi, maka dia lebih mudah terstimulasi oleh berbagai masalah apapun bentuknya, entah itu kelakuan penonton / supporter, sikap pelatih, tindakan teman-temannya, dsb.

5. Daya tahan terhadap stress

Jika tingkat stres berada di atas ambang kemampuan sang atlet dalam memanage stresnya maka akan mengakibatkan prestasi atlet menurun, namun jika tingkat stres berada dibawah ambang maka atlet tidak akan termotivasi untuk berprestasi. Jika tingkat stres berada pada level toleransi kemampuannya maka atlet akan mampu berprestasi.

5. Rasa percaya diri

Kurangnya rasa percaya diri akan mempengaruhi keyakinan dan daya juang sang atlet. Masalah yang muncul saat berlatih maupun bertanding bisa saja memperlemah rasa percaya dirinya, meski sang atlet sudah berlatih dengan baik. Apalagi jika masalah yang dihadapi berkaitan dengan konsep dirinya. Misalnya, sang atlet selalu memandang dirinya kurang baik, kurang sempurna, maka seruan "uuuuuu" penonton bisa dianggap konfirmasi atas kekurangan dirinya, meskipun pada kenyataannya atlet tersebut tergolong berprestasi.

6. Daya konsentrasi

Atlet yang punya kemampuan konsentrasi tinggi, cenderung mampu mempertahankan performance meski ada gangguan, interupsi atau masalah. Kalau daya konsetrasi atlet rendah, maka ia mudah melakukan kesalahan jikalau terjadi interupsi baik saat latihan maupun pertandingan.

7. Kemampuan evaluasi diri

Kemampuan evaluasi ini juga diperlukan untuk melihat hubungan antara masalah dengan performance-nya. Tanpa kemampuan untuk melihat ke dalam, atlet akan terjebak dalam masalah dan kesalahan yang berulang.

8. Minat

Jika si atlet memang memiliki minat yang tinggi pada cabang olahraga yang dipilihnya maka ia akan melakukan olahraga tersebut sebagai suatu kesenangan bukan sebagai beban.

9. Kecerdasan (emosional dan intelektual)

Kecerdasan emosional dan intelektual merupakan elemen yang dapat memproduksi kemampuan berpikir logis, obyektif, rasional serta memampukannya mengambil hikmah yang bijak atas peristiwa apapun yang dialami atau siapapun yang dihadapi.

Faktor motivasi dalam menanamkan rasa percaya diri atlet adalah menjadi tanggung jawab bagi setiap atlet dan bukan semata-mata tanggung jawab pelatih karena justru faktor tersebut berkaitan erat dengan dunia internal sang atlet. Keberadaan pelatih sangat penting, namun kemauan dan usaha keras pihak atlet lebih menentukan tingkat keberhasilan maupun prestasinya. Inisiatif untuk memperbaiki diri atau mengembangkan sikap mental positif lebih terletak pada atlet dari pada pelatih. Walau bagaimana pun, perubahan yang dipaksakan dari luar, hasilnya tidak akan efektif, malah bisa menimbulkan masalah yang serius.
Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Cara Mengenali Potensi Diri

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Potensi diri adalah  kemampuan , kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang ada dalam diri seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.
Berdasarkan pengertian di atas potensi merupakan daya yang dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja, daya itu belum terwujud atau belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi diri sangat berhubungan erat dengan cipta, rasa, dan karsa yang dimiliki seseorang.

