Showing posts with label Kata. Show all posts
Showing posts with label Kata. Show all posts

Tuesday, 26 March 2019

Hubungan Antarmakna dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan materi tentang "Hubungan Antarmakna dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia". Semoga materi yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dan juga Bapak/Ibu guru mata pelajaran bahasa Indonesia dalam mencari referensi materi tentang Hubungan Antarmakna dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Selamat belajar dan terima kasih.

Bentuk makna yang mengalami relasi atau hubungan antara makna yang satu dengan makna yang lainnya. Beberapa contoh hubungan makna, antara lain:

a. Sinonim
Sinonim adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna.

Misal: umur-usia, unik-khas, cantik-jelita, tunai-kontan.

 Kali ini admin akan membagikan materi tentang  Hubungan Antarmakna dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
www.IndoINT.com

b. Antonim
Antonim adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang berlawanan maknanya. Antonim dibedakan lagi menjadi:

1. Antonim mutlak
Misal: 
Besar-kecil, atas-bawah, siang-malam, hidup-mati

2. Antonim kembar
Misal:
Putra-putri, dewa-dewi, saudara-saudari

3. Antonim gradual
Misal:
Tinggi-rendah, baik-buruk, panjang-pendek

4. Antonim relasional
Misal:
Bapak-anak, guru-siswa, suami-istri

5. Antonim hierarki
Misal:
Jenderal-kapten, presiden-menteri, kilogram-gram

6. Antonim majemuk
Misal:
Pintu-jendela, emas-perak

c. Homonim
Homonim adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki tulisan dan lafal yang sama, tetapi maknanya berbeda.

Misal:
  • Genting artinya atap rumah atau gawat.
  • Bisa artinya racun atau dapat
  • Paku artinya nama pohon atau alat untuk membuat rumah
d. Homofon
Homofon adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki tulisan dan makna yang berbeda, tetapi lafalnya sama.

Misal:
bank (penyimpanan uang) bang (sebutan laki-laki)

e. Homograf
Homograf adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna dan lafal yang berbeda, tetapi tulisannya sama.

Misal:
apel (buah) = apel (upacara)
seri (gembira) = seri (imbang)

f. Polisemi
Polisemi adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna ganda atau banyak arti, namun masih terdapat hubungan kesamaan atau kemiripannya.

Misal:
Air hangat (panas)
Masalah hangat (baru)
Kembali menghangat (tegang)

g. Hipernim
Hipernim adalah bentuk hubungan makna yang cakupan katanya lebih luas dari beberapa kata lainnya.

Misal:
bacaan (buku, koran, majalah)
Hewan (kuda, kucing, kelinci)

h. Hiponim
Hiponim adalah bentuk hubungan makna yang ditingkatkan katanya lebih sempit di bawah kata yang lebih luas.

Misal:
melati, mawar, dahlia (bunga)
kuda, kucing, kelinci (hewan)

Demikianlah yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengertian, Jenis, dan Perubahan Makna Kata

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan materi tentang pengertian, jenis, dan perubahan makna kata dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga materi kali ini dapat membantu anak didik dan juga Bapak/Ibu guru dalam mencari referensi tentang pengertia, jenis, dan perubahan makna kata dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pengertian Makna
Secara garis besar (umum) dan sederhana makna kata berarti maksud, arati, atau pengertian dari suatu kata. Kata mempunyai hubungan bahasa, baik lisan dan tulisan yang dapat diartikan dengan hal atau yang dimaksud.

Jenis Makna
Berdasarkan jenisnya, makna kata terbagi atas makna leksikal, makna gramatikal, makna denotasi, dan makna konotasi.

 Kali ini admin akan membagikan materi tentang  Pengertian, Jenis, dan Perubahan Makna Kata
www.IndoINT.com

a. Leksikal dan Gramatikal
1. Makna leksikal adalah makna kata secara lepas belum terkait denga proses tata bahasa atau dapat dikatakan makna yang asli atau kata dasar.
Makna leksikal sering disebut juga "makna kamus" karena harus sesuai dengan kamus sebagai rujukannya.

