Showing posts with label BK. Show all posts
Showing posts with label BK. Show all posts

Monday, 22 January 2018

CONTOH PEDOMAN WAWANCARA BIMBINGAN DAN KONSELING

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Download Pedoman Wawancara Bimbingan dan Konseling - Wawancara adalah salah satu tehnik non tes dalam layanan bimbingan konseling. Tehnik non tes ini bertujuan untuk membantu siswa dengan cara mengetahui keadaan siswa. Tergantung tujuan apa yang ingin dicari tahu oleh Guru Bimbingan dan Konseling. Adapun beberapa tehnik non tes adalah sebagai berikut : Teknik asesmen non tes yang sering digunakan untuk keperluan bimbingan dan konseling antara lain: (a) observasi, (b) wawancara (c) angket, (d) sosiometri, (e) dokumentasi, (f) biografi ataupun autobiografi. Instrumen pengumpul data yang sering digunakan untuk mengenali masalah serta kebutuhan layanan bantuan antara lain: (a) daftar cek masalah (DCM), (b) alat ungkap masalah (AUM), (c) inventori tugas perkembangan (ITP).

Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat menggunakan instrumen yang dikembangkan sendiri dengan langkah-langkah sebagaimana pengonstruksian instrumen tes. Adapun langkah-langkah pengembangan meliputi: menetapkan tujuan pengungkapan data pribadi, menentukan aspek dan atau dimensi yang diukur, merumuskan definisi operasional, memilih cara pengukuran yang digunakan, instrumen dan lembar jawaban,merumuskan manual penggunaan instrumen, penyekoran atau pengolahan, serta interpretasinya.

Adapun contoh dalam membuat pedoman wawancara adalah sebagai berikut gambarnya :
Download Pedoman Wawancara Bimbingan dan Konseling CONTOH PEDOMAN WAWANCARA BIMBINGAN DAN KONSELING

Selain digunakan untuk menggali informasi tentang kepribadian siswa, dalam menggunakan tehnik non tes wawancara ini bisa untuk mengukur tingkat seberapa jauh keberhasilan layanan bimbingan dan konseling selama ini pada suatu kelas sampai perseorangan. Silahkan Bapak dan Ibu Guru BK bisa mendownload contoh Pedoman Wawancara BK.

Silahkan klik di bawah ini

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 6 February 2017

Download Apllikasi Simulasi UKG Guru Bimbingan Konseling/BK

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Simulasi dan latihan UKG ini merupakan sarana yang dapat digunakan sebagai bahan latihan persiapan Uji Kompetensi Guru untuk Guru Bimbingan Konseling ( BK ). Menu dan isi didalamnya merupakan soal - soal latihan yang diujikan dalam pelaksanaan UKG BK tahun - tahun sebelumnya. Kompetensi dan materi yang disajikan dalam aplikasi simulasi ini bersifat menyeluruh serta dilengkapi dengan soal - soal dan pembahasannya. 

Apllikasi Simulasi UKG Guru Bimbingan Konseling/BK ini dapat diunduh dan dimanfaatkan secara gratis oleh setiap Guru BK pada semua jenjang, selengkapnya dapat diunduh pada link dibawah ini.

 Simulasi dan latihan UKG ini merupakan sarana yang dapat digunakan sebagai bahan latihan  Download Apllikasi Simulasi UKG Guru Bimbingan Konseling/BK

Cara Penggunaan :
Setelah di download, pastikan Bapak/Ibu mengekstrack File tersebut dan setelah terekstrak akan ada folder Simulasi UKG. Buka dengan menggunakan  Adobe Flash Player
Ketika Aplikasi berjalan pastikan Bapak/Ibu memasukkan data sebagai berikut :

User ID : 2015.001
Password : KGVY768


Sumber https://www.gurugaleri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 22 April 2015

PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK MENURUT PARA AHLI

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Dinamika Kelompok Lengkap - Selamat datang di situs berbagi segala infromasi tentang pendidikan. Berbicara tentang dinamika kelompok berarti membahas tentang kegiatan sosial dari beberapa orang yang pasti lebih dari satu orang. 

Kali ini saya akan membahas tentang pengertian dinamika kelompok dan saya akan menghadirkan para ahlinya juga untuk dapat mengambil kesimpulan. Dinamika berarti berinteraksi dan saling tukar menukar pesan dan pendapat yang sering kita jumpai dalam kelompok organisasi atau kelompok paling kecil keluarga dan kelompok belajar. Nah lebih lengkapnya silahkan baca di bawah ini :
 Selamat datang di situs berbagi segala infromasi tentang pendidikan PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK MENURUT PARA AHLI

Definisi dinamika kelompok menurut para ahli: 
  1. Shertzer dan Stone (1981) Dinamika kelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berinteraksi dalam kelompok  pada waktu kelompok melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuannya.
  2. Floyd D.Ruch (dalam Gunarsa, 2008) Dinamika kelompok adalah analisa dari relasi-relasi kelompok sosial, berdasarkan  prinsip bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial. 
  3. Santoso (2009) Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. 
  4. Benyamin B. Wolman (dalam Rusmana) Dinamika kelompok adalah studi tentang hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, tentang perkembangan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang teknik-teknik untuk mengubah hubungan interpersonal dan attitude di dalam kelompok. 
  5. Jacobs, Harvill dan Manson (dalam Rusmana) Dinamika kelompok adalah kekuatan yang saling mempengaruhi hubungan timbal  balik kelompok dengan interaksi yang terjadi antara anggota kelompok dengan  pemimpin yang diberi pengaruh kuat pada perkembangan kelompok. 
  6. Johnson (2012) Dinamika kelompok adalah suatu lingkup pengetahuan sosial yang lebih berkosentrasi pada pengetahuan tentang hakekat kehidupan berkelompok. 


Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat saya simpulkan bahwa dinamika kelompok merupakan suatu pengetahuan sosial yang menganalisa hakekat aktivitas  berkelompok dalam hubungan antar anggota kelompok, interaksi, saling mempengaruhi dalam situasi sosial dalam kelompok agar mampu bergerak, berkembang dan menyesuaikan diri membangun kelompok dalam satu pencapaian tujuan.

Demikian sedikit pembahasan dari saya tentang pengertian dinamika kelompok. Semoga dapat menjadi inspirasi dan tugas kalian dapat terselesaikan. Terima kasih atas kunjungannya di IndoINT.id

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 21 April 2015

PENGERTIAN KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Definisi dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial - Selamat pagi sahabat BK, perlu kita ketahui bahwa dalam kegiatan sosial pasti tidak luput dari hidup bersama-sama saling tolong menolong pada hakikatnya. Dalam kelompok masyarakat juga ada beberapa organisasi yang menghubungkan setiap kegiatan masing-masing orang dalam kelompok sosial.

Untuk lebih memahami lebih jauh tentang kelompok sosial kini saya akan bagikan pembahasan tentang definisi dan ciri-ciri kelompok sosial.
 perlu kita ketahui bahwa dalam kegiatan sosial pasti tidak luput dari hidup bersama PENGERTIAN KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL

Definisi Kelompok Sosial Kelompok sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama. Berikut ini adalah pengertian kelompok sosial dari beberapa ahli. 
  1. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. 
  2. Menurut George Homans, kelompok adalah kumpulan individdu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal balik. 
  3. Menurut Soerjono Soekanto, kelompok adalah himpunan atau kesatuan- kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. 

Suatu himpunan manusia dikatakan kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan berikut ini : 
  • Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia bagian dari kelompok tersebut. 
  • Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan para anggotanya dalam melaksanakan perannya.
  • Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya.
  • Memiliki kepentingan bersama. 
  • Adanya interaksi dan komunikasi diantara anggotanya. 

Ciri-ciri kelompok sosial tersebut adalah sebagai berikut : 
  • Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain. Suatu kelompok sosial akan dapat dibedakan dengan kelompok sosial yang lain, misalnya kelompok formal dengan informal.
  • Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu. Setiap anggota dalam kelompok sosial tentunya memiliki peran masing masing, baik itu secara tertulis atau secaratidak tertulis.
  • Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya. Dalam hubungan antar anggota dalam suatu kelompok sosial ada norma, hukum, peraturan, maupun kode etik sesuai dengan jenis kelompok sosialnya.
  • Memiliki kepentingan bersama Kelompok sosial terbentuk pastinya ada tujuan yang melatarbelakangi yang salah satunya adalah kesamaan kepentingan, sehingga diharapkan dengan kepentingan yang sama tersebut dapat diusahakan secara bersama-sama.
  • Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya. Kelompok sosial dapat lahir, tumbuh, dan berkembang tidak terlepas dengan adanya komunikasi sosial dan interaksi sosial. Dengan adanya interasi dan komunikasi sosial, masing-masing individu dapat menyampaikan ide/ gasannya demi mencapai tujuan bersama dalam kelompok sosial tersebut. Maka kelompok sosial dapat dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu kelompok sosial kecil dan kelompok sosial besar.
Demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan sebagai bahan tambahan referensi anda, semoga bermanfaat.

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 20 April 2015

PENGERTIAN BIMBINGAN BELAJAR LENGKAP

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Bimbingan Belajar - Bimbingan belajar adalah suatu kegiatan bantuan belajar kepada siswa atau peserta didik yang bertujuan agar siswa mendapat mencapai prestasi belajar secara optimal.[10] Kegiatan ini juga berupa suatu bimbingan di sekolah yang merupakan aspek program pendidikan berkenaan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masa depannya sesuai dengan minat, kemampuan dan kebutuhan sosialnya yang tujuannya untuk membantu prestasi siswa. Prestasi setiap siswa dalam balajar sangat penting dan merupakan salah satu indikator terhadap berhasil atau tidaknya proses pembelajaran di sekolah.
Bimbingan belajar adalah suatu kegiatan bantuan belajar kepada siswa atau peserta didik ya PENGERTIAN BIMBINGAN BELAJAR LENGKAP

Tujuan Bimbingan Belajar

Kegiatan bimbingan di sekolah merupakan bagian integral dari keseluruhan program kegiatan sekolah, terutama pada bimbingan belajar sehingga dapat diartikan bahwa tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah merupakan tujuan yang ingin dicapai bimbingan. Yang membedakan diantara keduanya ialah jenis kegiatannya, pendidikan terletak pada proses belajar mengajar yang penekanannya pada usaha-usaha kognitif,afektif dan psikomorik, sedangkan bimbingan terletak pada membina siswa dalam perkembangan pribadi, sosial psikologi, yang didasarkan pada kenyataan yang dihadapi siswa sehingga memerlukan bantuan tenaga profesional kependidikan dalam hal ini adalah guru pembimbing.