Macam-macam potensi diri:

Potensi yang ada pada diri sendiri dapat dikatakan sebagai bakat yang terpendam. Potensi yang kita miliki biasanya dapat kita kenali dengan cara melihat apa yang kita sukai. Ada bermacam-macam potensi dalam diri seseorang, antara lain:

a. Potensi fisik (psychomotoric) Potensi fisik adalah potensi yang berhubungan dengan kemampuan gerak seseorang. Potensi fisik dapat dipergunakan untuk melakukan gerakan-gerakan misalnya berolahraga dan untuk berbagai kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup. Setiap potensi fisik yang dimiliki manusia mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Misalnya: kaki untuk berjalan, mulut untuk berbicara, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya.

b. Potensi mental intelektual (intellectual quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada dalam otak manusia. Potensi ini berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, menghitung dan lain sebagainya.

c. Potensi emosional (emotional quotient), adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (otak belahan kanan). Potensi berfungsi untuk mengendalikan marah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri dan lain sebagainya.

d. Potensi mental spiritual (spiritual quotient), adalah potensi kecerdasan dalam diri sendiri yang berhubungan dengan kearifan di luar jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai tetapi menemukan nilai. Spiritual quotient dapat terbentuk melalui pendidikan agama formal.

e. Potensi Ketahanmalangan (adversity quotient), adalah potensi kesadaran manusia yang bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang. Adversity quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan sebagai penghalang menjadi peluang.

Cara Mengenali Potensi Diri

Kita dapat mengenali potensi yang ada pada diri kita dengan dua factor. Yang pertama adalah factor intern dan yang kedua adalah factor ekstern. Bagaiamana cara mengenali potensi diri-sendiri dari factor intern ? Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengenali potensi diri dari factor intern kita:
1.       Memiliki informasi yang lengkap tentang diri kita sendiri.
2.       Mengenali dan mengetahui apa yang kita sukai, karena potensi dan bakat yang kita miliki adalah sesuatu yang kita sukai.
3.       Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,

Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri kita sendiri:

Cara mengenali potensi diri dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :

1.       Kita perlu menguji coba kemampuan diri kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
2.       Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

Cara Mengembangkan potensi diri

Jika kita sudah bahwa setiap orang mempunyai potensi dan kemampuan yang terpendam dalam diri, selanjutnya adalah kita harus berupaya mengembangkannya agar potensi dan kemampuan diri kita dapat berkembang secara maksimal. Ada beberapa hal yang musti kita lakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah:

1.       Berkerja keras untuk mengembangkan potensi secara obyektif dan realistis.
2.       Jika kita sudah mengenali bakat dan kemampuan kita maka Sering-sering latihan untuk mengembangkan potensi diri
3.       Berikap obyektif atau realistis dengan kemampuan yang kita miliki, artinya kita jangan melebih-lebihkan atau mengurangi apa yang telah menjadi kenyataan tentang apa yang kita miliki.
4.       Bersikap dan berlaku jujur

5.       Bersikap proportional dengan kemampuan yang kita miliki

Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 7 January 2015

Pengertian Olahraga Angkat Besi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Angkat besi adalah cabang olahraga dimana setiap atlet bersaing mengangkat beban berat berupa barbel yang dilakukan dengan kekuatan, kelentukan, konsentrasi, ketahanan, keseimbangan, teknik, mental, kemampuan, dan disiplin.

Angkat besi merupakan olahraga mengangkat beban.  Angkat besi dapat diikuti oleh atlet pria dan wanita. Yang masing-masing mempunyai spesifikasi dan peraturan sendiri-sendiri seperti cabang olahraga yang lainnya. Dalam olahraga angkat besi ada dua jenis angkatan yang sering dilombakan, yakni angkatan clean and jerk dan snatch. Setiap divisi dibagi menjadi 2 sub-even, yaitu angkatan langsung (snatch) dan angkatan tidak langsung (clean & jerk) dan setiap atlet diberi kesempatan untuk mengangkat tiga kali di masing-masing jenis angkatan. Angkatan yang terbaik dari dua jenis angkatan tersebut akan dijumlah dan juara ditentukan dari peringkat total kedua jenis angkatan tersebut.

Clean and Jerk
Jenis angkatan clean and jerk adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda, di mana atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban (barbel) lurus di atas kepala dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

Snatch
Jenis angkatan snatch atlet mengangkat barbel dalam dua tahap. Pertama, mengangkat beban dari lantai sampai batas dada dengan posisi jongkok. Setelah jeda sebentar untuk mengambil ancang-ancang, atlet kemudian mengangkat barbel sampai kedua tangan lurus di atas kepala, dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

Kedua jenis angkatan ini bisa dilombakan satu per satu, namun juga bisa digabung sehingga rekor atlet adalah penjumlahan beban maksimal dari total angkatan snatch dan clean and jerk.

