Showing posts with label Gema Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Gema Ramadhan. Show all posts

Thursday, 27 April 2017

Doa Menyambut Bulan Puasa Ramadhan (Marhaban Ya Ramadhan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang bacaan doa untuk menyambut bulan puasa ramadhan yaitu bulan suci yang penuh barokah. Tentu kita semua sangat mendambakan bulan suci ramadhan ini dan menanti-nanti atau menunggu kehadiran bulan pausa yang penuh berkah. Mengingat beberapa hari kedepan kita memasuki bulan puasa ramadhan, maka sebagai rasa syukur dan bangga marilah kita berdoa bersama-sama untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.

Sebelum lebih jauh mempelajari doa menyambut puasa ramadhan, perlu kita ketahui bahwasanya tidak ada doa-doa khusus untuk menyambut bulan suci ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun para sahabatnya. Akan tetapi para sahabat dan para ulama generasi setelahnya menyambut bulan ramadhan dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Mereka ungkapkan kegembiraan ini dengan kalimat-kalimat yang mengandung doa kebaikan dan harapan.

Sebagaimana dilansir dari laman Konsultasi Syariah, bahwasanya Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – yang mengatakan,
كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم
Artinya :
“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, bahwa beliau mengatakan,

Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
Artinya :
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ
Artinya :
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan”. (HR. Ahmad : 2346 dan 2387)

Itulah beberapa bacaan doa yang dapat kita ucapkan untuk menyambut bulan ramadhan. Semoga kita semua diberi kesehatan lahir batin dan berjumpa kembali dengan bulan yang penuh berkah, bulan suci ramadhan. Marilah kita berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.
Marhaban Ya Ramadhan......
Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 8 July 2015

Bacaan Takbir, Doa Takbiran Hari Raya Idul Fitri/ Idul Adha Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Takbiran di malam hari raya idul fitri dimulai tepat di hari terakhir puasa ramadhan. Biasanya setelah ba'da sholat ashar dan/atau setelah maghrib, setiap mushollah dan masjid-masjid sudah ramai berkumandang takbir dengan diiringi suaru bedug hingga pagi hari menjelang sholat ied.

Untuk bacaan takbiran di hari raya, kami yakin semua sudah pada hafal lafadz bacaannya, yaitu menyerukan kalimat "ALLAHU AKBAR...." secara berulang-ulang dan sesekali biasanya membaca doa takbiran atau takbir yang lebih panjang. Dan ini sebagian orang masih belum hafal. Maka dari itu, pada halaman ini kami akan berbagi lafadz doa takbiran hari raya idul fitri lengkap dalam bahasa arab, tulisan latin dan terjemahannya untuk dapat dihafalkan.

Bacaan Takbiran Hari Raya Idul Fitri / Idul Adha

اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً. لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآَاِلهَ اَلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLAALLAAHU WALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMD. (Dibaca 3 kali)
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA, WALHAMDU LILLAAHI KATSIIRAA, WA SUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA'BUDU ILLAA IYYAAHU MUKHLISHIINA LAHUDDIIN, WALAU KARIHAL KAAFIRUUN, LAA ILAAHA ILALLAAHU WAHDAH, SHADAQAWA'DAH, WANASHARA 'ABDAH, WA A-'AZZA JUNDAH, WAHAZAMAL AHZAABA WAHADAH, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBARU WALILLAAHIL HAMD.
Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Alah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala pua dan puji.
Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang karif membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuhNya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.

Video Takbiran Hari Raya Idul Fitri/Idul Adha



 dimulai tepat di hari terakhir puasa ramadhan Bacaan Takbir, Doa Takbiran Hari Raya Idul Fitri/ Idul Adha Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi: Takbiran Hari Raya Idul Fitri (Tabuh Bedug)

Itulah Bacaan Takbir / Doa Takbiran Hari Raya Idul Fitri lengkap arab, latin dan artinya. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.  Semoga bermanfaat.

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wednesday, 1 July 2015

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar beserta Dalilnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Malam Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, malam yang istimewa, malam yang lebih baik dari 100 bulan, malam dimana Kitab Suci Al-Qur'an Diturunkan, malam lailatul qadr juga merupakan malam dicatatnya takdir tahunan.

Ada beberapa tanda-tanda malam lailatul qadar yang patut kita pahami, agar supaya kita menjumpai malam yang penuh kemuliaan ini. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mencari lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Dan berikut adalah tanda-tandanya

Ciri-ciri / Tanda Malam Lailatul Qadar

Dalam kitab Fathul Bari, 4 : 260, bahwasanya Ibnu Hajar Al- Asqolani berkata;

وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي
Artinya :
“Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fathul Bari, 4: 260).
 malam lailatul qadr juga merupakan malam dicatatnya takdir tahunan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar beserta Dalilnya
Ilustrasi: Malam Lailatul Qadr

Di antara yang menjadi dalil perkataan beliau di atas adalah hadits dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا
Artinya :
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762).