Proses belajar dapat diamati secara tidak langsung, artinya proses belajar yang merupakan proses internal siswa tidak dapat diamati, tetapi dapat dipahami oleh guru.

Program-progran pendidikan di sekolah termasuk program layanan bimbingan dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran sehingga proses pendidikan di sekolah akan lebih bermakna sesuai dengan kebutuhan anak didik dan kebutuhan masyarakat serta pembangunan.

Dengan perkataan lain, melalui kegiatan bimbingan di sekolah siswa mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Potensi lingkungannya, sehingga ia merencanakan masa depannya serta melanjutkan pendidikan kepada jenjang yang lebih tinngi. Dalam rangka menjawab tantangan masa depan yang lebih komfektif dan komplek, tenaga-tenaga profesional kependidikan mampu memberikan pelayanan yang terbaik pula bagi perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu : ”Terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan kemampuan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.

Fungsi Bimbingan Belajar

Belajar adalah merupakan kegiatan fisik dan psikis yang tertinggi dalam kehidupan manusia, sebagai hasil kegiatan belajar dapat membawa pada perubahan dan peningkatan pandangan sikap dan tingkah laku yang baru dari hasil latihan belajar tersebut.

Proses belajar yang terjadi di sekolah harus senantiasa mempunyai tujuan yang jelas dan terarah sebagai pedoman dan panutan dalam aktivitas belajar sebagai seorang siswa, dalam tujuan tersebut pada dasarnya menyangkut penguasaan bidang pengetahuan pembinaan sikap dan pengembangan keterampilan yang merupakan cita-cita sekolah yang diselenggarakan lewat pendidikan dan pengajaran.

Menurut Dewa Ketut Sukardi ada dua faktor yang timbul dalam kesulitan belajar, yaitu :
a. Faktor endogen, ialah faktor yang datang dari anak itu sendiri, hal ini dapat bersifat :

Biologis, ialah hambatan yang bersifat kejasmanian.
Fisikologis, ialah hambatan yang bersifat kejiwaan.
b. Faktor eksogen, ialah hambatan yang dapat timbul dari luar diri anak, faktor ini meliputi :

Faktor lingkungan keluarga.
Faktor lingkungan sekolah.
Faktor lingkungan masyarakat.
Kehadiran bimbingan dalam proses pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan, secara keseluruhan dapat berfungsi membantu dan menunjang usaha-usaha kearah kemajuan, kesejahteraan dan tercapainya tujuan pendidikan bagi sekolah maupun bagi anak didik terutama dalam proses belajar mengajar didalam pendidikan dan pengajaran yang dijalankan.

Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan pembelajaran ialah fungsi pemeliharaan yang pengembangan yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

Menurut Prayetno dalam bukunya ”Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah” mengemukakan ada lima fungsi pokok pelayanan bimbingan yaitu :

a. Pengenalan diri
Upaya utama didalam bimbingan dalam rangka menemukan dan memberikan pemahaman terhadap potensi dan kemampuan bakat dan minat, kebutuhan-kebutuhan, sifat-sifat kepribadian, permasalahan dan kesulitan-kesulitan para siswa sesuai dengan fakta, data dan impormasi dirinya sehingga ia dapat menggali dirinya secara utuh dan menyeluruh agar dapat disalurkan dengan sewajarnya.

b. Pencegahan masalah
Di dalam bimbingan terhadap upaya provinsip (pencegahan) dan kuratip (penyuluhan) terhadap segala permasalahan, baik yang belum terjadi maupun yang sedang mengalami kesulitan didalam memecahkannya, kemudian berupaya meluruskan agar para siswa dapat berbuat dan bertindak tanpa adanya ketergantungan kepada orang lain.

c. Kesejahteraan sekolah
Bimbingan dapat mengefektifkan segala tujuan yang ingin dicapai di sekolah, disamping membantu petugas-petugas sekolah terutama Kepala Sekolah dan guru-guru di dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi atau iklim sekolah yang harmonis, sehat dan dinamis bagi keberhasilan pendidikan dan pengajaran.

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 17 November 2014

LANGKAH-LANGKAH SEBELUM KONSELING INDIVIDU

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Assalamualaikum wr.wb
Salam maju bersama

Berikut ini ada contoh langkah dalam melaksanakan konseling individu dengan Tehnik Behavioral. 
Konseling behavioral hakikatnya merupakan suatu proses membantu individu untuk belajar memecahkan masalah interpersonal, emosional, dan keputusan tertentu. Hubungan antara konselor dengan klien sangat tergantung kepada masalah yang dihadapi oleh klien. Masalah yang pengentasannya banyak membutuhkan latihan akan mengarahkan konselor untuk lebih banyak berperan sebagai pelatih atau instruktur.

