Showing posts with label Gerakan Literasi Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Gerakan Literasi Sekolah. Show all posts

Friday, 15 December 2017

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling
sumber foto : cerdasberkarakter. kemdikbud. go. id

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling


Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi

Sahabat yang berbahagia, Gerakan literasi merupakan kegiatan mengasah kemampuan mengakses, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan cerdas berlandaskan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara untuk menumbuh kembangkan karakter seseorang menjadi tangguh, kuat, dan baik.

Pendidikan Karakter dari Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan secara terencana dan terprogram sedemikian rupa, baik dalam kegiatan-kegiatan berbasis kelas maupun kegiatan-kegiatan berbasis budaya sekolah, dan komunitas masyarakat.

Dalam konteks kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, kegiatan-kegiatan literasi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum.

baca juga :

Gerakan Literasi, Setiap guru dapat mengajak peserta didik membaca, menulis, menyimak, dan mengomunikasikan secara teliti, cermat, dan tepat tentang suatu tema atau topik yang ada di berbagai sumber, baik buku, surat kabar, media sosial, maupun media-media lain. Dalam hubungan ini diperlukan ketersediaan sumber-sumber informasi di sekolah, antara lain buku, surat kabar, dan internet. Oleh sebab itu, keberadaan dan peranan pojok baca, perpustakaan sekolah, dan jaringan internet menjadi penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.

Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam menyajikan program dan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara secara cerdas, agar peserta didik dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.

Pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 23 tentang Penumbuhan Budi Pekerti perlu menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan dan memulai gerakan literasi di sekolah.

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling

Sahabat , Penguatan Pendidikan Karakter bisa dilakukan secara terintegrasi melalui pendampingan siswa dalam melalui bimbingan dan konseling. Peranan guru BK tidak terfokus hanya membantu peserta didik yang bermasalah, melainkan membantu semua peserta didik dalam pengembangan ragam potensi, meliputi pengembangan aspek belajar/akademik, karier, pribadi, dan sosial. 

Bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan secara kolaboratif dengan para guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, maupun orang tua dan pemangku kepentingan lainnya. Keutuhan layanan bimbingan dan konseling diwujudkan dalam landasan filosofis bimbingan dan konseling yang memandirikan, berorientasi perkembangan, dengan komponen-komponen program yang mencakup (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) perencanaan individual dan peminatan, dan (4) dukungan sistem (sesuai Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah).

Lima nilai utama PPK yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas sangat sejalan dengan filosofi bimbingan dan konseling yang memandirikan. Peran dan tanggung jawab bimbingan dan konseling dalam PPK adalah pengembangan perilaku jangka panjang yang menyangkut lima nilai utama tersebut sebagai kekuatan nilai pada pribadi individu di dalam mengembangkan potensi di bidang belajar, karier, pribadi, dan sosial.

baca juga:

Pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan melalui layanan-layanan berikut.

1. Layanan Dasar

Layanan dasar adalah pendampingan yang diperuntukkan bagi seluruh peserta didik (konseli) melalui kegiatan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok untuk mengembangkan perilaku jangka panjang dalam pengembangan perilaku belajar, karier, pribadi, dan sosial. 

Nilai-nilai utama Pendidikan Karakter diidentifikasi dan diintegrasikan ke dalam pengembangan perilaku belajar/akademik, karier, pribadi, dan sosial yang dikemas ke dalam topik atau tema tertentu dan dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK).

Layanan dasar merupakan momen utama BK yang paling memungkinkan integrasi nilai-nilai utama PPK ke dalam layanan bimbingan dan konseling. Integrasi nilai-nilai utama PPK ke dalam pengembangan perilaku belajar, karier, pribadi, dan sosial dapat ditempuh dengan langkah-langkah
berikut.
  1. Kembangkan dan pilih nilai utama (atau unsur-unsur nilai utama) yang relevan dengan bidang pengembangan belajar, karier, pribadi, atau sosial.
  2. Kembangkan topik-topik atau tema satuan layanan yang mengandung perilaku nilai utama PPK dan perilaku belajar, karier, pribadi, atau sosial. Petakan ke dalam program semester/tahunan.
  3. Kembangkan RPLBK sesuai standar dan kebutuhan secara kontekstual.
  4. Implementasikan RPLBK bermuatan nilai-nilai utama PPK melalui sistem peluncuran (delivery systems) bimbingan dan konseling. Di dalam implementasi RPLBK bisa berkolaborasi dan/atau dikolaborasikan dengan kegiatan PPK berbasis lainnya.

