Showing posts with label Matematika Rekreasi. Show all posts
Showing posts with label Matematika Rekreasi. Show all posts

Thursday, 7 June 2018

Teka-Teki Matematika: Jin Licik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

eka teki matematika ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ma Teka-Teki Matematika: Jin LicikTeka teki matematika ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang masuk. Pertanyaan diberikan dari salah satu mantan siswa dan dia sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Dia katanya kesulitan mengerjakannya karena ketika belajar logika matematika kemarin dianya gak masuk, makanya dia agak sedikit kebingungan waktu dapat tugas ini dari dosennya katanya 😊

Teka-teki ini juga tidak terlalu sulit, dan logika berpikirnya tidak jauh beda dengan teka-teki matematika sebelumnya Teka-teki Matematika Terbaik Sepanjang Masa atau Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan. Mari kita simak dan coba selesaikan teka-tekinya😉

Pada suatu galian arkeologi dekat dataran tinggi Tibet, Alley menemukan sebuah lampu minyak kuno. Sekedar untuk lelucon saja ia menggosok-gosok lampu tersebut. Tiba-tiba tawanya terhenti ketika gumpalan asap berwarna merah tua keunguan menyembur keluar dari lampu itu, dan jin bengal bernama Murray.

Murray muncul, melihat Alley yang terpesona, berseru, “Apa sih yang sedang kau pandang?
Baik, baik, kau telah menemukanku; kau akan memperoleh tiga permintaan.

Jadi, apa permintaan-permintaan itu?” Meskipun terkejut, Alley menyadari bahwa itu merupakan kesempatan istimewa. Dengan berpikir cepat, ia berkata, ”Aku ingin menemukan Rama Nujam, permata yang pertama kali ditemukan Hardy, sang High Lama.”

“Terimalah itu”, jawab Murray, dan sekejap saja sembilan batu permata yang identik muncul. Ali melihat batu-batu itu dan tidak dapat membedakan satu dengan lainnya.

Akhirnya berkatalah ia kepada Murray, “Jadi, di mana Rama Nujam?” Murray menjelaskan, “Permata tersebut tertanam pada salah satu batu-batu ini. Katamu kau ingin menemukannya. O, ngomong-ngomong hanya satu batu yang dapat kau bawa, jadi sangat baik kalau kau memilihnya dengan hati-hati!”

“Tapi, semuanya kelihatan sama. Bagaimana kutahu mana yang berisi Rama Nujam?” Tanya Alley.

“Delapan batu beratnya sama, tetapi batu yang berisi permata sedikit lebih berat dari yang lain,” tanggap Murray dengan seringai nakal.

Alley, yang kini bertambah kesal, berbisik. “Wah, coba aku punya timbangan.”

Tiba-tiba sebuah timbangan muncul. “Itu permintaan kedua,” jelas Murray.
“Hei, jangan curang!” Teriak Alley.
eka teki matematika ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ma Teka-Teki Matematika: Jin Licik
“Mau bicara adil? Kau pikir terkunci di dalam sebuah lampu selama 1729 tahun itu adil? Tahu tidak di dalam sana cable TV itu tidak ada, dan tidak ada tempat untuk antena parabola! Jadi jangan bicara soal adil!” Murray berseru.

Menyadari bahwa dirinya sudah keterlaluan, Murray berkata, “Hei, aku mau menolongmu, jadi biarlah aku memberimu tip: Timbangan itu hanya dapat digunakan satu kali.”

“Apa? Hanya sekali?” Katanya dengan bersuara. ”Coba aku punya timbangan satu lagi.”

ZAP! Timbangan lainnya muncul. “Baiklah, nak, itu adalah permintaan ketiga,” Murray tertawa terkekeh-kekeh.

“Hei tunggu sebentar,” kata Alley, yang kini menyesal karena tidak meminta satu juta dolar atau sesuatu yang lebih standar. “Paling tidak timbangan ini berfungsi dengan baik, kan?”

“Tentu, sama dengan yang satu. Kau hanya bisa memakainya satu kali.”

“Kenapa?” Selidik Alley.

“Karena itu adalah timbangan “permintaan”. Artinya kau hanya dapat memakainya satu kali karena itu hanya satu permintaan. Sama saja seperti kau tidak dapat meminta seratus permintaan lagi.”

