Showing posts with label interaksi. Show all posts
Showing posts with label interaksi. Show all posts

Tuesday, 24 November 2015

Contoh Konflik Sosial (pertentangan) Yang Disebabkan Oleh Status Sosial

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Contoh Konflik Sosial (pertentangan) Yang Disebabkan Oleh Status Sosial| Pengertian konflik menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis adalah warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontraversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara terus-menerus.

Baca pengertian konflik menurut para ahli di:Pengertian Konflik Sosial dan Contoh Konflik Sosial
Sedangkan status sosial adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat. Status sosial berhubungan erat dengan hak dan kewajiban. Status sosial memberi bentuk dan pola pada interaksi sosial. Dengan demikian berarti interaksi sosial berhubungan erat dengan status sosial.

Dalam kehidupan masyarakat sering timbul pertentangan yang dialami seseorang sehubungan dengan status yang dimilikinya. Konflik status yang timbul dalam masyarakat, antara lain berikut ini.
  
a. Konflik status individual, yaitu konflik yang terdapat dalam diri pribadi seseorang (batin sendiri) Contoh: seorang siswa SMA harus memilih antara keinginan bekerja atau mengikuti keinginan ibunya untuk kuliah

b. Konflik status antar kelompok, yaitu konflik yang terjadi karena satu kelompok merugikan kelompok lain. Contoh: peraturan yang dikeluarkan Pemda bertentangan dengan peraturan yang ada di pusat.

c. Konflik status antarindividu, yaitu konflik status yang terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Contoh: seorang polisi harus menangkap pencuri, padahal pencuri tersebut anaknya sendiri.

Baca Juga:
Itulah tadi contoh konflik sosial yang disebabkan oleh status social, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian…

Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengertian Konflik Sosial dan Contoh Konflik Sosial

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Konflik Sosial dan Contoh Konflik Sosial| Dalam kehidupan bermasysarakat sudah tentu terjadi interaksi antar individu dan interaksi tersebut ada yang menimbulkan sebuah konflik dalam bermasyarakat. Maka dari itu kita akan  mengetahui bersama apa itu Konflik dalam ilmu sosiologi dan contoh-contoh tersebut.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Permusuhan (konflik) adalah keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi atau menjadi penghalang bagi individu atau kelompok dalam melakukan kegiatankegiatan tertentu. Permusuhan atau konflik diawali dengan adanya perbedaan atau persaingan yang serius sehingga sulit didamaikan atau ditemukan kesamaannya.

Untuk lebih jelas lagi, silahkan simak beberapa pendapat para ahli tentang konflik berikut ini:

  • Soerjono Soekanto: Pengertian konflik menurut soerjono soekanto adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dengan disertai ancaman dan kekerasan

  • Gillin dan Gillin: Pengertian konflik menurut gillin dan gillin adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku.
Pengertian Konflik Sosial dan Contoh Konflik Sosial Pengertian Konflik Sosial dan Contoh Konflik Sosial

  • Lewis A. Coser: Pengertian konflik menurut Lewis A. Coser adalah sebuah perjuangan mengenai nilai-nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.

  • Robert M. Z. Lawang: Pengertian konflik menurut Robert M.Z. Lawang adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti, nilai, status, kekuasaan dan sebagainya.

  • De Moor: Pengertian konflik menurut de moor adalah konflik yang terjadi ika para anggotanya secara besar- besaran membiarkan diri dibimbing oleh tujuan (nilai) yang bertentangan.

  • Minnery: Pengertian konflik menurut minnery adalah interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling ketergantungan, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan

  • Taquiri dalam Newstorm dan Davis : Pengertian konflik menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis adalah warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontraversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan
 Baca juga:

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Konflik

Permusuhan atau konflik merupakan situasi yang wajar dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan tetangga, bahkan antarnegara. Permusuhan atau konflik merupakan sikap yang tidak terpuji, karena bertentangan dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat

  • Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik, sebagai berikut
  • adanya perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
  • berprasangka buruk kepada pihak lain;
  • individu yang kurang bisa mengendalikan emosi;
  • adanya perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok, misalnya di bidang politik, ekonomi, dan sosial;
  • persaingan yang sangat tajam sehingga control sosial kurang berfungsi.