Misal: sepeda, mobil, jalan, dan lain-lain.

2. Makna gramatikal adalah makna kata yang terbentuk karena adanya proses gramatikalisasi atau proses ketatabahasaan (afiksasi, reduplikasi, partikel). Makna gramatikal sangat tergantung pada struktur kalimatnya. Oleh karena itu, makna gramatikal sering disebut makna "struktural".

Misal:
  • Sepeda-sepedaan
  • Bermobil
  • perjalanan, dan lain-lain
b. Denotasi dan Konotasi
1. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya, artinya makna yang sesuai dengan kata acuannya atau makna dasarnya. Kata-kata yang bermakna denotasi sangat tepat digunakan dalam karya ilmiah.

Misal:
Keras → sesuatu yang tidak mudah dibentuk.
Batu itu sangat keras untuk dipecahkan.

2. Makna konotasi adalah makna kiasan atau tambahan yang memerlukan penafsiran ganda akibat adanya penggunaan nilai rasa. Dalam makna konotasi kata-kata wajar digunakan dalam karya sastra.

Misal:
Keras → keadaan yang tidak mudah dipengaruhi.
Orang itu adalah pekerja keras.

Perubahan Makna
Bentuk makna yang mengalami  perubahan karena adanya proses penafsiran antara waktu sekarang dengan waktu lampau.
Perubahan makna kata dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Generalisasi
Generalisasi atau meluas merupakan bentuk perubahan makna yang cakupan makna sekarang lebih luas daripada makna lampau.

Misal: bapak, putra, putri, berlayar, dan lain-lain.

b. Spesialisasi
Spesialisasi atau menyempit merupakan bentuk perubahan makna yang cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna lampau.

Misal: ulama, sarjana, sastra, dan lain-lain

c. Ameliorasi
Ameliorasi atau membaik merupakan bentuk perubahan makna yang cakupan makna sekarang dirasakan lebih baik, hormat, tinggi nilainya daripada makna lampau.

Misal: tunawisma, wanita, istri, rumah tahanan, dan lain-lain.

d. Penyorasi
Penyorasi atau memburuk merupakan bentuk perubahan makna yang cakupan makna sekarang dirasakan lebih rendah, kurang baik nilainya daripada makna lampau.

Misal: kaki tangan, gerombolan, dan lain-lain

e. Sinestesia
Sinestesia merupakan bentuk perubahan makna akibat pertukaran dua indra yang berbeda.

Misal: Smash-nya sangat cantik
Wajah rupawan nan manis

f. Asosiasi
Asosiasi merupakan bentuk perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna sekarang daripada makna lampau.

Misal: amplop (uang suap), tukang catut (rentenir)

Demikianlah yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 24 August 2017

Cara Mencari Kata Baku dan Tidak Baku dalam Semua Jenis Teks dalam bahasa Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata.

Kata-kata baku yaitu kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang sudah di tentukan sebelumnya dan suatu kata bisa disebut dengan kata tidak baku jika kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. ketidakbakuan suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh salah penulisan saja, akan tetapi bisa juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan penyusunan suatu kalimat yang tidak benar. Biasanya kata tidak baku selalu muncul dalam percakapan kita sehari-hari.

Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku, yang diantaranya sebagai berikut ini:
  • Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  • Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
  • Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
  • Dan yang terakhir, yang menggunakan bahasa sudah terbiasa memakai kata tidak baku.
Bacalah teks berikut, lalu temukan kata tidak baku dalam bacaan. Selanjutnya gantilah kata-kata tersebut dengan bentuk bakunya.

