Showing posts with label Biografi (Sirah). Show all posts
Showing posts with label Biografi (Sirah). Show all posts

Tuesday, 3 June 2014

Khalid (Penemu Minuman Kopi)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

 sedang merawat kambing di wilayah Kaffa di Ethiopia selatan Khalid (Penemu Minuman Kopi)
Seorang pengembala Arab bernama Khalid sedang merawat kambing di wilayah Kaffa di Ethiopia selatan, ketika ia melihat binatang itu menjadi lebih bergairah setelah makan “kacang” tertentu. Ia merebus “kacang” untuk membuat kopi pertama. Jejak pertama pada abad ke-9 minuman kopi adalah terungkapnya “kacang” tersebut diekspor dari Ethiopia ke Yaman di mana para sufi meminumnya untuk tetap terjaga sepanjang malam untuk berdoa pada acara-acara khusus. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajah (tamu pendatang) yang kemudian kopi pun disukai oleh seluruh kerajaan.

Pada abad ke-13 "kacang" yang disebut kopi tersebut tiba di Mekah dan Turki, dan barulah di abad ke-15 masuk juga Eropa tepatnya ke Venesia, Italia pada tahun 1645.

Kopi dibawa ke Inggris pada 1650 oleh seorang Turki bernama Pasqua Rosee yang membuka kedai kopi pertama di Lombard Street di kota London. Bahasa Arab kopi adalah “qahwa” pengucapannya menjadi “kahve” dalam bahasa Turki, maka di Italia karena orang barat sulit melafalkan bahasa arab maka disebut “caffe” dan kemudian bahasa Inggris disebut “coffee”. (Ya sama spt lidah org Indonesia yg ga bisa ngomong freeman (laki2 bebas) malah jadi Preman hehehe)

Kopi masa ke masa
  • 1000 SM Kopi mulai dikenal oleh suku Galla di Afrika Timur.
  • >5 M Kopi sudah dikenal di pelosok Ethopia
  • 700-1000 M Kopi dikenal pertama kali oleh bangsa Arab sebagai minuman energi (untuk begadang). Penyebaran kopi dimulai saat itu bersamaan dengan penyebaran Islam. Sumber kopi pertama di Mocha salah satu derah di Yaman.
  • 1000 M Ibnu Sina menyelidiki zat kimiawi kopi, dokumennya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah kopi dari ilmu kedokteran dan kesehatan.
  • 1400 M Penyebaran kopi dan kedai kopi pesat di jazirah Arab, terutama Mekkah dan Madinah.
  • 1453 M Kopi diperkenalkan di Konstantinopel oleh bangsa Turki (kekhalifahan Ottoman). Kedai kopi yang pertama kali tercatat di sana bernama Kiva Han, dibuka tahun 1475.
  • 1600 M Paus Clement VIII, menegaskan untuk mempertimbangkan bahwa ‘budaya ngopi’ merupakan sebuah bid’ah, ‘budaya luar’ yang dapat mengancam (infidel) dan karena itu berdosa bagi yang meminumnya. Namun kemudian ia mengizinkan jika ‘ngopi’ menjadi bagian (alternatif) dari makanan/minuman yang halal dimakan oleh seorang Kristen. Pada tahun itu juga, kopi dibawa dari Mekkah ke jazirah India (Asia kecil) oleh orang yang bernama Baba Budan ketika pulang haji dari Mekkah.
  • 1616 M Kopi dibawa dari Mocha (Yaman) ke Belanda.
  • 1645 M Kedai kopi pertama dibuka di Venice, Italia.
  • 1650 M Kedai kopi pertama dibuka di negeri Kristen (Christendom) tepatnya di Oxford.
  • 1658 M Belanda membuka kebun pertama di Ceylon (Srilanka)
  • 1668 M Kedai kopi ‘Edward Lloyd’s’ dibuka di London. Dari kedai kopi inilah kemudian Edward membuka perusahaan asuransi paling terkemuka di dunia Lloyd of London Insurance.
  • 1668 M Kopi mulai dikenal di Amerika Utara.
  • 1669 M Kedai kopi dikenalkan di Paris oleh duta besar Turki kepada raja Louis XIV.
  • 1670 M London gandrung kopi. Kedai kopi dibuka di setiap sudut London. Kopi mulai diperkenalkan di Jerman. Di Brasilia, penanaman kopi di mulai. Jenis kopi yang ditanam adalah Coffea Arabica Lind.
  • 1674 M Petisi Perempuan menentang kopi dikeluarkan di London.
  • 1675 M Hidangan teh (tea house) mulai dikenalkan di Belanda. Sebelumnya yang ada cuma sajian minuman bir/malt.
  • 1675 M Raja Charles II menutup seluruh kedai kopi di London, tuduhan utamanya adalah kedai kopi sebagai tempat pemufakatan makar.
  • 1679 M Ahli kimia di Marseilles, Prancis memberikan kesaksian bahwa kopi merusak dan membahayakan kesehatan.
  • 1679 M Kedai kopi pertama dibuka di Hamburg, Jerman.
  • 1688 M Lebih dari 800 kedai kopi dibuka di daerah Soho (Inggris). Terutama oleh pelarian Kristen Calvinis dari Prancis (Huguenots).
  • 1689 M Café khas Perancis pertama dibuka, bernama Café de Procope-walau dengan suasana krisis setelah pengumuman kopi merusak kesehatan.
  • 1696 M Kedai kopi pertama bernama The King’s Arms dibuka di New York.
  • Seorang warganegara Belanda bernama Zwaardecroon, membawa beberapa benih tanaman dari Mekkah ke Bogor, Indonesia. Dan, menjadi tanaman komoditas terpenting di Hindia Belanda.
  • 1706 M Kopi Jawa diteliti Belanda di Amsterdam.
  • 1714 M Kopi Jawa hasil penelitian, oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh raja Louis XIV.
  • 1720 M Kedai kopi Florian bertahan buka di Florence.
  • 1723 M Gabriel du Clieu membawa biji kopi dari Prancis ke Martinique.
  • 1727 M Francisco de Mello membawa biji kopi dari Prancis untuk ditanam di Brazil.
  • 1730 M Inggris menanam kopi di Jamaica.
  • 1732 M Johann Sebastian Bach membuat komposisi Coffee Cantata, di Leipzig. Kantata ini menggambarkan perjalanan spiritual yang juga sebagai parodi atas ketakutan orang Jerman terhadap pesatnya popularitas kopi di German (bangsa Jerman penggemar bir)
  • 1777 M Raja Jerman (Prussia) mengumumkan kritikan dan pelarangan atas kopi, dan mengumumkan bir sebagai minuman nasional Jerman Raya.
  • 1790 M Kedai kopi awal khas British menghilang perlahan tergantikan oleh kedai beer (tavern).
  • 1802 M Cafe sebagai kata yang menunjukkan tempat mulai diperkenalkan di Inggris (sebelumnya coffee house). Kata ini berasal dari kata Prancis ‘eafé’ dan hampir seakar dengan bahasa Italia ‘caffe’. Café menunjukan sebuah tempat yang merupakan restoran dengan menu utama minuman kopi.
  • 1809 M Kopi impor dari Brazil pertama kali masuk pasar Amerika di Salem, Massasuchet.
  • 1820 M Zat Caffeine dalam minuman kopi ditemukan berbarengan oleh tiga penelitian berbeda – dan, tentunya masing-masing peneliti itu bekerja sendiri-sendiri – yang dilakukan oleh Runge, Robiquet, Pelletier dan Caventou
  • 1822 M Prototip dari sebuah mesin kopi espresso dibuat di Prancis.
  • 1839 M Kata ‘Cafetaria’ diperkenalkan sebagai kata hibrida (gabungan) dari Meksiko, Spanyol Dan Inggris.
  • 1859 M Michael Thonet’s Vienna Café chair No. 14 (bangku kedai kopi khusus diperkenalkan pertama kali sebagai ‘bangku yang cocok digunakan sambil menghirup kopi’.
  • 1869 M Cofee leaf rust (jamur kopi) pertama kali diketemukan di Srilanka dan tanaman kopi di Asia.
  • 1873 M Kopi dalam kemasan secara massal diperkenalkan pertama kali di Amerika oleh John Arbukle.
  • 1882 M Dibentuk The New York Coffee Exchange
  • 1869 M Berjangkit suatu penyakit jamur di seluruh Asia yang menyebabkan kerusakkan dari kopi berjenis Coffea Arabica Lind yang waktu itu banyak ditanam di Asia. Hingga pada tahun ini orang mulai menanam bermacam-macam jenis kopi yang banyak terdapat di daerah Congo.
  • 1904 M Mesin espresso dibuat modern oleh Fernando Illy.
  • 1906 M Brazil menaikkan harga kopi setelah menciptakan harga (kurs) tetap untuk komoditas kopi.
  • 1910 M Jerman membuat kopi decaf (pengurangan zat caffein pada kopi seminimal mungkin) Dan diperkenalkan ke Amerika dengan nama Dekafa.
  • 1911 M Pedagang kopi di Amerika membentuk Asosiasi Kopi Nasional.
  • 1915 M Pyrex ditemukan. Pertama kali dipakai sebagai lampu penerangan terutama di perusahaan kereta api sebagai penutup lampu yang tahan panas dan cuaca ataupun benturan fisik. Mulai diperkenalkan sebagai alat dapur, sebagai pengganti kaca. Kedai kopi menggunakan pyrex sebagai gelas tahan panas.
  • 1920 M Kedai kopi ‘baru’ booming di Amerika.
  • 1925 M Vienna Café chair No. 14 diikutkan dalam pameran L’esprit Nouveau di Perancis oleh Le Corbusier. Sampai tahun 1933 bangku model ini diproduksi lebih dari 50 juta.
  • 1927 M Mesin kopi espresso pertama kali diperkenalkan di Amerika. Kedai kopi pertama yang memakai ‘La Pavoni’ di New York. Mesin ini didesain khusus oleh arsitek ternama Italia Gio Ponti.
  • 1928 M Federasi Kopi Kolumbia dibentuk.
  • 1930-1944 M Brazil memusnahkan 78 juta kantong kopi untuk menstabilkan harga.
  • 1938 M Cremonesi membuat pompa piston yang dapat menyemprotkan air panas dengan keepatan tinggi untuk menyeduh kopi.
  • 1938 M Nestle menemukan kopi instan di Brazil, Nestle sampai saat ini merupakan penghasil kopi instan terbesar di dunia.
  • 1939-1945 M Pasukan Amerika membawa kopi instan dalam perang dan memperkenalkannya ke seluruh dunia.
  • 1942 M Kopi menjadi barang yang disimpan secara sembunyi-sembunyi. Di Inggris pada masa ini kopi dijatah pada jumlah tertentu.
  • 1946 M Pabrik Gaggia memproduksi mesin Capucinno secara komersial untuk pertama kali. Kata Capucinno berasal dari warna jubah pendeta Capucin (aliran Francisian-1529).
  • 1948 M Achille Gaggia menemukan mesin kopi espresso secara massal di Milan.
  • 1952 M Mesin Gaggia diimpor ke Inggris. Pada tahun ini kedai kopi setelah perang dunia kedua untuk pertama kali dibuka di London di bulan Juli.
  • 1953 M Bar Espresso menyebar di seluruh Soho. Yang pertama kali adalah Mocha di jalan 29 Frith Street.
  • 1954 M Pembatasan kepemilikan sejumlah komoditi seperti kopi berakhir dengan berakhirnya masa transisi perang dunia kedua.
  • 1957 M Catherine Uttley mendaftar ada 200 bar kopi di London. Mulai banyak yang bar kopi yang memakai plastik mulai dari peralatan dapur, makan, lantai sampai furnitur.
  • 1960 M Bar kopi tercatat bertambah dua kali lipat dari 1,000 menjadi 2,000 di seluruh Inggris, terbanyak di London, sekitar 500 buah.
  • 1962 M Puncak dari konsumsi kopi per kapita di Amerika, 3 cangkir per orang per hari.
  • 1962 M Perjanjian Internasional mengenai perdagangan kopi dibuat, tujuannya mengontrol harga.
  • 1964 M Bar kopi sekarat di Inggris, tergantikan oleh restoran dengan berbagai hidangan.
  • 1970 M Mokha café tutup setelah dikomplain sinis oleh penulis Amerika William S Burrough.
  • 1971 M Gerai Starbuck pertama dibuka di Seattle.
  • 1973 M Fair Trade Coffee pertama kali diimpor ke Eropa dari Guatemala.
  • 1975 M Brazil menderita karena gagal panen, harga kopi dunia meroket.
  • 1989 MPerjanjian Kopi Internasional gagal menstabilkan harga. Dalam sejarah perdagangan kopi turun ke tingkat yang paling rendah.
  • 1990 M Beberapa kedai kopi tutup karena penataan ruang (redevelopment) di Inggris. Diperkenalkan organic coffee yang menjadi primadona di pasar kopi dunia.
  • 1998 M Starbuck mencapai 2.000 gerai di Amerika saja. Di seluruh dunia 5.715 gerai. Sedangkan di Indonesia telah dibuka sebanyak 11 gerai. Starbuck memposisikan diri sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.
Perkembangan Kopi di Arab
Dari Ethiophia, kopi dibawa ke Arab oleh seorang bernama Syekh Omar. Pada abad ke-11 bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya. Pada saat itu kopi menjadi minuman utama di Negara-Negara Muslim. Kepopuleran kopi bisa jadi disebabkan oleh dua hal yaitu karena memberikan efek bugar kepada tubuh dan sebagai pengganti minuman khamr/alkohol yang memang dilarang oleh Islam.

Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania, dan India. Kisah pengembaraan umat Muslim tidak terlepas dari kopi, kemanapun orang Muslim menyebarkan agamanya, kopi selalu dibawa. Sehingga pada abad ke-13 kopi sudah menyebar ke Afrika Utara, Negara-Negara Mediterania dan India. Pada abad ke-14 dan 15, budaya minum kopi sudah menyebar di Turki, Mesir, Syiria, Persia.

