Showing posts with label Kisahku. Show all posts
Showing posts with label Kisahku. Show all posts

Tuesday, 7 February 2017

Winter in Turkey 1 : Mengapa Turki Menjadi Destinasi Favorit Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وصلى الله على عبده ورسوله محمد واله وصحبه وسلم

Sebelum masuk ke pembahasan judul saya ingin tegaskan bahwa SantriNabwi.Com ini adalah website pribadi yang menggunakan CMS Blogger. Karena sifatnya web/blog pribadi maka suka-suka saya selaku admin mau nulis apa, termasuk menulis diary / catatan kegiatan harian selama liburan pribadi saya.

Saya berusaha tidak menulis kecuali yang bermanfaat. Pun jika seri tulisan "Winter in Turkey" ini Anda rasa kurang atau bahkan tidak bermanfaat silakan diabaikan saja dan tidak usah dibaca! Karena yang menurut Anda tidak bermanfaat bisa jadi justru sangat dibutuhkan orang lain.

Kembali ke judul..

Sejak beberapa tahun sebelumnya saya sudah mendapati (baca: lihat foto-fotonya di sosmed) beberapa Senior Mahasiswa Arab Saudi yang mengisi liburan kuliahnya ke negara Turki, utamanya pada musim dingin (winter), karena pada mau ketemu yang namanya salju. Ada kelompok mahasiswa yang berangkat dari Riyadh dan ada yang dari Madinah.

Bahkan saat di Turki kami bertemu dengan Para Mahasiswa Indonesia dari wilayah timur tengah lainnya, seperti; Sudan, Yordania, dan Mesir yang in syaa Allah akan diceritakan pada sekian seri berikutnya.

Jadi saya berkesimpulan bahwa Turki sudah menjadi destinasi favorit mahasiswa timur tengah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa Indonesia di TimTeng yang berlibur ke sana. Memang ada yang berlibur ke negara selain Turki, seperti ke Yordania, Mesir, dan Maroko namun jumlahnya tak sebanyak yang ke Turki atau saya yang kurang tau -_-

Adapun bumi Palestina nampaknya masih sebatas angan-angan di hati teman-teman, karena saya belum tau ada yang liburan ke sana, walau banyak yang menyatakan ingin ke Palestina. Kita doakan Semoga Allah Subhaanahu wa Ta'ala beri kemerdekaan yang sempurna bagi bumi Palestina dalam waktu dekat.. Aamiin..

Tapi ada lho destinasi yang lebih favorit daripada ke Turki.. Belum sadar? Destinasi terfavorit dari semuanya tentu saja Kerajaan Arab Saudi, karena di dalamnya ada Kota Makkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwaroh yang dipilih Allah sebagai dua tanah suci. Setiap Mahasiswa Timur Tengah yang (kemungkinan) semuanya Islam tentu ingin berumroh dan berhaji ke Makkah serta ziarah ke Madinah.

Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
أَنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لَهَا وَحَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ وَدَعَوْتُ لَهَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا مِثْلَ مَا دَعَا إِبْرَاهِيمُ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - لِمَكَّةَ
Artinya: Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan Makkah dan berdoa untuknya (Makkah). Dan aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim mengharamkan Makkah dan aku berdoa untuknya (Madinah), mud'nya, dan sho'nya, sebagaimana doa Ibrahim 'alaihissalaam untuk Makkah. (Shohih Bukhori No. 2129 dan Shohih Muslim No. 3314 Cet. Ar-Risalah)
Kembali ke Turki, mengapa negara Turki menjadi destinasi favorit? Jawaban untuk pertanyaan ini saya jawab dengan beberapa point berikut ini;

1. Nabi Muhammad Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
 لاَ يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطُنْطِينِيَّةَ
Artinya: Mereka tidak akan ditimpa fitnah selamanya, lalu mereka manaklukkan Konstantinopel. (Shohih Muslim No. 7278 Cet. Ar-Risalah)
Dalam riwayat lain Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
Artinya: Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu (pen. Penakluk Konstantinopel). (HR. Ahmad No. 18977 Cet. Qurtubah, Kairo. Komentar Syaikh Syu'aib Arnauth : Sanadnya Lemah)