 Masjid Jamik di Bangka Belitung

adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di te Cara Mencari Kata Baku dan Tidak Baku dalam Semua Jenis Teks dalam bahasa Indonesia
www.IndoINT.com

Mesjid Jamik termasuk masjid tua di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masjid ini dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 Hijriyah, tepatnya tanggal 18 December 1936 Masehi. Bangunan aseli Masjid Jamik ini berbentuk semi permanen, berdinding papan, berlantai semen, dan beratap genting. Jika masjid ini dilihat dari atas akan terlihat berbentuk seperti piramida. Bagian bawahnya melebar, sementara bagian atasnya menyempit.

Bangunan masjid Jamik ini bertingkat tiga. Lantai bawah digunakan untuk sholat jamaah dan pengajian. Ruangan di lantai bawah ini bisa menampung sekira enam ratus orang. Lantai kedua digunakan untuk menyimpan kitab-kitab kuning, buku-buku agama, tikar, dan perlengkapan lainnya. Lantai ketiga berfungsi sebagai menara tempat muazin mengumandangkan adzan.

Berikut adalah kata baku dan tidak baku dalam teks di atas.

NO
KATA
TIDAK BAKU
BAKU
1.
Propinsi
Provinsi
2.
Hijriyah
Hijriah
3.
Aseli
Asli
4.
Genting
Genteng
5.
Sholat
Salat
6.
Adzan
Azan
7.
Mesjid
Masjid
8.
December
Desember

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 25 April 2017

Cara Menyunting Penggunaan Ejaan, Tanda Baca, dan Pilihan Kata

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Tahukah kamu bahwa setiap media massa, penerbit, dan percetakan membutuhkan pekerja yang bernama penyuntingan (editor). Penyuntingan adalah orang yang pekerjaannya memeriksa, mengoreksi, atau memerbaiki suatu tulisan. Kegiatan menyunting meliputi masalah ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, dan ketepatan paragraf.

Ketika melakukan penyuntingan, kaidah-kaidah penulisan adalah hal-hal yang mutlak dikuasai. Sebagai buku pegangan yang perlu dibaca jika kamu ingin terampil menyunting adalah buku Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan atau biasa disebut dengan buku tentang Eyd.
Di bawah ini disajikan tulisan yang di dalamnya terdapat kesalahan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata.
  • Cermati dan pahamilah.
⁡Menejemen Bank mandiri mentargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2005 mencapai Rp.90 triliun atau meningkat 30 prosen dari tahun sebelumnya. Untuk mencapai target tersebut, mereka akan memfokuskan pembiayaan dalam tiga sektor, yaitu infra struktur, agrobisnis dan industri. Target tersebut disesuaikan dengan prospek usaha pada tahun 2005 yang pada diperkirakan semakin membagus.

 dan percetakan membutuhkan pekerja yang bernama penyuntingan  Cara Menyunting Penggunaan Ejaan, Tanda Baca, dan Pilihan Kata
 www.IndoINT.com

