Showing posts with label Kependudukan. Show all posts
Showing posts with label Kependudukan. Show all posts

Sunday, 18 November 2018

Masalah Kualitas Penduduk Indonesia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Meskipun Indonesia memilih populasi nomor empat terbanyak di dunia namun dari sisi kualitas, negara kita masih memiliki beberapa masalah khususnya di level kualitas. Kualitas penduduk sangat penting bagi kemajuan sebuah negara. Jumlah penduduk banyak namun tidak diimbangi dengan kualitas maka tidak akan pernah mencapai kemakmuran. 

1. Tingkat Pendidikan Rendah
Pendidikan akan senjata utama dalam menaklukan dunia. Jika pendidikan masyarakat sebuah negara itu baik maka kemakmuran akan diraih. Indonesia hingga kini masih bermasalah dengan pendidikan Hal  ini  ditandai  dengan  lulusan  SD,  SMP,  dan  SMA  sederajat  sebesar  81 % dari  88 % penduduk  melek  huruf,  lulusan  perguruan  tinggi  7 %, dan  12 % penduduk  buta huruf,termasuk yang tidak lulus SD. 

Akibatnya  kualitas  SDM  rendah,  produktivitas   kerja   rendah,  dan  banyak penduduk usia produktif yang tidak terampil. Solusinya adalah pembangunan sarana pendidikan secara merata, pemerataan kesempatan bersekolah hingga tamat SMA sederajat  dengan  dana  bantuan bagi yang tidak  mampu,  penyusunan  kurikulum sesuai kebutuhan pasar, dan menggalakkan program beasiswa. Disamping itu kesejahteraan guru di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan dan ini berdampak pada kualitas pendidikan itu sendiri.
Meskipun Indonesia memilih populasi nomor empat terbanyak di dunia namun dari sisi kualita Masalah Kualitas Penduduk Indonesia
Petani Indonesia mayoritas masih tradisional
2. Tingkat Kesehatan Rendah
Tingkat  kesehatan  yang  rendah  ditandai  dengan  angka  kematian  kasar  (CDR) yang  tinggi yakni >20 dan angka  harapan  hidup  yang  rendah.  Solusinya  adalah melaksanakan   program  jaminan   kesehatan   masyarakat,   pelayanan   kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, memberikan kemudahan akses di bidang kesehatan, pemerataan   pelayanan   kesehatan, memproduksi obat generik denganharga terjangkau,  perencanaan  tata  ruang  wilayah  yang  sehat,  dan  menjalin kerja  sama dengan   badan   kesehatan   dunia  (WHO)  dalam   melaksanakan  Pekan   Imunisasi Nasional (PIN), standardisasi obat dan makanan serta peningkatan gizi masyarakat. Sistem jaminan kesehatan di Indonesia juga kini defisit dan membebani negara. Jika tidak dicarikan jalan keluar maka kualitas kesehatan Indonesia bisa semakin menurun.

3. Tingkat Kemakmuran Rendah
Tingkat kemakmuran yang rendah ditandai dengan 37, 5 juta jiwa penduduk masih hidup  di  bawah  garis  kemiskinan.  Padahal  Indonesia  kaya  sumber  daya  alam, tetapi  modal dan teknologi penduduk masih sangat terbatas. Solusinya adalah melaksanakan  pendidikan  keterampilan  khusus, dan  menetapkan  standar  upah sesuai biaya hidup layak. Kapitalisme membuat aliran modal lebih banyak dikuasai asing dan orang-orang tertentu saja. Hal ini membuat perputaran uang hanya berpusat pada konglomerat-konglomerat penguasa modal. Rakyat kecil semakin sengsara ditengah inflasi yang semakin terus meroket.

4. Mata pencarian dominan petani
Mata pencarian penduduk dominan tergantung pada alam dan hanya mengandalkan otot  sehingga  penghasilan  pun  kurang  memadai.  Solusinya  adalah  melaksanakan program  keterampilan  dengan  teknologi  tepat  guna  bagi  petani,  nelayan,  dan peternak,  dan  menggalakkan  pendidikan  kreatif  sehingga  tidak  perlu  mencari pekerjaan tetapi lebih menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Petani Indonesia masih banyak yang tidak punya lahan alias petani gurem. Mereka hanya diupah kecil dan tidak memiliki modal pengetahuan yang cukup untuk menjadi petani modern.

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 20 January 2018

Menghitung Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Angkatan kerja membutuhkan lapangan pekerjaan namun pada umumnya baik di negara berkembang maupun negara maju, laju pertumbuhan penduduk lebih besar dibandingkan laju penyediaan lapangan kerja, iya gak?. Dampaknya adalah dari sekian banyak angkatan kerja sebagian tidak bekerja atau menganggur. 

Dengan demikian pengangguran berkaitan erat dengan kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat. Semakin banyak lapangan kerja yang tersedia di suatu negara maka semakin besar pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktif. Sebaliknya semakin sedikit lapangan kerja maka semakin tinggi tingkat pengangguran.