Kedua hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian banyak sabda Nabi yang menyatakan bahwa Konstantinopel (kini Istanbul) akan ditaklukkan. Banyak diantara Sahabat, Khalifah, dan Sultan yang termotivasi dengan sabda beliau untuk menjadi sebaik-baik pasukan yang menaklukkan Konstantinopel, hingga tak sedikit jumlah pejuang yang wafat di sana. Diantara yang paling terkenal adalah Sahabat Abu Ayyub Al-Anshori (nama Beliau adalah Kholid bin Zaid An-Najjary), seorang Sahabat yang dipilih Allah rumahnya sebagai tempat tinggal Nabi ketika masa awal hijrah Beliau ke Madinah. Sebuah makam di wilayah Eyup, Istanbul dinisbatkan sebagai makam Beliau. Kebenarannya Allahu A'lam.

2. Setelah sabda Rasulullah terbukti dengan izin Allah bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan, tercatat dalam sejarah Islam bahwa Konstantinopel / Istanbul pernah menjadi ibu kota pemerintahan terakhir Daulah / Kesultanan / Khilafah / Turki Utsmaniyah selama lebih dari 450 tahun. Selain Konstantinopel, Kota Bursa juga pernah menjadi pusat pemerintahan Turki Utsmani.

3. Banyaknya tempat bersejarah sekaligus indah di Turki. Sebut saja diantara yang paling terkenal dan berada di pusat kota Istanbul ada Hagia Sophia, bekas gereja besar yang pernah diubah menjadi masjid dan akhirnya sekarang hanya menjadi museum. Ada Topkapi Palace yang dulunya bekas istana dan sekarang dijadikan museum. Adapun tempat-tempat indah ada banyak, diantaranya Blue Mosque / Sultan Ahmet Camii beserta tamannya, Selat Bosphorus beserta jembatannya yang menghubungkan Istanbul Eropa dan Asia, balon udara dan bukit-bukit berbentuk unik di Cappadokia, kolam air hangat dan Teather Hierapolis di Pamukkale, serta Gunung Uludag di Bursa.
4. Mudahnya mendapatkan visa Turki. Visa Turki bisa dipesan online atau dibeli saat tiba di bandara Turki. Jadi tidak perlu repot-repot datang bolak-balik ke kantor Kedutaan Turki untuk mengurus visa.

5. Banyaknya pendahulu diantara mahasiswa Indonesia Timur Tengah yang sudah ke sana, jadi sudah bisa mempersiapkan dengan matang segala sesuatunya serta belajar dari pengalaman mereka.

Dari sekian point itulah kenapa kami (siapa saja kami in syaa Allah diperkenalkan di seri berikutnya) memutuskan untuk mengisi liburan musim dingin ke Turki. Lebih-lebih Turki termasuk negara yang pro pada Arab Saudi, tempat kami menimba ilmu.

Sekian dulu untuk seri ini, karena memang saya batasi sesuai judul. Bersambung ke seri Winter in Turkey 2 : The Commitment, First Meeting, Buying Tickets, and Turkey's Visa.

Copyright @ SantriNabawi.Com
Madinah Al-Munawwarah,
10 Jumadil Ula 1438 H / 7 Februari 2017 M

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tuesday, 24 May 2016

Jalan ke Madinah 13 : Tiba di Kampus Impian; Islamic University of Madinah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

بسم الله وصلى الله على محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Ini merupakan bagian terakhir dari Jalan ke Madinah 1, kisah ini di hadapan pembaca direspon 2;

Respon Pertama, dianggap tidak penting dan tidak perlu diceritakan. Dengan hujjah; buat apa Antum nyeritain kisah Antum, gak manfaat?! Mending nulis faidah pelajaran selama di UIM!!

Respon Kedua, dianggap penting. Buktinya banyak yang kontak admin tanya; Antum dulu muqobalah kapan, dimana?? Soalnya apa aja? Berapa lama nunggu pengumumannya? Setelah diterima, berapa lama hingga berangkat?

