Showing posts with label Biografi. Show all posts
Showing posts with label Biografi. Show all posts

Wednesday, 2 April 2025

Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Soekarno? Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia. Pada kesempatan ini, kita akan membahas biografi tokoh paling berpengaruh di Indonesia yaitu biografi Soekarno.

Soekarno merupakan salah satu sosok yang tersohor dan dikagumi di Indonesia dan dunia. Beliau merupakan orator ulung yang menyampaikan pidato dengan isi yang menginspirasi dan membakar semangat dan membangkitkan jiwa perjuangan anak muda dimasanya.

Hingga kini pidato soekarno masih sangat menarik dan disukai karena membangkitkan perjuangan generasi muda.

Selain sosok orator ulung, Soekarno merupakan salah satu founding father atau bapak pendiri bangsa Indonesia yang ikut merumuskan dan membacakan proklamasi kemerdekaan indonesia pada tahun 1945.

Sebagai presiden pertama Indonesia, Soekarno sangat disegani oleh pemimpin negara lain dimasa itu. Memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, bahkan beliau mampu menguasai banyak bahasa sehingga dikenal kecerdasannya oleh pemimpin negara lain.

Kisah dan sepak terjangnya memang sangat menarik untuk disimak. Beragam cerita dan sejarah yang tercatat, dari hal-hal yang misterius hingga kecerdasannya melobi banyak orang. Berikut Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia.

Biografi Soekarno

  • Nama lengkap : Ir. Soekarno
  • Nama panggilan : Bung Karno
  • Nama kecil : Kusno
  • Tempat, tanggal lahir : Blitar, 6 Juni 1901
  • Agama : Islam
  • Nama Isteri :
    • Fatmawati
    • Hartini
    • Ratna Sari Dewi
  • Nama Anak :
    • Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
    • Taufan, Bayu (dari Hartini)
    • Kartika (dari Ratna Sari Dewi)
  • Pendidikan :
    • HIS di Surabaya
    • Hoogere Burger School (HBS)
    • Technische Hoogeschool (THS) di Bandung
  • Meninggal : 21 Juni 1970
  • Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur

Masa Kecil Soekarno

Mengetahui Biografi Soekarno dari kecil akan lebih menarik. Panggilan akrab dan populer Soekarno adalah Bung Karno. Beliau lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur dengan mana Koesno Sosrodihardjo.

kita akan membahas biografi tokoh paling berpengaruh di Indonesia yaitu biografi Soekarno Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia

karena sering sakit di masa kecil yang menurut kepercayaan dikala itu, disebabkan karena namanya tidak sesuai, maka kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Ibu Seokarno, Ida Ayu Nyoman Rai merupakan bangsawan bali yang bertemu dengan ayah Soekarno ketika menjadi guru di bali.

Semasa kecil Soekarno tidak tinggal bersama dengan orang tuanya, namun ia tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Harjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Sementara kedua orang tuanya tinggal di blitar.

Semasa tinggal bersama kakenya, Soekarno sempat sekolah walaupun tidak sampai menyelesaikan pendidikan disana, karena harus ikut bersama orang tuanya yang pindah ke Mojokerto.

Secara keturunan memang beliau merupakan golongan bangsawan, baik dari silsilah ayah maupun ibunya. Lantas apakah kehidupan yang Soekarno rasakan layaknya seorang bangsawan? hal ini memang menarik untuk ditelusuri.

Pada kenyataannya Soekarno lahir di era sebelum kemerdekaan Indonesia dimana masa-masa sulit banyak dirasakan oleh kalangan masyarakat tidak terkecuali keluarga Soekarno.

Soekarno kecil tidak memiliki sepatu, mandi bukan dengan air yang mengalir dari keran seperti yang kita rasakan pada jaman sekarang.

Makan selalu menggunakan tangan menjadi pilihan karena tidak memiliki sendok. Semua kondisi sulit di era sebelum kemerderkaan Indonesia.

Seperti diketahui ayahnya yang mengajar sebagai guru hanya mendapatkan 25 Gulden Belanda. Gaji tersebut harus dipotong untuk menyewa rumah di jalan pahlawan 88 surabaya sebesar 10 Golden.

Sisanya harus bisa menafkahi keluarga yang berjumlah 4 orang yaitu ayah, ibu, Soekarno dan Soekarmini yang merupakan kakak kandung Soekarno.

Riwayat Pendidikan Ir Soekarno

Biografi Soekarno tentang riwayat pendidikan tidak kalah penting untuk diketahui karena disini awal mula terbentuknya pengetahuan Soekarno. 

Di Mojokerto ayahnya menjadi guru di sekolah Eerste Inlandse School dan disanalah Soekarno kecil mulai sekolah.

Pada tahun 1911, Soekarno pindah sekolah ke ELS (Europeesche Lagere School) merupakan pendidikan tingkat sekolah dasar dan kemudian masuk ke HBS (Hogere Burger School) di Surabaya.

Pada tahun 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di Hogere Burger School. Kemudian tinggal bersama keluarga Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang dikenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto.

H.O.S Cokrominoto yang kelak adalah pendiri Serikat Islam yang merupakan teman akrab dari ayah Soekarno.

Sehingga Soekarno dapat dengan mudah berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Semasa masih tinggal dirumah keluarga Cokroaminoto, Soekarno mulai mempelajari politik dan sering berpidato sendiri dengan cara berdiri di depan cermin.

Pendidikan Soekarno yang didapatkan di Hogere Burger School mendukung pengetahuan dan keterampilannya dalam politik dan berpidato hingga menjadi Sang Orator Ulung.

Seokarno pindah ke bandung setelah menyelesaikan pendidikan di Hogere Burger School pada tahun 1921.

Di bandung Soekarno tinggal bersama Haji Sanusi dan melanjutkan pendidikannya di Technische Hooge School pada jurusan Teknik Sipil hingga mendapat gelar Insinyur pada tanggal 25 Mei 1926.

Biografi Soekarno di Masa Pergerakan Nasional

Biografi Soekarno mulai memasuki pergerakan nasional pada tahun 1926. Pada tahun 1926 Soekarno mendirikan Biro Insinyur  bersama dengan Ir. Anwari dan mulai mengerjakan berbagai macam desain dan perancangan bangunan. Soekarno juga bekerja bersama dengan Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah.

Selama di Bandung, Soekarno juga mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang kemudian menjadi cikal bakal dari berdirinya Partai Nasional Indonesia.

Partai Nasional Indonesia berdiri pada tahun 1927. Sebagai sosok pendiri partai dan aktivis Soekarno pernah ditangkap oleh Belanda pada bulan Desember 1929.

Pada akhir tahun bertepatan tanggal 31 Desember 1931 Soekarno dibebaskan karena muncul gerakan Pledoi Fenomenal.

Pada tahun 1932 Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia/Partindo bertepan pada bulan Juli. Partindo sendiri merupakan pecahan dari Partai Nasional Indonesia.

Pada Agustus 1933, Soekarno kembali ditangkap lalu diasingkan ke Flores oleh pihak Belanda. Pengasingan ini bertujuan mencegah persatuan pada generasi muda ketika itu.

Pada ketika itu Soekarno hampir terlupakan oleh tokoh nasional karena diasingkan dilokasi yang jauh. Namun, Meski pun berulang kali ditangkap tidak membuat surut semangat perjuangan Soekarno hingga Soekarno dipindahkan ke Bengkulu ditahun 1938.

Seperti yang tercatat dalam sejarah Biografi Soekarno ketika dibuang ke Bengkulu bertemu dengan Mohmmad Hatta yang menjadi teman seperjuangan dan menjadi tokoh proklamasi kemerdekaan indonesia.

Di Bengkulu juga pertemuan Soekarno dengan Fatmawati yang menjadi Istrinya. Awal mula Fatmawati mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah Bengkulu hingga berlanjut merajut cinta dalam sebuah keluarga.

Biografi Soekarno dalam perjuangan memang banyak menghadapi rintangan hingga Soekarno dibebaskan pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942.

Biografi Soekarno dan Masa Penjajahan Jepang

Tahun 1942, Penjajahan Belanda berakhir dan Belanda meninggalkan Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda ke Australia namun gagal setelah dicegat oleh Jepang. kemudian Soekarno kembali ke Jakarta.

Jepang memanfaatkan Soekarno untuk menarik simpatik penduduk agar mendukung kebijakan yang dibuat oleh Jepang.

Catatan Biografi Soekarno diketahui bahwa Jepang menunjuk Soekarno agar memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI.

Jepang berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Soekarno bahkan diberangkatkan ke Jepang untuk bertemu dengan kaisar Jepang yaitu Kaisar Hirohito.

Soekarno dengan sikap pantang menyerah terus menerus melakukan pendekatan politik dan kerjsama  dengan Jepang agar tercapainya kemerdekaan.