Cabang olahraga angkat besi adalah tergolong olahraga yang sudah tua. Kini olahraga angkat besi tidak hanya popular, namun juga termasuk olahraga yang modern.  Dalam setiap pesta olahraga, cabang angkat besi tidak pernah absen. Sekarang sudah banyak berdiri tempat-tempat latihan angkat besi bahkan di setiap rumah fitness. Karena olahraga angkat besi disamping olahraga untuk mencari prestasi juga sangat efektif untuk pembentukan tubuh.




Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 6 January 2015

Sistem Dan Pengelompokan Latihan Senam

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Berdasarkan perkembangannya, system hirarki latihan senam ada 4 yaitu system Swedia, Sistem Jerman, system Denmark, dan system Australia. Sistem ini sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Berikut penjelasan dari masing-masing system dari keempat Negara tersebut;

1. Sistem Denmark

Tokoh system Denmark adalah Niels Buksh, dia adalah tokoh pendidikan jasmani. Dasar senam menurut Niels Buksh adalah anatomis, fistalogis, dan dinamis dengan tujuan latihan adalah untuk kesehatan tubuh dan fungsi gerakan. Pembagian dasar latihan ini adalah:

  1. Latihan Persiapan (Normalisasi)
  2. Latihan ketangkasan
  3. Latihan penenangan

2. Sistem Jerman

Tokoh system jerman adalah Guthmuths, Maul, Spranz, dan John. Kesemuanya adalah tokoh pendidikan jasmani dan tenaga pengajar pendidikan jasmani di sekolah. Dasar system senamnya adalah:

  1. Latihan Gerak bebas (Latihan geraka ditempat dan berjalan)
  2. Latihan menggunakan alat
  3. Latihan  yang bersifat permainan

3. Sistem Swedia

Tokoh system senam Swedia adalah Flinemfsa, PH Ling, dan Thulin. Dasar system senam Swedia terdiri atas senam militer, senam sekolah, dan senam medis. Latihan Senam Swedia dibagi menjadi dua, yaitu; Latihan permulaan (untuk menarik perhatian) dan latihan bebas yang ringan. Latihan inti dilakukan dengan urutan yaitu;

  1. Membusur yang ringan
  2. Menggantung
  3. Keseimbangan
  4. Latihan kaki, lengan, dan tubuh
  5. Berjalan, berlari disusul dengan latihan pernapasan
  6. Latihan ke samping
  7. Meloncat-loncat.

4. Sistem Australia

Tokoh system senam Australia adalah Gaulhowver dan Strechors. Yang ditekankan pada system Senam Australia adalah pedagogis, psikologis biologis, dan prestasi. Tujuan latihan adalah untuk kesehatan dan kekuatan. Sistematika laitihan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

  1. Latihan Normalisasi
  2. Latihan pembentukan
  3. Latihan prestasi
  4. Latihan seni gerak.

Dari keempat pendapat tadi dapat disimpulkan bahwa latihan senam dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1) Normalisasi latihan pendahuluan
2) Latihan pembentukan ketangkasan
3) Dan Latihan Penenangan.


Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 27 November 2014

Sejarah Permainan Catur (Chass)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sebuah tim arkeologi dari universitas Anglia Inggris telah mengadakan ekspedisi penelitian barang-barang kuno menemukan potongan buah catur yang berbahan dari gading. Potongan itu ditemukan di areal kerajaan Byzantine yang sekarang menjadi Negara Albania. Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa ternyata sejarah catur lebih tua dari penemuan yang sebelumnya, sebab penemuan itu diperkirakan sekitar 500 tahun lebih tua dari penemuan sebelumnya.