Sampai abad ke-16 seluruh produksi kopi masih dikuasai Arab. Namun pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Makkah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

Penyebaran Kopi ke Seluruh Dunia
Eropa tidak mengenal kopi hingga abad ke-17 ketika orang-orang Itali untuk pertama kali berhasil membawa biji kopi ke Venezia (1615). Mereka mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki. Kehadiran kopi di Itali segera tercium ke Negara Eropa lainnya. Hingga satu tahun kemudian, Belanda menjadi Negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616. Pada tahun 1650, untuk pertama kalinya Inggris memiliki kedai kopi di kota Oxford. 2 tahun kemudian Inggris sudah memiliki ratusan kedai kopi.

Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke Pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Pada saat itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial Belanda. Di sini Belanda membuka perkebunan kopi di Pulau Jawa dan menjual hasilnya ke Eropa. Penanaman kopi oleh Belanda sukses besar dan Amsterdam menjadi pusat perdagangan kopi se-Eropa hingga abad ke-18.

Pada sekitar tahun 1714-an, Raja Perancis Louis XIV menerima sumbangan pohon kopi dari Belanda sebagai pelengkap koleksinya di Jardin des Plantes. Pada saat yang sama, seorang angkatan laut bernama Gabriel Mathieu di Clieu ingin membawa sebagian dari pohon tersebut untuk dibawa ke Martinique. Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Louis XIV dan sebagai balasannya, ia memimpin sejumlah pasukan untuk menyelinap masuk ke dalam Jardin des Plantes untuk mencuri tanaman kopi. Keberhasilan Gabriel Mathieu di Clieu membawa tanaman kopi ke Martinique merupakan suatu pencapaian yang sangat besar. Hal ini dikarenakan budidaya tanaman kopi di sana cukup baik. Hanya dalam kurun waktu 50 tahun, telah terdapat kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan varietas yang beragam. Progeni inilah yang menjadi salah satu sumber dari kekayaan jenis kopi di dunia.

Pada tahun 1727, pemerintah Brazil berinisiatif untuk menurunkan harga pasaran kopi di daerahnya, karena pada saat itu kopi masih dijual dengan harga tinggi dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit. Oleh karena itu, pemerintah Brazil mengirimkan agen khusus, Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta, untuk menyelinap masuk ke Perancis dan membawa pulang beberapa bibit kopi. Perkebunan kopi di Perancis memiliki penjagaan yang sangat ketat sehingga hal tersebut tidak memungkinkan. Palheta pun mencari jalan lain dengan cara mendekati istri gubernur. Sebagai hasil kerja kerasnya, ia membawa pulang sebuah ember berisi penuh bunga kopi yang diberikan oleh istri gubernur seusai jamuan makan malam. Dari pucuk-pucuk inilah bangsa Brazil berhasil membudidayakan kopi dalam skala yang sangat besar. Pada abad ke-19, Brazil, panen raya kopi. Keadaan ini menyebabkan harga kopi turun drastis dan kopi pun tidak lagi di konsumsi oleh kalangan elit tetapi sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan.


http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_kopi
https://www.facebook.com/notes/ummu-muhammad-al-mufarid/ilmuwan-pertama-di-dunia-itu-dari-ummat-islam-timur-tengah-bukan-dari-eropa-subh/345327455546816

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Sake Dean Mahomet (Memperkenalkan Shampo ke Barat)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.


Siapakah Yang memperkenalkan pertamakali sampo ke dunia Barat? Dialah seorang Muslim dari Benggali (India) bernama Sake Dean Mahomed yang membawa sampo ke daratan Eropa pada tahun 1759.

Dia kemudian memperkenalkan sampo di Inggris dengan membuka“Mahomed`s Indian Vapor Baths” atau “Pemandian wangi gaya India milik Mahomet” di kawasan pelabuhan Brighton. Pemandian ini lebih mirip dengan pemandian gaya Turki atau Turkish Baths dimana ia juga menawarkan pijat terapi kulit kepala atau champi (mengeramas).

Mahomet bahkan kemudian di tunjuk sebagai seorang ahli bedah khusus menyampo bagi raja George IV dan William IV. sejak saat itu para penata rambut di Inggris kemudian mulai membuat sampo dengan cara merebuh sabun batangan dengan air matang yang di bubuhi dengan rempah-rempah untuk membuat rembut berkilaudan wangi.

kedua penemu ini telah mengaplikasikan ajaran Rasullah SAW yaitu:
"kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman"
Kedalam sebuah penemuan yang sangat berguna dalam kehidupan untuk kebersihan dan kesehatan tubuh. Karena dengan sabun dan sampo membuat tubuh kita menjadi lebih bersih , sehat dan wangi.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Khatib (Dokter Penggenal Sabun di Eropa dan Politikus Handal)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkap Ibnu al-Khatib adalah Muhammad bin Utsman Ibnu al-Khatib. Ia lahir pada tahun 713 H. Sejak kecil, al-Khatib sudah akrab dengan ilmu pengetahuan.

Ada suatu peristiwa yang membuat nama al-Khatib terkenal. Saat itu, wabah Demam Hitam (Black Fever) yang merenggut ribuan nyawa sedang menjangkit Eropa. Para rahib Nasrani mengatakan bahwa wabah tersebut adalah penyakit kutukan. Namun, al-Khatib justru tertarik untuk menelusuri dan menelitinya dengan cermat, hingga akhirnya ia menyimpulkan bahwa korban Demam Hitam adalah mereka yang tubuhnya dipenuhi daki karena tidak pernah memakai sabun ketika mandi. Sehubungan dengan hal itu, para tabib Muslim lalu membagikan bahan pembersih tubuh (sabun), yang ketika itu belum dikenal di Eropa, secara gratis kepada masyarakat. Orang Eropa pun menyebutnya "soap", yang sesungguhnya berasal dari bahasa Arab "suf" yang berarti pembersih.

Ibnu al-Khatib adalah seorang dokter sejarah, politikus, pengarang, dan penyair Andalusia. Ia banyak mengarang buku sejarah yang bernuansa Spanyol dan Maroko. Selain itu, ia juga mengarang sejumlah buku catatan perjalanan dan makalah sastra. Sebagai penulis, namanya sangat terkenal disebabkan gaya bahasanya yang bagus dan pembaruannya di bidang bahasa.

Salah satu karya penting Ibnu al-Khatib di bidang kedokteran adalah sebuah buku tentang panyakit sampar. Kelebihan buku ini terletak pada keberanian si penulis memberikan argumentasi yang memuaskan sebagai pembelaan atas pemikiran yang berlawanan dengannya. Teori kedokteran yang dikemukakan Ibnu Khatib dalam buku tersebut bertentangan dengan hadits Nabi. Ia berkatan bahwa seorang Muslim harus memiliki prinsip jika bukti yang diambil dari hadits harus diluruskan atau jika apa yang disampaikan oleh hadits tersebut bertentangan dengan bukti yang terlihat oleh indra. Lewat karyanya tersebut, Ibnu al-Khatib telah memberikan bukti kebebasan berpendapat.

Keberanian Ibnu al-Khatib lainnya terlihat ketika ia menulis sebuah risalah kedokteran yang berjudul Amal man Thabba Liman Habba. Dalam risalah itu, ia menggugurkan berbagai persoalan khilafiyah hingga batas yang sangat jauh. Misalnya, keputusannya untuk memberi obat penguat ingatan karena sebab-sebab sosial menggunakan khamer untuk tujuan kedokteran.


Selain menulis karya kedokteran, Ibnu al-Khatib juga menulis sejumlah karya sejarah, geografi, syair, sastra, tasawuf, dan filsafat. Karyanya yang paling penting dalam sejarah adalah al-Ihalah fi Ahbar Garnalah, sebuah ensiklopedi riwayat hidup para ilmuwan Andalusia secara umum. Buku ini menjadi rujukan Islam paling penting tentang kerajaan Granada dalam hal sejarah para tokoh, sastra, dan peradabannya. Ibnu al-Khatib juga memasukkan riwayat hidupnya sendiri secara lengkap dalam buku itu.

Ibnu a-Khatib adalah penulis dan penyair besar Andalusia. Semua itu tercermin dari karya-karyanya yang kaya ide dan wawasan. Sebagai seorang penyair, gaya bahasanya sangat indah sehingga sulit ditandingi oleh para penyair Andalusia lain pada masa itu. Adapun dalam bidang prosa, Ibnu al-Khatib mengkhususkan diri menulis prosa seputar masalah politik dan surat-surat diplomasi, yang pernah ditulisnya mewakili sang sultan untuk raja-raja di Spanyol dan para sultan di Maroko dan sebuah buku yang berjudul Rayhanah al-Kuttab. Kelebihan buku ini adalah bahasanya yang enak dibaca dan kalimatnya yang singkat. Melalui Rayhanah al-Kuttab kepiawaian Ibnu al-Khatib dalam bidang politik terlihat jelas, pun wawasannya yang jauh ke depan. Ia melihat Andalusia kelak akan hancur karena perbuatannya sendiri. Pada akhirnya, negara tersebut memang hancur oleh hawa nafsu dan fitnah.

Dalam bukunya yang terkenal, Nafth al-Thayyib, al-Maqri al-Til Matsani mengulas tentang sosok Ibnu al-Khatib, syair, dan prosanya yang mengagumkan. Ulasan tersebut ditulisnya dalam dua jilid Nafth al-Thayyibb dari sepuluh jilid yang ada.

Ibnu al-Khatib wafat pada tahun 776 H di Andalusia.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 2 June 2014

Abu Barakat Al-Baghdadi (Filosuf & Pengkritik Ibnu Sina)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Abu’l-Barakat al-Baghdadi dikenal sebagai seorang dokter dan filsuf. Ia dikenal pula sebagai seorang saintis. Nama lengkapnya, Hibat-Allah ibn Ali ibn Malka Abu’l-Barakat al-Baghdadi. Lahir tahun (470 / 1077) –dua puluh tahun setelah Imam Al-Ghazâli lahir di Tus (450/1058-505/1111)– di Balad kurang lebih 10 km dari Kota Mosul Irak sekarang ini. Barakat hidup di abad ke-11 hingga abad ke-12. Ia dilahirkan di sebuah keluarga Yahudi. Laman Muslimheritage dan Wikipedia mengungkapkan, akhirnya Barakat memutuskan untuk memeluk IslamIa memiliki nama julukan, Awhad al-Zaman atau orang ternama pada zamannya.

Julukan ini diyakini terkait dengan profesi Barakat sebagai seorang dokter. Sebab, ia merupakan dokternya para khalifah Baghdad, tempat ia tinggal. Ia juga dokter langganan para sultan dari Dinasti Seljuk. Selain melakukan praktik kedokteran, ia juga mengajar tentang kedokteran.

Saat menjalani profesinya sebagai seorang dokter, Barakat memiliki saingan berat, yaitu seorang dokter Kristen bernama Ibn al-Tilmidh. Di sisi lain, ia pun memiliki teman karib bernama Ishaq bin Ibrahim bin Erza yang menulis sebuah buku berisi kata-kata sanjungan terhadapnya.

Ibn Abi-Usyabi’a in juga menulis sebuah karya yang berisi sejumlah anekdot dan ungkapan, serta daftar sejumlah karya Barakat dalam bidang kedokteran. Ini dianggap sebagai sebuah karya biografi tentang Barakat yang lengkap.

Barakat memiliki sejumlah murid kedokteran. Ia tak hanya dikenal dengan julukannya Awhad al-Zaman, tapi juga memiliki reputasi luas karena karya fenomenalnya yang berjudul Al Kitab al Mu’tabar.

Karya ini berisi esai-esai Barakat tentang filsafat. Dalam esainya itu, ia menguraikan konsep-konsep dasar tentang filsafat alam dengan analisis yang tajam. Kitab ini disusun saat ia mencapai usianya yang matang.

Kitab al-Mu’tabar berisi refleksi-refleksi filosofis Barakat yang dilakukannya dari waktu ke waktu. Terutama, mengenai logika, fisika, ilmu pengetahuan alam, dan metafisika. Ia mengutip pula Kitab al-Shifa yang ditulis cendekiawan Muslim ternama, Ibnu Sina.

Bahkan, dalam beberapa bagian bukunya, Barakat mengutip sepenuhnya kalimat Ibnu Sina. Namun, ia pun menyanggah pemikiran Ibnu Sina dan menguraikan alasan tak sependapat pemikirannya dengan Ibnu Sina tersebut.

Barakat mengenalkan ide-ide alternatif yang menarik. Dan, ide tersebut mengantarkan gaungnya pada perkembangan fisika modern. Seperti, idenya mengenai gerak dan konsep tentang waktu. Pada 1938, seorang ilmuwan, Shlomo Pines, menaruh perhatian besar pada ide inovatif Barakat itu.

Pemikiran Barakat tentang gerak, di antaranya mengenai gerakan proyektil, yang memiliki kaitan dengan perkembangan teknologi pada beberapa abad kemudian. Ini bermula dari perbincangan mengenai bubuk mesiu yang ditemukan di Cina.

Bubuk mesiu tersebut menjadi sangat populer dalam perang Eropa pada abad ke-15. Bubuk ini digunakan pihak-pihak yang bertikai dalam peperangan untuk mendorong proyektil besar, guna menghantam tembok-tembok pertahanan kota yang mereka serang.

Pada pertengahan abad ke-16, para pakar senjata di Eropa mulai mencari cara lain untuk meningkatkan daya jangkau kekuatan artileri mereka. Ada sisi lain dari perkembangan itu yang menjadi sebuah polemik dalam bidang sains.

Sebab, ternyata gerak proyektil yang didorong bubuk mesiu itu tak sesuai dengan konteks doktrin gerak yang diusung oleh Aristoteles. Dalam konteks ini, berdasarkan hukum gerak Aristoteles mestinya proyektil yang dilontarkan jatuh langsung ke tanah.

Pada kenyataannya, proyektil itu justru tak langsung jatuh ke tanah saat terlontar dari selongsong meriam. Sebaliknya, benda tersebut bergerak mengikuti sebuah lintasan melengkung. Bahkan, para pendukung Aristoteles yang paling setia pun melihat cacat doktrin itu.

Kritik terhadap konsep gerak yang diusung Aristoteles, sebenarnya bermunculan sebelum abad ke-15. Banyak cendekiawan termasuk cendekiawan Muslim melontarkan kritik terhadap doktrin gerak Aristoteles.

Misalnya, Joannes Philoponus yang lebih dikenal sebagai John the Grammarian. Kritik itu lalu dikembangkan lebih jauh oleh cendekiawan Muslim Ibnu Sina, Barakat, dan Ibnu Bajja dari Andalusia pada abad ke-12.