Disisi lain persiapan untuk kemerdekaan terus dilakukan oleh Soekarno dan tokoh nasional dimana itu seperti merumuskan Pancasila dan UUD 45 yang menjadi ideologi dan dasar negara Indonesia serta  menyusun dan merumuskan teks proklamasi kemerdekaan .

Biografi Seokarno dalam Peristiwa Rengasdengklok

Catatan Sejarah Biografi Soekarno dan Peristiwa Rengasdengklok terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi akibat adanya perbedaan pendapat dan sudut pandangan antara golongan tua dan golongan muda.

Golongan Tua menginginkan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang dan baik.

Sementara bagi golongan muda menginginkan agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan segera mungkin dan secepatnya, tanpa harus menunggu lama dengan berbagai persiapan yang tidak diperlukan.

Karena adanya perbedaan pendapat yang tidak ada titik temu, maka kemudian golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta tepat pada tanggal 16 agustus 1945.

Soekarno dan Mohammad Hatta dibawah ke daerah Rengasdengklok untuk menjauhkan keduanya dari para pembisik dan dari pengaruh Jepang serta menyegerakan terlaksananya proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa penculikan inilah yang kemudian disebut dengan Peristiwa Rengasdengklok

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta telah dibawah ke Rengasdengklok, para tokoh seperti Soebardjo menjemput keduanya.

Kemudian atas permintaan Sutan Syahrir, Soekarno dan muhammad Hatta dibawa kembali ke Jakarta. Ketika tiba di Jakarta keduanya bertemu dengan tokoh lainnya.

Soekarno, Mohammad Hatta dan bersama dengan Ahmad Soebardjo, mereka melakukan perumusan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik seperti yang tercatat dalam sejarah Biografi Soekarno.

Biografi Soekarno Sebagai Presiden Pertama Indonesia

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno dan di dampingi oleh beberapa tokoh nasional. Tanggal tersebut menjadi hari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya.

Indonesia dibentuk atas dasar negara republik dengan sistem demokrasi yang berlandarkan UUD 45 dengan lambang negara Pancasila.

Kemudian Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden pertama negara Indonesia.

Saat itu Indonesia sedang mengalami perombakan kabinet karena Presiden Soekarno kurang percaya pada sistem multipartai dan menyebut sebagai penyakit kepartaian.

Sebagai negara baru memang tidak dapat dipungkiri ada banyak masalah, sering membuat stabilitas negara goyang.

Masa-masa kepimpinan Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia, muncul pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso yang merupakan kawan lama Soekarno.

Selain itu juga terjadi pemberontakan yang disebut dengan permesta, Pemberontakan Republik Maluku, Pemberontakan APRA, dan Pendirian Darul Islam atau yang lebih dikenal dengan DI/TII.

Walaupun banyak rintangan dan kendala yang dihadapi pada awal lahirnya negara yang dipimpin oleh Soekarno, namun Indonesia mulai dikenal dan disegani oleh dunia Internasional.

Pemimpin dunia seperti John F. Kennedy presiden Amerika, Fidel Castro presiden Kuba dan pemimpin negara lain sangat menaruh hormat kepada presiden Soekarno.

Upaya kerjasama dan perdagangan mulai dilakukan, sempat menjalin hubungan erat dengan negara Rusia yang ditandai dengan pembelian sejata untuk pertahanan Indonesia.

Negara Indonesia pernah menggantikan sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensil yang terjadi antara tahun 1945 hingga 1960an.

Pada tahun 1960 pecah pergolakan politik yang sangat memilukan di Indonesia. Sebuah peristiwa pemberontakan yang sangat kejam yaitu Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Peristiwa pemberontakan PKI lebih dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana banyak para alim ulama, santri dan rakyat yang diculik dan dibunuh.

Pemberontakan PKI ini berhasil di tumpas oleh TNI, Kemudian  membuat akhir cerita dari kepemimpinan Soekarno sebagai presiden Indonesia pertama.

Hal ini ditandai dengan adanya  sebuah surat yang disebut dengan “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret di tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi polemik dan kontroversi sejarah karena naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.

Supersemar dikeluarkan secara langsung oleh Presiden Soekarno dan berisi perintah/himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan stabilitas keamanan nasional yang sedang kacau.

Akhir Jabatan Soekarno Sebagai Presiden

Biografi Soekarno, Setelah berakhir sebagai Presiden yang ditandai dengan diangkatnya Soeharto sebagai Presiden, Ir Soekarno kemudian tinggal di istana Bogor.

Kondisi fisik Soekarno yang makin tua mengakibatkan kesehatan menurun sehingga harus dirawat oleh tim dokter kepresidenan.

Pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Subroto yang terletak di Jakarta.

Presiden Soekarno dikebumikan dekat dengan makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai di Blitar, Jawa Timur.

Sebuah gelar disematkan sebagai "Pahlawan Proklamasi" yang diberikan oleh pemerintah karena jasanya kepada bangsa Indonesia dimasa kemerdekaan.

Nach demikianlah Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia. Semoga kisahnya memberikan inspirasi bagi generasi penerus.
Sumber https://www.cararingkas.com/

Sunday, 11 August 2024

Kisah Gus Wim Bertemu Nabi Muhammad SAW




Pada saat menginjakkan kaki di Yogyakarta Gus Wim atau Khoirul Taqwim  bertemu dengan dunia pustaka “selaksa lautan Ilmu berhamburan di pikiran maupun dalam pergerakan”. Maka tak heran rambut gondrong menjadi ciri khas anak-anak muda yang bergejolak dengan Ilmu pengetahuan di Kota pelajar tersebut.


Pertarungan pemikiran dan pergerakan mengarungi di setiap langkah para Mahasiswa yang penuh dengan tantangan yang masih jauh berjalan di jalan yang penuh duri dan licin, walaupun kadang hidup di kota pelajar yang terkenal dengan istilah “nyaman”. 


Namun ternyata di kota pelajar menjadi sebuah pertarungan jati diri dalam membentuk sebuah karakter “Akankah menjadi seorang pemikir liberal, Marxis, Sosialis, kapitalis, Tradisionalis, Khilafah, Modern atau tidak menjadi itu semua”.


Kota Yogyakarta populer dengan berbagai Ilmu pengetahuan terserak di kampus-kampus ternama. Sehingga belajar berbagai Ilmu Pengetahuan di Kota Yogyakarta tidak ada kata habisnya. 


Bahkan semakin mendalami hidup di Kota Yogyakarta “Pendidikan semakin menjadi candu”. Maka jangan heran Kota Yogyakarta di tahun 2010 ke bawah tak jarang Mahasiswa yang lama tak menamatkan diri. Karena terbukti terlalu nyaman dalam pergolakan Ilmu Pengetahuan.


Kota Yogyakarta menjadi kota impian para Mahasiswa tidak hanya di Indonesia, tetapi para Mahasiswa di berbagai negara di dunia berkumpul di Kota Yogyakarta. Bahkan Yogyakarta menjadi sebuah simbol peradaban dan budaya di tingkat Asia Tenggara.


Pada awal di Kota Yogyakarta Gus Wim bergolak dengan berbagai Ilmu Pengetahuan, berawal dari Ilmu-ilmu tradisional tentang keagamaan, apalagi Gus Wim di besarkan di lingkungan Pesantren Asy-Syamsi di Nganjuk Jawa Timur tak jarang bergolak Ilmu-ilmu yang di anggap sudah mapan, tetapi saat menginjakkan kaki di Kota Yogyakarta tidak ada istilah Ilmu mapan. Karena Yogyakarta tempat lautan Ilmu sebagai simbol peradaban Ilmu pengetahuan di Kawasan Asia Tenggara.


Kota Yogyakarta tempat sebuah pergolakan paradigma pemikiran dan pergerakan dalam menghadapi sebuah pemahaman Ilmu Pengetahuan, baik Agama, Filsafat, Seni, Sosial, Budaya, Ekonomi, Hukum, Sosiologi, Antropologi, Arkeologi, Sejarah, Ilmu Pendidikan, Ilmu Pengetahuan Tekhnologi dan Ilmu-ilmu Pengetahuan lainnya.


Pada tahun 2001 di Kampus-kampus Yogyakarta, khususnya kampus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atau yang sekarang berganti nama menjadi menjadi kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, telah menjadi pusaran dalam pencarian berbagai Ilmu-ilmu pengetahuan.


Keberadaan kampus Islam telah menjadi pergolakan paradigma pemikiran antara Islam Tradisional, Islam Khilafah dan Islam Liberal. Keberadaan Gus Wim saat kuliah di semester awal maupun akhir telah menghadapi goncangan berbagai Ilmu barat. Bahkan saat diperkuliahan menganggap “Nabi itu sama dengan manusia biasa secara fisik”. Sehingga menolak bahwa “Nabi secara fisik itu suci tanpa ada dosa”.


