Tuesday, 20 August 2019

Waktu Screening Saham Terbaik

Screening atau memilih saham adalah bagian dari analisis utama yang harus anda lakukan pada saat trading. Analisis teknikal itu penting, tetapi kalau anda tidak melakukan screening saham, anda bisa berpotensi terjebak membeli saham yang salah. 

Banyak dari saham2 di Bursa Efek yang memiliki pergerakan harga yang kurang bagus, sehingga peran screening saham untuk mendapatkan stock pick saham yang berkualitas itu sangatlah penting.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk melakukan screening saham? Apakah pagi hari saat jam trading? Apakah setelah market tutup? Hal ini juga sering jadi pertanyaan rekan-rekan trader. 

Maka dari itu, saya akan membahas waktu screening saham terbaik, berdasarkan pengalaman trading saya pribadi. Ada tiga waktu terbaik untuk melakukan screening saham:   

1. Sebelum jam trading

Sebelum jam trading, antara pukul 07.00-08.30 anda bisa melakukan screening saham. Di jam pagi, pikiran kita masih cenderung fresh, sehingga pada jam2 tersebut, bisa anda manfaatkan untuk screening saham yang mau anda tradingkan.  

Anda juga bisa melakukan screening saham pada saat sesi pre-opening market, yaitu pukul 08:55-08:59, karena pada sesi pre-opening, anda sudah bisa melihat posisi IHSG (naik atau koreksi) dan anda bisa melihat pergerakan saham2 LQ45 di sesi pre opening, sehingga anda sudah bisa menganalisa saham2 apa yang punya potensi rebound di sesi pre-opening.

Di sesi pre-opening, anda juga bisa memutuskan untuk trading atau berhenti dulu, jika IHSG dibuka anjlok.  

Pelajari juga strategi dan full praktik cara-cara memilih (screening) saham bagus untuk trading disini: Panduan Simpel & Efektif Menemukan (Screening) Saham Bagus.  

2. Sore / malam hari setelah jam market tutup

Untuk anda yang tidak memiliki banyak waktu trading, karena mungkin anda bekerja mulai pagi sampai sore, dan di jam2 tersebut anda tidak bisa banyak membuka software online trading, maka anda bisa melakukan screening saham di malam hari. 

Setelah Bursa saham tutup (closing), posisi candlestick dan harga saham sudah tidak berubah-ubah, sehingga anda bisa melakukan analisis grafik lebih intens, tanpa terpengaruh adanya fluktuasi saham. 

3. Pada saat jam trading 

Banyak trader beranggapan kalau melakukan screening saham saat jam trading, maka hasil screening menjadi tidak akurat, karena harga saham masih terus berubah, dan itu artinya bentuk candlestick bisa berubah-ubah juga selama jam trading. 

Memang benar, tetapi bukan berarti screening saham saat jam trading tidak disarankan, karena pada saat jam trading, sangat mungkin anda menemukan peluang2  saham yang sedang bagus untuk ditradingkan. 

Justru untuk anda trader yang punya banyak waktu trading, atau anda yang punya cita-cita menjadi full time trader, saya menyarankan anda untuk melakukan screening saham juga saat jam trading. 

Pada saat jam trading, baik kondisi market bullish maupun bearish, tetap ada peluang2 yang bisa anda dapatkan dari trading saham. 

Sebagai contoh, pada saat market lagi turun-turunnya atau koreksi, anda akan menemukan lebih banyak saham2 pilihan anda yang sudah murah. Anda hanya perlu memilih 2-3 saham yang menurut versi anda adalah saham yang punya potensi naik. Baca juga: Strategi Beli Saham Saat Turun. 

Jadi kesimpulannya, waktu terbaik untuk melakukan screening saham yaitu sebelum market buka & saat pre-open, setelah market turun dan pada saat jam trading. Anda bisa memilih waktu-waktu yang terbaik untuk anda. 

Dalam trading saham, anda tidak perlu khawatir kehilangan momentum atau "ketinggalan kereta", karena selama pasar saham berjalan, peluang-peluang mendapat profit tetap terbuka lebar. 

Yang terpenting, anda harus trading di jalan yang benar terlebih dahulu, salah satunya anda harus punya stock pick saham yang berkualitas. 

Cara Menampilkan Indikator di Investing Chart

Salah satu tool yang bisa anda gunakan untuk melakukan analisis saham (terutama analisis grafik) tanpa melalui software online trading yang disediakan provider (sekuritas), anda bisa menggunakan tool yang disediakan melalui situs Investing.com. 

Saya pernah mendapatkan beberapa pertanyaan rekan-rekan terkait bagaimana cara menampilkan indikator di Investing Chart. Menampilkan indikator saham di Investing sebenarnya caranya sangat simpel. Mari kita bahas. 