Dalam konteks ini, Barakat menyatakan ada tenaga dorong dari meriam untuk melontarkan proyektil. Hingga proyektil itu terdorong dan mencapai jarak tertentu. Bukan seperti yang dilontarkan oleh Aristoteles bahwa proyektil akan langsung jatuh ke bumi.

Hal itu tak akan terjadi, kata Aristoteles, jika ada penggerak yang berhubungan dengan objek yang sedang bergerak. Saat penggerak tak ada, objek itu akan langsung jatuh ke bumi. Pada kenyataannya, proyektil itu tak langsung jatuh, tapi bergerak meniti garis lengkung.

Konsep yang diajukan oleh Barakat dan Ibnu Sina mengenai gerakan proyektil ini, kemudian menjadi acuan pula bagi pengembangan konsep dorongan dan momentum. Terutama, pada pemikiran yang dikembangkan Galileo Galilei pada abad ke-17.

Pemikiran lain Barakat adalah mengenai akselerasi atau percepatan. Ia mengatakan, percepatan gerak benda jatuh disebabkan adanya gaya gravitasi yang menghasilkan kecenderungan alami benda tersebut untuk jatuh.

Konsep pemikiran Barakat digunakan untuk mengantisipasi hukum dasar mekanika klasik. Ia juga menjelaskan, percepatan yang dialami benda berat yang jatuh merupakan kecenderungan alami. Pemikiran dia ini mendorong lahirnya hukum dasar dinamika modern.

Paling tidak melalui pemikiran-pemikiran itu, Barakat telah menyumbangkan banyak ide baru mengenai fisika yang berkaitan dengan gerak. Selain mengemukakan hukum percepatan, dia juga menyatakan gerak itu relatif.

Dalam Kitab al-Mu’tabar, Barakat memberi perhatian atas kondisi yang saling memengaruhi antara kata-kata dan konsep. Misalnya, ia mengembangkan teori inovatifnya tentang waktu. Ini terlontar setelah ia menemukan sebuah kesimpulan.

Menurut Barakat, kata waktu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah konsep fundamental. Ia mengatakan, waktu merupakan sebuah entitas. Ia menegaskan pula bahwa waktu adalah ukuran sesuatu yang terjadi bukan ukuran gerak seperti kata Aristoteles.

Barakat memiliki pula kontribusi pemikiran dalam bidang psikologi. Ia membahas tentang kesadaran diri. Hal ini pernah pula diangkat oleh Ibnu Sina, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ini. Namun, Barakat melakukan kajian lebih dalam.

Setumpuk Karya Barakat

Harus diakui, karya fenomenal Abu’l-Barakat al-Baghdadi adalah Kitab al-Mu’tabar. Karya ini berisikan beragam pemikiran Barakat dalam sejumlah bidang, terutama filsafat dan sains. Namun, ada sejumlah karya lain yang ditulis Barakat.

Di antaranya adalah karya dalam bidang kedokteran. Barakat memang dikenal pula sebagai seorang dokter. Karyanya dalam bidang kedokteran adalah risalah mengenai farmakologi yang berjudul Sifat Barsha’tha, dan berisi resep obat-obatan dari India.

Terdapat tiga salinan karya tersebut yang tersimpan di perpustakaan Turki. Selain itu, ada risalah lain tentang farmakologi yang ditulis oleh Barakat, yaitu risalah yang ia beri judul Tiryaq Amir al-Arwah.

Salinan karya tersebut tersimpan di Perpustakaan Kitapsaraydi Manisa, Turki. Ada pula risalah lain mengenai pemikiran intelektual yang berjudul Maqala fi’l-’Aql. Karya tersebut disimpan di perpustakaan di Iran dan Leipzig, Jerman.

Ada pula risalah Barakat yang diberi judul Risala fi Sabab Zuhur al-Kawa-kib Laylan wa Khafa’iha Naharan. Dalam risalahnya ini, ia menjelaskan mengapa bintang bisa terlihat di langit pada malam hari. Karya ini ditulis untuk menjawab pertanyaan Sultan Muhammad Tapar.

Manuskrip tentang karyanya itu disimpan di perpustakaan di Berlin, Jerman, dan Hiderabad, Pakistan. Juga, ada risalah mengenai kajian astronomi soal piring universal. Risalah ini berjudul Risala fi al-Amal bi al-Safiha al-Afaqiyyah.

Naskah risalah itu tersimpan di perpustakaan di Nidge, Turki. Diceritakan ia mengalami kebutaan di usia tuanya, dan ia meninggal pada tahun 560/1164-5 di Baghdad.

http://mpiuika.wordpress.com/2010/02/11/abul-barakat-al-baghdadi-ilmuwan-besar-dari-baghdad/ http://catatanwongndeso.wordpress.com/2014/03/10/para-ilmuwan-muslim-dan-karyanya/ http://hadyussari.wordpress.com/2011/01/22/studi-klasik-atau-turats-dan-relevansinya-dengan-isu-isu-kontemporer-kasus-abu-al-barakat-al-baghdadi/

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Masawayh (Pengembang Metode Diet)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkapnya Abu Zakariyya Yuhanna Ibnu Masawaiyh, populer dengan julukan Ibnu Masawaiyh, namun orang Barat memanggilnya Mesue. Beliau adalah seorang dokter yang termasyhur pada abad kesembilan Masehi yang telah berperan besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada masanya dengan upaya penerjemahan karya-karya Yunani. Di kalangan bangsawan, sosok Ibnu Musawayh sangat dikagumi karena kemampuan intelektualnya di bidang ilmu pengetahuan kedokteran. Ia pernah bekerja sebagai dokter istana. Ia adalah pelopor dalam meletakkan dasar-dasar farmasi Islam dan berhasil membuat sejumlah simplisia aromatik.

Karirnya sebagai seorang dokter ternama dimulai sejak masa pemerintahan al-Rasyd hingga al-Mutawakkil. Selama bekerja di lingkungan istana, Ibnu Masawayh bersahabat dengan Ibrahim bin al-Mahdi. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu mempunyai minat yang sangat besar terhadap sains Yunani, seperti halnya syair-syair Arab. Mereka berdua memelajari sejumlah terjemahan karya para ilmuwan Yunani secara rutin. Selain itu, Masawayh juga diperkenalkan dengan putra-putra ar-Rasyd, salah satunya adalah Abu al-Abbas Muhammad. Di kalangan istana, Ibnu Musawayh mendapat tempat yang terhormat

Kemasyuran Ibnu Musawayh yang melejit dengan cepat membuatnya dimusuhi sejumlah orang, apalagi posisinya sebagai dokter istana adalah impian setiap ahli. Saat itu, pesaing berat Ibnu Masawayh adalah keluarga dokter Bukhtyashu yang selama 4 generasi telah menjadi dokter keluarga khalifah. Keluarga Buhktyashu memiliki keyakinan yang berbeda. Mereka penganut kepercayaan Nestorian, yang berhubungan dengan ajaran Yunani & mempunyai naskah dari Galen. Mereka juga meyakini bahwa berbagai macam disiplin ilmu, seperti astrologi , kedokteran, & kimia, harus disatukan dalam satu kesatuan tunggal.

Ibnu Masawaiyh telah berhasil mengumpukan sekitar 30 simplisia, lengkap dengan metode pengamatan dan diagnosis fisik terhadap efek farmakologisnya. Ghaliyyah atau pencampuran aromatik juga telah dipraktekkan dalam terapi aromatik dan proses pembuatan parfum. Kamper yang dibawa oleh para pedagang India dari China dijadikan sebagai bahan baku obat. Berbagai rempah-rempah dijadikan bahan penelitian serta dikembangkan menjadi bahan parfum dan bahan dasar ramuan obat herbal.
 Beliau adalah seorang dokter yang termasyhur pada abad kesembilan Masehi yang telah berpe Biografi Ibnu Masawayh (Pengembang Metode Diet)
Ibnu Masawayh tak berhenti dengan hanya mengadakan penelitian terhadap berbagai tanaman untuk dijadikan bahan obat.. Sebagai seorang fisikawan, ia sangat memahami sifat-sifat alamiah dari berbagai tanaman yang dapat digunakan untuk penyembuhan melalui metodologi empiris dan analogi. Penemuannya yang sangat terkenal adalah metode "diet" sebagai metode penyembuhan tanpa obat, sebagaimana termuat dalam bukunya yang berjudul Al-Mushajjar al-Kabir. Pengembangannya pada metode diet telah memberikan alternatif pengobatan dengan cara lain. Pasien-pasiennya sering menganggap dia sebagai dokter spesialis diet. Ia mempelajari secara serius berbagai makanan dan minuman yang dapat mendukung program diet.

Kontribusinya juga terbilang penting dalam bidang pengembangan farmasi dan farmakologi. Salah satu karya Ibnu Masawayh yang terkenal adalah kitab Al-Mushajjar Al-Kabir. Kitab ini merupakan semacam ensiklopedia yang berisi daftar penyakit berikut cara pengobatannya melalui obat-obatan serta diet. Ada dua buah karya penting Ibnu Masawayh berbahasa Arab yang terkenal yaitu an-Nawadir al-Thibbiyya (sebuah kumpulan catatan media), serta Kitab al-Azmina (sebuah deskripsi tentang berbagai ragam musim sepanjang tahun).

An- Nawadir al-Thibiyya adalah sebuah buku kumupulan teori & masalah kedokteran. Selain kedua karya di atas, Ibnu Masawayh juga pernah menghasilkan sebuah karya berbahasa Latin, yakni Mesue. Sebuah karya yang memperoleh penghargaan di Eropa.

Sampai pada abad kelima belas, seorang ahli kedokteran Barat bernama Petrus Gulosinus berpendapat bahwa kitab Mesue mengandung banyak butir-butir mutiara pengetahuan serta memberi kepuasan sebagai sebuah bahan pelajaran. Sebaliknya, terdapat pula beberapa sarjana seperti Lecrere, yang kadang meragukan Ibnu Masawayh dalam kitab Mesue-nya. Namun demikian, para pembacanya di Barat tetap tertarik pada Ibnu Masawayh sebagai seorang dokter praktik yang ulung.

Lebih jauh sebelumnya, ilmuwan Islam lainnya yaitu ar-Razi bahkan memuji jasa-jasa Ibnu Masawayh dalam karyanya Contines. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya rujukan yang dikutip dari bukunya, khususnya tentang praktik-praktik medis di samping dua buah kitab lain yang juga ia gunakan. Kedua kitab tersebut adalah Book of Fevers (Kitab tentang Demam) yang merupakan sebuah duplikat dari karya Hippocrates (Kitab al-Humayyat) dan Kitab al-Adwiya al-Munakkiya. Kedua buku tersebut adalah kitab-kitab karangan Ibnu Masawayh yang juga laris di Abad Pertengahan.

http://ogetto.mywapblog.com/ibnu-masawayh-mengembangkan-metode-diet.xhtml
http://farmatika.blogspot.com/p/tokoh-farmasi.html

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Daud Al-Anthaki (Peletak Studi Terapi & Ahli Psikologi)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Dia adalah Dawud bin Umar Al-Anthaki dan biasa dipanggil dengan nama Al-Anthaqi karena dilahirkan di kota Antakia, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Syiria. Namanya juga banyak disebut dengan beberapa gelar kehormatan sebagai bukti atas derajat dan kedudukannya di kalangan para dokter Mesir dan dokter muslim pada masanya. Salah satu gelarnya adalah Thabib Hazhiq al-Wahid  karena Ia dikenal sebagai seorang tabib yang ahli fisioterapi, meramu obat, & ilmu jiwa.

Syaikh Al-Anthaki dilahirkan dalam keadaan tuna netra. Namun ketunanetraannya tidak menghalanginya untuk menjadi seorang ilmuwan besar. Dia dilahirkan di kota Anthakia Syiria (sekarang sudah termasuk bagian dari negara Turki). Tanggal kelahirannya tidak diketahui secara persis. Dia lalu berhijrah meninggalkan Syiria menuju kota Cairo dan menetap di sana dalam waktu yang cukup lama (pada saat itu Mesir di bawah pemerintahan Utsmani). Pada awalnya dia diangkat menjadi kepala ahli herbal di rumah sakit Al-Manshuri, kemudian menjadi kepala umum di rumah sakit yang sama. Pada akhir usianya dia pindah ke kota Makkah hingga wafat di sana pada tahun 1008 H (1599 M).

Pendidikannya
Al-Anthaki menghafal Al-Qur`an dan belajar agama di tempat kelahirannya. Di tempat ini, dia juga belajar ilmu mantiq, matematika, kedokteran dan bahasa Yunani. Sebagain ahli sejarah mengatakan bahawa Al-Anthaki berangkat ke Turki untuk memperdalam ilmu kedokteran dan farmasi.

Ketika dia tinggal di kota Cairo, dia mempergunakan waktu luangnya di rumah sakit Al-Manshuri untuk mempelajarai buku-buku tentang herbal yang telah ditulis ilmuwan-ilmuwan besar Islam, seperti Al-Kindi, Ali bin Rabn At-Thabari, Ibnul Jazzar, Abu Bakar Ar-Razi, Ibnu Sina, Abu Ar-Raihan Al-Biruni, Al-Ghafiqi, Ibnu Majah, Musa bin Maimun dan Ibnul Baithar. Dia juga mempelajari referensi-referensi Yunani dan Persia untuk mendalami ilmu kedokteran.

Al-Anthaki adalah seorang yang cerdas dan punya ingatan kuat, penulis handal, dan penyayang terhadap saudaranya yang seagama dan seiman. Dari ungkapannya, kita dapat mengetahui sebab yang melatarbelakangi bukunya yang beri judul, "Tadzkirah Ulul Albab." Dia mengatakan, "Ketika saya datang ke Mesir dan saya melihat seorang fakih yang dijadikan sebagai rujukan dalam urusan agama yang menyebabkan orang Yahudi juga ikut memakai wangi-wangian, saya bertekad untuk menjadikannya seperti ilmu-ilmu lain agar kaum muslimin bisa mempelajari dan mengambil manfaatnya."