Macam-Macam Konflik (Permusuhan)

  • Konflik individu. Konflik yang terjadi antara individu satu dengan individu yang lain, yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan
  • Konflik antara kelas social Konflik yang terjadi antara kelas social yang satu dengan yang kelas sosial yang lain. Misalnya konflik antara pengusaha dengan buruh. Buruh menuntut kenaikan upah dengan jam kerja sedikit, sedangkan pengusaha sebaliknya
  • Konflik rasial Konflik yang terjadi antara ras yang satu dengan yang lain. Hal ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik.
  • Konflik politik Konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama dalam bidang politik atau hal-hal yang berhubungan dengan masalah kenegaraan
  • Konflik internasional Konflik yang terjadi antarbangsa-bangsa di dunia yang disebabkan antara perbedaan kepentingan. Misalnya konflik antara Israel dengan Libanon.

Itu tadi penjelasan dari kami semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian,  dan dapat menambah wawasan pembaca…
Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengertian Akulturasi dan Contoh Akulturasi Budaya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Akulturasi dan Contoh Akulturasi Budaya| Istilah akulturasi berasal dari bahasa Latin “acculturate” yang berarti “tumbuh dan berkembang bersama”. Secara umum, pengertian akulturasi (acculturation) adalah perpaduan budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dalam budaya tersebut. Misalnya, proses percampuran dua budaya atau lebih yang saling bertemu dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga bisa saling memengaruhi.

Sedangkan, menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Syarat terjadinya proses akulturasi adalah adanya persenyawaan (affinity) yaitu penerimaan kebudayaan tanpa rasa terkejut, kemudian adanya keseragaman (homogenity) seperti nilai baru yang tercerna akibat keserupaan tingkat dan corak budayanya

Akulturasi bisa terjadi melalui kontak budaya yang bentuknya bermacam-macam, antara lain sebagai berikut.
  1. Kontak sosial pada seluruh lapisan masyarakat, sebagian masyarakat, atau bahkan antar individu dalam dua masyarakat.
  2. Kontak budaya dalam situasi bersahabat atau situasi bermusuhan.
  3. Kontak budaya antara kelompok yang menguasai dan dikuasai dalam seluruh unsur budaya, baik dalam ekonomi, bahasa. teknologi. kemasyarakatan. agama, kesenian, maupun ilmu pengetahuan.
  4. Kontak budaya antara masyarakat yang jumlah warganya banyak atau sedikit.
  5. Kontak budaya baik antara sistem budaya, sistem sosial, maupun unsur budaya fisik.

Contoh-contoh Akulturasi :

Pengertian Akulturasi dan Contoh Akulturasi Budaya Pengertian Akulturasi dan Contoh Akulturasi Budaya
Borobudur; Contoh Akulturasi Budaya dalam Seni Bangunan

a. Seni Bangunan
Seni bangunan tampak pada bangunan candi sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Contohnya candi Borobudur. Pada candi disertai pula berbagai macam benda yang ikut dikubur yang disebut bekal kubur sehingga candi juga berfungsi sebagai makam bukan semata-mata sebagai rumah dewa. Sedangkan candi Budha, hanya jadi tempat pemujaan dewa tidak terdapat peti pripih dan abu jenazah ditanam di sekitar candi dalam bangunan stupa.

b. Seni Tarian
Tari Betawi. Sejak dulu orang Betawi tinggal di berbagai wilayah Jakarta. Ada yang tinggal di pesisir, di tengah kota dan pinggir kota. Perbedaan tempat tinggal menyebabkan perbedaan kebiasaan dan karakter. Selain itu interaksi dengan suku bangsa lain memberi ciri khas bagi orang Betawi. Tari yang diciptakanpun berbeda. Interaksi orang Betawi dengan bangsa Cina tercipta tari cokek, lenong, dan gambang kromong.

