Showing posts with label Jerman. Show all posts
Showing posts with label Jerman. Show all posts

Tuesday, 13 June 2017

Martin Heinrich Klaproth - Penemu Uranium, Zirkonium, dan Serium

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 adalah seorang ahli kimia Jerman yang menemukan uranium  Martin Heinrich Klaproth - Penemu Uranium, Zirkonium, dan Serium
Martin Heinrich Klaproth (1 Desember 1743 - 1 Januari 1817) adalah seorang ahli kimia Jerman yang menemukan uranium (1789), zirkonium (1789), dan serium (1803).

Klaproth lahir di Wernigerode. Sebagian besar hidupnya ia menjalankan profesi sebagai seorang apoteker. Setelah bertindak sebagai asisten di apotek di Quedlinburg, Hanover, Berlin dan Danzig berturut-turut ia datang ke Berlin pada saat kematian Valentin Rose the Elder pada tahun 1771 sebagai manajer bisnisnya, dan pada tahun 1780 ia memulai sebuah pendirian atas namanya sendiri di kota yang sama.

Dari tahun 1782 dia menjadi penilai farmasi Medumum Ober-Collegium. Pada tahun 1787 ia diangkat menjadi dosen kimia ke Artileri Kerajaan Prusia, dan ketika universitas tersebut didirikan pada tahun 1810, ia dipilih untuk menjadi profesor kimia. Dia meninggal di Berlin pada Hari Tahun Baru di tahun 1817.

Klaproth adalah ahli kimia Jerman terkemuka di masanya. Seorang pekerja yang tepat dan teliti, dia melakukan banyak hal untuk memperbaiki dan mensistematisasikan proses kimia analitik dan mineralogi, dan apresiasi terhadap nilai metode kuantitatif membawanya menjadi salah satu penganut doktrin Lavoisierian paling awal di luar Prancis.

Klaproth menemukan unsur titanium di bijih rutil pada tahun 1791, percaya bahwa ini adalah penemuan baru, bagaimanapun, William Gregor dikreditkan dengan penemuan titanium, setelah menemukan logam itu dalam bijih yang berbeda, ( ilmenit ), sebelum Klaproth, meskipun dalam Tahun yang sama Dia adalah orang pertama yang menemukan uranium saat mempelajari mineral pitchblende.

Selain itu, ia menemukan zirkonium , dan mencirikan uranium dan zirkonium sebagai unsur yang berbeda, meskipun ia tidak memperoleh satupun dari logam murni tersebut; Dan dia menjelaskan komposisi berbagai zat sampai kemudian diketahui secara tidak sempurna, termasuk senyawa unsur yang baru dikenali: tellurium , strontium , serium dan kromium.

(Baca juga: "Penemu Kromium & Berilium - Louis Nicolas Vauquelin")

Makalahnya, lebih dari 200 jumlahnya, dikumpulkan oleh dirinya sendiri di Beiträge zur chemischen Kenntnis der Mineralkörper (5 jilid, 1795-1810) dan Chemische Abhandlungen gemischten Inhalts (1815). Dia juga menerbitkan Chemisches Wörterbuch (1807-1810), dan mengedit edisi revisi FAC Gren 's Handbuch der Chemie (1806).

Klaproth terpilih sebagai Anggota Perhimpunan Royal pada tahun 1795 dan anggota asing Royal Swedish Academy of Sciences pada tahun 1804. (Sumber)
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 24 April 2017

Penemu Tabung Sinar Katoda - Ferdinand Braun

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer Penemu Tabung Sinar Katoda - Ferdinand Braun
Tabung sinar katode (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi TV lainnya. Siapa dan bagaimana Ferdinand Braun menemukan tabung sinar katode? berikut ini penjelasannya.

Karl Ferdinand Braun adalah seorang fisikawan Jerman, Braun berkontribusi besar terhadap perkembangan teknologi radio dan televisi: ia berbagi dengan Guglielmo Marconi dalam Hadiah Nobel Fisika 1909 untuk "sumbangan pada pengembangan telegrafi nirkabel." Iapun telah dikenal sebagai penemu prinsip kerja diode kristal pada tahun 1874.

(Baca juga: "Para Penemu Komponen Elektronika")


Biografi

Karl Ferdinand Braun dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1850 di Jerman. Ayahnya seorang pegawai pengadilan di Fulda (Jerman).

Braun belajar di Universitas Marburg dan menerima gelar di Universitas Berlin pada tahun 1872. Ia menjadi direktur di Lembaga Fisika dan profesor fisika di Strasbourg (1895).

Pada tahun 1897, ia membuat osiloskop tabung sinar katode pertama. Teknik ini digunakan oleh sebagian besar peralatan TV dan monitor komputer. Tabung katode masih disebut "tabung Braun" (Braunsche Röhre) di negara penutur bahasa Jerman (dan di Jepang: Buraun-kan).

Pada tahun 1909 Braun menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Guglielmo Marconi untuk "sumbangan pada pengembangan telegrafi nirkabel."

Pada awal Perang Dunia I Braun pindah ke Amerika Serikat untuk mempertahankan stasiun nirkabel Jerman yang terletak di Sayville (Long Island) terhadap serangan oleh Marconi Corporation yang dikendalikan Inggris (saat itu Amerika Serikat belum terjun dalam perang).

Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelum perang berakhir, pada tahun 1918.


Karier dan Perjalanan Hidupnya

Braun memiliki sifat skeptis dan serba ingin tahu yang kuat tentang kejadian-kejadian alam yang dijumpainya. Dia sangat tertarik dengan ilmu fisika dan filsafat. Setelah menamatkan sekolah menengah, ia cenderung mempelajari filsafat dan berhasil meraih gelar doktor dibidang itu. Namun hobinya di bidang fisika tidak dia tinggalkan.

Pada tahun 1872-1885, sembari menggeluti bidang fisika, dia menjadi guru fisika di sekolah menengah di Leipzig, kemudian menjadi dosen di Marburg, Strasbourg dan Karlsruhe. Selain mengajar, dia juga gemar menulis artikel ilmu pengetahuan modern dalam mingguan Die Fligenden Blatter.

Selain itu, dia juga menulis buku yang berjudul Der Junge Mathematiker und Naturforscher. Braun senantiasa menemukan hal-hal yang baru, diantaranya, ia mengembangkan sejenis pirometer listrik guna mengukur suhu yang tinggi, menentukan kenaikan suhu bumi melalui lubang-lubang galian yang dalam dan menemukan dampak pelurus pada pada semikonduktor yang merupakan dasar bagi elektronika modern. Berkat jasanya pula, maka transistor dan diode dapat berfungsi. Selama hidupnya di Eropa (Jerman) ia jarang berada dirumah dalam waktu yang lama.


Tabung Sinar Katoda

 merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer Penemu Tabung Sinar Katoda - Ferdinand Braun
Tabung sinar katode (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT)
Braun menikah pada tahun 1885 dan setelah pernikahannya, ia melakukan riset keliling Eropa, Amerika dan gurun Sahara di Afrika. Sepulang dari beberapa negara pada tahun 1897, ia menayangkan temuannya yang cukup modern saat itu.

Temuan itu tak lain adalah tabung gambar yakni tabung yang mampu menyerap sinyal-sinyal yang diwujudkan dalam bentuk gambar. Temuan itu ia populerkan dan di publikasikan di depan para mahasiswa Universitas Strasbourg.

Penjelasan mengenai tabung gambar ini adalah bahwa tabung gambar tersebut dapat menampilkan arus bolak-balik dari pusat pembangkit listrik Strasbourg secara langsung berupa gelombang sinus yang kemudian hari diterima sebagai lambang arus bolak-balik, muncul pada permukaan suatu Polygon (bersegi banyak) berputar yang memantul.

(Baca juga: "Sejarah Penemuan Sinar Katoda")

Sinar datang dari sebuah tabung berbentuk alat pemukul, dari katode atau elektron tabung sinar. Kekuatan magnetis mengarahkan elektron-elektron yang terkumpul, yaitu partikel-partikel inti yang sangat cepat, yang pada saat itu tampak tidak dapat dikendalikan, melalui tabung gelas. Titik-titik sinar di ujung tabung kemudian secara otomatis membentuk garis-garis gelombang menghasilkan gambar yang persis sama dengan arus sinkron bidang-bidang magnetis yang menggoyangkan cahaya elektron. Sesungguhnya itulah sistem bekerjanya televisi dewasa ini yakni elektron-elektron dengan kecepatan tinggi disalurkan melalui tabung yang hampir kosong, memantulkan cahaya membentuk titik-titik secara otomatis kemudian dipusatkan oleh bidang-bidang magnetis untuk membentuk gambar, inilah yang kita sebut televisi.

Jadi, tabung yang ada intinya merupakan arus bolak-balik merupakan elemen pokok dan esensial bagi teknologi pertelevisian. Sampai kini tabung tersebut masih dikenal sebagai Tabung Braun. Selain untuk televisi, juga digunakan untuk berbagai perlengkapan medis, komputer bahkan perlengkapan radar.