Syaikh kita ini berakhlak mulia, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, dan selalu menjadi figur dalam ilmu kedokteran. Kenyataan ini dapat kita lihat dalam perkataannya berikut ini:

"Cara pembuatan obat-obatan seperti ini mestinya dihargai dan dihormati. Tidak diserahkan begitu saja kepada orang yang hina sehingga menjadi tidak berharga, juga tidak diserahkan kepada orang miskin sehingga membebani sesuatu yang diluar kemampuannya. Engkau hendaknya berakhlak mulia, sehingga orang-orang dapat menerimamu dengan lapang dada. Jangan engkau besar-besarkan sakit seseorang dan jangan bersenang-senang di sisi orang yang sakit. Janganlah engkau memberitahukan kepada orang lain apa yang tidak disukainya, dan jangan meminta upah. Berikan kepada manusia apa yang bermanfaat darimu, dan berilah pelayanan kepada orang yang berharap kepadamu. Karena apabila kamu telah menyia-nyiakannya, berarti kamu adalah orang yang sia-sia."

Karyanya
Dawud Al-Anthaki menulis buku tentang dasar-dasar kedokteran dan obat-obatan, sebagaimana dia juga menulis buku dalam bidang astronomi, filsafat dan sastra. Selain itu, dia juga memiliki karya berupa sajak dan syair. Adapun karya-karyanya yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  • "Tadzkirah Ulul Albab wa AlJami'LiAl-Ajab Al-Ujab." Buku ini terkenal dengan nama "Tadzkirah Dawud."
  • "Nuzhah Al-Adzhan Fi Ishlah Al-Abdan"
  • "Ki fayah Al-Muhtaj Fi Ilmi Al-Ilaj"
  • "Alfiyah Fi Ath-Thib"
  • "Syarh Ainiyah Ibnu Sina"
  • "An-Nuzhah Al-.Mubhijah Fi Tasyhidz Al-Adzhan Wa Ta'dil Al-Amzijah"
  • "Al-Qawaid Al Mubhirah Fi Al-Baithirah Wa Al-Buzdirah"
  • "Risalah Fi Ilm Al-Hai'ah"

Buku "Tadzkirah Ulul Albab wa Al-Jami' Li Al-Ajab Al-Ujab," yang dikenal dengan nama "Tadzkirah Dawud" adalah karya tulis Dawud Al-Anthaki paling besar dan penting. Sebuah buku besar yang terdiri dari tujuh ratus halaman dengan ukuran kertas besar. Buku ini sangat populer dan menyebar luas pada abad kesebelas Hijriyah dan merupakan acuan dalam dunia kedokteran di kalangan umum. Karena buku ini telah memberikan kemudahan bagi banyak orang dalam mengobati berbagai jenis penyakit biasa tanpa harus memiliki pengalaman dalam mengobati.

Dalam kata pengantarnya, Al-Anthaki berkomentar tentang bukunya dengan mengatakan, "Saya merasa senang bisa menulis satu buku yang masih sangat jarang ditemui dan disusun secara menakjubkan. Bahkan belum pernah ada buku yang seperti ini. Buku ini dapat dipahami oleh orang pintar dan bodoh serta bisa digunakan oleh orang yang cerdas dan idiot. Buku ini tidak berisikan hal-hal yang susah dan rumit untuk dipahami. Buku ini saya tulis semata-mata karena Allah dengan mengharapkan pahala dari-Nya."

Dawud Al-Anthaki berkata dalam kitabnya At-Tadzkirah,''Jintan hitam itu berkhasiat menghentikan lendir dan dahak yg parah, radang kolon (usus) yg menyebabkan susah dalam pembuangan kotoran dan masuk angin, serta rasa sakit pada dada dan batuk-batuk. Ia pun berkhasiat dalam meningkatkan kejantanan serta menghilangkan mual-mual dan mulas, mencegah makanan menjadi rusak dan juga busung air. Mengonsumsi jintan hitam pada pagi hari dapat mencerahkan warna kulit dan meremajakannya. Dan apabila rutin mengonsumsi jintan hitam akan berkhasiat menghancurkan batu dalam kemih maupun ginjal, serta membersihkan kantong empedu.''
Dawud Al-Anthaki membagi bukunya kepada satu muqadiddamah, empat bab dan penutup. Berikut adalah penjelasannya:

Muqaddimah: Al-Anthaki menyebutkan disiplin-disiplin ilmu yang dia bahas dalam bukunya serta menjelaskan hubungannya dengan kedokteran, eksistensi kedokteran, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin menjadi dokter.
Bab pertama: Pengobatan dengan obat-obatan dan herbal.
Bab kedua: Aturan umum yang mengendalikan pembuatan obat dan proses pembuatan berbagai macam obat.
Bab ketiga: Pada bab ini, Al-Anthaki menyebutkan obat-obat yang diracik secara tersendiri dan yang dipadu dengan obat-obat lain berdasarkan huruf abjad.
Bab keempat: Al-Anthaki menyebutkan beberapa penyakit beserta obatnya dan hal-hal lain yang ada hubungannya dengan permasalan tersebut.
Penutup: Al-Anthaki menutup bukunya dengan menyebutkan hal-hal aneh yang dia temui dalam hidupnya atau yang pernah dia baca berhubungan dengan dunia kedokteran

Daud an-Anthaki sering melakukan pengamatan & penelitian terhadap terapi pengobatan. Ia berhasil mengidentifikasi beberapa jenis obat yang dipakai untuk mengobati berbagai penyakit.

Selain melakukan penelitian & menulis buku, al-Anthaki juga pernah membuat sebuah identitias yang dilindungi Undang-Undang. Kartu tersebut berisi sejumlah keterangan, seperti nama, kedudkuan, kegunaan, jenis obat atau terapi. Al-Anthaki juga mengenalkan metode kartu identitas untuk pemeriksaan & pengobatan yang terdiri dari 10 komponen, yaitu nama, bahasa yang dipakai, riwayat kesehatan, penyakit, suhu badan, keluhan yang dirasakan, pengobatan sendiri, pengobtan yang dilakukan bersama orang lain, kemampuan & solusi penyembuhan. Selain hal itu, al-Anthaki menambahkan beberapa keterangan lagi, yaitu jadwal minum obat, cara menyimpan obat tersebut, & tempat memperolehnya. Semua hal itu adalah bukti kepedulian al-Anthaki pada para pasieannya. Ia menangani mereka dengan sangat hati-hati.

Menurut al-anthaki, ilmu kedokteran perlu mendapat penghormatan & proporsi yang tepat. Ilmu kedoktean juga harus berada di tangan orang yang profesional agar bisa memberikan hasil optimal. Sebaliknya, orang-orang yang tidak bertanggung jawab & tidak mampu sebaiknya tidak bekerja di bidang ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehungan dengan hal itu, al-Anthaki berkata,'' Ilmu kedokteran merupakan bagian dari ilmu para raja yang diwariskan di kalangan mereka secara turun-temurun. Ilmu kedokteran tidak pernah hilang dari mereka karena mereka mengkhawatirkan kedudukannya.''

Daud al-Anthaki juga menjelaskan bagaimana ia memilih guru yang tepat yang mampu mengajarkannya ilmu kedokteran. Al-Anthaki lalu menceritakan pengalamannya ketika berada di Mesir. Ia berkata telah melihat seorang ulama, yang menjadi panutan masyarakat & tempat pengaduan bergabagai masalah keagamaan, mengunjungi rumah seorang Yahudi untuk berobat. Sejak saat itu al-Anthaki berniat menjadikan ilmu kedokteran seprti ilmu lainya.

Di sela-sela kesibukannya, al-Anthaki masih sempat menulis sebuah buku setebal 700 halaman. Buku tersebut berjudul Kitab Nafis, yang kemudian dikenal dengan nama Tazkirah Daud. Dikemudian hari, buku ini diberi judul tambahan judul Tazkirah Ulil Alhab wal Jami'lil 'Ajabil Ujjah. Karya ini merupakan salah satu warisan Arab-Islam yang menjadi kebanggan di Perpustakaan Arab.

Sepanjang hidupnya, al-Anthaki menekuni dunia kedokteran & terus mendalami ilmu pengobatan. Ia meninggal dunia pada tahun 1599 (1008 H) di Makkah. Sebelumya, ia sempat menyelesaikan sejumlah monograf ringkas & sebuah karya yang berisi kecaman pedas para filosof yang berjudul Risalah fi Ta'ir wal Ukab. Selain itu, ia juga berhasil menyelesaikan sebuah buku tentang penggunaak astrologi dalam kedokteran. Buku tersebut berjudul Unmudhaj fi 'ilm al-Falak.

http://ogetto.mywapblog.com/daud-al-anthaki-peletak-studi-terapi.xhtml
http://ensiklopedi-alquran.com/index.php/tokoh-tokoh-islam/1776-dawud-al-anthaki

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Al-Jurjani (Penyusun Ensiklopedi Kedokteran)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkap al-Jurjani adalah Ismail bin al-Husayn Zaynuddin Abu’l Fada’il al-Husayni al-Jurjani. Ia adalah seorang bangsawan yang menguasai ilmu kedokteran. Di Barat, ia dipanggil dengan sebutan Gurgan. Dalam dunia kedokteran, nama al-Jurjani berkibar karena sejumlah karya fenomenal yang diciptakannya. Sepanjang hidupnya, ia meneliti berbagai masalah yang menyangkut dunia pengobatan. Secara detail dan terperinci, ia memaparkan masalah kedokteran dengan tujuan agar menjadi acuan para penerusnya.

Salah satu prestasi yang membuat nama al-Jurjani terkenal adalah keberhasilannya menyusun sebuah kamus besar yang berjudul Qamus al-Thib. Karena kelengkapan kamus ciptaannya tersebut, ia pun dijuluki sebagai Bapak Kamus. Di kemudian hari, Qamus al-Thib diterjemahkan dalam bahasa Turki, Urdu, Ibrani, Latin, dan bahasa Eropa lain. Qamus al-Thib menjadi salah satu buku acuan perkuliahan bagi para mahasiswa kedokteran di banyak negara.

Selain menulis kamus, al-Jurjani juga menulis sebuah buku ensiklopedi. Buku yang berjudul Dakhira-i Khwarizm Shahi itu dianggap sebagai buku karangan al-Jurjani yang paling bersejarah. Buku ini merupakan ensiklopedi kedokteran pertama yang ditulis dalam bahasa Persia dan memuat sekitar 450.000 kata. Ensiklopedi tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Turki. Adapun ringkasannya diterjemahkan dalam bahasa Ibrani. Dakhira-i Khwarizm Shahi dianggap sebagai buku sumber informasi teori kedokteran dan farmakologi abad pertengahan. Sebagai sumber farmakologi, buku ini memuat nama-nama tumbuhan dan obat dalam bahasa Persia. Karya ini sangat terkenal di Persia dan India. Satu lagi karya ilmiah al-Jurjani adalah al-Khuffi al-Ala’i. Al-Jurjani menulis bukunya dalam bahasa Arab dan Persia.


Semasa hidupnya, al-Jurjani telah menghasilkan banyak karya bermutu. Beberapa di antaranya bersifat substansial, terutama yang berkaitan dengan dunia kedokteran dan filsafat. Di kemudian hari, karya al-Jurjani dilestarikan dalam bentuk manuskrip. Sebuah risalah singkat berbahasa Arab yang membicarakan masalah kefanaan dunia karya al-Jurjani, al-Risalah al-Munabbiha, telah ditemukan dan digabungkan dalam sebuah buku biografi oleh al-Bayhaqi.

Pada tahun 1110 (504 H), al-Jurjani berangkat ke Khwarizmi dan bermukim lama di sana. Menurut beberapa sumber, al-Jurjani berteman akrab dengan khalifah Khwarizanshah Qutb al-Din Muhammad. Sebagai bukti persahabatan mereka, al-Jurjani mempersembahkan sebuah karyanya yang berjudul Dakhiri kepada sang khalifah. Selain itu, al-Jurjani juga bersahabat karib dengan Afsiz bin Muhammad, yang memberinya semangat untuk menulis sebuah buku kompendium singkat berjudul al-Khuffi al-Ala’a di kemudian hari.


http://blognyadokterarif.wordpress.com/2013/09/21/dokter-muslim-bintang-sejarah-peradaban-islam-4/

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Al-Baitar (Ahli Botani Penemu Hindiba)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkapnya Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi (ابن البيطار‎). Namun salah satu ilmuwan Muslim terbaik yang pernah ada ini lebih dikenal sebagai Ibnu Al-Baitar/Al-Baytar. Dia dikenal sebagai ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada abad pertengahan. Dilahirkan pada akhir abad 12 di kota Malaga (Spanyol), Ibnu Al-Baitar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut.

Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sudah tertanah semenjak kecil. Beranjak dewasa, dia pun belajar banyak mengenai ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Setelah belajar pada Ibn Al-Rumeyya, ia menguasai tiga bahasa sekaligus, Spanyol, Yunani, dan Suriah. Berbekal kemampuan berbahasa inilah, ia mengadakan perjalanan ke beberapa negara untuk mengembangkan ilmu yang diminatinya, botani. Dari sinilah, al-Baitar pun lantas banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

Tahun 1219 dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baitar menyusuri sepanjang pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tidak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun lokasi utama yang pernah disinggahi antara lain Bugia, Qastantunia (Konstantinopel), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia.

Setelah tahun 1224 al-Baitar bekerja untuk al-Kamil, gubernur Mesir, dan dipercaya menjadi kepala ahli tanaman obat. Tahun 1227, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baitar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk banyak mengumpulkan tumbuhan. Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, Al-Baitar berkesempatan mengadakan penelitian tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Saudi Arabia dan Palestina, di mana dia sanggup mengumpulkan tanaman dari sejumlah lokasi di sana.

Karyanya

Sebagian besar buku karya Ibnu al-Baitar berasal dari hasil penelitiannya selama beberapa tahun terhadap berbagai jenis tumbuhan. Tak hanya berisi hasil penelitian, buku tersebut juga di lengkapi penjelasan & komentar panjang. Di kemudian hari, karya-Karya Ibnu al-Baitar menjadi buku rujukan ilmu botani yang sangat penting. Kontribusi Ibnu al-Baitar tersebut sangat mempengaruhi perkembangan ilmu botani & kedokteran selanjutnya, baik di Eropa maupun Asia.