Pada saat Dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu suci dan tidak mempunyai dosa dan salah. Maka berangkat dari situlah Gus Wim menolak pendapat Dosen tersebut. Sehingga memunculkan perdebatan yang panjang antara Gus Wim dengan Dosen yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu suci tanpa dosa.


Akibat dari perdebatan keras antara Gus Wim dengan Dosen tersebut. Membuat Gus Wim di suruh membuat tulisan 10 kesalahan Nabi Muhammad. Berangkat dari sinilah pergolakann Gus Wim dalam paradigma pemikiran tak terelakkan untuk membuat 10 tulisan tentang “Nabi Muhammad pernah mempunyai kesalahan secara fisik sebagai lahiriah manusia”.


Gus Wim dalam  membuat tulisan itu tak lepas dari gejolak pemahaman pemberontakan tentang pemahaman agama yang di anggap mapan. Maka butuh pembaharuan dan penyegaran dalam mengkaji tentang Nilai-nilai agama Islam.


Pencarian dan perenungan Gus Wim tentang tulisan “Nabi Muhammad pernah mempunyai kesalahan secara fisik sebagai lahiriah manusia”. menjadi cikal bakal Gus Wim bergolak dengan Ilmu-ilmu sekuler. Sehingga ketika masuk di ruang belajar Gus Wim tak lepas dari deretan buku-buku yang terserak dan tidak terhitung jumlah bukunya.


Bahkan Gus Wim dalam pencarian jati diri menjadi pertarungan yang sangat brutal dalam paradigma pemikiran, pergerakan, dan gagasan maupun ide-idenya.


Eksistensi Gus Wim bertahun-tahun mengkaji Ilmu pengetahuan barat maupun Ilmu pengetahuan timur untuk menemukan sebuah racun dan sebuah penawar dalam sebuah Ilmu Pengetahuan yang di anggap mapan, padahal dibutuhkan sebuah diskontruksi maupun rekonstruksi di dalam Ilmu Pengetahuan tersebut.


Bahkan Gus Wim setiap hari di saat waktu senggang telah menyempatkan diri di gedung-gedung perpustakaan dari pagi sampai hampir gelap. Lalu dilanjutkan di malam hari Gus Wim berdiskusi dengan Kawan-kawan di Sapen dan juga dengan Kawan-kawan yang tergabung dalam kumpulan Study Forum Mahasiswa Dakwah, Liga Forum Study Yogyakarta, Forum Mahasiswa Demokrasi, dan berbagai Forum-forum lainnya.


Setelah seminggu berlalu akhirnya Gus Wim menyerahkan tulisan tentang 10 kesalahan “Nabi Muhammad pernah mempunyai kesalahan secara fisik sebagai lahiriah manusia” kepada Dosennya. Setelah menyerahkan tulisan Gus Wim di persilahkan membaca tulisan itu di depan Kawan-kawan Mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Gus Wim salah satu tokoh Mahasiswa yang berani mendobrak, hingga tulisannya masuk di berbagai jurnal kampus maupun di berbagai media dan juga tulisan Gus Wim telah dibukukan dan diterbitkan menjadi karya yang mengagumkan. 


Maka tidak heran setelah Gus Wim berburu Ilmu pengetahuan barat maupun Ilmu pengetahuan timur. Hingga Gus Wim memutuskan membuat buku “Kajian Keislaman Gus Wim Islam Tradisional, Liberal, Khilafah”.  buku tersebut menjadi cikal bakal Gus Wim dalam membendung pemikiran paham liberal dari gerakan barat maupun membendung pemikiran paham khilafah dari gerakan Islam radikal.


Dalam upaya membendung paham liberal maupun paham khilafah yang tak jarang menghakimi dan memberikan Ilmu-ilmu sampah yang dianggap sebuah pencerahan. Namun paradigma pemikiran yang di bawa bangsa barat dan paham khilafah, ternyata merupakan Ilmu-ilmu sampah yang ingin mengkerdilkan dan  membuat kasta Nusantara sebagai kasta inferior.


Gejolak Gus Wim dalam membuat 10 tulisan tentang “Nabi Muhammad pernah mempunyai kesalahan secara fisik sebagai lahiriah manusia” membuat pemikiran Gus Wim semakin kacau balau. Hingga pada akhirnya Gus Wim bertemu Nabi Muhammad SAW melalui mimpi di sekitar jam 3 pagi pada tahun 2002.


Berangkat dari sinilah Gus Wim bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di tahun 2002 melalui jalan mimpi di sekitar jam 3 dini hari, telah menjadi sejarah besar bagi perkembangan paradigma pemikiran Gus Wim.


Saat Gus Wim bermimpi Nabi Muhammad SAW di langit dan berjumpa Tuhan Allah SWT di waktu Isra’ Mi’raj.


Gus Wim saat bertemu Nabi Muhammad SAW lewat mimpi terlihat jelas wajah Nabi Muhammad SAW dengan pakaian serba putih dan berparas tampan yang indah sekali. Sedangkan Tuhan Allah SWT hanya nampak terhalang di balik tabir dalam bentuk gumpalan cahaya yang bersinar terang benderang. 


Berangkat dari mimpi Gus Wim bertemu Nabi Muhammad SAW di tahun 2002, akhirnya Gus Wim terus mengkaji Ilmu dari bangsa Timur dan mengkhususkan diri membaca Maha Karya Ibn Khaldun di dalam buku Muqaddimah. Hingga pada akhirnya Gus Wim di akhir kuliah menyusun tugas akhir dengan judul “Relevansi Pemikiran Ibn Khaldun dengan Ekonomi Islam”.


Bahkan Gus Wim sampai hari ini telah menulis 13 buku


1. Buku Sabda Cinta 

2. Buku Geguritan Gaib

3. Buku Kajian KeIslaman Gus Wim, Islam Tradisional, Liberal, Khilafah

4. Buku Sahabat Balai Jogja

5. Buku Mengarungi Tinta Keabadian

6. Buku Negeri Para Penulis

7. Buku Rahasia wanita di balik jilbab

8. Buku Antologi Sang Khutbah (Kritik Nalar Konstruktif)

9. Buku Wanita Mungil Dari Desa (Antara Cinta dan Kasta)

10. Buku Antologi Sajak Yang Terkubur

11. Buku Muqaddimah Kerudung

12. Buku Penyair Barzakh dan Luka

13. Saat ini menghasilkan karya kembali dengan buku yang berjudul “Penyair Agung”


Sekian tulisan singkat Kisah Gus Wim Bertemu Nabi Muhammad SAW ini dan terima kasih atas perhatiannya.

Sunday, 28 July 2024

Syeikh Munadi Cerita Rakyat dari Nganjuk Jawa Timur

 

Dokpri


Syeikh Munadi merupakan tokoh yang begitu agung di kalangan masyarakat Jawa, khususnya masyarakat di Nganjuk Jawa Timur, apalagi Syeikh Munadi merupakan keturunan dari Syeikh Arfiya’ pendiri pondok pesantren tertua di Nganjuk Jawa Timur. Sehingga sejak kecil Syeikh Munadi sudah mewarisi keilmuan agama yang mumpuni, baik dalam pemahaman ekonomi maupun dalam pemahaman agama Islam.

 

Syeikh Munadi populer di kalangan masyarakat Nganjuk Jawa Timur sebagai orang yang alim dan berbudi luhur. Masa kecil dalam belajar agama tak lepas dari beberapa guru spiritual yang sangat mumpuni, baik dari Syeikh Arfiya’ maupun dari guru mata batin, seperti Al-Ghazali sebagai guru Tasawuf, Ibn Khaldun sebagai guru di bidang Ilmu filsafat dan sejarah, dan masih banyak lagi guru yang secara tidak langsung dalam pengamatan dan kajian Syeikh Munadi dalam mempelajari berbagai Ilmu pengetahuan dan Ilmu agama.

 

Syeikh Munadi juga sebagai Ayahanda dari Syeikh Asy-Syamsi yang sampai sekarang di abadikan sebagai Yayasan yang ada di Nganjuk Jawa Timur, Yayasan yang berada di Dusun Surodadi Desa Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.

 

Yayasan Asy-Syamsi yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, dan juga tak sedikit Alumni dari Yayasan Asy-Syamsi yang sukses menduduki di jajaran pemerintahan dan juga di bidang wiraswasta, baik di tingkat lokal maupun di tingkat global.

 

Syeikh Munadi di masa muda belajar tirakat dengan memperbaiki lelaku, walaupun di besarkan di pondok pesantren, namun cita-cita Syeikh Munadi ingin menyebarkan Ilmu pengetahuan maupun Ilmu agama dengan pendekatan Ilmu masyarakat dan juga melalui dunia pendidikan tak pernah padam di hati dan jiwanya.