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya :
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475.)
Jika demikian, maka tidak perlu mencari-cari tanda lailatul qadar karena kebanyakan tanda yang ada muncul setelah malam itu terjadi. Yang mesti dilakukan adalah memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan, niscaya akan mendapati malam penuh kemuliaan tersebut. Jadi intinya, perbanyaklah beribadah di malam 10 terakhir bulan ramadhan, Insya Allah kita akan menjumpainya.

Beberapa hadits tentang kapan terjadinya Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya :
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169).
Yang dimaksud dalam hadits ini adalah semangat dan bersungguh-sungguhlah mencari lailatul qadar pada sepuluh hari tersebut. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 53.

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya :
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017).
Itulah beberapa tanda-tanda malam lailatul qadar beserta dalilnya serta beberapa hadits kapan terjadinya malam lailataul qadr. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjumpai malam yang penuh kemuliaan ini. Amien.

Sumber Referensi :
#http://muslim.or.id/ramadhan/kajian-ramadhan-17-tanda-lailatul-qadar-dan-kapan-lailatul-qadar-terjadi.html

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 30 June 2015

Nuzulul Qur'an Diperingati Setiap Tanggal Berapa?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Nuzulul Qur'an Terjadi pada Tanggal Berapa? Pertanyaan ini sering kali kita dengar, karena memang ada beberapa pendapat tentang Turunnya Al-Qur'an atau Nuzulul Qur'an di kalangan para ulama.

Di kalangan masyarakat kita khususnya Indonesia, Nuzulul Qur'an umumnya diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Nah jika sudah memasuki malam yang ke-17 Puasa ramadhan, maka dimasjid-masjid atau musholla biasanya mengadakan peringatan nuzulul qur'an. Padahal Allah SWT berfirman yang artinya "Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan". Malam kemuliaan ini dikenal dengan Malam Lailatul Qadar.

Lantas, Apa Alasan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur'an? untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami share penjelasan tentang Nuzulul Qur'an, seperti dilansir dari laman eramuslim.

 karena memang ada beberapa pendapat tentang  Nuzulul Qur'an Diperingati Setiap Tanggal Berapa?

Ada beberapa pendapat dikalangan para ulama tentang bagaimana Kitab Al-Qur'an diturunkan dari Lauh Mahfudz.
  1. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya, dia mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca :

    وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
    Artinya :
    “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik .” (QS. Al Furqon : 33)

    وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
    Artinya :
    “Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra : 106)

    Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan,”… maka Al Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi saw.’

    Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu.
  2. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya, demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama.
  3. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsru-angsur pada waktu yang berbeda-beda, demikianlah pendapat Sya’bi.
  4. Al Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi saw selama 20 tahun. Ini adalah pendapat yang aneh. (Fatawa al Azhar juz VII hal 469)

Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad saw;

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥
Artinya :
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca." (QS. Al A’laq : 1 – 5)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan.

Dari beberapa penjelasan diatas, sebagaimana kami lansir dari eramuslim.com, maka dapat kita simpulkan bahwa Al-Qur'an diturunkan (Nuzulul Qur'an) pada malam lailatul Qadar, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1 yang berbunyi : 

إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya :
"Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan" (QS. Al-Qadr : 1)

Maksud dari "Malam kemuliaan" adalah malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

Sekarang yang jadi pertanyaan, Kapan Terjadinya malam Lailatul Qadar?
Rasulullah SAW pernah mengabarkan kepada kita tentang kapan akan datangnya malam Lailatul Qadar. Beliau pernah bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Adapun kemungkinan alasan yang menjadikan tanggal 17 Ramadhan sebagai Malam Nuzulul Qur'an yaitu mengacu pada ayat pertama dari surat al Alaq yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada hari senin tanggal 17 Ramadhan, akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan. Wallahu A'lam

 Sumber Referensi :
#http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/nuzulul-qur-an.htm#.VZKpivnAPBt
#http://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/murajaa/598-benarkah-al-quran-turun-pada-malam-nuzulul-quran-17-ramadhan


Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 24 May 2015

Lafadz Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Salah satu rukun puasa adalah niat. Adapun untuk niat puasa ramadhan dilakukan pada malam hari, biasanya setelah selesai shalat tarawih, namun yang pasti puasa di bulan ramadhan niatnya harus sebelum subuh atau sebelum masuk waktu fajar dan/atau sebelum imsak.