Bekerja sama dengan Guglielmo Marconi 

Dengan beberapa temuannya, Braun mendirikan perusahaan Braun-Siemens Gesellschaft dan Telefunken di Berlin. Kecenderungannya pun kembali ia buktikan pada tahun 1905 ia mampu memanfaatkan hipotesis yang dikembangkan oleh Maxwell bahwa untuk mendeteksi semua karakter unsur gelombang listrik dalam cahaya yang terlihat mungkin saja dapat dilakukan. Pada tahun 1905-1909 ia bersama ilmuwan Italia bernama Guglielmo Marconi membantu mengembangkan telegraf tanpa kawat dimana telegraf sebelumnya ditemukan oleh Marconi hanya dapat menyampaikan osilasi (getaran) yang terendam yang sangat membatasi jangkauan siarannya.

(Baca juga: "Penemu Radio: Guglielmo Marconi")

Maka, dengan kepiawaiannya, Braun akhirnya berhasil memecahkan masalah tersebut dengan dua kondensor dan sebuah gulungan kawat induksi dalam sirkuit osilasi tertutup guna mencegah getaran-getaran elektromagnetik yang hilang dalam perjalanan udara. Hal ini mendorong osilasi-osilasi yang juga dikenal sebagai umpan balik. Temuan itu membuat pemancar menjadi lebih kuat dibandingkan dengan temuan Marconi sebelumnya.

Atas jasanya dala dunia telegraf, maka pada tahun 1909 Braun bersama Marconi memperoleh hadiah Nobel. Sebetulnya Braun patut memperoleh Nobel pada tahun-tahun sebelum ia menemukan sistem Telegraf, namun dunia pada saat ini belum secara pasti memandang bahwa temuan tabung gambar merupakan nenek moyang televisi dan perlengkapan lainnya. Namun begitu, hadiah Nobel yang disandang atas jasa temuan bidang telegraf membuat dirinya kokoh sebagai ilmuwan sejati.

Pada tahun 1911 ia membangun sebuah stasiun di Sayville. Pada tahun 1914 ia bekerja sama dengan Count Zeppelin, mengembangkan sambungan-sambungan radio untuk navigasi penerbangan. Pada bulan Desember 1904 ia melawat ke Amerika Serikat untuk tujuan bisnis alat-alat teknologi temuannya. Sayangnya selang beberapa waktu kemudian Perang Dunia I meletus. Braun terpaksa menetap di Broklyn (USA), ia tidak bisa pulang ke negaranya. Setelah menetap di Amerika Serikat selama empat tahun, Braun meninggal dunia dalam usia 68 tahun tepatnya tanggal 20 April 1918. Sebelum wafat ia sempat menulis sebuah buku yang berjudul Fisika untuk Wanita.


Sumber:

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 9 March 2016

Hans Geiger - Penemu Pencacah Geiger

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Ia terkenal berkat penemuan pencacah Geiger dan Percobaan Geiger Hans Geiger - Penemu Pencacah GeigerJohannes "Hans" Wilhelm "Gengar" Geiger adalah seorang fisikawan Jerman. Ia terkenal berkat penemuan pencacah Geiger dan Percobaan Geiger–Marsden yang akhirnya menemukan nukleus atom.

Geiger lahir di Neustadt an der Haardt, Jerman pada 30 September 1882. Ia adalah salah satu dari lima anak Wilhelm Ludwig Geiger, yang menjadi profesor di Universitas Erlangen.

Tahun 1902, Geiger belajar fisika dan matematika dari Universitas Erlangen dan lulus menjadi doktor tahun 1906. Tahun 1907 ia mulai bekerja dengan Ernest Rutherford di Universitas Manchester. Tahun 1909, bersama dengan Ernest Marsden, melakukan Percobaan Geiger–Marsden yang disebut "gold foil experiment". Rutherford dan Geiger menciptakan tabung Rutherford-Geiger, kemudian menjadi tabung Geiger (Pencacah Geiger).

"Pencacah Geiger,
Pencacah Geiger, atau disebut juga Pencacah Geiger-Müller adalah sebuah alat pengukur radiasi ionisasi. Pencacah Geiger bisa digunakan untuk mendeteksi radiasi alpha dan beta. Sensornya adalah sebuah tabung Geiger-Müller, sebuah tabung yang diisi oleh gas yang akan bersifat konduktor ketika partikel atau foton radiasi menyebabkan gas (umumnya Argon) menjadi konduktif. Alat tersebut akan membesarkan sinyal dan menampilkan pada indikatornya yang bisa berupa jarum penunjuk, lampu atau bunyi klik dimana satu bunyi menandakan satu partikel. Pada kondisi tertentu, pencacah Geiger dapat digunakan untuk mendeteksi radiasi gamma, walaupun tingkat reliabilitasnya kurang. Pencacah geiger tidak bisa digunakan untuk mendeteksi neutron. "
Rutherford. Pada tahun 1928 Geiger dan muridnya Walther Müller menciptakan sebuah  perbaikan dari tabung Geiger, tabung Geiger- Müller. Geiger juga bekerja dengan James Chadwick. Pada tahun 1912 ia menjadi pemimpin Fisik-Technical Reichsanstalt di Berlin, 1925 profesor di Kiel, 1929 di Tübingen, dan  tahun 1936 di Berlin.

Pusat dari atom disebut inti atom atau nukleus. Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Banyaknya proton dalam inti atom disebut nomor atom, dan menentukan elemen dari suatu atom.

Ukuran inti atom jauh lebih kecil dari ukuran atom itu sendiri, dan hampir sebagian besar tersusun dari proton dan neutron, hampir sama sekali tidak ada sumbangan dari elektron.

"Nukleus atom / Inti atom,
Jumlah netron dalam inti atom menentukan isotop elemen tersebut. Jumlah proton dan netron dalam inti atom saling berhubungan; biasanya dalam jumlah yang sama, dalam nukleus besar ada beberapa netron lebih. Kedua jumlah tersebut menentukan jenis nukleus. Proton dan netron memiliki masa yang hampir sama, dan jumlah dari kedua masa tersebut disebut nomor massa, dan beratnya hampir sama dengan massa atom ( tiap isotop memiliki masa yang unik ). Masa dari elektron sangat kecil dan tidak menyumbang banyak kepada masa atom."

Dia adalah anggota dari Klub Uranium. Geiger meninggal pada 24 September 1945 (umur 62) Potsdam, Jerman, beberapa bulan setelah Perang Dunia II berakhir. Dia memiliki empat saudara: tiga saudara perempuan dan satu saudara yang semua lebih muda dari dia. Saudaranya laku-lakinya, Rudolph sangat tertarik pada meteorologi dan klimatologi.

Sumber: Wikipedia 
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 13 July 2015

Eduard Buchner - Penemu Fermentasi Tanpa Sel

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Eduard Buchner ialah seorang kimiawan dan zymologist Jerman Eduard Buchner - Penemu Fermentasi Tanpa Sel
Eduard Buchner
Lahir: 20 Mei 1860 Munich, Konfederasi Jerman

Meninggal: 13 Agustus 1917 (umur 57) Munich, Kekaisaran Jerman

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Biokimia

Alma mater: University of Munich

Pembimbing doktoral: Otto Fischer, Adolf von Baeyer

Dikenal dalam: Reaksi Mannich

Penghargaan: Nobel Kimia (1907)
Eduard Buchner ialah seorang kimiawan dan zymologist Jerman. Pada tahun 1907 ia memenangkan Nobel Kimia untuk karyanya pada fermentasi. Banyak yang menyangka kalau labu Büchner ditemukan oleh Eduard. Sebenarnya alat laboratorium kimia ini ditemukan oleh seorang kimiawan industri Ernst Büchner.

Ia lahir di München pada 20 Mei 1860, merupaka anak seorang dokter dan dokter Luar Biasa Kedokteran Forensik. Ia adik dari Hans Ernst August Buchner.

Pada tahun 1884, ia mulai belajar kimia kepada Adolf von Baeyer dan botani kepada Profesor C. von Naegeli, di Botanic Institute di Munich. Setelah masa kerja dengan Hermann Emil Fischer di Erlangen, Buchner dianugerahi gelar doktor dari University of Munich pada tahun 1888.


Penelitian

Eduard Buchner mengamati pembentukan etanol dan karbon dioksida ketika ekstrak bebas sel ragi ditambahkan ke larutan gula. Dengan demikian, ia membuktikan bahwa sel-sel tidak penting untuk proses fermentasi dan komponen yang bertanggung jawab untuk proses tersebut dilarutkan dalam ekstrak. Dia memberi nama zat tersebut ‘zymase’.

Pada tahun 1897, Eduard Buchner memulai kajiannya mengenai kemampuan ekstrak ragi untuk memfermentasi gula walaupun ia tidak terdapat pada sel ragi yang hidup. Pada sederet eksperimen di Universitas Berlin, ia menemukan bahwa gula difermentasi bahkan apabila sel ragi tidak terdapat pada campuran. Ia menamai enzim yang memfermentasi sukrosa sebagai "zymase" (zimase). Pada tahun 1907, ia menerima penghargaan nobel dalam bidang kimia atas riset biokimia dan penemuan fermentasi tanpa sel yang dilakukannya. Mengikuti praktek Buchner, enzim biasanya dinamai sesuai dengan reaksi yang dikatalisasi oleh enzim tersebut. Umumnya, untuk mendapatkan nama sebuah enzim, akhiran -ase ditambahkan pada nama substrat enzim tersebut (contohnya: laktase, merupakan enzim yang mengurai laktosa) ataupun pada jenis reaksi yang dikatalisasi (contoh: DNA polimerase yang menghasilkan polimer DNA).