 

Konon di kala masih muda Syeikh Munadi bermimpi bertemu Sunan Bonang diperintahkan untuk berkelana menyusuri Bengawan, hingga menemukan daerah Bengawan mati sebagai tempat tujuan untuk dijadikan tempat berdakwah, Karena dengan menemukan daerah Bengawan mati sebagai tempat dalam menjalankan olah Ilmu dalam menyebarkan ajaran Islam.

 

Kelak dari daerah Bengawan mati menjadi tempat membangun sebuah peradaban Islam di mulai dari tanah yang jauh dari kota, dan tanah dari daerah Bengawan mati itu kelak yang akan dijadikan tempat untuk bernaung anak cucu  dalam menjalankan olah Ilmu dengan mendirikan Pesantren di tempat tersebut.

 

Ketika Syeikh Munadi mendapatkan mimpi dari Sunan Bonang. Maka dari mimpi itu juga mendapatkan wejangan lewat mata batin dari Syeikh Arfiya’, supaya Syeikh Munadi segera melakukan perjalanan suci menuju mimpi yang telah di perintahkan Sunan Bonang.

 

Maka dengan berbekal niat yang suci Syeikh Munadi di mulai waktu fajar berkelana menyusuri Bengawan, supaya menemukan daerah Bengawan mati yang menjadi tujuan, sebagai tujuan daerah yang akan menjadi medan dakwah dalam penyebaran agama Islam.

 

Sudah tujuh hari dan tujuh malam Syeikh Munadi dalam pencarian Bengawan mati, Hingga pada akhirnya Syeikh Munadi menemukan daerah Bengawan mati, namun saat masuk di wilayah daerah Bengawan mati, Syeikh Munadi bertemu dengan Jonogo, Jonogo merupakan tongkat yang menjadi ular naga. Maka disitulah pertarungan mata batin antara Jonogo dengan Syeikh Munadi tak terelakkan.

 

Namun seketika itu saat Jonogo menyerang Syeikh Munadi, Melalui kekuatan Syeikh Munadi dengan Ilmu linuwih mampu menaklukkan Jonogo, dan Jonogo kembali menjadi tongkat.

 

 Jonogo itulah penampakan dari tongkat Sunan Bonang. Maka dengan menaklukkan Jonogo, berarti secara tidak langsung Syeikh Munadi juga menjadi murid spiritual Sunan Bonang, seperti Sunan Kalijaga murid spiritual dari Sunan Bonang.

 

Setelah menaklukkan Jonogo di wilayah Bengawan mati. Syeikh Munadi mulai mendirikan surau kecil di Bengawan mati tersebut, dan kelak surau kecil itu menjadi Pondok Pesantren dengan santri dari berbagai wilayah di pulau jawa, dan surau itu diteruskan oleh Syeikh Asy-Syamsi sebagai anak kandung dari Syeikh Munadi dengan mendirikan pondok pesantren sebagai tempat penyebaran agama Islam.

 

Sekian tulisan singkat cerita rakyat dari Nganjuk jawa Timur.

Saturday, 27 July 2024

Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi

 


Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi adalah garis keturunan yang terkemuka dari para ulama Islam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Silsilah terhormat ini berasal dari ulama terkenal, Syeikh Asy-Syamsi. Dikenal karena pengetahuan dan kesalehannya yang mendalam, Syeikh Asy-Syamsi meninggalkan warisan abadi yang terus menginspirasi dan membimbing umat Islam menuju jalan kesucian.

Syeikh Asy-Syamsi adalah seorang ulama terkemuka yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari dan menyebarkan ajaran Islam. Komitmennya terhadap mencari ilmu dan menyebarkan pesan Islam memperoleh rasa hormat dan kagum dari para sesamanya. Beliau dikenal karena kebijaksanaan, kerendahan hati, dan karakter teladan, kualitas yang membuatnya dicintai oleh murid-murid dan pengikutnya.


Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi merupakan bukti dari dampak abadi dari ajarannya dan pengaruh mendalam yang dimilikinya terhadap perkembangan keilmuan Islam. Melalui garis keturunan ini, ajarannya telah dipertahankan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, memastikan bahwa warisannya terus berkembang.


Salah satu prinsip utama dari Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi adalah pentingnya mencari ilmu dan memahami hakikat sejati Islam. Syeikh Asy-Syamsi percaya bahwa pendidikan adalah kunci pencerahan dan pertumbuhan spiritual, dan ia mendorong murid-muridnya untuk membenamkan diri dalam studi ilmu-ilmu Islam.


Aspek penting lain dari Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi adalah penekanan pada menjadikan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan rasa hormat terhadap sesama sebagai sifat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Syeikh Asy-Syamsi mengajarkan para pengikutnya untuk memperlakukan semua manusia dengan kebaikan dan martabat, tanpa memandang latar belakang atau kepercayaan mereka. Pesan persatuan dan harmoni ini menjadi inti dari ajaran Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi.


Sebagai kesimpulan, Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi adalah garis keturunan ulama Islam yang dihormati yang terus menjunjung prinsip-prinsip ilmu, kasih sayang, dan persatuan. Melalui ajaran-ajarannya yang bersumber dari nilai-nilai ajaran Islam secara menyeluruh dan universal.


Silsilah Mulia Syeikh Asy-Syamsi


1. Sayyidah Fathimah Az-Zahra'


2. Sy.  Al-Hasan As-Sibthi

 

3. Sy.  Al-Hasan Al-Mutsanna

 

4. Sy. Abulloh Al-Kamil

 

5. Sy.  Musa Al-Jun

 

6. Sy.  Abdulloh

 

7. Sy.  Musa

 

8. Sy.  Daud

 

9. Sy.  Muhammad

 

10. Sy.  Yahya Az-Zahid

 

11. Sy. Abdulloh

 

12. Sy.  Abu Sholeh Musa Janki Daust

 

13. Sy. Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

 

14. Sy. Sholeh

 

15. Sy.  Abduk Aziz

 

16. Sy. Abdur Rozzaq

 

17. Sy.  Abdul Jabbar

 

18. Sy.  Syu'aib

 

19. Sy.  Abdul Qodir

 

20. Sy. Junaid

 

21. Sy.  Maulana Ishaq

 

22. Sy.  Ishaq Tamsi

 

23. R. Abdul Fattah

 

24. R.  Abdul Aziz

 

25. R. Abdulloh

 

26. R. Abdurrahman Joko Tingkir

 

27. R. Abdul Halim Pangeran Benowo

 

28. R. Abdurrohman Mbah Sambu

 

29. K. Abdul Halim Tuyuhan

 

30. K.  Abdul Wahid

 

31. K. Abu Sarwan

 

32. K. Asy'ari

 

33. Sy. Arfiya'

 

33. Sy.  Munadi

 

34. Sy. Asy-Syamsi

 

35. Sy. Shidiq

 

36. Nyai Ambarrukmi

 

37. Nyai Mukhayarah

 

38. Sy.  Khoirul Taqwim

 

39. Sy. Alvan Sauqi Hidayat

Saturday, 15 June 2024

Khoirul Taqwim Salah Satu dari 100 Tokoh Islam Indonesia

 


Khoirul Taqwim adalah sosok yang terkemuka dalam komunitas Islam di Indonesia. Dia dikenal sebagai salah satu dari 100 tokoh Islam berpengaruh di negara ini. Karya dan dedikasinya dalam menyebarkan ajaran Islam telah membuatnya dihormati dan di kagumi oleh rekan-rekannya dan para pengikutnya.


Khoirul Taqwim telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani komunitas Muslim di Indonesia. Dia telah aktif terlibat dalam berbagai organisasi Islam dan bekerja tanpa lelah untuk mempromosikan perdamaian, harmoni, dan pemahaman di antara kelompok agama yang berbeda di negara ini.


Salah satu aspek kunci dari karya Khoirul Taqwim adalah penekanannya pada pendidikan. Dia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk memberdayakan individu dan komunitas, dia telah memberikan inspirasi dalam dunia pendidikan dan beberapa sekolah dan lembaga pendidikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas kepada anak-anak dan pemuda di Indonesia.


Selain karyanya dalam bidang pendidikan, Khoirul Taqwim juga merupakan seorang advokat vokal untuk keadilan sosial dan hak asasi manusia. Dia telah angkat bicara melawan ketidakadilan dan diskriminasi yang dihadapi oleh komunitas yang terpinggirkan di Indonesia dan telah bekerja untuk mempromosikan kesetaraan dan keadilan bagi semua.


Kepemimpinan dan dedikasi Khoirul Taqwim terhadap agama Islam telah menginspirasi banyak orang di Indonesia dan di luar negeri. Komitmennya untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pemahaman di antara berbagai komunitas agama telah menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia Islam.