Potongan bidak catur ditemukan dalam penggalian di kota kuno Butrint dalam keadaan rusak. Profesor Richard Hodges si pemimpin ekspedisi mengatakan, ”Kita berpikir kalau itu adalah bidak raja atau ratu karena ada silang kecil, tetapi kita tidak yakin,” ujarnya.

Sebuah tim arkeologi dari universitas Anglia Inggris telah mengadakan ekspedisi penelitian Sejarah Permainan Catur (Chass)


Tim tersebut sekarang tengah mengamati secara tepat potongan yang telah mereka temukan. Dia katakan juga bahwa para sejarawan percaya bahwa catur populer di awal abad ke-12 karena ditemukan fosil catur yang terbuat dari gading duyung di sepanjang pinggiran Scotlandia. Potongan lain ditemukan jauh di selatan Italia.

”Bagaimana pun, sekarang jelas bahwa itu telah dimainkan di pusat Mediterania 500 tahun lebih awal,” ujar Hodges. Tim penggalian, dalam rangkaian kerja arkeologi itu, juga menemukan keping koin.

Pendapat lain menyebutkan bahwa Permainan catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6. Di sana catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Awalnya, buah catur memang hanya empat jenis. Menurut mistisisme India kuno, catur dianggap mewakili alam semesta ini, sehingga sering dihubungkan dengan empat unsur kehidupan, yaitu api, udara, tanah dan air karena dalam permainannya, catur menyimbolkan cara-cara hidup manusia.

Dalam permainannya, catur mengandalkan analisa dan ketajaman otak pemain, disertai keterampilan strategi dalam menentukan langkah, rencana, risiko, dan menentukan kapan harus berkorban agar menang.

Namun, pendapat Murray itu dibantah Muhammad Ismail Sloan, yang banyak mempelajari sejarah catur. Menurut Sloan, jika catur ditemukan di India, seharusnya permainan itu disebut-sebut dalam literatur-literatur Sanskrit. Kenyataannya, tak ada satu pun literatur Sanskrit di India yang menyebutkan soal permainan catur sebelum abad ke-6. Sebaliknya, para pujangga Cina sudah menyebutkan permainan ini salam syair-syair mereka, 800 tahun sebelumnya.

Jadi, menurut Ismail Sloan, di Cinalah catur pertama kali dimainkan. Tapi pada waktu itu bentuk arena caturnya tidak kotak-kotak, melainkan bulat-bulat. Buah caturnya juga hanya terdiri atas empat jenis, yaitu raja, benteng, ksatria (kuda), dan uskup (gajah).

Permainan catur masuk ke Indonesia di bawa oleh bangsa Belanda. Awalnya, hanya orang Belanda yang bermain catur, tapi menjelang kemerdekaan, mulailah banyak pribumi yang memainkannya.

Dalam sejarah catur bangsa Eropa telah banyak mengembangkan permainan catur ini, antara lain dengan membuat papan caturnya berwarna hitam dan putih. Ini terjadi kira-kira abad-10. Sebelumnya, kotak-kotak itu berwarna sama. Malah sering orang membuat arena permainan catur ini di atas pasir atau di mana saja yang bisa diberi garis. Dari Eropa ini juga dibuat peraturan bahwa pion boleh maju dua kotak pada langkah pertama dan menteri (ratu) boleh bergerak lebih leluasa baik maju ke depan maupun diagonal.

Perlahan catur mengalami perkembangan. Dari nama, bentuk, serta peraturan permainannya. Kesemuanya itu mewakili simbol perubahan peradaban.




Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 20 November 2014

Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kaum Remaja

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Kerusakan para remaja adalah karena penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya atau disingkat Narkoba. Telah banyak berjatuhan korban narkotika di kalangan remaja. Anak yang sering mengkonsumsi narkoba maka fisiknya akan terganggu juga mentalnya menjadi rusak tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya dan bagi orang lain.