c. Seni Berpakaian
Pakaian Adat Betawi, orang Betawi pada umumnya mengenal beberapa macam pakaian. Namun yang lazim dikenakan adalah pakaian adat berupa tutup kepala (destar) dengan baju jas yang menutup leher (jas tutup) yang digunakan sebagai stelan celana panjang Melengkapi pakaian adat pria Betawi ini, selembar kain batik dilingkari pada bagian pinggang dan sebilah belati diselipkan di depan perut. Para wanita biasanya memakai baju kebaya, selendang panjang yamg menutup kepala serta kain batik. Pada pakaian pengantin, terlihat hasil proses asimilasi dart berbagai kelompok etnis pembentuk masyarakat Betawi. Pakaian yang digunakan pengantin pria, yang terdiri dari: sorban, jubah panjang dan celana panjang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Sedangkan pada pakaian pengantin wanita yang menggunakan syangko (penutup muka), baju model encim dan rok panjang memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Cina Uniknya, terompah (alas kaki) yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita dipengaruhi oleh kebudayaanArab.

d. Adat Kebiasaan
Tradisi membagi rezeki saat hari raya sebenarnya terjadi karena proses akulturasi budaya Tionghoa dengan Islam. Memberi dengan ketulusan hati merupakan bagian luhur dari menjalankan kewajiban sebagai manusia. Dan lebih indah lagi jika segala kebajikan dilakukan di hari raya. Menjalankan tradisi tentu merupakan bagian dari kebajikan. Tradisi yang diwariskan leluhur sejatinya tetap dilaksanakan karena mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan baik. Salah satu tradisi Lebaran yang tak kalah populer adalah berbagi rezeki.

Terima kasih telah memebaca artikel tentang pengertian akulturasi dan contoh-contohnya. Baca juga artikel terkait tentang Pengertian Tindakan Sosial Dan Macam Macamnya , Pengertian Assosiatif dan Dissosiatif atau Pengertian Nilai Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi Selamat belajar !


Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 23 November 2015

Pengertian Assosiatif dan Dissosiatif

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pengertian Assosiatif dan Dissosiatif| Manusia disebut-sebut sebagai makhluk sosial yang dapat kita artikan sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain. Pada tataran inilah, manusia dituntut untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain sebgai ciri khas makhluk sosial.

Interaksi sosial sendiri hanya akan terjadi bilamana suatu individu melakukan suatu tindakan sehingga menimbulkan reaksi bagi individu-individu lain.

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Interaksi sosial tidak hanya berupa tindakan yang berupa kerja sama tetapi juga dapat berupa persaingan dan pertikaian. Makanya dalam ilmu sosiologi dikenal dua jenis interaksi sosial yaitu interaksi yang bersifat assosiatif dan interaksi yang bersifat disassosiatif.

Pengertian Assosiatif


sebut sebagai makhluk sosial yang dapat kita artikan sebagai makhluk yang membutuhkan oran Pengertian Assosiatif dan Dissosiatif
Contoh Assosiatif
Para pakar sosiologi menjelaskan bahwa yang dimaksud interaksi sosial adalah interaksi yang cenderung mengarah pada kebersamaan dan kesatu paduan antara pihak yang melakukan interaksi sosial. Adapun bentuk-bentuk interaksi jenis ini antara lain adalah :
  • Cooperation atau Kerja sama
  • Akomodasi atau Keseimbangan
  • Asimilasi
  • Akulturasi

Pengertian Disassosiatif

Contoh Disassosiatif

Interaksi sosial disassosiatif merupakan kebalikan dari interaksi assositif. Artinya, interaksi ini cenderung mengarah pada bentuk pertikaian atau perselisihan antara pihak yang melakukan interaksi sosial. Adapun bentuk interaksi jenis ini antara lain adalah :
  • Competition atau Persaingan 
  • Kontravensi
  • Pertikaian
  • Permusuhan (konflik)

Untuk lebih detailnya silahkan baca : Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya

Dari artikel ini semoga pembaca sudah mendapatkan bayangan apa pengertian Assosiatif dan Dissosiatif. Supaya lebih gamblang silahkan ikuti link-link yang saya rekomendasikan di atas. InsyaAlloh anda akan mendapatkan beberapa penjelasan dan contoh yang akan lebih memperjelas pemahaman anda tentang kedua istilah tersebut.

Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sunday, 22 November 2015

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya| Manusia sebagai makhluk sosial selalu berhubungan dengan orang lain. Dalam bergaul, berbicara, bersalaman, bahkan bertentangan sekalipun kita memerlukan orang lain. Dalam bergaul dengan orang lain selalu ada timbal balik atau melibatkan dua belah pihak.

Interaksi sosial merupakan ciri khas kehidupan bermasyarakat/sosial. Artinya kehidupan bermasyarakat/sosial akan kelihatan nyata dalam berbagai bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Contoh: keramaian di pasar, buruh pabrik berdemontrasi, dan pelajar belajar di kelas.

Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi bagi individu-individu lain. Interaksi sosial tidak hanya berupa tindakan yang berupa kerja sama tetapi juga dapat berupa persaingan dan pertikaian.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi sosial secara garis besar dapat kita bedakan menjadi dua yaitu interaksi sosial yang bersifat assosiatif dan interaksi sosial yang bersifat dissosiatif. Untuk lebih jelasnya akan kita uraikan satu persatu.

A. Interaksi sosial yang bersifat assosiatif

Interaksi sosial yang bersifat assosiatif dapat berbentuk kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya
Kerja sama salah satu bentuk Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif

1)Kerja sama (cooperation)

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia mulai berinteraksi dengan sesamanya. Kebiasaan kerja sama dimulai sejak kanak-kanak, mulai dari dalam kehidupan keluarga lalu meningkat kelompok sosial yang lebih luas. Kerja sama akan berkembang apabila menghadapi situasi tertentu antara lain:
  • tantangan alam yang ganas;
  • pekerjaan yang membutuhkan tenaga massal;
  • upacara keagamaan yang sakral;
  • musuh yang datang dari luar.
Kerja sama bisa bersifat konstruktif (membangun), bias juga destruktif (merusak). Contoh kerja sama konstruktif yaitu guru dan siswa memulihkan nama baiksekolah akibat dinodai sejumlah siswa yang melakukan tindakan kriminalitas. Adapun contoh kerja sama yang bersifat destruktif adalah tawuran antarpelajar. Selain itu kerja sama juga bisa bersifat agresif apabila suatu kelompok mengalami kekecewaan yang berkepanjangan akibat rintangan-rintangan dari luar kelompok. Bentuk-bentuk kerja sama meliputi antara lain:
  • bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih;
  • cooperation yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dari suatu organisasi untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan;
  • coalition yaitu gabungan antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama;
  • joint venture yaitu kerja sama dalam usaha proyek-proyek tertentu. Di pedesaan kerja sama merupakan tradisi turun temurun, yang disebut dengan istilah gotong royong. Misalnya untuk masyarakat Jawa gotong royong disebut gugur gunung, di Sunda disebut sambat sinambat, di Batak disebut raron, di Manado disebut mapulus, dan di Bali disebut arud kelod ketog semprong

2) Akomodasi

Akomodasi adalah keseimbangan interaksi social dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat. Akomodasi sering terjadi dalam situasi konflik sosial (pertentangan). Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya. 

Akomodasi dilakukan bertujuan untuk:
  • mengurangi pertentangan akibat perbedaan paham,
  • mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu,
  • mewujudkan kerja sama antara kelompok-kelompok yang hidup terpisah akibat psikologis serta culturaldan mengusahakan peleburan kelompokkelompok sosial yang terpisah.