Dalam analisas ekonomi, kita perlu mengetahui derajat partisipasi angkatna kerja dengan penduduk usia kerja. Sebagian dari penduduk usia kerja menjadi ibu rumah tangga, penduduk yang masuk sekolah atau penerima pendapatan yang digolongkan ke dalam penduduk bukan angkatan kerja. Rumus tingkat partisipasi angkat kerja adalah sebagai berikut

Angkatan kerja membutuhkan lapangan pekerjaan namun pada umumnya baik di negara berkembang Menghitung Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Rumus Tingkat Partisipasi Angakt Kerja

Contoh soal
Jika diketahui jumlah angkatan kerja di Indonesia 112 juta jiwa dan jumlah penduduk total adalah 224 juta jiwa maka berapakah tingkat partisipasi angkatan kerjanya?

TPAK = 112 juta x 100% = 50%
              224 juta

Untuk menciptakan lapangan kerja yang banyak maka sangat bergantung pada besarnya tabungan nasional yang diinvestasikan. Sementara tabungan nasional sangat bergantung pada pendapatan nasional. Pendapatan nasional yang tinggi memungkinkan pembentukan modal yang lebih besar melalui tabungan. Tabungan tersebut memungkinkan terjadi pembentukan investasi yang mengakibatkan perluasan dan penciptaan usaha. Saat ini di era industri kreatif, media sosial menjadi salah satu pendongkrak lahirnya wiraswasta baru yang akan mengurangi kekurangan lapangan kerja.

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 3 October 2016

Penyebab Baby Boom Indonesia 1950

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Saat ini jumlah penduduk Indonesia meningkat tajam dan berada di angka 250 jutaan. Tapi tahukah kamu bahwa sejak kapan pertumbuhan penduduk Indonesia melonjak tajam?.  Sebenarnya sebelum era kemerdekaan, jumlah penduduk Indonesia masih kategori jarang. Pertambahan penduduk mulai tidak terkendali sejak adanya fenomena Baby Boom pada tahun 1950an. Mengapa Baby Boom terjadi di Indonesia pada tahun 1950an?. Berikut ini analisa sejarahnya:

Pada tahun 1950an, Indonesia baru saja mengawali era kemerdekaannya. Negara pada masa itu hanya fokus pada usaha memertahankan kemerdekannya sehingga masalah kependudukan masih belum menjadi fokus utama program pemerintah. Keadaan politik yang masih belum stabil ditambah masih adanya invasi militer membuat negara tidak terlalu memikirkan masalah penduduk. 
Saat ini jumlah penduduk Indonesia meningkat tajam dan berada di angka  Penyebab Baby Boom Indonesia 1950
Piramida Penduduk Indonesia 2016, pic: populationpyramid
Pada masa ini, ideologi masyarakat juga masih tradisional yaitu menganggap bahwa banyak anak banyak rezeki. Oleh karenanya banyak keluarga yang masih belum mapan secara ekonomi memiliki anak yang banyak.

Pada awal kemerdekaan ini jumlah penduduk Indonesia masih jarang dan tidak nampak adanya kepadatan penduduk yang tinggi. Lahan-lahan masih luas dan terhampar.

Laju pertambahan penduduk tersebut ternyata masih berlangsung sampai sekarang tetapi hanya diperkecil beberapa persen saja yaitu menjadi 1,5 %-2% per tahun. Pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi terlihat pada tahun-tahun berikut :tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa, pada tahun 1980 menjadi 146,9 juta jiwa, pada tahun 1990 menjadi 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebesar 203,5 juta jiwa, dan pada tahun 2005 sudah menjadi lebih dari 230 juta jiwa. Selain itu, program KB belum sepenuhnya berhasil. Program KB berhasil di beberapa tempat tetapi di tempat lain KB belum terlaksana dengan baik seperti didaerah pedesaan yang jauh dari lingkungan kota dan desa yang berada di daerah pedalaman.

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 29 November 2014

Bonus Demografi Indonesia dan Dampaknya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Kalian tau berapa jumlah penduduk Indonesia saat ini?Menurut data sensus terakhir pada tahun 2010 total penduduk
Indonesia adalah jika dibulatkan adalah 237 juta jiwa. Angka tersebut bertambah sekitar 20 juta dibanding sensus tahun 2000. Dengan demikian pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 1,49 persen setiap tahunnya. Jika dilihat secara kasat mata maka angka tersebut sejatinya merupakan potensi yang sangat besar bagi pembangunan di Indonesia. Baca juga: Fokus kerja geografer jaman now
Trend Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Akhir-akhir ini muncul istilah "Bonus Demografi" dalam dunia kependudukan Indonesia. Lalu apa yang dimaksud bonus demografi tadi?apakah menguntungkan atau merugikan?mari kita diskusi bersama-sama untuk memecahkan istilah tadi. 