Inilah beberapa hal yang luput dari pengetahuan Para Responden Pertama Yang Mulia. Mereka tidak tahu, bahwa di luar sana banyak orang yang ingin tahu apa saja perjalanan mahasiswa UIM sebelumnya dan banyak info yang mereka butuhkan. Dan setau admin sih sebetulnya fungsi blog ketika awal dirilis adalah sebagai pengganti buku catatan harian atau diary, bukan ceramah. Setelah tokoh Islam mulai tau internet, barulah dakwah ditulis di blog-blog dan website. Namun saya rasa tidak perlu mempermasalahkan yang menggunakan blog sesuai fungsi awalnya, yaitu diary! Toh nyatanya banyak orang yang mengambil maanfaat dari tulisan admin!

- - - - -


8 Jan 2015 Masih dengan rencanaku untuk tidak berhenti di UIN Malang walau sudah dinyatakan diterima di Universitas Islam Madinah (UIM), aku kembali membayar SPP semester 6 UIN Malang. Setelah dari bank, aku pun menyempatkan bertemu dengan salah satu kawan sejurusanku di UIN Malang yang sedang berkunjung ke kota Palangka Raya.

10 Jan 2015 Sms masuk dari seorang teman yang isinya titip salam buat Syaikh Misyari Rasyid, kujawab dengan lembuat bahwa Syaikh Misyari di Kuwait, bukan di Madinah.

12 Jan 2015 Ada lagi pesan masuk, kali ini dari teman sekamar sewaktu di PesMa Firdaus Malang isinya minta kirimi format sms buat pesan air galon. Yaah ane bukan pejabat lagi, masih aja dicari.. -_-

15 Jan 2015 Ngirim foto bukti pembayaran SPP ke salah satu teman di Malang sekaligus minta diprintkan dan minta ambilkan KHS semester 5 kemaren.

16 Jan 2015 KHS semester 5 diambilkan oleh teman sejurusan.

19 Jan 2015 Sore, nomor tiket pesawat menuju Madinah akhirnya keluar juga di website UIM.

21 Jan 2015 adalah hari KRS-an untuk mahasiswa UIN Malang. Tak ketinggalan akupun tetap nyusun jadwal kuliah untuk semester 6, meski belum jelas bagaimana menjalaninya.

23 Jan 2015 kabar duka datang dari Kerajaan Saudi Arabia, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud wafat. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan-kebaikan beliau untuk ummat Islam dunia. Aamiin.. Dubes Saudi yang pulang pun tak kunjung kembali ke Indonesia.

25 Jan 2015 adalah awal semester baru untuk UIM dan kampus Arab Saudi umumnya, sementara kami belum juga jelas kapan berangkat. Beruntung sekali kawan-kawan Mahasiswa Baru UIM asal Malaysia yang kami dengar kabarnya sudah lebih dahulu berangkat.

29 Jan 2015. Di saat sekitar 140 orang lebih calon mahasiswa Universitas Islam Madinah masih terus bersabar dalam penantian keberangkatan, tiba-tiba siang ini terdengar kabar bahwa satu orang teman akan berangkat duluan menuju Madinah. Hal itu pun segera melahirkan perasaan beragam dari sekitar 140 orang lainnya, ada yang masih bersabar, ada yang galau tingkat tinggi, bahkan ada yang sudah kehilangan kesabarannya.

Bukan waktu yang sebentar memang, menanti selama 4 bulan lebih. Ada yang sudah berhenti kerja, ada yang berhenti ngajar, ada yang berhenti kuliah, bahkan ada yang sudah meninggalkan rumah dan kampung halamannya.

Allaahumma Yaa Allah.. Berangkatkanlah para calon mahasiswa Madinah di waktu dekat ini, dengan perlindungan, penjagaan, dan keridhoan-Mu bagi kami untuk menginjakkan kaki di kota Nabi SAW. Aamiin..


2 Feb 2015 Proses pengurusan berkas yang ditangani Jam’iyyah Ar-Rahmah (JR) terus berlanjut, sudah sampai pada pengajuan legalisasi ijazah dan akte lahir kami ke DIKTI dan DukCaPil dan dikenai biaya 350rb yang pada akhirnya tetap dapat potongan. Diinfokan juga bahwa medical check up pertama kami kemaren yang biayanya 1 juta expired sehingga harus check up ulang dan bayar 1 juta lagi. Qoddarullaahu wa maa sya’a fa’ala..