Proses fermentasi telah dimodifikasi di Jerman selama Perang Dunia I untuk menghasilkan gliserin untuk membuat peledak nitrogliserin. Demikian pula, program persenjataan militer menemukan teknologi baru dalam industri makanan dan kimia yang membantu mereka memenangkan pertempuran dalam Perang Dunia Pertama. Misalnya, mereka menggunakan bakteri yang mengubah jagung atau molasses menjadi aseton untuk membuat mesiu peledak.


Kehidupan pribadi

Buchner menikah dengan Lotte Stahl pada tahun 1900. Selama Perang Dunia I , Buchner menjabat sebagai Mayor di lini depan rumah sakit lapangan di FocÅŸani, Rumania. Dia terluka pada 3 Agustus 1917 dan meninggal karena luka sembilan hari kemudian di Munich pada usia 57.


Sumber:

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 6 July 2015

Profil Hermann Lux - Ahli Kimia Anorganik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Hermann Lux, adalah seorang ahli kimia anorganik  terkemuka dari Munich, Jerman. Ia lahir pada 3 September 1904 di Karlsruhe  dan meninggal pada8 Juli 1999.

Lux belajar kimia di University of Karlsruhe di mana ia lulus dengan pujian pada tahun 1928 dan kemudian menyelesaikan pendidikannya di Universitas Bonn pada tahun 1929. Dia kembali ke Karlsruhe dan bekerja di sana sampai kepindahannya ke Ludwig Maximilians University of Munich pada tahun 1937, di mana ia bekerja sebagai asisten sampai 1940, kemudian sebagai dosen sampai 1946 dan kemudian menjadi kepala departemen kimia analitik. Dia menjadi profesor pada tahun 1944 dan profesor penuh pada tahun 1955. Dia pindah ke Technical University of Munich pada tahun 1968 dimana ia menjadi profesor penuh dari anorganik dan analisis kimia hingga pensiun pada tahun 1973. Dia meninggal pada tanggal 8 Juli 1999, hampir 95 tahun.


Penemuan
  • Menemukan metode penentuan kuantitatif dari 1 ppm kuantitas merkuri (1931, bersama-sama dengan Alfred Stock)
  • mempeljari secara ekstensif reaksi kimia dalam garam cair, yang mengarah ke teori asam-basa Lux-Flood (1937)
  • Menciptakan "hanging melt"  metode yang memungkinkan untuk mempelajari sangat agresif sistem garam cair, seperti oksida alkali.
  • menyelidiki logam garam dalam oksidasi yang tidak biasa, seperti bivalen kromium atau pentavalent mangan. (Baca juga: "Penemu Kromium & Berilium - Louis Nicolas Vauquelin")
  • Menerbitkan sejumlah buku termasuk "Anorganisch-Chemische Experimentierkunst" (kimia anorganik seni eksperimental) dan "Praktikum der quantitativen anorganischen Analyse" (tentu saja Praktis analisis anorganik kuantitatif) yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan digunakan oleh banyak ahli kimia analitik.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Hermann_Lux
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 22 May 2015

Max Schultze - Penggagas Teori Sel

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Max Johann Sigismund Schultze adalah seorang Ilmuwan mikroskopis anatomi  Max Schultze - Penggagas Teori Sel
Max Johann Sigismund Schultze

Lahir: 25 Maret 1825 Freiburg
Meninggal: 16 Januari 1874 
Kebangsaan: Jerman
Bidang: ahli pengurai tubuh manusia
Alma mater: Halle
Max Johann Sigismund Schultze adalah seorang Ilmuwan mikroskopis anatomi  Jerman yang terkenal karena karyanya pada teori sel.


Biografi 

Max Schultze lahir di Freiburg di Breisgau (Baden) pada 25 Maret 1825. Ia belajar kedokteran di Greifswald dan Berlin, dan diangkat sebagai profesor luar biasa di Halle pada 1854 dan lima tahun kemudian profesor biasa anatomi dan histologi dan direktur Institut Anatomi di Bonn.

Max Schultze belajar kedokteran dengan naturalis Fritz Müller naturalisasi Brasil. Max dikirim secara berkala ke literatur ilmiah Teman Müller, seperti juga dia yang disajikan dengan mikroskop kecil diproduksi di Berlin, Jerman, oleh Friedrich Wilhelm Schiek (1857); berkat mikroskop ini, Müller dapat mempelajari krustasea buku kenangan Für Darwin, yang publikasi juga Johann yang tersedia; buku ini secara empiris menguatkan teori Seleksi Naural Charles Darwin.

Max Schultze meninggal di Bonn pada 16 Januari 1874.  Dia adalah kakak dari dokter kandungan Bernhard Sigmund Schultze (1827-1919).

Namanya sangat dikenal karena karyanya pada teori sel. Dengan menggabungkan teori Felix Dujardin dari konsep “sarcode” pada binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada sayuran, ia menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di bawah nama umum protoplasma, mendefinisikan sel sebagai nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-dinding (Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein Beiträg zur Theorie der Zelle, 1863).


Pengertian Sel menurut Max Schultze

Schultze menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan.Protoplasma juga merupakan tempat terjadinya proses hidup.


Karya:
  • Beiträge zur Naturgeschichte der Turbellarien (1851)
  • Uber den Organismus der Polythalamien (1854)
  • Beiträge zur Kenntnis der Landplanarien (1857)
  • Zur Kenntnis der elektrischen der organe Fische (1858)
  • Ein heizbarer Objecttisch und seine Verwendung bei Untersuchungen des Blutes  (1865, di mana deskripsi pertama yang diketahui dari platelet )
  • Zur Anatomie und Physiologie der Retina (1866)

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 19 May 2015

Adolf Windaus - Penemu Struktur Sterol

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Adolf Otto Reinhold Windaus ialah seorang kimiawan Jerman yang memenangkan Nobel Kimia pa Adolf Windaus - Penemu Struktur Sterol
Adolf Otto Reinhold Windaus
Lahir: 25 Desember 1876 Berlin, Kekaisaran Jerman

Meninggal: 9 Juni 1959 (umur 82) Göttingen, Jerman Barat

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Kimia organik, biokimia

Mahasiswa doktoral: Adolf Friedrich Johann Butenandt

Penghargaan: Hadiah Nobel dalam Kimia (1928)
Adolf Otto Reinhold Windaus ialah seorang kimiawan Jerman yang memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1928 untuk karyanya pada sterol dan hubungannya dengan vitamin. Ia merupakan penasihat doktoral bagi Adolf Butenandt yang kelak menerima Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1939.


Biografi

Adolf Windaus lahir di Berlin pada 25 Desember 1876. Minatnya dalam kimia bangkit oleh karena kuliah dari Hermann Emil Fischer. Ia mulai belajar kedokteran dan kimia di Berlin dan kemudian di Freiburg. Ia mendapatkan gelar doktor pada awal tahun 1900 dan berfokus pada kolesterol dan sterol lain di Universitas Albert Ludwig Freiburg. Pada tahun 1913, ia menjadi profesor kimia di Universitas Innsbruck namun 2 tahun kemudian ia pindah ke Universitas Göttingen dan tetap di sana sampai pensiun pada tahun 1944.

Ia terlibat dalam penemuan transformasi kolesterol melalui beberapa tahap ke vitamin D3 (kolekalsiferol). Ia memberikan patennya ke Merck dan Bayer dan mereka mengeluarkan obat Vigantol pada tahun 1927.

Adolf Otto Reinhold meninggal di Göttingen, Jerman Barat padad 9 Juni 1959 saat berusia 82 tahun.


Penemuan Struktur Kimia Kolesterol

Pada tahun 1905 saat Adolf Windaus masih menjadi seorang mahasiswa tingkat doktoral di Institut Kimia Universitas Freiberg, Jerman, ia mencoba menentukan struktur kimia kolesterol. Bersama peneliti lainnya, pada tahun 1910, Adolf Windaus menyatakan bahwa jaringan jantung bisa rusak disebabkan aterosklerosis yang mengandung kolesterol tinggi dibandingkan dengan jaringan yang normal.

Riset yang luar biasa membuat Windaus di anugerahi hadiah Nobel pada tahun 1928. Meskipun kemudian diketahui bahwa penjelasan tentang struktur molekul kolesterol ternyata salah, panitia penganugerahan hadiah Nobel tidak mencabut hadiah tersebut dan Windaus tetap mencoba meneruskan penelitian untuk memperbaikinya. Dua puluh tahun kemudian, para ilmuwan menemukan struktur kimia kolesterol yang benar.

Sumber:
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Windaus
  • http://kliklkm.co.id/sejarah-penemuan-kolesterol.html

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 18 April 2015

Johann Wolfgang Döbereiner - Membuat Pengelompokan Unsur

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Johann Wolfgang Döbereiner adalah seorang ahli kimia Jerman yang terkenal karena pekerjaan yang meramalkan hukum periodik untuk unsur-unsur kimia. Ia dikenal sebagai Triad Döbereiner, Lampu Döbereiner.