2. Layanan Responsif

Layanan responsif adalah kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik tertentu, baik individual maupun kelompok, yang memerlukan bantuan segera agar peserta didik tidak terhambat dalam pencapaian tugas-tugas perkembangannya. 

Bantuan diberikan melalui konseling,konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan (pengalihan penanganan konseli pada ahli lain karena sudah di luar kewenangan konselor/guru BK). 

Nilai-nilai utama PPK diinkorporasikan dalam proses pemberian bantuan baik secara individual maupun kelompok.

baca juga:

3. Layanan Perencanaan Individual dan Peminatan

Layanan ini dimaksudkan untuk membantu setiap peserta didik dalam pengembangan bakat dan minatnya, melalui pemahaman diri, pemahaman lingkungan, dan pemilihan program yang cocok dengan bakat dan minatnya. Nilai-nilai utama PPK diinkorporasikan dalam proses pemahaman diri dan penguatan pilihan serta pembelajaran dalam pengembangan bakat dan minat. Pembelajaran sebagaimana disebutkan, lebih merupakan tanggung jawab guru mata pelajaran atau bidang yang sesuai dengan minat peserta didik.

4. Dukungan Sistem

Dukungan sistem terkait dengan aspek manajemen dan kepemimpinan sekolah di dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling untuk memperkuat PPK. Dukungan sistem ini termasuk di dalamnya kebijakan, ketenagaan, dana, dan fasilitas.

Demikian mengenai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling, semoga bermanfaat.

sumber : Profesi Guru

Sumber https://www.pediapendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 14 December 2017

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling
sumber foto : cerdasberkarakter. kemdikbud. go. id

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling


Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi

 Gerakan literasi merupakan kegiatan mengasah kemampuan mengakses, memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan cerdas berlandaskan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara untuk menumbuh kembangkan karakter seseorang menjadi tangguh, kuat, dan baik.

Pendidikan Karakter dari Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan secara terencana dan terprogram sedemikian rupa, baik dalam kegiatan-kegiatan berbasis kelas maupun kegiatan-kegiatan berbasis budaya sekolah, dan komunitas masyarakat.

Dalam konteks kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, kegiatan-kegiatan literasi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum.

baca juga :

Gerakan Literasi, Setiap guru dapat mengajak peserta didik membaca, menulis, menyimak, dan mengomunikasikan secara teliti, cermat, dan tepat tentang suatu tema atau topik yang ada di berbagai sumber, baik buku, surat kabar, media sosial, maupun media-media lain. Dalam hubungan ini diperlukan ketersediaan sumber-sumber informasi di sekolah, antara lain buku, surat kabar, dan internet. Oleh sebab itu, keberadaan dan peranan pojok baca, perpustakaan sekolah, dan jaringan internet menjadi penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.

Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam menyajikan program dan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara secara cerdas, agar peserta didik dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.

Pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 23 tentang Penumbuhan Budi Pekerti perlu menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan dan memulai gerakan literasi di sekolah.
[ads-post]

Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling

Penguatan Pendidikan Karakter bisa dilakukan secara terintegrasi melalui pendampingan siswa dalam melalui bimbingan dan konseling. Peranan guru BK tidak terfokus hanya membantu peserta didik yang bermasalah, melainkan membantu semua peserta didik dalam pengembangan ragam potensi, meliputi pengembangan aspek belajar/akademik, karier, pribadi, dan sosial. 

Bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan secara kolaboratif dengan para guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, maupun orang tua dan pemangku kepentingan lainnya. Keutuhan layanan bimbingan dan konseling diwujudkan dalam landasan filosofis bimbingan dan konseling yang memandirikan, berorientasi perkembangan, dengan komponen-komponen program yang mencakup (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) perencanaan individual dan peminatan, dan (4) dukungan sistem (sesuai Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah).

Lima nilai utama PPK yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas sangat sejalan dengan filosofi bimbingan dan konseling yang memandirikan. Peran dan tanggung jawab bimbingan dan konseling dalam PPK adalah pengembangan perilaku jangka panjang yang menyangkut lima nilai utama tersebut sebagai kekuatan nilai pada pribadi individu di dalam mengembangkan potensi di bidang belajar, karier, pribadi, dan sosial.

baca juga:

Pendidikan karakter berbasis layanan bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan melalui layanan-layanan berikut.

1. Layanan Dasar

Layanan dasar adalah pendampingan yang diperuntukkan bagi seluruh peserta didik (konseli) melalui kegiatan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok untuk mengembangkan perilaku jangka panjang dalam pengembangan perilaku belajar, karier, pribadi, dan sosial. 