1. Buka situs investing.com, lalu masuk menu Chart --> Stock Chart. Tampilannya seperti dibawah ini: 



2. Kemudian akan muncul tampilan grafik di situs Investing sebagai berikut: 



Untuk menampilkan indikator di situs Investing, anda hanya perlu klik menu indikator seperti yang tertera pada gambar diatas. Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran, itu adalah menu untuk menampilkan indikator di Investing. 

3. Setelah anda klik, menu indikator, maka akan muncul bermacam-macam indikator trading yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan anda. Perhatikan tampilannya dibawah ini: 


Anda bisa menggunakan indikator2 seperti moving average (MA), RSI, stochastic, MACD, average true range, bollinger bands, chaikin money flow dan lain2. 

Berhubung indikator di Investing cukup banyak, maka untuk mempermudah anda menemukan indikator yang anda inginkan, anda bisa ketikkan menu indikator di menu search (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran hijau pada gambar diatas).  

Sebagai contoh, jika anda ingin menampilkan indikator chikin money flow, maka nanti di Investing chart, akan muncul indikator-nya seperti dibawah ini: 




Dibawah sendiri (tanda persegi hijau), itulah indikator yang muncul di Investing. Kemudian untuk merubah settingan indikator (misalnya periode indikator), anda bisa klik garis indikatornya, dan anda bisa ubah settinganya sesuai kebutuhan anda. 

Itulah cara menampilkan indikator melalui tool Investing chart. Anda yang menggunakan Investing untuk menganalisa grafik saham, anda bisa ikuti langkah2 diatas agar bisa menampilkan indikator saham.  

Sunday, 18 August 2019

Saham Gorengan yang Menguntungkan

Saya sering mendapat pertanyaan dan request dari trader, para pembaca web Saham Gain ini untuk memberikan list / daftar saham gorengan yang menguntungkan buat trading, yang bisa memberikan profit cepat dan risiko rendah untuk trader. 

Maka saya jawab di pos ini: Jujur saja tidak ada list khusus saham gorengan yang pasti memberikan profit cepat dan risiko rendah. Karena memang pada dasarnya, saham gorengan adalah saham2 yang risikonya tinggi. 

Anda bisa mentradingkan saham gorengan untuk melihat saham2 yang akan naik, tapi tetap saja anda harus menggunakan analisis teknikal. Saya pernah membahasnya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading.

Namun anda yang ingin trading di saham gorengan, sebagus apapun sahamnya, saya tetap menyarankan anda untuk menggunakan modal kecil (maksimal 10% modal anda), dan anda harus disiplin menetapkan target yang anda tentukan.  

Kenapa banyak sekali trader yang ingin beli saham gorengan? Karena banyak trader yang ingin dapat untung cepat di saham tanpa mau melalui proses. 

Banyak trader yang melihat trader2 dengan modal besar "pamer" untung besar di saham2 gorengan, akhirnya trader2 pemula yang belum tahu seluk beluk trading, ingin mengikuti jejak trader lain dengan membeli saham gorengan. 

SAHAM GORENGAN ADALAH SAHAM YANG MENARIK TAPI BERBAHAYA.. Anda yang berniat dapat untung tiap hari di saham gorengan, saya menyarankan baca sampai habis fakta-fakta saham gorengan yang sering memakan korban trader ritel. 

Saham gorenan memiliki tingkat likuiditas rendah, saham beredar sedikit, fluktuatif harga yang tidak wajar dan pergerakan harganya hampir 100% digerakkan bandar saham. Saham2 gorengan umumnya dibarengi dengan kinerja fundamental yang kurang baik, sehingga peminat saham2 ini sedikit. 

Walaupun demikian, saham gorengan selalu terlihat menggiurkan karena mampu naik lebih cepat dibandingkan saham2 lainnya. Katakanlah saham2 blue chip dalam sehari "hanya" bisa naik 2-3%, maka saham2 gorengan bisa naik 20-25% sehari.

Contoh2 saham2 gorengan misalnya POSA, KPIG, DWGL, NAGA dan lain2, termasuk mayoritas waran yang umumnya juga sering digoreng bandar. Baca juga: Daftar dan Contoh Saham Gorengan. 

Nah, karena saham gorengan sekilas menawarkan untung besar dalam waktu cepat, hal ini membuat banyak trader mudah terjebak memasukkan sebagian besar modal mereka di saham gorengan, daripada memilih saham2 likuid. 