Bonus Demografi merupakan suatu istilah yang menunjukkan sebuah fenomena dimana populasi penduduk suatu negara banyak diisi oleh penduduk usia produktif. Dengan dasar itulah pemerintah menganggap hal tersebut merupakan potensi yang luar biasa yang dapat dioptimalkan sepenuhnya bagi peningkatan pembangunan Indonesia khususnya menuju Indonesia Emas di Ulang tahun kemerdekaan ke 100 nanti. Namun apakah benar bonus demografi tersebut dapat dikelola dengan maksimal oleh pemerintah sehingga di Ulang Tahun Indonesia ke 100 nanti akan banyak pemimpin-pemimpin baru yang tangguh dan Indonesia menjadi negara yang maju?. Kita tentunya harus optimis sebagai pemuda Indonesia agar nanti dapat bahu-membahu mendorong percepatan pembangunan di Indonesia. Baca juga: Ciri wilayah suburban fringe
Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat merubah Bonus Demografi tadi menjadi sebuah Bencana Demografi. Bagaimana tidak sekarang ini kita lihat berbagai persoalan kependudukan Indonesia begitu kompleks baik dilihat dari sisi kuantitatif maupun kualitatif. Dari sisi kuantitatif, penduduk Indonesia tidak tersebar secara merata dan banyak terpusat di Pulau Jawa khususnya kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Hal ini tentunya akan menyebabkan kutub pertumbuhan penduduk hanya akan berkutat di daerah itu saja. Alhasil pesatnya pembangunan hanya akan berada di Jawa sedangkan di daerah lain kurang berkembang. Jadi dari segi kuantitas, penyebaran penduduk Indonesia yang tidak merata merupakan sebuah persoalan yang harus segera dipecahkan. Baca juga: Pengertian pendekatan kewilayahan
Kepadatan Ibukota Jakarta
Dari sisi kualitatif, ini berkaitan dengan mentalitas, karakter dan kompetensi penduduk Indonesia itu sendiri. Mentalitas koruptor, menggunjing, tidak patuh, cari jalan pintas dan lainnya masih melekat dalam diri penduduk Indonesia. Ini tentunya akan menghambat pembangunan itu sendiri. Contoh sederhana seperti ini saja, masyarakat Jakarta menginginkan Jakarta bebas banjir lalu gubernur berusaha melakukan perbaikan sungai dan waduk namun mereka tetap buang sampah ke sungai kemudian ketika ada pembongkaran bangunan liar tepi sungai mereka protes bukan main padahal jelas melanggar. Ya, sama aja bohong jika sifat penduduk kita masih seperti itu, ingin segala sesuatu instan tanpa proses dan pengorbanan. Ini memang sesuai dengan apa yang ditulis oleh Koentjaraningrat mengenai sifat/mentalitas masyarakat Indonesia. Baca juga: Konsep trickle down effect
Jadi itulah persoalan kompleks yang sedang menghinggapi kependudukan di Indonesia. Sekiranya dunia belum kiamat, masih ada harapan untuk berubah mulai dari diri kita sendiri. Tentunya kita ingin melihat penduduk Indonesia memiliki pola pikir seperti negara maju dan tidak selamanya seperti ini. 
Jadi menurut saya ada beberapa hal yang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi bencana demografi ini.
  • Adanya revolusi karakter penduduk melalui pendidikan yang berkelanjutan dan handal, Ini merupakan tanggung jawab pendidikan Indonesia karena dengan pendidikanlah manusia dapat dibentuk menjadi apa pun. Diperlukan guru-guru yang tangguh, handal dan mampu menjadi teladan yang baik baik peserta didiknya. Kesejahteraan guru juga harus memiliki standar agar mereka dapat bekerja dengan maksimal. 
  • Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, percepatan pembangunan di luar Jawa merupakan hal yang menjadi prioritas agar daerah lain tidak tertinggal jauh dari Jawa. Pembangunan yang merata tentunya akan menghasilkan kutub-kutub pertumbuhan baru yang nantinya memancing penduduk lain untuk datang dan bekerja. Sehingga tanah impian bukan hanya di Jawa saja melainkan di seluruh pelosok negeri ini.
  • Program televisi yang mendidik rakyat bukan memberi contoh negatif, tidak dipungkiri lagi TV merupakan salah satu media pembentuk karakter yang paling cepat saat ini selain internet tentunya. Kita lihat program-program televisi Indonesia tidak variatif dan hanya menonjolkan sisi bisnis dan jarang sekali yang menunjukkan sisi positif bagai masyarakat. Bandingkan dengan di luar negeri sebut saja BBC, National Geographic Channel dan lainnya. Program tersebut memberikan edukasi-edukasi bagi masyarakat mengenai teknologi, science dan ilmu lainnya. Beda halnya dengan Indonesia yang dijejali sinetron, lawakan tidak cerdas, berita gosip negatif dan lainnya. Ini tentunya harus segera dibenahi jika kita ingin berubah menjadi negara maju. Baca juga: Peta skala kecil, sedang dan besar
Sumber dan Gambar
Badan Pusat Statistik

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.