3 Feb 2015 Ketua angkatan kami mengabarkan bahwa bagi CaMaBa UIM akan dapat pinjaman fasilitas nginap di Pondok Pesantren Darun Najah Jakarta tanpa konsumsi dan khusus bagi yang berangkat tidak disertai orang tua. Yaah ane kaga bisa ikut donk, kan diantar Enyak sama Babe.. -_-

6 Feb 2015 Pihak JR mengabari medical check up ulang bisa dimulai hari selasa 10 Feb 2015, yang dari luar jawa agar siap-siap ke Jakarta lagi.

7 Feb 2015 Diintruksikan lagi agar datang pada hari selasa ambil surat pengantar dulu di kantor JR. Lalu ke GAMCA bawa pengantarnya, fotocopy paspor dan foto 4x6 (4 lembar) dan bawa uang 1 jutanya. Diingatkan juga kwitansi agar jangan sampai hilang.

Masih di hari yang sama, aku bertanya dan diberi info oleh salah satu senior di UIM terkait selimut sudah disediakan, binder, pulpen, dan sambal mahal harganya di Madinah.

8 Feb 2015 Dapat update info bisa medical check up mulai senin besok 9 Feb.

9 Feb 2015 Lagi-lagi masuk sms dari kota Malang minta format pesen air galon. Ada-ada aja nih ^_^. Siangnya berangkat ke jakarta lagi ditemani Ayah dengan bawa 1jt buat check up 300rb buat ijazah-akte dan 50rb majuin tanggal booking tiket. Kami tiba di Jakarta sekitar pukul 20:15 malam.

10 Feb 2015. Sekitar pukul 9 pagi aku dan Ayah dijemput oleh supir dan meluncur menuju kantor JR untuk minta surat pengantar. Setelah dapat pengantar lalu menuju kantor GAMCA. Di GAMCA daftar untuk medical check up, lalu diarahkan ke Afiat Medical Center.

Alhamdulillaah proses medical berjalan lancar dan Alhamdulillaah jalan yang kami lalui tidak kebanjiran. Padahal saat itu sebagian wilayah Jakarta banjir.

11 Feb 2015 sehari setelah medical check up aku menelpon kantor Afiat untuk menanyakan hasilnya. Alhamdulillaah sama seperti medical check up sebelumnya, hasilnya FIT/SEHAT lagi. Maju selangkah lagi menuju kota Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa Sallam.

Tinggallah nunggu proses enjaz visa, booking majuin tanggal tiket, dan acara pelepasan keberangkatan. Aku dan Ayahpun pulang hari itu juga, penerbangan magrib. Alhamdulillaah tiba di kota Palangka Raya sekitar pukul 22:30 WIB.

13 Feb 2015 kami kembali mendapat berita bahwa ada 4 orang kawan yang sudah tiba di Madinah. Wah ini kok duluan sih??? -_- Tapi nggak papa, jadi bisa tanya mereka fasiltas di asrama UIM.

Awalnya seorang kawan bilang selimut nggak dapat. Wah ane bingung nih, padahal tanya senior kemren katanya dapat selimut dari jaami’ah. Wah menuh-menuhin koper kalau bawa selimut dari Indo nih. Tapi di Madinah masih di penghujung musim dingin. Setelah itu dapat kabar lagi, eh dapat selimut dari kampus UIM. Alhamdulillaah ngurangin bawaan.

20 Feb 2015 Alhamdulillaah tiketku sudah dikonfirmasi tanggal keberangkatannya 2 Maret 2015 sore dengan rute Jakarta-Jeddah-Madinah.

26 Feb 2015 aku dan Ayah berangkat ke Jakarta lagi untuk yang ke-3 kalinya dalam pengurusan keberangkatan ini. Wah habis berapa juta ini uang ortu ane utk tiket PP 3x Jakarta-Palangka Raya, belum lagi tempat nginap, makan, dan sewa mobil + supir selama di Jakarta??

Semoga Allah lapangkan rezki orang tua kita semua yah.. Dan Allah jadikan kita anak yang berbakti dan membanggakan keduanya.. Aamiin..

27 Feb 2015 siang bada jum’at kami CaMaBa UIM 2014/2015 kumpul di sebuah mushola dekat kantor JR untuk pembagian tiket dan acara pelepasan yang diisi dengan nasehat-nasehat oleh Ustadz Abdullah Said Baharmus. Semoga Allah menjaga dan memudahkan segala urusan beliau. Aamiin..
28 Feb 2015 kloter pertama CaMaBa UIM berangkat menuju Madinah Al-Munawwarah.