Tetapi saham-saham gorengan memiliki risiko trading yang sangat besar karena: 

  • Selain mudah naik, saham gorengan punya risiko turun puluhan persen dalam waktu singkat
  • Saham gorengan memiliki pergerakam grafik yang sulit diprediksi dengan analisis teknikal 
  • Banyak jebakan di saham gorengan yang seringkali tidai diduga trader ritel 
  • Banyak kepentingan gelap bandar di saham2 gorengan 
  • Banyak aktivitas 'pom-pom' di saham gorengan, di mana ketika bandar akhirnya melepas saham dalam waktu sangat cepat, maka trader ritel-lah yang akan jadi korbannya terlebih dahulu
  • Bandar saham tidaklah bodoh memasang harga2 yang mudah ditebak trader ritel

Sebagian besar anda mungkin sudah mengalami sendiri bagaimana nyangkut dan akhirnya harus cut loss di saham gorengan, karena pergerakan turunnya yang sangat cepat dan tidak terduga. 

Maka dari itu, kalau anda belum terbiasa trading di saham gorengan, terutama anda trader pemula, saya menyarankan anda untuk tidak gambling di saham2 gorengan. Carilah saham2 yang lebih likuid untuk trading. 

Kalau anda sering melihat trader2 dengan modal besar yang untung jumbo dari saham gorengan, percayalah bahwa saham gorengan tidak seindah yang anda bayangkan

Dibalik semua itu, ada banyak sekali trader ritel yang sebenarnya nyangkut, rugi puluhan persen, stress, sedih.. 

Salah satu cara bandar saham bekerja adalah dengan memancing trader ritel, trader2 pemula yang belum tahu risiko2 di saham untuk ikut masuk di saham2 gorengan, dan tujuannya adalah supaya bandar bisa mencetak profit besar, dan trader ritel nyangkut.

Jika anda sekarang tergoda membeli saham2 gorengan, saham2 yang tidak likuid karena anda:  

  • Ingin cepat kaya tanpa berproses dalam trading 
  • Ingin untung puluhan persen di saham setiap hari
  • Terpengaruh oleh trader-trader modal jumbo yang bisa untung terus dari saham gorengan

Maka anda harus menahan diri, karena mindset2 tersebut bisa menjerumuskan anda pada kerugian besar di saham2 lapis tiga. 

Maka dari itu, dalam trading anda harus menjaga dan mengembangkan modal trading anda dengan cara yang benar, karena ingatlah bandar yang melakukan 'pom-pom' di saham gorengan, mereka tidak peduli dengan seberapa besar kerugian yang anda alami di saham lapis tiga. 

Anda sendirilah yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap trading anda. Anda boleh saja trading di saham gorengan, namun gunakanlah modal sekecil mungkin. 

Don't gambling and don't be greedy. Anda harus jauh lebih disiplin menetapkan take profit dan cut loss. Dan ingat juga, jangan pernah membeli saham gorengan tanpa menganalisa terlebih dahulu.

Friday, 16 August 2019

Mengenal Saham Tidur dalam Trading

SAHAM TIDUR... Anda pasti sering mendengar istilah tersebut. Apa maksudnya saham tidur? Kenapa suatu saham bisa dikatakan 'tidur'? Mari kita bahas.. 

Saham tidur adalah saham yang tidak diperdagangkan dalam jangka waktu yang cukup panjang, sehingga tidak ada transaksi sama sekali pada saham tersebut. Otomatis harga sahamnya tidak bergerak alias tidur. 

Mengapa suatu saham bisa menjadi saham tidur? Saya sudah pernah membahasnya di pos berikut: Penyebab Saham Tidur dan Tidak Bergerak

Saham tidur pada umumnya paling sering terjadi karena fundamental perusahaan yang mengalami penurunan kinerja secara drastis, hingga perusahaan membukukan rugi bersih secara terus-menerus. Atau sektor bisnis perusahaan yang tidak jelas, sehingga mempengaruhi kinerja fundamentalnya. 

Dalam praktikknya, banyak saham yang awalnya bukan saham tidur, tetapi karena kinerja fundamentalnya amburadul, dan pada saat listing di Bursa, jumlah saham beredarnya juga sudah sedikit, sehingga peminatnya sedikit, maka perlahan saham tersebut turun terus dan akhirnya menjadi saham tidur. 

Anda bisa lihat contoh-contoh saham tidur seperti SIAP, TAXI, AISA, ELTY, IATA, APOL dan lain-lain. Saham-saham tersebut awalnya masih bergerak, namun karena kinerja fundamentalnya yang anjlok, akhirnya2 saham tersebut berubah jadi saham tidur. 

