Showing posts with label Khutbah Sholat Ied. Show all posts
Showing posts with label Khutbah Sholat Ied. Show all posts

Saturday, 19 September 2015

Khutbah Kedua Idul Adha Hari Raya Haji Lengkap

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Khutbah Kedua Hari Raya Haji (Idul Adha) ini adalah lanjutan dari Khutbah Idul Adha yang pernah kami share sebelumnya. Semoga ini dapat memperlengkap materi khutbah sholat iedul adha tahun yang Insya Allah akan dirayakan tanggal 24 September 2015.

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwasanya Hari raya idul adha merupakan hari raya Islam. Dimana pada hari ni diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

 ini adalah lanjutan dari Khutbah Idul Adha yang pernah kami share sebelumnya Khutbah Kedua Idul Adha Hari Raya Haji Lengkap
Ilustrasi: Khutbah Kedua Idul Adha

KHUTBAH KEDUA IDUL ADHA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِيْدِ الْجَمِيْعِ وَاْلأَعْيَادِ، رَافِعِ السَّموَاتِ بِغَيْرِ عَمَدِ تَرَوْنَهَا وَبَاسِطِ اْلأَرْضِ وَمُرْسِيْهَا بِاْلأَطْوَادِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِىْ لاَيُحْصَى لَهَا تَعْدَادٌ وَأَشْكُرُهُ وَبِالشُّكْرِ تَحْلُوْالنِّعَمُ وَتَزْدَادُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أُعِدُّهَا لَيَوْمِ التَّنَادِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِيْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ، الدَّاعِى إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ حَتَّى دَانَتْ لِدَعْوَتِهِ الْعِبَادُ.
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ اْلأَمْجَادِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثْيْرًا.

Pujian serta sanjungan hanya bagi Allah, yang telah meninggikan langit dan menghamparkan bumi serta mengukuhkannya dengan gunung-gunung yang dipancangkan.

Saya panjatkan puji kepada Allah Yang Maha Suci atas karunia nikmat-Nya yang tidak terhingga dan tidak terbilang banyaknya. Saya panjatkan rasa syukur kepada-Nya, karena dengan syukur itu Allah akan menambah nikmat-Nya.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, yang menuntun jalan lurus dan menyeru kepada Allah dengan pendekatan yang baik dan bijak, sehingga beroleh sambutan dari hamba-hamba Allah.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang baik dan mulia.

Wahai hamba-hamba Allah, bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kebahagiaan itu bukan bagi orang yang menyambut hari raya dengan pakaian baru, berkendaraan mewah dan dilayani seorang hamba. Tetapi, kebahagiaan adalah bagi orang yang bertaqwa kepada Allah sepanjang hidupnya, sehingga memperoleh kebaikan di surga yang kenikmatannya tidak akan pernah sirna dan tidak dibatasi oleh waktu, dan selamat dari neraka yang sangat panas, makanannya berupa racun, minumannya darab berecampur nanah dan pakaiannya dari besi.

Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah, dengan melaksanakan perintah-perintahNya. Dirikanlah shalat, tunaikan zakat, kerjakan yang ma'ruf dan cegahlah kemungkaran, demikianlah yang semestinya dilakukan oleh seorang hamba. Ketahuilah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kamu dengan perintah yang harus dimulai diri sendiri, seraya berfirman :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56)

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, hamba dan Rasul-Mu dari Bani Hasyim yang jujur. Dan ridhailah ya Allah, empat orang khalifah yang paling patuh kepada-Mu yakni Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan sleuruh sahabat yang jujur dan menepati janji.

Demikian pula para Tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Demikian juga, kami bersama mereka mengharapkan rampunan-Mu, kemuliaan dari-Mu dan kebaikan-Mu, wahai Pemberi Pahala dan Pengampunan.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimim, campakkanlah ahli syirik dan kemusyrikan, kekalkanlah para penegak agama Islam. Jadikanlah Negara ini aman dan tenteram, demikian pula seluruh negeri Islam.

Ya Allah, tegakkanlah bendera jihad dan tenggelamkanlah ahli syirik dan perusak. Limpahkanlah seluruh rahmat-Mu kepada seluruh hamba, ya Allah Pemilik dunia dan akhirat sebagai tempat kembali.


عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغَيْ، يَعظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِاللهِ إِذَاعَاهَدْتُمْ، وَلاَتَنْقُضُوْا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا، وَقَدْجَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ الْجَلِيْلَ يَدْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نَعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُوْنَ



Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Thursday, 9 July 2015

Khutbah Kedua Idul Fitri - Khutbah Singkat, Padat dan Bermakna Hari Raya Idul Fitri

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Khutbah Kedua Lebaran Idul Fitri yang akan kami share ini merupakan lanjutan dari Khutbah (Pertama) Idul Fitri Singkat, Pendek dan Padat. Seperti diketahui, dalam khutbah sholat ied tidak disyaratkan harus terdiri dari dua khotbah, berbeda dengan Khutbah Jum'at yang diharuskan terdiri dari dua khutbah. Meskipun demikin, para jumhur ulama tetap mengatakan bahwa meski tidak disyaratkan, namun hukumnya tetap sunnah untuk menjadikan khutbah sholat ied terdiri dari 2 khutbah.

Untuk itu, demi menegakkan sunnah, maka tidak ada salahnya dalam khutbah idul fitri ini dilengkapi dengan khutbah kedua. Dan berikut adalah Contoh Khutbah Kedua Hari Raya Idul Fitri yang dapat Anda jadikan bahan referensi, jika memang kebetulan di tahun ini Anda ditunjuk sebagai khotib dalam sholat ied.


 yang akan kami share ini merupakan lanjutan dari  Khutbah Kedua Idul Fitri - Khutbah Singkat, Padat dan Bermakna Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi: Khutbah Kedua Idul Fitri

Khutbah Kedua Hari Raya Idul Fitri Lengkap

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَلْحَمْدُ اِللهِ الَّذِىْ خَلَقَ آدَمَ مِنْ طِيْنِ، وَجَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ مَاءٍ مُهِيْنٍ، فَسَمَهُمْ بِعِلْمِهِ إِلَى أَصْحَابِ شِمَالٍ وَأَصْحَابِ يَمِيْنٍ، قِسْمَةً كُتَبِتْ فَكُتِمَتْ غَيْرَ أَنَّ للِسَّعَادَةِ وَالشَّقَاوَةِ عُنْوَانًا يَسْتَبِيْنُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدُ أَوْلِيَائِهِ الْمُسْتَقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Puji serta sanjungan hanya bagi Allah yang telah menciptakan Adam dari tanah liat, dan menciptakan keturunannya dari air mani yang memancar, serta membagi manusia menjadi golongan kanan dan kiri dengan pembagian yang pasti. Hanya masalah kemuliaan dan kesengsaraan yang merupakan bukti nyata. Saya panjatkan puji kepada Allah, sebagaimana pujian para Aulia yang IndoINT.

Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yang jujur dan terpercaya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wahai hamba allah, bertaqwalah kepada Allah, taatilah perintah-Nya dengan menjunjung tinggi perintah itu dan tidak berbuat maksiat kepada-Nya. Tundukkanlah pandangan matamu, karena pandangan mata adalah anak panah iblis. Allah SWT berfirman: 

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya :
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An-Nuur : 30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur : 31)

Jangan berlaku riya' dalam berpakaian dan jangan pula memanjangkan pakaian hingga menyapu tanah, karena hal itu diharamkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Allah SWT berfirman :
وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا
Artinya :
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS. Al-Israa' : 37)

Di dalam Al-Hadist diterangkan:
Artinya :
Barang siapa yang memanjangkan pakaiannya dengan sombong, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat nanti.

Ketahuilah bahwa Allah SWT memerintahkan kamu suatu perintah yang harus dimulai dari diri sendiri. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56)

Ya Allah, sampaikanlah shalawat keapda Nabi Muhammad dan ridhailah para Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali serta para sahabat lainnya.

Demikian pula para Tabi'in dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik. Kami dan mereka mengharapkan ampunan, kemuliaan dan kebaikan-Mu, Ya Allah Maha Pengampun.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan para muslimin, hinakan kaum musyrikin dan kafir, utamakanlah para penegak agama Islam, jadikanlah negeri ini aman dan tenteram, demikian pula seluruh negeri orang-orang mukmin, ya Tuhan sekalian Alam.

Ya Allah, tegakkanlah bendera jihad dan tenggelamkanlah ahli syirik. Sebarkanlah rahmat-Mu kepada seluruh hamba, ya Tuhan pemilik dunia dan akhirat. 


عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغِيْ، يَعْظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ، وَلاَ تَنْقُضُوْااْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا، وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ، فَاذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهُ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُوْنَ

Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil dan baik, bersedekah kepada kaum fakir dan melarang perbuatan keji, mungkar dan aniaya, menasehati agar kamu sekalian menjadi orang-orang yang sadar.

Penuhilah janji apabila kamu berjanji, dan jangan menjadikan sumpah palsu sebagai penguat jika memang tidak benar dan nyata. Sedang Allah adalah pemeliharamu dan Maha Mengetahui.