2 Mar 2015 Hari ini giliran keberangkatan kloterku, kloter dua. Kami masuk pesawat Saudi Airlines sekitar pukul 16:30 sore. Sebelum masuk biasalah foto dulu depan pesawat.. Hehe..

3 Mar 2015 sekitar pukul 02:00 WIB atau masih tanggal 2 Maret pukul 22:00 Waktu Arab Saudi kami mendarat di Bandara Jeddah untuk transit pesawat.

Setelah nunggu setengah malam lebih, menjelang waktu subuh kami terbang dari Jeddah menuju Madinah. Setiba di Bandara Madinah segera melaksanakan sholat subuh yang sudah di akhir waktu.

Keluar dari ruangan bandara kami sudah ditunggu oleh Ustadz Aan Chandra Thalib, Ustadz Sufyan Tsaury selaku Ketua PPMI Madinah saat itu, dan supir bus UIM. Sekitar pukul 7 WAS pagi kami mulai bergerak dari bandara dengan bus kampus menuju universitas yang selama ini kami impi-impikan untuk belajar di dalamnya, Islamic University of Madinah.

Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimus-sholihaat.. Selesai juga rangkaian Jalan ke Madinah the series ini. In syaa Allah aka nada series baru dengan judul Adaptasi 1, 2, 3 dst. Akan membahas masa-masa adaptasi kami dengan kampus UIM, kota Madinah, Makkah, dan segala hal lain yang berkaitan dengan Kerajaan Arab Saudi tempat kami tinggal sekarang.

Tanya donk tentang UIM? Jangan Tanya sebelum baca Tanya Jawab Pendaftaran & Muqobalah Universitas Islam Madinah!!!

{Madinah, 24 Mei 2016 M / 17 Sya'ban 1437 H}
Copyright @ Ahmad Bilal Almagribi
Mahasiswa Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Madinah

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 7 March 2016

Jalan ke Madinah 12 : Aku yang Dibuat Bingung Sebabnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

الحمد لله الحليم، صلاته وسلامه على خاتم المرسلين نبينا محمد على اله وصحبه رضي الله عنهم

(Lanjutan kisah admin sebelum tiba di Kota Madinah. Belum baca Jalan ke Madinah 1? Baca di sini! Tertinggal baca bagian tertentu? Silakan menuju kategori Jalan ke Madinah, klik di sini!)

14 Nov 2014; 2 bulan menanti tiket dan visa sejak keluarnya pengumuman menghadirkan rasa yang tak karuan, saat itu aku tuangkan rasa yang ada melalui sebuah status facebook bertuliskan:

# Aku yang dibuat bingung sebabnya #

dia.. sudah dua bulan sejak hari itu..
aku terus menunggu kabarnya..
kudengar dia akan segera datang..
nyatanya dia masih belum ingin jumpa denganku..

entah berapa lama lagi aku begini..
dibuat bingung sebabnya..
dia yang kutunggu kedatangannya..
tak jua kunjung tiba..

ingin aku mengabaikannya..
namun bagaimana jika ia tiba-tiba datang..
aku tau aku harus menunggu di sana..
tapi kau tau aku berat untuk segera menunggu di sana..

#mahasiswa_2_kampus_in_syaa_Allah

24 Nov 2014; Seorang dosen menghubungiku sambil bilang darurat. Aku pun bertanya sambil bercanda; Ada yang bisa dibanting Ustadz? (Jangan dicontoh!!!) Ternyata seperti biasa Pak Dosen mau beli pulsa untuk nomor mertua beliau. (Meskipun saya sebenaernya nggak jualan pulsa. Hanya saja saya punya mobile banking BRI yang bisa buat beli pulsa).

28 Nov 2014; Setelah melihat sampul buku karya sastra kawan sejurusanku, semangatku untuk berkarya semakin membara lagi. Terbersit di hati pengen buat cerpen yang indah dan tentunya bernilai dakwah Islamiyyah mencontoh Novelis Terkenal Ustadz Habiburrahman El-Shirazy.