Yang namanya saham tidur, tentu saja di grafik sahamnya tidak akan terlihat adanya pergerakan. Anda bisa lihat contoh grafik saham tidur (saham IATA) dibawah ini: 

Saham tidur
Pada umumnya, saham tidur harganya adalah Rp50 per saham, karena saham tersebut sudah turun di batas maksimal Rp50 per saham dan tidak ada trader yang mau membeli lagi saham tersebut. Di satu sisi, banyak trader2 ritel yang nyangkut berbondong-bondong ingin menjual sahamnya di harga Rp50. 

Nah, karena saham tersebut banyak yang mau jual tetapi tidak ada yang beli, maka saham tersebut tidak akan bergerak (permintaan dan penawaran tidak ketemu). 

Kalau anda ingin melihat contoh daftar saham tidur, anda bisa membaca pos saya disini: Daftar Saham Tidur di Bursa Efek Indonesia. 

Saham tidur sewaktu-waktu bisa naik kembali. Contohnya seperti saham BUMI yang tiba2 bergerak naik di akhir tahun 2016 dan harganya mencapai Rp500 per saham, dari harga sebelumnya Rp50. 

Tapi belum tentu naiknya saham tidur dikarenakan kualitas fundamental yang membaik. Anda harus ketahui bahwa saham2 tidur ini sebenarnya juga termasuk dalam kriteria saham gorengan. 

Karena seperti yang saya tuliskan tadi, bahwa saham2 tidur umumnya terjadi karena fundamental perusahaan yang semakin jelek. Jadi saham-saham tidur bisa dikatakan saham2 yang berisiko. 

Kalau anda menemukan saham tidur yang tiba2 naik, anda harus cross check analisa fundamentalnya dulu, jangan terburu membeli terutama kalau anda adalah seorang trader jangka menengah atau bahkan investor. 

Banyak saham tidur yang hanya bergerak naik sementara waktu, setelah itu, sahamnya kembali menjadi saham tidur lagi, karena pada dasarnya fundamental perusahaan masih belum membaik. 

Thursday, 15 August 2019

Manajemen Modal Trading: Trading Harian, Swing Trading, Investasi

Trading saham memiliki banyak macam variasi strategi yang bisa anda terapkan, mulai dari strategi trading jangka pendek, sampai trading jangka menengah. 

Dalam trading saham, anda bisa menerapkan strategi scalping trading (menitan), intraday trading (harian), trading mingguan (satu minggu), swing trading (1 minggu - 1 bulan), positioning trading (diatas 1 bulan). 

Banyak trader saham yang bertanya apakah boleh jika menerapkan beberapa strategi trading sekaligus? Misalnya anda mau menjadi intraday trader, tapi di satu sisi anda juga mencari saham2 buat swing trading. 

Atau mungkin anda adalah seorang swing trader, tapi di satu sisi anda juga mencari saham2 untuk investasi jangka panjang. Bolehkah? 

Boleh saja, justru itu bagus. Saya pun juga menerapkan beberapa strategi trading. Salah satunya, saya menerapkan strategi intraday trading (trading harian). Berikut contoh transaksi trading harian saya: 

Trading harian saham
Anda bisa lihat beberapa contoh intraday trading lainnya disini: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. Di satu sisi, saya juga menerapkan strategi swing trading. Pelajari juga strategi2 intraday trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Kalau anda mau menerapkan beberapa strategi trading sekaligus, yang terpenting adalah MANAJEMEN MODAL anda harus benar. Anda harus bisa membagi modal untuk strategi2 trading yang anda terapkan. 

Contoh manajemen modal untuk beberapa strategi trading bisa seperti ini: Jika anda menerapkan intraday trading, swing trading dan investasi jangka panjang, maka anda bisa mencoba membagi modal anda: 20% untuk intraday trading, 40% untuk swing trading, 35% untuk investasi, dan sisanya 5% tetap ada di cash balance anda. 

Itu adalah contoh penerapan manajemen modal jika anda ingin menerapkan beberapa strategi trading sekaligus. Contoh diatas tentunya bukan rumus baku yang harus anda jiplak sama persis. 

Anda bisa memodifikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis saham anda. Pemaparan yang saya berikan diatas untuk memberikan gambaran tentang manajemen modal yang harus anda lakukan.   

Manajemen modal sangat penting karena banyak trader saham yang mencoba menerapkan banyak strategi trading, tetapi karena trader tidak memiliki trading plan manajemen modal, akhirnya trader bingung bagaimana cara mengalokasikan modal untuk trading dan investasi. 

Trader awalnya ingin lebih banyak investasi, namun karena tergiur dengan trading, akhirnya sebagian besar modalnya dimasukkan ke trading tanpa analisa dan pertimbangan yang matang, sehingga menyebabkan banyak saham yang nyangkut. 

Sekali lagi, tidak ada salahnya anda mau jadi trader jangka pendek, sekaligus menjadi trader mingguan dan investor. 