Ingatlah kepada Allah Yang Maha Besar, niscara Dia ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat yanag telah dikaruniakan, maka Dia akan menambah nikmat-Nya. Dan mengingat Allah merupakan suatu hal yang wajib. Karena Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan.

Itulah khutbah Kedua Lebaran Idul Fitri setelah Sholat Ied yang dapat kami share. Bagi teman-teman yang kebetulan tahun ini mendapat giliran menjadi Khotib Sholat Idul Fitri, silakan contoh khutbah idul fitri yang singkat dan padat diatas bisa dijadikan referensi. 

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 6 July 2015

Khutbah Idul Fitri Singkat dan Padat - Khutbah Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri Lengkap

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Blog Khusus Doa - Berikut ini kami share contoh khutbah idul fitri yang singkat, padat dan penuh makna. Seperti diketahui, khutbah pada hari raya dilakukan setelah selesai sholat ied. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan khutbah jum'at yang dilakukan sebelum sholat jum'at. Apabila khutbah hari raya idul fitri dilakukan sebelum shalat ied, maka hal tersebut tidak dianggap dan khutbah diulangi setelah selesai sholat ied.

Dalam Al Fiqhu ‘Alaa Madzahibil Arba’ah dikatakan bahwa: "Hukum kedua khutbah hari raya adalah sunnah berdasarkan kesepakatan ‘ulama, kecuali menurut Malikiyah. ‘Ulama Malikiyah mengatakan : sesungguhnya kedua khutbah tersebut adalah mandub bukan sunnah. Dan telah diketahui bahwa ulama Hanabilah dan Syafi’iyah tidak membedakan antara mandub dan sunnah, namun ulama Malikiyah mengatakan bahwa kedua khutbah ‘ied adalah mandub, sedangkan ‘ulama Hanafiyah mengatakan sunnah. Bersamaan dengan hal itu, rukun-rukun dan syarat-syaratnya sebagaimana khutbah Jum’at"



 khutbah pada hari raya dilakukan setelah selesai sholat ied Khutbah Idul Fitri Singkat dan Padat - Khutbah Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri Lengkap
Ilustrasi: Khutbah setelah Sholat Ied, Khutbah Hari Raya Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri Singkat, Padat dan Bermakna

اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ عَدَدَماَصَامَا صَائِمٌ وَأَفْطَرَ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَاصَامَا هَلَّلَ مُهَلِّلَ وَكَبَرَ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَاالْتَزَمَ الْمُلْتَزِمُ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَا اُفِيْضَ هُنَاكَ مِنْ عِبْرَةِ وَنَدِمَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا يَمَّمُوْا عَرَفَةِ مُلَّبِيْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا سَعَوْابَيْنَ الْمَرْوَةَ وَالصَّفَا.
اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا هَبِطُوْاوَادِيًا أَوْعَلَوْاشَرَفًا، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَاِللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ شَهَّلِ لِلْعِبَادِ طَرِيْقَ الْعِبَادِةِ وَيَسَّرَ، وَأَفَاضَ عَلَيْهِمْ مِنْ خَزَائِنِ جُوْدِهِ الَّتِى لاَتُحْصَى، وَجَعَلَ لَهُمْ عِيْدًا يَعُوْدُ فِى كُلِّ عَامٍ وَيَتَكَرَّرُ، تَقَّاهُمْ بِهِ مِنْ دَرْنِ الذُّنُوْبِ وَطَهَّرَ، فَمَا مَضَى شَهْرُ الصِّيَّامِ إِلاَّ وَأَعْقَمَهُ بِأَشْرِ الْحَجِّ إِلَى بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِى لاَيُحْصَى، وَأَشْكُرُهُ وَهُوَ الْمُسْتَحِقُّ لْأَنْ يُحْمَدَ وَيُشْكَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ خَلَقَ فَقَدَّرَ وَدَبَّرَ فَيَسَّرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ اللَّوَاءِ وَالْكَوْثَرْ، نَبِيُّ نُصِرَ بِالرَّعْبِ مَسْيَرَةَ شَهْرٍ حَتَّى إِنَّهُ لِيَخَافُهُ مَلِكُ بَنِى اْلأَصْفَرِ، نَبِيُّ غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَاتَأَخَّرَ، وَمَعَ ذَلِكَ قَامَ عَلَى قَدَمِهِ الشَّرِيْفِ حَتَّى تَفْطُرَ.
اَللهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَالاَحَ هَلاَلٌ وَأَنْوَارٌ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Allah Maha Besar (9x)

Allah Maha Besar, yang telah menentukan bilangan hari berpuasa dan berbuka. Allah Maha Besar, yang memperhitungkan bilangan tahlil dan takbir bagi pembacanya. Allah Maha Besar, yang memperhitungkan keabadian amal seseorang. Allah Maha Besar, yang telah memperhitungkan apa yang dilimpahkan berupa petunjuk dan ancaman. Allah Mahaa Besar, ketika mereka menuju Arafah dengan bertalbiyah. Allah Maha Besar, ketika mereka melakukan Sa'i antara Shafa dan Marwah. Allah Maha Besar, ketika menuruni lembah kehinaan dan naik ke tingkat kemuliaan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.

