Showing posts with label SIG. Show all posts
Showing posts with label SIG. Show all posts

Wednesday, 1 June 2016

Analisis Keruangan Data SIG

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Seorang interpreter data Sistem Informasi Geografi (SIG) harus mampu menganalisa dan menerjemahkan data SIG dengan baik. Kemampuan daya analisa ini berkaitan dengan unsur-unsur spasial, spektral dan temporal yang nampak pada data citra. Pengetahuan mengenai bagaimana mengumpulkan data, memasukan dan mengeluarkan data serta bagaimana menggunakannya merupakan kunci analisis dalam Sistem Informasi Geografi. Dalam era pembangunan yang pesat saat ini dibutuhkan kecakapan dalam menganalisa karakteristik setiap wilayah agar pembangunan tepat sesuai dengan kondisi daerah. SIG saat ini menjadi salah satu disiplin ilmu yang strategis dan menjadi kebutuhan dalam pembangunan. Tidak mungkin pola pembangunan kota Bandung dan Jakarta disamakan karena kedua daerah tersebut memiliki karakter yang berbeda baik dari sisi fisik maupun sosial. Dengan bantuan SIG, analisa keruangan dapat dilakukan di tiap unit wilayah. Kemampuan analisis aspek keruangan yang dapat dilakukan SIG diantaranya adalah:
pic:http://www.giscom.cz/userfiles/image/ProstoroveAnalyzy.jpg
1.Klasifikasi
Proses ini yaitu mengelompokkan data keruangan (spasial) menjadi data keruangan yang berarti. Contohnya adalahh mengklasifikasikan pola tata guna lahan untuk pemukiman, pertanian perkebunan atau hutan berdasarkan analisis data kemiringan atau ketinggian.
2.Overlay
Proses ini yaitu menganalisis dan mengintegrasikan (tumpang tindih) dua atau lebih data keruangan yang berbeda. Contohnya adalah menganalisis daerah rawan erosi dengan menggabungkan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.
3.Networking
Proses ini berupa analisis yang bertitik tolak pada jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang saling terhubung. Analisis ini seringkali dipakai dalam berbagai bidang misalnya sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas, pipa air minum atau saluran pembuangan.
4.Buffering
Analisis ini menghasilkan sebuah penyangga yang bisa berbentuk lingkaran atau poligon yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya sehingga kita bisa mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayahnya. Buffering misalnya dapat digunakan untuk menentukan jalur hijau kota, menggambarkan Zona Ekonomi Ekslusif suatu negara, mengetahui luas daerah tumpahan minyak di laut atau untuk menentukan lokasi pasar.
5.Tiga Dimensi
Analisis ini sering digunakan untuk memudahkan pemahaman karena data keruangan divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi menyerupai bentuk sebenarnya. Penerapannya bisa digunakan misalnya untuk menganalisi daerah yang rawan terkena aliran lava jika gunung api akan meletus. Baca juga: Unsur spasial citra inderaja

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 25 September 2015

Apa Saja Sumber Kesalahan Sinyal GPS?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Penentuan titik lokasi menggunakan GPS seringkali mengalami kesalahan misalkan di aplikasi smartphone. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?Ada banyak faktor yang menyebabkan ketelitian pengukuran koordinat, diantaranya:
1. Kesalahan Orbital
Kesalahan oerbital yang juga dikenal sebagai kesalah efermis merupakan ketidak-akurasian lokasi yang dilaporkan oleh satelit penerima GPS.
2. Delay ionosfer dan troposfer
Sinyal satelit GPS yang terlambat sampai ke atmosfer dikarenakan di atmosfer tersebut megalami perubahan dalam hal suhu, tekanan, kelembaban dan perubahan cuaca lain. Sistem GPS menggunakan suatu model yang dapa mengkalkulasi rata-rata jumlah delay.
3. Sinyal Multipath
Hal seperti in iterjadi ketika sinyal GPS direfleksikan ke suatu objek seperti bangunan tinggi sebelum sinyal tersebut dapat ditangkap oleh penerima GPS. Bertambahnya waktu perjalanan sinyal untuk sampai ke penerima GPS tersebut dapat mempengaruhi ketelitian pengukuran.
4. Geometri Satelit 
Hal in mengacu pada posisi relatif suatu satelit pada satu waktu. Geometri satelit yang ideal yaitu ketika satelit ditempatkan pada sudut yang relatif lebar. Pengukuran yang lemah dihaislkan ketika satelit ditempatkan pada satu garis atau dalam satu kelompok yang padat.
5. Jumlah satelit yang tampak
Semakin satelit GPS itu jelas terlihat maka semakin baik ketelitian itu. Bangunan, tanah lapang, intervensi sinyal elektornik dapat menghalangi penerimaan sinyal sehingga dapat menyebabkan kesalahan posisi atau bahkan mungkin tidak dapat mendeteksi posisi sama sekali. Oleh karena itu GPS tidak dapat digunakan di dalam bangunan atau di daerah urban.
6. Penurunan kualitas sinyal satelit
Selective Availability merupakan suatu penurunan kualitas sinyal yang dikenakan oelh pejabat Amerika Serikat. SA dimaksudkan untuk menncegah musuh militer dari penggunaan sinyal GPS yang kuat.