Namun jika anda mau menerapkan beberapa strategi trading, anda harus menyusun manajemen modal. Dengan manajemen modal, trading yang anda lakukan juga akan lebih teratur. Trading yang teratur akan memudahkan anda untuk menganalisa dan mencetak profit. 

Justru saya menyarankan pada anda supaya anda bisa menjadi trader yang fleksibel. Kalau anda menguasai beberapa strategi trading sekaligus, anda bisa menyesuaikan situasi market (IHSG) dengan strategi trading yang harus anda terapkan. 

Dalam kondisi market yang masih belum uptrend, anda bisa memanfaatkan trading harian (intraday). Tapi ketika kondisi market sedang bagus / uptrend, anda bisa beli saham2 murah untuk disimpan lebih lama (swing or positioning trading). Baca juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.

Wednesday, 14 August 2019

Apa itu Dividen?

Di pos kali ini saya ingin membahas tentang DIVIDEN. Berhubung banyak rekan-rekan yang masih belum mengerti tentang dividen di pasar saham, maka di pos ini saya akan membahas dividen secara detail. 

Jadi keuntungan yang anda dapatkan dari berbisnis saham (beli dan jual saham) ada dua bentuk, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain merupakan selisih harga beli dan harga jual. 

Kalau anda berhasil menjual saham diatas harga beli anda maka anda mendapatkan keuntungan. Hal ini berlaku untuk trading maupun investasi. Hanya bedanya, pada investasi jangka waktunya jauh lebih panjang. Baca juga: Pengertian Capital Gain dan Capital Loss. 

Tapi keuntungan di saham bukan hanya didapatkan dari capital gain, namun juga dari dividen. 

Apa itu dividen?

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Pada saat perusahaan berhasil memperoleh laba bersih, maka pada umumnya ada beberapa persen atau bahkan sebagian besar laba perusahaan diberikan kepada investor (dinamakan dividen). 

Jadi anda sudah mendapatkan inti dividen, yaitu keuntungan / laba yang dibagikan pada pemegang saham. Itu artinya, kalau perusahaan saat itu mengalami rugi bersih, maka perusahaan tidak akan bisa membagikan dividen pada anda. 

Dividen dibagikan dalam bentuk dividend per share (DPS) atau dalam Bahasa Indonesia adalah dividen per saham. Kalau anda belum tahu apa itu dividend per saham, anda bisa baca pos saya disini: Cara Menghitung Dividen Saham / Dividend Per Share (DPS).

Dari mana perhitungan DPS didapatkan? DPS didapatkan dari perhitungan laba per saham / Earning per Share (EPS). Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca disini: Cara Mencari EPS di Laporan Keuangan. Baca juga rumus EPS: Makna dan Fungsi Earning per Share (EPS). 

Misalnya perusahaan memiliki EPS sebesar Rp900 per saham. Kemudian perusahaan memutuskan untuk membagikan 50% EPS dalam bentuk dividen. Maka dividen per saham (DPS) yang akan anda terima adalah Rp450 per saham (900 * 50%). 

Sisa laba perusahaan yang tidak dibagi dalam bentuk dividen nantinya akan masuk di ekuitas dan menambah saldo laba. 

Tapi sebenarnya anda nggak perlu repot-repot menghitung berapa DPS yang akan dibagikan pada anda, karena perusahaan sudah menentukannya dan anda sudah mendapatkan info besarnya DPS yang akan anda terima nanti. Anda hanya perlu menghitung keuntungan dividen yang anda dapatkan (saya jelaskan di poin selanjutnya). 

Kalau anda ingin mendapatkan dividen, pilihlah perusahaan yang bisa mencetak laba, dan pilih perusahaan2 yang secara historis memang sudah rajin bagi dividen. Hal ini akan kita bahas selanjutnya. 

Dividen sendiri sebenarnya ada bermacam-macam jenis. Anda bisa baca disini: Pengertian Dividen dan Jenis-jenis Dividen. Tetapi (hampir) semua dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalamd diberikan dalam bentuk DIVIDEN CASH. 

Bagaimana cara menghitung dividen yang saya dapatkan?

Tadi kita sudah mengenal konsep dividen dan dari mana dividen itu dibagikan pada anda. Sekarang anda perlu menghitung berapa besarnya dividen yang anda dapatkan.  

Misalnya perusahaan ABCD akan membagikan dividen sebesar Rp150 per saham. Anda memiliki saham perusahaan ABCD sebanyak 20 lot. Maka dividen yang akan anda terima adalah sebagai berikut: 

Rp150 * 20 lot * 100 lembar = Rp300.000 - pajak dividen final (10%). Jadi total dividen bersih yang akan anda terima adalah Rp270.000 (Rp300.000 / 10%). Catatan = 1 lot = 100 lembar saham.