Kehidupan

Johann Wolfgang Döbereiner lahir pada 13 Desember 1780 di Hof, Bayreuth. Sebagai anak kusir, Döbereiner memiliki sedikit kesempatan untuk sekolah formal. Jadi ia magang di apotek, membaca secara luas, dan menghadiri kuliah ilmu. Dia akhirnya menjadi profesor di Universitas Jena pada tahun 1810; ia juga belajar kimia di Strasbourg. Dalam pekerjaan yang dimulai pada tahun 1829, Döbereiner menemukan kecenderungan sifat tertentu dari kelompok yang dipilih dari elemen. Misalnya, massa atom rata-rata lithium dan kalium dekat dengan massa atom natrium. Pola serupa ditemukan dengan kalsium, strontium, dan barium, dengan sulfur, selenium, dan telurium, dan juga dengan klor, brom, dan yodium. Selain itu, kepadatan untuk beberapa triad ini mengikuti pola yang sama. Set ini unsur dikenal sebagai " Dobereiner itu Triad ".


Pengelompokan Unsur Cara Johann Wolfgang Dobereiner

Ilmuan Jerman, Johann wolfgang Dobereiner, membuat pengelompokan unsur kimia pada tahun 1807. Cara Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur berbeda dengan cara Lavoisier. Dobereiner mengelompokan setiap unsur kimia yang sifatnya mirip menjadi satu kelompok (triad) berdasarkan kenaikan berat atomnya. Pengelompokan unsur-unsur kimia menurut Dobereiner dikenal dengan nama Hukum Triad Dobereiner.


Beberapa triad unsur-unsur kimia

Triad 1 (Logam Alkali)
  • Litium (7)
  • Natrium (23)
  • Kalium (39)

Triad 2 (logam Alkali Tanah)
  • Kalsium (40,08)
  • Stronsium (87,62)
  • Barium (137,34)
  • Triad 3 (halogen)
  • Klorin (35,45)
  • Bromin (79,91)
  • Iodin (126,90)

Triad 4 (Golongan VIA)
  • Sulfur (32,06)
  • Selenium (78,96)
  • Telurium (127,60)

Akan tetapi, kelemahan hukum triad adalah sejak ditemukannya unsur-unsur baru. Banyak unsur yang mempunyai sifat mirip, tetapi jumlahnya lebih dari 3. Meskipun demikian, usaha Dobereiner patut dihargai karena ia memelopori penyusunan tabel periodik berdasarkan berat.

Döbereiner juga dikenal untuk penemuan furfural, untuk karyanya pada penggunaan platinum sebagai katalis, dan untuk lebih ringan, yang dikenal sebagai lampu Döbereiner.


bereiner adalah seorang ahli kimia Jerman yang terkenal karena pekerjaan yang meramalkan h Johann Wolfgang Döbereiner - Membuat Pengelompokan Unsur
Lampu Döbereiner
Pekerjaan

Deutsches Apothekerbuch. Vol. 1-3. Balz, Stuttgart 1842-1848 Digital Edisi oleh University dan Perpustakaan Negara Düsseldorf.


Kematian

Johann Wolfgang Döbereiner meninggal pada 24 Maret 1849 (umur 68) di Jena, Sachsen-Weimar-Eisenach - Jerman.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Wolfgang_Döbereiner

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 28 November 2014

Fritz Haber - Bapak Perang Kimia Penemu Proses Ammonia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Bapak Perang Kimia Penemu Proses Ammonia Fritz Haber - Bapak Perang Kimia Penemu Proses Ammonia
Fritz Haber
Lahir: 9 Desember 1868 Breslau, Prussia

Meninggal: 29 Januari 1934 (umur 65) Basel, Swiss

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Kimia fisika

Lembaga: Swiss Federal Institute of Technology, University of Karlsruhe

Alma mater: University of Heidelberg, Humboldt University of Berlin, Technical University of Berlin

Penasihat Doktor: Robert Bunsen

Dikenal untuk: Haber process(Proses Haber), Born-Haber cycle, Fertilizer, Haber–Weiss reaction, Chemical warfare, Explosives

Penghargaan: Nobel Kimia (1918), Rumford Medal (1932)

Istri: Clara Immerwahr (1901-1915; kematiannya, 1 anak)  Charlotte Nathan (1917-1927; bercerai, 2 anak-anak)
Fritz Haber adalah seorang kimiawan Jerman keturunan Yahudi yang menerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1918 tentang pengembangan untuk sintesis amonia, yang berguna untuk pupuk dan bahan peledak. Produksi pangan untuk setengah populasi dunia saat ini tergantung pada metode ini untuk memproduksi pupuk. Haber, bersama dengan Max Born mengusulkan siklus Born-Haber sebagai metode untuk mengevaluasi energi kisi dari ion yang solid.

Haber dikenal juga sebagai sebagai "father of chemical warfare" ("bapak perang kimia ") selama bertahun-tahun kerjanya merintis pengembangan dan weaponizing klorin dan gas beracun lainnya selama Perang Dunia I, serta pendiri ketua dari DEGESCH Perusahaan , yang (dua dekade setelah masa Haber) sengaja menghasilkan hidrogen sianida berbasis Zyklon B gas yang digunakan untuk membunuh jutaan orang di kamar gas dari Holocaust.


Awal kehidupan dan pendidikan

Fritz Haber lahir di Breslau, Prussia (sekarang Wroclaw, Polandia) pada 9 Desember 1868, menjadi keluarga kaya Yahudi.Fritz Haber adalah anak dari Siegfried dan Paula Haber. Ayah Fritz Siegfried adalah seorang pedagang terkenal di kota, yang telah mendirikan bisnis dalam pigmen pewarna, cat dan farmasi.

Fritz menghadiri sekolah dasar di Johanneum School, sebuah "sekolah simultan" terbuka sama Katolik, Protestan, dan mahasiswa Yahudi. Pada usia 11, ia  sekolah di sekolah klasik St Elizabeth, di kelas merata dibagi antara Protestan dan mahasiswa Yahudi.

Fritz Haber berhasil lulus ujiannya di St Elisabeth High School di Breslau pada September 1886. Fritz belajar kimia di Universitas Friedrich Wilhelm di Berlin (sekarang, Humboldt University of Berlin), dengan direktur Institute for Chemistry, AW Hofmann. Ia kemudian belajar di Universitas Heidelberg untuk semester musim panas tahun 1887 di bawah bimbinga Robert Bunsen. Dia kemudian kembali ke Berlin, dengan Technical College of Charlottenburg (sekarang, Technical University of Berlin). Pada musim panas 1889 ia meninggalkan universitas untuk mengikuti pelayanan sukarela di Keenam Artileri Medan Resimen selama satu tahun. Setelah selesai, ia kembali ke Charlottenburg dan menjadi mahasiswa Carl Liebermann. Selain kuliah Liebermann pada kimia organik, Haber juga menghadiri ceramah Otto Witt pada teknologi pewarna kimia. Liebermann ditugaskan Haber untuk bekerja pada reaksi dengan Piperonal untuk topik tesisnya, diterbitkan sebagai Über einige turunan des Piperonals ( Sekitar Beberapa Derivatif Piperonal) pada tahun 1891.  Haber menerima gelar doktor dengan predikat cum laude dari Universitas Friedrich Wilhelm Mei 1891, setelah menyajikan karyanya kepada dewan penguji dari Universitas Berlin, karena Charlottenburg belum terakreditasi untuk memberikan gelar doktor.


Proses Haber-Bosch

Sebelum memulai karier akademinya sendiri ia bekerja pada bisnis kimia ayahnya dan di Institut Teknologi di Zürich dengan Georg Lunge. Selama masa itu di Karlsruhe dari 1894 sampai 1911 ia dan Carl Bosch mengembangkan proses Haber, yang merupakan pembentukan katalis amonia dari hidrogen dan nitrogen atmosfer ke bawah keadaan suhu dan tekanan tinggi. Pada 1918, ia menerima Hadiah Nobel Kimia untuk karyanya. Proses Haber-Bosch merupakan tonggak sejarah dalam kimia industri, karena memisahkan produksi produk nitrogen, seperti pupuk, bahan peledak dan makanan kimia, dari deposit alam, khususnya sodium nitrat ('Caliche'), yang mana Chili merupakan penghasil utama. Ketersediaan mendadak dari pupuk nitrogen yang murah dipuji dengan mencegah malapetaka Malthus, atau krisis penduduk.

Fritz Haber aktif dalam penelitian reaksi pembakaran, pemisahan emas dari air laut, pengaruh adsorpsi, dan elektrokimia. Sebagian besar pekerjaannya dari 1911 sampai 1933 dikerjakan di Institut untuk Fisika dan Elektrokimia di Berlin-Dahlem. Haber memainkan peran utama dalam pengembangan perang kimia dalam PD I. Bagian kerjanya termasuk pengembangan topeng gas dengan penyaring absorban. Perang gas dalam PD I ialah, dalam beberapa hal, perang para kimiawan, dengan Haber yang beradu dengan pemenang Nobel Kimia asal Perancis Victor Grignard. Istrinya menentang pekerjaannya pada gas beracun dan berkeputusan bunuh diri dengan senjata dinasnya setelah ia sendiri menjaga penggunaan pertama klorin di Ypres.