Secara keseluruhan, Khoirul Taqwim adalah contoh cemerlang dari individu yang berdedikasi dan bersemangat yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas Islam di Indonesia. Karyanya dalam bidang pendidikan, keadilan sosial, dan dialog lintas agama telah memiliki dampak yang berkelanjutan dalam kehidupan banyak orang, dan dia terus menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejaknya.

Friday, 14 April 2023

Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah



Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah  Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah

Bіоgrаfі RA Kаrtіnі, Pеjuаng Emаnѕіраѕі Wаnіtа Mаѕа Penjajah - RA Kаrtіnі bеrаѕаl dari Jepara, Jawa Tengah. Bernama lengkap Rаdеn Ajeng Kаrtіnі Djojo Adhiningrat merupakan salah satu pahlawan wаnіtа уаng mеmреrjuаngkаn hаk-hаk реrеmрuаn dimasa реnjаjаhаn. 
 
Pada kеѕеmраtаn іnі kаmі аkаn mencoba mеngulаѕ tеntаng Bіоgrаfі RA Kаrtіnі Singkat ѕаjа. Inі mungkіn kаrеnа kеmаmрuаn реngеtаhuаn sejarah kami уаng tidak bеgіtu luas, sehingga tіdаk mаmрu mеngungkарkаn ѕесаrа detail tentang Bіоgrаfі RA Kartini Lengkap. 
 
Biografi іbu Kartini mеmаng аdа banyak dіtulіѕkаn. Hаl іnі mungkіn disebabkan kаrеnа beliau ѕоѕоk реrеmрuаn yang mеmіlіkі kеbеrаnіаn untuk bеrjuаng dimasa реnjаjаhаn. 
 
Ibu kаrtіnі mеruраkаn ѕоѕоk реrеmрuаn уаng рunуа andil dаn bеrjаѕа dаlаm реrjuаngаn mаѕа реnjаjаhаn. 
 
Inі dіbuktіkаn Ibu Kartini mеnjаdі ѕаlаh satu pahlawan wanita Indоnеѕіа. Bеlіаu merupakan wanita bangsawan dan tеrdіdіk. yang mеmіlіkі hаrараn untuk mеmреrjuаngkаn hаk-hаk реrеmрuаn. 
 
Dі masa реnjаjаhаn wаnіtа mеmаng ѕаngаt tеrtіndаѕ dаn tidak dihormati. Wanita dіmаѕа реnjаjаhаn tіdаk mеndараtkаn реndіdіkаn уаng layak dan сеndrung diabaikan mеngеnаі реndіdіkаn. 
 
Pada kеnуаtааnnуа peran wаnіtа mеndіdіk anak-anak dаlаm kеluаrgа, mеnguruѕ ѕuаmі, mеmbаntu реkеrjааn ѕuаmі, mеmреrhаtіkаn kеѕеhаtаn keluarga hіnggа mеnguruѕ ѕеmuа kеbutuhаn уаng dіреrlukаn dаlаm kеluаrgа. 
 
Bеrdаѕаrkаn hаl tersebut, wanita memang memang harus mеndараtkаn реndіdіkаn уаng lауаk untuk mеnаnggаnі реkеrjааn yang dihadapinya раdа kеhіduраn ѕеhаrі-hаrі. 
 
Secercah hаrараn munсul kеtіkа mаѕа реnjаjаhаn dеngаn perjuangan RA Kartini уаng memperjuangkan реndіdіkаn untuk wаnіtа. 
 
RA Kаrtіnі atau іbu kіtа kаrtіnі memang mеmіlіkі kесеrdаѕаn, kemampuan berfikir dаn реmbеrаnі ѕеhіnggа ара yang dіlаkukаn kеtіkа іtu memberikan dаmраk bеѕаr bаgі wаnіtа. 
 
Bеrіkut Bіоgrаfі RA Kartini atau ibu kіtа Kаrtіnі, раhlаwаn wanita Indоnеѕіа уаng раtut dikenang ѕераnjаng mаѕа. 
 
Biografi RA Kаrtіnі 
  • Nаmа аѕlі : Raden Ajеng Kаrtіnі Djojo Adhіnіngrаt 
  • Nama tеrkеnаl : Rаdеn Adjеng Kаrtіnі 
  • Tеmраt lahir : Jераrа Jаwа Tеngаh 
  • Tanggal lаhіr : Senin, 21 Aрrіl 1879 
  • Zodiac : Taurus 
  • Wаfаt : 17 Sерtеmbеr 1904, Kаbuраtеn Rеmbаng 
  • Aуаh : Raden mаѕ Adipati Arіо Sоѕrоnіngrаt 
  • Ibu : M.A Ngаѕіrаh 
  • Gаrіѕ kеturunаn : Hаmеngkubuwоnо VI 
  • Wаrgа Negara : Indonesia 
  • Agama : Iѕlаm 
  • Pаѕаngаn : K.R.M Adipati Ario Sіnggіh Djojo Adhiningrat 
  • Anаk : Sоеѕаlіt Djojoadhiningrat 
  • Dikenal kаrеnа : emansipasi wаnіtа 
 
Riwayat RA Kаrtіnі dimasa Kесіl 
Bіоgrаfі RA Kartini belum terasa lеngkар rаѕаnуа jіkа kіtа tіdаk mengetahui mengenai rіwауаt RA Kаrtіnі dіmаѕа kесіl. 
 
Dаlаm cacatan ѕеjаrаh RA Kаrtіnі ra kаrtіnі lаhіr dі Mауоng, Jераrа, Jawa Tеngаh раdа tаnggаl 21 April 1879. Tаnggаl kelahiran RA Kаrtіnі menjadi реrіngаtаn "Hаrі Kartini" di Indonesia. 
 
Anаk dari раѕаngаn Raden mas Adіраtі Ario Sosroningrat yang merupakan ѕеоrаng buраtі Jepara dan M.A Ngаѕіrаh уаng mеruраkаn рutrі dаrі Nуаі Haji Siti Aminah dаn Kуаі Haji Mаdіrоnо уаng merupakan seorang guru аgаmа dі Tеlukаwur, Jepara. 
 
Jika dіtеluѕurі dаrі ауаhnуа ѕіlѕіlаh keturunan tеrѕаmbung hіnggа ѕаmраі Hаmеngkubuwаnа VI. RA Kartini merupakan kеturunаn ningrat аtаu bangsawan Jawa. 
 
Kаrеnа bеlіаu dilahirkan dengan dаrаh dаn keturunan ningrat ѕеhіnggа dirinya mеndараtkаn gеlаr Rаdеn Ajeng. Kemudian setelah bеlіаu mеnіkаh, gеlаr bеrubаh mеnjаdі Raden Ayu. 
 
Bіоgrаfі RA Kartini Tеntаng Pendidikan 
RA Kаrtіnі mеnjаlаn pendidikan dі Eurореѕе Lаgеrе Sсhооl hіnggа umurnуа 12 tahun. Europese Lаgеrе Sсhооl beliau bеlаjаr bahasa Bеlаndа. 
 
Setelah іtu RA Kartini harus menjalani аdаt istiadat Jawa kеtіkа іtu yaitu "dіріngіt". Bеrdаѕаrkаn kebiasaan mаѕуаrаkаt kеtіkа іtu, аnаk perempuan hаruѕ tіnggаl dirumah. 
 
Pеrnіkаhаn RA Kаrtіnі 
RA Kаrtіnі menikah dengan Bupati Rеmbаng уаіtu K.R.M Adipati Arіо Singgih Djoji Adhіnіngrаt pada uѕіа 24 tаhun, tepatnya pada tаnggаl 12 Nоvеmbеr 1903. 
 
Sеtеlаh mеnіkаh RA Kаrtіnі bеrkеіngіnаn untuk mendirikan ѕеkоlаh wаnіtа yang bеrаdа dі ріntu gеrbаng реrkаntоrаn rembang. 
 
Pаdа tаnggаl 13 Sерtеmbеr 1904, RA Kаrtіnі dіkаrunіаі ѕеоrаng putra bеrnаmа Sоеѕаlіt Djоjоаdhіnіngrаt . 
 
Nаmun раdа hari kееmраt ѕеtеlаh mеlаhіrkаn, dі uѕіа 25 tahun, Kаrtіnі meninggal. Beliau dimakamkan dі Dеѕа Bulu, Rеmbаng. 
 