“Kau adalah jin yang menjengkelkan.” “Hei, bukan aku yang membuat peraturan itu, nona, aku hanya mengikutinya.”

Jadi, Alley hanya dapat menggunakan masing-masing timbangan satu kali saja. Mungkinkah Alley dapat memilih batu yang sedikit lebih berat yang berisi Rama Nujam dari antara kesembilan batu yang kelihatan identik?

Sebelum Anda melihat alternatif penyelesaian di bawah ini, coba terlebih dahulu Anda jelaskan mengapa dan mengapa tidak?.
Alternatif Pembahasan:

Aley dapat memilih jenis batu yang lebih berat dengan menggunakan model timbangan seimbang ini.

Kita misalkan batu-batunya adalah batu A, B, C, D, E, F, G, H, dan I

Dengan membagi batu menjadi tiga kelompok.
I:[A, B, C] ,
II:[D, E, F], dan
III:[G, H, I].

Percobaan I:
Ditimbang dua kelompok [*misal I dan II],
Jika timbangan lebih berat kesalah satu kelompok maka batu Rama Nujam berada pada kelompok tersebut. Sedangkan jika timbangan seimbang pada maka batu Rama Nujam berada di kelompok III.

Percobaan II:
Kita sekarang hanya tinggal punya tiga batu, yaitu A, B dan C [*misalkan dari kelompok I].
Sekarang kita coba timbang dua batu, Jika timbangan lebih berat kesalah satu batu maka batu Rama Nujam berada pada batu tersebut. Sedangkan jika timbangan seimbang pada saat ini maka batu Rama Nujam berada pada batu yang tidak ditimbang dan posisi batu Rama Nujam sudah ditemukan.

Jika Anda punya cara yang berbeda silahkan disampaikan...

Ada masukan yang sifatnya membangun terkait masalah Teka-Teki Matematika: Jin Licik, silahkan disampaikan, kami dengan senang hati segera menanggapinya😊😊.

Jika Bermanfaat👌 Jangan Lupa Untuk Berbagi 🙏Share is Caring👀

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 Bagaimana perkalian dikerjakan dengan cara piral;
eka teki matematika ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ma Teka-Teki Matematika: Jin Licik


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 24 May 2018

Mathematics in Pictures (Math Art)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Mathematics in Pictures (Math Art). How math can make a beautiful pictures, This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: Blue seems to be one of the colors that Microsoft uses in their logo, brands and products. Blue in the Internet Explorer logo means security and authority. It can also pertain to calmness. Another color that is visible in the Internet Explorer logo is yellow. The Internet Explorer logo is a lowercased letter ‘e’ with a yellow ring that seems to be revolving around the letter. This represents the browser’s capability to allow the users to visit different sites, anytime anywhere.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: Upon see the E in such a way. The bottom part of the E seems to be thinning out.
I can't unsee it now.
Considering its origin, it’s quite amazing that the new logo manages to look so good and that someone somewhere finally figured out how to make that “E” not suck. The new thickness of the letters and stroke hits the perfect density for the logo to look good at small and large sizes. The famous global strategic branding agency Siegel+Gale created the first Dell logo in 1984. The slanted “E” symbolised Michael Dell’s wish to “turn the world on its ear”

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: The meaning of SPAR. The word 'Spar' in dutch means 'fir' and right from the start the fir tree was used as the symbol to identify the organisation. The word 'Spaar' in dutch means 'Savings'. The current logo of Spar was created by design legend Raymond Loewy. It used a stylized version of the fir tree motif that had been with the company since the start.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: This notorious symbol, Langdon had once read, was developed by Dow Chemical in the 1960s to replace an array of impotent warning graphics previously in use. Like all successful symbols, this one was simple, distinctive and easy to reproduce. Cleverly conjuring associations with everything from crab pincers to ninja hurling knives, the modern “biohazard” symbol had become a global brand that conveyed danger in every language.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: The EGO Creative Innovations logo was designed in 2012 by the company founder Eugene Polyansky. Circles represent the word EGO and symbolise a group of people with shared ideas and goals. EGO as the unique Me, the company Team, and Clients.
It’s a good solid, easy to read logo. Similar to the infinite loop. I would have used the dashed outline as a cut off point for the other letters. Rather than used a straight edge, just to be consistent.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: Do you know that Bluetooth got its name and logo from a Scandinavian king named Harald Gormsson? He was nicknamed Bluetooth due to his dead tooth that looked blue. Special Interest Group (SIG), which was responsible for developing a common radio communication standard, decided to adopt this name. The Bluetooth logo is the combination of “H” and “B,” the initials of Harald Bluetooth, written in the ancient letters used by Vikings.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: Here’s a logo design from Rui P. Aguiam. Rui is a graphic designer specialises in logo and brand identity design, based in a small town in the north of Portugal called Arcos de Valdevez. “This is my new personal brand, AD for Aguiam Design”. A monogram of AD with an IBM look to it. The curve of the D fits well with the GR but the left side bears no resemblance.