Jika dicermati, penyuntingan perlu dilakukan pada beberapa kata berikut.
No                Kesalahan                                                                      Penyuntingan
1.     Ejaan
         - menejemen                                                                       - manajemen (baku)
         - mentargetkan                                                                    - menargetkan (baku)
         - prosen                                                                               - persen (baku)
         - infa struktur                                                                      - infrastruktur (baku)
2.    Tanda Baca
         - Rp.90 triliun                                                                     - Rp90 triliun
         - .. infrastruktur, agrobisnis dan industri                            - infrastruktur, agrobisnis, dan industri
3.    Pilihan Kata
        - membagus                                                                         - membaik
Untuk dapat mengetahui ejaan, tanda baca, dan pilihan kata sudah tepat atau belum perlu keluasan pengetahuan kaidah-kaidah bahasa. Kuasailah beberapa kaidah bahasa di bawah ini berkaitan dengan penyuntingan di atas.
1. Kaidah bahasa berkaitan dengan ejaan
a. me - (kan) + kata berawal huruf t, s, k,   → luluh
Contoh:
1)  me - kan    +   target                                 →  menargetkan
     me -           +   tabung                               →  menabung
2) me - kan     +   sukes                                 →  menyukseskan
    me -            +   sapu    `                              →  menyapu
3) me - kan     +   kerja                                  → mengerjakan
    me  -                kapur                                 →  mengapur
4) me  -  kan   +   panjang                             →  memanjangkan
    me  -                pikul                                  → memikul
b. Semua imbuhan asing/bentuk terikat penulisan dirangkai dengan kata yang mengikutinya. Contoh imbuhan asing, seperti infra-, anti-, antar-, pasca-, sub-, adi-, non-, supra-, dasa-, tuna-, pramu-, multi-, swa-, kontra-.
Contoh:
1) infra-            + struktur             - infrastruktur
2) anti-              + peluru              - antipeluru
3) antar-            + teman               - antarteman
4) pasca-           + banjir               - pascabanjir
5) sub-              + title                  - subtitle
6) adi-               + wiyata              - adiwiyata
7) non-             + muslim             - nonmuslim
8) supra-           + natural             - supranatural
9) dasa-             + darma              - dasadarma
10) tuna-            + rugu                 - tunarugu
11) pramu-         + saji                  - pramusaji
12) multi-          + player              - multiplayer
13) swa-             + daya               - swadaya
14) kontra-       + diksi                 - kontradiksi
2)  Kaidah bahasa berkaitan dengan tanda baca
a. Lambang mata uang, timbangan, takaran, satuan ukuran (tidak diikuti tanda titik).
Contoh:
1) Rp5.000,00              (bukan Rp. 5.000,00)
$100                             (bukan $.100)
Y10                              (bukan Y.10)
2) 101                          (bukan 10 1.)
3) 15 kg                       (bukan 15 kg.)
4) 5 cm                        (bukan 5 cm.)
b. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh:
- Ada tiga sektor yang menjadi fokus pembiayaan, yaitu infrastruktur, agrobisnis, dan industri.
- Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
- Surat biasa, surat kilat, atau pun surat khusus memerlukan prangko.
  •  Soal Latihan:

Suntinglah tulisan di bawah ini dari segi kesalahan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata!
Mari Mensukseskan Kegiatan Menabung
Menabung perlu dibiasakan. Anak-anak, remaja, atau pun orang tua hendaknya bisa menabung. Besar tabungan tidak perlu dipersoalkan, misalnya RP. 1.000,00, Rp. 5.000,00 atau Rp. 100.000,00. Buanglah jauh-jauh pikiran anti menabung. Ayo, tergesa-gesa menabunglah!

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 3 February 2017

Pengertian dan Pemakaian Pilihan Kata atau Diksi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Pilihan kata atau diksi adalah penggunaan kata yang tepat atau sesuai dengan makna, konteks kalimat, dan situasi untuk mengungkapkan gagasan. Gorys Keraf mengartikan diksi sebagai kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok pendengar. Terjadinya kesalahan diksi dapat disebabkan oleh ketidaktahuan bahwa ada kata lain yang lebih tepat serta ketidaktahuan bahwa ada perbedaan antara kata-kata yang bersinonim.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!
  1. Laut yang menutup lebih dari 70% permukaan bumi ini ternyata menyimpan energi yang sangat besar.
  2. Energi yang agung dari air itu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
Kata besar pada kalimat 1 dan kata  agung pada kalimat 2 adalah kata yang mempunyai arti yang hampir sama. Kata-kata yang mempunyai arti yang hampir sama seperti itu disebut kata bersinonim. Meskipun kata besar dan kata agung bersinonim, kedua kata tersebut tidak dapat digunakan dalam konteks kalimat yang sama. Penggunaan kata agung pada kalimat 2 salah karena kata agung dalam kalimat tersebut tidak lazim digunakan untuk menerangkan kata energi. Kalau agung pada kalimat tersebut semestinya diganti dengan kata besar.


adalah penggunaan kata yang tepat atau sesuai dengan makna Pengertian dan Pemakaian Pilihan Kata atau Diksi
www.IndoINT.com