Proses ammonia untuk gas beracun

PD I usai, Nobel Kimia kembali diberikan pada tahun 1918. Penerimanya adalah kimiawan anorganik Fritz Haber. Penghargaan ini mungkin yang paling kontroversial dalam sejarah Nobel Kimia. Proses ammonia yang ditemukan Haber memang berguna bagi agrikultur untuk pembuatan pupuk. Tapi prosesnya ini juga digunakan untuk membuat gas beracun semasa perang. Sejarawan Elizabeth Crawford menunjukkan bahwa Komite Nobel sebenarnya tidak akan memberikan penghargaan Nobel ke Haber jika saja ada dukungan internasional untuk kandidat yang lain.

Dalam studinya mengenai gas beracun, Haber menemukan hubungan matematika yang mudah antara konsentrasi (C) gas dan jumlah waktu (t) yang mana itu dihirup, diperlihatkan sebagai C x t = k, di mana k ialah tetapan. Dengan kata lain, pembukaan pada tingkat rendah gas selama masa panjang dapat menyebabkan akibat yang sama (misal kematian) sebagai pembukaan konsentrasi tinggi selama waktu singkat. Hubungan ini dikenal sebagai kaidah Haber. Haber membela perang gas terhadap dakwaan bahwa itu tak berperikemanusiaan, berkata bahwa kematian ialah kematian, dengan cara apapun yang ditimbulkan. Pada 1920an, ia mengembangkan pembentukan gas sianida Zyklon B, yang digunakan sebagai insektisida.

Pada tahun 1933, NAZI mengambil alih kekuasaan di Jerman. Hitler sebagai pemimpin NAZI pernah melaksanakan program “Pemurnian Ras Arya”. Salah satu tindakan Hitler yang paling kejam adalah pembantaian umat Yahudi dengan menggunakan gas beracun. Satu persatu umat Yahudi digiring ke sebuah kamp militer, lalu mereka dimasukkan ke dalam ruangan tertutup yang dipenuhi gas beracun. Saat Hitler memegang tampuk kekuasaan pada tahun 1933, Fritz Haber tengah menjabat sebagai direktur Institute for Physical and Electrochemistry di Berlin-Dalhem. Demi mewujudkan ambisinya, Hitler memerintahkan Fritz Haber untuk menembak mati seluruh pekerja keturunan Yahudi yang bekerja di institutnya. Haber yang juga keturunan Yahudi menolak melakukannya, bahkan ia rela mengundurkan diri dari jabatannya. Kemudian ia menulis surat, “Selama lebih dari 40 tahun, saya telah memilih rekan-rekan kerja saya berdasarkan kepandaian dan karakter mereka. Saya tidak pernah memilih rekan kerja berdasarkan latar belakang nenek moyang mereka dan saya tidak ingin mengubah metode ini yang menurut saya sangat tepat.”

”For more than 40 years, I have selected my collaborators on the basis of their intelligence and their character and not on the basis of their grandmothers, and I am not willing to change this method which I have found so good.”

Tindakan Haber ini membuat NAZI marah besar tetapi mereka tidak menghukum Fritz Haber. NAZI tidak memberikan sanksi apapun kepada Fritz Haber karena mereka mempertimbangkan jasa dan reputasi Fritz Haber di mata internasional.


Kematian

Setelah mengundurkan diri, kondisi jantung Fritz Haber memburuk. Karena kondisi kesehatan yang semakin melemah akhirnya Fritz Haber menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Januari 1934 di Basle. Tidak lama setelah kematiannya, Asosiasi Kimia Jerman (German Chemical Society) mengadakan suatu acara seremonial untuk mengenang dan menghormati Fritz Haber. NAZI langsung naik pitam ketika mendengar rencana ini. Mereka marah karena Asosiasi Kimia Jerman memberikan suatu penghormatan yang sangat besar kepada seseorang yang telah menentang NAZI. NAZI mengancam akan menangkap semua orang yang menghadiri acara itu. Walaupun diancam, para ahli Kimia tidak takut dan tetap menghadiri acara itu. Melihat banyaknya ahli Kimia yang hadir, NAZI mengurungkan niat untuk menangkap dan menghukum mereka. NAZI sadar bahwa para ahli Kimia adalah tulang punggung dari rekonstruksi Jerman setelah Jerman hancur di Perang Dunia I. Tanpa adanya ahli Kimia, NAZI sulit membangun kembali kekuatannya.

Pada tahun 1933, selama kehidupan singkat Haber di Inggris, Chaim Weizmann menawarinya jabatan direktur di Sieff Research Institute (sekarang Weizmann Institute) di Rehovot  dalam Wajib Palestina. Dia menerima, dan berangkat ke Timur Tengah pada bulan Januari 1934 bersama saudara tirinya, Lain Haber Freyhahn. Pada tanggal 29 Januari 1934, pada usia 65, ia meninggal karena gagal jantung, saaat pertengahan perjalanan, di Basel Hotel. Fritz dikremasi dan dimakamkan di Basel Hörnli Cemetery pada 29 September 1934, dan dikebumikan ulang pada 27 Januari 1937. Fritz Haber mewariskan perpustakaan pribadinya yang luas dengan Sieff Institute, di mana ia mendedikasikan sebagai Perpustakaan Fritz Haber pada 29 Januari 1936.

Beberapa anggota keluarga Haber meninggal di kamp konsentrasi , termasuk Hilde Glucksmann, suaminya, dan dua anak mereka. Salah satu anak-anaknya, Ludwig ("Lutz") Fritz Haber (1921 -2004), menjadi seorang sejarawan terkemuka dari perang kimia dalam Perang Dunia I dan menerbitkan sebuah buku berjudul The Poisonous Cloud (1986).


Penghargaan dan Prestasi
  • Foreign Honorary Member, American Academy of Arts and Sciences(1914)
  • Nobel Prize in Chemistry (1918)
  • Bunsen Medal of the Bunsen Society of Berlin, with Carl Bosch (1918)
  • President of the German Chemical Society (1923)
  • Honorary Member, Société Chimique de France (1931)
  • Honorary Member, Chemical Society of England (1931)
  • Honorary Member, Society of Chemical Industry, London, (1931)
  • Rumford Medal, American Academy of Arts and Sciences (1932)
  • Foreign Associate Member, National Academy of Sciences, USA (1932)
  • Honorary Member, USSR Academy of Sciences (1932)
  • Board of Directors, International Union of Pure and Applied Chemistry, 1929-1933; Vice-President, 1931
  • Goethe-Medaille für Kunst und Wissenschaft (Goethe Medal for Art and Science) from the President of Germany.
[Sumber: Wikipedia]

Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 18 November 2014

Johannes Hans Daniel Jensen - Penggagas Model Kulit Nuklir

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 adalah seorang fisikawan Jerman yang menerima separuh Penghargaan Nobel dalam Fisika  Johannes Hans Daniel Jensen - Penggagas Model Kulit Nuklir
Johannes Hans Daniel Jensen
Lahir: 25 Juni 1907 Hamburg, Kekaisaran Jerman

Meninggal: 11 Februari 1973 Heidelberg, Jerman Barat

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Fisika

Alma mater: University of Hamburg

Penasihat Doktor: Wilhelm Lenz

Mahasiswa doktoral: Hans-Arwed Weidenmüller

Penghargaan: Hadiah Nobel untuk Fisika (1963)
Johannes Hans Daniel Jensen (lahir di Hamburg, Jerman, 25 Juni 1907 – meninggal di Heidelberg, Baden-Württemberg, Jerman, 11 Februari 1973 pada umur 65 tahun) adalah seorang fisikawan Jerman yang menerima separuh Penghargaan Nobel dalam Fisika 1963 dengan Maria Goeppert-Mayer untuk usulan mereka pada model kulit nuklir. (Sisa hadiah lainnya diberikan pada E.P. Wigner untuk karya tak terkait.)


Pendidikan

Jensen belajar fisika, matematika, kimia fisik, dan filsafat di Albert-Ludwigs-Universität Freiburg dan Universitas Hamburg 1926-1931, dan ia menerima gelar doktor kedua pada tahun 1932 atas bimbingan Wilhelm Lenz. Jensen menyelesaikan rabilitasinya pada tahun 1936 di University of Hamburg.


Karir

Pada tahun 1937 Jensen adalah Privatdozent (dosen yang belum dibayar) di Universitas Hamburg dan mulai bekerja dengan Paul Harteck, direktur departemen kimia fisik universitas dan penasehat Heereswaffenamt (HWA, Army Ordnance Office) di bahan peledak. Harteck dan asisten mengajar Wilhelm Groth melakukan kontak dengan Reichs kriegs ministerium (RKM, Reich Departemen Perang) pada 24 April 1939 untuk memberitahu tentang aplikasi militer, potensi reaksi nuklir berantai. Kontrol militer dari proyek energi nuklir Jerman, juga dikenal sebagai Uranverein (Uranium Club), dimulai pada tanggal 1 September 1939, yang menjadikan Nazi Jerman memulai Perang Dunia II dengan menginvasi Polandia. Harteck, salah satu pelaku dalam Uranverein, membawa Jensen ke dalam proyek. Dorongan utama Jensen adalah pada sentrifugal ganda untuk pemisahan dari isotop uranium. Harteck dan Jensen mengembangkan centrifuge ganda berdasarkan proses goyang (Schaukelverfahren) untuk memfasilitasi efek pemisahan.