Langkah-langkah dalam konseling behavioral, tidak ada satu pola tertentu yang baku. Namun demikian proses konseling tersebut dibingkai oleh kerangka kerja untuk mengajar klien dalam mengubah tingkah lakunya. Kerangka kerja konseling yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Berikut ini ada contoh langkah dalam melaksanakan konseling individu dengan Tehnik Behavio LANGKAH-LANGKAH SEBELUM KONSELING INDIVIDUAssesment, langkah awal yang bertujuan untuk memperkirakan apa yang diperbuat klien pada waktu itu. Konselor membantu klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk memperoleh informasi model mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.

Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment dilakukan analisis. Dalam hal ini konselor dan klien menyusun perangkat untuk merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Biasanya tujuan ini memberikan motivasi dalam mengubah tingkah laku klien dan menjadi pedoman teknik mana yang akan digunakan.

Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan strategi belajar yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.

Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.

Feedback, yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling.

Wassalamualaikum wr.wb

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

KETERAMPILAN DASAR KONSELING

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Assalamualaikum wr.wb
Salam maju bersama

Masih ingetkah teman-teman Guru BK tentang KDK dalam pelaksanaan konseling individu...??
Sedikit meriview ingatan kita dulu saat masih di bangku kuliyah. Semoga dengan tulisan saya ini bisa mengembalikan memori kita yang saat menerima perkuliyahan dulu. Kemudian bisa memperbaiki kwalitas dari pelayanan konseling kita.
Langsung saja..., secara umum konseling dilakukan dalam beberapa tahap. Beberapa tahapan tersebut meliputi tahap awal, tahap pertengahan dan akhir. Bahasan ini diarahkan untuk mengkaji tahapan dalam konseling secara rinci.
Berkaitan dengan keterampilan konseling, pada setiap tahap konseling terdapat keterampilan konseling yang cenderung melekat. Namun demikian keterampilan konseling yang melekat pada tahapan ini bukat suatu patokan keharusan. Berikut ini penjelasan mengenai keterampilan konseling dan tahapan konseling.

1. Tahap awal /Keterampilan Attending
    Keterampilan konseling yang lazimnya muncul dalam tahap awal konseling meliputi:
    teman Guru BK tentang KDK dalam pelaksanaan konseling individu KETERAMPILAN DASAR KONSELING
  • Penyambutan/pembinaan hubungan
  • Pembukaan wawancara konseling
  • Penstrukturan hubungan (dapat pula dilakukan dalam tahap lain dalam konseling sesuai dengan kebutuhan)
  • Attending (juga harus dipelihara sepanjang sesi konseling)
  • Penerimaan
2. Tahap pertengahan/Keterampilan Merespon dan Memengaruhi
  • Bertanya
  • Pengarahan
  • Pemantulan perasaan
  • Pengulangan pernyataan dan parafrase
  • Konfrontasi
  • Klarifikasi
  • Perangkuman (terutama perangkuman bagian)
3. Tahap akhir
  • Perangkuman (terutama perangkuman akhir)
  • Pengakhiran
Contoh RPLBK KI


Wassalamualaikum wr.wb
Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 6 January 2014

KETENTUAN PEMERINTAH TENTANG BIMBINGAN DAN KONSELING

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Dalam setiap sistem proses pelaksanaan pendidikan, pasti ada peraturan yang mengatur semua jalannya proses tersebut, ada batasan-batasan tertentu yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait dengan Bimbingan dan Konseling . Antara lain sebagai berikut :

    Dalam setiap sistem proses pelaksanaan pendidikan KETENTUAN PEMERINTAH TENTANG BIMBINGAN DAN KONSELING
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana dalam UU sisdiknas disampaikan pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan menegaskan bahwa konselor adalah pendidik. Selain itu dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa paradigm pembiasaan yang harus dibangun adalah pemberian keteladanan, pembangunan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam konteks kehidupan sosial kultural sekolah. Dan Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana.
  2. UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen yang secara eksplisit menekankan perlunya profesionalisme kedua jenis pendidikan itu. Dalam undang-undang ini konselor belum diposisikan, kecuali hanya disebutkan kembali sehubungan dengan jenis-jenis tenaga pendidik.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan, mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan harus menyusun kurikulum yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. Pada penerapan KTSP, Guru Bimbingan Konseling di sekolah memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam memfasilitasi “Pengembangan Diri” siswa sesuai minat, bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangannya. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar isi, standar proses, standar kompetensi, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
  4. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnya memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya program pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
  5. Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses pendidikan dimana setiap sekolah dasar dan menengah harus mengadakan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan ppengawasan proses pembelajaran.
  6. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan SKL yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah kompetensi kemandirian untuk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capacity development) yag dapat mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalam mencapai SKL akan secara signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.
  7. Permendiknas 27 tahun 2008 Tentang standar kulaifikasi akademik dan kopetensi konselor. Setiap satuan pendidikan wajib mempekerjakan konselor yang memiliki standar kualifikasi akademik dan kopetensi konselor yang berlaku secara nasional.
  8. Peremendiknas no 24 tahun 2007 Tentang standar sarana prasarana dimana disebutkan sekolah secara standar sarana prasarana harus memiliki ruang konseling dengan luas minimum 9 M persegi.
  9. Permendiknas no 19 tahun 2007. Tentang standar pengelolaan dimana sekolah harus memiliki rencana kerja sekolah (RKS). Yang disana terdapat program pengembangan diri yang mencakup tugas pelayanan bimbingan dan konseling
  10. PP no 48 tahun 2008 Tentang standar pembiayaan pendidikan. Tentang standar pembiayaan pelaksanaan bimbingan dan konseling
  11. Permendiknas no 20 tahun 2007 Tentang standar penilaian pendidikan. Tentang standar pelaksanaan penilaian di dalam pendidikan dimana konselor juga merupakan pendidik.
  12. Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/ Madrasah yang mengisyaratkan adanya pembinaan dari pengawas terhadap layanan bimbingan dan konseling.
  13. PP No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru, yang mencantumkan beban kerja guru bimbingan dan konseling / konselor.
  14. Permendiknas No. 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya .yang menyebutkan konselor juga sebagai guru, menangani 150 siswa dan tugas guru BK.
  15. Permendikbud No.18.A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Pada lampiran IV Permen ini menjelaskan secara detail tentang implementasi penyelenggaraan BK di sekolah seperti jenis pelayanan, format layanan, kewajiban masuk kelas 2 jam per/minggu/rombongan belajar dsbnya.