Sumbangsih utama Al-Baitar adalah Kitab Al-Jami’ li Mufradat Al-Adweya wa Al-Aghtheya (dibawa ke Barat dan diterjemahkan menjadi The Complete [book] in Simple Medicaments and Nutritious Items) . Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad 16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta dipublikasikan tahun 1758.


Karya fenomenal kedua Al-Baitar adalah Kitab al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufrada (diterjemahkan di Eropa menjadi The Ultimate in Materia Medica) yakni ensiklopedia obat-obatan. Obat bius masuk dalam daftar obat terapetik. Ditambah pula dengan 20 bab tentang beragam khasiat tanaman yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada masalah pembedahan yang dibahas dalam kitab ini, Al-Baitar banyak dikutip sebagai ahli bedah Muslim ternama, Abul Qasim Zahrawi. Selain bahasa Arab, Baitar pun kerap memberikan nama Latin dan Yunani kepada tumbuhan, serta memberikan transfer pengetahuan.

Tak hanya itu, ada juga Mizan al-Tabib (The Physician’s Balance), Al-Ibana wa Al-I’lam ‘ala ma fi Al-Minhaj min Al-Khalal wa Al-Awham yang merupakan telaah kritisnya atas ilmu farmasi sebelumnya, Minhaj al-Bayan fi ma yasta’meluhu al-Insan yang disusun oleh Abu Ali Yahya ibn Jazla al-Baghdadi (493 H/1100 M) serta juga Al-Af’al al-Ghariba wa al-Khawas al-’Ajiba.

“Catatan-catatan Al-Baytar adalah catatan terpenting dalam dunia tumbuhan dari seluruh periode kejayaan ahli botani, mulai dari masa Dioscorides sampai abadke-16,” ungkap Sarton. Catatan Al-Baytar, kata ahli sejarah ini, seperti kamus atau ensiklopedia lengkap tentang tumbuh-tumbuhan.

Penemu Ramuan Herbal Kanker (Hindiba)
Adalah al-Baitar, seorang ilmuwan Muslim abad ke-12 M yang berhasil menemukan ramuan herbal untuk meng obati kanker bernama Hindiba. Ramuan Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker yang juga bisa menyembuhkan tumor dan ganguan-gangguan neoplastic.


Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage, telah membuktikan khasiat dan kebenaran ramuan herbal Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu. Ia dan sejumlah dokter lainnya telah melakukan pengujian secara ilmiah dan bahkan telah mempatenkan Hindiba yang ditemukan al-Baitar.

Menurut Prof Nil Sari, Hindiba telah dikenal para ahli pengobatan (pharmacologis) Muslim, serta herbalis di dunia Islam. Umat Muslim telah menggunakan ramuan untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia Barat menemukannya, ungkap Prof Nil Sari.

Setelah melakukan pengujian secara ilmiah, Prof Nil Sari menyimpulkan bahwa, Hindiba memiliki kekuatan untuk mengobati berbagai penyakit. Hindiba dapat membersihkan hambatan yang terdapat pada saluran-saluran kecil di dalam tubuh, khususnya dalam sistem pencernaan. Tapi domain yang paling spektakuler adalah kekuatannya yang dapat menyembuhkan tumor ungkapnya.

Untuk melacak khasiat dan ramuan Hindiba, Prof Nil Sari pun melakukan penelitian terhadap literatur pengobatan masa lalu. Ia melacak dua masterpiece ilmuwan Muslim, yakni Ibnu Sina lewat Canon of Medicine serta ensiklopedia tanaman yang ditulis al-Baitar.
Ketika kami melihat teks lama secara lebih dekat, kami melihat adanya kebenaran yang sedikit sekali kami ketahui tentang ramuan tanaman (herbal) di masa lalu,ungkapnya. Dalam teks peninggalan kejayaan Islam itu dijelaskan bahwa Hindiba dan berbagai jenis herbal lainnya dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni herbal yang diolah dan herbal yang tak diolah.

Menurut teks pengobatan kuno, keampuhan pengobatan kanker dengan menggunakan Hindiba didasarkan atas pertimbangan teoritis pengobatan, yakni efek obat-obatan medis beroperasi sesuai dengan sifat dari konstituen. Menurut Prof Nil, konstituen yang dihasilkan dari dekomposisi akan memiliki efek yang disebut energi. Potensi kualitas panas dan dingin dalam sifat obat akan keluar sebagai hasil dekomposisi dalam tubuh.

Komponen aktif komponen alami yang panas akan segera bereaksi. Akan tersebar melalui jaringan secara efektif. Konstituen panas bereaksi sebelum konstituen dingin dan membersihkan hambatan dalam saluransaluran kecil pada bagian tubuh dan memperlancar penyebaran konstituen dingin. Kemudian, unsur dingin itu datang dan mulai berfungsi menjalankan fungsinya.

Dalam risalah kedokteran berbahasa Arab, peninggalan era keemasan Islam, disebutkan bahwa semua jenis pembengkakan seperti kutil atau benjolan telah menyebabkan gangguan pada saluran. Sedangkan kanker digambarkan sebagai massa yang keras. Diidentifikasi sebagai pembengkakan yang keras, kanker berkembang dari kecil kemudian menjadi besar ditambah dengan rasa sakit.

Mengutip catatan Ibnu Sina dalam Canon of Medicine, Prof Nil Sari mengungkapkan, tumor atau kanker, bila di biarkan akan semakin bertambah ukur annya. Sehingga kanker itu akan menyebar dan merusak. Akarnya dapat menyusup di antara elemen jaringan tubuh. Prof Nil Sari menemukan gambaran serupa tentang kanker dalam manuskrip pengobatan di era Usmani.

Menurut Ibnu Sina, tumor digolongkan menjadi dua, yakni tumor panas dan dingin. Tumor yang berwarna dan terasa hangat saat disentuh biasanya disebut tumor panas, sementara tumor yang tidak berwarna dan terasa hangat disebut tumor dingin. Ibnu Sina menyebut kanker sebagai bentuk tumor yang berada di antara tumor dingin.

Khasiat Hindiba diteliti Prof Prof Nil Sari dengan menyajikan data yang mendalam mengenai latar belakang teori percobaan invivo dan invitro dengan sari herbal dari Turki. Ia memulai dari filsafat Turki Usmani, yang berakar dari pengobatan Islam. Dalam karyanya ini, disebutkan bahwa obat Cichorium intybus L dan Crocus sativus L diidentifikasi sebagai alternatif tanaman yang identik satu sama lain yang merupakan komponen aktif untuk pengobatan kanker.

Prof Nil Sari dan rekannya Dr Hanzade Dogan mencampurkan C intybus L dan kunyit (saffron) dari Safranbolu, seperti yang dijelaskan teks pengobatan lama. Yang lebih menarik adalah hasil penelitian laboratorium kami yang menunjuk kan bahwa dari ekstrak C intybus L yang ditemukan menjadi paling aktif pada kanker usus besar, ujar Prof Nil Sari.

Menurut dia, Hindiba terbukti sangat efektif mengobati kanker. Sayangnya, kata dia, pada zaman dahulu, Hindiba lebih banyak disarankan sebagai obat untuk perawatan tumor. Hal itu terungkap dalam kitab Ibnu al-Baitar. Menurut al-Baitar, jika ramuan Hindiba dipanaskan, dan busanya diambil dan disaring kemudian diminum akan bermanfaat untuk menyembuhkan tumor.

Pakar pengobatan di era Kesultanan Turki Usmani, Mehmed Mumin, mengung kapkan bahwa Hindiba bisa meng obati tumor dalam organ internal. Namun, lebih sering dianjurkan untuk perawatan tumor pada tenggorokan. Jika kayu ma nis di campurkan pada jus Hindiba (khu sus yang diolah dengan baik) dapat digunakan un tuk obat kumurkumur serta ber manfaat pula untuk perawatan tumor, sakit dan radang tenggorokan.

Kontribusi Al-Baitar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta pengklasifikasian selama bertahun-tahun. Dan karyanya tersebut di kemudian hari amat mempengaruhi perkembangan ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain yakni kitab Al-Jami baru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahasan dalam kitab ini dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.

Wafat

Ibnu Al-Baitar meninggal di Damaskus pada tahun 1248. Dunia mengenangnya sebagai seorang yang paling berjasa dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, dan berpengaruhpenting dalam perkembangan ilmu botani.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_al-Baitar
http://www.rumahislam.com/tokoh/3-ilmuwan-muslim/3-ibnu-al-baitar.html
http://drise-online.com/ibnu-al-baitar-bapak-botani.htm

http://cahayamalamdibulanjuli.wordpress.com/2010/09/21/al-baytar
http://www.suaramedia.com/sejarah-islam/2009/12/12/warisan-pengobatan-turun-temurun-dalam-peradaban-islam
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Ibn_al-Baytar.JPG

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 29 May 2014

Biografi Ibnu Juljul (Rujukan Pengobatan Herbal)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Namanya Abu Da'ud Sulayman bin Hassan (Arabic: سليمان بن حسان ابن جلجل‎) atau yang dikenal dengan panggilan Ibn Juljul adalah salah satu herbalis sekaligus ahli botani Muslim yang sangat termasyhur pada masanya. Ibn Juljul lahir di Cordoba, Spanyol pada tahun 944.

Sejak kecil dia sangat tertarik dengan ilmu pengetahuan dan banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Pada usia 10 tahun, dia sudah belajar tentang tata bahasa dan tradisi masyarakatnya. Lalu pada usia 15 tahun, dia mulai mempelajari ilmu kedokteran. Padahal pada zaman modern ini, ilmu kedokteran baru dipelajari di bangku kuliah. Karena Ibn Juljul mempelajari ilmu kedokteran pada usia yang sangat dini, pada usia yang relatif muda dia sudah sangat terampil dalam ilmu kedokteran dan pengunaan obat-obatan herbal. 

Menurut catatan sejarah yang dikutip muslimheritage.com , dia pernah bekerja sebagai dokter pribadi Al-Mu'ayyad Billah Hisyam, seorang Kalifah yang berkuasa pada tahun 977-1009 Masehi. Selama masa pemerintahan Kalifah Al-Mu'ayyad, Ibn Juljul banyak menghabiskan waktu untuk mempraktekkan keahlian medisnya dan banyak menulis karya-karya medis.

Ibnu Juljul rupanya sangat tertarik dengan obat-obatan terutama yang berhubungan dengan herbal sebagai obat alami yang banyak diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Selain mempelajari pengobatan herbal, dia juga mempelajari farmasi. Dalam mempelajari pengobatan dia banyak berbagi dan berlatih dengan Albucasis atau Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Al-Zahrawi. Albucasis sendiri merupakan seorang dokter bedah di Cordoba, Spanyol yang menemukan penyakit hemofilia di mana penderitanya jika mengalami luka, darahnya sulit membeku dan terus mengalir. Albucasis juga menuliskan buku yang sangat populer di dunia kedokteran berjudul At-Tasrif liman 'Ajiza 'an at-Ta'lif (Metode Pengobatan).

Baik Ibn Juljul dan Albucasis bekerja dan menulis selama hari-hari terakhir masa kekalifahan di Andalusia ( Spanyol). Menurut catatan seorang ahli sejarah kedokteran yang terkenal di Bagdad yakni Ibnu Abi Usaybi'a, Ibn Juljul menulis sebuah buku sejarah pengobatan yang berjudul Atibba'wa'l Tabaqat al-Hukama. Menurutnya, buku tersebut telah diedit beberapa kali. Buku tersebut dimulai dengan menuliskan riwayat ayahnya yang juga ahli obat-obatan. Setelah itu dia menuliskan para ahli obat-obatan yang sangat terkenal sebagai para pendahulunya di Andalusia. Dia juga menuliskan tentang banyaknya hubungan maupun komunikasi yang baik antara kekalifahan Timur dan Andalusia. Selain itu dia juga menceritakan tentang banyaknya para mahasiswa yang melakukan perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan dan melakukan banyak pelatihan.

Ibn Juljul mempelajari ilmu pengobatan herbal yang dilakukan oleh Pedanius Dioscorides, seorang dokter Yunani kuno, ahli farmasi, dan ahli botani. Dioscorides sering bepergian guna mencari bahan-bahan jamu dari seluruh wilayah Romawi dan Yunani. Dia juga menulis lima jilid buku dalam bahasa Yunani asli. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul De Materia Medica (Masalah-masalah yang berhubungan dengan medis). Berdasarkan ajaran dalam buku milik Dioscorides, Ibn Juljul membuat sebuah karya berjudul Maqalah. Dalam karyanya itu dia menuliskan berbagai macam tumbuhan yang penting bagi obat-obatan termasuk sifat tumbuh-tumbuhan tersebut. Lalu dia juga menuliskan efek dari penggunaan tumbuh-tumbuhan tersebut bagi organ tubuh tertentu. Tumbuh-tumbuhan untuk herbal yang ditulisnya sebanyak 28 berasal dari India atau yang perjalanannya melalui rute perdagangan India, 2 dari Yaman, 2 dari Mesir , 1 dari Ceylan, 1 dari Khwarizm, 2 dari kota yang dekat dengan Cordoba. Dalam bukunya tersebut, dia kadang-kadang menuliskan nama orang yang pertama kali menggunakan tumbuhan tersebut untuk pengobatan atau orang yang menceritakan fungsi dan efek penggunaan tumbuhan tersebut.

Ibn Juljul juga pernah membahas tentang batu Bezoar yang dapat digunakan untuk melawan semua racun. Batu tersebut memiliki warna yang kekuning-kuningan dengan garis-garis putih. Selain itu dia juga pernah membahas Ribas. Dia menceritakan bahwa menurut salah seorang pedagang kepercayaannya, ribas merupakan sejenis sayuran yang rasanya masam. Ribas yang akarnya rasanya sangat masam dapat diperoleh di pegunungan yang tertutup dengan salju. Meskipun daftar pengobatan Ibn Juljul memiliki cerita yang eksotis, namun semuanya mengandung elemen medis.