Pada tahun 1941 Jensen bernama profesor extraordinarius dari teori fisika di Technische Hochschule Hannover (sekarang, University of Hanover ), dan pada tahun 1946 ia menjadi profesor ordinarius. Pada tahun 1949 ia diangkat sebagai profesor ordinarius di Ruprecht Karl Universitas Heidelberg ; sejak 1969 ia praecox emeritus. Dia adalah seorang profesor tamu di University of Wisconsin-Madison (1950), Institute for Advanced Study (1952), dan Indiana University dan California Institute of Technology (1953).

Pada tahun 1963 Jensen menerima separuh Penghargaan Nobel dalam Fisika 1963 dengan Maria Goeppert-Mayer untuk usulan mereka pada model kulit nuklir. (Sisa hadiah lainnya diberikan pada E.P. Wigner untuk karya tak terkait.) khususnya melalui penerapan prinsip-prinsip simetri fundamental.


Honors
Honors dianugerahkan kepada Jensen meliputi:
  • 1947 - profesor Kehormatan di Universitas Hamburg
  • 1963 - Penghargaan Nobel dalam Fisika
  • 1964 - doktor Kehormatan dari Technische Universität Hannover (sekarang, University of Hanover )
  • 1969 - Warga Kehormatan Fort Lauderdale, Florida
Sumber
http://en.wikipedia.org/wiki/J._Hans_D._Jensen
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 15 November 2014

Friedrich Bergius - Penemu Proses Pengolahan Batu Bara

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

ialah seorang kimiawan Jerman yang berhasil memproduksi bahan bakar sintesis dari batu bar Friedrich Bergius - Penemu Proses Pengolahan Batu Bara
Friedrich Karl Rudolf Bergius
Lahir: 11 Oktober 1884 Breslau (Wrocław), Jerman

Meninggal: 30 Maret 1949 (umur 64) Buenos Aires, Argentina

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Kimia

Lembaga: University of Hanover

Alma mater: Universitas Breslau, University of Leipzig

Penasihat Doktor: Richard Abegg, Arthur Rudolf Hantzsch

Dikenal untuk: Proses Bergius

Penghargaan: Hadiah Nobel untuk Kimia (1931)
Friedrich Karl Rudolf Bergius ialah seorang kimiawan Jerman yang berhasil memproduksi bahan bakar sintesis dari batu bara lignit. Untuk kolaborasi metode hidrogenisasi untuk proses yang kelak dinamai sesuai namanya, ia menerima Nobel Kimia pada tahun 1931 bersama Carl Bosch. Bergius belajar di Universitas Breslau (sekarang Wrocław, Polandia), Leipzig, dan Berlin, dan Universitas Karlsruhe, Hannover. Bergius juga meneliti hidrolisis kayu untuk memproduksi gula, namun gagal. Seusai Perang Dunia II ia tinggal di Austria.


Karir Akademik

Sebelum mempelajari kimia, Bergius dikirim untuk bekerja selama 6 bulan di pabrik pengolahan baja di Mühlheim. Studinya dimulai di Universitas Breslau pada tahun 1903 dan berakhir dengan gelar PhD di bidang kimia di Universitas Leipzig pada tahun 1907 dalam waktu 4 tahun. Tesisnya tentang asam sulfat sebagai pelarut diawasi oleh Arthur Rudolf Hantzsch. Pada tahun 1909 Bergius bekerja selama satu semester dengan Fritz Haber dan Carl Bosch di University of Karlsruhe dalam pengembangan proses Haber-Bosch. Pada tahun yang sama ia diundang untuk bekerja di University of Hanover dengan Max Bodenstein, yang mengembangkan gagasan kimia kinetika dan menjabat sebagai profesor.


Pekerjaan

Bahan bakar sintetis dari batubara

Selama habilitasi, teknik untuk tekanan tinggi dan kimia suhu tinggi substrat yang mengandung karbon dikembangkan, menghasilkan paten pada proses Bergius pada tahun 1913. Dalam proses ini hidrokarbon cair digunakan sebagai bahan bakar sintetis yang diproduksi oleh hidrogenasi dari lignit (batubara coklat). Dia mengembangkan proses sebelum dikenalnya proses Fischer-Tropsch. Theodor Goldschmidt mengundangnya untuk membangun pabrik industri di pabriknya Goldschmidt AG pada tahun 1914. Produksi dimulai pada tahun 1919, setelah Perang Dunia I berakhir, ketika kebutuhan bahan bakar sudah menurun. Masalah teknis, inflasi dan kritik konstan Franz Joseph Emil Fischer, yang diubah untuk mendukung setelah demonstrasi pribadi dari proses, membuat kemajuan yang lambat dan Bergius menjual patennya untuk BASF, di mana Carl Bosch bekerja di atasnya. Sebelum Perang Dunia II beberapa tanaman dibangun dengan kapasitas tahunan dari 4 juta ton bahan bakar sintetis.

Gula dari kayu

Hidrolisis kayu untuk menghasilkan gula untuk keperluan industri menjadi tugas yang sulit untuk Bergius. Setelah ia pindah ke Heidelberg ia mulai untuk meningkatkan proses dan merencanakan produksi skala industri. Biaya tinggi dan masalah teknis hampir membawanya ke kebangkrutan. Sebuah jurusita mengikuti Bergius ke Stockholm untuk mendapatkan uang dari Hadiah Nobel Kimia tahun 1931.

Gerakan autarki sebelum Perang Dunia II mendorong proses dan beberapa tanaman dibangun. Bergius pindah ke Berlin di mana ia hanya sedikit terlibat dalam pembangunan. Sementara ia di Bad Gastein Austria , laboratorium dan rumahnya hancur oleh serangan udara . Sisa perang yang tinggal di Austria.


Keterlibatan internasional

Setelah perang kewarganegaraannya itu dipertanyakan karena kolaborasinya dengan IG Farben, sehingga keberangkatannya dari Jerman untuk bekerja sebagai penasihat di Italia, Turki, Swiss dan Spanyol. Ia beremigrasi ke Argentina, di mana ia bekerja sebagai penasihat Departemen Perindustrian. Dia meninggal di Buenos Aires pada tanggal 30 Maret 1949, dan dimakamkan di di La Chacarita Cemetery.


Penghargaan

Friedrich Bergius dan Carl Bosch memenangkan Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1931 sebagai pengakuan atas kontribusi mereka untuk penemuan dan pengembangan metode-tekanan tinggi kimia.


Proses Pengolahan Batu Bara dengan cara Proses hidrogenasi Bergius.

Teknik konversi pencairan atau likuifikasi batubara dinilai lebih menguntungkan untuk saat ini. Selain lebih sederhana prosesnya, likuifikasi relatif lebih murah dan lebih bersih dibanding teknik gasifikasi. Pada prinsipnya likuifikasi adalah pengubah batubara padat menjadi bahan bakar cair yang teknologinya dikembangkan pertamakali oleh Friedrich Bergius.
  • Teknik ini pada prinsipnya dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan gugus hodrogen. Menurut cara ini, batubara mula-mula dihidrogenasi ke bentuk synthetic crude atau syncruder. selanjutnya susunan batubara dibongkar atau diputuskan. 


Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 13 September 2014

Otto Fritz Meyerhof - Peneliti Hubungan Antara Konsumsi Oksigen dan Metabolisme Asam Laktat di Otot

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Peneliti Hubungan Antara Konsumsi Oksigen dan Metabolisme Asam Laktat di Otot Otto Fritz Meyerhof - Peneliti Hubungan Antara Konsumsi Oksigen dan Metabolisme Asam Laktat di Otot
Otto Fritz Meyerhof
Lahir: 12 April 1884 Hanover, Kerajaan Prussia, Kekaisaran Jerman

Meninggal: 6 Oktober 1951 (umur 67) Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Fisika dan Biokimia

Almamater: University of Strasbourg, University of Heidelberg

Dikenal karena: Hubungan antara konsumsi oksigen dan metabolisme asam laktat di otot

Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 1922, Fellow dari Royal Society


Otto Fritz Meyerhof adalah seorang dokter dan ahli biokimia kelahiran  Jerman.

Biografi

Otto Fritz Meyerhof lahir 12 April 1884 di Hildesheim, yakni sebuah kota kecil, sekitar setengah jam selatan dari Hannover, sejumlah biografi keliru bahwa tempat kelahirannya di Hannover.

Ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Berlin, di mana kemudian ia belajar kedokteran. Ia melanjutkan studi di Strasbourg dan Heidelberg, dan lulus pada 1909, dengan sebuah karya berjudul “Beiträge zur psychologischen Theorie der Geistesstörung” (Sumbangan pada Teori Psikologi Penyakit Jiwa). Di Heidelberg, ia bertemu Hedwig Schallenberg, yang kemudian menjadi istrinya. Mereka memiliki seorang puteri, Bettina Meyerhof dan dua anak laki-laki Gottfried (yang menyebut dirinya sebagai Geoffrey) dan Walter.