Nilai-nilai utama Pendidikan Karakter diidentifikasi dan diintegrasikan ke dalam pengembangan perilaku belajar/akademik, karier, pribadi, dan sosial yang dikemas ke dalam topik atau tema tertentu dan dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK).

Layanan dasar merupakan momen utama BK yang paling memungkinkan integrasi nilai-nilai utama PPK ke dalam layanan bimbingan dan konseling. Integrasi nilai-nilai utama PPK ke dalam pengembangan perilaku belajar, karier, pribadi, dan sosial dapat ditempuh dengan langkah-langkah
berikut.
  1. Kembangkan dan pilih nilai utama (atau unsur-unsur nilai utama) yang relevan dengan bidang pengembangan belajar, karier, pribadi, atau sosial.
  2. Kembangkan topik-topik atau tema satuan layanan yang mengandung perilaku nilai utama PPK dan perilaku belajar, karier, pribadi, atau sosial. Petakan ke dalam program semester/tahunan.
  3. Kembangkan RPLBK sesuai standar dan kebutuhan secara kontekstual.
  4. Implementasikan RPLBK bermuatan nilai-nilai utama PPK melalui sistem peluncuran (delivery systems) bimbingan dan konseling. Di dalam implementasi RPLBK bisa berkolaborasi dan/atau dikolaborasikan dengan kegiatan PPK berbasis lainnya.

2. Layanan Responsif

Layanan responsif adalah kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik tertentu, baik individual maupun kelompok, yang memerlukan bantuan segera agar peserta didik tidak terhambat dalam pencapaian tugas-tugas perkembangannya. 

Bantuan diberikan melalui konseling,konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan (pengalihan penanganan konseli pada ahli lain karena sudah di luar kewenangan konselor/guru BK). 

Nilai-nilai utama PPK diinkorporasikan dalam proses pemberian bantuan baik secara individual maupun kelompok.

baca juga:

3. Layanan Perencanaan Individual dan Peminatan

Layanan ini dimaksudkan untuk membantu setiap peserta didik dalam pengembangan bakat dan minatnya, melalui pemahaman diri, pemahaman lingkungan, dan pemilihan program yang cocok dengan bakat dan minatnya. Nilai-nilai utama PPK diinkorporasikan dalam proses pemahaman diri dan penguatan pilihan serta pembelajaran dalam pengembangan bakat dan minat. Pembelajaran sebagaimana disebutkan, lebih merupakan tanggung jawab guru mata pelajaran atau bidang yang sesuai dengan minat peserta didik.

4. Dukungan Sistem

Dukungan sistem terkait dengan aspek manajemen dan kepemimpinan sekolah di dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling untuk memperkuat PPK. Dukungan sistem ini termasuk di dalamnya kebijakan, ketenagaan, dana, dan fasilitas.

Demikian mengenai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi dan Bimbingan Konseling, semoga bermanfaat.

sumber : Profesi Guru

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 14 June 2017

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan hal tersebut.

Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk KerjaSama dan Pembangunan Ekonomi (OECD- Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
 Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD

Sahabat Dunia Pendidikan. Perlu Juga diketahui, GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah :
  • Nomor (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; 
  • Nomor (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; 
  • Nomor (8) melakukan revolusi karakter bangsa; 
  • Nomor (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Empat butir Nawacita tersebut diatas terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.

Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu panduan yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.

Sahabat Dunia Pendidikan, Buku Panduan GLS (dapat diambil pada akhir artikel dibawah ini) berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: 
  • pembiasaan, 
  • pengembangan, dan 
  • pembelajaran beserta langkah-langkah operasional pelaksanaan dan beberapa contoh praktis instrumen penyertanya.

Panduan ini ditujukan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SD.

Target Pencapaian Pelaksanaan GLS di SD

GLS di SD menciptakan ekosistem pendidikan di SD yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang:
  1. menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar;
  2. semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama;
  3. menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan;
  4. memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan
  5. mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SD.

Untuk Lebih jelasnya mengenai Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD silahkan kunjungi dan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di bawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : 

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Gerakan Literasi Sekolah Merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dalam membudayakan Membaca.
 Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB

Gerakan Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Sahabat Dunia Pendidikan, Gerakan literasi di SLB bertujuan untuk menciptakan iklim literasi SLB, yang meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi); 
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SLB, dan 
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Perlu Juga diketahui Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SLB yang terbagi pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB untuk untuk masing-masing kelainan: 
  1. Tunanetra (A), 
  2. Tunarungu (B), 
  3. Tunagrahita (C), 
  4. Tunadaksa (D), dan
  5. Autism (F).