 This is one proof that mathematical assumptions only count incorrectly Mathematics in Pictures (Math Art)
Information: The first BlackBerry device, the 850, was introduced in 1999 as a two-way pager in Munich, Germany. The name BlackBerry was coined by the marketing company Lexicon Branding. The name was chosen due to the resemblance of the keyboard's buttons to that of the drupelets that compose the blackberry fruit. One person described the meaning of the Blackberry logo “It's two stylised B's, staggered. One for Black, one for Berry. BB. That's what I've always assumed, anyway”. However, I see that 4 B’s would have been used to create this with 2 joining in the middle part of the logo. I also see it does loosely resemble a Blackberry fruit.

Saturday, 1 October 2016

Berkarya Lewat Matematika dan Seni

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bicara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memahami matematika atau juga tidak memahami seni. Tetapi hal ini berbeda jika kita tanya kepada mereka yang memahami matematika atau seni. Salah satu orang seni yang mengakui matematika dan seni sangat erat hubungannya adalah
seniman keren Indonesia yaitu Sujiwo Tejo.

Sebagai seorang guru atau orang tua kita juga harus berusaha menyampaikan bahwa matematika itu bukan hitung-hitungan saja. Atau sebagai tambahan juga seperti apa yang disampaikan oleh guru besar matematika ITB Bapak Profesor Hendra Gunawan bahwa matematika bukan sekumpulan rumus belaka.

Bagaimana anak-anak mendefenisikan matematika dan seni adalah sesuatu yang indah. Bagaimana mereka mendefenisikannya dalam gambar bisa kita lihat dari beberapa karya berikut;
icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ANDREW C SITORUS
☆EVITA A L SIMAMORA
☆JONA P A SIREGAR
☆NIBETH M MANURUNG
☆SUTAN SIHITE

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆AYU ALISA PANJAITAN
☆CARLOS E PAKPAHAN
☆LARASWATI M PURBA
☆MHARTIAN J HUTASOIT
☆WINDA S SIHOMBING

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆CINTIANA P LUMBANTOBING
☆DUBES SILABAN
☆MARIA OKTAVIANA
☆PANGERAN G LUMBAN TORUAN
☆YOAN S M SIHOMBING

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ARVAN D. R. SIMAMORA
☆JESICA R SILABAN
☆KELVIN PANJAITAN
☆SANGGUL M SIHOMBING
☆WILLIAM SEPTIANO

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆CLESYA V SIMAMORA
☆FIRDAUD A LUMBANTORUAN
☆NOVITA V MUNTHE
☆RIOJUAN TAMBUNAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆IRVAN J P HUTASOIT
☆LORENA HUTABARAT
☆RUSPINE MANULLANG
☆SAHARMAN PASARIBU

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆CHARLES J S LUMBANTORUAN
☆ELSA I THERESA
☆KEVIN D M LUMBANTORUAN
☆MITRA M SIMAREMARE
☆WINDA A SINAGA

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ELIZABETH L MALAU
☆HERYANTO SIMATUPANG
☆MEGA S M SIGALINGGING
☆RAJA P PLAURINT
☆YUNITA R S

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆HARDIDRAH S
☆LISTRIA N SIMANULLANG
☆RIKKY I ARITONANG
☆ROMA B S R PASARIBU

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆BRANDO LUMBANTORUAN
☆JOSUA M P SILABAN
☆LUDYA T SIMAMORA
☆PESTA M H PASARIBU
☆YUSRIL T A SILABAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ALFREDO R R BANJARNAHOR
☆FIRDAYANTI E SIMANULLANG
☆JODI S SIBURIAN
☆RACHEL E G SILABAN
☆RINALDO P SILABAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆EMILIA T Y SIMAMORA
☆JEFFRY A PANGGABEAN
☆PEBRIATI R. SILABAN
☆REXSI S MUNTE