Untuk mencegah kerusakan bagi kaum remaja, maka jauhkan para kaum remaja itu dari pengaruh pemakaian narkoba. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba bagi para remaja antara lain:

1. Situasi dan kondisi di rumah

Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan identitas para remaja. Apakah situasi dan kondisi rumah penuh kasih saying dan harmonis. Anak-anak sebaiknya tidak hanya mendapatkan belaian berupa materi dan kebendaan. Tetapi juga harus mendapatkan belaian emosional dan rohaniah. Perlu dipupuk suasana keagamaan di rumah dan cara mendidik ecara efisien.

Biasanya keluarga yang tidak harmonis baik yang broken home atau broken home semu. Sangat berpengaruh terhadap kenakalan remaja.

2. Situasi dan kondisi di sekolah

Kerusakan para remaja adalah karena penyalahgunaan narkotika dan obat Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kaum Remaja

Bagi remaja yang keluarganya kurang harmonis, maka teman di sekolah menjadi pelarian untuk melepaskan semua persoalan di rumah. Cara curhat seperti ini akan mendorong remaja mendapat kepuasan yang semu di luar rumah. Oleh karena itu situasi dan kondisi di sekolah perlu benar-benar di buat yang dapat menunjang dalam membentuk identitas para remaja. Peran guru di sini angat penting, karena guru sebagai pengganti orang tua siswa yang bertanggung jawab memberikan pendidikan kepada siswa dan menjadi pamong dan panutan para siswa.

3. Situasi dan kondisi pergaulan sesame remaja

Pengaruh teman sangat besar terhadap remaja. Pada usia remaja, ada rasa kebanggaan tersendiri akan popularitas. Arahkan mereka bergaul, tetapi ada bimbingan orang tua dengan memberikan pengarahan dan contoh kepada anak-anak yang masih remaja. Sering dijumpai karena mendapat tekanan dari lingkungan, remaja menjadi merasa rendah diri. Menjadi frustasi dan akhirnya menjadi apatis. Ia menyendiri dan mengucilkan diri dari teman, keluarga, dan lingkungannnya..
Dalam hal ini peran orang tua sangat besar dalam menyadarkan dan mengembalikan kepercayaan diri serta harga dirinya. Perlu mendidik remaja agar bersifat formal dan tegas. Agar mereka terhindar dari pengaruh-pengaruh yang datang dari lingkungan sekitarnya.

4. Situasi dan kondisi Pemerintah

  Sudah banyak usaha pemerintah dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba termasuk minuman keras. Bukti keseriusan pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah di dirikannya BNN (Badan Narkotika Nasional).  Pengawasan yang lebih intensif dari upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba oleh kaum remaja secara terpadu harus dilakukan oleh orang tua, para guru, masyarakat, dan pemerintah secara bersama-sama.  Ketrpaduan dan kerja sama dari masyarakat dan pmerintah akan memegang peranan dan menentukan dalam membina dan member identitas remaja ini.


Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 13 November 2014

Latihan Dasar Lempar Lembing

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Dalam latihan dasar lempar lembing, ada beberapa teknik yang haru dipelajari oleh seorang calon atelit lempar lembing, antara lain; cara memegang lembing, cara membawa lembing, cara melempar lembing tanpa awalan, dan cara melempar lembing dengan awalan langkah jingkat. Berikut ini keterangan masing-masing teknik dasar lempar lembing,


a. Latihan memegang lembing




Ada dua cara yang paling banyak digunakan oleh atelit pelempar lembing, yaitu;

1. Cara Finlandia

Memegang lembing dengan cara Finlandia yaitu;

a) Jari tengah melingkari pegangan lembing pada bagian belakang dan bersentuhan dengan ibu jari
b) Jari telunjuk memegang lembing di belakang pegangan dengan posisi segaris dengan lengan
c) Dua jari yang lain menghimpit dan melingkari pegangan lembing tapi agak renggang dengan               pegangan tengah. Dengan cara ini, tarikan pada bagian tepi belakang pegangan lembing                       dilakukan oleh jari tengah.