Gangguan Ionosfer Terhadap Sinyal GPS

Sumber dan Gambar:
SIG berbasis Mobile. Riyanto

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Apa itu Mobile GIS?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Jika anda hidup di era masa sekarang tentunya smartphone sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakan lagi. Kecanggihan smartphone kini sudah diitegrasikan dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah GIS. Saat ini aplikasi mobile GIS boleh dibilang menjadi salah satu aplikasi wajib yang musti disematkan pada smartphone. Selama ini banyak kegiatan lapangan yang menggunakan GPS, laptop dan perangkat lunak GIS untuk melakukan pemetaan secara real time. Dengan konfigurasi yang baik, pengguna akan dapat melihat posisinya di lapangan melalui peta, citra atau bentuk spasial lainnya. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud Mobile GIS?. Secara singat Ming-Hsinang Tsou (1998) mendefinisikan Mobile GIS sebagai berikut.
"Mobile GIS merupakan sebuah integrasi cara kerja perangkat lunak/keras untuk pengaksesan data dan layanan geospasial melalui perangkat bergerak via jaringan kabel atau nirkabel".

Aplikasi GIS pada smartphone
Berikut ini hal-hal yang berkenaan dengan aplikasi Mobile GIS.
1. Diimplementasikan pada perangkat bergerak dengan keterbatasan ruang penyimpanan, memori dan resolusi.
2. Dapat diimplementasikan secara mandiri (stand alone) dengan menyimpan data dalam perangkat bergerak atau disesuaikan dengan arsitektur servernya.
3. Kemampuan aplikasi Mobile GIS meliputi:
# menampilkan atau melakukan navigasi
# mengidentifikasi objek
# pencarian atau query
# memodifikasi nilai atribut
# pembeiran tanda atau redline
# memodifikasi geometri
# mengintegrasikan dengan data kantor
3. Terdapat dua jenis data yaitu: koleksi data (data collection) dan navigasi (navigation). Adapun kelebihan sistem koleksi data dengan Mobile GIS adalah sebagai berikut.
# dapat diintegrasikan dengan perangkat GPS, rangefinder, dan kamera digital.
# sistem koleksi data sangat efisien yaitu hanya dengan "point and clik".
# data spasial dikelola dalam dataset referensi

Secara umum, Mobile GIS diimplementasikan pada dua area aplikasi utama yaitu: Layanan Berbasis Lokai (Location Based Services) dan GIS untuk kegiatan lapangan (Field-based GIS). Pada dasarnya arsitektur aplikasi Mobile GIS disesuaikan dengan arsitektur aplikasi servernya, yaitu aplikasi Web GIS, dalam hal ini terpusat dan terdistribusi. Untuk arsitektur terpusat (klien-server), komponen sisi klien Mobile GIS berupa pengguna akhir perangkat keras yang dapat menampilkan peta atau memberikan hasil analisis operasi GIS. Sedangkan komponen sisi server menyediakan data geospasial komperhensif dan melakukan operasi GIS berdasarkan permintaan dari sisi klien. Antara klien dan server terdapat berbagai jenis jaringan komunikasi (kabel atau nirkabel) untuk memfasilitasi pertukaran geodata dan layanan.

Sumber dan Gambar:
SIG Berbasis Mobile. Riyanto

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.