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 5 January 2014

TRILOGI PROFESI KONSELING

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Trilogi Profesi Pendidik - Di awal abad ke-21 ini dunia pendidikan di Indonesia mulai memasuki era profesional. Hal ini ditandai dengan penegasan bahwa “pendidik merupakan tenaga profesional” (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 39 Ayat 2), dan “profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi” (UU No.14 Tahun 2005 Pasal 1 Butir 4).

Untuk menjadi profesional, profesional dalam bidang apapun, seseorang harus menguasai dan memenuhi ketiga komponen trilogi profesi, yaitu (1) komponen dasar keilmuan, (2) komponen substansi profesi, dan (3) komponen praktik profesi, sebagaimana gambar berikut :
 ini dunia pendidikan di Indonesia mulai memasuki era profesional TRILOGI PROFESI KONSELING


TRILOGI PROFESI KONSELING:

Komponen dasar keilmuan memberikan landasan bagi calon tenaga profesional dalam wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap berkenaan dengan profesi yang dimaksud. Komponen substansi profesi membekali calon profesional apa yang menjadi fokus dan objek praktis spesifik pekerjaan profesionalnya. Komponen praktik mengarahkan calon tenaga profesional untuk menyelenggarakan praktik profesinya itu kepada sasaran pelayanan atau pelanggan secara tepat dan berdaya guna. Penguasaan dan penyelenggaraan trilogi profesi secara mantap merupakan jaminan bagi suksesnya penampilan profesi tersebut demi kebahagiaan sasaran pelayanan. Penguasaan ketiga komponen profesi tersebut diperoleh di dalam program pendidikan profesi dan pendidikan akademik yang mendasarinya.

Konselor, yang adalah pendidik (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1 Butir 6) , sebagai tenaga professional dituntut untuk menguasai dan memenuhi trilogi profesi dalam bidang pendidikan, khususnya bidang konseling, yaitu

  • Komponen Dasar Keilmuan : Ilmu Pendidikan
  • Komponen Substansi Profesi : Proses pembelajaran terhadap pengembangan diri/ pribadi individu melalui modus pelayanan konseling.
  • Komponen Praktik Profesi : Penyelenggaraan proses pembelajaran terhadap sasaran pelayanan melalui modus pelayanan konseling.
Dikutip Dari : Prayitno

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 30 December 2013

KONSEP DASAR PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

KONSEP DASAR PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR KONSEP DASAR PENDEKATAN KONSELING BEHAVIOR      Pendekatan konseling behavior merupakan penerapan berbagai macam tehnik dan prosedur yang berakar dari berbagai teori tentang belajar. Dalam prosesnya pendekatan ini menyertakan penerapan yang sistematis, prinsip-prinsip belajar pada pengubahan tingkah laku ke arah cara-cara yang lebih adaptif. Pendekatan ini telah memberikan kontribusi yang berarti, baik dalam bidang klinis maupun bidang pendidikan. 
      Pendekatan konseling behavioral meletakkan kepedulian kepada upaya perubahan tingkah laku. Sebagai sebuah pendekatan yang relative baru, perkembangannya sejak tahun 1960-an, konseling behavioral telah implikasi yang amat besar dan spesifik pada teknik dan strategi konseling dan dapat diintegrasikan ke dalam pendekatan yang lain. 
      Konseling behavioral ini dikembangkan atas reaksi terhadap pendekatan psikoanalisis dan aliran-aliran Freudian. Menurut pendekatan ini, teknik asosiasi bebas, analisis transferensi, dan teknik-teknik analisis sebagaimana yang diterapkan psikoanalisis tidak banyak membantu mengatasi nasalah tingkah laku klien. 
     Dewasa ini, pendekatan konseling behavioral berkembang pesat dengan dikembangkannya sejumlah teknik-teknik pengubahan tingkah laku, baik yang menekankan aspek fisiologis, tingkah laku, maupun kognitif. Para pengembang konseling behavioral berkeyakinan bahwa konseling behavioral dapat menangani masalah tingkah laku mulai dari kegagalan individu untuk belajar merespon secara adaptif hingga mengatasi gejala neurosis. Salah satu aspek penting dari gerakan konseling behavioral, yaitu penekananya pada tingkah laku yang bias didefinisikan secara operasional, dapat diamati, dan dapat diukur. Perubahan tingkah laku nyata sebagai criteria spesifik keberhasilan konseling memberikan kemungkinan bagi evaluasi langsung dan segera terhadap keberhasilan konseling behavioral.Cukup banyak para pakar yang telah berjasa mengembangkan pendekatan konseling behavioral, antara lain Wolpe, Lazarus, Bandura, Krumboltz dan Thoresen.