Rupanya karya herbal Ibn Juljul banyak dipelajari oleh para ilmuwan lain. Beberapa ilmuwan lain yang mempelajari metode pengobatan Ibn Juljul diantaranya seorang ahli botani yang bernama Al-Ghafiqi. Dia mengoleksi beragam jenis tumbuh-tumbuhan yang diperolehnya baik dari wilayah Spanyol maupun Afrika. Selain itu, dia juga membuat catatan yang menggambarkan secara detil tentang jenis-jenis tumbuhan dikoleksinya itu. Bahkan seorang ahli sejarah dari Barat yang bernama George Sarton mengatakan, Al Ghafiqi merupakan ahli botani paling cerdas pada masanya.

Deskripsi tentang tumbuh-tumbuhan yang dibuat Al-Ghafiqi diakui sebagai karya yang paling membanggakan yang pernah dibuat seorang Muslim. Pasalnya karya fenomenal Al-Ghafiqi yang judulnya Al-Adwiyah al-Mufradah memberikan inspirasi kepada Ibnu Baytar untuk meneliti tumbuh-tumbuhan dengan cara sederhana seperti yang dilakukan Al-Ghafiqi.

Abdullah Ibnu Ahmad Ibnu Al-Baitar yang juga salah satu ahli Botani sekaligus ahli obat-obatan di Spanyol pada abad pertengahan juga mengutip empat belas obat-obatan herbal milik Ibn Juljul. Padahal Al-Baitar sendiri merupakan ahli botani yang hebat, dia mengoleksi dan mencatat 1.400 jenis tanaman obat yang diperolehnya saat menjelajahi daerah pesisir Mediteranian dari Spanyol ke Suriah. Salah satu karya Al-Baitar yang paling termasyhur berjudul Al-Mughani-fi al Adwiyah al Mufradah.

Dari banyaknya para ahli botani dan medis yang mengutip karya Ibnu Juljul menunjukkan bahwa karya Ibn Juljul tentang pengobatan herbal jelas teruji oleh waktu dan sangat berguna dan bernilai bagi para cendekiawan dan praktisi herbalis baik di wilayahnya sendiri, Andalusia maupun di luar negeri seperti di Maroko. Ibn Juljul menggunakan dan menghormati karya-karya herbal kuno dari Yunani. Namun dia membuat pengembangannya sendiri, bahkan yang sebelumnya tidak pernah ada di Yunani. Kontribusi terhadap dunia medis sangat berharga bagi penggunaan tanaman obat selanjutnya, bahkan di dunia modern ini.

Pentingnya Mempelajari Tanaman Dalam Dunia Islam
Pengetahuan tentang tanaman untuk obat-obatan merupakan salah satu ilmu yang penting bagi dunia Islam sebab Al Qur'an memberikan dorongan yang kuat yang menginspirasi para ahli botani Muslim untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan herbal. Tanam-tanaman yang indah dan memiliki fungsi untuk pengobatan merupakan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah SWT.


Terinspirasi oleh iman mereka, para ilmuwan Islam mempelajari pengetahuan tentang tanaman, termasuk metode pertumbuhan tanaman tersebut, juga kegunaan tanaman. Para ahli botani Muslim mengetahui bagaimana menghasilkan buah baru dengan cara mencangkok tanaman. Mereka juga menggabungkan antara tanaman semak mawar dengan pohon almond agar menghasilkan bunga yang langka dan cantik.

Kebun raya botani berisi dengan berbagai jenis tanaman, baik tanaman asli daerah yang cantik dan eksotis maupun dari luar daerah. Tanaman-tanam tersebut dibudidayakan dengan baik. Tanaman itu ada yang dinikmati keindahan dan keharuman bunganya, ada yang digunakan sebagai sayuran yang dimasak, ada juga yang penting untuk keperluan obat-obatan. Yang jelas, Allah SWT menciptakan berbagai macam tanaman untuk kepentingan manusia dan keseimbangan alam. Sehingga manusia berkewajiban merawat dan memelihara tanaman. Oleh karena itu ilmu tentang tumbuhan penting dipelajari oleh umat manusia.


Secara khusus, para ahli botani Muslim tersebut berhubungan dengan tanaman dalam berbagai cara, termasuk penelitian mereka dari perspektif filologis, tetapi fokus yang paling penting bagi mereka adalah kemampuan tanaman tersebut untuk menyembuhkan penyakit. Dari berbagai macam penelitian terhadapan fungsi tanaman inilah lahir ilmu tentang herbal.

Menurut sejumlah catatan sejarah, dalam literatur Islam abad pertengahan, kehidupan tumbuh-tumbuhan sangat erat terkait dengan filologi, ilmu kedokteran serta agronomi. Selain itu, tanaman juga sering dibahas dalam karya filsafat, magis, geografis. Maupun karya-karya ensiklopedik.

Sejak Al-Al-Asma'i (740-828 M), seorang ilmuwan yang terkenal dari Basra pada masa kekalifahan Harun Al Rasyid menuliskan Kitab al-nabat wa-'l-shajar maka para ahli botani tidak merasa ragu-ragu lagi menggunakan istilah botani. Para filolog menggambarkan tanaman secara sistematis. Tanam-tanaman kemudian digolongkan menurut jenisnya. Ada tanaman yang dimasukkan ke dalam golongan pohon, bunga, sayur-sayuran, semak-semak. Bahkan pohon juga dapat dibagi menurut kualitas yang dapat dimakan dari kulit dan biji buah-buahan mereka.

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Jazla (Penulis Buku Obat-Obatan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 21 May 2014

Biografi Abdul Latief Al-Baghdadi (Speasialis Ahli Anatomi)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkap Abdul Latief al-Baghdadi adalah Muwaffaq al-Din Muhammad 'Abd al-Latif ibn Yusuf al-Baghdadi (Arabic: موفق الدين محمد عبد اللطيف بن يوسف البغدادي‎; 1162–1231). Dia biasa dipanggil dengan Ibnul Lubad dan Al-Baghdadi. Ia dilahirkan pada tahun 557 H/1162 M di Darbul Faludzaj, Baghdad (Ini berdasarkan keterangan yang mengatakan bahwa keluarganya bermukim di Mosul).

Sejak kecil ia telah mempelajari alquran dan ilmu agama dari al-Wajih al-Wasiti dari Mausil. Menjelang dewasa, ia melanjutkan pendidikannya dengan mempelajari ilmu kedokteran dan filsafat. Salah seorang gurunya adalah Ibnu Tilmiz. Selanjutnya, ia pergi ke Damaskus dan Mesir. Di sana, ia mendalami ilmu-ilmu agama, kedokteran, sastra, dan filsafat.

Abdul Latief adalah seorang ahli anatomi, sastrawan, dan filosof. Beliau merupakan seorang doktor, ahli sejarah dan seorang yang ahli dalam kesastraan Iraq. Beliau juga sangat menonjol dalam bidang nahwu, bahasa dan ilmu kalam. Namanya terkenal sebagai ahli anatomi pertama yang mendeskripsikan tengkorak kepala manusia dan tulang muka, termasuk tulang rahang bawah, secara lengkap dan akurat. Sepanjang hidupnya, Abdul Latief sangat tekun mempelajari ilmu kedokteran. Ia meneliti sejumlah karya para ahli medis Yunani dan mengembangkannya melalui banyak penelitian. Selain itu, ia juga mengembangkan kajian tentang tulang manusia, khususnya tulang rahang bawah. Selama berada di Mesir, ia menganalisa Teori Galenus mengenai tulang bawah dan tulang yang menghubungkan tulang punggung dengan tulang kaki, sebelum kemudian berhasil menyempurnakannya. Penelitiannya di bidang ini memunculkan banyak temuan yang mengejutkan.

Di kemudian hari, sejumlah buku karya Abdul Latief banyak diterjemahkan dalam bahasa Latin dan disimpan di Perpustakaan Universitas Oxford, Inggris (1800). Pada tahun 1810, karya Abdul Latief juga diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Sebelum diterbitkan, karya tersebut diberi tambahan berupa sejumlah catatan penelitian Abdul Latief. Pada masa itu, karya tersebut sangat berpengaruh bagi perkembangan ilmu kedokteran Eropa.


Abdul Latief juga dikenal sebagai sastrawan yang sering mengembara. Ia gemar menulis tentang budaya suatu daerah dengan bahasa yang sangat indah. Oleh beberapa peneliti, bukunya yang berjudul Account of Egyptdinyatakan sebagai salah satu karya topografi terpenting pada abad pertengahan. Buku tersebut memuat sejumlah deskripsi yang menarik tentang bencana kelaparan yang terjadi ketika Sungai Nil dilanda kekeringan (1200-1202). Saat itu, ia sedang berada dalam perjalanan menuju Mesir dan menyaksikan sendiri bencana tersebut.

Sebagai seorang sastrawan, Abdul Latief sangat terkesan dengan karya-karya Ibnu Sina. Meskipun demikian, ia pernah mengkritik sejumlah karya Ibnu Sina. Di sisi lain, Abdul Latief juga sangat mengagumi Aristoteles. Dalam beberapa karya filsafat dan sastranya, terlihat pengaruh sang ilmuwan Yunani tersebut. Abdul Latief juga pernah mengkritik karya ilmuwan Yunani, Galen, dengan tajam. Selain menulis kritikan, Abdul Latief menerjemahkan sejumlah karya para pemikir Yunani, seperti Hippocrates.

Semasa hidupnya, Abdul Latief telah menghasilkan 173 buku yang mencakup bidang kedokteran, sastra, geografi, filsafat, matematika, sains, dan sejarah. Selain itu, ia juga menulis kisah perjalanannya ke berbagai tempat dalam bentuk buku. Para ilmuwan Barat menggambarkan sosok Abdul Latief sebagai seorang genius yang gemar melakukan penelitian dan akrab dengan kajian ilmiah. Ia menulis sebuah buku otobiografi tentang dirinya sendiri.

Kerena kepiawaiannya, dia diangkat oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi mengisi pengajian di masjid besar yang terdapat di kota itu. Anak-anak Shalahuddin juga mengangkatnya sebagai guru tetap di masjid tersebut serta menambah gaji bulanannya.
Pada tahun 586 H/1190 M dia bepergian ke kota Cairo. Namun sebelum dia diangkat menjadi guru tetap di masjid Damaskus, dia sudah pernah berkunjung ke kota Cairo bersama Al-Aziz Ibnu Shalahuddin. Sewaktu berada di kota tersebut, pada waktu pagi dia mengajar ilmu-ilmu agama dan bahasa. Sedangkan di waktu siang dia mengajar ilmu kedokteran. Pada saat Al-Baghdadi berada di Mesir untuk kedua kalinya, di negeri ini terjadi bencana kelaparan disebabkan sungai Nil yang tidak mengalami pasang. Peristiwa ini terjadi pada tahun 597 H11201 M. Pada tahun yang sama bencana lain datang menyusul, yaitu bencana gempa bumi. Kedua peristiwa ini diabadikan oleh Al-Baghdadi di dalam bukunya "Al-Ifadah Wa Al-I'tibar."

Pada tahun 6041-1/1207 M Al-Baghdadi pindah ke Palestina untuk mengajar di Masjid Al-Aqsha. Setelah tugasnya berakhir, is pulang ke Damaskus untuk mengajar di sekolah Al-Aziziah. Di sinilah namanya menjadi populer dalam dunia kedokteran dan muridnya semakin banyak. Setelah itu, dia bepergian ke Halb (Aleppo), kemudian dia bepergian ke Armenia dan Turki.

Abdullathif Al-Baghdadi wafat di Baghdad pada tahun 629 H/ 1232 M dalam usia 69 tahun, dalam perjalanan menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Empat puluh lima tahun dari usianya telah dia manfaatkan untuk melakukan penjelajahan ke berbagai negeri Arab dan Islam.

Pendidikan dan Para Gurunya

Pada masa kanak-kanak, Al-Baghdadi sudah mem-pelajari hadits, nahwu, bahasa, dan ilmu kalam. Dia adalah seorang anak yang giat belajar dan gemar terhadap ilmu serta tidak suka menghabiskan waktunya hanya dengan bermain dan bersenda gurau. Dia belajar kepada Syaikh Kamaluddin Al-Anbari dan muridnya, Al-Wasithi. Di kota Mosul, dia belajar ilmu matematika dan fikih kepada Syaikh Al-Kamal bin Yunus. Kemudian di Mesir, dia menjalin hubungan baik dengan seorang filsuf Yahudi terkenal yang bernama Musa Ibnu Maimun dan juga dengan Abu Al Qasim Asy Syari'i. Sedangkan ketika berada di kota Damaskus, dia menyempatkan diri untuk mempelajari buku-buku Yunani tentang kedokteran dan filsafat.

Penemuan-penemuan AI-Baghdadi

1. Dalam ilmu Anatomi: Al-Baghdadi berhasil menyimpulkan bahwa tulang rahang bawah hanya terdiri dari satu tulang. Dengan demikian ia telah membantah pendapat Galenus dan para dokter yang sependapat dengannya. Al-Baghdadi berkata, "Semua ilmuwan telah berkesimpulan bahwa tulang rahang bawah terdiri dari dari dua tulang dengan persendian yang kuat di langit-langit mulut. Sedangkan yang kita saksikan dari bentuk organ tubuh, ia hanya mempunyai satu tulang dan tidak memiliki persendian.

2. Al-Baghdadi berhasil membedakan semua bagian tempurung kepala secara detil, mulai dari bagian terkecil hingga bagian yang paling menonjol. Karya tulis Al-Baghdadi tentang bagian tengkorak merupakan suatu bukti kuat akan adanya praktik operasi tempurung kepala pada masa Islam dan seka-ligus membantah apa yang pernah dikatakan oleh para orientalis Barat bahwa para dokter Arab hanya menukil cara operasi tersebut di atas kertas tanpa terlibat secara langsung.