Itulah cara menghitung dividen. Ingat, dalam menghitung dividen, anda harus kurangkan nilai dividen anda dengan pajak final dividen sebesar 10%. 

Dari mana saya bisa mendapatkan informasi tentang pembagian dividen? 

Ada banyak situs yang memberikan informasi tentang jadwal pembagian dividen. Beberapa diantaranya adalah situs RTI dan Eddy Elly. Anda bisa baca disini: Daftar dan Jadwal Pembagian Dividen. Saya pribadi sering melihat informasi pembagian dividen melalui situs Eddy Elly. 

Kapan dividen dibagikan? Apakah tiap tahun? Apakah tiap bulan?

Mayoritas perusahaan akan membagikan dividen satu kali setahun, yaitu setelah perusahaan melakukan tutup buku akhir tahun (31 Desember). Inilah yang dinamakan dengan dividen tahunan. 

Misalnya tanggal 31 Desember 2019 perusahaan mencetak laba bersih dan memutuskan untuk membagikan dividen. Maka, dividen tahun 2019 tersebut akan dibagikan di tahun berikutnya (tahun 2020). Biasanya, musim pembagian dividen tahunan terjadi antara bulan Maret-Juni.

Tetapi ada beberapa perusahaan yang membagikan dividen lebih dari sekali dalam setahun. Misalnya perusahaan Japfa Comfeed, Astra International, Bank BCA. Perusahaan2 tersebut bisa membagikan dividen dua kali dalam setahun. 

Setelah membagikan dividen tahunan, beberapa bulan selanjutnya, perusahaan membagikan dividen lagi yang berasal dari laba laporan keuangan kuartal II atau III. Inilah yang disebut dengan dividen interim. 

Secara garis besar, dividen interim merupakan yang dibagikan sebelum perusahaan membagikan profit tahunan. Anda bisa baca dividen interim disini: Pengertian dan Contoh Dividen Interim.

Hanya beberapa perusahaan yang membagikan dividen interim. Perusahaan2 yang membagikan dividen interim biasanya memiliki tujuan yang berbeda2. Perusahaan ingin memuaskan kepentingan investor, atau perusahaan memiliki laba yang besar yang sudah siap dibagikan sebelum membukukan profit tahunan. 

Bagaimana tata cara mendapatkan dividen?

Pada pengumuman dividen ada tanggal2 penting yang harus anda perhatikan yaitu cum date, ex date dan payment date. Misalnya diketahui: 

Cum date = 21 Agustus
Ex date = 22 Agustus
Payment date = 9 September 

Anda bisa mendapatkan dividen apabila anda memiliki sahamnya sampai dengan tanggal cum date (21 Agustus). Kalau anda menjual saham anda tanggal 21 Agustus, maka anda tidak mendapatkan dividen.

Anda juga tidak mendapatkan dividen kalau anda baru membeli saham tanggal 22 Agustus. Anda bisa baca tata cara pembayaran dividen disini: Arti dan Ilustrasi Pembagian Dividen

Kalau anda ingin mendapatkan dividen, anda harus perhatikan tanggal-tanggal penting tersebut. Dan situs2 yang memberikan jadwal dividen, sudah menyediakan tanggal cum date sampai payment date. 

Bagaimana metode pembayaran dividen?

Dividen akan masuk secara otomatis di rekening saham (Rekening Dana Investor) anda pada saat payment date. Anda tidak perlu mendaftar atau konfirmasi ke sekuritas. 

Semua sudah tersistem. Kalau anda mau lihat nilai dividen yang anda terima, anda bisa lihat di menu transaction / cash transaction history. Baca juga: Cara Pembayaran Dividen Saham.

Apakah semua perusahaan membagikan dividen?

Tidak. Hanya perusahaan yang mendapatkan laba bersih dan memutuskan untuk membagikan dividen, itulah perusahaan2 yang akan membagi dividen. 

Meskipun perusahaan memperoleh laba, bisa jadi perusahaan tidak membagikan dividen jika perusahaan ingin melakukan re-investasi. Oleh karena itu, kalau anda ingin dapat dividen besar, carilah perusahaan2 yang rutin membagi dividen per share yang tinggi. Anda bisa baca daftarnya disini: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen.

Apakah dividen pasti anda dapatkan kalau anda membeli saham?

Tidak. Anda hanya akan mendapatkan dividen jika anda memiliki saham perusahaan sampai tanggal cum date (anda bisa baca lagi poin: Tata cara mendapatkan dividen). Selain itu, anda hanya akan dapat dividen kalau perusahaan tersebut membagikan dividen.