Perhatikan pula pemakaian kata-kata bersinonim dalam kalimat-kalimat berikut!
  1. Adik dibelikan sebuah sepeda mini oleh ayah. (lazim)
  2. Adik dibelikan sebuah sepeda kecil oleh ayah. (tidak lazim)
  3. Para pekerja itu sedang memperbaiki jalan raya yang rusak. (lazim)
  4. Para pekerja itu sedang memperbaiki jalan akbar yang rusak. (tidak lazim)
  5. Salah satu anggota kelompok itu mampus ditembak polisi. 
  6. Sebelum wafat, raja berpesan agar putra mahkota memimpin kerajaan dengan bijaksana.
  7. Aku melihat petugas PLN itu melintas di depan rumah.
  8. Mereka menonton pertunjukkan wayang kulit yang disiarkan secara langsung melalui televisi.
Berbeda dengan kalimat 1 dan 2, kalimat 3 dan 4 menggunakan kata yang bermakna denotasi dan konotasi. Makna denotasi adalah makna yang menunjuk langsung pada acuan atau makna dasar, sedangkan makna konotasi adalah makna tambahan terhadap makna dasar yang berupa gambaran atau nilai rasa tertentu.

Kata mampus dan wafat pada kalimat 5 dan 6 mempunyai arti sama yaitu mati. Akan tetapi, kedua kata itu tidak dapat dipertukarkan karena kata mampus mempunyai nilai rasa kasar atau rendah. Sedangkan kata wafat mempunyai nilai rasa agung, sopan, dan halus.

Pada kalimat 7 dan 8 kita dapat melihat penggunaan kata umum dan kata khusus. Kata melihat pada kalimat 7 adalah contoh kata umum, sedangkan kata menonton pada kalimat 8 adalah contoh kata khusus. Selain kata menonton masih ada beberapa kata khusus dari kata umum melihat, seperti menatap, mengintip, meninjau, dan menyaksikan

Kata umum adalah kata yang ruang lingkup maknanya masih luas dan dapat mencakup banyak hal, sedangkan kata khusus ialah kata yang ruang lingkup maknanya sudah sempit atau terbatas.

Contoh:
  1. Kelvin menggendong adiknya sambil membawa sepatu. (kata umum)
  2. Kelvin menggendong adiknya sambil menjinjing sepatu. (kata khusus)
 A. Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Yang tidak termasuk penggunaan diksi dalam kalimat berikut adalah ...
A. adik mendapatkan nilai bagus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
B. pemandangan alam di daerah Puncak memang sangat indah.
C. Ari adalah anak Pak Lurah yang cantik hatinya.
D. karena kelakuannya yang baik hati, Andri disukai oleh teman-temannya.

2. Kucing Andi meninggal karena tertabrak mobil.
Diksi yang tepat untuk menggantikan kata meninggal ...
A. mati
B. mangkat
C. gugur
D. tewas

3. Istri Pak Harun sudah bunting tiga bulan.
Agar menjadi kalimat yang baik, kata bunting seharusnya diganti dengan kata ...
A. beranak
B. melahirkan
C. mandul
D. hamil

4. Ibu selalu berpesan kepada anaknya agar ... ke kiri dan ke kanan dahulu sebelum menyeberang jalan.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ...
A. menengok
B. menjenguk
C. menoleh
D. melirik

5. Bahu itu sakit karena ... barang terlalu berat.
Kata yang bermakna dasar membawa yang tepat melengkapi kalimat tersebut adalah ...
A. menjinjing
B. memikul
C. membopong
D. menggendong

B. Kerjakanlah soal-soal berikut!
1. Apakah yang dimaksud dengan pilihan kata atau diksi?
2. Bedakan arti sinonim kata jatuh berikut!
  • tumbang
  • runtuh
  • rontok
  • tanggal
3. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata pada soal nomor 2!
4. Berikan pendapatmu mengenai penggunaan kata bercetak tebal berikut!
  • Alisia sedang menonton foto ayahnya.
  • Kami sedang menatap pentas musik yang diadakan di kota kami.
5.Jelaskan arti kedua kata berikut disertai dengan contoh penggunaannya dalam kalimat!
  • menggendong
  • membopong