Puji serta sanjungan hanya bagi Allah yang telah memudahkan cara beribadah kepada hamba-hamba-Nya, dan melimpahkan kepada mereka kebaikan yang tidak t erhingga. Dan menjadikan untuk mereka Idul Fitri yang berulang setiap tahun, yang pada hari itu mereka disucikan dari dosa-dosa.

Bulan Ramadhan berlalu, disusul datangnya bulan haji ke Baitullah yang disucikan. Saya panjatkan puji kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga banyaknya. Saya bersyukur kepada-Nya, karena hanya Dialah yang layak dipuji dan disyukuri.

Saya bersaksi bahwa t idak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah mencipta dan menentukan, yang mentadbir dan memberi kemudahan. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, pembawa bendera perjuangan dan kenikmatan. Nabi Muhammad SAW, yang diberi kemenangan, sehingga takutlah kepadanya raja Bani Ashfar. Nabi yang diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Oleh karena itu, bersimpuhlah orang mulia di tapak kakinya sehingga dibangunkannya. Ya Allah, limpahkanlah shalat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya laksana bulan terang yang bersinar.

Wahai hamba-hamba Allah, bahwa kebahagiaan itu bukan bagi oranag yang menyambut hari raya dengan pakaian baru, berkendaraan mewah dan ditaati seorang hamba. Tetapi, kebahagiaan adalah bagi orang yang bertaqwa kepada Allah sampai ajal datang menemuinya, dan beruntung memasuki surga dengan penuh kenikmatan dan keabadian. Dan selamat dari neraka yang panasnya bukan kepalang, yang makanannya berupa racun, minumannya berupa darah bercampur nanah.

Wahai hamba-hamba Allah, saya peringatkan kepadamu tentang shalat. Barangsiapa memeliharanya, maka ia telah memelihara seluruh agamanya. Dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka sia-sialah seluruh amalnya. Ketahuilah bahwa Allah telah memerintahkan kamu agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya dan menjalin silaturrahim, berlaku sabar dalam kefakiran, berbuat baik kepada orang-orang lemah dan anak yatim.

Allah SWT berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا

Artinya :
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar". (QS. An-Nisaa' : 9)

Jauhilah riba dalam perdagangan, karena riba adalah keburukan yang terbesar. Allah SWT berfirman: 

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلاءِ الْقَوْمِ لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا (٧٨)مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا (٧٩

Artinya :
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?. Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi". (QS. An-Nisaa' : 78-79)

Wahai hamba-hamba Allah, penuhilah takaran dan timbangan. Jangan berbuat dzalim kepada orang yang melalui timbangan mereka dan jangan menyebar kerusakan di muka bumi. Bertaqwalah kepada Allah orang-orang sebelum kamu.

Allah SWT berfirman:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (١)الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (٢)وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (٣)أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (٤)لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (٥)

Artinya :
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, Pada suatu hari yang besar. (QS. Al-Muthaffifin : 1-5)

Jauhilah sumpah palsu kepada Allah dalam suatu masalah. Di dalam sebuah hadist diterangkan :
"Barangsiapa memperoleh harta seorang mukmin dengan sumpah, maka dia akan berhadapan dengan Allah dalam keadaan murka." Mereka bertanya, "Ya Allah Rasulullah, bagaimana seandainya barang kecil?" Rasulullah menjawab: "Walaupun sepotong kayu arok"

Para jama'ah yang berbahagia, saya serukan kepada Anda semua, tunaikanlah ibadah haji ke Baitullah, karena haji adalah salah satu rukun Islam, dan padanya Allah akan mengampuni dosa-dosa. Allah SWT berfirman : 

وَإِذْ بَوَّأْنَا لإبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (٢٦)وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (٢٧)لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (٢٨

Artinya :
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj : 26-28)
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ اِلاَّاللهُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puji.



Itulah khutbah Hari Raya Idul Fitri setelah Sholat Ied yang dapat kami share. Bagi teman-teman yang kebetulan tahun ini mendapat giliran menjadi Khotib Sholat Idul Fitri, silakan contoh khutbah idul fitri yang singkat dan padat diatas bisa dijadikan referensi. 

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.