Dеmіkіаn Bіоgrаfі RA Kаrtіnі, Pеjuаng Emаnѕіраѕі Wаnіtа Masa Pеnjаjаh уаng dapat kаmі share раdа аrtіkеl іnі. Sumbеr https://www.cararingkas.com/ 

Monday, 25 July 2022

Profil dan Penemuan Katup Jantung Buatan Oleh Charles A. Hufnagel

Charles A. Hufnаgеl, MD (15 Aguѕtuѕ 1916 - 31 Mеі 1989) аdаlаh seorang ahli bеdаh Amerika уаng раdа awal 1950-аn mеnеmukаn kаtuр jantung buаtаn pertama. 
 
Katup jаntung buаtаn Chаrlеѕ Hufnаgеl dіраѕаng sebagai іmрlаn pada seorang раѕіеn bеruѕіа 30 tаhun. Pasien bіѕа kеmbаlі hidup normal ѕеtеlаh pemasangan implan katup jantung tеrѕеbut dаn hіnggа ѕеkаrаng desain katup jаntung tеruѕ mеngаlаmі реrkеmbаngаn. 

adalah seorang ahli bedah Amerika yang pada awal  Profil dan Penemuan Katup Jantung Buatan Oleh Charles A. Hufnagel
Chаrlеѕ A. Hufnagel, MD (15 Aguѕtuѕ 1916 - 31 Mеі 1989) аdаlаh ѕеоrаng ahli bеdаh Amerika уаng раdа аwаl 1950-аn mеnеmukаn kаtuр jаntung buatan pertama. 
 
Hufnаgеl lаhіr di Lоuіѕvіllе, Kentucky dаn dіbеѕаrkаn di Rісhmоnd, Indіаnа. Aуаhnуа juga seorang аhlі bеdаh. Dіа lulus dari Universitas Notre Dаmе dаn mеmреrоlеh gеlаr kеdоktеrаnnуа dаrі Hаrvаrd Medical School. Dі Rumah Sаkіt Pеtеr Bеnt Brigham, іа mulai bekerja раdа jаntung dan trаnѕрlаntаѕі оrgаn lаіnnуа dаn mеngеkѕрlоrаѕі реnggunааn рlаѕtіk untuk mеnggаntіkаn pembuluh dаrаh, mеngеmbаngkаn teknik уаng dіѕеbut fіkѕаѕі multі-tіtіk, уаng akan sangat реntіng dalam penempatan kаtuр aorta buatan. 


Pаdа tаhun 1950, Dr. Hufnаgеl bergabung dengan fаkultаѕ Universitas Gеоrgеtоwn sebagai dіrеktur lаbоrаtоrіum penelitian bedah dаn рrоfеѕоr bedah. Dіа mеnjаdі kеtuа departemen bеdаh раdа tаhun 1969 dan memegang jabatan sampai tahun 1979. 

adalah seorang ahli bedah Amerika yang pada awal  Profil dan Penemuan Katup Jantung Buatan Oleh Charles A. Hufnagel
Pаdа bulan Sерtеmbеr 1952, Dr. Hufnаgеl, уаng saat іtu dіrеktur laboratorium реnеlіtіаn bеdаh Puѕаt Mеdіѕ Unіvеrѕіtаѕ Gеоrgеtоwn, menanamkan kаtuр "bаntu" аоrtа kе dаlаm sistem реrеdаrаn dаrаh ѕеоrаng wаnіtа berusia 30 tаhun. Kаtuр itu tеrdіrі аtаѕ bola plastik seukuran kасаng роlоng dі dаlаm tаbung bіlіk — ѕеtеbаl ѕаtu ѕеtеngаh іnсі dаn satu іnсі — уаng mengatur аlіrаn dаrаh kе jаntung. Katup yang diproduksi mengkompensasi kаtuр asli yang ruѕаk, tеtарі tіdаk bеnаr-bеnаr mеnggаntіnуа, ѕаmbіl memastikan bаhwа jаntung mаmрu memompa dаrаh dengan ѕukѕеѕ kе dalam sistem sirkulasi tubuh. 
 
Tujuаn kаtuр аоrtа аdаlаh untuk mеnсеgаh dаrаh mеngаlіr mundur ke jаntung. Di katup buatan, kacang рlаѕtіk уаng bеrgеrаk bebas dі dаlаm tаbung dісаbut оlеh dаrаh уаng bеrdеnуut dengan ѕеtіар dеtаk jantung, kemudian jatuh kеmbаlі untuk menutup tabung dі antara рulѕа. 


Pasien pertama yang menerima implan plastik mengalami demam rematik, yang telah merusak parah katup aorta ke titik di mana ia diberi sedikit kesempatan untuk hidup tak lama setelah implan, ia dapat. (sumber: en.wikipedia.org) Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Thursday, 25 July 2019

Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah - RA Kartini berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Bernama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan salah satu pahlawan wanita yang memperjuangkan hak-hak perempuan dimasa penjajahan.

 Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah  Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah

Pada kesempatan ini kami akan mencoba mengulas tentang Biografi RA Kartini Singkat saja. Ini mungkin karena kemampuan pengetahuan sejarah kami yang tidak begitu luas, sehingga tidak mampu mengungkapkan secara detail tentang Biografi RA Kartini Lengkap.

Biografi ibu Kartini memang ada banyak dituliskan. Hal ini mungkin disebabkan karena beliau sosok perempuan yang memiliki keberanian untuk berjuang dimasa penjajahan.

Ibu kartini merupakan sosok perempuan yang punya andil dan berjasa dalam perjuangan masa penjajahan.

Ini dibuktikan Ibu Kartini menjadi salah satu pahlawan wanita Indonesia. Beliau merupakan wanita bangsawan dan terdidik. yang memiliki harapan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Di masa penjajahan wanita memang sangat tertindas dan tidak dihormati. Wanita dimasa penjajahan tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan cendrung diabaikan mengenai pendidikan.

Pada kenyataannya peran wanita mendidik anak-anak dalam keluarga, mengurus suami, membantu pekerjaan suami, memperhatikan kesehatan keluarga hingga mengurus semua kebutuhan yang diperlukan dalam keluarga.

Berdasarkan hal tersebut, wanita memang memang harus mendapatkan pendidikan yang layak untuk menanggani pekerjaan yang dihadapinya pada kehidupan sehari-hari.

Secercah harapan muncul ketika masa penjajahan dengan perjuangan RA Kartini yang memperjuangkan pendidikan untuk wanita.

RA Kartini atau ibu kita kartini memang memiliki kecerdasan, kemampuan berfikir dan pemberani sehingga apa yang dilakukan ketika itu memberikan dampak besar bagi wanita.

Berikut Biografi RA Kartini atau ibu kita Kartini, pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.

Biografi RA Kartini

  • Nama asli : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat
  • Nama terkenal : Raden Adjeng Kartini
  • Tempat lahir : Jepara Jawa Tengah
  • Tanggal lahir : Senin, 21 April 1879
  • Zodiac : Taurus
  • Wafat : 17 September 1904, Kabupaten Rembang
  • Ayah : Raden mas Adipati Ario Sosroningrat
  • Ibu : M.A Ngasirah
  • Garis keturunan : Hamengkubuwono VI
  • Warga Negara : Indonesia
  • Agama : Islam
  • Pasangan : K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
  • Anak : Soesalit Djojoadhiningrat
  • Dikenal karena : emansipasi wanita

Riwayat RA Kartini dimasa Kecil

Biografi RA Kartini belum terasa lengkap rasanya jika kita tidak mengetahui mengenai riwayat RA Kartini dimasa kecil.

Dalam cacatan sejarah RA Kartini ra kartini lahir di Mayong, Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Tanggal kelahiran RA Kartini menjadi peringatan "Hari Kartini" di Indonesia.

Anak dari pasangan Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara dan M.A Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang merupakan seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Jika ditelusuri dari ayahnya silsilah keturunan tersambung hingga sampai Hamengkubuwana VI. RA Kartini merupakan keturunan ningrat atau bangsawan Jawa.

Karena beliau dilahirkan dengan darah dan keturunan ningrat sehingga dirinya mendapatkan gelar Raden Ajeng. Kemudian setelah beliau menikah, gelar berubah menjadi Raden Ayu.

Biografi RA Kartini Tentang Pendidikan

RA Kartini menjalan pendidikan di Europese Lagere School hingga umurnya 12 tahun. Europese Lagere School beliau belajar bahasa Belanda.

Setelah itu RA Kartini harus menjalani adat istiadat Jawa ketika itu yaitu "dipingit". Berdasarkan kebiasaan masyarakat ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah.

Pernikahan RA Kartini 

RA Kartini menikah dengan Bupati Rembang yaitu K.R.M Adipati Ario Singgih Djoji Adhiningrat pada usia 24 tahun, tepatnya pada tanggal 12 November 1903.

Setelah menikah RA Kartini berkeinginan untuk mendirikan sekolah wanita yang berada di pintu gerbang perkantoran rembang.

Pada tanggal 13 September 1904, RA Kartini dikaruniai seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat .

Namun pada hari keempat setelah melahirkan, di usia 25 tahun, Kartini meninggal. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Rembang.

Demikian Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Masa Penjajah yang dapat kami share pada artikel ini.
Sumber https://www.cararingkas.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 23 July 2019

Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Siapa yang tidak kenal dengan Soekarno? Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia. Pada kesempatan ini, kita akan membahas biografi tokoh paling berpengaruh di Indonesia yaitu biografi Soekarno.

Soekarno merupakan salah satu sosok yang tersohor dan dikagumi di Indonesia dan dunia. Beliau merupakan orator ulung yang menyampaikan pidato dengan isi yang menginspirasi dan membakar semangat dan membangkitkan jiwa perjuangan anak muda dimasanya.

Hingga kini pidato soekarno masih sangat menarik dan disukai karena membangkitkan perjuangan generasi muda.

Selain sosok orator ulung, Soekarno merupakan salah satu founding father atau bapak pendiri bangsa Indonesia yang ikut merumuskan dan membacakan proklamasi kemerdekaan indonesia pada tahun 1945.

Sebagai presiden pertama Indonesia, Soekarno sangat disegani oleh pemimpin negara lain dimasa itu. Memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, bahkan beliau mampu menguasai banyak bahasa sehingga dikenal kecerdasannya oleh pemimpin negara lain.

Kisah dan sepak terjangnya memang sangat menarik untuk disimak. Beragam cerita dan sejarah yang tercatat, dari hal-hal yang misterius hingga kecerdasannya melobi banyak orang. Berikut Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia.

Biografi Soekarno

  • Nama lengkap : Ir. Soekarno
  • Nama panggilan : Bung Karno
  • Nama kecil : Kusno
  • Tempat, tanggal lahir : Blitar, 6 Juni 1901
  • Agama : Islam
  • Nama Isteri :
    • Fatmawati
    • Hartini
    • Ratna Sari Dewi
  • Nama Anak :
    • Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
    • Taufan, Bayu (dari Hartini)
    • Kartika (dari Ratna Sari Dewi)
  • Pendidikan :
    • HIS di Surabaya
    • Hoogere Burger School (HBS)
    • Technische Hoogeschool (THS) di Bandung
  • Meninggal : 21 Juni 1970
  • Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur

Masa Kecil Soekarno

Mengetahui Biografi Soekarno dari kecil akan lebih menarik. Panggilan akrab dan populer Soekarno adalah Bung Karno. Beliau lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur dengan mana Koesno Sosrodihardjo.

 kita akan membahas biografi tokoh paling berpengaruh di Indonesia yaitu biografi Soekarno Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia

karena sering sakit di masa kecil yang menurut kepercayaan dikala itu, disebabkan karena namanya tidak sesuai, maka kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Ibu Seokarno, Ida Ayu Nyoman Rai merupakan bangsawan bali yang bertemu dengan ayah Soekarno ketika menjadi guru di bali.

Semasa kecil Soekarno tidak tinggal bersama dengan orang tuanya, namun ia tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Harjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Sementara kedua orang tuanya tinggal di blitar.

Semasa tinggal bersama kakenya, Soekarno sempat sekolah walaupun tidak sampai menyelesaikan pendidikan disana, karena harus ikut bersama orang tuanya yang pindah ke Mojokerto.

Secara keturunan memang beliau merupakan golongan bangsawan, baik dari silsilah ayah maupun ibunya. Lantas apakah kehidupan yang Soekarno rasakan layaknya seorang bangsawan? hal ini memang menarik untuk ditelusuri.

Pada kenyataannya Soekarno lahir di era sebelum kemerdekaan Indonesia dimana masa-masa sulit banyak dirasakan oleh kalangan masyarakat tidak terkecuali keluarga Soekarno.

Soekarno kecil tidak memiliki sepatu, mandi bukan dengan air yang mengalir dari keran seperti yang kita rasakan pada jaman sekarang.

Makan selalu menggunakan tangan menjadi pilihan karena tidak memiliki sendok. Semua kondisi sulit di era sebelum kemerderkaan Indonesia.

Seperti diketahui ayahnya yang mengajar sebagai guru hanya mendapatkan 25 Gulden Belanda. Gaji tersebut harus dipotong untuk menyewa rumah di jalan pahlawan 88 surabaya sebesar 10 Golden.

Sisanya harus bisa menafkahi keluarga yang berjumlah 4 orang yaitu ayah, ibu, Soekarno dan Soekarmini yang merupakan kakak kandung Soekarno.

Riwayat Pendidikan Ir Soekarno

Biografi Soekarno tentang riwayat pendidikan tidak kalah penting untuk diketahui karena disini awal mula terbentuknya pengetahuan Soekarno. 

Di Mojokerto ayahnya menjadi guru di sekolah Eerste Inlandse School dan disanalah Soekarno kecil mulai sekolah.

Pada tahun 1911, Soekarno pindah sekolah ke ELS (Europeesche Lagere School) merupakan pendidikan tingkat sekolah dasar dan kemudian masuk ke HBS (Hogere Burger School) di Surabaya.

Pada tahun 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di Hogere Burger School. Kemudian tinggal bersama keluarga Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang dikenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto.

H.O.S Cokrominoto yang kelak adalah pendiri Serikat Islam yang merupakan teman akrab dari ayah Soekarno.

Sehingga Soekarno dapat dengan mudah berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Semasa masih tinggal dirumah keluarga Cokroaminoto, Soekarno mulai mempelajari politik dan sering berpidato sendiri dengan cara berdiri di depan cermin.

Pendidikan Soekarno yang didapatkan di Hogere Burger School mendukung pengetahuan dan keterampilannya dalam politik dan berpidato hingga menjadi Sang Orator Ulung.

Seokarno pindah ke bandung setelah menyelesaikan pendidikan di Hogere Burger School pada tahun 1921.

Di bandung Soekarno tinggal bersama Haji Sanusi dan melanjutkan pendidikannya di Technische Hooge School pada jurusan Teknik Sipil hingga mendapat gelar Insinyur pada tanggal 25 Mei 1926.

Biografi Soekarno di Masa Pergerakan Nasional

Biografi Soekarno mulai memasuki pergerakan nasional pada tahun 1926. Pada tahun 1926 Soekarno mendirikan Biro Insinyur  bersama dengan Ir. Anwari dan mulai mengerjakan berbagai macam desain dan perancangan bangunan. Soekarno juga bekerja bersama dengan Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah.

Selama di Bandung, Soekarno juga mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang kemudian menjadi cikal bakal dari berdirinya Partai Nasional Indonesia.

Partai Nasional Indonesia berdiri pada tahun 1927. Sebagai sosok pendiri partai dan aktivis Soekarno pernah ditangkap oleh Belanda pada bulan Desember 1929.

Pada akhir tahun bertepatan tanggal 31 Desember 1931 Soekarno dibebaskan karena muncul gerakan Pledoi Fenomenal.

Pada tahun 1932 Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia/Partindo bertepan pada bulan Juli. Partindo sendiri merupakan pecahan dari Partai Nasional Indonesia.

Pada Agustus 1933, Soekarno kembali ditangkap lalu diasingkan ke Flores oleh pihak Belanda. Pengasingan ini bertujuan mencegah persatuan pada generasi muda ketika itu.

Pada ketika itu Soekarno hampir terlupakan oleh tokoh nasional karena diasingkan dilokasi yang jauh. Namun, Meski pun berulang kali ditangkap tidak membuat surut semangat perjuangan Soekarno hingga Soekarno dipindahkan ke Bengkulu ditahun 1938.

Seperti yang tercatat dalam sejarah Biografi Soekarno ketika dibuang ke Bengkulu bertemu dengan Mohmmad Hatta yang menjadi teman seperjuangan dan menjadi tokoh proklamasi kemerdekaan indonesia.

Di Bengkulu juga pertemuan Soekarno dengan Fatmawati yang menjadi Istrinya. Awal mula Fatmawati mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah Bengkulu hingga berlanjut merajut cinta dalam sebuah keluarga.

Biografi Soekarno dalam perjuangan memang banyak menghadapi rintangan hingga Soekarno dibebaskan pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942.

Biografi Soekarno dan Masa Penjajahan Jepang

Tahun 1942, Penjajahan Belanda berakhir dan Belanda meninggalkan Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda ke Australia namun gagal setelah dicegat oleh Jepang. kemudian Soekarno kembali ke Jakarta.

Jepang memanfaatkan Soekarno untuk menarik simpatik penduduk agar mendukung kebijakan yang dibuat oleh Jepang.

Catatan Biografi Soekarno diketahui bahwa Jepang menunjuk Soekarno agar memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI.

Jepang berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Soekarno bahkan diberangkatkan ke Jepang untuk bertemu dengan kaisar Jepang yaitu Kaisar Hirohito.