Bentuk-bentuk akomodasi antara lain berikut ini:
  • Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi karena adanya pelaksanaan dari pihak lain yang lebih kuat. Contoh: sistem pemerintahan komunis.
  • Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang mengalami perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian. Contoh: gencatan senjata dua pihak yang berperang.
  • Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga dalam menyelesaikan suatu konflik. Dalam hal itu pihak ketiga bersifat netral. Contoh: penyelesaian antara dua negara yang sedang perang oleh PBB sebagai pihak ketiga.
  • Toleransi yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing.
  • Mediasi yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah, hanya sebatas sebagai penasihat.
  • Konversi (conversion) yaitu konflik apabila salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
  • Konsiliasi yaitu penyelesaian konflik dengan jalan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai di meja perundingan.
  • Ajudikasi yaitu penyelesaian konflik di meja pengadilan.
  • Stalemate yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang berselisih mempunyai kekuatan seimbang. Keduanya sadar bahwa tidak mungkin maju atau mundur, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti pada suatu titik.
  • Segregasi yaitu upaya untuk saling menghindar di antara pihak-pihak yang bertikai untuk mengurangi ketegangan.
  • Ceasefire yaitu menunda perselisihan dalam jangka waktu tertentu sambil mengupayakan terselenggaranya penyelesaian konflik.
  • Dispasement yaitu mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek masing-masing

3) Asimilasi

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara interaktif dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian, lambat laun tidak ada perbedaan antara individu dengan kelompok untuk mengurangi perbedaan tersebut. Usaha-usaha asimilasi meliputi mempererat kesatuan tindakan, sikap, perasaan dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Hasil dari proses asimilasi antara lain lahir:
  • kelompok-kelompok manusia dengan berbeda kebudayaan;
  • individu-individu sebagai warga kelompok yang saling mengenal;
  • kebudayaan baru dari kelompok yang saling menyesuaikan diri.

4) Akulturasi

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul karena penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli. Akulturasi merupakan perpaduan dua unsur kebudayaan dalam kurun waktu yang lama. Dalam akulturasi unsur-unsur kebudayaan asing tersebut melebur ke dalam kebudayaan asli, dengan tidak menghilangkan kepribadian kedua unsur kebudayaan tersebut. Contohnya perpaduan musik Melayu dengan musik Spanyol menjadi/lahir musik keroncong. Unsur-unsur yang mudah diterima dalam alkulturasi,antara lain:
  • kebudayaan material;
  • teknologi baru yang manfaatnya cepat dirasakan dan mudah dioperasikan, misalnya kebudayaan pertanian (alat-alat, pupuk, dan benih);
  • kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempat (kesenian, olahraga);
  • kebudayaan yang pengaruhnya kecil, misalnya model pakaian

Itulah yang dapat kami sampaikan pada Artikel yang bejudul  Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya. Baca juga artikel terkait tentang Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya dan Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial . Selamat belajar !
Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya| Interaksi sosial yang bersifat dissosiatif mengarah kepada bentuk pertentangan atau konflik yang berwujud persaingan, kontravensi, pertikaian, dan permusuhan. Interaksi sosial bersifat dissosiatif disebut pula proses oposisi.

Konflik atau pertentangan adalah suatu proses yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan jalan menentang pihak lawan denganancaman atau kekerasan.

Berikut ini akan kita bahas bentuk-bentuk interaksi sosial yang bersifat dissosiatif, sebagai berikut:

1) Persaingan (competition)

Persaingan adalah proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan dapat terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian umum. Misalnya, beberapa orang memperebutkan kedudukan/ jabatan gubernur kepala daerah. Adapun nantinya yang menduduki jabatan gubernur hanya satu orang. Persaingan yang dilakukan sesuai dengan norma dan tingkah laku sosial yang berlaku di masyarakat, kecil kemungkinan menggunakan kekerasan atau ancaman. Persaingan seperti ini disebut persaingan secara sehat atau sportif.