Karya Tulis AI-Baghdadi

Ibnu Abu Ushaibi'ah di dalam 'Uyun Al-Anba` mengatakan bahwa Al-Baghdadi mempunyai karya tulis dalam ilmu bahasa, fikih, sastra, tauhid, sejarah, pendidikan, kedokteran, matematika, pertambangan, filsafat, mantiq, dan politik. Di antara sebagian karyanya adalah sebagai berikut:
  1. "Al IfadahWa Al-Ttibar Fi Al-Umur Al-Musyahadah Wa Al-Hawadits Al-Mu'ayinah Bi Ardhi Misr. Buku ini akan kita kupas secara panjang lebar.
  2. "Ath Thib Min Al-Kitab Wa As-Sunnah"
  3. "Maqalah Fi Al-Hawas"
  4. "Maqalah Fi Ba'dh Al-Masa'il Ath Thabi'iyyah"
  5. "Syarh Al-Fushul Abqarat Li Jalinius"
  6. "Syarh Al-Masa'il Hanin"
  7. "SyarhTagaddumah Al-Ma'rifah Li Abqarath"
  8. "Maqalah An Mahiyah Al-Makan Bihasbi Ra'yi Ibni Al Haitsam"
  9. "Risalah Fi Mujadilah Al-Hakimain Al-Kimiai Wa An-Nazhari"
  10. "Risalah Fi Al-Ma'adin Wa Ibthal Al-Kimia"
  11. "Kitab An Nashihatain Min Abdillah Bin Yusu f Ila An-Nas Kaffah Syathruhu Muwajjah Li Al Athibba' Wa Al-Akhar Li Al-Falasifah"
Tesis Tentang Penyakit Diabetes

Untuk mengatakan yang sebenarnya, saya telah membaca tesis terakhir dan kami dapatkan masih ada hubungannya dengan ilmu itu. Karena tesis ini menjelaskan tentang penyakit diabetes (penyakit kencing manis). Tesis ini juga membahas tentang teori pergaulan, keadaan cuaca yang panas, dan tingkat kelembaban badan, serta lainnya dari berbagai pemikiran Yunani yang merupakan "titik hitam" satu-satunya dalam lembaran kedokteran Arab yang putih jernih. Namun kita tidak bisa lari untuk meminta maaf kepada Al-Baghadadi dan para ilmuwan yang hidup pada masanya dan setelahnya, karena pemahaman tentang penyakit yang berhubungan dengan tugas-tugas anggota badan tidak mustahil telah ditemukan sebelum masa sekarang, mengingat pada saat itu telah ada ilmu psikologi, kimia, dan histologi, sehingga juga memungkinkan diketahuinya sebab¬sebab penyakit kencing manis dan juga ditemukan cara pengobatannya.

Buku "Al-Ifadah Wa AI-I'tibar"

Buku ini secara lengkap berjudul seperti yang telah kami sebutkan, yaitu suatu buku kecil akan tetapi sangat jelas dalam menggambarkan pemikiran Al-Baghdadi dan orientasinya - sebagaimana dia juga memiliki pengetahuan yag penting tentang sebagian peristiwa yang terjadi di Mesir. Dalam buku ini, Al-Baghdadi menulis tentang rakyat Mesir, keadaan tanahnya, sungai Nil, tumbuhannya, pertaniannya, hewan-hewan yang ada di dalamnya, berbagai macam peninggalan sejarahnya, pola hidup masyakaratnya, cara makan, tempat tinggal dan lain-lainnya. Dia menceritakan tentang dua peristiwa yang menimpa Mesir pada tahun 597 H (1201 M). Kedua peristiwa ini adalah kelaparan yang diakibatkan oleh paceklik dan gempa bumi. Selain itu, buku ini juga berisi tentang catatan-catatan kedokteran penting dan berbagai pemikiran Al-Baghdadi yang unggul dari pemikiran para ilmuwan pada masanya.

Beberapa Artikel Petikan dari Buku "AI-Ifadah Wal I'tibar"
Tentang tumbuh-tumbuhan: Dia mengatakan tentang pohon jamiz (ficus sycamorus) "Di antara pepohonan yang ada di Mesir adalah pohon jamiz yang sangat banyak dan bertebaran di berbagai tempat. Saya pernah melihat pohon seperti ini di Asqalan dan tepi pantai, buahnya seperti buah tin darat. Buahnya menempel di dahan dan bukan di bawah daun. Beberapa hari sebelum tiba masa panen, biasa seseorang membawa besi dan menepukkan kepadanya sebiji demi sebiji sehingga dia mengeluarkan getah putih, kemudian dibiarkan begitu saja. Buah bisa menjadi dengan cara dikeluarkan getahnya seperti ini. Bahkan ada buahnya yang sangat manis melebihi manisnya buah tin. Pohon dari buah ini besar seperti pohon kelapa. Apabila getah buah ini mengenai baju, ia akan menjadi warna merah ketika kering. Pohonnya bisa dijadikan bahan bangunan dan dibuat pintu serta perkakas rumah lainnya. Pohon ini bertahan sepanjang masa dan tahan hidup sekalipun tidak ada air dan diterpa terik matahari."

Tentang hewan: Dia mengatakan tentang kuda laut, "Di antara berbagai jenis hewan, ada hewan bernama kuda laut. Hewan ini biasanya hidup di kedalaman tanah, terutama di laut Dimyat. Hewan ini bentuknya besar, sangat kuat, mengikuti perahu, dan mampu untuk menghancurkannya. Dia lebih mirip dengan kerbau. Akan tetapi dia tidak memiliki tanduk. Suaranya menyerupai suara keledai. Dia berbadan besar, bergigi taring yang tajam, berbadan lebar, kakinya pendek, lompatannya kuat, dorongannya kencang, dan sangat menakutkan sekali."

Tentang peninggalan bersejarah: Dia mengatakan tentang piramid, "Apabila Anda renungkan niscaya Anda menjumpai bahwa pikiran cemerlang telah dimanfaatkan untuk membuat piramid itu, dan akal yang jernih telah berpikir keras merancangnya. Kemampuan arsitektur yang handal telah menjadikannya karya yang besar. Piramid ini seolah-olah memberitahukan tentang keadaan penduduk negerinya, berbicara dan memberitahukan tentang kecerdasan akal mereka, serta menggambarkan tentang prilaku hidup mereka. Hal itu, karena mereka membuatnya berbentuk kerucut, yang dimulai dengan kaedah segi empat kemudian berakhir pada satu titik.

Di antara keistimewaan bentuk kerucut adalah bahwa tumpuan berat terletak di bagian tengahnya. Jadi ia berdiri sendiri dan juga bersandar pada dirinya sendiri. Antara satu bagian dengan bagian lainnya saling memperkokoh pendiriannya. Ia tidak memiliki sisi yang membuat bisa jatuh. Yang menarik dari piramid ini adalah karena bentuknya segi empat yang mengarah kepada empat penjuru mata angin, sehingga angin bisa membelah ketika dia membentuk sudutnya. Ketika kita melihat atap piramid, mari kita lihat dua piramid yang besar.

Orang-orang yang pernah mengukurnya mengatakan bahwa masing-masing ruasnya adalah adalah empat ratus depa, baik panjang maupun luasnya. Sedangkan tinggi tiang-tiangnya adalah empat ratus depa. Ini semua dengan ukuran depa orang kulit hitam. Kerucut terpotong di bagian atasnya dan ini diperkirakan mencapai sepuluh depa. Namun ketika saya menyaksikan kedua piramid tersebut bersama seorang teman pemanah, dia mengarahkan panahnya ke atasnya lalu menembakkannya, akan tetapi panah itu tidak mencapai pertengahannya. Dia kemudian memberitahukan saya bahwa di kampung ada orang yang biasa memanjat piramid tanpa mengalami kesulitan. Kami menemui orang itu dan mengajaknya untuk memanjat piramid. Dia memanjatnya layaknya memanjat tangga, bahkan dia bisa bergerak cepat dan mendaki dengan sandalnya. Sebelumnya saya sudah menyuruhnya agar apabila dia sampai ke puncaknya, dia hendaknya mengukurnya dengan kain serbannya.

Ketika dia turun, kami mendepai kain serban itu dan ternyata hanya sebelas depa dengan ukuran tangan. Padahal sebelumnya saya mendengar orang yang menghitung tingginya mengatakan bahwa tinggi tiangnya adalah tiga ratus tujuh belas depa, dan ruas masing-masing atap yang berbentuk segi tiga adalah empat ratus enam puluh depa. Saya melihat ukuran ini salah. Akan tetapi kalau dia menghitungnya empat ratus depa, maka ini benar. Dan, andaikan saya mampu memanjatnya, saya akan mengukurnya sendiri."

Pembicaraannya tentang piramid dipenuhi dengan ide-ide cemerlang yang menunjukkan pada ketelitiannya dalam mengamati. Dari perkataannya ini jelas bahwa dia adalah seorang pemerhati peninggalan-peninggalan bersejarah. Sebagaimana dia juga mengatakan pernyataan sebagai berikut:

"Raja Utsman bin Yusuf ketika memerdekakan diri setelah ayahnya wafat, para sahabatnya yang bodoh membisikkan kepadanya agar merobohkan peninggalan-peninggalan ini. Maka dimulailah pembongkaran pada piramid yang paling kecil."

Menurut sebagian penulis, apa yang dikatakan oleh Al-Baghdadi pada pernyataan di atas cukup menjadi bukti baginya sebagai pemerhati peninggalan bersejarah dan luasnya pandangannya.

Dia menambahkan dalam bukunya, "Para raja masih mempertahankan berdirinya peninggalan-peninggalan bersejarah ini dan memeliharanya dari kerusakan, sekalipun orang-orang yang membangun piramid-piramid itu adalah musuh Tuhannya. Mereka melakukan itu karena ingin melestarikan sejarah yang dapat dijadikan pelajaran. Misalnya, piramid-piramid ini menjadi saksi atas diturunkannya beberapa kitab suci. Al-Qur'an sendiri menyebutkan tentang piramid-piramid itu dan keadaan penduduknya. Selain itu, piramid meru¬pakan simbol kesabaran dan ketabahan dalam meng-hadapi bencana. Di samping, is juga menunjukkan tentang kisah dan perjalanan umat di masa lampau yang memiliki ilmu dan pemikiran yang jernih sehingga mampu membangun piramid ini. Semua ini menarik untuk diketahui. Sedangkan pada masa sekarang, orang-orang banyak melakukan sesuatu karena mengikuti hawa nafsunya."

Tentang sungai Nil, Al-Baghdadi mengatakan, "Sungai ini memiliki dua keistimewaan. Pertama, sungai ini merupakan sungai terpanjang di dunia, karena mata airnya bersumber dari gunung Al-Qamar. Mereka mengatakan bahwa gunung ini berada di seberang garis katulistiwa dengan posisi 10 derajat dari garis lintang."

Pernyataan ini menunjukkan pada luasnya wawasan Al-Baghdadi. Padahal kesimpulan seperti ini harus dida-sarkan pada pengamatan geografi yang menyeluruh agar seseorang mengetahui bahwa sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Dan, pernyataan ini memang benar, bahkan setelah ditemukannya benua Amerika. Kesimpulan Al-Baghdadi ini ditemukan lebih dari enam ratus tahun sebelum penemuan geografi di benua Afrika. Seseorang tidak mungkin dengan mudah mengetahui hal ini, kecuali memang memiliki pengetahuan yang luas dan daya analisa yang tajam. Mari kita lihat pernyataan Al-Baghdadi berikut ini, "Adapun keadaan lingkungan yang hijau menunjukkan tingkat curah hujan yang sedang. Karena sungai Nil pada masa lalu, apabila ada hujan deras, airnya meluap dan merusak tanaman-tanaman yang ada di sekitarnya. Sedangkan apabila curah hujan berkurang, maka keadaan lingkungan yang hij au bisa bertahan lebih lama. Akan tetapi apabila hujan selalu deras, maka airnya akan membawa kotoran di rawa-rawa dan menyebar di mana-mana, sehingga merusak peman-dangan dan meninggalkan bekas-bekas yang kotor."

Tidak diragukan lagi bahwa pernyataan ini menunjukkan pada pemahaman Al-Baghdadi tentang pengaruh pergerakan air dan sumber air pada kebersihan sungai Nil dari berbagai kotoran, seperti lumut, cacing, dan berbagai hewan kecil lainya. Selain itu, pernyataan ini juga menunjukkan pada kemampuannya dalam menyampaikan pendapat dengan baik dan jelas.

Metode AI-Baghdadi dalam Menulis dan Gaya Bahasanya

Al-Baghdadi merupakan seorang penulis unggulan. Dia menulis buku-bukunya dengan gaya bahasa yang khas dan mengikuti metode penulisan ilmiah yang baik. Di antaranya seperti buku-bukunya yang ditulis dalam bidang ilmu pe¬ngetahuan alam dan analisa terhadap berbagai fenomena alam dan manusia. Secara intelektual dan psikologis, dia memang dianggap profesional dalam penulisan di bidang ini. Gaya bahasanya sangat istimewa dan memiliki karakteristik berikut ini:

1. Konsisten dengan metode ilmiah: Tulisan-tulisan Al-Baghdadi dikenal tajam dan amanah. Secara berulang-ulang dia mengajak untuk banyak melakukan percobaan, pengamatan yang terus-menerus dan teliti serta mempergunakan metode meragukan pendapat orang lain. Hal ini sebagaimana yang dia jelaskan kepada orang yang mencari ilmu, "Saya nasehatkan kepadamu agar kamu tidak hanya belajar ilmu dari buku-buku saja, sekalipun kamu yakin kamu dapat memahaminya dengan baik. Kamu harus banyak memperhatikan dengan dirimu sendimu. Jangan hanya sekedar berbaik sangka, dan tunjukkan apa yang terdetik di dalam hatimu kepada para ilmuwan atau ulama tentang buku-buku karangannya. Kamu harus yakin, jangan tergesa-gesa, karena ketergesa-gesaan akan membuat celaka, dan jangan bertindak semena-mena karena kamu akan tergelincir. Orang yang tidak dekat kepada para ulama, dia tidak akan mendapatkan kemuliaan sepertinya. Orang yang tidak mempermalukannya tidak akan dicela oleh orang lain. Belajarlah terus, karena orang yang tidak merasakan sulitnya belajar, dia tidak akan merasakan nikmatnya ilmu."

Berikut ini salah satu contoh ketajaman analisa ilmiahnya dan metode penelitiannya dalam membandingkan antara cara mendayung yang dilakukan oleh para nelayan Mesir dan Iraq, "Para nelayan Mesir mendayung ke arah belakang. Jadi dalam mendayung mereka menyerupai orang-orang yang memintal tali yang berjalan, sedangkan dalam menggerakkan perahu mereka seperti menarik sesuatu yang berat dengan kedua tangannya, dan barang itu ada di belakangnya. Sedangkan cara mendayung para nelayan Iraq, mereka seperti orang yang mendorong sesuatu yang berat di hadapannya. Jadi perahu mereka bergerak ke arah perahu itu menghadap. Sedangkan perahu Mesir bergerak sesuai dengan arah nelayan itu menghadap. Cara mana yang lebih mudah diantara keduanya? Pembuktiannya menjadi pembahasan ilmu pengetahuan alam dan ilmu menggerakkan barang-barang berat."