Soekarno dengan sikap pantang menyerah terus menerus melakukan pendekatan politik dan kerjsama  dengan Jepang agar tercapainya kemerdekaan.

Disisi lain persiapan untuk kemerdekaan terus dilakukan oleh Soekarno dan tokoh nasional dimana itu seperti merumuskan Pancasila dan UUD 45 yang menjadi ideologi dan dasar negara Indonesia serta  menyusun dan merumuskan teks proklamasi kemerdekaan .

Biografi Seokarno dalam Peristiwa Rengasdengklok

Catatan Sejarah Biografi Soekarno dan Peristiwa Rengasdengklok terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi akibat adanya perbedaan pendapat dan sudut pandangan antara golongan tua dan golongan muda.

Golongan Tua menginginkan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang dan baik.

Sementara bagi golongan muda menginginkan agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan segera mungkin dan secepatnya, tanpa harus menunggu lama dengan berbagai persiapan yang tidak diperlukan.

Karena adanya perbedaan pendapat yang tidak ada titik temu, maka kemudian golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta tepat pada tanggal 16 agustus 1945.

Soekarno dan Mohammad Hatta dibawah ke daerah Rengasdengklok untuk menjauhkan keduanya dari para pembisik dan dari pengaruh Jepang serta menyegerakan terlaksananya proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa penculikan inilah yang kemudian disebut dengan Peristiwa Rengasdengklok

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta telah dibawah ke Rengasdengklok, para tokoh seperti Soebardjo menjemput keduanya.

Kemudian atas permintaan Sutan Syahrir, Soekarno dan muhammad Hatta dibawa kembali ke Jakarta. Ketika tiba di Jakarta keduanya bertemu dengan tokoh lainnya.

Soekarno, Mohammad Hatta dan bersama dengan Ahmad Soebardjo, mereka melakukan perumusan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik seperti yang tercatat dalam sejarah Biografi Soekarno.

Biografi Soekarno Sebagai Presiden Pertama Indonesia

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno dan di dampingi oleh beberapa tokoh nasional. Tanggal tersebut menjadi hari kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya.

Indonesia dibentuk atas dasar negara republik dengan sistem demokrasi yang berlandarkan UUD 45 dengan lambang negara Pancasila.

Kemudian Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden pertama negara Indonesia.

Saat itu Indonesia sedang mengalami perombakan kabinet karena Presiden Soekarno kurang percaya pada sistem multipartai dan menyebut sebagai penyakit kepartaian.

Sebagai negara baru memang tidak dapat dipungkiri ada banyak masalah, sering membuat stabilitas negara goyang.

Masa-masa kepimpinan Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia, muncul pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso yang merupakan kawan lama Soekarno.

Selain itu juga terjadi pemberontakan yang disebut dengan permesta, Pemberontakan Republik Maluku, Pemberontakan APRA, dan Pendirian Darul Islam atau yang lebih dikenal dengan DI/TII.

Walaupun banyak rintangan dan kendala yang dihadapi pada awal lahirnya negara yang dipimpin oleh Soekarno, namun Indonesia mulai dikenal dan disegani oleh dunia Internasional.

Pemimpin dunia seperti John F. Kennedy presiden Amerika, Fidel Castro presiden Kuba dan pemimpin negara lain sangat menaruh hormat kepada presiden Soekarno.

Upaya kerjasama dan perdagangan mulai dilakukan, sempat menjalin hubungan erat dengan negara Rusia yang ditandai dengan pembelian sejata untuk pertahanan Indonesia.

Negara Indonesia pernah menggantikan sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensil yang terjadi antara tahun 1945 hingga 1960an.

Pada tahun 1960 pecah pergolakan politik yang sangat memilukan di Indonesia. Sebuah peristiwa pemberontakan yang sangat kejam yaitu Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Peristiwa pemberontakan PKI lebih dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana banyak para alim ulama, santri dan rakyat yang diculik dan dibunuh.

Pemberontakan PKI ini berhasil di tumpas oleh TNI, Kemudian  membuat akhir cerita dari kepemimpinan Soekarno sebagai presiden Indonesia pertama.

Hal ini ditandai dengan adanya  sebuah surat yang disebut dengan “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret di tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi polemik dan kontroversi sejarah karena naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.

Supersemar dikeluarkan secara langsung oleh Presiden Soekarno dan berisi perintah/himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan stabilitas keamanan nasional yang sedang kacau.

Akhir Jabatan Soekarno Sebagai Presiden

Biografi Soekarno, Setelah berakhir sebagai Presiden yang ditandai dengan diangkatnya Soeharto sebagai Presiden, Ir Soekarno kemudian tinggal di istana Bogor.

Kondisi fisik Soekarno yang makin tua mengakibatkan kesehatan menurun sehingga harus dirawat oleh tim dokter kepresidenan.

Pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Subroto yang terletak di Jakarta.

Presiden Soekarno dikebumikan dekat dengan makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai di Blitar, Jawa Timur.

Sebuah gelar disematkan sebagai "Pahlawan Proklamasi" yang diberikan oleh pemerintah karena jasanya kepada bangsa Indonesia dimasa kemerdekaan.

Nach demikianlah Biografi Soekarno Sang Orator, Proklamator Presiden Pertama Indonesia. Semoga kisahnya memberikan inspirasi bagi generasi penerus.

Sumber https://www.cararingkas.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 11 September 2016

BIOGRAFI LENGKAP ASRUL SANI

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Asrul Sani (lahir di Sumatra Barat, 10 Juni 1926, meninggal di Jakarta, 11 Januari 2004) adalah seorang sastrawan dan sutradara film asal Indonesia. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran  Hewan Universitas Indonesia (1955). Ia pernah mengikuti seminar  internasional mengenai kebudayaan di Universitas Harvard (1954), memperdalam pengetahuan tentang dramaturgi dan sinematografi di Universitas California Selatan, Los Angeles, Amerika Serikat (1956), kemudian membantu Sticusa di Amsterdam (1957–1958). 


Bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin, ia mendirikan "Gelanggang Seniman" (1946) dan secara bersama-sama pula menjadi redaktur "Gelanggang" dalam warta sepekan Siasat. Selain itu, Asrul pun pernah menjadi Redaktur majalah Pujangga Baru, Gema Suasana (kemudian Gema), Gelanggang (1966–1967), dan terakhir sebagai pemimpin umum Citra Film (1981-1982). 

Asrul pernah menjadi Direktur Akademi Teater Nasional Indonesia, Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia" Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), anggota Badan Sensor Film, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, anggota Dewan Film Indonesia, dan anggota Akademi Jakarta (seumur hidup). Karyanya: Tiga Menguak Takdir (kumpulan sajak bersama Chairil Anwar dan Rivai Avin, 1950), Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat (kumpulan cerpen, 1972), Mantera (kumpulan sajak, 1975), Mahkamah (drama, 1988), Jenderal Nagabonar (skenario film, 1988), dan Surat-Surat Kepercayaan (kumpulan esai, 1997). 

Buku mengenai Asrul: M.S. Hutagalung, Tanggapan Dunia Asrul Sani (1967) dan Ajip Rosidi dkk. (ed.), Asrul Sani 70 Tahun, Penghargaan dan Penghormatan (1997). Selain menulis sajak, cerpen, dan esai, Asrul juga dikenal sebagai penerjemah dan sutradara film. Terjemahannya: Laut Membisu (karya Vercors, 1949), Pangeran Muda (terjemahan bersama Siti Nuraini; karya Antoine de St-Exupery, 1952), Enam Pelajaran bagi Calon Aktor (karya Ricard Boleslavsky, 1960), Rumah Perawan (novel Yasunari Kawabata, 1977), Villa des Roses (novel Willem Elschot, 1977), Puteri Pulau (novel Maria Dermount, 1977), Kuil Kencana (novel Yukio Mishima, 1978), Pintu Tertutup (drama Jean Paul Sartre, 1979), Julius Caesar (drama William Shakespeare, 1979), Sang Anak (karya Rabindranath Tagore, 1979), Catatan dari Bawah Tanah (novel Fyodor Dostoyeski, 1979), Keindahan dan Kepiluan (novel Yasunari Kawabata, 1980), dan Inspektur Jenderal (drama  Nicolai Gogol, 1986). 

Film yang disutradarainya: "Pagar Kawat Berduri" (1963), "Apa yang Kau Cari, Palupi" (1970), "Salah Asuhan" (1974), "Bulan di Atas Kuburan" (1976), "Kemelut Hidup" (1978), "Di Bawah Lindungan Kaabah" (1978), dan lain-lain. Tahun 2000 Asrul menerima penghargaan  Bintang Mahaputra dari Pemerintah RI.

Sumber http://www.guruberbahasa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.