8 Des 2014 sore aku dan kawan-kawan santri putra Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang pergi ke Islamic Book Fair (IBF) dan langsung menuju tempat seminar jurnalistik yang pematerinya dari Forum Lingkar Pena (FLP).

9 Des 2014 sekitar pukul 14:00 siang aku ikut kumpul bersama teman-teman Alumni PKPBA Kelas A-8. Saat itu wali kelas kami yang alumni King Saud University (KSU) juga hadir, pas sekali buat gambaran sebelum aku terjun kuliah di Arab Saudi.

Senin, 15 Des 2014 UAS Semester 5 dimulai. Akupun tetap berusaha maksimal agar memperoleh nilai yang baik, dan bisa memperoleh gelar sarjana di UIN Malang.

18 Des 2014; Dalam rangka Hari Bahasa Arab Internasional UIN Malang mengadakan seminar internasional dengan puluhan pemateri Pakar Bahasa Arab dari berbagai negara. Termasuk di antara yang hadir saat itu adalah Syaikh ‘Abdurrohman bin Ibrohim Al-Fauzan pengarang Kitab Al-‘Araobiyyah Baina Yadaik (ABY), kitab pelajaran Bahasa Arab yang tidak asing bagi mahasiswa UIN Malang dan LIPIA Jakarta. Alhamdulillaah sempat foto juga dengan beliau ^_^

Masih di hari yang sama, 3 bulan lebih setelah pngmuman diterima di Universitas Islam Madinah, di hari UAS terakhirku. Alhamdulillaah nomor visa sudah muncul di website UIM, yang itu menandakan keberangkatanku sudah semakin dekat. Akupun mengemasi semua barang-barangku di kota Malang untuk dibawa pulang ke rumah di kota Palangka Raya.


20 Des 2014; aku kembali diajak ikut rapat bersama Dewan Pengasuh dan Mu'allim PesMa Firdaus.

22 Des 2014 ba’da zuhur, menjelang pulang aku kehujanan setelah beli makan siang. Terpaksa nitip laundy pakaian ke santri junior. Sebelum pulang aku diberi hadiah/kenang-kenangan dari PesMa Firdaus berupa sebuah buku yang cukup tebal berjudul Kubik Leadership. (Sayangnya sampai sekarang belum juga kebaca, ampun Ustadzah..)



Sekitar pukul 13:45 siang mobil travel tiba menjemputku. Tibalah waktunya meninggalkan pesantren dan sahabat-sahabatku tercinta di Kota Malang. Sebelum pukul 17:00 aku sudah tiba di Bandara Juanda Surabaya. aku memilih penerbangan LionAir SUB-PKY pukul 18:45-19:55. Ternyata penerbangan delay dan pesawat baru terbang sekitar pukul 20:30 WIB. Sekitar 2 jam kemudian aku tiba di rumah, Alhamdulillaah.


26 Des 2014 sore aku, Ayah, Ibu, dan adikku terbang ke kota Balikpapan lalu menuju kota Bontang. Silaturrahim ke rumah kakak keduaku sekalian liburan gitu.. ^_^

Di Bontang sempat jalan-jalan ke Pulau Beras Basah, parahunya sempat bermasalah ditengah laut. Hiii.. Serem -_- Untung ada Allah.. ^_^. Besoknya lagi jalan-jalan ke Kantor Pengadilan Agama Bontang.



30 Des 2014 pagi jalan-jalan ke pelabuhan sekaligus pasar tempat para nelayan Bontang memarkir perahu dan menjual hasil tangkapannya. Tiba-tiba DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) menghubungiku minta softcopy laporan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), semacam PKL/KKN.

Sore harinya kami jalan-jalan lagi ke Cafe Singapore yang ada patung singanya (Kw patung singa yang ada di Singapura). Lalu sholat di sebuah masjid besar di Bontang apa namanya lupa. Lewat PT. Badak juga yang tempatnya dihiasi banyak lampu (ane lupa ini perusahaan apaan ya? hehe)



31 Des 2014 pagi-pagi sekali ba’da subuh kami pulang dari Bontang dengan mobil travel menuju Bandara Balikpapan. Di perjalanan kami singgah di Masjid Islamic Center Samarinda yang desainnya seperti Al-Azhar Kairo, Mesir (Meskipun ana belum pernah ke Kairo, yang penting berasa Kairo.. hehe). Dari Bandara Balikpapan kami lalu terbang menuju kota Banjarmasin untuk bersilaturrahim dengan Nenek dan paman.