Adapun persaingan yang disertai dengan kekerasan, ancaman atau keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Hal ini bukan lagi termasuk persaingan tetapi sudah menjurus pada permusuhan. Misalnya persaingan di bidang ekonomi dan politik.


a) Hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya persaingan, antara lain:
  • perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang paling prinsip;
  • perselisihan paham yang mengusik harga diri seseorang;
  • persamaan kepentingan dalam hal yang sama;
  • perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat;
  • perbedaan kepentingan politik

b) Persaingan dapat berakibat, sebagai berikut:
  • tumbuhnya solidaritas antaranggota kelompok atau kelompok;
  • timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negatif;
  • kehilangan harta benda atau jiwa manusia jika terjadi benturan fisik;
  • terjadi negosiasi di antara pihak-pihak yang bertikai di dalam keadaan status quo.

c) Fungsi persaingan
  • Persaingan memiliki beberapa fungi antara lain:
  • dapat menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut untuk dapat dipenuhi tuntutannya, padahal tidak semua keinginan dapat dipenuhi secara serentak;
  • dapat menyalurkan kepentingan dan nilai-nilai dalam masyarakat, terutama nilai dan kepentingan yang dapat menimbulkan persaingan;
  • dapat menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan serta peranan sesuai dengan kemampuannya.

2) Kontravensi

Kontravensi adalah proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan sikap ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka. Penyebab kontravensi antara lain perbedaan pendirian kalangan tertentu dengan kalangan lain di masyarakat. Menurut Leopold Von Wiese dan Howard Becker, bentuk kontravensi dibedakan menjadi lima bentuk sebagai berikut.

a) Kontravensi umum Misalnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, gangguan, kekerasan, dan mengancam.
b) Kontravesi sederhana Misalnya menyangkal pernyataan orang lain di depan umum, memaki-maki orang lain melalui selebaran, mencerca, dan memfitnah.
c) Kontravensi ultensif Misalnya penghasutan, penyebaran desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
d) Kontravensi rahasia berupa pengkhianatan, membuka rahasia pihak lain.
e) Kontravensi taktis berupa intimidasi, mengganggu pihak lain, dan provokasi.

3) Pertikaian

Pertikaian adalah proses sosial yang terjadi apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara ancaman atau kekerasan. Pertikaian merupakan proses sosial sebagai kelanjutan dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena makin tajamnya perbedaan antara kalangan yang berselisih paham. Kondisi tersebut mengakibatkan ancaman, rasa benci yang mendorong tindakan untuk melukai, menghancurkan atau menyerang pihak lain.

4) Permusuhan (konflik)

Permusuhan (konflik) adalah keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi atau menjadi penghalang bagi individu atau kelompok dalam melakukan kegiatankegiatan tertentu. Permusuhan atau konflik diawali dengan adanya perbedaan atau persaingan yang serius sehingga sulit didamaikan atau ditemukan kesamaannya. Permusuhan atau konflik merupakan situasi yang wajar dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan tetangga, bahkan antarnegara. Permusuhan atau konflik merupakan sikap yang tidak terpuji, karena bertentangan dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Permusuhan berbeda dengan persaingan.

a)Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik, sebagai berikut:
  • adanya perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
  • berprasangka buruk kepada pihak lain;
  • individu yang kurang bisa mengendalikan emosi;
  • adanya perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok, misalnya di bidan politik, ekonomi, dan sosial;
  • persaingan yang sangat tajam sehingga control sosial kurang berfungsi.

b)Macam-macam konflik (permusuhan)
  • Konflik individu. Konflik yang terjadi antara individu satu dengan individu yang lain, yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan.
  • Konflik antara kelas social Konflik yang terjadi
  • antara kelas sosial yang satu dengan yang kelas sosial yang lain. Misalnya konflik antara pengusaha dengan buruh. Buruh menuntut kenaikan upah dengan jam kerja sedikit, sedangkan pengusaha sebaliknya
  • Konflik rasial Konflik yang terjadi antara ras yang satu dengan yang lain. Hal ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik.
  • Konflik politik
  • Konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama dalam bidang politik atau hal-hal yang berhubungan dengan masalah kenegaraan.
  • Konflik internasionalKonflik yang terjadi antarbangsa-bangsa di dunia yang disebabkan antara perbedaan kepentingan. Misalnya konflik antara Israeldengan Libanon.

Konflik merupakan proses dissosiatif yang tajam. Namun, konflik bisa membawa dampak positif bagi masyarakat. Misalnya konflik antarmasyarakat yan menginginkan perubahan dalam hidup bermasyarakat/bernegara.