KONSEP DASAR
1.      Pandangan tentang Manusia

Dalam pandangan behavioral manusia pada hakikatnya bersifat mekanistik atau merespon kepada lingkungan dengan kontrol yang terbatas, hidup dalam alam deterministik dan sedikit peran aktifnya dalam memilih martabatnya. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.

Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan, melalui hukum-hukum belajar pembiasaan klasik, pembiasaan operan, dan peniruan. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar, sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.

Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak menyenangkan, sehingga dapat menimbulkan tingkah laku yang salah atau tidak sesuai. Banyak tingkah laku yang menyimpang karena individu hanya mengambil sesuatu yang disenangi dan menghindar dari yang tidak disenangi.

2.   Pandangan tentang Kepribadian

Hakikat kepribadian menurut pendekatan behavioral adalah tingkah laku. Selanjutnya diasumsikan bahwa tingkah laku dibentuk berdasarkan hasil dari segenap pengalamannya yang berupa interaksi invidu dengan lingkungannya. Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman, yaitu situasi atau stimulus yang diterimanya. Merujuk asumsi ini maka untuk memahami kepribadian manusia tidak lain adalah mempelajari dan memahami bagaimana terbentuknya suatu tingkah laku.

a. Teori Pengkondisian  Klasik

Menurut teori ini tingkah laku manusia merupakan fungsi dari stimulus. Eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap anjing telah menunjukkan bahwa tingkah laku belajar terjadi karena adanya asosiasi antara tingkah laku dengan lingkungannya. Belajar dengan asosiasi ini biasanya disebut classical conditioning. Pavlov mengklasifikasikan lingkungan menjadi dua jenis, yaitu Unconditioning Stimulus(UCS) dan Conditioning Stimulus (CS). UCS adalah lingkungan yang secara alamiah menimbulkan respon tertentu yang disebut sebagai Unconditionting Respone (UCR), sedangkan CS tidak otomatis menimbulkan respon bagi individu, kecuali ada pengkondisian tertentu. Respon yang terjadi akibat pengkondisian CS disebut Conditioning Respone (CR).

Dalam eksperimen tersebut ditemukan bahwa tingkah laku tertentu dapat terbentuk dengan suatu CR, dan UCR dapat memperkuat hubungan CS dengan CR. Hubungan CS dengan CR dapat saja terus berlangsung dan dipertahankan meskipun individu tidak disertai oleh UCS dan dalam keadaan lain asosiasi ini dapat melamah tanpa diikuti oleh UCS.



Eksperimen yang dilakukan Pavlov ini dapat digunakan untuk menjelaskan pembentukan tingkah laku manusia. Gangguan tingkah laku neurosis khususnya gangguan kecemasan dan phobia banyak terjadi karena aosiasi antara stimulus dengan respon individu. Pada mulanya lingkungan yang menjadi sumber itu bersifat netral bagi individu, tetapi karene terkondisikan bersamaan dengan UCS tertentu, maka dapat memunculkan tingkah laku penyesuaian diri yang salah. Dalam pembentukan tingkah laku yang normal dapat terjadi dalam perilaku rajin belajar misalnya, yang terbentuk karena adanya asosiasi.



b. Teori Pengkondisian Operan

Teori pengkondian yang dikembangkan oleh Skinner ini menekankan pada peran lingkungan dalam bentuk konsekuensi-konsekuensi yang mengikuti dari suatu tingkah laku. Menurut teori ini, tingkah laku individu terbentuk atau dipertahankan sangat ditentukan oleh konsekuensi yang menyertainya. Jika konsekuensinya menyenangkan maka tingkah lakunya cenderung dipertahankan dan diulang, sebaliknya jika konsekuensinya tidak menyenangkan maka tingkah lakunya akan dikurangi atau dihilangkan. Dari prinsip ini dapat dipahami bahwa tingkah laku bermasalah dapat terjadi dan dipertahankan oleh individu di antaranya karena memperoleh konsekuensi yang menyenangkan yang berupa ganjaran dari lingkungan.  Konsekuensi yang tidak tidak menyenangkan yang berupa hukuman tidak cukup kuat untuk mengurangi atau melawan ganjaran yang diperoleh dari lingkungan lainnya. Dipertegas oleh Skinner bahwa tingkah laku operan sebagai tingkah laku belajar merupakan tingkah laku yang non reflektif, yang memiliki prinsip-prinsip yang lebih aktif dibandingkan dengan pengkondisian klasik.



c. Teori Peniruan

Asumsi dasar teori yang dikembangkan oleh Bandura ini adalah bahwa tingkah laku dapat terbentuk melalui observasi model secara langsung yang disebut dengan imitasi dan melalui pengamatan tidak langsung yang disebut dengan vicarious conditioning. Tingkah laku yang terbentuk karena mencontoh langsung maupun mencontoh tidak langsung akan menjadi kuat kalau mendapat ganjaran.
Paparan kerangka teori behavioral di atas menunjukkan bahwa tingkah laku yang tampak lebih diutamakan dibadingkan dengan sikap atau perasaan individu.


Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 29 December 2013

PENGERTIAN PEMAHAMAN INDIVIDU MANFAAT ASESMEN

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

        Beberapa ahli dalam tes psikologi sesuai dengan zamannya masing-masing memiliki pendapat yang beragam dan sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi saat itu. Kemudian para ahli pun membuat ringkasan tentang perkembangan tahap demi tahap dan perkembangan pemikiran yang muncul serta hasil yang ingin dicapai disarikan pada tabel di bawah ini :

Waktu
Kondisi
Saat Itu
Perkembangan Pemikiran
Tokoh & Temuannya
Abad 19
Keprihatinan tentang model pengobatan terhadap penderita gangguan jiwa yg tidak manusiawi

Timbul kesadaran akan pentingnya kriteria untuk  menetapkan standar penerimaan dan sistem klasifikasi yang obyektif untuk membedakan antara orang gila (insane)  dan mereka yang terbelakang mental (mentally retarted).
Esquirol : Penggunaan bahasa seseorang merupakan kriteria yang paling dapat diandalkan tentang tingkat intelektualnya

Seguin :
·      Tahun 1837 mendirikan sekolah bagi anak terbelakang mental pertama
·      Teknik pelatihan pancaindra dan pelatihan otot bagi anak terbelakang mental
·      Tes non verbal  “Seguin Form Board” individu diminta untuk memasukkan balok-balok yang berbeda bentuknya ke dalam lubang-lubang yang sesuai secepat mungkin.

Alfred Binet
Mendesak agar anak-anak yang gagal memberikan respon pada sekolah yang normal diperiksa sebelum pulang sekolah, dan jika  dinilai bisa dididik anak-anak itu ditempatkan pada kelas-kelas khusus
1869

Para psikolog belum peduli dengan pengukuran terhadap perbedaan-perbedaan individu. Fokus per-hatian baru pd keragam-an bukan perbedaan
Memandang perlu mengenali perbeda-an-perbedaan individu, bukan sekedar kesamaan-nya
Para Psikolog Eksperimen :
·      Perlu kendali yang ketat atas kondisi observasi, seperti pemakaian kata-kata yang digunakan dalam petunjuk tes  dan waktu pelaksanaan tes yang dipandang berpengaruh terhadap kecepat-tanggapan peserta.
·      Kecerahan atau warna lingkungan sekililing dipandang benar-benar mengubah tampilan stimulus visual.
·       Standardisasi prosedur akhirnya menjadi salah satu ciri khusus tes psikologi
·      Wundt mengembangkan laboratorium di Leipzig pada tahun 1879
1884
Faktor heriditas belum mendapat perhatian
Memandang perlu :
·      penelitian faktor heriditas
·      mengukur ciri-ciri orang yg memiliki hubungan keluarga dan tidak
Francis Galton
·      mendirikan laboratorium anthropometris
·      mendorong sejumlah lembaga pendidikan menyelenggarakan pen-catatan anthropometris sistematis tentang siswa-siswa mereka.
·      Menuyusun tes pemdeaan inderawi sebagai sarana utk membedakan kecerdasan seseorang (tes Galtn). (a) tes batang Galton (Galton bar) utk pembedaan panjang secara visual, (b) peluit Galton (Galton wstle) utk mengukur suara paling melengking yang bisa didengar
·      Informasi yang sampai pada individu adalah melalui indra, semakin perseptif indra individu maka makin banyak informasi yg siterima, maka kemampuan inteltualnya menjadi lebih baik
·      merintis penerapan metode skala-pemeringkatan dan juga teknik asosiasi bebas
·      menggunakan metode statistik untuk menganalisis data tentang perbedaan individu
1888
Sebagian besar rangkaian tes dipandang terlalu inderawi dan terkonsentrasi pada kemampuan-kemampuan sederhana
Memandang perlu pengukuran terhadap fungsi-fungsi psikologid yang lebih kompleks
James Mc Keen Cattel
·      mendirikan laboratorium psikologi eksperimental dan menyebarkan gerakan tes.
·      Mengenalkan istilah “tes  mental” pertama kali dlm dunia psikologi
·      pandangan Cattel sama dengan Galton, bahwa ukuran fungsi-fungsi intelektual bisa diperoleh melalui tes-tes perbedaan inderawi dan waktu reaks
1905
Pengukuran mental belum melibatkan proses mental yang lebih tinggi
Binet dkk melakukan peneliti-an ttg cara-cara  pengukuran inteligensi mencakup pengukuran bentuk tengkorak, muka, dan tangan, serta analisis tulisan tangan.
dengan cara
Alferd Binet :
·        pengukuran langsung – meskipun kasar – atas fungsi-fungsi intelektual yang kompleks membawa harapan yang sangat besar
·        berhasil menyusun skala Binet-Simon (skala 1905) terdiri dari 30 masalah dengan menekankan pada dengan penekanan khusus pada penilaian (judgement), pemahaman, dan penalaran yang dipandang sebagai komponen hakiki inteligensi
·        Tahun 1908 dilakukan revisi, jumlah tes ditambah yang tidak memuas-kan dihapus. Muncul istilah ”usia menal” (mental age)” dan ”tingkatan menta”l (mental level.
·        Tahun 1991 dilakukan revisi ketiga, tidak banyak perubahan hanya penambahan tes untuk beberapa tingkat usia, dan relokasi tes-tes khusus.
·        Tahun 1916 Tes Binet-Simon di-publikasikan oleh Lewis Terman
1917
Amerika Serikat memasuki perang Dunia I, dirasa perlu ada instrumen yang bisa digunakan secara cepat untuk subyek yang cukup banyak. Sementara tes yang ada adalah individual.
·      American Psychological Association menunjuk Tim penyusun tes inteligensi kelompok di bawah Robert M. Yarkes.
·      mengambil materi tes yg ada, utamanya tes intelignsi kelompok yg belum dipublikasikan
Arthur S. Otis :
·     pengenalan pilihan ganda dan jenis-jenis ”soal obyektif”
·     muncul tes ”Army Alpha dan Army Beta”
·     menjadi model bagi sebagian besar tes inteligensi kelompok
·     Mengembangkan tes inteligensi kelompok pertama, dengan men-dasarkan pada revisi Terman terhadap skala Binet-Simon
 --
Tes-tes inteligensi yg pada awalnya dirancang utk mengukur berbagai fungsi intelektual umum, diakui terbatas cakupannya. Hanya aspek tertentu yg diukur.
·      Memandang perlu ada tes bakat khusus untuk melengkapi tes inteligensi umum
·     Terjadi pergeseran dari penggunaan istilah ”tes inteligensi” menjadi ”tes bakat sekolah”. (1920)
·     Dikembangkan tes bakat khusus untuk seleksi pekerjaan dan klasifikasi personel industri dan mliter. Muncul tes bakat mekanik, klerikal, musikal, dan artistik
·     Muncul kumpulan tes multi bakat yg mampu mengukur keberadaan seseorang menurut kelompok sifat masing-masing (verbal, numerical dll)
1923- 1985
Dirasakan ada kelemahan tes lisan, yaitu tidak me-nempatkan semua siswa dalam situasi seragam, dan tidak me-mungkinkan cakupan isi yang lebih luas
·      Memandang perlu ada ujian tulis yg bisa menggantikan ujian lisan
·      Memandang perlu ada tes obyektif untuk menguji pemahaman, penerapan pengetahuan, dan sasaran pendidikan yang lebih luas
E.L. Thorndike :
Pelopor tes standar pertama untuk mengukur hasil pengajaran di sekolah