Pada 1912, ia pindah ke Universitas Kiel, di mana ia menjadi profesor pada 1918. Pada 1922, ia dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran, bersama dengan Archibald Vivian Hill, untuk karyanya pada metabolisme otot, termasuk glikolisis. Lari dari rezim Nazi, ia pindah ke Paris pada 1938, kemudian ke Amerika Serikat pada 1940, di mana ia menjadi profesor tamu di Universitas Pennsylvania di Philadelphia.

Meyerhof meninggal 6 Oktober 1951 di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat pada usia 67 tahun akibat serangan jantung. [Sumber: Wikipedia]
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 11 September 2014

Karl Theodor Wilhelm Weierstrass - Mengembangkan Teori Lengkap Tentang Deret Fungsi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 Mengembangkan Teori Lengkap Tentang Deret Fungsi  Karl Theodor Wilhelm Weierstrass - Mengembangkan Teori Lengkap Tentang Deret Fungsi
Karl Theodor Wilhelm Weierstrass
Lahir: 31 Oktober 1815 Ostenfelde, Province of Westphalia, Kerajaan Prussia

Meninggal: 19 Februari 1897 (umur 81) Berlin, Province of Brandenburg, Kerajaan Prussia

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Matematika

Lembaga:Gewerbeinstitut

Almamater: Universitas Bonn, Münster Academy

Penasihat Doktor: Christoph Gudermann

Mahasiswa doktoral: Nikolai Bugaev, Georg Cantor, Georg Frobenius, Lazarus Fuchs, Wilhelm, Leo Königsberg, Sofia Kovalevskaya, Mathias Lerch , Hans von Mangoldt, Eugen Netto, Adolf Piltz , Carl Runge, Arthur Schoenflies, Friedrich Schottky, Hermann Schwarz , Ludwig Stickelberger, Ernst Kotter

Dikenal untuk: Fungsi Weierstrass

Penghargaan: Copley Medal (1895)
Karl Theodor Wilhelm Weierstrass ialah seorang matematikawan Prusia yang mengembangkan teori lengkap tentang deret fungsi dan menyusun legitimasi operasi-operasi yang demikian sebagai pengintegralan dan pendiferensialan suku demi suku.

Terlahir sebagai warga Prusia, Weierstrass belajar hukum di Universitas Bonn namun gagal memperoleh gelar. Ia lulus ujian negara untuk guru dan selama 15 tahun mengajar mata pelajaran seperti mengarang dan olahraga senam, sementara mempelajari matematika di malam hari.

Dari posisi yang tak dikenal di sebuah kota kecil, kemudian ia melakukan karya dalam matematika yang dapat dibandingkan dengan ilmuwan yang terbaik di Eropa. Sejumlah hasil yang diterbitkannya memberinya undangan untuk mengajar lebih dulu di Universitas Teknik Berlin. Dari sana pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia matematika.

Ia adalah seorang pemikir metodis yang cermat. ia bersikeras pada ketepatan yang lengkap di semua matematika dan menetapkan pembakuan yang diakui dan ditiru hingga kini.


Biografi

Weierstrass lahir 31 Oktober 1815 Ostenfelde di Ostenfelde, bagian dari Ennigerloh, Province of Westphalia. Weierstrass adalah anak Wilhelm Weierstrass, seorang pejabat pemerintah, dan Theodora Vonderforst. Minatnya dalam matematika dimulai ketika dia menjadi mahasiswa Gymnasium di Theodorianum, Paderborn. Setelah lulus, Ia dikirim ke Universitas Bonn untuk mempersiapkan diri di posisi pemerintah. Studinya dalam bidang hukum, ekonomi, dan keuangan sangat bertentangan dengan harapannya untuk belajar matematika. Dia memutuskan konflik dengan menjauhi program yang direncanakan dari studinya, dan terus belajar matematika secara pribadi. Hasilnya adalah ia meninggalkan universitas tanpa gelar. Setelah itu dia belajar matematika di Universitas Münster (yang bahkan saat ini sangat terkenal untuk matematika) dan ayahnya mampu mendapatkan tempat baginya di sebuah sekolah pelatihan guru di Münster. Kemudian ia bersertifikat sebagai guru di kota itu. Selama periode studi ini, Weierstrass menghadiri kuliah Christoph Gudermann dan tertarik pada fungsi berbentuk bulat panjang. Pada tahun 1843 ia mengajar di Deutsch-Krone di Westprussia dan sejak 1848 ia mengajar di Lyceum Hosianum di Braunsberg. Selain matematika dia juga mengajar fisika, botanics dan senam.

Setelah tahun 1850 Weierstrass menderita sakit dalam waktu yang lama, tetapi mampu mempublikasikan makalah yang membawanya ke dalam ketenaran dan perbedaan. Dia menjadi pimpinan di Technical University of Berlin, kemudian dikenal sebagai Gewerbeinstitut. Dia Meninggal pada 19 Februari 1897 (umur 81) di Berlin, Province of Brandenburg, Kerajaan Prussia akibat pneumonia.


Karya-karya Weierstrass

Sekitar tahun 1850, Weierstrass mulai mengisi waktu-waktu luang sebagai guru dengan menekuni problem-problem matematika yang sudah mengkristral sejak dirinya masih kuliah. Selama 12 tahun, tekanan mental dari ayah, sebagai seorang siswa penggemar berat matematika sekaligus menjadi guru yang padat acara, menghambat dirinya dalam berkarya.

Weierstrass menerbitkan makalah singkat tentang fungsi-fungsi Abelian dalam prospektus sekolah Braunsberg tidak terlalu mengejutkan para matematikawan. Tahun 1854 terbit artikel berjudul Zur Theorie del Abelschen Functionen dalam Jurnal Crelle. Makalah ini tidak hanya memberi penjelasan secara lengkap teori tentang integral hiperelips yang dikembangkan oleh Weierstrass sekaligus sebagai konsep “awal” metode-metode yang digunakan untuk menggambarkan fungsi-fungsi Abelian sebagai deret yang makin lama makin kecil (konvergen) secara tetap (konstan). Karya tersebut mengukuhkan Weierstrass sebagai matematikawan ulung. Universitas Konigsberg menawarkan gelar doktor kehormatan pada tahun 1854. Tahun 1855, melamar di university of Breslau yang kosong ditinggal Kummer yang pindah ke Berlin. Kummer menyarankan agar Weierstrass pindah ke Berlin, namun surat dari Dirichlet kepada menteri pendidikan membuat Weierstrass dipromosikan sebagai pengajar senitor di Braunsberg. Di sini dia berjanji tidak akan menjadi guru sekolah menengah lagi.

Makalah lanjutan Theorie del Abelschen Functionen muncul kembali di Jurnal Crelle pada tahun 1846. Muncul tawaran dari berbagai Universitas. Keinginan tinggal di Berlin terwujud setelah diangkat menjadi pimpinan Industry Institute di Berlin. Ketika menghadiri konferensi di Wina, Austrian University juga memberi tawaran. Sebelum dia memutuskan, universitas Berlin - takut kehilangan putra terbaiknya - memberi tawaran terbaik, dan Weierstrass menduduki jabatan di universitas Berlin meskipun secara formal masih terikat di Industry Institute.

Sukses besar menjadi dosen matematika, banyak siswa dari seluruh dunia datang untuk berguru padanya. Mata kuliah seperti: aplikasi deret Fourier dan integral bagi fisika matematikal, pengantar teori fungsi-fungsi analitik, teori fungsi-fungsi elips, dan aplikasi untuk problem-problem pada geometri dan mekanika. Tahun 1859/1860 memberikan kuliah Introduction to Analysis. Tahun 1860/1861 mengajar Integral Calculus. Tahun 1863/1864 mengajar The General Theory of Analytic Functions.


Kuliah dari Weierstrass

Gudermann pada saat itu (1639) sangat antusias dengan fungsi-fungsi elips. Meskipun banyak karya Gudermann masuk sebagai artikel pada Jurnal Crelle, namun tidak banyak orang yang memahaminya karena metode yang dipakai sudah ketinggalan jaman. Ide-ide Gudermann sangat cemerlang, namun tidak diketahuinya bahwa fungsi-fungsi elips dapat dikembangkan dengan banyak cara – termasuk yang sederhana. Ide Gudermann adalah mendasarkan segala sesuatunya pada deret bilangan berpangkat (power series) yang merupakan pengembangan fungsi-fungsi. Hal ini kemudian disadari oleh Weierstrass bahwa deret itu hanyalah sekedar deret dan tidak memunyai implikasi lanjutan.

Deret berpangkat dijabarkan dalam bentuk

            a0 + a1z + a2z² + … + anZn + …,

dimana koefisien a0, a1, a2,… an… adalah bilangan konstan, sedang z adalah bilangan variabel; bilangan yang terbentuk mungkin bilangan riil atau bilangan kompleks.