Demikian pembahasan kita tentang Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya. Baca juga artikel terkait tentang Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya dan Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial . Selamat Belajar !



Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial| Interaksi sosial merupakan ciri khas kehidupan bermasyarakat/sosial. Artinya kehidupan bermasyarakat/sosial akan kelihatan nyata dalam berbagai bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Contoh: keramaian di pasar, buruh pabrik berdemontrasi, dan pelajar belajar di kelas.

Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi bagi individu-individu lain.Interaksi sosial tidak hanya berupa tindakan yang berupa kerja sama tetapi juga dapat berupa persaingan dan pertikaian.

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Ciri Ciri Interaksi Sosial dan Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
Interaksi Sosial Menjadi Ciri Khas Kehidupan Bermasyarakat

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Dari uraian tersebut di atas, dapat disampaikan bahwa interaksi sosial memiliki ciri-ciri  sebagai berikut :
a. Pelakunya lebih dari satu orang.
b. Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.
c. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pelaku.
d. Ada dimensi waktu (masa lampau, maka kini, dan masa datang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial

Interaksi sosial sebagai bentuk hubungan manusia yang menimbulkan aksi dan reaksi dapat dipengaruhi oleh faktorfaktor dari luar individu. Menurut Soerjono Soekanto, faktor yang memengaruhi interaksi sosial ada enam macam, sebagai berikut:

a. Imitasi
Imitasi adalah proses belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Imitasi dapat berakibat positif bila yang ditiru merupakan individu-individu baik menurut pandangan umum. Tetapi imitasi juga bisa bersifat negatif jika individu yang ditiru berlawanan dengan pandangan umum. Contoh: banyak anak SMA mengikuti mode rambut artis dicat dan panjang bagi laki-laki.

b. Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/ pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang.
Sugesti dapat berupa berbagai bentuk sikap atau tindakan seperti perilaku, pendapat, saran, dan pertanyaan. Reklame dan iklan yang dimuat di media cetak, atau media elektronik juga merupakan salah satu bentuk sugesti yang bersifat massal. Contoh: iklan sampo yang diperagakan oleh seorang yang seolah-olah rambutnya rontok, setelah memakai sampo tersebut rambutnya menjadi kuat/tidak rontok dan tebal

c. Identifikasi
Identifikasi adalah kencenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan individu lain yang ditiru. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi disebut idola (dari kata idol yang berarti sosok yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk lanjut dari proses sugesti dan proses imitasi yang telah kuat. Contoh: seorang siswa yang mengagumi gurunya, sering mengidentifikasi dirinya seperti guru yang dikaguminya.

d. Simpati
Simpati adalah perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang dan membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain. Perasaan simpati dapat disampaikan kepada seseorang, sekelompok orang, atau lembaga formal pada waktu khusus misalnya peringatan ulang tahun kemerdekaan RI , kenaikan kelas, atau kenaikan jabatan.  Agar simpati dapat berlangsung, diperlukan adanya saling pengertian antara kedua belah pihak. Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pemikiran atau isi hatinya, sedangkan pihak yang lain mau menerimanya.m Itulah sebabnya simpati merupakan dasardasar persahabatan. Contoh: perasaan simpati seorang perjaka terhadap gadis yang akhirnya menimbulkan perasaan cinta kasih di antara keduanya.

e. Motivasi
Motivasi adalah dorongan, rangsangan, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, individu kepada individu. Motivasi dapat berupa sikap, perilaku, pendapat, saran, dan pertanyaan. Contoh: penghargaan kepada siswa yang berprestasi merupakan motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat.

f. Empati
Empati adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain baik suka maupun duka. Contoh: kalau kita melihat orang lain mendapat musibah, kita seolah-olah ikut menderita.

Selain Ciri Ciri Interaksi Sosial, berikutnya baca juga artikel mengenai Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Assosiatif Beserta Contohnya dan Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bersifat Dissosiatif Beserta Contohnya . Selamat belajar !

Sumber https://www.abimuda.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.