Trumman L. Kelley, Giles M. Ruch, dan Lewis M. Terman :
Memprakarsai kumpulan tes prestasi Stanford Achievement Test yang memberikan ukuran-ukuran kinerja yang dapat dibandingkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah, dan dievaluasi berdasar kelompok normativ tunggal. (1930)

Tahun 1985, tes hasil pendidikan dan psikologis terstandar dipublikasikan 
Akhir tahun 1800-awal 1900- an
Tes yg ada baru bisa mengukur aspek intelektual, sedang untuk aspek non-intelektual (kepribadian) belum ada
Memandang perlu ada tes yang bisa mengukur keadaan emosi, hubungan antarpribadi, motivasi, minat, dan sikap.
·       
·     Kreaplin (1892) merintis tes kepribadian dengan tes asosiasi bebas terhadap pasien-pasien psikiatris. Teknik ini juga digunakan untuk mempelajari dampak psikologis dari keletihan, lapar, dan obat bius.
·     Galton, Person, Cattel mengembangkan kuesioner standar dan teknik-teknik penentuan peringkat.
·     Woodwarth menyusun kuesioner kepribadian atau daftar pengenalan diri (self-report inventory)
·     Muncul aplikasi tes kinerja atau tes situasi.
·     Muncul teknik-teknik proyektif : tes melengkapi kalimat, menggambar, mengatur mainan untuk menciptakan pemandangan, akting dramatis yang spontan, dan menafsirkan gambar atau bercak tinta (1990)
  Disarikan dari Anastasi (2006 : 36-51), Tes Psikologi. Jakarta : Indeks





  1. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah(gangguan)  yang ada pada individu juga sekelompok individu. Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes 
  2. Manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen, yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan, (b) untuk menyaring  pelamar pekerjaan, pendidikan, dan atau program pelatihan, (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan, pekerjaan, konseling perorangan, (d).untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan, dipertahankan, atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus, (e) untuk meramalkan dan menentukan  perlakuan (tritmen)  psikis, fisik, klinis, dan rumah sakit , (f) untuk mengevaluasi perubahan kognitif, intrapersonal, dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan, terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. (g) untuk  mendukung penelitian tentang perubahan  tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. 
  3.  Khususnya bagi konselor, kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor, adalah bagian penting dari kegiatan konseling.

Sumber https://www.maribelajarbk.web.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.