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih Jelasnya, silahkan kunjungi dan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : 

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
 Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP

GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan GLS di SMP (Buku Panduan dapat diambil pada link di akhir artikel) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMP yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMP meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMP; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Adapun Sasaran GLS ini di tujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikanuntuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMP. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Tahap-Tahap Gerakan Literasi Sekolah Di Smp :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Lebih jelasnya silahkan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamin.

sumber : 

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Siswa SMA di Indonesia berkemungkinan mempunyai potensi dan kemampuan yang sangat luar biasa untuk bersaing dengan siswa dari negara yang lebih maju seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang dinilai mampu dalam bidang matematika sains, dan membaca. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris diketahui bahwa membaca merupakan salah satu rahasia sukses siswa dari negara maju tersebut.
 Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA

Disadari bahwa kebiasaan membaca siswa SMA belum sepenuhnya tumbuh menjadi budaya. Oleh karena itu, kebiasaan membaca harus ditumbuhkembangkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan di SMA.

Sahabat Dunia Pendidikan, Dalam rangka membudayakan kebiasaan membaca, Direktorat Pembinaan SMA memprogramkan pembinaan peningkatan minat membaca siswa SMA melalui gerakan literasi sekolah.

Pada program tersebut, sekolah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya memfasilitasi dan menggerakkan budaya membaca siswa.

Panduan ini (Dapat diambil di akhir artikel ini) merupakan referensi bagi kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk memahami literasi dan menerapkannya di SMA. Substansi dari panduan ini akan terus dikembangkan. Oleh karena itu, saran dan masukan dari warga sekolah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Semoga panduan ini dapat memberikan inspirasi dan inovasi bagi sekolah untuk melaksanakan program literasi dan menumbuhkembangkan budaya minat baca.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan ini ditujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMA. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Dimanan GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Panduan GLS di SMA ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMA yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMA, meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMA; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Sahabat Dunia Pendidikan untuk lebih jelasnya mengenai GLS di SMA, Berikut dilampirkan Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA yang dapat diambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : 

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK ini disusun untuk memberikan acuan pokok kepada semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan literasi di SMK.
 Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK

Dengan terbitnya panduan ini, diharapkan memberi kejelasan dan kemudahan semua pihak dalam melaksanakan berbagai perencanaan kegiatan, kerja sama dan memadukan program secara sinergis.

Dengan program yang disusun oleh berbagai pihak diharapkan akan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik SMK, yang sekaligus akan meningkatkan perannya dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Sahabat Dunia Pendidikan, Pendidikan literasi yang dilakukan di Indonesia, ditengarai belum mengembangkan kemampuan berpikir tinggi, atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang meliputi kemampuan analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif, dan kreatif.

Hal ini tergambar bahwa di sekolah, terdapat dikotomi antara belajar membaca (learning to read) dan membaca untuk belajar (reading to learn). Kegiatan membaca belum mendapatkan perhatian yang mendalam, terutama di mata pelajaran non-bahasa. Ketika mempelajari konten mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif, guru kurang menggunakan teks materi pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir tinggi tersebut.

Siswa SMK yang terlahir di era teknologi informasi (digital natives) membaca dan menulis dilakukan dengan cara yang berbeda dari generasi sebelum mereka. Kecakapan ini harus terakomodasi di ruang kelas maupun di lingkungan SMK, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kecakapan kognitif, sosial, bahasa, visual, dan spiritual.

Sahabat Dunia Pendidikan, Ruang lingkup Gerakan Literasi Sekolah di SMK meliputi :
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi).
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMK.
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Desain Induk GLS, menyebutkan bahwa GLS dilaksanakan dalam 3 tahapan seperti disebutkan berikut ini :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih jelasnya mengenai Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK silahkan ambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber : 

Sumber https://www.gurusd.id/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saturday, 30 July 2016

Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Menata sarana dan lingkungan kaya literasi di SD


Sahabat Dunia Pendidikan yang berb4hagia, Sarana literasi mencakup perpustakaan sekolah, Sudut Baca Kelas, dan area baca. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat pembelajaran di SD. Pengembangan dan penataan perpustakaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan gerakan literasi SD dan pengelolaan pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Perpustakaan yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan minat baca warga SD dan menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat. Perpustakaan SD idealnya berperan dalam mengkoordinasi pengelolaan Sudut Baca Kelas, area baca, dan prasarana literasi lain di SD.
Menata sarana dan lingkungan kaya literasi di SD Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD
gerobak baca
1) Perpustakaan SD
  • Fungsi perpustakaan SD adalah sebagai pusat pengelolaan pengetahuan dan sumber belajar di SD yang dikelola oleh kepala SD.
  • Perpustakaan SD dapat dikelola oleh tim perpustakaan yang terdiri atas tenaga yang terlatih di dalam pengelolaan bahan literasi.
  • Perpustakaan SD sebaiknya dilengkapi oleh berbagai sistem dan aplikasi untuk mencatat pengunjung, dan aktivitas membaca, dan sarana literasi lain.