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengertian dan Penggunaan Kata Baku dengan Kata Tidak Baku

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kata baku adalah kata yang mengikuti aturan /kaidah bahasa yang telah ditentukan, sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak mengikuti aturan/kaidah bahasa yang telah ditentukan. Kebakuan dan ketidak bakuan sebuah kata dapat dilihat dari segi fonologi. Penyebab kebakuan dan ketidakbakuan kata dari segi fonologi sebagai berikut.
  1. Alternasi (penggantian) vokal, contoh: Senin (baku), Senen (tidak baku).
  2. Alternasi (penggantian) konsonan, contoh: film baku, pilem (tidak baku).
  3. Penyederhanaan deret vokal, contoh: varietas (baku), varitas (tidak baku).
  4. Penyederhanaan gugus konsonan, contoh: kompleks (baku), komplek (tidak baku).
Beberapa penyebab lain kebakuan dan ketidak bakuan kata sebagai berikut.
  1. Penggantian huruf vokal, contoh: antena (baku), antene (tidak baku)
  2. Penambahan huruf vokal, contoh: harfiah (baku), harafiah (tidak baku)
  3. Penghilangan huruf vokal, contoh: anugerah (baku), dan anugrah (tidak baku)
  4. Pembentukan deret huruf vokal, contoh: diktat (baku), diktaat (tidak baku)
  5. Penyederhaan deret huruf vokal, contoh: aerodinamika (baku), erodinamik (tidak baku)
  6. Penggantian huruf konsonan, contoh: kutub (baku), dan kutup (tidak baku)
  7. Penggantian konsonan dengan vokal dan sebaliknya, contoh: jadwal (baku), (tidak baku)
  8. Penambahan huruf konsonan, contoh: utang (baku), hutang (tidak baku)
  9. Penghilangan huruf konsonan, contoh: habis (baku), abis (tidak baku)
  10. Pembentukan gugus atau gabungan huruf konsonan, contoh: bakti (baku), bhakti (tidak baku)
  11. Penyederhanaan gabungan atau gugus huruf konsonan, contoh: akhlak (baku), ahlak (tidak baku).
 Kebakuan dan ketidak bakuan sebuah kata dapat dilihat dari segi fonologi Pengertian dan Penggunaan Kata Baku dengan Kata Tidak Baku
www.IndoINT.com

Pembakuan kata disusun sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa . Sifat bahasa baku sebagai berikut.
  1. Kemantapan dinamis, berupa kaidah dan aturan yang tetap
  2. Bersifat kecendekiaan, perwujudannya dalam kalimat dan paragraf mengungkapkan penalaran atau pemikiran teratur, logis, dan masuk akal.
  3. Penyeragaman kaidah. 
Fungsi bahasa baku sebagai berikut.
  1. Fungsi pemersatu.
  2. Fungsi pemberi kekhasan.
  3. Fungsi pembawa kewibawaan.
  4. Fungsi sebagai kerangka acuan. 
Perhatikan kata bercetak tebal dalam kalimat berikut.
  1. Gimana kabar adikmu?
  2. Ah, itu cuma kabar burung.
Penggunaan kata gimana dan cuma dalam kedua kalimat tersebut tidak baku. Bentuk bakunya sebagai berikut.
  1. Bagaimana kabar adikmu?
  2. Ah, itu hanya kabar burung.
  • Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Kalimat yang menggunakan kata baku adalah ...
A. pada hari senen yang lalu terjadi kecelakaan lalu lintas di depan sekolahku.
B. para penduduk di kampungku merasa sangat kagum dengan peristiwa alam gerhana bulan yang terjadi kemaren malam
C. hidup-matinya kesenian tradisional di negara kita sangat tergantung pada kesadaran seluruh mayarakat
D. perkawinan mereka sudah disyahkan di kantor catatan sipil