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ANTONY W SIMAMORA
☆IRWAN W K SIBURIAN
☆MAYSHIA GAJAH
☆S.F. EVANIA MANURUNG
☆SAMUEL P GULTOM

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ARMANDO A TANJUNG
☆FRISKA D ARITONANG
☆MAZMUR N BATUARA
☆RUT S P SIHOMBING
☆WILLIAM I SIMAMORA

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ADI SAPUTRA HUTASOIT
☆ESTER H N LUMBAN GAOL
☆JUMARDI BOY SIBURIAN
☆RACHEL M SIBURIAN
☆SONI ARTO PASARIBU

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ALPEN A K PURBA
☆EVA R NADEAK
☆JOSE P TOGATOROP
☆RACHEL S ARITONANG
☆SULPISIUS SIHOMBING

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ELSTRI SIHOTANG
☆GILBERT G P TAMPUBOLON
☆NENY S I SIBARANI
☆PANGERAN W SIAGIAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆AGNES C L PURBA
☆CARLOS D P MARBUN
☆MIRANDA A MANULLANG
☆PAULUS K M LUMBAN GAOL
☆TRY ANI S PANGGABEAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆BERNAT YUSUF SIHITE
☆INDAH V SITANGGANG
☆LEONARDO I MANALU
☆ROMAULI P SIMANJUNTAK
☆SYAHMENAN LUBIS

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆CHANDIKA RAJAGUKGUK
☆DENOP Y TAMPUBOLON
☆JOHANNES LUMBANTORUAN
☆MEGA S SIHITE
☆SONIA LIDWINA

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆DORA P N SITORUS
☆HARLEN MUNTHE
☆MILLENIA NAINGGOLAN
☆NATANAEL SINAGA
☆TATI A PAKPAHAN

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆DESI NAIBAHO
☆FRANSSEDO SIHITE
☆PATRICIA MUNTHE
☆RICKY M A N PURBA
☆YASINTA A L. R MANALU

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆BELLA S SIMANJUNTAK
☆DAVID SIBURIAN
☆LEKSON K SIHOMBING
☆MARIANA E PURBA
☆RENI Y H Simbolon

icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni
☆ANIDA A SIMAMORA
☆CHRISTIAN K M SIHOMBING
☆MICHAEL SIANTURI
☆NADYA SITEPU
☆VENNY P NADEAK

Gambar sederhana diatas adalah gambaran kecil hasil penafsiran siswa tentang matematika dan seni. Masuk ke link berikut, jika ingin melihat karya yang lain hubungan tentang matematika dan seni.

Pernah main game memindahkan air sampai dapat volume yang diinginkan tapi tidak berhasil menyelesaikannya, simak cara penyelesaiannya;
icara tentang matematika dan seni akan menjadi hal yang sulit bagi kita yang tidak memaham Berkarya Lewat Matematika dan Seni


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 1 November 2015

Masih Kreativitas Siswa Tentang Matematika dan Seni

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Wednesday, 7 January 2015

Matematika Rekreasi: Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Matematika Rekreasi untuk Persegi Ajaib kali ini kita coba pakai untuk menyelesaikan soal cerita berikut.

Suatu hari ada seorang bapak yang sebentar lagi akan meninggal dunia. Bapak tersebut mempunyai harta warisan yaitu 81 pohon apel yang setiap pohon mempunyai jumlah buah apel yang berbeda. Buah dalam pohon apel itu dirincikan sebagai berikut:
  • Pohon ke-1 berbuah 1 apel
  • Pohon ke-2 berbuah 2 apel
  • Pohon ke-3 berbuah 3 apel
  • dst . . .
  • Pohon ke-80 berbuah 80 apel
  • Pohon ke-81 berbuah 81 apel
Bapak itu mempunyai 9 orang anak dan Bapak tersebut bingung bagaimana caranya membagi harta warisan itu secara adil merata kepada sembilan anaknya.
Bagaimanakah pembagian harta warisan agar setiap anak dapat warisan secara adil dan merata?


Masalah diatas sudah sangat sangat umum untuk para pecinta matematika karena soal diatas kabarnya adalah soal International Mathematical Olympiad [IMO].