2. Cara Amerika

Memegang lembing dengan cara Amerika yaitu;

a) Jari telunjuk memegang bagian tepi belakang pegangan lembing
b) Ibu jari dalam keadaan lurus diletakkan di belakang lembing di belakang tepi pegangan
c) Tiga jari yang lain berhimpit agak renggang dengan jari telunjuk memegang pegangan lembing.

Dengan cara ini, yang memegang peranan dalam melempar adalah jari telunjuk
Dari kedua cara di atas anda tinggal memilih mana yang paling cocok bagi anda. Cara manapun yang anda pilih harus memberikan pegangan yang enak, dapat mengendalikan arah lemparan, dapat menyalurkan semua tenga dengan maksimal dan dapat menghasilkan lemparan yang maksimal pula.

b. Latihan Membawa Lembing

Ada 3 cara untuk membawa lembing, yaitu dengan lembing diletakkan di atas bahu, dengan membawa lembing di depan bahu, dan cara membawa lembing dengan mata lembing mengarah ke bawah. Berikut penjelasan dari masing-masing cara tersebut:

  1. Membawa lembing di atas bahu dengan mata lembing mengarah serong ke atas. Cara ini umumnya digunakan oleh atelit pelempar lembing yang menggunakan awalan dengan berjingkat atau disebut juga dengan gaya Amerika.
  2. Membawa lembing di depan bahu dengan mata lembing mengarah serong ke bawah. Cra ini banyak digunakan oleh pelempar yang menggunakan awalan awalan langkah silang atau gaya Finlandia
  3. Membawa lembing dengan mata lembing di bawah. Posisi lengan kanan yang memegang lembing lurus ke bawah, arah mata lembing serong ke atas, ekor lembing dekat tanah. Cara membawa lembing dengan cara ini dimaksudkan agar memudahkan pelempar memperoleh posisi siap  melakukan lemparan setelah melakukan awalan.

c. Latihan Melempar Lembing Tanpa Awalan

 ada beberapa teknik yang haru dipelajari oleh seorang calon atelit lempar lembing Latihan Dasar Lempar Lembing

Cara melakukan latihan lempar lembing tanpa awalan adalah;

  1. Lembing dipegang sesuai dengan keinginan
  2. Langkah kaki kanan cukup lebar ke belakang, disertai dengan memiringkan badan ke belakang, sehingga berat badan di kaki kanan
  3. Tangan yang memegang lembing lurus ke belakang serong ke bawah. Lutut kaki kanan dan kaki kiri lurus. mandangan melihat kea rah samping kiri serong ke atas, kemudian kea rah sasaran lemparan
  4. Lakukan gerakan melempar lembing disertai dengan memutar badan ke kiri
  5. Luruskan kaki ke belakang dan kaki depan. Pada saat itu segera lepaskan lembing. Dari genggaman disertai dengan pergelangan tangan
  6. Setelah lembing dilepaskan, kaki kanan disilangkan untuk menggantikan posisi kaki kiri, agar badan tidak jauh ke depan
d. Latihan Lempar Lembing Dengan Awalan Jingkat

 ada beberapa teknik yang haru dipelajari oleh seorang calon atelit lempar lembing Latihan Dasar Lempar Lembing

Dalam latihan lempar lembing dengan awalan jingkat, ada beberapa pokok yang harus diperhatikan yaitu:

1. Gerakan Awalan

Awalan dapat dilakukan dengan berlari 13 langkah, kemudian ditambah tiga langkah untuk persiapan dan melaksanakan lemparan. Dari 13 langkah itu terbagi menjadi 2 bagian, yaitu 7 langkah pertama dengan 1/3 kecepatan dan 6 langkah dengan 2/3 kecepatan. Pembagian ini hanyalah pedoman saja, dalam praktiknya anda dapat menyesuaikan misalnya boleh di kurangi atau ditambah langkahnya.

2. Saat Melakukan Langkah Jingkat

setelah mengambil awalan lari, pada langkah ke-5, saat kaki kanan sampai pada tanda yang kedua, tangan kanan meluruskan lembing ke belakang bawah. kemudian pada saat kaki kiri melangkah, kaki kanan melakukan jingkat dengan langkah lebar dan panjang sambil menarik badan ke samping. gerakan jingkat dilakukan mulai dari langkah ke-5 sampai langkah ke-7, atau dilakukan lebih kurang 2 sampai 4 langkah.