2.Yang tidak termasuk dalam kata baku berikut adalah ...
A. tauladan
B. paham
C. masyarakat
D. akhir

3. Deretan kata yang termasuk kata tidak baku adalah ...
A. aluminium, teoretis, standardisasi
B. anggota, antitesis, koper
C. atmosfir, catur wulan, frekwensi
D. sintesis, telepon, trotoar

4. Atlet (1) dari team (2) Jawa Timur dalam PON sehat-sehat sehingga penasihatnya (3) tidak perlu menghabiskan makanan obat yang dibeli di apotek (4) terkenal itu.
Kata yang tidak baku pada kalimat di atas adalah ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

5. Sejak dulu dia mempunyai cita-cita berkarir di dunia musik. Dia membentuk group musik dengan teman-temannya. Pada awalnya orang tuanya tidak mengijinkan dia berkarir di dunia musik. Akan tetapi sekarangoarang tuanya sudah mengijinkan dan mendukung ihtiarnya.
Kata-kata tidak baku yang terdapat dalam paragraf tersebut adalah ...
A. cita-cita, karii, musik, ihtiar.
B. karir, group, ijin, ihtiar
C. musik, ijin, orang tua, ihtiar
D. sejak, karir, sekarang, awal

6. Kalimat berikut yang tidak termasuk dalam  kata tidak baku ...
A.Rinto sedang dinasehati ayahnya.
B. ibu membeli obat di apotek.
C. perkembangan tehnologi di Indonesia sangat pesat
D. karangan ilmiah harus disampaikan secara obyektif.

7. 1) pak Robet sedang menandatangani akte perjanjian jual beli tanah.
2) Irene terpilih sebagai sekertaris kelas.
3) pembukaan kongres bahasa Indonesia dilaksanakan hari ini.
4) antonim kata konkret adalah kata abstrak.
Kata tidak baku terdapat dalam kalimat nomor ...
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 4)
C. 2) dan 3)
D. 3) dan 4)

8. Kata bercetak tebal yang tidak baku terdapat pada kalimat ...
A. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan yang sangat ternama.
B. dewasa ini banyak sutradara film yang menggeluti dunia sinetron
C. gaji seorang pramuniaga memang tidak begitu besar
D. kita harus tetap waspada dengan faham komunisme.

9. Kalimat berikut yang tidak termasuk kata tidak baku adalah ...
A. orang tua harus dapat menjadi tauladan bagi anak-anaknya.
B. Bella membawa souvenir yang bagus dari Bali.
C. Osdar hobi mengoleksi prangko.
D. ayahnya mencari rejeki di Kalimantan.

10. Kalimat berikut yang tidak termasuk kata baku adalah ...
A. para atlet Asean Games telah berkumpul di lapangan.
B. ayahnya dilahirkan pada zaman perjuangan.
C. tim juri sedang bersidang untuk memutuskan juara lomba.
D. sudah dua minggu apotik itu tutup.
  • Kerjakanlah soal-soal berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan kata baku dan kata tidak baku?
2. Ubalah kalimat tidak baku berikut menjadi kalimat baku!
  • Ibu sudah tulis surat itu kemaren sore.
  • Tolong, sampaikan hadiah ini ke adikmu!
  • Semua orang-orang di tempat itu memandangku dengan heran.
3. Ubahlah kata-kata tidak baku berikut menjadi kata baku!
  • kaedah
  • tauladan
  • dahsat
  • prosen
4. Buatlah kalimat dengan kata-kata baku tersebut!
5. Carilah kata tidak baku dalam kalimat berikut dan betulkan!
a. Aku akan meminta kwitansi sebagai bukti pembayaran.
b. Metoda belajar yang digunakan tampaknya belum tepat.
c. Siapa menggali lobang ia sendiri akan terperosok ke dalamnya.
d. Ia telah menerima khabar yang menyedihkan dari saudarany.
e. Kita harus tetap menghormati azas praduga tak bersalah.


Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengertian Kata Kajian dan Kata Populer dalam Bahasa Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kata kajian adalah kata yang perlu ditelaah lebih jauh lagi artinya karena tidak bisa langsung dipahami oleh semua orang. Kata kajian digunakan untuk sesuatu pengkajian atau kepentingan keilmuan. Kata-kata kajian yang juga disebut kata ilmiah diserap dari bahasa asing atau daerah.

Ciri-ciri kata kajian sebagai berikut.
  1. Hanya dikenal orang tertentu (ilmuwan, cendekia).
  2. Dipakai dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.
Kata-kata populer adalah kata-kata umum digunakan dalam masyarakat. Arti kata populer atau umum diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Kata tersebut digunakan dalam percakapan sehari-hari.




 adalah kata yang perlu ditelaah lebih jauh lagi artinya karena tidak bisa langsung dipaha Pengertian Kata Kajian dan Kata Populer dalam Bahasa Indonesia
 www.IndoINT.com

Ciri-ciri kata populer sebagai berikut.
  1. Mudah diketahui, dimengerti, dan dipakai oleh masyarakat luas.
  2. Dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatikan contoh kata-kata kajian dan kata-kata populer berikut!

No
Kata Kajian
Kata Populer
1.
Aktivitas
Kegiatan
2.
Filter
Penyaring
3.
Kontemplasi
Merenung
4.
Pasien
Orang sakit
5.
Alumnus
Lulusan
6.
Ranking
Peringkat
7.
Mengevaluasi
Menilai
8.
Intropeksi
Koreksi diri
9.
Volume
Isi
10.
Target
Sasaran
11.
Motivasi
Dorongan
12.
Imajinasi
Khayalan
13.
Fiktif
Tidak nyata
14.
Karakter
Perangai
15.
agenda
rencana
16.
Argumen
Alasan

Manfaat Cybersastra bagi Pelajar

Merebaknya budaya internet awal tahun 2000-an di Indonesia memunculkan fenomena baru dalam dunia sastra, yaitu cybersastra. Kegiatan bersastra dengan memanfaatkan media internet ini menyuguhkan tradisi baru bagi para penulis. Kemunculan cybersastra tentu juga memberi dampak positif dan negatif.

Cybersastra adalah inovasi dalam aktivitas publikasi karya sastra. Karya sastra dapat segera dipublikasikan dan tersebar lewat blog, milis, atau email. Cybersastra memiliki dampak positif sangat besar untuk dunia pendidikan. Para pelajar bisa dengan mudah mendapatkan berbagai karya sastra untuk memenuhi tugas-tugas dari gurunya. Mereka bisa men-download e-book sastra dan menikmatinya kapan saja. Para pelajar juga dapat dengan mudah memberikan umpan balik terhadap karya-karya sastra yang dibacanya. Pelajar dapat menulis apresiasi, penilaian, atau kritiknya secara langsung. Selain itu, para pelajar bisa mengunggah karya-karya yang dihasilkannya. Mereka tidak perlu mengirimkan ke redaksi koran, majalah atau penerbit buku agar karyanya bisa dibaca masyarakat umum. Mereka juga dengan mudah dapat mengakses dan melihat perkembangan sastra Indonesia.

Dalam perkembangan dunia sastra saat ini, cybersastra memang telah memiliki posisi sendiri. Akan tetapi, kemudahan ini membawa konsekuensi tersendiri dalam kualitas dan mutu karya sastra di cybersastra. Karya-karya tersebut dihasilkan dengan tujuan agar terpublikasi tanpa mempertimbangkan aspek etika dan estetika. Selain itu, data yang ada dan berkembang di cybersastra kadang-kadang masih kurang tingkat keakuratannya.

Sebagai pelajar berwawasan dan kreatif, sebaiknya mereka mampu memilah internet sesuai fungsi dan keperluan. Mereka juga harus berinternet dengan pintar dan selektif.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.