2. Berani mengungkapkan pendapatnya: Sebelumnya kita telah menjelaskan bagaimana dia mengungkapkan pendapatnya secara ilmiah, bahkan sekalipun harus bertentangan dengan pendapat para ilmuwan besar.

3. Pemikiran dan pandangannya tentang fenomena alam dan kemanusiaan: Hal ini dapat dengan jelas kita lihat pada pandangan Al-Baghdadi tentang khurafat (tahayyul) yang beredar sekitar bangunan piramid dan berbagai macam peninggalan Mesir kuno. Dia mengatakan, "Apabila orang berakal melihat piramid ini, dia akan memiliki pandangan yang berbeda dengan apa yang menjadi keyakinan orang awam tentang orang-orang terdahulu, yaitu bahwa umur mereka panjang dan badan mereka besar, atau mereka memiliki tongkat yang apabila dipukulkan ke batu akan pecah. Padahal menurut akal, itu tergantung kepada kemampuan tekhnik dan arsitektur yang dimilikinya, menyatunya keinginan dan kemampuan, ketekunan dalam bekerja, dan memiliki peralatan yang mampu menyelesaikan pekerjaan itu."

4. Keunggulan Al-Baghdadi dalam pemikiran ilmiahnya: Dalam tulisan-tulisan Al-Baghdadi kita menjumpai keunggulannya secara khusus dalam mengapresiasikan bentuk, gambar, dan peristiwa sehingga dengan mudah dapat tergambarkan oleh pembaca. Ini sekaligus menunjukkan pada kemampuan berpikirnya yang baik dan teratur, yang dapat kita kategorikan bahwa dia memiliki feeling morfologi yang tinggi. Tidak ada yang lebih menunjukkan hal itu, lebih dari tulisannya yang detil tentang piramid.

5. Amanah dan berhati-hati dalam keilmuannya: Keberanian tidak ada artinya apabila tidak dibarengi dengan sikap hati-hati, amanah, dan kejujuran. Keberanian Al-Baghdadi secara ilmiah dibarengi dengan sikap kehatian-hatian dan kejujuran dalam mengutip suatu pernyataan. Hal itu sebagaimana yang dapat kita lihat dari tulisannya ketika berbicara tentang susunan kerangka tulang di daerah bokong (pantat), "Sedangkan tulang bokong, menurut Gelenus terdiri dari enam tulang, dan saya mendapatkan satu tulang dan saya menganggapnya bahwa tulang bokong itu satu. Lalu saya membandingkannya dengan mayat-mayat yang lain dan saya mendapatkan enam tulang sebagaimana yang dikatakan oleh Gelenus. Demikian juga pada kerangka-kerangka mayat lainnya saya mendapat seperti yang dikatakannya, kecuali pada dua kerangka mayat saya mendapatkan satu tulang. Semua tulang itu persendiannya sangat kuat, dan saya tidak percaya itu. Akan tetapi saya percaya akan menyatunya bagian persendian tulang paling bawah."

Demikian kita lihat ketelitian Al-Baghdadi ketika dia mengatakan dengan caranya sendiri, "Saya tidak yakin, dan bisa jadi pendapat saya tidak benar." Padahal sebenarnya, tulang bokong berdasarkan pembagiannya terdiri dari lima tulang yang lengket, seakan-akan berbentuk satu tulang, sehingga dengan demikian jumlahnya adalah enam. Sedangkan dua kerangka tulang bokong yang ditemukan oleh Al-Baghdadi yang terdiri dari satu tulang, maka sebenarnya ini karena kerangka tulang yang ditemukan oleh Al-Baghdadi masih baru dan belum terlepas antara satu tulang dengan lainnya.

6. Gaya bahasanya yang mudah dan tidak bertele-tele: Gaya bahasa Al-Baghdadi dalam tulisannya benar-benar sesuai dengan cara penulisan ilmiah dan dapat dengan mudah dipahami oleh akal seseorang. Gaya bahasanya lugas dan singkat, tidak bertele-tele, dan tidak memperhatikan kata-kata yang membuatnya dianggap berbeda dengan buku-buku pada masanya. Bahkan kita dapatkan gaya bahasanya lebih bagus dari gaya bahasa tokoh pencerahan, Rif'at Ath-Thahthawi, sekalipun jarak waktu telah memisahkan antara keduanya lebih dari enam ratus tahun.

Komentar Mereka Tentang AI-Baghdadi

Ignas Kratchkovski, seorang orientalis Rusia, berkata, "Dia adalah seorang ilmuwan yang amat teliti, memiliki kecenderungan yang besar untuk melakukan percobaan ilmiah, dan berwawasan luas."

Ibnu Abu Ushaibi'ah, seorang sejarawan, berkata, "Dia orang yang terkenal mempunyai banyak ilmu, berkepribadian luhur, dan mempunyai banyak karya tulis. Dia mahir dalam ilmu nahwu, bahasa Arab, ilmu kalam, dan kedokteran."

Sikap AI-Qafthi Terhadap AI-Baghdadi:

Dalam bukunya, "Ikhbar Al-Ulama' Bi Akbar Al-Hukama'," kita dapatkan Jamaluddin Abu Al-Hasan Al-Qafthi mengkritik Al-Baghdadi habis-habisan dan mengklaimnya bodoh disertai cercaan atas berbagai kekurangannya. Di antara yang dia katakan, misalnya; "Saya telah bertemu dengannya dan saya mencobanya, dan ternyata saya mendapatkan dia seperti orang buta yang meraba-raba, akan tetapi mengaku memiliki penglihatan yang tajam. Saya tidak percaya itu, hingga saya bertanya kepada sekolompok ilmuwan dalam berbagai macam disiplin ilmu. Mereka mengatakan tentang sesuatu yang hanpir sama dengan apa yang saya ketahui tentang Al-Baghdadi."

Di antara yang dikatakannya lagi, misalnya; "Pada tahun 628 H, dia pergi ke Iraq untuk melaksanakan ibadah haji. Dia menderita sakit ketika berada di Baghdad, lalu dia mengobati penyakitnya dengan caranya sendiri. Dia kemudian meninggal dunia pada tahun 629 H. Buku-bukunya dijual dan saya menemukan di dalam bukunya sesuatu yang sangat tidak berharga dan jauh dari sempurna. Kita berlindung kepada Allah dari berbagai fitnah dan tuduhan."

Dari sini jelas, bahwa Al-Qifti memiliki dendam pribadi dan sangat dengki kepada Al-Baghdadi karena namanya dimuat dalam buku biografi para ilmuwan. Padahal ini tentu suatu kewajaran, karena para penulis biografi akan menulis ilmuwan yang terkemuka dan menyingkirkan orang-orang yang dianggap bodoh. Sebab apabila dia menulis biografi orang bodoh, tentu dia juga akan dikira bodoh. Dendam pribadi dan kedengkian Al-Qifthi ini juga diungkapkan oleh para penulis lain. Berikut pernyataan Abu Al-Falah Abdul Haya bin Al-Imad Al-Hambali dalam bukunya "Syadzrat Adz-Dzahab Fi Akhbar Min Dzahab," "Dalam buku ini dibahas Abu Muhamamd Al-Baghdadi yang bermadzhab Syafi'i, menguasai nahwu dan bahasa, kedokteran dan filsafat, dan banyak menulis buku-buku," hingga dia mengatakan, "Al-Qifti telah berusaha menjatuhkan, menzalimi, dan merampas hak-haknya."

Demikian juga yang dikatakan oleh seorang ahli fikih dan bahasa dari Mesir, Ibnu Maktum. Dia tidak percaya perkataan Al-Qifti seraya mengatakan, "Dari perkataannya, nampak bahwa Al-Qifthi berbohong dengan apa yang telah dikatakannya. Ini merupakan kebiasaannya dalam menyerang orang-orang yang hidup pada masanya dengan cara menjatuhkan martabatnya dan mengklaim bahwa dirinya mengetahui kedudukan para ilmuwan dan pengelompokannya. Tidak sedikit pun dari perkataan Al-Qifti tentang Al-Baghdadi yang mendekati kebenaran. Karena orang yang telah belajar dan membaca karyanya pasti akan mengetahui tentang hal itu."

Dalam hidup ini, memang ada orang yang selalu memiliki kebiasaan menjatuhkan orang lain, baik kepada kerabat, tetangga, dan orang-orang hidup pada masanya. Maka ketika dia mendengar seseorang meraih prestasi yang besar dalam satu bidang atau lebih lalu orang-orang mulai membicarakan dan menghormatinya, dia segera melakukan tindakan untuk mengingkarinya dan mengatakannya bodoh, tolol, dan sebagainya. Padahal sebenarnya yang bodoh adalah dirinya sendiri dan tidak mau melihat penghormatan orang lain kepadanya, atau barangkali karena pergaulannya yang bebas dia tidak lagi mampu membedakan antara kerabat, tetangga dan teman, sehingga apabila iri dan tidak suka, dia langsung menjatuhkannya.

AI-Baghdadi dan Dukun yang Mendatangkan Roh:

Al-Baghdadi adalah orang yang logis, realistis, dan ilmiah serta menolak khurafat (tahayul). Tidak ada seorang pun yang tahu mengapa dia dipilih oleh dukun Inggris, R. H. Sonders sebagai contoh dalam bukunya"Isti'adatush Shihhah Wal Hifaz Alaiha" yang diterbitkan pada tahun 1928 M. Dalam buku itu, dia mengaku bahwa roh Abdul Latif Al-Baghdadi bekerja sebagai penasehat spiritual dan bahwa dia selalu berkomunikasi dengan murid-muridnya dalam acara-acara menghadirkan roh, agar mereka mendapatkan nasehat berkenaan' dengan masalah kehidupan, pengetahuan filsafat, ilmu kesehatan, dan kedokteran. Ini semua tentu penuh dengan khufarat dan kebatilan tentang seorang Al-Baghdadi dan riwayat hidupnya. Namun anehnya, buku ini laris manis, sehingga seorang penulis, Sir Arthur Conan Doyle sempat mener-bitkan buku sejenis dan mempermainkan nama Al-Baghdadi dengan cara yang sama.

Dalam buku "The Eastern Key" yang diterbitkan di London pada tahun 1964, yang juga berisi terjemah buku "Al-I fadah Wa Al-I'tibar" dalam bahasa Inggris, para penulisnya mengatakan bahwa roh itu tetap kekal setelah jasad telah hancur. Mereka menegaskan bahwa roh mulia seperti roh Al-Baghdadi tidak hanya sekedar kekal, melainkan secara alami juga akan me¬ngemban risalah dalam memberikan petunjuk kepada manusia, mengobati penyakit, dan meringankan penderitaan mereka.

Dengan demikian, menurut mereka, Al-Baghdadi setelah matinya menjadi "guru dunia yang membimbing sekolompok orang untuk kemaslahatan manusia." Para penulis itu juga mengatakan bahwa pertama kali mereka berhubungan dengan rob Al-Baghdadi pada tahun 1957, dan dilakukan dengan acara ritual kerohanian, dan bahwa roh itu meminta kepada mereka kopi dari buku "Al-I fadah Wa Al-I'tibar" dan buku tersebut lalu dihadiahkan ke musium Britania. Mereka juga mengatakan bahwa roh itu berjanji mengirim seorang penerjemah untuk mener jemahkan buku itu ke dalam bahasa Inggris. Dia benar-benar menepati janji dan mengirim seorang yang ber-kebangsaan Irak menjadi penerjemah buku itu."

Kita mungkin dapat membayangkan bahwa roh Abdul Latif Al-Baghdadi, kalau memang bisa berbicara -dengan izin Allah dia akan mengatakan kepada orang-orang Barat yang melihat sebagai berikut,

“Wahai orang-orang barat angkat kakilah kalian dari negara-negara Islam dan negara-negara dunia ketiga yang miskin. Berhentilah menguasai harta dan kekayaan alam mereka! Berhentilah melakukan tipu daya, setiap kali mereka ingin menyelamatkan diri dari cengkraman kalian!

Berhentilah kalian dalam memperalat Palestina, dan kembalikanlah Palestina kepada pemilik yang sebenarnya, yang kalian siksa dengan tangan-tangan kalian dan melalui tangan anak angkat kalian "zionisme"

Berilah batasan yang jelas tentang "hak asasi manusia." Itulah kebiadaban yang kalian lakukan untuk menghancurkan negara-negara kecil dan merampas harta kekayaannya, kemudian terakhir kalian berteriak tentang hak-hak manusia.

Wahai orang-orang Barat, belajarlah menghormati agama orang lain dan mengakui nilai-nilai sosial yang luhur pada orang lain. Berhentilah mencampuri urusan orang lain dan bertindak semena-mena sesuai dengan keinginan hawa nafsu kalian yang justru semakin memicu timbulnya egoisme yang tak tertandingi.

  1. Tahu dirilah kalian! Karena umur kekuasaan kalian di muka bumi ini baru saja tiga abad, sedangkan umur kekusaan bangsa lainnya mencapai ribuan tahun. Ingatlah bahwa roda waktu terus berputar, dan tidak ada suatu bangsa pun di muka bumi ini yang akan bertahan kekal di atasnya!
  2. Terakhir, apabila kalian memiliki niat untuk berdamai dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, maka lihat masyarakat kalian yang rusak dan tidak bermoral, agar kalian terbebas dari prilaku seks menyimpang dan terhindar dari penyakit AIDS akibat saling tukar dan ganti pasangan, dan agar anak-anak gadis kalian merasa terhormat dan tidak tenggelam ke dalam praktik seks bebas pada usianya yang sedang mekar.
Inilah yang barangkali kita yakini akan disampaikan oleh roh Al-Baghdadi, karena dia memang orang yang peka dan sensitif.

Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim http://en.wikipedia.org/wiki/Abd_al-Latif_al-Baghdadi_(medieval_writer) Muhammad Gharib Gaudah dalam http://ensiklopedi-alquran.com/index.php/tokoh-tokoh-islam/1897-abdul-lathif-al-baghdadi

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.