Apa itu Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio?

Anda bisa baca disini penjelasan dan kegunaan dividen yield dan dividend payout ratio.: Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Payout Ratio dan Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Yield.

Itulah penjelasan tentang dividen, termasuk tata cara mendapatkan dividen dan pembayaran dividen yang akan anda terima. Kalau anda seorang investor saham, peran dividen ini sangat penting untuk menambah pasif income anda. 

Apa itu Dividen?

Di pos kali ini saya ingin membahas tentang DIVIDEN. Berhubung banyak rekan-rekan yang masih belum mengerti tentang dividen di pasar saham, maka di pos ini saya akan membahas dividen secara detail. 

Jadi keuntungan yang anda dapatkan dari berbisnis saham (beli dan jual saham) ada dua bentuk, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain merupakan selisih harga beli dan harga jual. 

Kalau anda berhasil menjual saham diatas harga beli anda maka anda mendapatkan keuntungan. Hal ini berlaku untuk trading maupun investasi. Hanya bedanya, pada investasi jangka waktunya jauh lebih panjang. Baca juga: Pengertian Capital Gain dan Capital Loss. 

Tapi keuntungan di saham bukan hanya didapatkan dari capital gain, namun juga dari dividen. 

Apa itu dividen?

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Pada saat perusahaan berhasil memperoleh laba bersih, maka pada umumnya ada beberapa persen atau bahkan sebagian besar laba perusahaan diberikan kepada investor (dinamakan dividen). 

Jadi anda sudah mendapatkan inti dividen, yaitu keuntungan / laba yang dibagikan pada pemegang saham. Itu artinya, kalau perusahaan saat itu mengalami rugi bersih, maka perusahaan tidak akan bisa membagikan dividen pada anda. 

Dividen dibagikan dalam bentuk dividend per share (DPS) atau dalam Bahasa Indonesia adalah dividen per saham. Kalau anda belum tahu apa itu dividend per saham, anda bisa baca pos saya disini: Cara Menghitung Dividen Saham / Dividend Per Share (DPS).

Dari mana perhitungan DPS didapatkan? DPS didapatkan dari perhitungan laba per saham / Earning per Share (EPS). Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca disini: Cara Mencari EPS di Laporan Keuangan. Baca juga rumus EPS: Makna dan Fungsi Earning per Share (EPS). 

Misalnya perusahaan memiliki EPS sebesar Rp900 per saham. Kemudian perusahaan memutuskan untuk membagikan 50% EPS dalam bentuk dividen. Maka dividen per saham (DPS) yang akan anda terima adalah Rp450 per saham (900 * 50%). 

Sisa laba perusahaan yang tidak dibagi dalam bentuk dividen nantinya akan masuk di ekuitas dan menambah saldo laba. 

Tapi sebenarnya anda nggak perlu repot-repot menghitung berapa DPS yang akan dibagikan pada anda, karena perusahaan sudah menentukannya dan anda sudah mendapatkan info besarnya DPS yang akan anda terima nanti. Anda hanya perlu menghitung keuntungan dividen yang anda dapatkan (saya jelaskan di poin selanjutnya). 

Kalau anda ingin mendapatkan dividen, pilihlah perusahaan yang bisa mencetak laba, dan pilih perusahaan2 yang secara historis memang sudah rajin bagi dividen. Hal ini akan kita bahas selanjutnya. 

Dividen sendiri sebenarnya ada bermacam-macam jenis. Anda bisa baca disini: Pengertian Dividen dan Jenis-jenis Dividen. Tetapi (hampir) semua dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalamd diberikan dalam bentuk DIVIDEN CASH. 

Bagaimana cara menghitung dividen yang saya dapatkan?

Tadi kita sudah mengenal konsep dividen dan dari mana dividen itu dibagikan pada anda. Sekarang anda perlu menghitung berapa besarnya dividen yang anda dapatkan.  

Misalnya perusahaan ABCD akan membagikan dividen sebesar Rp150 per saham. Anda memiliki saham perusahaan ABCD sebanyak 20 lot. Maka dividen yang akan anda terima adalah sebagai berikut: 

Rp150 * 20 lot * 100 lembar = Rp300.000 - pajak dividen final (10%). Jadi total dividen bersih yang akan anda terima adalah Rp270.000 (Rp300.000 / 10%). Catatan = 1 lot = 100 lembar saham.

Itulah cara menghitung dividen. Ingat, dalam menghitung dividen, anda harus kurangkan nilai dividen anda dengan pajak final dividen sebesar 10%. 

Dari mana saya bisa mendapatkan informasi tentang pembagian dividen? 

