Showing posts with label Teks Observasi. Show all posts
Showing posts with label Teks Observasi. Show all posts

Wednesday, 14 June 2017

Cara Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi Edisi Revisi 2016

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Teks Laporan hasil observasi dibentuk dari bagian-bagian berikut.
  1. Definisi umum menjelaskan objek yang diobservasi, yakni definisi dan ciri utama obnjek.
  2. Deskripsi per bagian menjelaskan aspek-aspek tertentu dari suatu objek secara spesifik.
Di samping itu, suatu teks laporan hasil observasi sering pula disertai dengan deskripsi manfaat, yakni penjelasan tentang kegunaan dari paparan tema yang dinyatakan sebelumnya. Berikut contoh pembagian struktur teks laporan hasil observasi.
  • Judul: 
Manggis
  • Definisi umum:
Manggis (Garcinia Mangostana L.) merupakan salah satu tanaman buah asli Indonesia. Manggis adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Buah pohon manggis juga disebut manggis. Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis, dan asam gelugur. Manggis menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan atau biasa disebut sebagai pangan fungsional.

 Teks Laporan hasil observasi dibentuk dari bagian Cara Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi Edisi Revisi 2016
 www.IndoINT.com

Deskripsi bagian:Pohon dan daun manggis memiliki ciri khas. Tinggi pohon manggis rata-rata mencapai 6-25 m. Manggis memiliki ciri daun rapat (rimbun), duduk daun berlawanan, dan tangkai daun pendek. Daun manggis tebal dan kerucut. Semua bagian tanaman mengeluarkan eksudat getah kuning apabila dilukai. manggis juga memiliki ciri khusus pada bunganya. Bunga manggis disebut bunga berumah dua. Pada pohon manggis, kita hanya dapat menjumpai bunga betina, sedangkan bunga jantan tidak berkembang sempurna. Bunga jantan tumbuh kecil kemudian mengering dan tidak dapat berfungsi lagi. Oleh karena itu, buah manggis dihasilkan tanpa penyerbukan.
  • Deskripsi manfaat:
Buah manggis memiliki beberapa manfaat. Dikalangan masyarakat tradisional sendiri, buah manggis dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit, seperti sariawan, disentri, amandel, abses, dengan kemampuan antiperadangan atau antiinflamasi.

Di samping memiliki kekhasan di dalam strukturnya, teks laporan hasil observasi memiliki karakteristik tersendiri dalam kebahasaannya, yakni sebagai berikut.

a. Banyak menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utamanya. Kata-kata yang dimaksud, misalnya gunung, sungai, keadaan penduduk, peristiwa banjir, bencana alam, dan buah manggis.

b. Banyak menggunakan kata kerja material atau kata kerja yang menunjukkan tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa.

c. Banyak menggunakan kopula, seperti adalah, merupakan, yaitu.

d. Banyak menggunakan fakta-fakta yang berupa angka, penjumlahan, ataupun penghitungan.
 Contoh:
1) Buah manggis berdiameter 5,5 cm.
2) Berat buah bervariasi antara 75-150 gram.
3) Buahnya memunyai 4-8 segmen.

e. Banyak menggunakan kata yang menggambarkan sifat atau perilaku benda, orang, atau suatu keadaan.
Contoh:
1) Gempa ini sedikit lebih kuat daripada gempa dalam.
2) Daun kelopak dua pasang, daun mahkota dua pasang, tebal dan berdaging, berwarna hijau-kuning dengan pinggir kemerah-merahan.
3) Benang sari semu dan biasanya banyak.
4) Bakal buah manggis bertangkai berbentuk agak bulat dan beruang empat.

f. Banyak menggunakan kata-kata teknis (istilah ilmiah) berkaitan dengan tema atau objek pembahasannya.
Contoh:
1)  Hiposenter berada pada kedalaman kurang dari 60 km.
2) Dangkal-dalamnya gempa dipelajari atau dapat diketahui melalui pengamatan seseorang seismologis.
3) Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah manggis sangat kaya akan antioksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat, ataupun antosianin.
4) Dalam kulit buah manggis juga mengandung air sebanyak 62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga karbohidrat sebanyak 35,61%.