Bersambung in syaa Allah ke Jalan ke Madinah 13

{Madinah, 07 Maret 2016 / 27 Jumadil Awwal 1437 H}
Copyright @ Ahmad Bilal Almagribi (Admin Tunggal SantriNabawi.Com)
Mahasiswa Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Madinah

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 20 September 2015

Jalan ke Madinah 4 : Perjuangan Bertahan Hidup di Lombok

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

بسم الله الرحمن الرحيم


Kami pun naik ke lantai atas. Di lantai atas kami mendapati sebuah ruangan yang cukup luas, ukurannya kira-kira 14 m x 8 m. Di ruangan yang sepertinya bekas aula ini kami hanya diberi karpet yang tidak begitu tipis dan tidak juga tebal, tanpa kasur, tanpa bantal dan guling tentunya. Upss ada sebuah tas di ruangan ini, berarti ada orang lain yang datang lebih dahulu daripada kami berdua.

aku dan temanku pun turun lagi ke lantai 1 menuju kamar mandi untuk bergantian mandi (iyalah, masa bareng -_-) lalu sholat. Yah paling tidak ada kamar mandi khusus itulah enaknya tinggal berbeda dari peserta dauroh lainnya. Setelah sholat kalau tidak salah (udah 2 tahun bro lupa-lupa inget) kami membaca Al-Qur'an masing-masing, memuroja'ah hafalan Qur'an sebagai modal ketika muqobalah nantinya.

Tak lama kemudian si pemilik tas itu datang. Anda tau dia siapa? O.. M.. G.. Ternyata dia adalah satria baja hitam haha :D Kami pun saling berkenalan. Ternyata asalnya dari Kalimantan Selatan. Dia alumni pondok pesantren bilingual dan baru selesai pengabdian. Dia pun menjelaskan kepada aku dan temanku bahwa hanya peserta dauroh saja yang mendapat konsumsi dari panitia, yang daftar muqobalah saja tidak dapat. Oooh No... Kalau ibuku tau mungkin beliau akan menangis melihatku tidur hanya beralaskan karpet, tanpa kasur, bantal, dan guling + nggak dikasih makan lagi -_-

Kami bertiga pun terpaksa harus cari makan di luar komplek pesantren. Capek bolak-balik jalan akhirnya diputuskan untuk makan Nasi Goreng di Warung Lamongan. Setelah makan, kami cukup kaget ketika mau bayar karena harga satu porsinya cukup mahal, gak semurah di Malang. Huh..

Keesokan subuhnya Sabtu, 15 Juni 2013 turun ke kamar mandi. Wow airnya nggak jalan bro. Kamipun segera keliling pondok cari air untuk wudhu, untungnya nemu sebelum terbit matahari. Pagi itu kami mengikuti pelajaran-pelajaran dauroh yang disampaikan oleh para Masyaikh Dosen Universitas Islam Madinah (UIM). Adapun materi dauroh yang sempat kami ikuti (seingat ana lho) adalah nahwu-shorf, aqidah, hadits, dan siroh nabawi. Saat mengikuti dauroh itu kami juga sempat melihat peserta yang nampak dekat dengan Syaikh, kami perkirakan tahun depan dia pasti diterima di Madinah.

Hari ini mulai banyak peserta lain yang berdatangan, ada yang dari Surabaya, Jember, bahkan dari Timor Leste. Wal hasil ruangan sederhana itupun mulai ramai dan stop-kontak listrik pun mulai diperebutkan untuk nge-cash handphone, karena pada nggak bawa terminal listrik.

Ujian Allah pun berdatangan; mulai dari beli makan mahal lauknya cuma tulang ayam + sedikit daging yang nempel di tulang itu, pedas lagi. Kemudian laptop yang di dalamnya ada Software Maktabah Syamilah mati karena habis baterai, flashdisk hilang, beli cardreader rusak, serta warnet mahal dengan koneksi internet lelet. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim..

 
{Madinah, 20 September 2015 / 6 Dzulhijjah 1436 H}
Copyright @ Ahmad Bilal Almagribi
Mahasiswa Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Madinah

Sumber http://www.santrinabawi.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.