Tetapi jangan mual dulu mendengar soal diatas adalah soal IMO [*kebiasaan dengar soal IMO mual, like me], karena soal diatas hanyalah pengembangan sederhana dari soal matematika yang sering juga disebut teka-teki matematika [*mungkin karena mudah disebut teka-teki].

Seperti apa teka-teki matematika tersebut, mari kita simak sebagai berikut;
 Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan Matematika Rekreasi: Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan

Teka-teki matematika diatas dimodifikasi menjadi seperti soal yang disampaikan diawal tadi yaitu;

Suatu hari ada seorang bapak yang sebentar lagi akan meninggal dunia. Bapak tersebut mempunyai harta warisan yaitu 9 pohon apel yang setiap pohon mempunyai jumlah buah apel yang berbeda. Buah dalam pohon apel itu dirincikan sebagai berikut:
  • Pohon ke-1 berbuah 1 apel
  • Pohon ke-2 berbuah 2 apel
  • Pohon ke-3 berbuah 3 apel
  • Pohon ke-4 berbuah 4 apel
  • Pohon ke-5 berbuah 5 apel
  • Pohon ke-6 berbuah 6 apel
  • Pohon ke-7 berbuah 7 apel
  • Pohon ke-8 berbuah 8 apel
  • Pohon ke-9 berbuah 9 apel
Bapak itu mempunyai 3 orang anak dan Bapak tersebut bingung bagaimana caranya membagi harta warisan itu secara adil merata kepada tiga anaknya.
Bagaimanakah pembagian harta warisan agar setiap anak dapat warisan secara adil dan merata?

Alternatif penyelesaianya sudah kita peroleh dari tabel teka-teki matematika diatas yaitu;
Anak 1: Pohon ke-8, Pohon ke-1, dan Pohon ke-6;
Anak 2: Pohon ke-3, Pohon ke-5, dan Pohon ke-7;
Anak 3: Pohon ke-4, Pohon ke-9, dan Pohon ke-2;
Ketiga anak masing-masing mendapatkan 3 pohon dan 15 buah, pembagian sudah adil dan merata.

Sekarang bagaimana jika masalah diperluas sedikit menjadi seperti masalah diawal yaitu;
Suatu hari ada seorang bapak yang sebentar lagi akan meninggal dunia. Bapak tersebut mempunyai harta warisan yaitu 81 pohon apel yang setiap pohon mempunyai jumlah buah apel yang berbeda. Buah dalam pohon apel itu dirincikan sebagai berikut:
  • Pohon ke-1 berbuah 1 apel
  • Pohon ke-2 berbuah 2 apel
  • Pohon ke-3 berbuah 3 apel
  • dst . . .
  • Pohon ke-80 berbuah 80 apel
  • Pohon ke-81 berbuah 81 apel
Bapak itu mempunyai 9 orang anak dan Bapak tersebut bingung bagaimana caranya membagi harta warisan itu secara adil merata kepada sembilan anaknya.
Bagaimanakah pembagian harta warisan agar setiap anak dapat warisan secara adil dan merata?
Alternatif Pembahasan:

 Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan Matematika Rekreasi: Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan
Dari tabel diatas dapat kita ambil cara bapak membagi harta warisannya adalah;
Anak 1: Pohon ke-47, ke-58, ke-69, ke-80, ke-1, ke-12, ke-23, ke-34, dan ke-45;
Anak 2: Pohon ke-57, ke-68, ke-79, ke-9, ke-11, ke-22, ke-33, ke-44, dan ke-46; dan seterusnya... sampai Anak 9.

Masing-masing anak mendapatkan 9 pohon dan 369 buah, ini mungkin sudah pembagian yang paling adil dan merata.


Demikian pengenalan sederhana tentang persegi ajaib ganjil untuk bilangan berurutan, sedangkan untuk persegi ajaib lainya dapat disimak disini.

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 Bagaimana perkalian dikerjakan dengan cara pilar (pintar bernalar);
 Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan Matematika Rekreasi: Persegi Ajaib Ganjil Untuk Bilangan Berurutan


Sumber https://www.defantri.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 7 May 2014

Matematika Rekreasi: Pembuktian Perkalian Dua Suku dengan Satu atau Dua Suku

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Saturday, 3 May 2014

Matematika Rekreasi dalam Pembelajaran Aspek Bilangan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.