Kiprah lain adalah campur tangan terhadap penanganan bilangan irrasional. Kita semua tahu bahwa √2 = 1, apabila tanpa membubuhkan angka di belakang koma. Apabila “dibuka”, maka diketahui 1,4 (satu angka di belakang koma); 1,41 (dua angka di belakang koma; 1,414 (tiga angka di belakang koma); 1,4142 (empat angka di belakang koma) dan seterusnya. Mengamati bahwa angka desimal banyaknya mengikuti keinginan kita (misal: 10 angka di belakang koma). Apa yang dilihat oleh Weierstrass adalah urutan itu merupakan urutan bilangan rasional yang makin lama makin kecil atau diberi istilah convergent sequence of rational.

Apa saja yang diajarkan oleh Weierstrass? Menjadi dosen dilakukan terus sampai tahun 1890, dimana selama ini Weierstrass merancang bahan-bahan kuliah sendiri. Semua bahan diajarkan dalam empat semester meliputi:

-Pengenalan teori fungsi-fungsi analitik
-Fungsi-fungsi Elips
-Fungsi-fungsi Abelian
-Variasi-variasi kalkulus atau aplikasi fungsi-fungsi elips

Banyak siswa Weierstrass menjadi matematikawan terkemuka. Nama-nama seperti: Klein, Cantor, Lie, Minkowski, Schwarz atau Engel barangkali lebih dikenal orang dibanding dengan nama seperti: Bachmann, Stolz, Killing, Mittag-Leffler, Konigsberger, Hensel atau Holder, namun semuanya dikenal setelah menimba ilmu dari Weierstrass. Ada seorang siswa yang mencolok karena dia adalah seorang wanita berkebangsaan Rusia yang tertarik menekuni matematika. Tidak dapat menghadiri kuliah seperti layaknya kaum laki, namun mengangkat Weierstrass sebagai guru matematika pribadi. Wanita itu bernama: Sofia Kovalevskaya atau sering disebut juga sebagai Sonja Kowalewski.

Melakukan korespondensi dengan Weierstrass selama 20 tahun, yaitu antara tahun 1871 sampai tahun 1890, dengan kumpulan surat lebih dari 160 pucuk. Semua surat tersebut dibakar oleh Weierstrass setelah Sofia meninggal.

Sumber:
Karl Weierstrass
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 9 September 2014

Biografi Walther Nernst - Penggagas Hukum Ketiga Termodinamika

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

adalah seorang fisikawan Jerman yang dikenal karena teori di balik perhitungan afinitas ki Biografi Walther Nernst - Penggagas Hukum Ketiga Termodinamika
Walther Nernst
Nama Lahir: Walther Hermann Nernst

Tanggal lahir: 25 Juni 1864 Briesen, Prusia Barat

Meninggal: 18 November 1941 (umur 77) Zibelle, Lusatia, Jerman

Kebangsaan: Jerman

Bidang: Fisika

Lembaga: University of Göttingen, University of Berlin, University of Leipzig

Almamater: Universitas Zürich, University of Berlin, University of Graz, Universitas Würzburg

Penasihat Doktor: Friedrich Kohlrausch

Penasehat akademik lainnya: Ludwig Boltzmann

Mahasiswa doktoral: Sir Frances Simon, Richard , Irving Langmuir, Leonid Andrussow, Karl Friedrich Bonhoeffer, Frederick Lindemann,
William Duane

Mahasiswa terkenal lainnya: Gilbert N. Lewis, Max Bodenstein, Robert von Lieben, Kurt Mendelssohn, Theodor Wulf, Emil Bose, Hermann Irving Schlesinger, Claude Hudson

Dikenal untuk: Hukum Ketiga Termodinamika, Lampu Nernst, Persamaan Nernst, the Nernst glower, Efek Nernst, Nernst teorema panas, Potensi Nernst, Persamaan Nernst-Planck

Dipengaruhi: JR Partington

Penghargaan: Hadiah Nobel dalam bidang kimia (1920), Franklin Medal (1928)
Walther Hermann Nernst adalah seorang fisikawan Jerman yang dikenal karena teori di balik perhitungan afinitas kimia sebagaimana yang termaktub dalam hukum ketiga termodinamika, dari situlah ia memenangkan Nobel Prize dalam kimia tahun 1920. Nernst membantu mendirikan bidang kimia fisik modern dan memberikan kontribusi untuk elektrokimia, termodinamika dan solid state physics. Ia juga dikenal dalam mengembangkan persamaan Nernst.

Nernst lahir pada 25 Juni 1864 di Briesen di Prusia Barat (sekarang Wabrzezno, Polandia) sebagai anak dari Gustav Nernst (1827-1888) dan Ottilie Nerger (1833-1876). Ayahnya adalah seorang hakim negara. Nernst memiliki tiga kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Adik ketiga meninggal karena kolera. Ia mendapat pendidikan sekolah dasar di Graudenz. Dia belajar fisika dan matematika di Universitas Zürich, Berlin, Graz dan Würzburg, di mana ia menerima gelar doktor tahun 1887. Pada tahun 1889, ia menyelesaikan habilitasi nya di Universitas Leipzig.

Nernst adalah ahli mekanis yang berpikiran bahwa dia selalu memikirkan cara untuk menerapkan penemuan-penemuan baru untuk industri. Selain itu Nernst memiliki hobi berburu dan memancing. Setelah beberapa pekerjaan di Leipzig , ia mendirikan Institut Kimia Fisika dan Elektrokimia di Göttingen .


Penemuan lampu filamen Keramik

Pada tahun 1897 Nernst menemukan sebuah lampu listrik menggunakan batang keramik pijar. Penemuan, yang dikenal sebagai lampu Nernst, adalah penerus lampu karbon dari Edison dan prekursor ke tungsten lampu pijar dari muridnya Irving Langmuir.


Hukum Ketiga Termodinamika 

Nernst meneliti tekanan osmotik dan elektrokimia. Pada tahun 1905, ia mendirikan apa yang disebut sebagai "Teorema Panas baru", kemudian dikenal sebagai hukum ketiga termodinamika (yang menggambarkan perilaku materi karena suhu mendekati nol mutlak). Ini adalah pekerjaan yang membuatnya dikenang, karena menyediakan sarana untuk menentukan energi bebas (dan titik ekuilibrium karena itu) dari reaksi kimia dari pengukuran panas. Theodore Richards mengklaim Nernst telah mencuri ide dari dia, tapi Nernst hampir secara universal dikreditkan dengan penemuan tersebut.
Hukum ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.
Pada tahun 1911, dengan Max Planck, Nernst  adalah penyelenggara utama pertama Solvay Conference di Brussels. Pada tahun 1912, Pelukis impresionis, Max Liebermann menggambar potretnya.


Kimia Nuklir 

Pada tahun 1918, setelah mempelajari Fotokimia , ia mengusulkan teori reaksi berantai atom. Teori reaksi berantai atom menyatakan bahwa ketika reaksi atom bebas terbentuk dan dapat terurai molekul menjadi atom lebih bebas yang menghasilkan reaksi berantai. Teorinya berkaitan erat dengan proses alami Fisi Nuklir.

Pada tahun 1920, ia menerima Hadiah Nobel dalam bidang kimia sebagai pengakuan atas karyanya dalam kimia panas. Pada tahun 1924, ia menjadi direktur Institut Kimia Fisika di Berlin. Pada tahun 1933 Nernst melanjutkan bekerja di electroacoustics dan astrofisika.


Piano Listrik

adalah seorang fisikawan Jerman yang dikenal karena teori di balik perhitungan afinitas ki Biografi Walther Nernst - Penggagas Hukum Ketiga Termodinamika
Neo-Bechstein-Flügel. [gambar: radiomuseum]
Pada tahun 1930 bekerja sama dengan Bechstein dan perusahaan Siemens, Nernst mengembangkan piano listrik, "Neo-Bechstein-Flügel", menggantikan papan, terdengar dengan amplifier radio. Piano menggunakan pickup elektromagnetik untuk dan suaranya diperkuat dengan cara yang sama seperti gitar listrik.


The Nernst glower

adalah seorang fisikawan Jerman yang dikenal karena teori di balik perhitungan afinitas ki Biografi Walther Nernst - Penggagas Hukum Ketiga Termodinamika
Nernst Lamp [gambar: Chestofbooks dan eRittenhouse]
Perangkat lainnya, yakni radiator solid-body dengan filamen dari tanah jarang oksida, yang kemudian akan dikenal sebagai the Nernst glower, adalah hal penting dalam bidang spektroskopi inframerah. The Nernst glower beroperasi terbaik pada panjang gelombang 2-14 mikrometer.


Keluarga

Nernst menikah dengan Emma Lohmeyer pada tahun 1892, dari pernikahan tersebut ia memiliki dua putra dan tiga putri. Kedua anak Walther meninggal dalam pertempuran di Perang Dunia I. Dia adalah rekan dari Svante Arrhenius, dan menyarankan membakar lapisan batubara yang tidak digunakan untuk meningkatkan suhu global. Dia adalah seorang kritikus vokal dari Adolf Hitler dan Nazisme, dan tiga anak perempuannya menikahi laki-laki Yahudi.


Kematian

Pada tahun 1933, saat bangkitnya Nazisme menyebabkan akhir karir Nernst sebagai seorang ilmuwan. Nernst meninggal pada tahun 1941 dan dimakamkan di dekat Max Planck, Otto Hahn dan Max von Laue di Göttingen, di Jerman.(wikipedia)
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.