Ada banyak situs yang memberikan informasi tentang jadwal pembagian dividen. Beberapa diantaranya adalah situs RTI dan Eddy Elly. Anda bisa baca disini: Daftar dan Jadwal Pembagian Dividen. Saya pribadi sering melihat informasi pembagian dividen melalui situs Eddy Elly. 

Kapan dividen dibagikan? Apakah tiap tahun? Apakah tiap bulan?

Mayoritas perusahaan akan membagikan dividen satu kali setahun, yaitu setelah perusahaan melakukan tutup buku akhir tahun (31 Desember). Inilah yang dinamakan dengan dividen tahunan. 

Misalnya tanggal 31 Desember 2019 perusahaan mencetak laba bersih dan memutuskan untuk membagikan dividen. Maka, dividen tahun 2019 tersebut akan dibagikan di tahun berikutnya (tahun 2020). Biasanya, musim pembagian dividen tahunan terjadi antara bulan Maret-Juni.

Tetapi ada beberapa perusahaan yang membagikan dividen lebih dari sekali dalam setahun. Misalnya perusahaan Japfa Comfeed, Astra International, Bank BCA. Perusahaan2 tersebut bisa membagikan dividen dua kali dalam setahun. 

Setelah membagikan dividen tahunan, beberapa bulan selanjutnya, perusahaan membagikan dividen lagi yang berasal dari laba laporan keuangan kuartal II atau III. Inilah yang disebut dengan dividen interim. 

Secara garis besar, dividen interim merupakan yang dibagikan sebelum perusahaan membagikan profit tahunan. Anda bisa baca dividen interim disini: Pengertian dan Contoh Dividen Interim.

Hanya beberapa perusahaan yang membagikan dividen interim. Perusahaan2 yang membagikan dividen interim biasanya memiliki tujuan yang berbeda2. Perusahaan ingin memuaskan kepentingan investor, atau perusahaan memiliki laba yang besar yang sudah siap dibagikan sebelum membukukan profit tahunan. 

Bagaimana tata cara mendapatkan dividen?

Pada pengumuman dividen ada tanggal2 penting yang harus anda perhatikan yaitu cum date, ex date dan payment date. Misalnya diketahui: 

Cum date = 21 Agustus
Ex date = 22 Agustus
Payment date = 9 September 

Anda bisa mendapatkan dividen apabila anda memiliki sahamnya sampai dengan tanggal cum date (21 Agustus). Kalau anda menjual saham anda tanggal 21 Agustus, maka anda tidak mendapatkan dividen.

Anda juga tidak mendapatkan dividen kalau anda baru membeli saham tanggal 22 Agustus. Anda bisa baca tata cara pembayaran dividen disini: Arti dan Ilustrasi Pembagian Dividen

Kalau anda ingin mendapatkan dividen, anda harus perhatikan tanggal-tanggal penting tersebut. Dan situs2 yang memberikan jadwal dividen, sudah menyediakan tanggal cum date sampai payment date. 

Bagaimana metode pembayaran dividen?

Dividen akan masuk secara otomatis di rekening saham (Rekening Dana Investor) anda pada saat payment date. Anda tidak perlu mendaftar atau konfirmasi ke sekuritas. 

Semua sudah tersistem. Kalau anda mau lihat nilai dividen yang anda terima, anda bisa lihat di menu transaction / cash transaction history. Baca juga: Cara Pembayaran Dividen Saham.

Apakah semua perusahaan membagikan dividen?

Tidak. Hanya perusahaan yang mendapatkan laba bersih dan memutuskan untuk membagikan dividen, itulah perusahaan2 yang akan membagi dividen. 

Meskipun perusahaan memperoleh laba, bisa jadi perusahaan tidak membagikan dividen jika perusahaan ingin melakukan re-investasi. Oleh karena itu, kalau anda ingin dapat dividen besar, carilah perusahaan2 yang rutin membagi dividen per share yang tinggi. Anda bisa baca daftarnya disini: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen.

Apakah dividen pasti anda dapatkan kalau anda membeli saham?

Tidak. Anda hanya akan mendapatkan dividen jika anda memiliki saham perusahaan sampai tanggal cum date (anda bisa baca lagi poin: Tata cara mendapatkan dividen). Selain itu, anda hanya akan dapat dividen kalau perusahaan tersebut membagikan dividen.

Apa itu Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio?

Anda bisa baca disini penjelasan dan kegunaan dividen yield dan dividend payout ratio.: Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Payout Ratio dan Kegunaan dan Cara Menghitung Dividend Yield.

Itulah penjelasan tentang dividen, termasuk tata cara mendapatkan dividen dan pembayaran dividen yang akan anda terima. Kalau anda seorang investor saham, peran dividen ini sangat penting untuk menambah pasif income anda.