3. Sikap Melempar


Sikap ini dimulai dari tangan kanan membawa lembing, kemudian lembing dijulurkan dari atas pundak dibelakang badan. Kaki kiri dilangkahkan jauh ke depan, dan badan diputar ke kanan bersamaan dengan gerakan lembing ke belakang. Langkah ketiga dengan kaki kanan merupakan langkah untuk melempar lembing ke atas serong depan, dengan sudut lemparan sekitar 40 derajat. Lembing dilepas ke atas, sedikit agak ke depan dari pundak kanan.

4. Sikap Akhir

Sikap akhir ini tujuannya adalah agar setelah melakukan lemparan lembing badan tetap baik dan seimbang. 

Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 31 August 2014

Fungsi Tes Dan Pengukuran Olahraga Di Sekolah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengukuran kebugaran jasmani di sekolah sangatlah penting. Berikut ini fungsi pengukuran kebugaran jasmani bagi para siswa di sekolah:

1. Menafsirkan Kemajuan Para Siswa 

Untuk mengetahui apakah program pembinaan yang diberikan oleh guru dapat meningkatkan prestasi mereka, maka pada awal latihan adakan pengetesan. Kemudian berikan latihan-latihan yang telah disusun sesuai dengan program pembinaan olahraga. Pada suatu saat setelah beberapa minggu, adakan pengetesan / pengukuran mengenai hasil yang diberikan. Dengan demikian dapat diketahui apakah ada peningkatan prestasi dari para siswa setelah bahan latihan diberikan  kepada para siswa.

2. Penentuan Dan Bimbingan

Setelah diadakan pengetesan dan pengukuran, maka akan didapat beberapa kasus dari masing-masing siswa. Berdasarkan pengukuran akan diberikan bantuan-bantuan dan petunjuk  kepada para siswa agar dapat memahami dirinya. Dengan demikian akan memudahkan dalam membentuk bimbingan untuk proses pembinaan selanjutnya.

3. Pengelompokan Kemampuan Siswa\

Dalam suatu kelompok siswa, tidak semua siswa mempunyai kecakapan yang sama. Ada siswa yang sangat cepat perkembangannya atau mempunyai kecakapan yanglebih tinggi dari pada siswa lainnya. Ada pula siswa yang sangat lambat perkembangannya dalam menguasai setiap teknik yang diberikan. Agar kemampuan siswa tidak saling terhalang, maka diadakan pengelompokan siswa berdasarkan kecakapannya. Dengan demikian tiap-tiap kelompok menjadi homogen dalam kecakapannya. Hal ini akan memudahkan guru dalam memberikan instruksinya.Bila tidak diadakan pengelompokan maka guru akan mengalami kesulitan memberikan latihan yang diberikan oleh para siswa binaannya. Selain itu beberapa siswa dapat terganggu atau terlambat.

4. Pemberi Motivasi atau Dorongan

Dengan mengetahui status siswa dalam kelompoknya, maka ia akan berusaha berlatih lebih giat lagi untuk mencapai kedudukannya yang lebih baik lagi. Penentuan status dalam kelompoknya dapat dilaksanakan dengan pengetesan dan pengukuran serta penilaian. Mereka akan terangsang ingin berlomba menduduki  rangking teratas.

5. Pemberian Instruksi\

Untuk mengetahui apakah instruksi yang telah diberikan dapat diterima atau tidak maka perlu diadakan pengetesan, pengukuran dan penilaian. Dengan demikian dapat memperbaiki cara atau metode dalam memberikan cara-cara latihan yang lebih efektif.

6. Penelitian

Dari hasil pengetesan, pengukuran dan penilaian dari suatu aktivitas atau kegiatan, akan timbul masalah-masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk peningkatan prestasi siswa.
Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.