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 12 June 2017

Cara Mengidentifikasi dan Menyimpulkan Teks Laporan Hasil Observasi Edisi Revisi 2016

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IndoINT.com_ Kali ini admin akan membagikan materi tentang cara mengidentifikasi dan menyimpulkan Teks Observasi di kelas 7 semester 1. Semoga materi yang admin bagikan ini dapat bermanfaat buat peserta didik dalam mencari referensi tentang cara mengidentifikasi dan menyimpulkan Teks Observasi.

Perhatikan teks berikut.
Gempa Bumi

Gempa bumi sering diartikan sebagai getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi. Memang ketika terjadi gempa bumi, kita akan merasakan bumi yang kita diami ini bergetar atau bergoyang-goyang. Ketika itu, seolah-oleh bumi ini bergerak-gerak, bukan? Bahkan, kalau goyangan atau guncangannya besar, bumi seakan-akan mau runtuh.

 Kali ini admin akan membagikan materi tentang cara mengidentifikasi dan menyimpulkan Teks Cara Mengidentifikasi dan Menyimpulkan Teks Laporan Hasil Observasi Edisi Revisi 2016
www.IndoINT.com

Kalau kita berada di suatu ketinggian, misalnya di atas gedung, gempa bumi akan lebih terasa. Di samping getaran, akan tampak pula berbagai benda bergoyang-goyang. Lampu gantung, lemari, meja, dan benda-benda lainnya turut bergerak-gerak. Terdengar pula suara-suara berderit yang tentunya bersumber dari benda-benda yang bergerak ketika itu, termasuk pula dari tembok-tembok bangunan.

Bacaan tersebut disebut sebagai teks laporan hasil observasi. Teks tersebut menjelaskan suatu peristiwa atau keadaan secara umum, yakni tentang gempa bumi. Berbeda dengan teks deskripsi teks laporan hasil observasi menyajikan informasi-informasi dari suatu objek secara keseluruhan. Objek yang dimaksud bisa keadaan alam, perilaku sosial, kondisi budaya, benda, dan sejenisnya.
  • Menyimpulkan Isi Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi dibentuk oleh gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu teks (paragraf). Dengan demikian, gagasan utama berfungsi sebagai pokok, patokan, atau dasar acuan. Sementara itu, gagasan penjelas merupakan gagasan yang berfungsi menjelaskan suatu gagasan utama. Penjelasannya itu bisa dalam bentuk uraian-uraian kecil, contoh-contoh atau ilustrasi, kutipan-kutipan, dan sebagainya.

Perhatikan cuplikan teks berikut!
(1) Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakup benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak, seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram lahir dan batin.

(2) Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.

Gagasan utama dan gagasan pendukung kedua paragraf di atas adalah sebagai berikut.
Gagasan utama paragraf 1
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik.
Gagasan pendukung
  • Lingkungan hidup ini mencakup benda hidup dan benda mati.
  • Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak, seperti manusia, binatang, dan tumbuhan.
  • Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara.
  • Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram lahir dan batin.
Gagasan utama paragraf 2
Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua.
Gagasan pendukung
  • Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen.
  • Di negara ini terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
 Selain itu, dikenal pula istilah kalimat utama dan kalimat penjelas.

a. Kalimat utama merupakan kalimat dirumuskannya gagasan utama. Letaknya bisa diawal ataupun diakhir paragraf. Ada pula kalimat utama berada diawal dan diakhir paragraf secara sekaligus. Walaupun terdapat pada dua kalimat, tidak berarti paragraf itu memiliki dua gagasan utama. Gagasan utama paragraf itu tetap satu. Adapun kedua kalimat utama itu keberadaannya hanya saling menegaskan: kalimat pertama menegaskan kalimat terakhir ataupun sebaliknya.

b. Kalimat penjelas merupakan kalimat dirumuskannya gagasan penjelas. Jumlah kalimat penjelas pada suatu paragraf biasanya sesuai dengan jumlah gagasan utamanya. Satu kalimat utama lazimnya mewakili gagasan penjelas.

Adapun berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf-paragraf di dalam teks laporan hasil observasi terbagi menjadi deduktif (gagasan utama di awal) dan induktif (gagasan utama di akhir).

Sumber http://www.ilmubindo.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.