Puasa ramadhan adalah puasa wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh dan berakal. Kewajiban perintah puasa ramadhan telah diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa".

Adapun lafadz niat puasa wajib di bulan ramadhan dalam bahasa arab, tulisan latin lengkap dengan artinya adalah sebagai berikut : 

 biasanya setelah selesai shalat tarawih Lafadz Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya
Ilustrasi : Niat Puasa Ramadhan sebelum Sahur

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA
Artinya :Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Bagi teman-teman yang lebih suka menghafal dengan cara mendengarkan, silakan saksikan video lafadz niat puasa berikut ini

Itulah bacaan niat puasa ramadhan dalam bahasa arab, tulisan latin dan artinya, silakan dihafalkan. Seperti yang diketahui, bahwa puasa ramadhan adalah wajib bagi orang muslim (laki-laki dan perempuan) yang sudah baligh dan berakal. Maka apabila meninggalkannya sungguh berdosa dan diwajibkan untuk membayar/mengganti dan/atau mengqadhanya.

Dilingkungan saya (di kampung) umumnya setelah selesai shalat tarawih para jama'ah bersama-sama membaca niat puasa ramadhan, ini dilakukan selama 1 bulan. Padahal niat puasa ramadhan juga bisa diniatkan cukup sekali saja di awal bulan puasa ramadhan, tetapi apabila puasanya terputus maka diharuskan untuk niat puasa ramadhan lagi, karena telah memutus bulan ramadhan yaitu dengan meninggalkan puasa.

Seperti dilansir dari KonsultasiSyariah.com, bahwasanya Syaikhul Islam pernah ditanya "Bagaimana penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang niat puasa Ramadhan; apakah kita harus berniat setiap hari atau tidak?"

Jawaban beliau:
كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ سَوَاءٌ تَلَفَّظَ بِالنِّيَّةِ أَوْ لَمْ يَتَلَفَّظْ . وَهَذَا فِعْلُ عَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ كُلُّهُمْ يَنْوِي الصِّيَامَ
Artinya :
“Setiap orang yang tahu bahwa esok hari adalah Ramadhan dan dia ingin berpuasa, maka secara otomatis dia telah berniat berpuasa. Baik dia lafalkan niatnya maupun tidak ia ucapkan. Ini adalah perbuatan kaum muslimin secara umum; setiap muslim berniat untuk berpuasa.” (Majmu’ Fatawa, 6:79)

Jadi, dalam sebulan penuh selama ramadhan kita bisa niat puasa hanya sekali saja yaitu tepat di awal bulan atau saat shalat tarawih pertama dan/atau saat makan sahur, yang terpenting adalah sebelum masuk waktu fajar (subuh) dan apabila ditengah jalan kita tidak puasa, maka diharuskan untuk niat puasa ramadhan lagi.  

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Friday, 22 May 2015

Lafadz Niat Sholat Tarawih Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Shalat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan selama satu bulan penuh pada bulan ramadhan. Secara umum shalat tarawih dilaksanakan secara berjama'ah setelah shalat isya, adapun untuk jumlah raka'at shalat tarawih ada yang 23 rakaat dan ada juga yang 11 rakaat termasuk shalat witir.

Meskipun jumlah raka'at shalat tarawih berbeda (ada yang 23 raka'at, ada yang 11 raka'at) namun pelaksanaannya sama, yaitu setiap 2 raka'at diakhiri dengan salam, sehingga niat shalat tarawih pun sama yakni niat shalat sunnah 2 raka'at, yang membedakan hanyalah shalat tarawihnya sebagai imam atau sebagai makmum dan/atau shalat tarawihnya sendirian. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah lafadz niatnya lengkap bahasa arab, tulisan latin dan terjemahannya.

 adalah sholat sunnah yang dilakukan selama satu bulan penuh pada bulan ramadhan Lafadz Niat Sholat Tarawih Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi : Shalat Tarawih Berjama'ah


Niat Shalat Tarawih sebagai Ma'mum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Sunnah Tarawih Sendirian
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA
Artinya :
Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala


Video Niat Sholat Tarawih


Itulah lafadz niat sholat sunnah taraweh lengkap arab, latin dan artinya yang dapat Anda sesuaikan dengan shalat Anda (apakah jadi imam atau makmum dan/atau shalat sendirian). Meskipun Anda melaksanakan sholat tarawih 23 rakaa't (termasuk witir) dan/atau shalat tarawih yang 11 raka'at (termasuk witir), namun untuk lafadz niatnya sama sebagaimana sudah dijelaskan diatas.

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.