baca juga : 

2) Sudut Baca Kelas
  • Sudut Baca Kelas adalah sebuah sudut di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca peserta didik.
  • Sudut Baca Kelas adalah sudut di ruangan kelas yang digunakan untuk memajang koleksi bacaan dan karya peserta didik.
  • Sudut Baca Kelas berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan SD, yaitu mendekatkan buku kepada peserta didik.
  • Sudut Baca Kelas dikelola oleh guru, peserta didik, dan orang tua.

3) Area Baca

Area baca meliputi lingkungan sekolah (serambi, koridor, halaman, kebun, ruang kelas, tempat ibadah, tempat parkir, ruang UKS, ruang kepsek, ruang guru, ruang tunggu orang tua, toilet dll.) yang dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi kegiatan membaca peserta didik dan warga sekolah.


4) UKS, kantin, dan kebun sekolah
  • UKS di SD perlu mengkampanyekan gaya hidup sehat (mencuci tangan, membersihkan diri, dan perilaku yang mendukung kebersihan, kerapian, keindahan). Bahan kaya teks dapat memperkaya kegiatan UKS, di antaranya poster kesehatan/kebersihan; peribahasa-peribahasa yang terkait dengan gaya hidup sehat, kebersihan, kerapian, serta keindahan.
  • Kantin sekolah yang selama ini menjual makanan tidak sehat harus diubah dengan cara mengembangkan teknologi makanan yang bersih dan sehat. Teknologi makanan terkait dengan cara membersihkan, menyimpan, memasak atau mengolah makanan, menyajikan, dan mengemas makanan. Dengan demikian, aktivitas di kantin akan memperkuat proses pembelajaran yang terintegrasi dengan sains, matematika, bahasa, seni, muatan lokal, revolusi hijau, dan sebagainya.
  • Kebun sekolah adalah laboratorium hidup dapat mengajarkan pengetahuan tentang beragam jenis tanaman hias, tanaman obat, tanaman pangan, tanaman bumbu dapur, dan buah-buahan yang bermanfaat untuk kesehatan dan kehidupan. Di kebun sekolah ini, beragam aktivitas dapat dikembangkan untuk memperkuat proses pembelajaran secara terintegrasi.
  • Kebun sekolah, kantin, dan UKS dapat dilengkapi dengan prasarana yang nyaman (meja, kursi, rak-rak buku) untuk membuat peserta didik betah membaca.

Demikian sahabat pendidikan yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

sumber : Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar

Sumber https://www.pediapendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 29 July 2016

GAMBARAN UMUM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH SEKOLAH DASAR

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

GAMBARAN UMUM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH SEKOLAH DASAR


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Keterampilan membac4 berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

GAMBARAN UMUM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH SEKOLAH DASAR GAMBARAN UMUM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH SEKOLAH DASAR
Gerakan literasi sekolah

Dalam konteks internasional, pemahaman membaca tingkat sekolah dasar (kelas IV) diuji oleh Asosiasi Internasional untuk Evaluasi Prestasi Pendidikan (IEA-the International Association for the Evaluation of Educational Achievement) dalam Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang dilakukan setiap lima tahun (sejak tahun 2001). Selain itu, PIRLS berkolaborasi dengan Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) menguji kemampuan matematika dan sains peserta didik sejak tahun 2011. Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
Sahabat Dunia Pendidikan, Uji literasi membaca mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Dalam PIRLS 2011 International Results in Reading, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012). Sementara itu, uji literasi membaca dalam PISA 2009 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor ratarata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012. Data PIRLS dan PISA, khususnya dalam keterampilan memahami bacaan, menunjukkan bahwa kompetensi peserta didik Indonesia tergolong rendah.

Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat.


Untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Desain Induk ini disusun guna memberi arahan strategis bagi kegiatan literasi di lingkungan satuan pendidikan dasar dan menengah. Pelaksanaan GLS akan melibatkan unit kerja terkait di Kemendikbud dan juga pihak-pihak lain yang peduli terhadap pentingnya literasi. Kerja sama semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk melaksanakan gerakan bersama yang terintegrasi dan efektif.

Demikian yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua,aamiin.

sumber ; Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar


Sumber https://www.pediapendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.